Dasar Hukum Sertifikasi CPOTB di Indonesia – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang, baik melalui Industri Obat Tradisional (IOT), Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT), maupun Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT). Di balik pertumbuhan tersebut, aspek keamanan, mutu, dan konsistensi produk menjadi perhatian utama. Salah satu instrumen penting untuk memastikan proses produksi memenuhi standar adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Sertifikasi ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan obat tradisional oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). BPOM menjelaskan bahwa sertifikasi CPOTB merupakan salah satu tahapan perizinan yang berkaitan dengan proses memperoleh izin edar obat tradisional.
KONSULTASI GRATIS
FAQ – Dasar Hukum Sertifikasi CPOTB di Indonesia
1. Apa itu CPOTB?
CPOTB adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, yaitu pedoman untuk memastikan obat tradisional diproduksi secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu.
2. Apa dasar hukum sertifikasi CPOTB di Indonesia?
Sertifikasi CPOTB mengacu pada ketentuan dan regulasi BPOM mengenai penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik.
3. Siapa yang wajib menerapkan CPOTB?
Pelaku usaha yang memproduksi obat tradisional sesuai kategori dan ketentuan peraturan perundang-undangan wajib memenuhi persyaratan CPOTB.
4. Mengapa sertifikasi CPOTB penting?
CPOTB membantu memastikan proses produksi, pengawasan mutu, fasilitas, dan dokumentasi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
5. Apa saja yang dinilai dalam sertifikasi CPOTB?
Penilaian dapat mencakup sistem mutu, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, serta aspek terkait lainnya.
6. Apakah UMKM bisa mengurus sertifikasi CPOTB?
Bisa, selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan sesuai jenis usaha dan produk obat tradisional yang diproduksi.
7. Berapa lama proses sertifikasi CPOTB?
Waktunya bergantung pada kesiapan perusahaan, kelengkapan dokumen, penerapan sistem mutu, dan proses evaluasi oleh BPOM.
8. Apakah CPOTB sama dengan izin edar BPOM?
Tidak. CPOTB berkaitan dengan standar proses pembuatan, sedangkan izin edar berkaitan dengan persetujuan produk untuk diedarkan.
9. Apakah dokumen CPOTB harus diperbarui?
Dokumen dan penerapan sistem harus dipelihara serta disesuaikan apabila terdapat perubahan ketentuan atau kondisi perusahaan.
10. Apakah PERMATAMAS membantu pengurusan CPOTB?
Ya. PERMATAMAS dapat membantu persiapan dokumen, penerapan sistem, audit internal, dan pendampingan proses sertifikasi CPOTB.

