Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama – Bagi pelaku usaha obat tradisional, mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) bukan sekadar melengkapi dokumen administrasi. Sertifikasi ini berkaitan dengan kesiapan fasilitas, sistem mutu, proses produksi, sumber daya manusia, dokumentasi, hingga konsistensi penerapan prosedur di lapangan. Karena itu, banyak pelaku usaha yang merasa prosesnya cukup rumit, terutama ketika baru pertama kali mempersiapkan audit.

Kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan terlalu fokus membuat SOP dan dokumen, tetapi lupa memastikan bahwa seluruh prosedur benar-benar diterapkan. Saat audit berlangsung, auditor dapat menemukan ketidaksesuaian antara dokumen dengan praktik yang dilakukan sehari-hari.

Lalu, bagaimana cara daftar sertifikasi CPOTB agar lulus audit pertama? Kuncinya adalah mempersiapkan perusahaan secara menyeluruh sejak awal. Mulai dari memahami persyaratan, melakukan evaluasi kesiapan, memperbaiki fasilitas dan sistem mutu, melatih personel, sampai memastikan seluruh bukti penerapan terdokumentasi dengan baik.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB merupakan pedoman yang berkaitan dengan penerapan cara pembuatan obat tradisional yang baik. Penerapannya bertujuan agar obat tradisional diproduksi secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. Karena itu, perusahaan tidak hanya perlu memperhatikan produk akhir, tetapi juga seluruh rangkaian proses produksinya.

Dalam proses sertifikasi, kesiapan perusahaan dapat dilihat dari berbagai aspek yang saling berkaitan. Sistem mutu harus didukung oleh fasilitas, personel, dokumentasi, proses produksi, pengawasan mutu, serta pengendalian yang berjalan secara konsisten.

Beberapa bagian yang perlu menjadi perhatian antara lain:

  • Sistem mutu dan dokumentasi perusahaan.
  • Personel yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab jelas.
  • Bangunan serta fasilitas produksi.
  • Peralatan produksi dan pemeliharaannya.
  • Bahan awal dan pengendaliannya.
  • Proses produksi dan pengawasan mutu.
  • Penyimpanan bahan dan produk.
  • Penanganan penyimpangan, keluhan, dan produk tidak sesuai.

Dengan memahami ruang lingkup tersebut sejak awal, perusahaan dapat menyusun strategi persiapan audit dengan lebih terarah.

Mengapa Audit Pertama CPOTB Sering Menjadi Tantangan?

Audit pertama biasanya menjadi tahap yang cukup menantang karena perusahaan belum memiliki pengalaman menghadapi proses pemeriksaan secara langsung. Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa sistem yang selama ini digunakan belum sepenuhnya terdokumentasi atau belum diterapkan secara konsisten.

Persoalan bukan hanya mengenai ada atau tidaknya SOP. Auditor dapat melihat apakah prosedur tersebut benar-benar dipahami dan dijalankan oleh personel terkait. Bukti penerapan juga menjadi bagian penting untuk menunjukkan bahwa sistem mutu berjalan.

Beberapa penyebab perusahaan belum siap menghadapi audit pertama antara lain:

  1. Dokumen dibuat mendekati jadwal audit.
  2. SOP tidak sesuai dengan kondisi operasional.
  3. Personel belum memahami prosedur.
  4. Rekaman kegiatan belum lengkap.
  5. Fasilitas belum sepenuhnya sesuai kebutuhan proses.
  6. Pengendalian perubahan dan penyimpangan belum berjalan.
  7. Perusahaan belum melakukan audit internal.

Karena itu, persiapan sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak. Semakin awal perusahaan melakukan evaluasi, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperbaiki ketidaksesuaian.

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB dari Awal

Proses pendaftaran sebaiknya dimulai dengan memahami terlebih dahulu kebutuhan dan kondisi perusahaan. Jangan langsung mengajukan sertifikasi apabila sistem mutu, dokumen, fasilitas, dan personel belum siap.

Tahapan persiapan dapat dilakukan melalui langkah berikut:

  1. Identifikasi jenis dan kegiatan produksi
    Tentukan jenis produk dan aktivitas produksi yang akan dicakup dalam sertifikasi.
  2. Pelajari persyaratan CPOTB
    Perusahaan perlu memahami persyaratan yang berkaitan dengan fasilitas, produksi, mutu, personel, dokumentasi, dan aspek lainnya.
  3. Lakukan gap assessment
    Bandingkan kondisi perusahaan saat ini dengan persyaratan yang harus dipenuhi.
  4. Perbaiki fasilitas dan sistem
    Kekurangan yang ditemukan perlu diperbaiki sebelum proses audit.
  5. Siapkan dokumen dan SOP
    Dokumen harus menggambarkan aktivitas perusahaan secara nyata.
  6. Implementasikan prosedur
    Jangan hanya membuat dokumen. Pastikan seluruh prosedur diterapkan dan memiliki bukti rekaman.
  7. Lakukan audit internal
    Pemeriksaan internal membantu menemukan potensi ketidaksesuaian sebelum audit resmi.
  8. Ajukan proses sertifikasi
    Setelah perusahaan dinilai siap, proses pengajuan dapat dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Tahapan tersebut membantu perusahaan mempersiapkan audit bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari sisi operasional.

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama
Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

Dokumen Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Dokumen merupakan bagian penting dalam sistem CPOTB karena menjadi bukti bahwa perusahaan mempunyai prosedur yang terstruktur. Namun, dokumen tidak boleh dibuat hanya untuk memenuhi persyaratan administratif.

Isi dokumen harus sesuai dengan aktivitas perusahaan. Beberapa dokumen yang perlu menjadi perhatian antara lain:

  • Pedoman sistem mutu.
  • SOP produksi.
  • SOP pengawasan mutu.
  • SOP sanitasi dan higiene.
  • SOP pengelolaan bahan awal.
  • SOP penyimpanan.
  • SOP pengendalian dokumen.
  • SOP penanganan penyimpangan.
  • SOP tindakan perbaikan dan pencegahan.
  • SOP penanganan keluhan dan penarikan produk.
  • Catatan produksi dan pengawasan mutu.
  • Catatan pelatihan personel.

Setiap dokumen juga perlu dikendalikan dengan baik. Perusahaan harus mengetahui versi dokumen yang berlaku, siapa yang bertanggung jawab, serta bagaimana perubahan dokumen dilakukan.

Persiapan Fasilitas Sebelum Audit CPOTB

Kesiapan fasilitas menjadi salah satu bagian yang tidak boleh diabaikan. Kondisi bangunan dan ruangan produksi perlu mendukung proses pembuatan obat tradisional yang terkendali. Tata letak, kebersihan, alur personel, alur bahan, penyimpanan, serta pemeliharaan fasilitas perlu diperhatikan sesuai persyaratan yang berlaku.

Sebelum audit pertama, perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas. Jangan menunggu auditor menemukan masalah baru kemudian dilakukan perbaikan.

Hal yang dapat diperiksa secara internal antara lain:

  • Kebersihan area produksi.
  • Kondisi ruangan dan fasilitas pendukung.
  • Alur bahan dan personel.
  • Kondisi peralatan produksi.
  • Program pembersihan dan sanitasi.
  • Area penyimpanan bahan dan produk.
  • Identifikasi dan pelabelan bahan.
  • Sistem pengendalian hama.
  • Pemeliharaan fasilitas dan peralatan.

Pemeriksaan internal secara berkala membantu perusahaan mengetahui apakah fasilitas benar-benar siap digunakan dan mampu mendukung penerapan sistem mutu.

Pentingnya Pelatihan Personel Sebelum Audit

Sistem CPOTB tidak akan berjalan apabila hanya dipahami oleh bagian tertentu. Seluruh personel yang terlibat dalam proses produksi dan pengawasan harus memahami tanggung jawabnya masing-masing.

Salah satu kondisi yang dapat menjadi masalah ketika audit adalah personel tidak mampu menjelaskan prosedur yang sebenarnya sudah tercantum dalam SOP. Hal ini dapat menunjukkan bahwa prosedur belum diterapkan secara optimal.

Karena itu, perusahaan perlu melakukan:

  1. Pelatihan sesuai tugas masing-masing personel.
  2. Evaluasi pemahaman setelah pelatihan.
  3. Dokumentasi pelatihan.
  4. Pembaruan kompetensi secara berkala.

Personel harus memahami bukan hanya “apa yang harus dilakukan”, tetapi juga alasan mengapa suatu prosedur harus dilakukan. Dengan demikian, penerapan sistem mutu dapat menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.

Lakukan Audit Internal Sebelum Audit Resmi

Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kesiapan audit pertama adalah melakukan audit internal. Audit internal dapat digunakan untuk mencari masalah yang mungkin belum terlihat dalam kegiatan sehari-hari.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang objektif. Tim dapat memeriksa dokumen, fasilitas, proses produksi, rekaman, serta wawancara dengan personel terkait.

Setelah menemukan ketidaksesuaian, perusahaan perlu:

  • Mencatat temuan secara jelas.
  • Menentukan akar penyebab masalah.
  • Menetapkan tindakan perbaikan.
  • Menentukan penanggung jawab.
  • Menetapkan target penyelesaian.
  • Memastikan tindakan perbaikan benar-benar efektif.

Dengan melakukan audit internal sebelum audit resmi, perusahaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki masalah lebih awal sehingga kesiapan menjadi lebih baik.

Kesalahan yang Harus Dihindari Agar Lulus Audit Pertama

Tidak ada cara yang dapat menjamin perusahaan pasti lulus audit pertama karena hasil pemeriksaan bergantung pada kesesuaian kondisi perusahaan terhadap persyaratan yang berlaku. Namun, risiko ketidaksesuaian dapat dikurangi dengan persiapan yang matang.

Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari adalah:

  1. Membuat dokumen secara mendadak
    Dokumen membutuhkan waktu untuk disusun, disetujui, diterapkan, dan dievaluasi.
  2. Menggunakan SOP yang tidak sesuai kondisi perusahaan
    SOP harus menggambarkan kegiatan yang benar-benar dilakukan.
  3. Tidak memiliki bukti penerapan
    Prosedur yang sudah dibuat perlu didukung rekaman yang relevan.
  4. Mengabaikan pelatihan personel
    Personel perlu memahami prosedur dan tanggung jawabnya.
  5. Tidak melakukan audit internal
    Tanpa pemeriksaan internal, perusahaan mungkin tidak mengetahui masalah yang sebenarnya sudah ada.

Persiapan yang baik bukan berarti menyembunyikan kekurangan, melainkan menemukan dan memperbaikinya sebelum proses audit resmi.

Berapa Lama Persiapan Sertifikasi CPOTB?

Waktu persiapan sertifikasi CPOTB dapat berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Perusahaan yang sudah memiliki fasilitas, dokumen, sistem mutu, dan personel yang siap tentu membutuhkan persiapan yang berbeda dengan perusahaan yang baru membangun sistem dari awal.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi lama persiapan antara lain:

  • Kondisi fasilitas produksi.
  • Kelengkapan dokumen.
  • Kesiapan sistem mutu.
  • Jumlah dan jenis produk.
  • Kompetensi personel.
  • Hasil gap assessment.
  • Jumlah temuan yang harus diperbaiki.
  • Kecepatan perusahaan melakukan tindakan korektif.

Oleh karena itu, estimasi waktu sebaiknya diberikan setelah dilakukan evaluasi awal. Pendekatan ini lebih realistis daripada memberikan janji waktu yang sama untuk semua perusahaan.

Jasa Konsultan CPOTB untuk Persiapan Audit Pertama

Bagi perusahaan yang baru pertama kali mengurus sertifikasi CPOTB, menggunakan jasa konsultan dapat membantu mempercepat pemahaman terhadap persyaratan dan mengurangi kesalahan dalam proses persiapan. Konsultan dapat membantu perusahaan melihat kondisi aktual secara lebih objektif.

Pendampingan dapat mencakup:

  • Konsultasi persyaratan CPOTB.
  • Gap assessment.
  • Pendampingan penyusunan dokumen.
  • Evaluasi SOP dan sistem mutu.
  • Persiapan fasilitas.
  • Pendampingan implementasi.
  • Persiapan audit internal.
  • Simulasi atau persiapan menghadapi audit.
  • Pendampingan perbaikan ketidaksesuaian.

Yang paling penting, konsultan sebaiknya tidak hanya membantu membuat dokumen, tetapi juga membantu perusahaan memahami cara menerapkan sistem tersebut dalam kegiatan operasional.

PERMATAMAS Siap Membantu Persiapan Sertifikasi CPOTB

Mempersiapkan sertifikasi CPOTB untuk pertama kali membutuhkan ketelitian karena aspek yang diperiksa tidak hanya dokumen, tetapi juga penerapan sistem mutu, fasilitas, proses produksi, personel, dan bukti rekaman kegiatan.

PERMATAMAS menyediakan jasa konsultasi dan pendampingan sertifikasi CPOTB bagi pelaku usaha obat tradisional yang ingin mempersiapkan perusahaan secara lebih terarah. Pendampingan dapat dimulai dari konsultasi awal, evaluasi kesiapan, penyusunan atau perbaikan dokumen, hingga persiapan menghadapi proses audit.

Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, perusahaan memiliki kesempatan untuk menemukan kekurangan dan melakukan perbaikan sebelum audit resmi. Tujuannya bukan sekadar mengejar sertifikat, tetapi membangun sistem produksi yang konsisten, terdokumentasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PERMATAMAS — Konsultan perizinan dan regulasi terpercaya untuk membantu persiapan sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

1. Apa itu sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah pedoman yang digunakan untuk memastikan proses pembuatan obat tradisional dilakukan secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.

2. Siapa yang perlu memiliki sertifikasi CPOTB?

Pelaku usaha yang melakukan kegiatan produksi obat tradisional perlu memenuhi ketentuan CPOTB sesuai jenis kegiatan dan produk yang diproduksi.

3. Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk sertifikasi CPOTB?

Persiapan meliputi dokumen sistem mutu, SOP, fasilitas produksi, peralatan, personel, proses produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, serta rekaman kegiatan.

4. Bagaimana cara daftar sertifikasi CPOTB?

Perusahaan perlu memahami persyaratan, melakukan evaluasi kesiapan, memperbaiki fasilitas dan sistem mutu, menyiapkan dokumen, menerapkan prosedur, kemudian mengajukan proses sertifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.

5. Apakah dokumen CPOTB saja cukup agar lulus audit?

Tidak. Dokumen harus sesuai dengan kondisi perusahaan dan benar-benar diterapkan. Bukti penerapan melalui rekaman kegiatan juga penting dalam proses audit.

6. Apa yang diperiksa saat audit CPOTB?

Pemeriksaan dapat mencakup sistem mutu, dokumentasi, fasilitas, peralatan, proses produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, sanitasi, personel, serta penerapan prosedur.

7. Bagaimana agar lulus audit CPOTB pertama kali?

Perusahaan perlu melakukan gap assessment, memperbaiki ketidaksesuaian, melatih personel, memastikan SOP diterapkan, melengkapi rekaman, dan melakukan audit internal sebelum audit resmi.

8. Berapa lama proses persiapan sertifikasi CPOTB?

Waktunya berbeda pada setiap perusahaan, tergantung kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, kesiapan sistem mutu, personel, serta jumlah perbaikan yang diperlukan.

9. Apa kesalahan yang sering menyebabkan ketidaksesuaian saat audit CPOTB?

Kesalahan yang umum antara lain SOP tidak sesuai praktik, dokumen tidak lengkap, rekaman kegiatan tidak tersedia, personel tidak memahami prosedur, serta perusahaan belum melakukan audit internal.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa konsultasi CPOTB?

Ya. PERMATAMAS menyediakan pendampingan persiapan sertifikasi CPOTB, mulai dari konsultasi, evaluasi kesiapan, penyusunan dokumen, perbaikan sistem hingga persiapan menghadapi audit.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

Tahapan Pengajuan Sertifikasi CPOTB Obat Tradisional: Panduan Lengkap Sesuai Ketentuan BPOM

Tahapan Pengajuan Sertifikasi CPOTB Obat Tradisional – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk herbal, jamu, dan suplemen berbahan alami. Namun, di balik peluang bisnis yang besar ini, terdapat kewajiban penting yang harus dipenuhi oleh setiap pelaku usaha, yaitu memastikan bahwa proses produksi telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah.

Salah satu standar yang wajib dipenuhi oleh pabrik atau industri obat tradisional adalah Sertifikasi CPOTB. CPOTB merupakan singkatan dari Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, yaitu pedoman resmi dari BPOM yang mengatur seluruh proses produksi obat tradisional agar memenuhi aspek mutu, keamanan, dan khasiat.

Dalam praktiknya, tahapan pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional bukanlah proses yang sederhana. Diperlukan kesiapan fasilitas, sistem dokumentasi, sumber daya manusia, serta pemahaman regulasi yang baik. Oleh karena itu, banyak pelaku usaha memilih menggunakan Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia agar proses sertifikasi berjalan lebih efektif dan sesuai ketentuan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan terstruktur mengenai tahapan pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional, mulai dari persiapan awal hingga sertifikat diterbitkan oleh BPOM.

Pengertian CPOTB dalam Industri Obat Tradisional

Sebelum membahas lebih jauh mengenai tahapan pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan CPOTB.

CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) adalah pedoman teknis yang mengatur:

• Bangunan dan fasilitas produksi
• Peralatan dan mesin produksi
• Higiene dan sanitasi
• Sistem dokumentasi
• Pengawasan mutu
• Penyimpanan bahan baku dan produk jadi
• Proses produksi dan pengemasan

Tujuan utama CPOTB adalah untuk memastikan bahwa setiap produk obat tradisional yang diproduksi memiliki mutu yang konsisten, aman dikonsumsi, dan sesuai klaim khasiatnya.

Tanpa sertifikat CPOTB, sebuah industri obat tradisional akan mengalami kesulitan dalam:

• Mengurus izin edar BPOM
• Mengembangkan skala produksi
• Bekerja sama dengan distributor besar
• Mengikuti tender atau pengadaan tertentu

Oleh karena itu, memahami tahapan pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional menjadi langkah krusial bagi setiap pelaku usaha di bidang ini. daftarkan izin BPOM sekarang

Mengapa Sertifikasi CPOTB Wajib Dimiliki?

Dalam sistem regulasi BPOM, sertifikasi CPOTB bukan hanya formalitas, melainkan syarat utama sebelum sebuah pabrik obat tradisional dapat memproduksi secara legal dan mengajukan izin edar produk.

Beberapa alasan mengapa sertifikasi CPOTB sangat penting antara lain:

1. Menjamin standar mutu produksi obat tradisional
2. Meningkatkan kepercayaan konsumen dan mitra bisnis
3. Menjadi syarat mutlak dalam pengajuan izin edar BPOM
4. Membantu perusahaan membangun sistem produksi yang rapi dan terkontrol
5. Mengurangi risiko temuan saat inspeksi atau audit dari BPOM

Inilah sebabnya tahapan pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional harus dipersiapkan secara serius dan tidak bisa dilakukan secara asal-asalan.

Tahapan Pengajuan Sertifikasi CPOTB Obat Tradisional
Tahapan Pengajuan Sertifikasi CPOTB Obat Tradisional

Tahapan Pengajuan Sertifikasi CPOTB Obat Tradisional

Berikut adalah penjelasan lengkap dan sistematis mengenai tahapan pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional sesuai praktik di lapangan dan ketentuan BPOM.

1. Tahap Persiapan Internal Perusahaan

Tahapan pertama dalam pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional adalah persiapan internal. Pada tahap ini, perusahaan harus memastikan bahwa seluruh aspek dasar sudah siap, meliputi:

• Legalitas badan usaha (PT/CV)
• NIB dan perizinan usaha berbasis OSS
• Penanggung jawab teknis (Apoteker atau tenaga teknis kefarmasian sesuai ketentuan)
• Struktur organisasi perusahaan
• Denah bangunan dan alur produksi

Selain itu, fasilitas produksi juga harus mulai disesuaikan dengan standar CPOTB, termasuk:

• Pemisahan area bersih dan kotor
• Alur bahan baku dan produk jadi yang tidak saling bersilangan
• Ruang produksi, gudang, dan ruang pengemasan yang memadai

Pada tahap ini, Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia biasanya membantu melakukan assessment awal untuk melihat sejauh mana kesiapan pabrik sebelum masuk ke tahap berikutnya.

2. Tahap Penyusunan Sistem Dokumentasi CPOTB

Salah satu inti dari sertifikasi CPOTB adalah sistem dokumentasi. BPOM tidak hanya menilai fisik bangunan, tetapi juga menilai sistem manajemen mutu melalui dokumen.

Dokumen yang wajib disiapkan antara lain:

• Manual mutu CPOTB
• SOP (Standard Operating Procedure) untuk seluruh proses
• Instruksi kerja
• Formulir pencatatan produksi dan pengawasan mutu
• Dokumen pengendalian perubahan dan penyimpangan

Dalam tahapan pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional, penyusunan dokumen ini sering menjadi bagian yang paling memakan waktu karena harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Di sinilah peran Permatamas Indonesia menjadi sangat penting untuk membantu menyusun sistem dokumentasi yang rapi, sesuai regulasi, dan siap diaudit. klik proses izin BPOM

3. Tahap Implementasi CPOTB di Lapangan

Setelah dokumen selesai disusun, tahapan berikutnya adalah implementasi nyata di lapangan.

Pada tahap ini, perusahaan harus:

• Menjalankan seluruh proses produksi sesuai SOP
• Melakukan pencatatan pada setiap tahapan kerja
• Menerapkan sistem kebersihan dan sanitasi
• Mengontrol bahan baku, bahan kemas, dan produk jadi
• Menjalankan sistem pengawasan mutu

BPOM tidak hanya melihat dokumen di atas kertas, tetapi juga akan memeriksa apakah semua prosedur benar-benar diterapkan.

Oleh karena itu, dalam tahapan pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional, masa implementasi ini sangat menentukan hasil audit nantinya.

4. Tahap Pengajuan Permohonan Sertifikasi ke BPOM

Jika perusahaan sudah siap secara fasilitas dan sistem, maka langkah selanjutnya dalam tahapan pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional adalah mengajukan permohonan resmi ke BPOM.

Proses ini meliputi:

• Pendaftaran melalui sistem yang ditentukan BPOM
• Pengunggahan dokumen persyaratan
• Pengajuan data fasilitas dan penanggung jawab teknis
• Menunggu proses verifikasi administrasi

Jika seluruh dokumen dinyatakan lengkap dan benar, maka BPOM akan menjadwalkan audit atau inspeksi fasilitas.

5. Tahap Audit atau Inspeksi dari BPOM

Audit CPOTB merupakan tahapan paling krusial dalam seluruh proses sertifikasi.

Tim auditor BPOM akan memeriksa:

• Kesesuaian bangunan dan fasilitas
• Penerapan SOP di lapangan
• Sistem dokumentasi dan pencatatan
• Kebersihan, sanitasi, dan pengendalian mutu
• Alur produksi dan penyimpanan

Hasil audit bisa berupa:

• Memenuhi syarat tanpa perbaikan
• Memenuhi syarat dengan catatan perbaikan
• Belum memenuhi syarat dan harus dilakukan perbaikan besar

Dalam praktiknya, banyak perusahaan yang gagal di tahap ini karena kurang siap. Itulah mengapa menggunakan Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia sangat membantu untuk melakukan pendampingan sebelum audit. klik cara mengurus izin BPOM

6. Tahap Tindak Lanjut Temuan Audit

Jika terdapat temuan dari auditor BPOM, maka perusahaan wajib:

• Melakukan perbaikan sesuai catatan auditor
• Menyusun laporan perbaikan (CAPA)
• Mengirimkan bukti perbaikan ke BPOM

Tahap ini juga merupakan bagian penting dalam tahapan pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional karena menentukan apakah sertifikat bisa diterbitkan atau tidak.

7. Tahap Penerbitan Sertifikat CPOTB

Jika seluruh persyaratan sudah dipenuhi dan perbaikan dinyatakan sesuai, maka BPOM akan menerbitkan Sertifikat CPOTB.

Dengan terbitnya sertifikat ini, perusahaan:

• Diakui telah memenuhi standar CPOTB
• Bisa melanjutkan proses pengajuan izin edar produk
• Memiliki nilai tambah dalam pengembangan bisnis

Tantangan Umum dalam Pengurusan Sertifikasi CPOTB

Beberapa kendala yang sering muncul dalam tahapan pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional antara lain:

• Bangunan tidak sesuai standar
• Alur produksi tidak memenuhi ketentuan
• Dokumen tidak lengkap atau tidak sinkron dengan praktik lapangan
• SDM belum memahami sistem CPOTB
• Kurang persiapan menghadapi audit BPOM

Oleh karena itu, pendampingan profesional sangat disarankan sejak awal proses. konsultasi gratis bersama Permatamas

Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia

Perlu diketahui bahwa tahapan pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional adalah bagian penting dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia.

Permatamas Indonesia membantu klien mulai dari:

• Konsultasi awal dan assessment pabrik
• Penyusunan dokumen CPOTB
• Pendampingan implementasi di lapangan
• Persiapan audit BPOM
• Pendampingan hingga sertifikat terbit

Dengan pengalaman dan tim berlatar belakang legal serta regulasi, Permatamas Indonesia membantu proses menjadi lebih:

• Terarah
• Efisien waktu
• Minim risiko gagal audit

Dengan pendampingan yang tepat, risiko penolakan dapat diminimalkan.
📌 Konsultasi gratis & respon cepat:
👉 https://wa.me/6285777630555

Pentingnya Memahami Tahapan Pengajuan Sertifikasi CPOTB Obat Tradisional

Memahami dan menjalankan tahapan pengajuan sertifikasi CPOTB obat tradisional adalah langkah wajib bagi setiap pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis obat tradisional secara legal dan berkelanjutan.

Proses ini memang panjang dan membutuhkan kesiapan yang matang, mulai dari fasilitas, sistem, hingga sumber daya manusia. Namun dengan perencanaan yang baik dan pendampingan profesional, sertifikasi CPOTB bukanlah sesuatu yang sulit untuk dicapai.

Jika Anda ingin memastikan seluruh proses berjalan aman, rapi, dan sesuai ketentuan BPOM, maka menggunakan Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia adalah pilihan yang tepat untuk mendampingi bisnis Anda hingga berhasil mendapatkan Sertifikat CPOTB.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
Website: www.izinherbal.com
PERMATAMAS — Spesialis Izin BPOM Obat Tradisional

FAQ – Tahapan Pengajuan Sertifikasi CPOTB Obat Tradisional

1. Apa itu Sertifikasi CPOTB?

Sertifikasi CPOTB adalah pengakuan resmi dari BPOM bahwa sebuah fasilitas produksi obat tradisional telah memenuhi standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik.

2. Apakah sertifikasi CPOTB wajib untuk pabrik obat tradisional?

Ya, sertifikasi CPOTB wajib dimiliki sebelum mengajukan izin edar BPOM untuk produk obat tradisional.

3. Berapa lama proses pengajuan sertifikasi CPOTB?

Waktu proses bervariasi tergantung kesiapan fasilitas dan dokumen, umumnya memakan waktu beberapa bulan.

4. Apa saja yang dinilai saat audit CPOTB oleh BPOM?

Yang dinilai antara lain bangunan, alur produksi, sanitasi, dokumentasi, SOP, dan sistem pengawasan mutu.

5. Apakah UMKM bisa mengajukan sertifikasi CPOTB?

Bisa, selama memenuhi persyaratan teknis dan standar fasilitas sesuai ketentuan BPOM.

6. Apa yang terjadi jika tidak lulus audit CPOTB?

Perusahaan wajib melakukan perbaikan sesuai temuan auditor, lalu mengajukan tindak lanjut perbaikan.

7. Apakah sertifikasi CPOTB harus diperpanjang?

Ya, sertifikat CPOTB memiliki masa berlaku dan harus diperpanjang sesuai ketentuan BPOM.

8. Apakah Permatamas Indonesia bisa mengurus sertifikasi CPOTB dari nol?

Bisa. Permatamas Indonesia menangani dari tahap persiapan, penyusunan dokumen, pendampingan audit, sampai sertifikat terbit.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

LEGALITAS PERMATAMAS INDONESIA

Akta Pendirian : Nomor 15
SK Pengesahaan : AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021
NPWP : 76,011,954,5-427,000
NIB : 0610210009793
TDP : 102637007638
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia

Telp : 021-89253417
Hp/WA : 085777630555

Izin Halal @ 2024 –
with ❤ Dokter Website