Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan – Bagi perusahaan yang memproduksi obat tradisional, sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) bukan sekadar kelengkapan administrasi. CPOTB berkaitan langsung dengan bagaimana perusahaan memastikan proses produksi menghasilkan obat tradisional yang konsisten memenuhi persyaratan mutu sesuai tujuan penggunaannya. BPOM mendefinisikan CPOTB sebagai seluruh aspek kegiatan pembuatan obat tradisional yang bertujuan menjamin produk memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan.

Karena itu, persiapan audit CPOTB perlu dilakukan secara menyeluruh. Perusahaan tidak cukup hanya membuat SOP, tetapi harus dapat menunjukkan bahwa prosedur tersebut benar-benar diterapkan, memiliki rekaman, dievaluasi, dan diperbaiki apabila ditemukan ketidaksesuaian.

Artikel ini membahas checklist audit sertifikasi CPOTB, 10 contoh aspek yang perlu diperiksa, dokumen pendukung, kesalahan yang sering terjadi, serta tips mempersiapkan perusahaan sebelum menghadapi audit BPOM.

Apa Saja yang Diperiksa dalam Audit CPOTB?

Secara sederhana, audit CPOTB bertujuan menilai apakah perusahaan telah menerapkan persyaratan CPOTB secara nyata dalam kegiatan produksi.

BPOM menjelaskan bahwa penilaian sertifikasi CPOTB dilakukan melalui audit lapangan terhadap 11 aspek CPOTB. Untuk industri obat tradisional dan industri ekstrak bahan alam, penerapan CPOTB dibuktikan dengan sertifikat CPOTB.

Checklist persiapan perusahaan dapat mencakup:

  1. Sistem Manajemen Mutu.
  2. Personalia.
  3. Bangunan dan fasilitas.
  4. Peralatan.
  5. Sanitasi dan higiene.
  6. Produksi.
  7. Pengawasan mutu.
  8. Dokumentasi.
  9. Audit internal.
  10. Penanganan keluhan, penarikan kembali, produk kembalian serta kegiatan terkait lainnya.

Untuk UKOT dan UMOT, BPOM juga menyediakan mekanisme CPOTB secara bertahap, dengan tahapan yang disesuaikan dengan kemampuan dan skala usaha. PerBPOM No. 31 Tahun 2022 mengenai petunjuk teknis penerapan aspek CPOTB secara bertahap saat ini tercatat berstatus berlaku.

Mengapa Audit CPOTB Penting bagi Perusahaan?

Bayangkan perusahaan telah memiliki produk jamu atau obat tradisional yang mulai dikenal pasar. Permintaan meningkat, distributor bertambah, dan produksi dilakukan dalam jumlah lebih besar.

Pada kondisi seperti itu, konsistensi proses menjadi sangat penting. Bahan baku harus dikendalikan, proses produksi harus terdokumentasi, personel harus memahami tanggung jawabnya, dan produk jadi harus melalui pengawasan mutu.

Inilah alasan CPOTB tidak seharusnya dipandang sebagai kumpulan dokumen untuk menghadapi auditor. CPOTB adalah sistem yang harus hidup di dalam kegiatan perusahaan.

BPOM juga menjelaskan bahwa CPOTB merupakan faktor penting untuk menghasilkan obat tradisional yang memenuhi standar mutu dan keamanan.

Checklist Audit Sertifikasi CPOTB

Berikut checklist praktis yang dapat digunakan perusahaan sebagai gambaran awal sebelum menghadapi audit.

1. Sistem Manajemen Mutu

Sistem manajemen mutu menjadi dasar bagaimana perusahaan memastikan seluruh proses pembuatan obat tradisional dikendalikan.

Perusahaan perlu memiliki kebijakan mutu, sasaran mutu, struktur tanggung jawab dan mekanisme pengendalian terhadap proses yang berpengaruh terhadap kualitas produk.

Checklist:

  • Apakah kebijakan mutu sudah tersedia?
  • Apakah tanggung jawab setiap bagian jelas?
  • Apakah terdapat prosedur pengendalian mutu?
  • Apakah risiko mutu telah diperhatikan?
  • Apakah penyimpangan dicatat dan ditindaklanjuti?

Prinsip CPOTB menekankan agar proses pembuatan ditetapkan dengan jelas, dikaji secara sistematis dan mampu menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi secara konsisten.

2. Personalia dan Kompetensi

Dokumen yang bagus tidak akan berjalan tanpa personel yang memahami tugasnya.

Perusahaan perlu memastikan personel yang terlibat dalam produksi, pengawasan mutu, gudang, sanitasi dan fungsi lainnya memiliki kompetensi yang sesuai.

Checklist:

  1. Struktur organisasi tersedia.
  2. Uraian tugas setiap posisi jelas.
  3. Personel memiliki kualifikasi sesuai tanggung jawab.
  4. Program pelatihan tersedia.
  5. Rekaman pelatihan terdokumentasi.
  6. Evaluasi efektivitas pelatihan dilakukan.

BPOM memasukkan personel yang terkualifikasi dan terlatih sebagai salah satu fasilitas penting dalam penerapan CPOTB.

3. Bangunan dan Fasilitas

Kondisi bangunan harus mendukung proses produksi yang terkendali.

Area penerimaan bahan, penyimpanan, produksi, pengemasan, pengawasan mutu dan penyimpanan produk jadi perlu ditata dengan mempertimbangkan alur kegiatan dan risiko kontaminasi.

Checklist:

  • Layout bangunan tersedia.
  • Alur personel jelas.
  • Alur bahan jelas.
  • Area produksi sesuai kebutuhan.
  • Area penyimpanan memadai.
  • Kebersihan ruangan terjaga.
  • Fasilitas pendukung tersedia.
  • Kondisi bangunan dipelihara.

BPOM menegaskan bahwa penerapan CPOTB membutuhkan bangunan dan fasilitas dengan luas yang memadai serta fasilitas yang sesuai dengan kegiatan pembuatan.

4. Peralatan Produksi

Peralatan produksi harus sesuai dengan proses yang dilakukan dan dikelola secara terkendali.

Perusahaan sebaiknya memiliki daftar peralatan, identitas alat, jadwal pemeliharaan dan prosedur penggunaan atau pembersihan sesuai kebutuhan.

Checklist audit:

  1. Daftar peralatan tersedia.
  2. Identitas alat jelas.
  3. Peralatan sesuai kapasitas produksi.
  4. Jadwal pemeliharaan tersedia.
  5. Prosedur pembersihan tersedia.
  6. Rekaman pemeliharaan tersedia.
  7. Status alat dapat diketahui.
  8. Peralatan kritis dikendalikan sesuai persyaratan.

Peralatan yang tidak terawat dapat meningkatkan risiko ketidaksesuaian proses produksi.

5. Sanitasi dan Higiene

Sanitasi dan higiene merupakan salah satu bagian penting dalam penerapan CPOTB.

Perusahaan perlu memiliki program kebersihan yang mencakup personel, bangunan, peralatan dan lingkungan sesuai kebutuhan.

Checklist:

  • SOP sanitasi tersedia.
  • Jadwal pembersihan tersedia.
  • Rekaman pembersihan tersedia.
  • Personel memahami higiene.
  • Pakaian kerja sesuai kebutuhan.
  • Pengendalian hama dilakukan.
  • Fasilitas sanitasi terpelihara.
  • Kondisi lingkungan dipantau sesuai kebutuhan.

Untuk UKOT, BPOM menjelaskan bahwa penerapan CPOTB bertahap dimulai antara lain dengan aspek sanitasi-higiene dan dokumentasi pada tahap awal.

6. Pengendalian Bahan Baku

Bahan baku merupakan bagian penting dari mutu produk akhir.

Perusahaan harus memiliki mekanisme untuk memastikan bahan yang digunakan sesuai spesifikasi dan statusnya jelas sebelum digunakan dalam produksi.

Checklist:

  1. Daftar pemasok tersedia.
  2. Kualifikasi pemasok dilakukan sesuai kebutuhan.
  3. Spesifikasi bahan tersedia.
  4. Penerimaan bahan didokumentasikan.
  5. Status karantina diterapkan.
  6. Bahan yang ditolak dipisahkan.
  7. Penyimpanan sesuai persyaratan.
  8. Sistem pelacakan bahan tersedia.

Konsep karantina dalam CPOTB digunakan untuk memisahkan bahan atau produk yang masih menunggu keputusan apakah dapat digunakan atau harus ditolak.

7. Proses Produksi

Audit juga akan melihat apakah proses produksi dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Mulai dari penimbangan bahan, pengolahan, proses antara, pengemasan hingga produk jadi harus dikendalikan sesuai prosedur perusahaan.

Checklist:

  • Formula tersedia dan terkendali.
  • Instruksi produksi tersedia.
  • Penimbangan dilakukan dengan benar.
  • Identitas bahan dapat ditelusuri.
  • Parameter proses dikendalikan.
  • Hasil produksi dicatat.
  • Penyimpangan ditangani.
  • Produk antara dan produk ruahan diberi status yang jelas.

CPOTB menekankan bahwa proses pembuatan harus ditetapkan secara jelas dan mampu menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan secara konsisten.

8. Pengawasan Mutu

Pengawasan mutu menjadi bagian penting untuk memastikan produk memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Perusahaan perlu memiliki sistem pengambilan sampel, pemeriksaan dan keputusan terhadap bahan maupun produk sesuai persyaratan yang berlaku.

Checklist:

  1. Spesifikasi bahan tersedia.
  2. Spesifikasi produk tersedia.
  3. Metode pemeriksaan terdokumentasi.
  4. Sampel dikelola dengan benar.
  5. Hasil pemeriksaan dicatat.
  6. Produk yang tidak memenuhi persyaratan ditangani.
  7. Laboratorium atau fasilitas pengujian memenuhi ketentuan yang berlaku.

Pengawasan mutu tidak seharusnya hanya dilakukan ketika auditor akan datang. Rekaman harus menunjukkan bahwa aktivitas tersebut memang berlangsung secara rutin.

9. Dokumentasi dan Rekaman

Dokumentasi merupakan salah satu aspek yang sangat sering menjadi perhatian dalam audit.

Dokumen harus terkendali sehingga personel menggunakan versi yang benar. Rekaman juga harus dapat menunjukkan siapa yang melakukan suatu aktivitas, kapan dilakukan dan apa hasilnya.

Checklist:

  • SOP memiliki nomor dokumen.
  • Versi/revisi tercatat.
  • Tanggal berlaku tersedia.
  • Dokumen disetujui pihak berwenang.
  • Dokumen lama dikendalikan.
  • Rekaman mudah ditelusuri.
  • Koreksi rekaman dilakukan sesuai prosedur.
  • Penyimpanan dokumen terkendali.

Khusus untuk UKOT dan UMOT yang menerapkan CPOTB secara bertahap, dokumentasi merupakan bagian yang secara eksplisit menjadi fokus tahapan penerapan.

10. Audit Internal, Keluhan dan Penarikan Produk

Perusahaan perlu memiliki mekanisme untuk mengetahui apakah sistemnya benar-benar berjalan.

Audit internal membantu menemukan kelemahan sebelum menjadi masalah yang lebih besar.

Selain itu, perusahaan perlu memiliki prosedur untuk menangani keluhan, produk kembalian dan penarikan kembali produk apabila diperlukan.

Checklist:

  1. Program audit internal tersedia.
  2. Auditor internal ditetapkan.
  3. Checklist audit tersedia.
  4. Temuan dicatat.
  5. Tindakan koreksi dilakukan.
  6. Efektivitas tindakan diperiksa.
  7. Prosedur keluhan tersedia.
  8. Prosedur recall tersedia.
  9. Rekaman produk kembalian tersedia.
  10. Sistem penelusuran produk berjalan.

Dalam penerapan CPOTB bertahap untuk UKOT, aspek audit internal, keluhan, penarikan kembali, produk kembalian dan kegiatan kontrak termasuk dalam tahapan penerapan berikutnya.

Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan
Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Contoh Checklist Audit CPOTB dan Keterangannya

Berikut 10 contoh pertanyaan yang dapat digunakan sebagai checklist awal internal perusahaan. Checklist ini bersifat praktis dan bukan pengganti checklist resmi atau penilaian BPOM.

No. Checklist Audit Keterangan
1 Apakah SOP tersedia? Memastikan proses memiliki prosedur tertulis
2 Apakah SOP diterapkan? Membuktikan dokumen bukan sekadar formalitas
3 Apakah personel telah dilatih? Memastikan petugas memahami tanggung jawab
4 Apakah rekaman produksi lengkap? Memastikan proses dapat ditelusuri
5 Apakah bahan baku dikendalikan? Memastikan bahan memiliki status dan spesifikasi jelas
6 Apakah peralatan dipelihara? Menjaga kesiapan dan kondisi alat
7 Apakah sanitasi dilakukan rutin? Mengendalikan kebersihan sarana
8 Apakah pengawasan mutu berjalan? Memastikan bahan dan produk diperiksa sesuai ketentuan
9 Apakah audit internal dilakukan? Menemukan ketidaksesuaian sebelum audit eksternal
10 Apakah CAPA terdokumentasi? Memastikan temuan ditindaklanjuti dan diperbaiki

CPOTB Bertahap untuk UKOT dan UMOT

Tidak semua pelaku usaha obat tradisional memiliki skala dan kemampuan yang sama. Karena itu, BPOM menyediakan mekanisme penerapan CPOTB secara bertahap bagi UKOT dan UMOT.

PerBPOM No. 31 Tahun 2022 secara khusus memberikan petunjuk teknis penerapan aspek CPOTB secara bertahap untuk UKOT dan UMOT. Regulasi tersebut tercatat berlaku dalam database regulasi BPOM.

Dalam laporan BPOM, UKOT dijelaskan memiliki tahapan penerapan yang mencakup sanitasi-higiene dan dokumentasi pada tahap awal, kemudian sistem manajemen mutu, produksi, pengawasan mutu dan penyimpanan, hingga aspek personalia, bangunan, fasilitas, peralatan, audit internal, keluhan, penarikan kembali dan produk kembalian pada tahapan berikutnya.

Hal ini penting dipahami oleh pemilik usaha agar tidak menganggap semua perusahaan harus mempersiapkan dokumen dengan pola yang sama.

Bagaimana Proses Audit Sertifikasi CPOTB?

Secara umum, perusahaan perlu memulai dari identifikasi kebutuhan sertifikasi, menyiapkan sistem, menerapkan prosedur, melakukan evaluasi internal dan kemudian mengajukan sertifikasi melalui mekanisme yang ditetapkan BPOM.

Portal resmi e-Sertifikasi BPOM digunakan dalam layanan sertifikasi elektronik BPOM.

Untuk industri obat tradisional dan industri ekstrak bahan alam, BPOM menjelaskan bahwa sertifikasi CPOTB dinilai melalui audit lapangan terhadap 11 aspek CPOTB. Sertifikat CPOTB berlaku selama 5 tahun dan perpanjangan dilakukan dalam waktu 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir.

Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan jauh sebelum jadwal audit, bukan beberapa hari sebelumnya.

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Persiapan Audit Tidak Optimal

1. SOP Dibuat Hanya untuk Audit

SOP seharusnya menggambarkan proses yang benar-benar dilakukan perusahaan.

2. Tidak Ada Rekaman

SOP menyatakan suatu aktivitas dilakukan, tetapi perusahaan tidak memiliki bukti pelaksanaannya.

3. Dokumen Tidak Konsisten

Nama produk, nama bahan, nomor dokumen atau data perusahaan berbeda antara satu dokumen dengan dokumen lainnya.

4. Personel Tidak Memahami SOP

Dokumen sudah lengkap, tetapi ketika ditanyakan mengenai prosedur, personel tidak dapat menjelaskan prosesnya.

5. Audit Internal Tidak Efektif

Audit internal hanya dilakukan untuk memenuhi checklist tanpa benar-benar mencari ketidaksesuaian.

6. Temuan Tidak Ditindaklanjuti

Perusahaan mengetahui ada masalah, tetapi tidak memiliki bukti tindakan koreksi dan pencegahan.

7. Kondisi Lapangan Berbeda dengan Dokumen

Layout, alur proses, jumlah ruangan atau penggunaan fasilitas tidak sesuai dengan dokumen yang diajukan.

Tips Agar Perusahaan Lebih Siap Menghadapi Audit CPOTB

Gunakan pendekatan “dokumen – penerapan – bukti”.

Artinya, untuk setiap persyaratan, perusahaan harus mampu menjawab tiga pertanyaan:

Apa prosedurnya?
Ada SOP atau dokumen yang menjelaskan proses.

Apakah prosedur dijalankan?
Personel benar-benar mengikuti SOP.

Apa buktinya?
Tersedia rekaman yang menunjukkan penerapan.

Jika salah satu dari tiga bagian tersebut tidak tersedia, area tersebut layak menjadi prioritas dalam persiapan audit.

Jasa Pendampingan Sertifikasi CPOTB

Persiapan sertifikasi CPOTB dapat cukup kompleks, khususnya bagi perusahaan yang baru membangun sistem mutu. Pendampingan profesional dapat membantu melakukan gap assessment, penyusunan dokumen, SOP, persiapan rekaman, evaluasi kesiapan dan pendampingan proses sertifikasi.

Keunggulan layanan kami:

  • Proses cepat: hanya 10 hari kerja untuk proses layanan/pendampingan yang menjadi ruang lingkup jasa.
  • Berpengalaman: sejak tahun 2011.
  • Terpercaya: +2.000 izin edar telah terbit.
  • Aman & resmi: proses pendampingan dilakukan melalui prosedur dan kanal resmi yang berlaku.
  • Garansi: 100% uang kembali sesuai syarat dan ketentuan layanan.

Catatan penting: target “10 hari kerja” merupakan target layanan pendampingan, bukan jaminan bahwa BPOM menerbitkan sertifikat CPOTB dalam 10 hari. Jadwal audit, evaluasi, perbaikan/CAPA dan keputusan sertifikasi tetap mengikuti proses BPOM.

Untuk proses sertifikasi, gunakan e-Sertifikasi BPOM sebagai kanal resmi yang relevan.

Layanan Pendukung untuk Perusahaan

Persiapan CPOTB sering berjalan bersamaan dengan kebutuhan legalitas dan perlindungan bisnis lainnya.

Untuk pendirian badan usaha, Anda dapat melihat Jasa Pendirian PT Perusahaan.

Untuk perlindungan nama dan identitas bisnis, tersedia Jasa Daftar Merek HAKI.

Sedangkan untuk kebutuhan sertifikasi halal, informasi layanan dapat dilihat melalui Sertifikasi Halal.

Ketiga proses tersebut memiliki dasar persyaratan dan instansi yang berbeda dari sertifikasi CPOTB, sehingga dokumen perlu dipersiapkan sesuai tujuan masing-masing.

Kesimpulan

Checklist audit sertifikasi CPOTB yang wajib dipenuhi perusahaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen. Perusahaan harus memastikan sistem benar-benar diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.

Mulai dari sistem manajemen mutu, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, sanitasi-higiene, bahan baku, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, hingga audit internal dan penanganan keluhan/recall, setiap aspek perlu memiliki prosedur dan bukti penerapan yang dapat ditelusuri. BPOM menyebut penilaian sertifikasi CPOTB dilakukan melalui audit lapangan terhadap 11 aspek CPOTB.

Untuk UKOT dan UMOT, tersedia pula skema CPOTB secara bertahap yang diatur melalui PerBPOM No. 31 Tahun 2022.

Jadi, prinsip paling sederhana dalam mempersiapkan audit adalah:

Bukan hanya “punya dokumen”, tetapi “dokumennya benar, diterapkan, dan ada buktinya”.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Checklist Audit Sertifikasi CPOTB

1. Apa itu audit CPOTB?

Audit CPOTB adalah proses penilaian terhadap penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik pada sarana produksi obat tradisional.

2. Apa saja yang diperiksa saat audit?

BPOM menyebut sertifikasi CPOTB dinilai melalui audit lapangan terhadap 11 aspek CPOTB.

3. Apakah SOP wajib dalam CPOTB?

Ya. Dokumentasi dan prosedur merupakan bagian penting dalam penerapan CPOTB.

4. Apakah rekaman produksi harus tersedia?

Ya. Rekaman diperlukan sebagai bukti bahwa proses yang ditetapkan memang telah dilaksanakan.

5. Apakah audit internal diperlukan?

Audit internal merupakan salah satu aspek penerapan CPOTB, khususnya dalam tahapan penerapan yang relevan bagi pelaku usaha.

6. Apa itu CPOTB bertahap?

CPOTB bertahap merupakan mekanisme penerapan aspek CPOTB secara bertahap yang ditujukan antara lain bagi UKOT dan UMOT.

7. Apakah semua perusahaan harus menerapkan CPOTB dengan tahapan yang sama?

Tidak. Skema dan tahapan dapat berbeda sesuai kategori usaha dan ketentuan yang berlaku.

8. Berapa lama sertifikat CPOTB berlaku?

BPOM menyebut sertifikat CPOTB berlaku selama 5 tahun, dengan perpanjangan dilakukan dalam waktu 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir.

9. Apakah dokumen saja cukup untuk lulus audit?

Tidak. Dokumen harus mencerminkan sistem yang benar-benar diterapkan di sarana produksi.

10. Di mana pengajuan sertifikasi CPOTB dilakukan?

Pelaku usaha dapat menggunakan sistem e-Sertifikasi BPOM sesuai mekanisme layanan yang berlaku.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

Jasa Sertifikasi CPOTB Bertahap: Solusi Legalitas Bagi UKM Obat Tradisional

Jasa Sertifikasi CPOTB Bertahap: Solusi Legalitas Bagi UKM Obat Tradisional – Banyak pelaku UKM obat tradisional di Indonesia merasa “mentok” saat ingin memperluas pasar. Niat hati ingin masuk ke apotek atau ritel modern, namun terganjal syarat sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) yang dianggap rumit dan mahal. Akibatnya, banyak produk herbal berkualitas tinggi hanya berakhir di penjualan mulut ke mulut tanpa jaminan keamanan dari otoritas terkait.

Masalahnya, memaksakan penjualan tanpa izin edar BPOM bukan hanya menghambat omzet, tapi juga berisiko tinggi terhadap masalah hukum dan penyitaan barang. Rasa khawatir akan biaya renovasi pabrik yang selangit seringkali membuat pengusaha mundur teratur sebelum mencoba. Padahal, pemerintah telah memberikan kemudahan melalui skema bertahap yang dirancang khusus bagi industri skala kecil dan menengah.

Ternyata, kunci keberhasilan mendapatkan legalitas bukan terletak pada besarnya modal, melainkan pada ketepatan strategi pemenuhan standar melalui Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional. Memahami alur Sertifikasi CPOTB Bertahap adalah langkah awal bagi Anda yang ingin mengubah bisnis rumahan menjadi industri profesional yang kredibel di mata konsumen nasional maupun internasional secara legal.

| baca juga :Pentingnya Uji Mutu Produk Herbal Sebelum Dipasarkan Luas: Hindari Klaim Palsu

Mengapa UKM Sering Gagal dalam Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional?

Kegagalan dalam mendapatkan izin edar biasanya berakar pada kurangnya pemahaman terhadap detail teknis bangunan dan sanitasi. Banyak pelaku usaha yang langsung membangun fasilitas tanpa berkonsultasi, sehingga tata letak (layout) ruangan tidak memenuhi standar flow produksi yang dipersyaratkan oleh BPOM. Hal ini menyebabkan pengeluaran ganda karena harus membongkar bangunan yang sudah jadi akibat kontaminasi silang.

Ketidaksiapan dokumen mutu juga menjadi batu sandungan yang signifikan. BPOM menuntut konsistensi antara apa yang ditulis dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan apa yang dipraktikkan di lapangan. Jika dokumentasi administrasi tidak rapi, maka verifikasi lapangan dipastikan akan gagal, meskipun produk secara laboratorium dinyatakan aman. Kurangnya sinkronisasi data inilah yang sering memicu penolakan sistem.

Berikut adalah beberapa kendala utama yang sering dihadapi oleh pengusaha herbal:

• Layout Produksi Tidak Sesuai: Alur personil dan alur barang yang saling silang memicu kontaminasi mikroba.
• Personil Belum Tersertifikasi: Tidak adanya tenaga teknis atau apoteker penanggung jawab yang memahami regulasi terbaru.
• Dokumentasi Batch Tak Beraturan: Tidak adanya pencatatan riwayat produksi yang akurat dari bahan baku hingga produk jadi.
• Peralatan Tak Terstandar: Penggunaan alat produksi yang sulit dibersihkan sehingga sisa produksi sebelumnya mencemari produk baru.
• Kurangnya Edukasi Regulasi: Tidak mengikuti perkembangan peraturan BPOM yang bersifat dinamis dan teknis setiap tahunnya.

Contoh nyata terjadi pada pengusaha jamu di Jawa Tengah yang harus merenovasi total gudangnya karena posisi pintu yang berhadapan langsung dengan toilet. Kesalahan kecil seperti ini bisa dihindari jika sejak awal melakukan konsultasi dengan tenaga ahli yang memahami anatomi industri herbal. Perencanaan yang matang sejak awal akan menyelamatkan dana investasi Anda dari pemborosan yang tidak perlu.

PERMATAMAS hadir sebagai mitra strategis yang menjembatani kesulitan teknis tersebut dengan memberikan pendampingan intensif. Kami memahami bahwa setiap UKM memiliki keterbatasan sumber daya, sehingga pendekatan yang kami lakukan selalu berbasis solusi efisiensi tanpa mengurangi standar kualitas. Dengan bimbingan yang tepat, proses pemenuhan kriteria CPOTB menjadi lebih terukur dan minim risiko penolakan dari pihak otoritas kesehatan.

| baca juga :Jasa Konsultasi Formulasi Produk Herbal: Pastikan Bahan Baku Sesuai Standar BPOM

Strategi CPOTB Bertahap: Opsi Cerdas Bagi Industri Kecil Obat Tradisional

Bagi pelaku usaha dengan modal terbatas, skema CPOTB Bertahap adalah penyelamat. Skema ini memungkinkan UKM untuk mendapatkan sertifikasi secara cicil, mulai dari aspek yang paling fundamental. Dengan cara ini, Anda tidak perlu memenuhi seluruh poin CPOTB dalam satu waktu, melainkan fokus pada aspek sanitasi dan dokumentasi awal yang menjadi syarat mutlak izin edar bagi industri skala kecil.

Melalui jalur ini, kepercayaan konsumen akan meningkat karena produk Anda telah melewati pengawasan otoritas kesehatan secara bertahap. Anda dapat memulai dengan skala Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) atau Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT) sesuai dengan jenis sediaan yang diproduksi. Fleksibilitas inilah yang seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat pondasi bisnis sebelum ekspansi ke pasar yang lebih luas.

Penerapan strategi ini meliputi beberapa tahapan krusial bagi keberlanjutan bisnis:

• Tahap Aspek Higiene: Fokus pada kebersihan lingkungan kerja dan kesehatan personil produksi secara disiplin.
• Tahap Dokumentasi Dasar: Pembuatan formulir catatan pengolahan batch yang sederhana namun akurat untuk ketertelusuran produk.
• Tahap Pengaturan Area: Pemisahan fisik antara area bahan baku, proses produksi, dan penyimpanan produk jadi.
• Tahap Pengawasan Mutu: Pelaksanaan pengujian sederhana untuk memastikan stabilitas produk sebelum dipasarkan ke publik.
• Tahap Evaluasi Mandiri: Melakukan audit internal secara rutin sebelum tim BPOM melakukan inspeksi resmi ke lokasi.

Sebagai contoh, sebuah produsen teh herbal di Jawa Barat berhasil menembus supermarket nasional setelah menerapkan CPOTB bertahap pada aspek sanitasi ruang pengemasan. Mereka tidak perlu merombak seluruh gedung, cukup melakukan perbaikan pada sistem filtrasi udara dan alur masuk karyawan. Langkah kecil yang terarah ini terbukti lebih efektif dibandingkan mencoba memenuhi standar global secara instan tanpa pondasi yang kuat.

PERMATAMAS secara konsisten mengedukasi para pelaku usaha bahwa legalitas bukan sekadar beban biaya, melainkan investasi branding. Kami memastikan setiap tahapan CPOTB bertahap yang Anda ambil sudah sesuai dengan prioritas kebutuhan bisnis saat ini. Dengan pendampingan kami, Anda tidak perlu merasa bingung menentukan mana yang harus didahulukan dalam proses pengurusan izin yang cukup kompleks dan memakan waktu ini.

| baca juga : Label Jamu Beras Kencur dan Temulawak: Cara Penulisan Komposisi Sesuai Aturan BPOM

Membedah Syarat Administrasi dalam Jasa Izin BPOM Obat Tradisional

Seringkali pengusaha terjebak dalam labirin birokrasi karena dokumen legalitas badan usaha yang tidak lengkap. Sebelum melangkah ke teknis produksi, pastikan entitas bisnis Anda seperti Pendirian PT/CV sudah memiliki KBLI yang sesuai dengan industri obat tradisional. Tanpa legalitas badan usaha yang sinkron, sistem OSS (Online Single Submission) tidak akan merilis izin yang Anda butuhkan untuk proses selanjutnya.

Kelengkapan administrasi bukan hanya soal fotokopi identitas, melainkan juga menyangkut sertifikat kompetensi Apoteker Penanggung Jawab (APJ). APJ memegang peranan vital sebagai penghubung teknis antara perusahaan dengan BPOM. Ketiadaan tenaga ahli yang kompeten akan membuat proses pengajuan aplikasi di portal e-registration menjadi terhambat atau bahkan ditolak secara otomatis oleh sistem karena dianggap tidak kredibel.

Berikut adalah rincian dokumen yang wajib dipersiapkan sejak dini:

•NIB (Nomor Induk Berusaha): Pastikan kode KBLI sudah mencakup industri obat tradisional atau jamu herbal.
• Sertifikat Standar: Dokumen komitmen pelaku usaha terhadap standar kesehatan yang berlaku di Indonesia.
• Dokumen Kerjasama APJ: Surat perjanjian kerja dan STRA (Surat Tanda Registrasi Apoteker) yang masih aktif.
• Denah Bangunan (Layout): Gambar teknis yang disetujui untuk proses produksi sediaan tertentu seperti cairan atau serbuk.
• Data Pendukung Produk: Meliputi komposisi bahan, cara penggunaan, dan klaim khasiat yang didukung bukti empiris.

Banyak kasus di mana izin edar terhambat hanya karena alamat pada NIB tidak sama persis dengan alamat fisik pabrik. Hal-hal administratif sekecil ini seringkali luput dari perhatian pengusaha yang terlalu fokus pada racikan produk. Sinkronisasi data antara dokumen perusahaan dan kenyataan di lapangan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam proses audit BPOM yang sangat mendetail.

PERMATAMAS memberikan layanan audit dokumen secara menyeluruh sebelum data dikirimkan ke sistem BPOM. Kami melakukan pengecekan berlapis untuk memastikan tidak ada kesalahan ketik atau ketidaksesuaian data yang dapat menghambat izin keluar. Fokus kami adalah memastikan semua berkas administrasi Anda “rapi jali” sehingga proses verifikasi oleh inspektur BPOM dapat berjalan mulus tanpa adanya kendala revisi berulang kali.

Jasa Sertifikasi CPOTB Bertahap: Solusi Legalitas Bagi UKM Obat Tradisional
Jasa Sertifikasi CPOTB Bertahap: Solusi Legalitas Bagi UKM Obat Tradisional

Standar Bangunan dan Fasilitas yang Lolos Audit BPOM

Satu hal yang paling ditakuti dalam pengurusan CPOTB adalah inspeksi bangunan. BPOM memiliki standar ketat mengenai material lantai, dinding, dan plafon yang tidak boleh melepaskan partikel (porous). Ruangan harus dirancang sedemikian rupa agar mudah dibersihkan dan tidak menjadi sarang hama atau mikroba yang dapat merusak kualitas herbal Anda selama proses produksi berlangsung.

Sistem tata udara atau ventilasi juga menjadi perhatian jika Anda memproduksi sediaan tertentu yang sensitif terhadap kelembaban. Udara yang masuk ke ruang produksi harus tersaring dengan baik untuk menjaga higienitas produk. Selain itu, sistem pembuangan limbah harus dikelola dengan benar agar tidak mencemari lingkungan sekitar, yang juga menjadi poin penilaian penting dalam aspek keberlanjutan industri.

Unsur-unsur fasilitas produksi yang menjadi fokus utama inspektur meliputi:

• Material Permukaan: Penggunaan cat epoxy pada lantai dan dinding yang memiliki sudut melengkung agar mudah dibersihkan.
• Penerangan dan Ventilasi: Pencahayaan yang cukup tanpa risiko lampu pecah yang jatuh ke produk akhir.
• Fasilitas Sanitasi: Ketersediaan wastafel, tempat ganti pakaian, dan toilet yang lokasinya terpisah dari ruang produksi utama.
• Penyimpanan Bahan: Area gudang yang terorganisir dengan sistem FEFO (First Expired First Out) yang disiplin.
• Kualitas Air: Sumber air yang digunakan dalam produksi harus memenuhi standar air bersih atau air murni sesuai regulasi.

Contoh kasus, sebuah UKM di Tangerang sempat mengalami penundaan izin karena plafon gudangnya menggunakan material yang mudah rontok (berdebu). Hal ini dianggap risiko kontaminasi fisik pada bahan baku herbal. Setelah mengganti dengan plafon yang solid dan mudah dibersihkan, proses audit berikutnya langsung dinyatakan memenuhi syarat. Detail-detail fisik seperti inilah yang menentukan nasib legalitas produk Anda di mata BPOM.

PERMATAMAS memiliki tim teknis yang ahli dalam merancang layout bangunan sesuai standar CPOTB tanpa harus mewah. Kami memberikan rekomendasi material bangunan yang ekonomis namun tetap memenuhi kriteria BPOM, sehingga anggaran renovasi Anda tetap terkendali. Dengan bimbingan kami, Anda tidak akan terjebak pada renovasi yang sia-sia karena kami tahu persis apa yang dicari oleh inspektur saat melakukan kunjungan lapangan.

| baca juga :Kenapa Memilih PERMATAMAS untuk Jasa Pengurusan Izin BPOM Herbal Anda?

Pentingnya Jasa Urus Izin BPOM Herbal untuk Keamanan Konsumen

Di era digital, konsumen semakin cerdas dan kritis dalam memilih produk kesehatan. Keberadaan nomor izin edar (NIE) pada label produk bukan sekadar pajangan, melainkan simbol kepercayaan dan tanggung jawab produsen. Produk herbal tanpa izin seringkali dicurigai mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) berbahaya yang dapat merusak organ tubuh jika dikonsumsi dalam jangka panjang oleh masyarakat luas.

Dengan memiliki izin resmi, Anda melindungi konsumen sekaligus membangun brand equity yang kuat di pasar global. Anda juga memiliki hak perlindungan hukum jika suatu saat ada pihak yang mencoba meniru produk Anda, terutama jika Anda sudah melakukan Daftar Hak Cipta untuk desain kemasan dan merek. Inilah ekosistem bisnis yang sehat: aman bagi produsen, nyaman bagi konsumen, dan kuat secara legal.

Manfaat jangka panjang memiliki izin BPOM bagi keberlangsungan bisnis Anda:

• Akses Pasar Luas: Produk dapat dijual secara resmi di apotek, rumah sakit, hingga masuk ke jalur ekspor.
• Kepercayaan Investor: Memudahkan akses pendanaan dari perbankan karena bisnis memiliki legalitas yang kuat dan teruji.
• Kredibilitas Merek: Memposisikan produk Anda sebagai herbal premium yang teruji secara mutu dan keamanan.
• Keamanan Hukum: Terbebas dari risiko pidana dan denda administratif terkait peredaran obat tradisional ilegal.
• Daya Saing Tinggi: Memenangkan kompetisi pasar melawan produk sejenis yang tidak memiliki izin edar resmi.

Sebagai perbandingan, banyak produk herbal impor yang kesulitan masuk ke Indonesia karena tidak mampu memenuhi standar ketat BPOM. Jika Anda sebagai pengusaha lokal sudah memiliki izin, Anda memiliki keunggulan kompetitif yang luar biasa. Izin BPOM adalah “paspor” bagi produk Anda untuk melanglang buana ke berbagai daerah tanpa khawatir dirazia oleh pihak yang berwajib di perjalanan.

PERMATAMAS sangat peduli pada aspek perlindungan konsumen ini. Kami membantu Anda merumuskan klaim khasiat pada kemasan yang jujur dan tidak berlebihan sesuai aturan BPOM. Pendampingan kami memastikan bahwa produk yang Anda pasarkan bukan hanya laku secara komersial, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang nyata dan aman dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan regulasi.

| baca juga :Apa Itu CPOTB? Syarat Utama Pabrik Herbal untuk Mendapatkan Izin Edar BPOM

Alur Pendaftaran Akun Perusahaan dan Registrasi Produk

Proses mendapatkan izin edar melalui jasa urus izin bpom herbal diawali dengan pendaftaran akun perusahaan di sistem BPOM. Tahap ini sangat krusial karena merupakan verifikasi terhadap eksistensi industri atau usaha Anda sebagai subjek hukum. Setelah akun aktif, barulah Anda bisa melangkah ke tahap registrasi produk secara spesifik sesuai dengan kategori sediaan masing-masing produk herbal Anda.

Evaluasi produk dilakukan secara mendalam, mencakup penilaian terhadap bahan baku, proses ekstraksi, hingga klaim khasiat pada etiket kemasan. Pastikan klaim yang Anda cantumkan tidak “overclaim” atau menjanjikan kesembuhan instan, karena BPOM sangat ketat dalam pengawasan iklan obat tradisional. Kesalahan dalam mencantumkan kata-kata promosi pada kemasan bisa menyebabkan produk Anda ditolak meskipun kualitas cairannya sangat baik.

Beberapa langkah teknis dalam alur pendaftaran produk meliputi:

• Input Data Formula: Memasukkan detail komposisi bahan aktif dan bahan tambahan secara akurat ke dalam sistem.
• Upload Sertifikat Analisis: Melampirkan hasil uji laboratorium terkait cemaran logam berat dan mikroba dari lab terakreditasi.
• Verifikasi Label: Mengajukan rancangan kemasan untuk diperiksa kesesuaiannya dengan regulasi periklanan yang berlaku.
• Pembayaran PNBP: Membayar biaya resmi negara sesuai dengan jenis sediaan dan tingkat kerumitan evaluasi produk.
• Penerbitan NIE: Setelah semua dinyatakan memenuhi syarat, BPOM akan menerbitkan Nomor Izin Edar resmi untuk produk Anda.

Banyak pengusaha yang menyerah di tengah jalan karena banyaknya revisi pada bagian label. BPOM memiliki aturan baku soal ukuran huruf, peringatan khusus, hingga cara penyimpanan yang harus tercantum. Tanpa ketelitian ekstra, satu kata saja yang dianggap menyalahi aturan bisa membuat Anda harus mengulang proses dari awal yang tentu saja memakan waktu dan biaya tambahan lagi.

PERMATAMAS memiliki keahlian dalam menavigasi portal e-registration BPOM yang seringkali mengalami perubahan sistem. Kami mengawal setiap notifikasi yang masuk dan memberikan respon cepat terhadap permintaan tambahan data dari evaluator. Dengan pengalaman kami, peluang produk Anda untuk mendapatkan NIE dalam waktu yang lebih terukur menjadi jauh lebih besar dibandingkan mencoba melakukannya tanpa bimbingan ahli.

| baca juga : Risiko Menjual Obat Tradisional Tanpa Izin BPOM: Bahaya Hukum dan Kesehatan Konsumen

Solusi Terpadu Legalitas Bisnis Bersama Permatamas

Menghadapi regulasi yang ketat tidak harus dilakukan sendirian dengan rasa cemas. Memilih mitra yang tepat untuk Jasa Izin BPOM Obat Tradisional akan menghemat waktu, biaya, dan pikiran Anda secara signifikan. Fokuslah pada inovasi produk dan strategi pemasaran, sementara urusan birokrasi, standarisasi pabrik, dan korespondensi dengan pihak BPOM biarkan ditangani oleh tim ahli kami yang sudah berpengalaman.

Selain obat tradisional, bagi Anda yang ingin melebarkan sayap ke sektor lain seperti Izin BPOM Makanan, integrasi sistem manajemen mutu tetap menjadi kunci utama kesuksesan. Sertifikasi CPOTB bertahap adalah jembatan emas bagi UKM untuk sejajar dengan industri besar di kancah nasional. Jangan biarkan potensi produk herbal Anda terhambat hanya karena urusan kertas kerja dan ketidaktahuan prosedur perizinan.

Mengapa bermitra dengan kami adalah keputusan bisnis yang paling tepat?

• Konsultasi Pra-Audit: Kami melakukan pengecekan awal secara mendalam untuk memastikan kesiapan fasilitas Anda sebelum dikunjungi BPOM.
• Pendampingan End-to-End: Mulai dari desain layout, penyusunan SOP, hingga pengambilan sertifikat NIE resmi dari kantor BPOM.
• Efisiensi Anggaran: Menghindari pengeluaran tidak perlu akibat kesalahan langkah konstruksi atau kesalahan input data teknis.
• Update Regulasi Terkini: Kami selalu memantau perubahan aturan terbaru sehingga bisnis Anda selalu berjalan sesuai rel hukum.
• Jaminan Kerahasiaan: Formulasi dan rahasia dagang produk herbal Anda aman sepenuhnya bersama tim profesional kami yang berintegritas.

Setiap produk hebat berhak mendapatkan pengakuan legal agar bisa menebar manfaat bagi lebih banyak orang. Kami percaya bahwa UKM herbal Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk mendunia jika didukung oleh aspek legalitas yang solid. Jangan tunda lagi kesuksesan Anda karena kendala administratif yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara yang tepat dan profesional.

PERMATAMAS berkomitmen menjadi bagian dari perjalanan sukses brand herbal Anda. Kami hadir bukan hanya sebagai konsultan perizinan, tetapi sebagai mitra tumbuh kembang industri obat tradisional di tanah air. Segera ambil langkah nyata hari ini dengan mengonsultasikan kebutuhan legalitas Anda kepada tim kami untuk mendapatkan estimasi waktu dan biaya yang transparan serta hasil yang pasti.

📞 Konsultasi GRATIS sekarang juga!

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
Website: www.izinherbal.com
PERMATAMAS — Spesialis Izin BPOM Obat Tradisional

FAQ – Solusi Jasa Izin BPOM Obat Tradisional

1.Berapa lama proses pengurusan izin BPOM obat tradisional hingga selesai?

Proses bervariasi tergantung kesiapan fasilitas, namun biasanya memakan waktu 3-6 bulan sejak dokumen dinyatakan lengkap di sistem.

2. Apakah industri rumah tangga bisa mendapatkan sertifikat CPOTB?

Bisa, melalui jalur CPOTB bertahap yang disesuaikan dengan skala Usaha Mikro atau Kecil Obat Tradisional (UMOT/UKOT).

3. Apakah biaya pengurusan izin BPOM obat tradisional itu mahal?

Biaya resmi (PNBP) terukur, investasi terbesar ada pada penyesuaian fasilitas produksi yang akan kami bantu efisiensikan.

4. Apa bedanya UKOT dan UMOT dalam regulasi BPOM?

UKOT bisa memproduksi hampir semua sediaan kecuali tablet/efervesen, sementara UMOT terbatas pada sediaan sederhana seperti param dan pilis.

5. Bagaimana jika bangunan produksi saya saat ini belum memenuhi standar?

Kami akan melakukan audit dan memberikan rekomendasi renovasi seminimal mungkin namun tetap lolos standar inspeksi BPOM.

6. Apakah jasa PERMATAMAS juga mencakup pendaftaran merek dagang?

Ya, kami menyediakan solusi terpadu termasuk perlindungan merek dan hak cipta untuk mengamankan identitas produk Anda.

7. Apakah formulasi rahasia produk saya akan aman jika menggunakan jasa konsultan?

Kerahasiaan klien adalah prioritas utama kami dengan dukungan perjanjian non-disclosure (NDA) yang sah secara hukum.

8. Apa risiko terbesar jika menjual produk herbal tanpa izin BPOM?

Risiko penyitaan produk, denda material yang sangat besar, hingga sanksi pidana penjara bagi produsen.

9. Apakah saya bisa mendaftarkan banyak produk sekaligus dalam satu izin?

Satu NIE berlaku untuk satu formula dan satu jenis kemasan. Untuk varian berbeda, harus melalui proses registrasi masing-masing.

10. Bagaimana cara memulai kerjasama dengan PERMATAMAS?

Anda cukup menghubungi tim ahli kami untuk sesi konsultasi awal guna memetakan kebutuhan legalitas usaha Anda secara spesifik.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

LEGALITAS PERMATAMAS INDONESIA

Akta Pendirian : Nomor 15
SK Pengesahaan : AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021
NPWP : 76,011,954,5-427,000
NIB : 0610210009793
TDP : 102637007638
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia

Telp : 021-89253417
Hp/WA : 085777630555

Izin Halal @ 2024 –
with ❤ Dokter Website