Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus – Audit sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) menjadi tahap penting bagi industri dan usaha obat tradisional yang ingin memastikan proses produksinya memenuhi persyaratan mutu dan keamanan. Dalam praktiknya, kegagalan audit tidak selalu disebabkan oleh satu kesalahan besar. Banyak temuan justru muncul karena dokumen mutu tidak konsisten, penerapan SOP belum berjalan, sanitasi kurang terkendali, personel belum memahami tugasnya, atau fasilitas produksi belum sesuai dengan persyaratan.

BPOM menjelaskan bahwa audit pemenuhan persyaratan teknis CPOTB merupakan pemeriksaan langsung di industri atau usaha obat tradisional untuk mengetahui pemenuhan terhadap persyaratan teknis CPOTB. Sertifikat CPOTB menjadi bukti bahwa persyaratan teknis CPOTB telah dipenuhi untuk bentuk sediaan yang bersangkutan.

Karena itu, persiapan audit sebaiknya tidak dilakukan hanya beberapa hari sebelum auditor datang. Perusahaan perlu memastikan bahwa dokumen dan praktik di lapangan benar-benar konsisten. Artikel ini membahas 10 kesalahan yang sering menjadi sumber temuan serta cara mempersiapkannya agar proses audit CPOTB berjalan lebih baik.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah standar yang diterapkan untuk memastikan proses pembuatan obat tradisional dilakukan secara konsisten dengan memperhatikan mutu produk. Sertifikat CPOTB merupakan dokumen resmi yang menunjukkan bahwa industri atau usaha obat tradisional telah memenuhi persyaratan teknis CPOTB untuk bentuk sediaan tertentu.

Dalam proses sertifikasi, perusahaan tidak cukup hanya mempunyai dokumen SOP. Auditor juga akan melihat bagaimana sistem tersebut benar-benar diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, kesesuaian antara dokumen, fasilitas, personel, proses produksi, pencatatan, dan hasil penerapannya menjadi sangat penting.

BPOM juga menjelaskan bahwa pengajuan sertifikasi CPOTB dilakukan melalui OSS dan sistem e-Sertifikasi sesuai mekanisme yang berlaku. FAQ resmi BPOM menyebutkan bahwa CPOTB berkaitan antara lain dengan KBLI, rencana induk validasi, kualifikasi peralatan, kalibrasi, validasi proses, dan validasi prosedur pembersihan.

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit CPOTB Tidak Lulus

1. SOP Sudah Ada, tetapi Tidak Dijalankan

Kesalahan pertama adalah perusahaan mempunyai banyak SOP tetapi pelaksanaannya tidak sesuai dengan isi dokumen.

Auditor dapat menemukan perbedaan antara prosedur tertulis dengan praktik aktual. Misalnya, SOP mengharuskan adanya pencatatan pemeriksaan tertentu, tetapi operator tidak melakukan pencatatan secara konsisten.

Yang perlu diperhatikan:

  • SOP harus dipahami oleh personel.
  • SOP harus tersedia di area yang membutuhkan.
  • Pelaksanaan harus mengikuti prosedur.
  • Setiap aktivitas penting harus mempunyai bukti pencatatan.
  • SOP perlu diperbarui apabila terjadi perubahan proses.

Jadi, jangan hanya membuat SOP untuk keperluan audit. SOP harus menjadi bagian dari sistem kerja sehari-hari.

2. Dokumen Mutu Tidak Konsisten

Dokumen yang saling tidak sesuai dapat menjadi sumber temuan. Contohnya, nama ruangan pada layout berbeda dengan dokumen SOP, kapasitas produksi berbeda antara dokumen, atau alur proses yang tertulis tidak sama dengan kondisi aktual.

Dokumen mutu harus menggambarkan kondisi fasilitas yang sebenarnya. Jika perusahaan melakukan perubahan ruangan, peralatan, proses atau dokumen, perubahan tersebut perlu dikendalikan melalui sistem yang sesuai.

Prinsip sederhananya: apa yang tertulis harus sesuai dengan apa yang dilakukan, dan apa yang dilakukan harus dapat dibuktikan melalui catatan.

3. Personel Belum Memahami Tugas dan Tanggung Jawab

Audit CPOTB tidak hanya melihat bangunan dan dokumen. Kompetensi personel juga sangat penting.

BPOM menjelaskan dalam FAQ CPOTB bahwa Penanggung Jawab QA harus seorang apoteker, sementara kebutuhan pelatihan harus disesuaikan dengan fungsi dan aspek yang dijalankan. BPOM juga menekankan bahwa aspek CPOTB tertentu membutuhkan pelatihan khusus.

Masalah yang sering terjadi adalah karyawan mengetahui SOP secara administratif, tetapi tidak memahami alasan dan cara penerapannya.

Karena itu, perusahaan sebaiknya memiliki:

  1. Struktur organisasi yang jelas.
  2. Uraian tugas setiap personel.
  3. Matriks kompetensi.
  4. Program pelatihan.
  5. Evaluasi efektivitas pelatihan.
  6. Bukti pelatihan dan dokumentasinya.

4. Sanitasi dan Higiene Tidak Konsisten

Sanitasi dan higiene merupakan aspek yang sangat penting dalam fasilitas produksi obat tradisional. Area produksi, personel, peralatan, bahan, serta lingkungan harus dikendalikan agar tidak menimbulkan risiko terhadap mutu produk.

Kesalahan yang sering ditemukan misalnya jadwal pembersihan tidak dijalankan, catatan sanitasi tidak lengkap, personel tidak mengikuti prosedur higiene, atau kondisi fasilitas tidak mencerminkan standar yang tercantum dalam SOP.

BPOM juga menyatakan bahwa tidak ada ketentuan bahwa pelatihan sanitasi dan higiene harus selalu dilakukan setiap tiga bulan; frekuensi dan metode pelatihan perlu ditentukan berdasarkan evaluasi efektivitas oleh perusahaan.

5. Validasi dan Kualifikasi Belum Dipersiapkan

Kesalahan berikutnya adalah perusahaan mengabaikan kualifikasi dan validasi karena menganggap audit hanya berfokus pada proses produksi.

Padahal BPOM mencantumkan aspek seperti kualifikasi peralatan, kalibrasi alat ukur, validasi proses, dan validasi prosedur pembersihan dalam konteks CPOTB.

Contohnya:

  • Alat ukur belum dikalibrasi.
  • Peralatan belum mempunyai dokumentasi kualifikasi.
  • Proses tertentu belum divalidasi.
  • Validasi pembersihan belum mempunyai dasar yang memadai.
  • Tidak tersedia bukti tindak lanjut hasil evaluasi.

Sebaiknya perusahaan membuat daftar seluruh peralatan dan proses yang membutuhkan kualifikasi, kalibrasi atau validasi sebelum audit.

6. Layout dan Kondisi Fasilitas Tidak Sesuai

Layout merupakan salah satu dokumen yang perlu dipersiapkan dalam proses sertifikasi. Standar pelayanan BPOM mencantumkan antara lain alur proses produksi, tata letak ruang bangunan produksi, dan denah lokasi sebagai bagian dari persyaratan.

Masalah muncul ketika layout yang diajukan berbeda dengan kondisi sebenarnya.

Misalnya:

  • Ruangan sudah berubah tetapi layout belum diperbarui.
  • Alur personel tidak sesuai dokumen.
  • Alur bahan dan produk belum jelas.
  • Penempatan peralatan tidak sesuai perencanaan.
  • Area tertentu digunakan untuk fungsi yang berbeda dari dokumen.

Sebelum audit, lakukan pemeriksaan fisik dari satu ruangan ke ruangan lainnya dan cocokkan dengan layout terbaru.

7. Pencatatan Produksi Tidak Lengkap

Dalam industri obat tradisional, aktivitas yang dilakukan perlu memiliki dokumentasi yang dapat ditelusuri.

Kesalahan dapat berupa pencatatan yang terlambat, formulir tidak ditandatangani, data tidak lengkap, koreksi catatan tidak sesuai prosedur, atau adanya aktivitas produksi yang tidak mempunyai bukti dokumentasi.

Auditor perlu melihat apakah sistem dokumentasi mampu memberikan traceability atau ketertelusuran.

Karena itu, lakukan pemeriksaan terhadap:

  1. Catatan produksi.
  2. Catatan pengawasan mutu.
  3. Catatan pembersihan.
  4. Catatan penggunaan bahan.
  5. Catatan penggunaan peralatan.
  6. Catatan penyimpangan.
  7. Catatan tindakan perbaikan.

8. Pengelolaan Bahan Baku dan Bahan Pengemas Kurang Baik

Bahan baku merupakan bagian penting dari mutu produk obat tradisional. Pengendalian harus dilakukan sejak bahan diterima sampai digunakan dalam proses produksi.

Kesalahan yang perlu dihindari antara lain identitas bahan tidak jelas, status bahan tidak terkontrol, penyimpanan tidak sesuai, pencatatan penerimaan kurang lengkap, atau sistem pengeluaran bahan tidak dapat ditelusuri.

Perusahaan juga perlu memastikan bahwa bahan yang digunakan sesuai dengan spesifikasi dan dokumen yang telah ditetapkan.

Semakin baik sistem pengendalian bahan, semakin mudah perusahaan menunjukkan kepada auditor bahwa proses produksi berjalan secara terkendali.

9. CAPA dari Temuan Sebelumnya Tidak Efektif

CAPA atau Corrective and Preventive Action bukan sekadar membuat jawaban atas temuan audit.

Kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan menyatakan tindakan perbaikan sudah dilakukan, tetapi akar masalah sebenarnya belum diselesaikan.

Contohnya, ditemukan formulir tidak lengkap. Perusahaan hanya mengganti formulir tanpa mencari tahu mengapa operator tidak mengisi formulir tersebut.

CAPA yang baik perlu mempertimbangkan:

  • Temuan yang terjadi.
  • Akar masalah.
  • Tindakan koreksi.
  • Tindakan pencegahan.
  • Penanggung jawab.
  • Target penyelesaian.
  • Bukti pelaksanaan.
  • Evaluasi efektivitas.

Dengan demikian, perusahaan tidak hanya “menutup temuan”, tetapi benar-benar mencegah masalah yang sama terulang.

10. Tidak Melakukan Simulasi Audit Sebelum Auditor Datang

Kesalahan terakhir adalah perusahaan baru memeriksa kesiapan ketika jadwal audit sudah dekat.

Padahal simulasi audit dapat membantu menemukan masalah sebelum auditor melakukan pemeriksaan.

Lakukan mock audit dengan menggunakan checklist internal. Periksa dokumen, gudang, area produksi, peralatan, personel, sanitasi, bahan baku, dokumentasi, hingga sistem CAPA.

Salah satu tujuan simulasi adalah menemukan ketidaksesuaian antara dokumen dan kondisi lapangan.

Standar pelayanan BPOM untuk sertifikasi CPOTB bertahap juga mencantumkan tahapan evaluasi dokumen, audit sarana, serta pemenuhan tindakan perbaikan terhadap temuan audit/CAPA.

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus
Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus

Checklist Persiapan Audit CPOTB

Sebelum audit, perusahaan dapat melakukan pemeriksaan internal dengan checklist sederhana berikut:

Aspek Yang Perlu Diperiksa
Legalitas NIB, KBLI dan dokumen usaha
Fasilitas Bangunan, ruangan dan layout
Produksi Alur proses dan instruksi kerja
SOP SOP tersedia dan diterapkan
Personel Struktur, tugas dan kompetensi
Pelatihan Program dan bukti pelatihan
Sanitasi Kebersihan fasilitas dan personel
Peralatan Kualifikasi dan kalibrasi
Validasi Proses dan pembersihan
Dokumentasi Catatan produksi dan mutu
Bahan Penerimaan, penyimpanan dan status
CAPA Temuan, akar masalah dan tindakan perbaikan

Bagaimana Agar Audit CPOTB Lebih Siap?

Persiapan audit sebaiknya dimulai dari gap analysis. Jangan langsung membuat dokumen baru sebelum mengetahui bagian mana yang belum memenuhi persyaratan.

Tahap persiapan dapat dilakukan dengan:

1. Review legalitas

Pastikan data perusahaan dan kegiatan usaha sesuai dengan aktivitas produksi obat tradisional.

2. Audit dokumen

Periksa SOP, formulir, spesifikasi, instruksi kerja, catatan produksi, dokumen mutu dan dokumen pendukung lainnya.

3. Audit fasilitas

Bandingkan kondisi bangunan dan fasilitas dengan layout serta persyaratan CPOTB.

4. Audit penerapan

Pastikan SOP benar-benar dijalankan oleh operator dan personel terkait.

5. Simulasi audit

Lakukan pemeriksaan seperti kondisi audit sebenarnya.

6. CAPA

Perbaiki setiap temuan dan pastikan tindakan yang dilakukan efektif.

Pengajuan Sertifikasi CPOTB melalui Sistem Resmi BPOM

Pelaku usaha dapat mengakses e-Sertifikasi BPOM untuk mendapatkan informasi dan layanan sertifikasi yang tersedia.

e-Sertifikasi BPOM

BPOM mencantumkan mekanisme pengajuan CPOTB melalui OSS dan sistem e-Sertifikasi. Untuk CPOTB bertahap, prosesnya mencakup pengajuan, evaluasi dokumen, audit sarana, kemudian pemenuhan tindakan perbaikan apabila terdapat temuan.

Artinya, kesiapan perusahaan sebelum mengajukan sertifikasi sangat menentukan kelancaran proses selanjutnya.

Berapa Biaya Sertifikasi CPOTB?

Biaya resmi dapat berbeda berdasarkan jenis pelaku usaha dan bentuk layanan yang diajukan. Berdasarkan informasi tarif PNBP BPOM yang tersedia saat ini, permohonan baru sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional tercantum Rp5.000.000 per sertifikat per bentuk sediaan, sedangkan untuk Usaha Kecil Obat Tradisional tercantum Rp1.500.000 per sertifikat per bentuk sediaan.

Biaya jasa pendampingan konsultan tentunya berbeda dari PNBP pemerintah. Besarnya dapat dipengaruhi oleh kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, jenis usaha, jumlah bentuk sediaan, serta kebutuhan perbaikan.

Karena itu, sebaiknya lakukan pengecekan kebutuhan terlebih dahulu sebelum menentukan paket layanan.

Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB?

Waktu proses tidak dapat disamakan untuk setiap perusahaan karena dipengaruhi kelengkapan dokumen, hasil evaluasi, kesiapan sarana, pelaksanaan audit, dan penyelesaian CAPA.

Sebagai contoh, standar pelayanan BPOM untuk Sertifikasi Pemenuhan Aspek CPOTB secara bertahap baru mencantumkan jangka waktu pelayanan 55 hari, sedangkan perubahan administratif tercantum 14 hari.

Karena itu, klaim “10 hari kerja” sebaiknya dipahami sebagai target proses pendampingan internal PERMATAMAS, bukan jaminan bahwa sertifikat BPOM akan diterbitkan dalam 10 hari kerja.

Layanan Pendukung Legalitas Usaha

Selain CPOTB, perusahaan obat tradisional mungkin membutuhkan beberapa legalitas pendukung lainnya.

Pendirian PT

Bagi pelaku usaha yang belum memiliki badan usaha, Anda dapat berkonsultasi mengenai Jasa Pendirian PT PERMATAMAS.

Pendaftaran Merek

Merek produk juga penting untuk dipersiapkan sebagai bagian dari perlindungan kekayaan intelektual. Informasi dapat dilihat pada Jasa Pendaftaran Merek HAKI.

Sertifikasi Halal

Untuk produk yang membutuhkan sertifikasi halal, persiapan dokumen halal dapat dilakukan secara terpisah melalui Sertifikasi Halal.

Keunggulan Layanan PERMATAMAS

PERMATAMAS membantu pelaku usaha melakukan persiapan dokumen dan pendampingan agar proses sertifikasi lebih terarah.

Keunggulan layanan kami:

✅ Proses cepat: target pendampingan hingga 10 hari kerja sesuai ruang lingkup layanan
✅ Berpengalaman: sejak 2011
✅ Terpercaya: lebih dari 2.000 izin edar telah terbit melalui layanan kami
✅ Aman & resmi: pendampingan mengikuti prosedur dan sistem resmi regulator terkait
✅ Garansi: 100% uang kembali jika gagal akibat kesalahan tim kami

Catatan: Untuk layanan CPOTB, regulator yang berwenang adalah BPOM, bukan Kementerian Kesehatan. Karena itu, klaim “terdaftar di sistem Kemenkes RI” sebaiknya tidak digunakan untuk artikel CPOTB; gunakan keterangan bahwa proses mengikuti sistem/prosedur resmi BPOM.

Kesimpulan

Audit sertifikasi CPOTB tidak cukup dipersiapkan hanya dengan membuat dokumen. Perusahaan harus memastikan bahwa dokumen, fasilitas, personel, proses produksi, sanitasi, peralatan, validasi, pencatatan, dan CAPA benar-benar berjalan secara konsisten.

Sepuluh kesalahan seperti SOP yang tidak diterapkan, dokumen tidak konsisten, personel kurang memahami tugas, sanitasi buruk, validasi belum siap, layout berbeda, pencatatan tidak lengkap, pengendalian bahan lemah, CAPA tidak efektif, serta tidak melakukan simulasi audit dapat meningkatkan risiko munculnya temuan.

Dengan melakukan gap analysis dan simulasi audit sebelum pemeriksaan, perusahaan dapat menemukan kekurangan lebih awal dan memperbaikinya sebelum menjadi temuan audit.

PERMATAMAS siap membantu konsultasi dan pendampingan persiapan sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Audit Sertifikasi CPOTB

1. Apa penyebab audit CPOTB tidak lulus?

Umumnya karena terdapat ketidaksesuaian antara dokumen, fasilitas, proses produksi, personel, atau sistem mutu dengan persyaratan CPOTB.

2. Apakah SOP saja cukup untuk menghadapi audit?

Tidak. SOP harus diterapkan dan tersedia bukti bahwa prosedur tersebut benar-benar dijalankan.

3. Apakah layout harus sesuai kondisi sebenarnya?

Ya. Layout dan kondisi fasilitas perlu konsisten.

4. Apakah pelatihan karyawan penting?

Ya. Personel harus memahami tugas, tanggung jawab, dan prosedur yang berkaitan dengan pekerjaannya.

5. Apakah peralatan harus dikalibrasi?

Peralatan ukur yang relevan perlu dikendalikan melalui sistem kalibrasi sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

6. Apa itu CAPA?

CAPA adalah tindakan korektif dan preventif untuk memperbaiki masalah sekaligus mencegah masalah yang sama berulang.

7. Apakah BPOM melakukan audit langsung?

Ya. Audit atau pemeriksaan sarana merupakan bagian dari proses pemenuhan persyaratan sertifikasi CPOTB.

8. Di mana pengajuan CPOTB dilakukan?

Pengajuan mengikuti mekanisme OSS dan sistem e-Sertifikasi BPOM sesuai jenis sertifikasi yang diajukan.

9. Berapa biaya sertifikasi CPOTB?

Tarif PNBP bergantung pada jenis usaha dan bentuk sediaan. Tarif resmi BPOM saat ini mencantumkan Rp5 juta per sertifikat per bentuk sediaan untuk IOT dan Rp1,5 juta untuk UKOT pada permohonan baru.

10. Apakah PERMATAMAS dapat membantu persiapan audit?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu konsultasi, pemeriksaan dokumen, persiapan persyaratan, dan pendampingan sesuai ruang lingkup layanan.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Registrasi Obat Tradisional untuk Industri Obat Tradisional (IOT)

Jasa Registrasi Obat Tradisional untuk Industri Obat Tradisional (IOT)

Jasa Registrasi Obat Tradisional untuk Industri Obat Tradisional (IOT) – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbahan alam. Jamu, obat herbal terstandar, hingga fitofarmaka tidak hanya dipasarkan oleh usaha skala kecil, tetapi juga diproduksi oleh perusahaan yang membangun merek dan lini produk secara lebih profesional. Di tengah perkembangan tersebut, aspek legalitas menjadi bagian penting agar produk dapat dipasarkan secara resmi dan memiliki kepercayaan lebih baik di mata konsumen.

Bagi Industri Obat Tradisional (IOT), registrasi produk bukan sekadar proses administratif. Setiap produk perlu disiapkan berdasarkan kategori, komposisi, klaim, keamanan, mutu, serta persyaratan dokumen yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kesalahan pada data formula, klaim, penandaan, atau dokumen pendukung dapat menyebabkan proses registrasi menjadi lebih panjang.

Melalui Jasa Registrasi Obat Tradisional, PERMATAMAS membantu IOT mempersiapkan proses registrasi secara lebih terarah, mulai dari konsultasi kategori produk, pemeriksaan dokumen, penyusunan data registrasi, hingga pendampingan selama proses evaluasi. Dengan persiapan yang baik, perusahaan dapat lebih fokus mengembangkan produk sekaligus memenuhi ketentuan legalitas yang berlaku.

Apa Itu Registrasi Obat Tradisional?

Registrasi obat tradisional merupakan proses untuk memperoleh persetujuan atau izin edar dari BPOM sebelum produk obat tradisional diedarkan sesuai ketentuan yang berlaku. Registrasi dilakukan agar produk yang beredar memenuhi persyaratan terkait keamanan, khasiat atau manfaat, mutu, serta informasi yang diberikan kepada konsumen.

Bagi Industri Obat Tradisional, registrasi perlu dipahami sebagai bagian dari sistem pengendalian mutu produk. Produk tidak cukup hanya memiliki formula dan kemasan, tetapi juga harus mempunyai data pendukung yang sesuai dengan kategori dan klaimnya.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Kategori produk obat tradisional.
  2. Formula dan komposisi bahan.
  3. Klaim atau manfaat yang dicantumkan.
  4. Data keamanan dan mutu.
  5. Proses produksi.
  6. Penandaan dan informasi produk.
  7. Dokumen administratif perusahaan.

Dengan memahami aspek tersebut sejak awal, perusahaan dapat mempersiapkan registrasi secara lebih sistematis.

Apa Itu Industri Obat Tradisional (IOT)?

Industri Obat Tradisional atau IOT merupakan salah satu bentuk sarana industri yang menjalankan kegiatan pembuatan obat tradisional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam praktiknya, perusahaan tidak hanya membutuhkan produk yang layak dipasarkan, tetapi juga harus memperhatikan persyaratan sarana, proses produksi, mutu, dan legalitas.

Status sebagai industri juga membuat perusahaan perlu membangun sistem yang konsisten. Mulai dari bahan baku, proses produksi, pengujian, pengemasan, penyimpanan, hingga distribusi perlu dikelola dengan memperhatikan standar yang berlaku.

Hal yang perlu dipersiapkan IOT antara lain:

  • Legalitas perusahaan.
  • Legalitas sarana produksi.
  • Pemenuhan standar produksi obat tradisional.
  • Sistem pengawasan mutu.
  • Dokumen formula produk.
  • Dokumen bahan baku.
  • Data stabilitas dan pengujian sesuai kebutuhan.
  • Dokumen registrasi produk.

Karena persyaratan dapat berbeda berdasarkan kategori produk, pemeriksaan awal sangat penting sebelum proses registrasi dilakukan.

Mengapa IOT Perlu Melakukan Registrasi Produk?

Registrasi memberikan dasar legalitas bagi produk untuk dapat diedarkan sesuai ketentuan. Selain aspek kepatuhan, izin edar juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.

Produk yang telah memiliki legalitas akan lebih mudah dikembangkan dalam strategi pemasaran, kerja sama distribusi, maupun perluasan pasar. Bagi perusahaan yang ingin membangun merek obat tradisional dalam jangka panjang, legalitas produk sebaiknya dipersiapkan sejak awal.

Manfaat mempersiapkan registrasi antara lain:

  1. Mendukung kepatuhan terhadap regulasi.
  2. Memberikan kepastian legalitas produk.
  3. Meningkatkan kepercayaan konsumen.
  4. Mendukung kerja sama dengan distributor.
  5. Memperkuat citra perusahaan.
  6. Membantu ekspansi pemasaran.
  7. Menjadi bagian dari pengelolaan mutu produk.

Registrasi bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawab industri terhadap keamanan dan mutu produk yang diedarkan.

Jenis Obat Tradisional yang Perlu Dipahami

Sebelum melakukan registrasi, IOT perlu memastikan kategori produk yang akan diajukan. Indonesia mengenal beberapa kategori obat bahan alam dengan persyaratan yang berbeda.

Secara umum, kategori yang sering dibahas meliputi:

  • Jamu.
  • Obat Herbal Terstandar (OHT).
  • Fitofarmaka.
  • Obat bahan alam tertentu sesuai klasifikasi yang berlaku.

Perbedaan kategori dapat berhubungan dengan tingkat pembuktian keamanan, khasiat atau manfaat, serta persyaratan data yang perlu disiapkan. Karena itu, perusahaan tidak sebaiknya menentukan kategori hanya berdasarkan istilah pemasaran.

Jamu

Jamu merupakan obat bahan alam yang secara tradisional digunakan dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Klaim dan bahan yang digunakan harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

Obat Herbal Terstandar

OHT mempunyai persyaratan pembuktian yang lebih tinggi dibandingkan jamu, termasuk aspek standardisasi bahan dan pembuktian tertentu sesuai ketentuan.

Fitofarmaka

Fitofarmaka merupakan kategori obat bahan alam dengan tingkat pembuktian yang lebih komprehensif, termasuk pembuktian praklinik dan klinik sesuai persyaratan.

Penentuan kategori secara tepat akan membantu perusahaan menentukan strategi registrasi dan dokumen yang perlu dipersiapkan.

Jasa Registrasi Obat Tradisional untuk Industri Obat Tradisional (IOT)
Jasa Registrasi Obat Tradisional untuk Industri Obat Tradisional (IOT)

Syarat Registrasi Obat Tradisional untuk IOT

Persyaratan registrasi dapat berbeda tergantung jenis produk, kategori, formula, klaim, dan kondisi perusahaan. Oleh sebab itu, dokumen sebaiknya diperiksa sebelum diajukan.

Secara umum, persiapan dapat mencakup:

  1. Data legalitas perusahaan dan sarana.
  2. Data produk.
  3. Formula dan komposisi.
  4. Informasi bahan baku.
  5. Spesifikasi bahan dan produk.
  6. Data mutu.
  7. Data keamanan atau pembuktian sesuai kategori.
  8. Rancangan penandaan.
  9. Klaim dan aturan penggunaan.
  10. Dokumen pendukung lain sesuai persyaratan BPOM.

Dokumen yang dibutuhkan dapat berkembang sesuai hasil evaluasi. Karena itu, perusahaan perlu memastikan informasi antara formula, dokumen teknis, label, dan dokumen administratif tetap konsisten.

Alur Jasa Registrasi Obat Tradisional

Pengurusan registrasi sebaiknya tidak dimulai dengan memasukkan data secara terburu-buru. Tahap persiapan justru menentukan seberapa siap produk menghadapi proses evaluasi.

1. Konsultasi Produk

Perusahaan menyampaikan informasi mengenai nama produk, komposisi, bentuk sediaan, klaim, serta tujuan pemasaran.

2. Identifikasi Kategori

Produk dianalisis untuk menentukan kategori yang sesuai dengan karakteristik dan klaimnya.

3. Pemeriksaan Formula

Formula diperiksa untuk mengetahui kesesuaian bahan dan komposisi dengan ketentuan yang berlaku.

4. Pemeriksaan Dokumen

Data perusahaan, bahan baku, produk, mutu, keamanan, dan penandaan diperiksa.

5. Penyusunan Data Registrasi

Informasi yang diperlukan disusun secara sistematis sesuai kebutuhan registrasi.

6. Pengajuan

Permohonan dilakukan melalui mekanisme resmi BPOM sesuai jenis registrasi produk.

7. Evaluasi BPOM

BPOM melakukan evaluasi terhadap data dan dokumen yang diajukan.

8. Tanggapan atau Perbaikan

Apabila terdapat permintaan perbaikan atau tambahan data, pemohon perlu memberikan tanggapan sesuai mekanisme yang berlaku.

9. Persetujuan dan Penerbitan Izin Edar

Apabila seluruh persyaratan terpenuhi dan permohonan disetujui, proses dilanjutkan sesuai mekanisme penerbitan izin edar.

Pentingnya Pemeriksaan Formula Sebelum Registrasi

Formula merupakan salah satu bagian paling penting dalam registrasi obat tradisional. Komposisi yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kategori produk serta ketentuan yang berlaku.

Kesalahan pada tahap formula dapat berdampak pada dokumen lainnya, termasuk klaim, label, spesifikasi, dan data pengujian.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Nama bahan harus konsisten.
  • Jumlah atau kadar bahan harus jelas.
  • Bahan yang digunakan harus sesuai ketentuan.
  • Klaim harus sesuai karakteristik produk.
  • Data bahan baku perlu dipersiapkan.
  • Informasi formula harus konsisten dengan dokumen lainnya.

Dengan melakukan pemeriksaan formula sejak awal, potensi revisi selama proses registrasi dapat diminimalkan.

Dokumen Penandaan dan Label Produk

Label merupakan bagian penting karena informasi pada kemasan menjadi salah satu media komunikasi langsung kepada konsumen. Informasi yang dicantumkan harus sesuai dengan ketentuan dan tidak boleh memberikan klaim yang menyesatkan.

Perusahaan perlu memperhatikan:

  1. Nama produk.
  2. Komposisi.
  3. Klaim atau manfaat.
  4. Aturan penggunaan.
  5. Peringatan atau perhatian jika dipersyaratkan.
  6. Informasi produsen.
  7. Nomor izin edar setelah diterbitkan.
  8. Informasi lain sesuai ketentuan penandaan.

Desain kemasan yang menarik tetap perlu diimbangi dengan kepatuhan terhadap ketentuan penandaan. Jangan sampai desain pemasaran justru membuat produk memiliki klaim yang tidak sesuai dengan kategori registrasinya.

Berapa Lama Proses Registrasi Obat Tradisional?

Lama proses registrasi tidak dapat disamaratakan untuk semua produk. Durasi dapat dipengaruhi oleh kategori produk, kelengkapan dokumen, kompleksitas formula, data pendukung, hasil evaluasi, serta kebutuhan perbaikan.

Secara umum, tahapan yang dapat memengaruhi waktu meliputi:

  1. Persiapan dokumen.
  2. Pemeriksaan formula.
  3. Penyusunan data registrasi.
  4. Pengajuan.
  5. Evaluasi BPOM.
  6. Perbaikan atau tambahan data apabila diminta.

Produk dengan dokumen lengkap dan data yang telah dipersiapkan dengan baik berpotensi menjalani proses secara lebih lancar. Namun, jasa pendampingan tidak dapat menjamin izin edar terbit dalam waktu tertentu karena keputusan dan evaluasi berada pada BPOM.

Berapa Biaya Registrasi Obat Tradisional?

Biaya registrasi obat tradisional terdiri dari biaya resmi sesuai ketentuan pemerintah dan, apabila menggunakan konsultan, biaya jasa pendampingan. Besarannya tidak selalu sama untuk setiap produk.

Faktor yang dapat memengaruhi biaya antara lain:

  • Kategori produk.
  • Jumlah produk yang didaftarkan.
  • Kompleksitas formula.
  • Kebutuhan dokumen teknis.
  • Pengujian yang diperlukan.
  • Perbaikan atau tambahan data.
  • Biaya jasa pendampingan.

Karena itu, estimasi biaya yang akurat sebaiknya diberikan setelah produk dan dokumen diperiksa. Perusahaan juga perlu membedakan antara biaya resmi BPOM dengan biaya jasa konsultan.

Kesalahan Umum Saat Registrasi Obat Tradisional

Banyak kendala dalam registrasi sebenarnya dapat diminimalkan apabila perusahaan melakukan pemeriksaan sebelum pengajuan. Kesalahan kecil pada data dapat berdampak pada dokumen lain.

Beberapa kesalahan yang sering perlu dihindari:

  1. Salah menentukan kategori produk.
  2. Formula tidak konsisten dengan dokumen.
  3. Klaim terlalu luas.
  4. Data bahan baku tidak lengkap.
  5. Label belum sesuai ketentuan.
  6. Dokumen perusahaan belum lengkap.
  7. Data produsen berbeda antar dokumen.
  8. Tidak menanggapi permintaan perbaikan dengan tepat.

Pendampingan sejak tahap awal dapat membantu perusahaan menemukan potensi persoalan sebelum permohonan diajukan.

Apa Peran Jasa Registrasi Obat Tradisional?

Jasa registrasi bukan berarti menggantikan kewenangan BPOM. Peran konsultan adalah membantu perusahaan memahami persyaratan dan menyiapkan dokumen agar proses pengajuan lebih terarah.

Pendampingan dapat mencakup:

  1. Konsultasi kategori produk.
  2. Review formula.
  3. Pemeriksaan dokumen.
  4. Review klaim.
  5. Pemeriksaan penandaan.
  6. Penyusunan checklist registrasi.
  7. Pendampingan pengajuan.
  8. Pendampingan tanggapan atau perbaikan.

Dengan demikian, perusahaan dapat lebih fokus pada kegiatan produksi dan pengembangan bisnis, sementara proses administrasi registrasi dipersiapkan secara lebih sistematis.

Mengapa Memilih PERMATAMAS?

PERMATAMAS menyediakan layanan Jasa Registrasi Obat Tradisional untuk membantu Industri Obat Tradisional mempersiapkan legalitas produk secara profesional. Pendampingan dilakukan dengan memperhatikan karakteristik produk, kategori, formula, dokumen, serta kebutuhan registrasi.

Layanan kami meliputi:

  • Konsultasi awal produk.
  • Analisis kategori obat tradisional.
  • Review formula dan komposisi.
  • Pemeriksaan dokumen.
  • Review klaim dan penandaan.
  • Persiapan data registrasi.
  • Pendampingan proses pengajuan.
  • Pendampingan apabila terdapat perbaikan.
  • Pemantauan proses administrasi.

PERMATAMAS membantu perusahaan memahami proses secara lebih sederhana dan terarah. Namun, keputusan akhir mengenai penerimaan dan persetujuan registrasi tetap merupakan kewenangan BPOM.

Daftarkan Produk Obat Tradisional IOT Bersama PERMATAMAS

Jasa Registrasi Obat Tradisional untuk Industri Obat Tradisional (IOT) dapat menjadi solusi bagi perusahaan yang ingin mempersiapkan legalitas produk secara lebih profesional. Registrasi sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru karena formula, kategori, klaim, penandaan, serta dokumen pendukung perlu dipastikan sesuai sebelum pengajuan.

Dengan persiapan yang matang, perusahaan dapat mengurangi risiko kesalahan administratif dan lebih siap menghadapi proses evaluasi. Legalitas produk juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen serta mengembangkan bisnis obat tradisional secara berkelanjutan.

PERMATAMAS siap membantu IOT mulai dari konsultasi produk, pemeriksaan formula, analisis kategori, pengecekan dokumen, persiapan registrasi, hingga pendampingan proses kepada BPOM. Jika Anda sedang mempersiapkan produk jamu, OHT, fitofarmaka, atau produk obat bahan alam lainnya, konsultasikan terlebih dahulu agar jalur registrasinya dapat ditentukan sesuai karakteristik produk dan ketentuan yang berlaku.

PERMATAMAS — membantu proses registrasi obat tradisional lebih tertata, profesional, dan sesuai ketentuan.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ – Jasa Registrasi Obat Tradisional untuk Industri Obat Tradisional (IOT)

1. Apa itu registrasi obat tradisional untuk IOT?

Registrasi obat tradisional adalah proses pendaftaran produk agar dapat memperoleh izin edar sebelum dipasarkan sesuai ketentuan BPOM.

2. Siapa yang dapat mengajukan registrasi obat tradisional?

Industri Obat Tradisional (IOT) yang memenuhi persyaratan dan memiliki legalitas sesuai ketentuan dapat mengajukan registrasi produk.

3. Produk apa saja yang dapat diregistrasikan?

Produk obat tradisional seperti jamu dan kategori obat bahan alam lainnya dapat diregistrasikan sesuai klasifikasi dan ketentuan BPOM.

4. Apa saja dokumen yang diperlukan?

Umumnya diperlukan legalitas perusahaan, data produk, komposisi, spesifikasi bahan, proses produksi, desain label, serta dokumen pendukung lainnya.

5. Apakah formula produk perlu diperiksa sebelum registrasi?

Ya. Formula perlu dievaluasi agar bahan dan komposisinya sesuai dengan persyaratan keamanan dan ketentuan yang berlaku.

6. Bagaimana proses registrasi obat tradisional?

Proses meliputi persiapan dokumen, penentuan kategori produk, pengajuan registrasi, evaluasi BPOM, serta pemenuhan perbaikan apabila diperlukan.

7. Berapa lama proses registrasi obat tradisional?

Waktu proses bergantung pada kategori produk, kelengkapan dokumen, serta hasil evaluasi dan pemenuhan persyaratan BPOM.

8. Berapa biaya registrasi obat tradisional?

Biaya dapat terdiri dari biaya resmi registrasi dan biaya jasa pendampingan, tergantung jenis produk dan layanan yang dipilih.

9. Apakah produk harus memiliki fasilitas produksi yang sesuai?

Ya. Industri harus memenuhi persyaratan sarana produksi dan ketentuan yang berlaku untuk kategori obat tradisional yang diproduksi.

10. Apakah PERMATAMAS membantu registrasi obat tradisional IOT?

Ya. PERMATAMAS membantu persiapan dokumen, pengecekan persyaratan, proses registrasi, hingga pendampingan evaluasi produk.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional (IOT)

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional (IOT)

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional (IOT) – Industri Obat Tradisional (IOT) memiliki peran penting dalam menyediakan produk herbal yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat. Agar produk yang dihasilkan memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), setiap industri wajib menerapkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Penerapan standar ini dibuktikan melalui sertifikasi CPOTB yang menjadi salah satu persyaratan utama sebelum mengajukan izin edar obat tradisional.

Bagi banyak pelaku usaha, proses memperoleh sertifikasi CPOTB sering kali menjadi tantangan karena melibatkan persyaratan administrasi, penerapan sistem mutu, kesiapan fasilitas produksi, hingga audit dari BPOM. Oleh sebab itu, penggunaan Jasa Sertifikasi CPOTB menjadi solusi yang banyak dipilih agar seluruh tahapan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai regulasi.

Melalui artikel ini, Anda akan memahami secara lengkap mengenai Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional (IOT), mulai dari pengertian, manfaat, persyaratan, tahapan pengurusan, estimasi biaya, lama proses, hingga berbagai kesalahan yang sering menghambat penerbitan sertifikat.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

Sertifikasi CPOTB merupakan bukti bahwa suatu industri obat tradisional telah menerapkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik sesuai ketentuan BPOM. Standar ini mencakup seluruh aspek produksi, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, pengendalian mutu, penyimpanan, hingga distribusi produk jadi.

Manfaat Sertifikasi CPOTB antara lain:

  1. Menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi produk obat tradisional.
  2. Memenuhi persyaratan regulasi BPOM.
  3. Meningkatkan kepercayaan konsumen dan mitra bisnis.
  4. Mempermudah proses pengajuan izin edar produk.

Selain menjadi kewajiban regulasi, Sertifikasi CPOTB juga meningkatkan daya saing industri di pasar nasional maupun internasional. Dengan sistem mutu yang terdokumentasi dengan baik, perusahaan akan lebih siap menghadapi audit maupun pengembangan usaha di masa mendatang.

Mengapa Menggunakan Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional (IOT)?

Mengurus sertifikasi CPOTB memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai regulasi BPOM, sistem manajemen mutu, serta persyaratan fasilitas produksi. Tanpa pengalaman yang memadai, perusahaan berpotensi mengalami revisi berulang yang memperpanjang proses sertifikasi.

Keuntungan menggunakan jasa profesional meliputi:

  1. Pendampingan mulai dari persiapan hingga sertifikat terbit.
  2. Penyusunan dokumen sesuai regulasi terbaru.
  3. Simulasi audit untuk mengurangi temuan saat inspeksi.
  4. Mempercepat proses sertifikasi dan meminimalkan risiko penolakan.

Dengan dukungan Jasa Sertifikasi CPOTB, perusahaan dapat lebih fokus menjalankan kegiatan operasional dan pengembangan produk, sementara seluruh proses administrasi dan persiapan audit ditangani secara sistematis oleh tenaga yang berpengalaman.

Syarat Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional

Sebelum mengajukan sertifikasi, perusahaan harus memenuhi persyaratan administrasi, teknis, dan fasilitas sesuai ketentuan BPOM. Persiapan yang matang akan memperbesar peluang memperoleh sertifikat tanpa revisi yang berulang.

Persyaratan yang umumnya diperlukan meliputi:

  1. Legalitas perusahaan dan Nomor Induk Berusaha (NIB).
  2. Struktur organisasi serta personel yang kompeten.
  3. Dokumen sistem manajemen mutu dan SOP produksi.
  4. Bangunan, fasilitas, serta peralatan produksi yang memenuhi standar CPOTB.

Selain kelengkapan dokumen, perusahaan juga harus memastikan seluruh proses produksi telah diterapkan sesuai prosedur yang terdokumentasi. Evaluasi internal sebelum pengajuan menjadi langkah penting agar hasil audit lebih optimal.

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional (IOT)
Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional (IOT)

Alur Proses Sertifikasi CPOTB

Proses Sertifikasi CPOTB terdiri dari beberapa tahapan yang harus dilalui secara bertahap. Setiap tahapan bertujuan memastikan bahwa sistem produksi telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh BPOM.

Tahapan pengurusan umumnya meliputi:

  1. Analisis kesiapan perusahaan dan fasilitas produksi.
  2. Penyusunan dokumen mutu serta SOP.
  3. Audit internal dan pendampingan inspeksi BPOM.
  4. Evaluasi hasil audit hingga sertifikat diterbitkan.

Apabila auditor menemukan ketidaksesuaian, perusahaan wajib melakukan tindakan perbaikan sebelum sertifikat dapat diterbitkan. Pendampingan yang tepat akan membantu mempercepat proses penyelesaian temuan tersebut.

Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB?

Lama proses Sertifikasi CPOTB bergantung pada kesiapan perusahaan, kelengkapan dokumen, serta hasil inspeksi BPOM. Secara umum, proses berlangsung sekitar 3 hingga 6 bulan, bahkan dapat lebih lama apabila diperlukan perbaikan fasilitas atau sistem mutu.

Estimasi waktu biasanya terdiri dari:

  1. Persiapan dokumen dan implementasi sistem mutu.
  2. Pengajuan permohonan serta verifikasi administrasi.
  3. Audit atau inspeksi fasilitas produksi.
  4. Evaluasi hasil audit hingga sertifikat diterbitkan.

Perusahaan yang telah menerapkan sistem mutu secara konsisten biasanya mampu menyelesaikan proses lebih cepat dibandingkan perusahaan yang baru mulai melakukan penyesuaian menjelang audit.

Berapa Biaya Sertifikasi CPOTB?

Biaya Sertifikasi CPOTB berbeda pada setiap perusahaan karena dipengaruhi oleh skala industri, jenis produk, kesiapan fasilitas, serta kebutuhan pendampingan selama proses sertifikasi.

Komponen biaya umumnya meliputi:

  1. Penyusunan dokumen dan SOP.
  2. Pelatihan implementasi sistem mutu.
  3. Persiapan audit dan evaluasi fasilitas.
  4. Pendampingan hingga sertifikat resmi diterbitkan.

Melakukan persiapan secara menyeluruh sejak awal akan membantu mengurangi biaya tambahan akibat revisi maupun audit ulang. Oleh karena itu, penggunaan jasa konsultan sering menjadi pilihan yang lebih efisien dalam jangka panjang.

Kesalahan Umum Saat Mengurus Sertifikasi CPOTB

Masih banyak industri yang mengalami kendala saat mengurus Sertifikasi CPOTB akibat kurang memahami standar yang diterapkan BPOM. Kesalahan tersebut sering menyebabkan proses audit menjadi lebih lama.

Beberapa kesalahan yang sering ditemukan antara lain:

  1. SOP belum lengkap atau tidak sesuai implementasi.
  2. Fasilitas produksi belum memenuhi standar CPOTB.
  3. Dokumentasi produksi dan pengendalian mutu belum konsisten.
  4. Personel belum memahami penerapan sistem mutu.

Melakukan audit internal sebelum inspeksi resmi merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi temuan. Dengan pendampingan profesional, perusahaan dapat mempersiapkan seluruh aspek yang diperlukan sebelum audit BPOM dilaksanakan.

Manfaat Sertifikasi CPOTB bagi Industri Obat Tradisional

Sertifikasi CPOTB tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga memberikan manfaat strategis bagi perkembangan bisnis. Perusahaan yang telah memiliki sertifikat CPOTB akan lebih mudah memperoleh kepercayaan pasar dan memperluas jaringan distribusi.

Beberapa manfaat yang diperoleh antara lain:

  1. Mempermudah pengajuan izin edar BPOM.
  2. Meningkatkan kredibilitas perusahaan.
  3. Menjamin konsistensi mutu produk.
  4. Membuka peluang kerja sama dengan pasar yang lebih luas.

Dengan menerapkan standar CPOTB secara berkelanjutan, perusahaan juga dapat meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat daya saing di industri obat tradisional yang semakin berkembang.

Percayakan Jasa Sertifikasi CPOTB kepada PERMATAMAS

PERMATAMAS Indonesia adalah konsultan perizinan dan sertifikasi terpercaya yang berpengalaman mendampingi perusahaan dalam proses Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional (IOT). Kami memberikan layanan mulai dari analisis kesiapan perusahaan, penyusunan dokumen, implementasi sistem mutu, pendampingan audit, hingga sertifikat CPOTB resmi diterbitkan sesuai regulasi BPOM.

Mengapa memilih PERMATAMAS?

  • ✅ Konsultasi profesional
  • ✅ Pendampingan full proses
  • ✅ Tim berlatar belakang hukum
  • ✅ Berpengalaman menangani sertifikasi dan perizinan BPOM
  • ✅ Garansi uang kembali 100%

Dengan pendampingan yang tepat melalui Jasa Sertifikasi CPOTB, risiko revisi maupun penolakan dapat diminimalkan sehingga proses sertifikasi menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat waktu.

📌 Konsultasi gratis & respon cepat:

👉 https://wa.me/6285777630555

Wujudkan proses sertifikasi yang lebih mudah bersama PERMATAMAS. Percayakan kebutuhan Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional (IOT) kepada tim yang berpengalaman agar perusahaan Anda dapat memenuhi seluruh persyaratan BPOM secara profesional, aman, dan sesuai regulasi terbaru.

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional (IOT)

1. Apa itu Sertifikasi CPOTB?

Sertifikasi untuk memastikan industri obat tradisional menerapkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik.

2. Siapa yang wajib memiliki CPOTB?

Industri Obat Tradisional (IOT) yang memproduksi obat tradisional.

3. Mengapa CPOTB penting?

Sebagai syarat memenuhi standar mutu dan proses produksi.

4. Siapa yang menerbitkan Sertifikat CPOTB?

BPOM.

5. Apa saja syarat mengurus CPOTB?

Legalitas perusahaan, fasilitas produksi, SDM, dan dokumen mutu.

6. Berapa lama proses Sertifikasi CPOTB?

Tergantung kelengkapan dokumen dan hasil audit.

7. Apakah ada audit sebelum sertifikat diterbitkan?

Ya, audit merupakan tahapan wajib.

8. Apakah temuan audit dapat diperbaiki?

Ya, melalui tindakan perbaikan (CAPA).

9. Apakah jasa konsultan dapat membantu?

Ya, mulai dari persiapan dokumen hingga pendampingan audit.

10. Bagaimana agar proses lebih cepat?

Pastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi sebelum pengajuan.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

LEGALITAS PERMATAMAS INDONESIA

Akta Pendirian : Nomor 15
SK Pengesahaan : AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021
NPWP : 76,011,954,5-427,000
NIB : 0610210009793
TDP : 102637007638
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia

Telp : 021-89253417
Hp/WA : 085777630555

Izin Halal @ 2024 –
with ❤ Dokter Website