Panduan Lengkap: Perbedaan Izin Edar Jamu, OHT, dan Fitofarmaka

Perbedaan Izin Edar Jamu, OHT, dan Fitofarmaka – Perbedaan izin edar jamu, OHT, dan fitofarmaka merupakan hal mendasar yang wajib dipahami oleh pelaku usaha obat tradisional di Indonesia. Ketiga kategori tersebut sama-sama berada di bawah pengawasan BPOM, namun memiliki perbedaan signifikan dari sisi klaim, pembuktian khasiat, persyaratan izin edar, hingga proses registrasi.

Masih banyak pelaku usaha yang menganggap jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka memiliki proses perizinan yang sama. Padahal, perbedaan regulasi BPOM untuk masing-masing kategori ini sangat menentukan strategi pengembangan produk, segmentasi pasar, serta estimasi waktu dan biaya pengurusan izin.

Artikel ini membahas secara lengkap perbedaan izin edar jamu, OHT, dan fitofarmaka, mulai dari pengertian, dasar hukum, hingga aspek teknis dalam proses registrasi BPOM. Pembahasan ini juga menjadi bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia.

Pengertian Jamu, OHT, dan Fitofarmaka

Sebelum memahami perbedaan perizinan BPOM obat tradisional, pelaku usaha perlu mengetahui definisi masing-masing kategori.

1. Jamu

Jamu merupakan obat tradisional yang khasiatnya dibuktikan berdasarkan pengalaman empiris atau penggunaan turun-temurun. Bahan yang digunakan berasal dari alam, baik nabati, hewani, maupun mineral, tanpa melalui uji praklinik atau klinik.

2. Obat Herbal Terstandar (OHT)

OHT adalah obat tradisional yang telah melalui uji praklinik untuk membuktikan keamanan dan khasiatnya. Bahan baku yang digunakan harus terstandarisasi, dan proses produksinya mengikuti ketentuan CPOTB yang lebih ketat dibanding jamu.

3. Fitofarmaka

Fitofarmaka merupakan obat herbal dengan tingkat pembuktian tertinggi. Khasiat dan keamanannya telah diuji melalui uji klinik pada manusia, sehingga penggunaannya dapat disejajarkan dengan obat modern.

Ketiga kategori ini memiliki perbedaan yang jelas, terutama dalam konteks Perbedaan Izin Edar Jamu, OHT, dan Fitofarmaka. daftarkan izin edar di BPOM sekarang

Dasar Hukum Izin Edar Obat Tradisional

Perbedaan Izin Edar Jamu, OHT, dan Fitofarmaka diatur dalam berbagai regulasi BPOM, antara lain:

• Peraturan BPOM tentang obat tradisional
• Ketentuan registrasi obat bahan alam
• Pedoman uji keamanan dan khasiat obat tradisional

Setiap kategori memiliki standar evaluasi yang berbeda sesuai dengan tingkat pembuktian ilmiahnya.

Perbedaan Izin Edar Jamu, OHT, dan Fitofarmaka dari Segi Klaim

Salah satu perbedaan paling mendasar terletak pada klaim khasiat yang boleh dicantumkan:

• Jamu: Klaim berdasarkan penggunaan tradisional, tanpa klaim penyembuhan penyakit spesifik
• OHT: Klaim didukung uji praklinik, dapat menyebutkan fungsi kesehatan tertentu
• Fitofarmaka: Klaim terapeutik yang telah diuji secara klinis

Kesesuaian klaim dengan kategori produk sangat menentukan kelulusan izin edar BPOM.

Perbedaan Izin Edar Jamu, OHT, dan Fitofarmaka
Perbedaan Izin Edar Jamu, OHT, dan Fitofarmaka

Perbedaan dari Segi Pembuktian Khasiat

Tingkat pembuktian ilmiah juga membedakan ketiga kategori ini:

• Jamu mengandalkan data empiris dan literatur tradisional
• OHT wajib menyertakan hasil uji praklinik
• Fitofarmaka harus didukung uji klinik pada manusiaa

Semakin tinggi tingkat pembuktian, semakin kompleks proses evaluasi BPOM. klik proses izin BPOM

Perbedaan dari Segi Bahan Baku

Standarisasi bahan baku menjadi faktor penting dalam proses registrasi:

• Jamu menggunakan bahan alam tanpa standarisasi ketat
OHT menggunakan bahan baku terstandar
• Fitofarmaka menggunakan bahan baku dengan standar farmasi

Kualitas dan konsistensi bahan baku sangat memengaruhi penilaian BPOM.

Perbedaan dari Segi Proses Produksi

Standar fasilitas produksi juga berbeda:

• Jamu: CPOTB dasar
• OHT: CPOTB dengan pengendalian mutu lebih ketat
• Fitofarmaka: CPOTB setara industri farmasi

Peningkatan kategori produk menuntut peningkatan standar sarana produksi. klik cara mengurus izin BPOM

Perbedaan dari Segi Waktu dan Biaya Pengurusan

Dalam praktiknya, perbedaan izin edar jamu, OHT, dan fitofarmaka berdampak langsung pada durasi dan biaya:

• Jamu: proses relatif lebih cepat
• OHT: membutuhkan waktu tambahan untuk uji praklinik
• Fitofarmaka: proses paling panjang karena uji klinik

Pemahaman aspek ini penting untuk perencanaan bisnis yang realistis.

Perbedaan dari Segi Segmentasi Pasar

Setiap kategori memiliki target pasar yang berbeda:

• Jamu: pasar tradisional dan modern
• OHT: pasar kesehatan dan preventif
• Fitofarmaka: fasilitas kesehatan dan resep dokter

Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan klasifikasi izin edar.

Kesalahan Umum dalam Memahami Kategori Izin Edar

Beberapa kesalahan yang sering terjadi, antara lain:

• Mengajukan klaim OHT pada produk jamu
• Tidak menyiapkan uji praklinik untuk OHT
• Menganggap fitofarmaka sama dengan jamu
• Tidak menyesuaikan dokumen registrasi

Kesalahan tersebut dapet menyebabkan penolakan izin edar BPOM. konsultasi gratis bersama Permatamas

Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia

Pemahaman perbedaan izin edar jamu, OHT, dan fitofarmaka merupakan bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia. Permatamas Indonesia membantu pelaku usaha dalam menentukan kategori produk, menyiapkan dokumen, memilih jalur registrasi yang tepat, serta mendampingi proses evaluasi BPOM.

Dengan tim berpengalaman di bidang regulasi dan hukum, Permatamas Indonesia memastikan proses pengurusan izin berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Keuntungan Menggunakan Jasa Permatamas Indonesia

Menggunakan jasa Permatamas Indonesia memberikan manfaat:

• Analisis kategori jamu, OHT, atau fitofarmaka
• Pendampingan dokumen dan registrasi BPOM
• Minim risiko penolakan
• Efisiensi waktu dan biaya
• Konsultasi regulasi yang tepat sasaran

Dengan pendampingan profesional, proses perizinan obat tradisional dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Pentingnya Memahami Perbedaan Izin Edar Jamu, OHT, dan Fitofarmaka

Perbedaan Izin Edar Jamu, OHT, dan Fitofarmaka mencakup aspek klaim, pembuktian khasiat, bahan baku, proses produksi, hingga strategi pemasaran. Memahami perbedaan ini sangat penting agar pelaku usaha dapat menentukan kategori produk yang tepat dan memenuhi seluruh persyaratan BPOM.

Oleh karena itu, Perbedaan Izin Edar Jamu, OHT, dan Fitofarmaka sebagai bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia menjadi solusi tepat bagi pelaku usaha yang ingin menjalankan proses perizinan secara aman, tepat, dan sesuai regulasi.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
🌐 Website: www.izinherbal.com

FAQ Perbedaan Izin Edar Jamu, OHT, dan Fitofarmaka

1. Apa perbedaan izin edar jamu, OHT, dan fitofarmaka?

Perbedaan izin edar jamu, OHT, dan fitofarmaka terletak pada tingkat pembuktian khasiat, jenis klaim, standar bahan baku, serta persyaratan registrasi BPOM.

2. Apakah jamu, OHT, dan fitofarmaka sama-sama wajib izin BPOM?

Ya, jamu, OHT, dan fitofarmaka sama-sama wajib memiliki izin edar dari BPOM sebelum diedarkan di Indonesia.

3. Apa perbedaan klaim yang diperbolehkan pada jamu, OHT, dan fitofarmaka?

Jamu hanya boleh menggunakan klaim tradisional, OHT boleh menggunakan klaim berbasis uji praklinik, sedangkan fitofarmaka dapat menggunakan klaim terapeutik karena telah melalui uji klinik.

4. Mengapa izin edar fitofarmaka paling sulit diperoleh?

Karena fitofarmaka harus melalui uji klinik pada manusia, menggunakan bahan baku terstandar tinggi, dan diproduksi dengan standar setara industri farmasi.

5. Apakah produk jamu bisa ditingkatkan menjadi OHT atau fitofarmaka?

Bisa, sepanjang memenuhi persyaratan tambahan seperti uji praklinik untuk OHT dan uji klinik untuk fitofarmaka sesuai ketentuan BPOM.

6. Siapa yang dapat membantu pengurusan izin BPOM jamu, OHT, dan fitofarmaka?

Permatamas Indonesia melalui Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional membantu analisis kategori produk hingga pendampingan registrasi izin edar.

Jasa Pengurusan Izin Sertifikasi Halal
Jasa Pengurusan Izin Sertifikasi Halal

Tahapan Pendaftaran Obat Tradisional Hingga Terbit Izin Edar

Tahapan Pendaftaran Obat Tradisional Hingga Terbit Izin Edar – Tahapan Pendaftaran Obat Tradisional Hingga Terbit Izin Edar merupakan proses penting yang harus dilalui oleh setiap pelaku usaha sebelum memasarkan produk obat tradisional secara legal di Indonesia. BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) berperan sebagai lembaga yang memastikan bahwa obat tradisional yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan ketentuan klaim yang berlaku.

Masih banyak pelaku usaha yang mengalami kendala karena belum memahami secara menyeluruh tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar. Akibatnya, proses menjadi lebih lama, dokumen harus direvisi berulang kali, bahkan berisiko ditolak.

Melalui artikel ini, Anda akan mendapatkan penjelasan lengkap dan terstruktur mengenai tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar, mulai dari persiapan awal hingga penerbitan nomor izin edar BPOM. klik proses izin BPOM

Pengertian Pendaftaran Obat Tradisional BPOM

Pendaftaran obat tradisional BPOM adalah proses evaluasi yang dilakukan BPOM terhadap produk obat tradisional sebelum diberikan izin edar. Proses ini mencakup pemeriksaan administratif, teknis, keamanan, mutu, serta kesesuaian klaim produk.

Obat tradisional yang wajib didaftarkan meliputi:

• Jamu
• Obat Herbal Terstandar (OHT)
• Fitofarmaka

Setiap kategori memiliki kompleksitas tahapan yang berbeda, namun tetap mengikuti tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar sesuai regulasi BPOM. daftarkan izin BPOM sekarang

Dasar Hukum Pendaftaran Obat Tradisional

Tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar mengacu pada beberapa regulasi, antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Peraturan BPOM Nomor 32 Tahun 2019 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Tradisional
3. Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Registrasi Obat
4. Ketentuan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB)

Dasar hukum ini menjadi pedoman utama dalam setiap tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar.

Tahapan Pendaftaran Obat Tradisional Hingga Terbit Izin Edar

1. Persiapan Legalitas Badan Usaha

Tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar dimulai dari kesiapan legalitas badan usaha. BPOM hanya memproses pendaftaran dari badan usaha yang sah secara hukum.
Persyaratan badan usaha meliputi:

• PT atau CV
• NIB melalui OSS
• KBLI sesuai bidang obat tradisional
• NPWP badan usaha
• Izin operasional usaha

Tanpa legalitas ini, proses pendaftaran tidak dapat dilanjutkan.

2. Kesiapan Sarana Produksi (CPOTB)

Tahapan berikutnya dalam pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar adalah memastikan sarana produksi memenuhi standar CPOTB.

Ketentuan sarana produksi:

• Memiliki sertifikat CPOTB aktif
• Tata letak bangunan sesuai alur produksi
• Peralatan produksi sesuai spesifikasi
• Sistem sanitasi dan higiene memadai

Apabila menggunakan jasa maklon, fasilitas maklon wajib memiliki CPOTB yang masih berlaku.

3. Penentuan Kategori Obat Tradisional

Dalam tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar, penentuan kategori produk sangat penting karena memengaruhi kelengkapan dokumen dan klaim.

Kategori obat tradisional:

• Jamu: berbasis empiris
• OHT: didukung uji praklinik
• Fitofarmaka: didukung uji klinik

Kesalahan dalam penentuan kategori dapat menyebabkan penolakan BPOM.

4. Penyusunan Dokumen Teknis Produk

Dokumen teknis merupakan inti dari tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar.

Dokumen yang wajib disiapkan antara lain:

• Formula lengkap produk
• Spesifikasi bahan baku
• Spesifikasi produk jadi
• Proses pembuatan produk
• Metode pengujian mutu
• Data stabilitas
• Desain label dan kemasan

Dokumen harus konsisten dan sesuai dengan praktik produksi yang sebenarnya.

Tahapan Pendaftaran Obat Tradisional Hingga Terbit Izin Edar
Tahapan Pendaftaran Obat Tradisional Hingga Terbit Izin Edar

5. Penyusunan Klaim dan Label Produk

Dalam tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar, BPOM melakukan penilaian ketat terhadap klaim dan label.

Ketentuan klaim:

• Berdasarkan referensi ilmiah
• Tidak berlebihan
• Tidak menyembuhkan penyakit berat
• Sesuai kategori produk

Label wajib memuat informasi:

• Nama produk
• Komposisi
• Aturan pakai
• Peringatan
• Nama dan alamat produsen

6. Pengajuan Pendaftaran melalui Sistem BPOM

Setelah seluruh dokumen siap, tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar dilanjutkan dengan pengajuan melalui sistem registrasi BPOM secara online.

Tahap ini meliputi:

• Unggah dokumen administratif
• Unggah dokumen teknis
• Pembayaran PNBP
• Pengajuan resmi pendaftaran

7. Evaluasi Administratif oleh BPOM

BPOM akan melakukan evaluasi administratif sebagai bagian dari tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar.

Fokus evaluasi:

• Kelengkapan dokumen
• Legalitas badan usaha
• Validitas CPOTB

Jika terdapat kekurangan, BPOM akan meminta perbaikan.

8. Evaluasi Teknis dan Keamanan Produk

Tahapan selanjutnya adalah evaluasi teknis yang mencakup:

• Formula produk
• Mutu bahan baku
• Proses produksi
• Data stabilitas
• Klaim dan label

Evaluasi ini menjadi penentu utama diterima atau tidaknya pendaftaran.

9. Klarifikasi dan Perbaikan Dokumen

Apabila diperlukan, BPOM akan meminta klarifikasi. Tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar akan berhenti sementara sampai perbaikan disetujui.
Respon yang cepat dan tepat sangat memengaruhi lamanya proses.

10. Penerbitan Izin Edar BPOM

Jika seluruh tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar telah disetujui, BPOM akan menerbitkan nomor izin edar.

Setelah izin terbit:

• Nomor izin edar wajib dicantumkan pada label
• Produk dapat diedarkan secara legal di Indonesia, klik cara mengurus izin BPOM

Estimasi Waktu Pendaftaran Obat Tradisional

Secara umum, tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar memerlukan waktu sekitar 3–6 bulan, tergantung:

• Kelengkapan dokumen
• Kategori produk
• Hasil evaluasi BPOM
• Ada atau tidaknya klarifikasi

Kesalahan Umum dalam Pendaftaran Obat Tradisional

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

• Dokumen tidak konsisten
• Klaim tidak sesuai ketentuan
• CPOTB tidak aktif
• Label tidak sesuai regulasi
• Data stabilitas tidak lengkap

Kesalahan tersebut dapat memperpanjang tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar. konsultasi gratis bersama Permatamas

Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia

Memahami dan menjalani seluruh tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar membutuhkan pengalaman dan pemahaman regulasi yang mendalam.

Tahapan Pendaftaran Obat Tradisional Hingga Terbit Izin Edar adalah bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia.

Permatamas Indonesia hadir sebagai konsultan perizinan terpercaya yang membantu pelaku usaha dari tahap persiapan hingga izin edar terbit secara resmi.

Keunggulan Jasa Permatamas Indonesia

• Pendampingan menyeluruh dan terstruktur
• Analisis dokumen sebelum pengajuan
• Tim berlatar belakang hukum dan regulasi
• Proses transparan
• Garansi uang kembali 100%* sesuai ketentuan

Pentingnya Memahami Tahapan pendaftaran obat tradisional

Tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar merupakan proses yang tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Dengan pemahaman yang tepat dan dokumen yang lengkap, proses perizinan dapat berjalan lebih efektif dan minim risiko.

Jika Anda ingin memastikan seluruh tahapan pendaftaran obat tradisional hingga terbit izin edar berjalan sesuai aturan BPOM, menggunakan Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia adalah langkah strategis untuk mendukung keberhasilan dan keberlanjutan bisnis Anda.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
🌐 Website: www.izinherbal.com

FAQ Tahapan pendaftaran obat tradisional

1. Apa itu pendaftaran obat tradisional BPOM?

Pendaftaran obat tradisional BPOM adalah proses evaluasi sebelum produk memperoleh izin edar resmi.

2. Siapa yang wajib mendaftarkan obat tradisional?

Setiap pelaku usaha yang memproduksi atau memasarkan obat tradisional di Indonesia.

3. Apa saja kategori obat tradisional BPOM?

Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka.

4. Apakah CPOTB wajib dimiliki?

Ya, sarana produksi atau maklon wajib memiliki CPOTB aktif.

5. Dokumen utama apa yang harus disiapkan?

Formula produk, spesifikasi bahan, proses produksi, data mutu, dan label.

6. Berapa lama proses pendaftaran obat tradisional?

Umumnya sekitar 3–6 bulan, tergantung kelengkapan dokumen.

7. Apakah klaim produk bebas ditentukan?

Tidak, klaim harus sesuai ketentuan dan kategori BPOM.

8. Kapan izin edar diterbitkan BPOM?

Setelah seluruh tahapan evaluasi disetujui BPOM.

9. Apa risiko jika produk belum memiliki izin edar?

Produk tidak boleh diedarkan dan berisiko terkena sanksi hukum.

10. Apakah proses ini bisa dibantu konsultan?

Bisa. Tahapan ini merupakan bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia.

Jasa Pengurusan Izin Sertifikasi Halal
Jasa Pengurusan Izin Sertifikasi Halal

Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM yang Wajib Dipenuhi Pelaku Usaha

Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM  – Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM merupakan aspek krusial yang harus dipenuhi oleh setiap pelaku usaha sebelum memasarkan produk obat tradisional di Indonesia. BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) memiliki kewenangan penuh dalam mengawasi keamanan, mutu, dan khasiat obat tradisional agar aman dikonsumsi masyarakat.

Banyak pelaku usaha yang gagal dalam proses registrasi karena tidak memahami secara menyeluruh Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM. Akibatnya, produk tidak dapat diedarkan secara legal dan berpotensi terkena sanksi administratif maupun pidana.

Melalui artikel ini, Anda akan memahami secara lengkap dan terstruktur mengenai Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM, mulai dari ketentuan badan usaha, persyaratan dokumen, hingga ketentuan teknis produk.

Pengertian Izin Edar Obat Tradisional BPOM

Izin Edar Obat Tradisional adalah persetujuan resmi yang diberikan oleh BPOM kepada pelaku usaha untuk mengedarkan obat tradisional di wilayah Indonesia. Izin ini menjadi bukti bahwa produk telah melalui proses evaluasi sesuai standar BPOM.

Dalam konteks regulasi, obat tradisional meliputi:

• Jamu
• Obat Herbal Terstandar (OHT)
• Fitofarmaka

Setiap kategori memiliki tingkat persyaratan yang berbeda, namun tetap mengacu pada Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM yang berlaku. daftarkan izin BPOM sekarang

Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM Wajib Dipahami Pelaku Usaha

Beberapa dasar hukum yang menjadi acuan dalam Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Peraturan BPOM Nomor 32 Tahun 2019 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Tradisional
3. Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Registrasi Obat
4. Peraturan BPOM terkait Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB)

Dasar hukum ini menjadi pedoman utama dalam pemenuhan Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM.

Syarat Badan Usaha dalam Izin Edar Obat Tradisional

Salah satu Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM yang utama adalah legalitas badan usaha. BPOM hanya memproses pengajuan izin edar dari badan usaha yang sah secara hukum.

Ketentuan Badan Usaha:

• Berbentuk PT atau CV
• Memiliki NIB melalui OSS
• KBLI sesuai bidang obat tradisional
• Memiliki NPWP badan usaha
• Memiliki izin operasional usaha

Tanpa pemenuhan aspek legal ini, pengajuan izin edar tidak dapat diproses lebih lanjut. klik proses izin BPOM

Syarat Sarana Produksi Obat Tradisional

Dalam Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM, sarana produksi memegang peranan penting. Sarana produksi harus memenuhi standar CPOTB.

Ketentuan Sarana Produksi:

• Memiliki sertifikat CPOTB dari BPOM atau Dinkes
• Tata letak bangunan sesuai alur produksi
• Peralatan produksi sesuai spesifikasi
• Sistem sanitasi dan higiene memadai

Apabila produksi dilakukan secara maklon, maka fasilitas maklon wajib memiliki CPOTB aktif.

Syarat Dokumen Produk Obat Tradisional

Dokumen produk merupakan bagian inti dari Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM. Kelengkapan dan keakuratan dokumen sangat menentukan keberhasilan registrasi.

Dokumen Produk yang Wajib Disiapkan:

1. Formula lengkap produk
2. Spesifikasi bahan baku
3. Spesifikasi produk jadi
4. Proses pembuatan produk
5. Metode pengujian mutu
6. Data stabilitas produk
7. Contoh desain label dan kemasan

Kesalahan kecil dalam dokumen sering menjadi penyebab utama penolakan BPOM.

Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM
Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM

Syarat Klaim dan Khasiat Obat Tradisional

BPOM sangat ketat dalam menilai klaim produk. Oleh karena itu, Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM mengatur klaim yang diperbolehkan.

Ketentuan Klaim:

• Klaim harus berdasarkan referensi ilmiah
• Tidak boleh bersifat menyembuhkan penyakit berat
• Tidak boleh menyesatkan konsumen
• Disesuaikan dengan kategori jamu, OHT, atau fitofarmaka

Klaim yang berlebihan akan langsung ditolak oleh BPOM.

Syarat Label dan Kemasan Obat Tradisional

Label produk menjadi salah satu fokus utama dalam Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM.

Informasi Wajib pada Label:

• Nama produk
• Komposisi
• Aturan pakai
• Nomor izin edar (setelah terbit)
• Tanggal kedaluwarsa
• Nama dan alamat produsen
• Peringatan dan kontraindikasi

Desain label wajib sesuai dengan ketentuan BPOM dan tidak mengandung unsur promosi berlebihan.

Proses Evaluasi BPOM

Setelah seluruh Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM terpenuhi, BPOM akan melakukan tahapan evaluasi:

1. Evaluasi administratif
2. Evaluasi teknis dokumen
3. Evaluasi keamanan dan mutu
4. Klarifikasi jika diperlukan
5. Penerbitan izin edar

Durasi proses dapat bervariasi tergantung kelengkapan dan kesiapan dokumen. klik cara mengurus izin BPOM

Berapa lama proses izin edar obat tradisional BPOM?

Proses izin edar obat tradisional BPOM umumnya memerlukan waktu sekitar 3–6 bulan.

Lama proses tersebut bergantung pada beberapa faktor, antara lain:

• Kelengkapan dan kesesuaian dokumen yang diajukan
• Kategori produk (Jamu, Obat Herbal Terstandar/OHT, atau Fitofarmaka)
• Kepemilikan CPOTB pada sarana produksi atau fasilitas maklon
• Kesesuaian klaim dan label dengan ketentuan BPOM
• Ada atau tidaknya klarifikasi/perbaikan dari BPOM

Jika seluruh persyaratan terpenuhi sejak awal dan tidak ada revisi, proses dapat berjalan lebih cepat. Sebaliknya, apabila terdapat kekurangan dokumen atau ketidaksesuaian, waktu pengurusan bisa menjadi lebih lama.

Untuk mempercepat dan meminimalkan risiko penolakan, proses ini biasanya dilakukan melalui pendampingan Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia, agar pengajuan izin berjalan efektif dan sesuai aturan BPOM.

Kesalahan Umum dalam Memenuhi Syarat Izin Edar Obat Tradisional

Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam pemenuhan Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM antara lain:

• Formula tidak konsisten
• Klaim tidak sesuai regulasi
• Dokumen CPOTB tidak valid
• Label tidak sesuai ketentuan
• Data stabilitas tidak lengkap

Kesalahan tersebut dapat memperpanjang proses bahkan menyebabkan penolakan. konsultasi gratis bersama Permatamas

Keuntungan Memenuhi Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM

Memenuhi Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM memberikan banyak keuntungan strategis bagi pelaku usaha. Tidak hanya dari sisi legalitas, tetapi juga dari segi kepercayaan pasar, keberlanjutan bisnis, hingga perlindungan hukum jangka panjang.

Berikut beberapa keuntungan utama yang akan diperoleh:

1. Produk Legal dan Aman Beredar di Pasaran

Dengan memenuhi Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM, produk dinyatakan legal dan boleh diedarkan secara nasional. Hal ini menghindarkan pelaku usaha dari risiko penarikan produk, penyitaan, hingga sanksi hukum.

2. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Nomor izin edar BPOM menjadi indikator utama kepercayaan konsumen. Produk obat tradisional yang telah memenuhi Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM dinilai lebih aman, bermutu, dan terpercaya dibanding produk tanpa izin.

3. Memperluas Akses Pasar dan Distribusi

Banyak distributor, apotek, marketplace, hingga jaringan ritel modern mensyaratkan izin BPOM. Dengan memenuhi Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM, produk dapat masuk ke jalur distribusi yang lebih luas dan profesional.

4. Melindungi Usaha dari Risiko Hukum

Pemenuhan Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM memberikan perlindungan hukum terhadap pelaku usaha. Risiko sanksi administratif, denda, hingga pidana dapat dihindari karena produk telah sesuai regulasi.

5. Meningkatkan Daya Saing Produk

Produk dengan izin BPOM memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding produk tanpa izin. Pemenuhan Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM membuat produk lebih kompetitif di tengah persaingan industri obat tradisional.

6. Mendukung Keberlanjutan dan Pengembangan Bisnis

Izin edar BPOM menjadi fondasi untuk pengembangan bisnis jangka panjang, seperti:
• Ekspansi pasar
• Kerja sama dengan mitra strategis
• Pengajuan tender
• Pengembangan varian produk baru
Semua ini hanya dapat dilakukan jika Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM telah terpenuhi.

7. Meningkatkan Citra dan Branding Perusahaan

Perusahaan yang patuh terhadap regulasi BPOM akan dipandang profesional dan bertanggung jawab. Pemenuhan Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM secara langsung meningkatkan citra merek di mata konsumen dan mitra bisnis.

Memenuhi Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi juga investasi penting bagi pertumbuhan dan keamanan bisnis. Oleh karena itu, proses ini menjadi bagian penting dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia untuk membantu pelaku usaha memperoleh izin secara tepat, aman, dan sesuai ketentuan.

Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia

Perlu diketahui bahwa Syarat Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional adalah bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia. Permatamas Indonesia berpengalaman membantu berbagai pelaku usaha dalam:

• Konsultasi awal produk
• Analisa kelayakan formula
• Pengurusan CPOTB
• Penyusunan dokumen BPOM
• Pendampingan hingga izin terbit

Dengan pendampingan yang tepat, risiko penolakan dapat diminimalkan.

📌 Konsultasi gratis & respon cepat:
👉 https://wa.me/6285777630555

Keunggulan Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia

• Pendampingan menyeluruh dari awal hingga izin terbit
• Tim berlatar belakang hukum dan regulasi
• Analisis dokumen sebelum pengajuan
• Proses transparan dan terstruktur
• Garansi uang kembali 100%* sesuai ketentuan

Pentingnya Mengetahui Syarat Izin Edar Obat Tradisional

Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM merupakan tahapan penting yang tidak dapat diabaikan oleh pelaku usaha yang ingin memasarkan produk obat tradisional secara legal dan berkelanjutan. Pemenuhan seluruh persyaratan yang ditetapkan BPOM memastikan bahwa produk yang beredar telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan ketentuan klaim yang berlaku di Indonesia.

Dengan memahami dan menerapkan Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM secara tepat, pelaku usaha tidak hanya memperoleh legalitas, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, serta meminimalkan risiko hukum di kemudian hari. Proses ini menjadi fondasi utama dalam membangun bisnis obat tradisional yang profesional dan kompetitif.

Oleh karena itu, Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM adalah bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia. Dengan pendampingan yang tepat dan berpengalaman, proses perizinan dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan ketentuan BPOM yang berlaku.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
🌐 Website: www.izinherbal.com

FAQ Syarat Izin Edar Obat Tradisional Sesuai Aturan BPOM

1. Apa itu izin edar obat tradisional BPOM?

Izin edar BPOM adalah persetujuan resmi agar obat tradisional dapat diedarkan secara legal di Indonesia.

2. Siapa yang wajib mengurus izin edar obat tradisional?

Setiap pelaku usaha yang memproduksi atau memasarkan obat tradisional wajib memenuhi syarat izin edar BPOM.

3. Apa saja jenis obat tradisional yang diatur BPOM?

Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka.

4. Apakah badan usaha harus berbentuk PT atau CV?

Ya, BPOM mensyaratkan badan usaha yang sah seperti PT atau CV.

5. Apakah CPOTB wajib dimiliki?

Wajib. Sarana produksi harus memenuhi standar CPOTB BPOM.

6. Apa dokumen utama yang harus disiapkan?

Formula produk, spesifikasi bahan, proses produksi, data mutu, dan desain label.

7. Apakah klaim khasiat boleh dibuat bebas?

Tidak. Klaim harus sesuai ketentuan dan referensi ilmiah BPOM.

8. Berapa lama proses izin edar BPOM?

Tergantung kelengkapan dokumen dan hasil evaluasi BPOM.

9. Apa risiko jika tidak memiliki izin edar BPOM?

Produk dapat ditarik dari peredaran dan dikenakan sanksi hukum.

10. Apakah izin BPOM bisa diurus melalui jasa konsultan?

Bisa. Proses ini merupakan bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

Siapa yang Menerbitkan Izin BPOM Obat Tradisional? Ini Penjelasan Resmi dan Lengkap

Siapa yang Menerbitkan Izin BPOM Obat Tradisional – Siapa yang Menerbitkan Izin BPOM Obat Tradisional merupakan pertanyaan mendasar yang paling sering diajukan oleh pelaku usaha jamu, herbal, dan obat tradisional. Memahami siapa yang menerbitkan izin BPOM obat tradisional sangat penting karena berkaitan langsung dengan legalitas, keamanan, dan kelayakan produk sebelum beredar secara resmi di Indonesia. Tanpa mengetahui siapa yang menerbitkan izin BPOM obat tradisional, pelaku usaha berisiko salah prosedur dalam proses perizinan.

Masih banyak pelaku usaha yang keliru mengira bahwa izin obat tradisional dapat diterbitkan oleh dinas daerah atau instansi lain. Padahal, penerbitan izin BPOM obat tradisional hanya dapat dilakukan oleh lembaga tertentu yang memiliki kewenangan resmi dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, memahami siapa yang menerbitkan izin BPOM obat tradisional menjadi langkah awal yang krusial sebelum memulai proses perizinan.

| baca juga : Cara Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional Secara Resmi dan Lengkap

Pengertian Izin BPOM Obat Tradisional

Izin BPOM Obat Tradisional adalah persetujuan resmi yang diberikan oleh pemerintah kepada produk obat tradisional agar dapat diproduksi, diedarkan, dan dipasarkan secara legal di Indonesia. Izin ini menunjukkan bahwa produk telah melalui proses evaluasi dan dinyatakan memenuhi standar keamanan, mutu, dan manfaat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Setiap produk obat tradisional, baik yang diproduksi di dalam negeri maupun impor, wajib memiliki izin BPOM sebelum beredar di pasaran. Tanpa izin tersebut, produk dianggap ilegal dan berisiko dikenakan sanksi hukum.

| baca juga :  Biaya Resmi Izin BPOM Obat Tradisional

Mengapa Pelaku Usaha Wajib Memahami Siapa yang Menerbitkan Izin BPOM Obat Tradisional?

Banyak kendala perizinan muncul karena pelaku usaha belum memahami secara tepat siapa yang menerbitkan izin BPOM obat tradisional. Kesalahan persepsi ini sering menyebabkan pengajuan dilakukan ke instansi yang tidak berwenang. Oleh karena itu, memahami siapa yang menerbitkan izin BPOM obat tradisional sejak awal akan membantu proses perizinan berjalan lebih efisien dan sesuai ketentuan BPOM RI.

Siapa yang Berwenang Menerbitkan Izin BPOM Obat Tradisional?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI)

Jawaban atas pertanyaan siapa yang menerbitkan izin BPOM obat tradisional adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). BPOM merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang memiliki kewenangan penuh dalam pengawasan obat dan makanan, termasuk obat tradisional.

BPOM RI bertanggung jawab dalam:

• Menyusun regulasi terkait obat tradisional
• Melakukan evaluasi dan penilaian produk
• Menerbitkan izin edar obat tradisional
• Melakukan pengawasan pasca edar

Dengan demikian, hanya BPOM RI yang berhak menerbitkan izin BPOM obat tradisional secara resmi dan sah. daftarkan izin BPOM sekarang

Kedudukan BPOM dalam Sistem Perizinan Nasional

BPOM berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia dan bertanggung jawab dalam menjamin keamanan, mutu, dan manfaat produk yang beredar di masyarakat. Dalam sistem perizinan nasional, BPOM berperan sebagai otoritas teknis yang melakukan evaluasi administratif dan ilmiah terhadap produk obat tradisional sebelum izin edar diterbitkan. Meskipun proses pengajuan izin dilakukan melalui sistem perizinan elektronik, keputusan akhir terkait penerbitan izin BPOM tetap berada di tangan BPOM RI sebagai lembaga yang berwenang.

BPOM juga menjalankan fungsi pengawasan pasca edar untuk memastikan produk yang telah memiliki izin tetap memenuhi ketentuan yang berlaku. Dengan peran tersebut, BPOM menjadi pilar utama dalam sistem perizinan nasional yang bertujuan melindungi masyarakat sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

| baca juga :  Kenapa Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional? Penyebab Fatal yang Wajib Dihindari

Apakah Dinas Kesehatan Daerah Menerbitkan Izin BPOM?

Banyak pelaku usaha yang masih bertanya apakah dinas kesehatan daerah memiliki kewenangan menerbitkan izin BPOM obat tradisional. Jawabannya adalah tidak.

Dinas Kesehatan Daerah tidak menerbitkan izin BPOM. Kewenangan penerbitan izin BPOM, termasuk izin BPOM obat tradisional, sepenuhnya berada pada Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) sebagai lembaga pemerintah pusat.

Peran Dinas Kesehatan Daerah umumnya terbatas pada pembinaan, pengawasan di wilayah masing-masing, serta pemberian rekomendasi atau pendampingan teknis tertentu. Namun, dinas kesehatan tidak memiliki kewenangan untuk menerbitkan izin edar BPOM.

Seluruh tahapan tersebut membuktikan bahwa proses evaluasi hingga keputusan akhir sepenuhnya berada pada BPOM RI, sehingga semakin jelas siapa yang menerbitkan izin BPOM obat tradisional secara sah di Indonesia. klik proses izin BPOM

Jenis Produk yang Izinnya Diterbitkan oleh BPOM

BPOM RI menerbitkan izin edar untuk berbagai kategori obat tradisional, antara lain:

• Jamu
• Obat Herbal Terstandar (OHT)
• Fitofarmaka
• Obat tradisional impor
• Produk herbal dalam berbagai bentuk sediaan

Semua kategori tersebut berada di bawah kewenangan BPOM RI, sehingga proses perizinannya mengikuti ketentuan dan evaluasi yang ditetapkan oleh BPOM.

Siapa yang Menerbitkan Izin BPOM Obat Tradisional?
Siapa yang Menerbitkan Izin BPOM Obat Tradisional?

Proses BPOM dalam Menerbitkan Izin Obat Tradisional

Untuk memahami lebih jauh siapa yang menerbitkan izin BPOM obat tradisional, pelaku usaha juga perlu mengetahui proses yang dilakukan BPOM sebelum izin diterbitkan.

BPOM akan melakukan:

1. Evaluasi administratif dokumen perusahaan
2. Penilaian formula dan bahan baku
3. Evaluasi klaim produk
4. Penilaian sarana produksi (CPOTB)
5. Klarifikasi dan perbaikan jika diperlukan

Setelah seluruh tahapan tersebut dinyatakan memenuhi ketentuan, BPOM RI akan menerbitkan izin edar obat tradisional.

| baca juga : Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional

Mengapa Izin BPOM Harus Diterbitkan oleh BPOM RI?

Izin BPOM harus diterbitkan oleh BPOM RI karena BPOM merupakan lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan resmi dalam pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Kewenangan ini diberikan untuk memastikan setiap produk, termasuk obat tradisional, telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan manfaat sebelum diedarkan kepada masyarakat.

BPOM RI memiliki sistem evaluasi yang terintegrasi, meliputi penilaian dokumen, formula, bahan baku, klaim produk, serta kepatuhan terhadap standar produksi. Dengan proses evaluasi yang terpusat, BPOM dapat menjaga konsistensi mutu dan keamanan produk secara nasional, sehingga perlindungan konsumen dapat diterapkan secara menyeluruh.

Selain itu, penerbitan izin oleh BPOM RI memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha dan memudahkan pengawasan pasca edar. Oleh karena itu, kewenangan penerbitan izin BPOM tidak dapat dialihkan kepada instansi lain selain BPOM RI.

| baca juga :  Cara Mendapatkan Izin BPOM Obat Tradisional

Risiko Jika Produk Tidak Memiliki Izin BPOM

Produk obat tradisional yang beredar tanpa izin BPOM berisiko:

• Ditarik dari peredaran
• Dikenakan sanksi administratif
• Dijerat sanksi pidana
• Kehilangan kepercayaan konsumen
• Menghambat pengembangan bisnis

Risiko ini sering terjadi akibat pelaku usaha tidak memahami dengan benar siapa yang menerbitkan izin BPOM obat tradisional dan mengabaikan prosedur resmi yang ditetapkan BPOM RI. klik cara mengurus izin BPOM

Peran Sistem Elektronik dalam Penerbitan Izin BPOM

Saat ini, proses pengajuan izin BPOM obat tradisional dilakukan melalui sistem elektronik resmi BPOM. Meskipun pengajuan dilakukan secara online, proses evaluasi dan penerbitan izin tetap dilakukan oleh BPOM RI.

Peran sistem elektronik dalam penerbitan izin BPOM sangat penting dalam mendukung proses perizinan yang transparan, efisien, dan terintegrasi. Saat ini, pengajuan izin BPOM obat tradisional dilakukan melalui sistem elektronik resmi BPOM yang memungkinkan pelaku usaha mengajukan permohonan secara daring tanpa harus datang langsung.

Melalui sistem elektronik tersebut, pelaku usaha dapat mengunggah dokumen persyaratan, memantau status permohonan, serta menanggapi klarifikasi atau perbaikan yang diminta oleh evaluator BPOM. Sistem ini membantu mempercepat alur administrasi dan mengurangi potensi kesalahan pengajuan.

Meskipun pengajuan dilakukan secara elektronik, kewenangan evaluasi dan penerbitan izin BPOM tetap berada pada BPOM RI. Sistem elektronik berfungsi sebagai sarana administrasi dan monitoring, bukan sebagai pihak yang menerbitkan izin. Dengan demikian, sistem elektronik mendukung efektivitas proses, sementara keputusan akhir tetap ditetapkan oleh BPOM RI.

| baca juga :  Syarat Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional

Tantangan Pelaku Usaha dalam Mengurus Izin BPOM

Banyak pelaku usaha menghadapi kendala seperti:

• Kurangnya pemahaman regulasi BPOM
• Dokumen produk tidak sesuai ketentuan
• Klaim produk berlebihan
• Sarana produksi belum memenuhi CPOTB

Kendala tersebut sering memperlambat proses penerbitan izin BPOM obat tradisional. konsultasi gratis bersama Permatamas

Pentingnya Jasa Profesional dalam Pengurusan Izin BPOM

Karena izin BPOM obat tradisional diterbitkan oleh BPOM RI dengan evaluasi yang ketat, pelaku usaha perlu memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sejak awal. Di sinilah peran jasa profesional menjadi sangat penting.

Pendampingan profesional membantu:

• Menyiapkan dokumen sesuai standar BPOM
• Menghindari kesalahan fatal dalam pengajuan
• Mempercepat proses evaluasi
• Meminimalkan risiko penolakan

| baca juga :  Berapa Lama Proses Izin BPOM Obat Tradisional? Panduan Lengkap untuk Pelaku Usaha

Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia

Siapa yang Menerbitkan Izin BPOM Obat Tradisional adalah bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia. Permatamas Indonesia membantu pelaku usaha memahami bahwa izin BPOM hanya diterbitkan oleh BPOM RI dan mendampingi seluruh proses pengurusannya agar sesuai regulasi.

Permatamas Indonesia berperan sebagai konsultan dan pendamping, bukan sebagai penerbit izin. Dengan tim berpengalaman dan berlatar belakang hukum, Permatamas Indonesia memastikan seluruh persyaratan dipenuhi sehingga BPOM RI dapat menerbitkan izin edar obat tradisional secara sah.

Beberapa keunggulan menggunakan layanan Permatamas Indonesia antara lain:

• Pendampingan dari awal hingga izin terbit
• Pemahaman regulasi BPOM yang komprehensif
• Proses lebih terarah dan efisien
• Mengurangi risiko penolakan izin
• Dukungan profesional berpengalaman

Dengan pendampingan yang tepat, proses perizinan menjadi lebih aman dan terkontrol.

| baca juga :  Tahapan Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional : Panduan Lengkap & Praktis

Pentingnya Mengetahui Siapa yang Menerbitkan Izin BPOM Obat Tradisional

Mengetahui siapa yang menerbitkan izin BPOM obat tradisional adalah langkah awal yang wajib dipahami setiap pelaku usaha. Jawaban atas pertanyaan siapa yang menerbitkan izin BPOM obat tradisional adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Dengan memahami siapa yang menerbitkan izin BPOM obat tradisional, pelaku usaha dapat menghindari kesalahan fatal dalam proses perizinan dan memastikan produk beredar secara legal.

Memahami hal ini sangat penting bagi pelaku usaha agar tidak salah langkah dalam mengurus perizinan. Bagi pelaku usaha yang ingin proses lebih cepat, tepat, dan sesuai regulasi, Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia menjadi solusi profesional yang dapat diandalkan.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
🌐 Website: www.izinherbal.com

FAQ Singkat – Siapa yang Menerbitkan Izin BPOM Obat Tradisional

1. Siapa yang menerbitkan izin BPOM obat tradisional?

Izin BPOM obat tradisional diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

2. Apakah dinas kesehatan daerah bisa menerbitkan izin BPOM obat tradisional?

Tidak. Dinas kesehatan daerah tidak memiliki kewenangan menerbitkan izin BPOM obat tradisional.

3. Apakah izin BPOM obat tradisional wajib dimiliki?

Ya, seluruh obat tradisional yang diedarkan di Indonesia wajib memiliki izin BPOM.

4. Produk apa saja yang izinnya diterbitkan oleh BPOM?

BPOM menerbitkan izin untuk jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), fitofarmaka, dan obat tradisional impor.

5. Bagaimana proses BPOM menerbitkan izin obat tradisional?

BPOM melakukan evaluasi administratif, teknis, formula, klaim, dan sarana produksi sebelum izin edar diterbitkan.

6. Apakah pengajuan izin BPOM dilakukan secara online?

Ya, pengajuan izin BPOM obat tradisional dilakukan melalui sistem elektronik resmi BPOM.

7. Apa risiko jika obat tradisional tidak memiliki izin BPOM?

Produk dapat ditarik dari peredaran dan dikenakan sanksi administratif hingga pidana.

8. Apakah izin BPOM obat tradisional bisa dibantu jasa konsultan?

Bisa. Pendampingan profesional membantu mempercepat proses dan meminimalkan risiko penolakan.

9. Apakah artikel ini bagian dari layanan Permatamas Indonesia?

Ya, Siapa yang Menerbitkan Izin BPOM Obat Tradisional adalah bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia.

Jasa Pengurusan Izin Sertifikasi Halal
Jasa Pengurusan Izin Sertifikasi Halal

Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional

Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional – Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional merupakan ketentuan wajib yang harus dipahami dan dipatuhi oleh setiap pelaku usaha yang memproduksi, mengimpor, atau mengedarkan obat tradisional di Indonesia. Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan regulasi ini untuk memastikan bahwa obat tradisional yang beredar aman, bermutu, dan memiliki manfaat sesuai klaim.

Bagi pelaku usaha, memahami Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional bukan hanya soal kepatuhan hukum, tetapi juga langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan kepercayaan konsumen. Tanpa izin BPOM, obat tradisional tidak dapat diedarkan secara legal dan berisiko dikenakan sanksi.

Pengertian Izin BPOM Obat Tradisional

Izin BPOM Obat Tradisional adalah persetujuan resmi yang diberikan oleh BPOM kepada produk obat tradisional agar dapat diproduksi dan diedarkan di wilayah Indonesia. Izin ini diterbitkan setelah produk dinyatakan memenuhi ketentuan keamanan, mutu, dan manfaat berdasarkan peraturan yang berlaku.

Dalam praktiknya, Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional mengatur seluruh aspek produk, mulai dari bahan baku, proses produksi, penandaan, hingga klaim khasiat yang dicantumkan pada kemasan.

Dasar Hukum Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional

Pelaksanaan Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional mengacu pada beberapa dasar hukum utama, antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait obat tradisional
3. Ketentuan teknis BPOM mengenai pendaftaran, produksi, dan pengawasan obat tradisional

Dasar hukum ini menjadi landasan dalam proses evaluasi, penerbitan izin edar, serta pengawasan obat tradisional di Indonesia.

Mengapa Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional Wajib Dipatuhi?

Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional wajib dipatuhi karena menyangkut keselamatan masyarakat luas. Obat tradisional dikonsumsi langsung oleh masyarakat, sehingga harus dipastikan tidak mengandung bahan berbahaya dan diproduksi sesuai standar yang ditetapkan.

Selain itu, kepatuhan terhadap Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional memberikan beberapa manfaat penting, antara lain:

• Menjamin keamanan dan mutu produk
• Melindungi konsumen dari produk berisiko
• Memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha
• Meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk
• Mendukung pengawasan pemerintah secara berkelanjutan

Dengan demikian, izin BPOM bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari tanggung jawab produsen dan distributor obat tradisional. daftarkan izin BPOM sekarang

Jenis Produk yang Wajib Memiliki Izin BPOM Obat Tradisional

Berdasarkan Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional, produk yang wajib didaftarkan meliputi:

• Jamu
• Obat Herbal Terstandar (OHT)
• Fitofarmaka
• Obat tradisional impor
• Produk obat tradisional dalam bentuk kapsul, tablet, serbuk, cair, dan bentuk lainnya

Seluruh produk tersebut wajib memperoleh izin edar sebelum dipasarkan di Indonesia.

Klasifikasi Obat Tradisional Menurut BPOM

Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional mengelompokkan produk obat tradisional ke dalam beberapa kategori, yaitu:

1. Jamu, berbasis penggunaan empiris turun-temurun
2. Obat Herbal Terstandar (OHT), telah melalui uji praklinik
3. Fitofarmaka, telah melalui uji klinik

Klasifikasi ini memengaruhi persyaratan dokumen dan tingkat evaluasi dalam proses perizinan.

Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional
Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional

Persyaratan Umum Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional

Persyaratan Umum Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional merupakan ketentuan dasar yang wajib dipenuhi oleh pelaku usaha sebelum mengajukan izin edar obat tradisional ke BPOM. Persyaratan ini ditetapkan untuk memastikan bahwa produk yang diedarkan aman dikonsumsi, bermutu, dan diproduksi sesuai standar yang berlaku.

Secara umum, persyaratan yang harus dipenuhi meliputi:

1. Legalitas Usaha yang Sah
Pelaku usaha wajib memiliki badan usaha berbadan hukum, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan NPWP yang sesuai dengan kegiatan produksi atau distribusi obat tradisional.

2. Sarana Produksi Memenuhi CPOTB
Fasilitas produksi harus memenuhi standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) sesuai ketentuan BPOM, baik untuk produsen dalam negeri maupun kerja sama maklon.

3. Dokumen Formula dan Bahan Baku
Produk wajib memiliki dokumen formula yang jelas serta menggunakan bahan baku yang aman dan tidak termasuk dalam daftar bahan yang dilarang oleh BPOM.

4. Dokumen Proses Produksi
Proses pembuatan obat tradisional harus terdokumentasi dengan baik, mulai dari penerimaan bahan baku hingga produk jadi.

5. Label dan Klaim Produk Sesuai Ketentuan
Penandaan produk, termasuk label dan klaim khasiat, harus sesuai dengan Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional dan tidak menyesatkan konsumen.

6. Dokumen Pendukung Lainnya
Termasuk spesifikasi produk, kemasan, serta dokumen teknis lain yang dipersyaratkan oleh BPOM.

Pemenuhan Persyaratan Umum Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional menjadi dasar utama dalam proses evaluasi izin edar. Apabila persyaratan tidak lengkap atau tidak sesuai, BPOM berhak meminta perbaikan atau menolak pengajuan izin.

Sebagai informasi, pemenuhan persyaratan ini merupakan bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia, yang membantu pelaku usaha agar proses perizinan berjalan lebih efektif dan sesuai regulasi. klik proses izin BPOM

Tahapan Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional

1. Persiapan Legalitas Usaha
Pelaku usaha wajib memiliki badan usaha yang sah, NIB, NPWP, dan izin usaha sesuai bidang obat tradisional.

2. Pemenuhan Standar Produksi
Sarana produksi harus memenuhi ketentuan CPOTB sesuai Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional.

3. Penyusunan Dokumen Produk
Dokumen meliputi formula, spesifikasi bahan, proses produksi, hingga rancangan label.

4. Pendaftaran Melalui Sistem BPOM
Pengajuan izin dilakukan secara elektronik melalui sistem resmi BPOM.

5. Evaluasi dan Klarifikasi
BPOM akan melakukan evaluasi dokumen dan dapat meminta perbaikan atau klarifikasi.

6. Penerbitan Izin Edar
Jika seluruh persyaratan terpenuhi, BPOM akan menerbitkan izin edar obat tradisional.

Estimasi Waktu Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional

Estimasi waktu pengurusan izin BPOM obat tradisional bervariasi tergantung pada jenis produk, kelengkapan dokumen, serta kesiapan sarana produksi yang diajukan oleh pelaku usaha. BPOM melakukan evaluasi administratif dan teknis secara bertahap untuk memastikan produk memenuhi ketentuan keamanan, mutu, dan manfaat.

Secara umum, estimasi waktu pengurusan izin BPOM obat tradisional adalah sebagai berikut:

1. Jamu
Proses pengurusan izin BPOM jamu umumnya memerlukan waktu sekitar 2–4 bulan, tergantung kelengkapan dokumen formula dan kepatuhan terhadap ketentuan CPOTB.

2. Obat Herbal Terstandar (OHT)
Estimasi waktu pengurusan izin BPOM OHT berkisar 4–6 bulan, karena memerlukan dokumen uji praklinik sebagai bagian dari evaluasi.

3. Fitofarmaka
Pengurusan izin BPOM fitofarmaka dapat memakan waktu 6–12 bulan atau lebih, mengingat adanya persyaratan uji klinik dan evaluasi yang lebih mendalam.

Perlu diperhatikan bahwa estimasi waktu tersebut dapat menjadi lebih lama apabila terjadi kekurangan dokumen, klaim produk tidak sesuai, atau sarana produksi belum memenuhi standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Oleh karena itu, persiapan yang matang dan pendampingan profesional sangat berperan dalam mempercepat proses perizinan. klik cara mengurus izin BPOM

Kendala yang Sering Terjadi dalam Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional

Beberapa kendala umum dalam penerapan Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional antara lain:

• Dokumen tidak sesuai standar BPOM
• Klaim produk berlebihan
• Sarana produksi belum memenuhi CPOTB
• Kurangnya pemahaman regulasi

Kendala ini dapat menyebabkan proses izin menjadi lebih lama atau bahkan ditolak. konsultasi gratis bersama Permatamas

Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional Bersama Permatamas Indonesia

Mengurus Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional membutuhkan ketelitian tinggi, pemahaman regulasi BPOM, serta kesiapan dokumen dan sarana produksi. Kesalahan kecil dapat menyebabkan proses berlarut-larut atau bahkan penolakan izin edar. Karena itu, menggunakan pendampingan profesional adalah langkah tepat untuk memastikan izin BPOM terbit tanpa kendala.

Permatamas Indonesia hadir sebagai mitra terpercaya dalam Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional. Kami mendampingi Anda mulai dari pengecekan legalitas usaha, pemenuhan standar CPOTB, penyusunan dokumen produk, hingga pendampingan proses evaluasi BPOM secara menyeluruh. Proses dilakukan terstruktur, transparan, dan sesuai peraturan yang berlaku.

🎯 Kenapa memilih Permatamas Indonesia?

• Pendampingan dari awal hingga izin edar terbit
• Tim berpengalaman dan berlatar belakang hukum
• Proses lebih cepat dan minim risiko penolakan
• Fokus pada kepatuhan regulasi BPOM terbaru

📌 Saatnya urus izin BPOM obat tradisional dengan aman dan profesional.
Percayakan Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional kepada Permatamas Indonesia dan fokuslah mengembangkan bisnis Anda tanpa khawatir soal perizinan.

👉 Hubungi Permatamas Indonesia sekarang untuk konsultasi dan mulai proses pengurusan izin BPOM obat tradisional Anda.

Pentingnya Memahami dan mematuhi Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional

Memahami dan mematuhi Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional merupakan langkah penting bagi setiap pelaku usaha di bidang obat tradisional. Dengan izin BPOM yang sah, produk dapat diedarkan secara legal, aman, dan dipercaya oleh konsumen.

Bagi pelaku usaha yang ingin fokus pada pengembangan produk dan pemasaran, Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia menjadi solusi profesional untuk memastikan seluruh proses perizinan berjalan sesuai ketentuan.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
🌐 Website: www.izinherbal.com

FAQ Singkat – Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional

1. Apa yang dimaksud dengan Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional?

Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional adalah ketentuan resmi yang mengatur pendaftaran, produksi, dan peredaran obat tradisional agar aman dan bermutu.

2. Apakah semua obat tradisional wajib memiliki izin BPOM?

Ya, seluruh obat tradisional yang diedarkan di Indonesia wajib memiliki izin edar BPOM.

3. Apa dasar hukum Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional?

Dasar hukumnya antara lain Undang-Undang Kesehatan dan Peraturan BPOM terkait obat tradisional.

4. Jenis produk apa saja yang wajib memiliki izin BPOM obat tradisional?

Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), Fitofarmaka, serta obat tradisional lokal dan impor.

5. Mengapa izin BPOM obat tradisional penting bagi pelaku usaha?

Karena memberikan legalitas produk, perlindungan hukum, dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

6. Apa saja persyaratan umum izin BPOM obat tradisional?

Legalitas usaha, sarana produksi sesuai CPOTB, dokumen formula, serta label dan klaim sesuai ketentuan.

7. Berapa lama proses pengurusan izin BPOM obat tradisional?

Estimasi waktu bervariasi, umumnya beberapa bulan tergantung jenis produk dan kelengkapan dokumen.

8. Apa kendala yang sering terjadi dalam pengurusan izin BPOM obat tradisional?

Dokumen tidak sesuai standar, klaim berlebihan, dan sarana produksi belum memenuhi ketentuan.

9. Apakah pengurusan izin BPOM obat tradisional bisa dibantu konsultan?

Ya, penggunaan jasa profesional dapat mempercepat proses dan mengurangi risiko penolakan.

10. Apakah Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional termasuk layanan Permatamas Indonesia?

Ya, Peraturan Izin BPOM Obat Tradisional adalah bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

Penyebab Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional | Solusi Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional

Solusi Tepat Menghindari Penyebab Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional – Mengurus izin BPOM untuk produk obat tradisional bukanlah proses yang sederhana. Banyak pelaku usaha mengalami penolakan karena tidak memahami secara detail ketentuan dan prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, memahami Penyebab Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional menjadi langkah awal yang sangat penting agar produk dapat memperoleh izin edar secara legal dan aman.

Artikel ini akan mengulas secara lengkap berbagai penyebab ditolak izin BPOM obat tradisional, kesalahan yang sering terjadi dalam proses pengajuan, serta gambaran umum solusi yang dapat dilakukan agar risiko penolakan dapat diminimalkan. Pembahasan ini juga merupakan bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia yang membantu pelaku usaha dalam memenuhi ketentuan regulasi BPOM.

Apa Itu Izin BPOM Obat Tradisional dan Mengapa Sering Ditolak?

Izin BPOM Obat Tradisional adalah persetujuan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menyatakan bahwa suatu produk obat tradisional telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan klaim manfaat sesuai peraturan yang berlaku. Tanpa izin ini, produk obat tradisional tidak dapat diedarkan secara legal di Indonesia.

Karena produk obat tradisional dikonsumsi langsung oleh masyarakat, BPOM melakukan proses evaluasi yang sangat ketat. Setiap tahapan pengajuan akan diteliti secara detail. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, maka permohonan dapat ditolak. Inilah sebabnya mengapa penyebab ditolak izin BPOM obat tradisional perlu dipahami secara menyeluruh. daftar izin BPOM sekarang

Syarat Izin BPOM Obat Tradisional

Syarat Izin BPOM Obat Tradisional wajib dipenuhi oleh pelaku usaha agar produk obat tradisional dapat diedarkan secara legal, aman, dan sesuai ketentuan Badan POM Republik Indonesia. Pemenuhan syarat ini bertujuan melindungi konsumen sekaligus memastikan mutu produk tetap terjaga.

Untuk menghindari berbagai penyebab ditolak izin BPOM obat tradisional, pelaku usaha wajib memenuhi persyaratan berikut:

1. Legalitas Badan Usaha
Pemohon harus memiliki badan usaha yang sah secara hukum, seperti PT, CV, atau koperasi, yang dibuktikan dengan akta pendirian dan pengesahan yang berlaku.

2. Nomor Induk Berusaha (NIB)
NIB wajib dimiliki sebagai identitas resmi pelaku usaha dan harus sesuai dengan kegiatan usaha di bidang produksi atau distribusi obat tradisional.

3. Izin Produksi Obat Tradisional
Perusahaan harus memiliki izin produksi yang sesuai dengan jenis dan skala usaha obat tradisional yang dijalankan.

4. Sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB)
CPOTB merupakan syarat utama dalam pengajuan izin BPOM obat tradisional. Sertifikat ini membuktikan bahwa fasilitas produksi telah memenuhi standar mutu dan keamanan.

5. Penanggung Jawab Teknis yang Kompeten
Perusahaan wajib menunjuk penanggung jawab teknis yang memiliki kompetensi dan kualifikasi sesuai ketentuan BPOM.

6. Data Teknis dan Formula Produk
Meliputi komposisi bahan, proses pembuatan, spesifikasi bahan baku, serta data pendukung lainnya yang konsisten dan sesuai regulasi.

7. Hasil Uji Laboratorium Produk
Produk harus melalui uji laboratorium untuk memastikan tidak mengandung cemaran berbahaya dan memenuhi standar mutu obat tradisional.

8. Label dan Kemasan Sesuai Ketentuan BPOM
Label wajib mencantumkan informasi lengkap seperti nama produk, komposisi, aturan pakai, peringatan, dan identitas produsen.

9. Klaim Khasiat yang Diperbolehkan
Klaim harus bersifat tradisional, tidak berlebihan, dan tidak menyesatkan konsumen.

10. Pengajuan Melalui Sistem Registrasi BPOM
Seluruh persyaratan harus diunggah dan diinput secara benar melalui sistem resmi BPOM agar proses evaluasi dapat berjalan lancar. klik cara mengurus izin BPOM

Penyebab Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional yang Paling Sering Terjadi

Berikut adalah faktor-faktor utama penyebab ditolak izin BPOM obat tradisional yang paling sering terjadi:

1. Dokumen Administrasi Tidak Lengkap – Penyebab Utama Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional
Ketidaklengkapan dokumen menjadi penyebab penolakan paling umum. Dokumen yang wajib dipenuhi meliputi legalitas badan usaha, NIB, izin produksi, serta data penanggung jawab teknis. Jika salah satu dokumen tidak valid atau tidak sesuai, pengajuan dapat langsung ditolak.

2. Tidak Memiliki Sertifikat CPOTB sebagai Syarat Izin BPOM Obat Tradisional
Sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) merupakan syarat mutlak. Tanpa CPOTB yang sesuai dengan ruang lingkup produksi, BPOM menilai fasilitas belum memenuhi standar keamanan dan mutu.

3. Komposisi Bahan Tidak Sesuai Ketentuan BPOM Obat Tradisional
Penggunaan bahan yang dilarang, bahan kimia obat (BKO), atau pencantuman komposisi yang tidak lengkap merupakan penyebab serius ditolaknya izin BPOM obat tradisional.

4. Klaim Khasiat Berlebihan Menjadi Penyebab Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional
BPOM hanya memperbolehkan klaim tradisional yang rasional dan tidak menyesatkan. Klaim dapat menyembuhkan penyakit berat atau menggantikan obat medis sering menjadi alasan utama penolakan.

5. Label dan Kemasan Tidak Sesuai Standar Izin BPOM Obat Tradisional
Label wajib mencantumkan informasi produk secara lengkap dan jelas. Kesalahan penulisan, informasi yang kurang, atau desain kemasan yang menyesatkan dapat menyebabkan izin BPOM ditolak.

6. Hasil Uji Laboratorium Tidak Memenuhi Syarat BPOM Obat Tradisional
Produk obat tradisional wajib lulus uji keamanan dan mutu. Jika ditemukan cemaran mikroba, logam berat, atau zat berbahaya, maka izin tidak dapat diterbitkan.

7. Data Teknis Produk Tidak Konsisten dalam Pengajuan Izin BPOM Obat Tradisional
Perbedaan data antara dokumen, formula, dan proses produksi menjadi perhatian serius BPOM. Ketidaksesuaian ini sering menjadi penyebab ditolak izin BPOM obat tradisional.

8. Kesalahan Input Data di Sistem BPOM Obat Tradisional
Kesalahan teknis dalam pengisian data online, unggahan dokumen yang tidak sesuai format, atau informasi yang tidak sinkron dapat menghambat proses hingga berujung penolakan.

9. Kesalahan Klasifikasi Produk sebagai Penyebab Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional
Kesalahan dalam menentukan kategori obat tradisional seperti jamu, obat herbal terstandar, atau fitofarmaka dapat menyebabkan persyaratan yang diajukan tidak sesuai.

Mengapa Penolakan Izin BPOM Obat Tradisional Sering Terjadi?

Sebagian besar penolakan terjadi karena pelaku usaha belum memahami secara menyeluruh regulasi BPOM yang terus diperbarui. Kurangnya pengalaman, keterbatasan informasi, dan kesalahan teknis menjadi faktor utama munculnya penyebab ditolak izin BPOM obat tradisional.

Tanpa pendampingan yang tepat, proses pengajuan izin dapat memakan waktu lama dan berulang kali mengalami revisi. klik proses izin edar BPOM

Penyebab Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional
Penyebab Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional

Cara Menghindari Penyebab Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional

Agar proses registrasi berjalan lancar, pelaku usaha perlu melakukan persiapan yang tepat sejak awal. Berikut langkah strategis untuk menghindari penyebab ditolak izin BPOM obat tradisional:

• Lengkapi dan Validasi Dokumen Sejak Awal
• Penuhi Sertifikat CPOTB Sesuai Ruang Lingkup Produksi
• Pastikan Komposisi Bahan Sesuai Regulasi BPOM
• Susun Klaim Khasiat yang Rasional dan Diperbolehkan
• Optimalkan Label dan Kemasan Sesuai Standar
• Lakukan Uji Laboratorium yang Memenuhi Standar
• Jaga Konsistensi Data Teknis Produk
• Isi Data di Sistem BPOM dengan Teliti
• Tentukan Klasifikasi Produk yang Tepat
• Gunakan Pendampingan Profesional

Langkah-langkah ini akan jauh lebih efektif jika dilakukan dengan bantuan profesional.

Dampak Jika Izin BPOM Obat Tradisional Ditolak oleh BPOM

Penolakan izin BPOM obat tradisional bukan sekadar persoalan administrasi. Dampaknya dapat memengaruhi operasional, finansial, hingga reputasi bisnis secara signifikan. Penolakan izin BPOM tidak hanya menghambat pemasaran produk, tetapi juga berdampak pada:

• Kerugian biaya dan waktu
• Penundaan distribusi produk
• Menurunnya kepercayaan mitra bisnis
• Risiko sanksi jika produk terlanjur beredar

Oleh karena itu, memahami penyebab ditolak izin BPOM obat tradisional sejak awal sangatlah penting.

Solusi Menghindari Penyebab Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional Bersama Permatamas Indonesia

Memahami dan menghindari penyebab ditolak izin BPOM obat tradisional merupakan bagian penting dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia. Dengan pengalaman dan tim profesional, Permatamas Indonesia membantu pelaku usaha melalui:

• Analisis awal potensi penolakan
• Pendampingan pengurusan CPOTB
• Review komposisi dan klaim produk
• Pemeriksaan label dan kemasan
• Pendampingan pengajuan hingga izin BPOM terbit, konsultasi gratis bersama Permatamas

Pendekatan ini dirancang untuk meminimalkan risiko penolakan dan mempercepat proses perizinan.

Mengapa Memilih Permatamas Indonesia untuk Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional

• Berpengalaman dalam pengurusan izin BPOM obat tradisional
• Tim profesional berlatar belakang hukum dan regulasi
• Proses terstruktur dan transparan
• Pendampingan menyeluruh dari awal hingga izin terbit

Permatamas Indonesia berkomitmen membantu pelaku usaha agar produk obat tradisional dapat beredar secara legal, aman, dan berkelanjutan.

Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia

Menggunakan jasa pengurusan izin BPOM obat tradisional merupakan solusi efektif untuk memastikan proses perizinan berjalan lancar dan sesuai ketentuan. Layanan ini merupakan bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang berpengalaman mendampingi pelaku usaha obat tradisional dari tahap persiapan hingga izin edar resmi diterbitkan.

Dengan pendampingan yang profesional dan terstruktur, pengurusan izin BPOM obat tradisional menjadi lebih mudah, aman, dan efisien bagi perkembangan bisnis Anda.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
🌐 Website: www.izinherbal.com

Pentingnya Mengetahui Penyebab Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional

Penyebab ditolak izin BPOM obat tradisional umumnya berasal dari ketidaksiapan dokumen, ketidaksesuaian produk dengan regulasi, serta kesalahan teknis dalam proses pendaftaran. Dengan memahami penyebab-penyebab tersebut, pelaku usaha dapat menghindari kesalahan yang sama dan meningkatkan peluang keberhasilan.

Sebagai bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia, pemahaman mendalam terhadap regulasi dan proses BPOM menjadi kunci utama agar produk obat tradisional dapat memperoleh izin edar secara legal, aman, dan berkelanjutan.

FAQ Penyebab Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional

1. Apa penyebab paling sering izin BPOM obat tradisional ditolak?

Penyebab utamanya adalah dokumen tidak lengkap, belum memiliki sertifikat CPOTB, komposisi bahan tidak sesuai, klaim khasiat berlebihan, serta label dan kemasan yang tidak memenuhi ketentuan BPOM.

2. Apakah CPOTB wajib untuk mengurus izin BPOM obat tradisional?

Ya. Sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) merupakan syarat utama dan wajib dipenuhi oleh produsen obat tradisional.

3. Apakah produk yang pernah ditolak BPOM masih bisa diajukan kembali?

Bisa. Pengajuan ulang dapat dilakukan setelah seluruh catatan perbaikan dari BPOM dipenuhi dan penyebab penolakan diperbaiki.

4. Mengapa klaim khasiat sering menyebabkan izin BPOM ditolak?

Karena BPOM hanya mengizinkan klaim tradisional yang rasional dan tidak menyesatkan. Klaim menyembuhkan penyakit berat sering menjadi alasan penolakan.

5. Bagaimana cara menghindari penolakan izin BPOM obat tradisional?

Dengan melengkapi dokumen sejak awal, memenuhi CPOTB, memastikan komposisi dan klaim sesuai regulasi, serta menggunakan pendampingan profesional seperti Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

Kenapa Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional? Penyebab Fatal yang Wajib Dihindari

Kenapa Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional?  – Kenapa Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional menjadi pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pelaku usaha jamu, herbal, dan obat tradisional di Indonesia. Banyak produsen merasa telah menyiapkan produk dengan baik, namun tetap menerima notifikasi penolakan dari BPOM. Penolakan izin BPOM tentu berdampak besar terhadap kelangsungan bisnis karena produk tidak dapat diedarkan secara legal.

Artikel ini akan mengulas secara lengkap Kenapa Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional, mulai dari kesalahan administrasi, ketidaksesuaian formula, hingga kekeliruan dalam proses registrasi. Dengan memahami penyebabnya, pelaku usaha dapat mempersiapkan pengajuan izin BPOM obat tradisional secara lebih matang dan tepat. Kenapa Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional adalah bagian dari Jasa Izin Edar Obat Tradisional Permatamas Indonesia, yang fokus membantu pelaku usaha agar izin BPOM dapat diterbitkan tanpa hambatan.

Apa Itu Izin BPOM Obat Tradisional?

Izin BPOM Obat Tradisional adalah izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia yang wajib dimiliki agar produk obat tradisional dapat diproduksi, dipasarkan, dan diedarkan secara legal di Indonesia. Izin ini menjadi bukti bahwa produk Anda telah lolos evaluasi keamanan, mutu, dan klaim manfaat sesuai regulasi BPOM.

Tanpa izin BPOM, produk obat tradisional tidak dapat dijual di marketplace, apotek, maupun didistribusikan secara luas. Risiko sanksi, penarikan produk, hingga penghentian usaha dapat terjadi jika perizinan tidak dipenuhi. Karena itu, pengurusan izin BPOM obat tradisional bukan sekadar formalitas, melainkan langkah penting untuk melindungi bisnis Anda.

Dengan pendampingan profesional, proses pengurusan izin BPOM obat tradisional dapat dilakukan lebih cepat, tertib, dan minim risiko penolakan. Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia, solusi terpercaya untuk membantu produk obat tradisional Anda siap edar secara legal, aman, dan berdaya saing tinggi. daftar izin BPOM sekarang

Pentingnya Izin BPOM untuk Obat Tradisional

Izin BPOM obat tradisional merupakan persetujuan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia yang menyatakan bahwa produk obat tradisional telah memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan klaim manfaat. Tanpa izin BPOM, obat tradisional tidak boleh diproduksi massal, dipasarkan, maupun dijual secara bebas.

Namun pada praktiknya, tidak sedikit pelaku usaha yang mengalami kendala hingga akhirnya bertanya, kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional, padahal produk sudah beredar lama atau telah digunakan secara turun-temurun.

Kenapa Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional?

Berikut adalah penyebab paling umum kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional yang sering terjadi di lapangan.

1. Dokumen Administrasi Tidak Lengkap

Salah satu alasan utama kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional adalah kelengkapan dokumen administrasi yang tidak sesuai ketentuan. Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

• Data perusahaan tidak sinkron dengan OSS
• NIB tidak sesuai KBLI obat tradisional
• Akta perusahaan belum diperbarui
• Dokumen penanggung jawab teknis tidak valid

BPOM sangat ketat dalam menilai legalitas perusahaan. Kesalahan kecil dalam dokumen administrasi dapat langsung berujung pada penolakan izin BPOM obat tradisional.

2. Komposisi Bahan Tidak Sesuai Ketentuan

Alasan berikutnya kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional adalah komposisi bahan yang tidak sesuai regulasi. BPOM melarang penggunaan:

• Bahan Kimia Obat (BKO)
• Bahan berbahaya atau dilarang
• Bahan dengan dosis melebihi ambang batas

Banyak pelaku usaha tidak menyadari bahwa beberapa bahan herbal tertentu memiliki batas maksimal penggunaan. Ketidaksesuaian ini menjadi penyebab klasik kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional.

3. Klaim Khasiat Berlebihan

Klaim manfaat produk yang tidak sesuai ketentuan merupakan faktor penting kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional. Contoh klaim yang sering ditolak:

• Menyembuhkan penyakit berat
• Klaim medis tanpa dasar ilmiah
• Klaim menyerupai obat keras

BPOM hanya memperbolehkan klaim yang bersifat tradisional, empiris, dan sesuai kategori produk. Klaim berlebihan sering menjadi penyebab utama penolakan.

4. Label dan Kemasan Tidak Sesuai

Banyak pelaku usaha mengabaikan pentingnya label dan kemasan, padahal ini adalah alasan umum kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional. Kesalahan yang sering ditemukan antara lain:

• Tidak mencantumkan komposisi lengkap
• Tidak ada aturan pakai
• Tidak mencantumkan peringatan
• Desain label menyesatkan

BPOM menilai label sebagai sumber informasi utama konsumen, sehingga ketidaksesuaian label langsung berdampak pada penolakan.

5. Sarana Produksi Tidak Memenuhi CPOTB

CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) adalah standar wajib dalam produksi obat tradisional. Sarana produksi yang tidak memenuhi CPOTB sering menjadi jawaban kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional.
Masalah yang sering terjadi:

• Tata letak ruangan tidak sesuai
• Peralatan tidak memenuhi standar
• Kebersihan dan sanitasi kurang
• Tidak ada SOP tertulis

Tanpa pemenuhan CPOTB, izin BPOM obat tradisional hampir pasti ditolak.

6. Uji Mutu dan Keamanan Tidak Memadai

BPOM mewajibkan uji mutu dan keamanan untuk memastikan produk aman dikonsumsi. Penolakan sering terjadi karena:

• Tidak melampirkan hasil uji laboratorium
• Uji dilakukan di lab tidak terakreditasi
• Parameter uji tidak lengkap

Hal ini menjelaskan kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional meskipun produk sudah lama dipasarkan.

7. Kesalahan Pengisian Data di Sistem BPOM

Kesalahan teknis saat pengisian data online juga menjadi alasan kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional, seperti:

• Salah memilih kategori produk
• Salah input komposisi
• Data tidak konsisten antar dokumen

Kesalahan input terlihat sepele, tetapi dapat berdampak besar pada hasil evaluasi BPOM.

Kenapa Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional?
Jasa Pengurusan Izin Edar Obat Tradisional Dan CPOTB

Dampak Penolakan Izin BPOM Obat Tradisional

Penolakan izin BPOM obat tradisional dapat menimbulkan dampak serius bagi keberlangsungan usaha. Produk yang tidak memperoleh izin BPOM tidak dapat diedarkan secara legal dan berisiko ditarik dari peredaran oleh pihak berwenang.

Beberapa dampak penolakan izin BPOM obat tradisional yang sering terjadi antara lain:

• Produk tidak dapat dipasarkan di marketplace, apotek, maupun toko resmi
• Penarikan produk dari peredaran dan penghentian distribusi
• Kerugian finansial akibat biaya produksi dan stok yang tidak dapat dijual
• Kehilangan kepercayaan konsumen dan mitra bisnis
• Risiko sanksi administratif dan hukum sesuai ketentuan BPOM

Oleh karena itu, memahami kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional sangat penting sebelum mengajukan permohonan. klik proses izin BPOM obat tradisional

Cara Menghindari Penolakan Izin BPOM Obat Tradisional

Agar pengajuan izin BPOM obat tradisional tidak mengalami penolakan, pelaku usaha perlu memahami dan mempersiapkan seluruh persyaratan sejak awal sesuai ketentuan yang berlaku. Kesalahan kecil dalam proses pendaftaran dapat berdampak besar pada hasil evaluasi BPOM.

Untuk menghindari penolakan, pelaku usaha perlu:

• Menyiapkan dokumen secara lengkap dan valid
• Menyesuaikan formula sesuai regulasi BPOM
• Menggunakan klaim yang diperbolehkan
• Memastikan label sesuai ketentuan
• Memenuhi standar CPOTB
• Melakukan uji laboratorium yang sah

Dengan persiapan yang tepat, risiko penolakan izin BPOM obat tradisional dapat diminimalkan secara signifikan. Untuk hasil yang lebih optimal, pengurusan izin BPOM sebaiknya dilakukan dengan pendampingan profesional. Pendampingan ini merupakan bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia, solusi terpercaya untuk membantu produk obat tradisional Anda lolos evaluasi BPOM dan siap edar secara legal. klik cara mengurus izin BPOM 

Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia

Perlu ditegaskan bahwa Kenapa Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional adalah bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia. Permatamas Indonesia hadir membantu pelaku usaha memahami akar masalah penolakan dan memberikan solusi konkret agar izin BPOM dapat diterbitkan.

Dengan tim berpengalaman dan berlatar belakang hukum, Permatamas Indonesia memberikan pendampingan menyeluruh mulai dari evaluasi awal, perbaikan dokumen, hingga izin BPOM terbit. Layanan ini dilengkapi dengan jaminan 100% uang kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Informasi & Kontak Permatamas Indonesia

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
🌐 Website: www.izinherbal.com

Pentingnya Mengetahui kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional

Mengetahui kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional sangat penting agar pelaku usaha dapat menghindari kesalahan yang sama dalam proses pengajuan. Penolakan izin BPOM sering disebabkan oleh ketidaksesuaian bahan, klaim produk, label, atau standar produksi.

Dengan memahami penyebab penolakan sejak awal, proses perizinan dapat diperbaiki lebih cepat, biaya dapat ditekan, dan risiko penolakan ulang dapat diminimalkan. Pendampingan profesional untuk menganalisis penyebab penolakan ini merupakan bagian dari Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia, solusi tepat agar produk obat tradisional Anda segera lolos izin BPOM dan siap edar secara legal.

FAQ – Kenapa Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional

1. Kenapa izin BPOM obat tradisional bisa ditolak?

Izin BPOM obat tradisional dapat ditolak karena dokumen administrasi tidak lengkap, komposisi bahan tidak sesuai ketentuan, klaim khasiat berlebihan, label tidak sesuai, atau sarana produksi belum memenuhi standar CPOTB.

2. Apa penyebab paling umum penolakan izin BPOM obat tradisional?

Penyebab paling umum adalah penggunaan bahan yang dilarang atau mengandung Bahan Kimia Obat (BKO), kesalahan klaim manfaat, serta ketidaksesuaian data antara dokumen dan sistem BPOM.

3. Apakah kesalahan label bisa menyebabkan izin BPOM obat tradisional ditolak?

Ya. Kesalahan label seperti tidak mencantumkan komposisi, aturan pakai, peringatan, atau informasi produsen sering menjadi alasan kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional.

4. Apakah sarana produksi mempengaruhi persetujuan izin BPOM?

Sangat mempengaruhi. Sarana produksi wajib memenuhi standar CPOTB. Jika fasilitas produksi tidak sesuai standar, izin BPOM obat tradisional berpotensi besar ditolak.

5. Apakah klaim khasiat berlebihan menyebabkan penolakan?

Ya. Klaim yang menyatakan dapat menyembuhkan penyakit berat atau menyerupai klaim obat keras adalah alasan utama kenapa ditolak izin BPOM obat tradisional.

6. Apakah produk herbal tradisional rumahan bisa didaftarkan ke BPOM?

Bisa, selama memenuhi seluruh persyaratan BPOM, termasuk standar produksi, uji mutu, dan kelengkapan dokumen.

7. Apa yang harus dilakukan jika izin BPOM obat tradisional ditolak?

Pelaku usaha perlu melakukan evaluasi penyebab penolakan, memperbaiki dokumen atau formula produk, lalu mengajukan ulang sesuai catatan dari BPOM.

8. Apakah izin BPOM obat tradisional bisa diurus ulang setelah ditolak?

Ya. Penolakan bukan berarti tidak bisa didaftarkan kembali, selama seluruh kekurangan telah diperbaiki sesuai ketentuan.

9. Apakah pengurusan izin BPOM obat tradisional bisa dibantu konsultan?

Bisa. Pendampingan konsultan berpengalaman dapat membantu mengidentifikasi penyebab penolakan dan mempersiapkan dokumen agar sesuai regulasi.

10. Apakah Permatamas Indonesia melayani pengurusan izin BPOM obat tradisional?

Ya. Kenapa Ditolak Izin BPOM Obat Tradisional adalah bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang memberikan pendampingan profesional hingga izin BPOM terbit.

Jasa Pengurusan Izin Sertifikasi Halal
Jasa Pengurusan Izin Sertifikasi Halal

Syarat Izin BPOM Obat Tradisional Lengkap dan Terbaru

Lengkap dan TerbaruSyarat Izin BPOM Obat Tradisional   – Syarat Izin BPOM Obat Tradisional merupakan hal utama yang wajib dipahami oleh setiap pelaku usaha yang ingin memproduksi, mengimpor, atau mengedarkan obat tradisional secara legal di Indonesia. Izin BPOM menjadi bukti bahwa produk obat tradisional telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan manfaat sesuai ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

Tanpa memenuhi syarat izin BPOM obat tradisional, produk tidak dapat diedarkan secara resmi dan berisiko dikenakan sanksi administratif hingga penarikan produk dari peredaran. Oleh karena itu, memahami syarat izin BPOM obat tradisional sejak awal menjadi langkah krusial bagi keberlangsungan usaha.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan terstruktur mengenai syarat izin BPOM obat tradisional, mulai dari pengertian, jenis obat tradisional, persyaratan administrasi dan teknis, hingga peran jasa pengurusan dalam membantu proses perizinan secara profesional.

Apa Itu Izin BPOM Obat Tradisional?

Izin BPOM Obat Tradisional adalah izin edar resmi yang diterbitkan oleh BPOM RI untuk produk obat tradisional yang akan diedarkan di wilayah Indonesia. Izin ini memastikan bahwa produk telah melalui proses evaluasi dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

Obat tradisional meliputi produk berbahan alam seperti:

• Jamu
• Obat Herbal Terstandar (OHT)
• Fitofarmaka

Setiap kategori memiliki persyaratan izin BPOM obat tradisional yang berbeda sesuai dengan tingkat klaim dan pembuktian ilmiahnya.

Mengapa Syarat Izin BPOM Obat Tradisional Sangat Penting?

Syarat Izin BPOM Obat Tradisional sangat penting karena menjadi dasar legalitas, keamanan, dan kepercayaan terhadap produk obat tradisional yang beredar di Indonesia. BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) berperan memastikan bahwa setiap obat tradisional yang dikonsumsi masyarakat aman, bermutu, dan sesuai klaim khasiatnya. Berikut beberapa alasan mengapa izin BPOM obat tradisional sangat penting:

1. Legalitas Produk
Tanpa izin BPOM, obat tradisional dianggap ilegal dan tidak boleh diperjualbelikan.

2. Keamanan Konsumen
BPOM memastikan bahan, proses produksi, dan klaim produk aman digunakan.

3. Kepercayaan Pasar
Produk berizin BPOM lebih mudah diterima oleh distributor, apotek, dan marketplace.

4. Menghindari Sanksi Hukum
BPOM memiliki kewenangan untuk menarik produk tanpa izin dari peredaran.

Pemenuhan syarat izin BPOM obat tradisional bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bentuk tanggung jawab pelaku usaha dalam menjaga keselamatan konsumen sekaligus membangun bisnis obat tradisional yang legal, terpercaya, dan berorientasi jangka panjang. Daftar izin BPOM sekarang

Jenis Obat Tradisional yang Wajib Memiliki Izin BPOM

Di Indonesia, setiap obat tradisional yang diproduksi, didistribusikan, dan diperjualbelikan wajib memiliki izin edar BPOM. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan, mutu, dan legalitas produk sebelum dikonsumsi masyarakat.

Berikut jenis obat tradisional yang wajib memiliki izin BPOM:

• Jamu dalam bentuk cair, serbuk, kapsul, pil
• Obat herbal berbentuk modern
• Produk herbal impor
• Produk maklon (toll manufacturing)
• Obat tradisional online dan offline

Setiap jenis produk wajib memenuhi syarat izin BPOM obat tradisional sesuai klasifikasinya.

Semua jenis obat tradisional baik jamu, OHT, fitofarmaka, produk impor, maupun produk yang dijual online wajib memiliki izin BPOM sebelum diedarkan. Memenuhi kewajiban ini tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga memastikan usaha berjalan legal, aman, dan berkelanjutan.

Pemenuhan jenis dan syarat izin BPOM obat tradisional merupakan bagian penting dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang siap membantu proses perizinan secara profesional dan sesuai regulasi.

Syarat Izin BPOM Obat Tradisional

Syarat Izin BPOM Obat Tradisional wajib dipenuhi oleh pelaku usaha agar produk obat tradisional dapat diedarkan secara legal, aman, dan sesuai ketentuan Badan POM Republik Indonesia. Pemenuhan syarat ini bertujuan melindungi konsumen sekaligus memastikan mutu produk tetap terjaga.

Berikut syarat izin BPOM obat tradisional yang umumnya harus dipenuhi:

1. Legalitas Pelaku Usaha

Salah satu syarat utama izin BPOM obat tradisional adalah kelengkapan legalitas perusahaan, antara lain:
• Akta pendirian perusahaan
• SK Kemenkumham
• NPWP perusahaan
• Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS
• Izin usaha sesuai KBLI obat tradisional
Legalitas ini menjadi dasar bagi BPOM untuk menilai kelayakan badan usaha sebagai pemegang izin edar.

2. Sertifikat CPOTB

CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) merupakan syarat mutlak dalam pengajuan izin BPOM obat tradisional.
CPOTB memastikan bahwa proses produksi dilakukan secara:
• Higienis
• Terkontrol
• Konsisten
• Sesuai standar BPOM
CPOTB dapat dimiliki oleh pabrik sendiri atau oleh pihak maklon yang digunakan oleh pemilik merek.

3. Formula dan Komposisi

BPOM akan menilai formula produk secara ketat. Persyaratan ini meliputi:
• Daftar bahan baku
• Persentase komposisi
• Fungsi masing-masing bahan
• Keamanan bahan sesuai farmakope atau monografi BPOM
Formula yang mengandung bahan terlarang atau melebihi batas aman akan ditolak dalam proses pendaftaran.

4. Dokumen Produk

Dokumen teknis produk merupakan bagian penting dari syarat izin BPOM obat tradisional, antara lain:
• Spesifikasi bahan baku
• Spesifikasi produk jadi
• Proses produksi
• Diagram alur produksi
• Uji mutu dan stabilitas (jika diperlukan)
Dokumen ini digunakan BPOM untuk mengevaluasi konsistensi dan keamanan produk.

5. Label dan Klaim Produk

Label produk harus memenuhi ketentuan BPOM, seperti:
• Nama produk
• Komposisi
• Aturan pakai
• Peringatan
• Nomor izin BPOM
• Klaim khasiat yang tidak berlebihan
Klaim produk herbal harus sesuai dengan kategori jamu, OHT, atau fitofarmaka, dan tidak boleh menyerupai klaim obat keras.

6. Produk Impor

Untuk produk impor, syarat izin BPOM obat tradisional ditambah dengan:
• Certificate of Free Sale (CFS)
• Letter of Authorization (LoA)
• Dokumen negara asal
• Penunjukan importir resmi
Proses ini membutuhkan ketelitian agar dokumen dari luar negeri sesuai dengan standar BPOM Indonesia.

Pemenuhan syarat izin BPOM obat tradisional merupakan bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang siap membantu pengurusan izin BPOM obat tradisional secara profesional, terarah, dan sesuai regulasi.

Syarat Izin BPOM Obat Tradisional
Syarat Izin BPOM Obat Tradisional

Cara Mengurus Izin Edar Obat Tradisional

Izin edar obat tradisional dari BPOM wajib dimiliki agar produk dapat diedarkan secara legal di Indonesia. Berikut adalah cara mengurus izin edar obat tradisional secara lengkap dan sistematis:

1. Pastikan Legalitas Usaha Lengkap

Langkah awal sebelum mengajukan izin edar BPOM obat tradisional, pelaku usaha harus memiliki:
• NIB (Nomor Induk Berusaha) melalui OSS
• NPWP perusahaan
• Akta pendirian & SK Kemenkumham
• KBLI yang sesuai dengan bidang usaha obat tradisional
Legalitas ini menjadi syarat utama pendaftaran ke BPOM.

2. Memiliki Izin Sarana Produksi

Untuk mengurus izin edar obat tradisional, perusahaan harus:
• Memiliki Izin Produksi Obat Tradisional (IPOT), atau
• Menggunakan jasa maklon dari pabrik yang telah bersertifikat CPOTB
Tanpa izin sarana produksi yang sah, BPOM tidak dapat memproses registrasi produk.

3. Menyiapkan Dokumen Produk

Dokumen teknis produk wajib disusun sesuai ketentuan BPOM, meliputi:
• Nama dan jenis produk
• Formula dan komposisi bahan
• Proses pembuatan
• Spesifikasi bahan baku
• Data keamanan dan khasiat
• Klaim produk yang sesuai regulasi
Dokumen harus akurat dan konsisten.

4. Menyiapkan Label dan Kemasan

Label produk obat tradisional harus mencantumkan:
• Nama produk
• Komposisi
• Aturan pakai
• Peringatan dan kontraindikasi
• Nama dan alamat produsen
Ketidaksesuaian label sering menjadi penyebab utama penolakan BPOM.

5. Pendaftaran ke Sistem BPOM

Seluruh dokumen kemudian:
• Didaftarkan melalui sistem registrasi BPOM
• Dilakukan pemeriksaan administratif dan teknis
BPOM dapat meminta klarifikasi atau perbaikan dokumen.

6. Evaluasi BPOM dan Perbaikan Dokumen

Pada tahap ini BPOM akan:
• Menilai keamanan bahan
• Menilai klaim khasiat
• Memastikan kepatuhan regulasi
Jika terdapat catatan, pemohon wajib melakukan perbaikan hingga dinyatakan memenuhi syarat.

7. Penerbitan Nomor Izin Edar BPOM

Jika seluruh proses telah disetujui:
• BPOM menerbitkan Nomor Izin Edar Obat Tradisional
• Produk resmi dan legal dipasarkan di Indonesia
Cara mengurus izin edar obat tradisional memerlukan pemahaman regulasi, kelengkapan dokumen, dan ketelitian dalam setiap tahap. Kesalahan kecil dapat memperlambat proses atau menyebabkan penolakan.

Oleh karena itu, pengurusan izin edar obat tradisional umumnya dilakukan sebagai bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang membantu proses perizinan BPOM agar lebih cepat, rapi, dan sesuai ketentuan resmi.

Tahapan Proses Pengajuan Izin BPOM Obat Tradisional

Proses pengajuan izin BPOM obat tradisional dilakukan melalui sistem resmi BPOM dan harus memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Berikut tahapan proses pengajuan izin BPOM obat tradisional secara umum:

1. Persiapan legalitas dan CPOTB
2. Penyusunan dokumen produk
3. Pengajuan melalui sistem BPOM
4. Evaluasi dokumen oleh BPOM
5. Klarifikasi dan perbaikan (jika ada)
6. Penerbitan nomor izin edar

Tahapan proses pengajuan izin BPOM obat tradisional memerlukan ketelitian dan pemahaman regulasi. Kesalahan kecil dapat menyebabkan revisi berulang dan memperpanjang waktu proses.

Oleh karena itu, tahapan ini umumnya menjadi bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang membantu pengurusan izin BPOM obat tradisional agar lebih cepat, rapi, dan sesuai ketentuan BPOM RI.

Risiko Jika Syarat Izin BPOM Obat Tradisional Tidak Dipenuhi

Tidak terpenuhinya syarat izin BPOM obat tradisional dapat menimbulkan berbagai risiko serius, baik dari sisi hukum, bisnis, maupun kepercayaan pasar. Berikut risiko yang wajib dipahami oleh pelaku usaha:

• Penolakan pendaftaran
• Produk tidak bisa diedarkan
• Kerugian biaya produksi
• Penindakan oleh BPOM
• Rusaknya reputasi merek

Memenuhi syarat izin BPOM obat tradisional bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi juga perlindungan bagi keberlangsungan bisnis. Mengabaikan persyaratan ini dapat menimbulkan kerugian besar dan risiko hukum yang serius.

Karena itu, pemenuhan syarat izin BPOM obat tradisional menjadi bagian penting dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang membantu memastikan proses perizinan sesuai regulasi dan meminimalkan risiko di kemudian hari. klik mengurus izin BPOM

Keuntungan Menggunakan Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional

Menggunakan jasa pengurusan izin BPOM obat tradisional memberikan banyak keuntungan bagi pelaku usaha yang ingin produknya legal, aman, dan siap dipasarkan secara luas. Proses perizinan BPOM dikenal teknis, detail, dan harus sesuai regulasi. Oleh karena itu, pendampingan profesional menjadi solusi strategis.

Berikut keuntungan utama menggunakan jasa pengurusan izin BPOM obat tradisional:

• Proses lebih cepat dan sistematis
• Dokumen sesuai regulasi BPOM terbaru
• Minim risiko revisi dan penolakan
• Pendampingan sampai izin terbit

Hal ini sangat membantu terutama bagi pelaku usaha baru di bidang obat tradisional.

Peran Permatamas Indonesia

Pemenuhan syarat izin BPOM obat tradisional membutuhkan pemahaman regulasi dan ketelitian teknis. Untuk itu, Permatamas Indonesia hadir memberikan pendampingan profesional mulai dari:

• Review dan kelengkapan legalitas usaha
• Pendampingan izin sarana produksi atau maklon
• Penyusunan dokumen teknis produk
• Pemeriksaan label dan klaim agar sesuai BPOM
• Pendampingan sampai izin edar diterbitkan, konsultasi gratis dengan team permatamas

Seluruh proses ini merupakan bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang membantu pelaku usaha mengurus izin BPOM obat tradisional secara terstruktur, aman, dan sesuai ketentuan.

Pentingnya Mengetahui Syarat Izin BPOM Obat Tradisional

Memahami dan memenuhi syarat izin BPOM obat tradisional merupakan langkah wajib bagi setiap pelaku usaha yang ingin memasarkan produk secara legal dan berkelanjutan. Proses izin BPOM tidak hanya memastikan aspek hukum, tetapi juga melindungi konsumen serta meningkatkan kepercayaan pasar.

Dengan dukungan Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, proses pemenuhan syarat izin BPOM obat tradisional dapat dilakukan secara lebih cepat, aman, dan sesuai regulasi.

Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional Permatamas Indonesia

Menggunakan jasa pengurusan izin BPOM obat tradisional merupakan solusi efektif untuk memastikan proses perizinan berjalan lancar dan sesuai ketentuan. Layanan ini merupakan bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang berpengalaman mendampingi pelaku usaha obat tradisional dari tahap persiapan hingga izin edar resmi diterbitkan.

Dengan pendampingan yang profesional dan terstruktur, pengurusan izin BPOM obat tradisional menjadi lebih mudah, aman, dan efisien bagi perkembangan bisnis Anda.

Konsultasi Syarat Izin BPOM Obat Tradisional

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
🌐 Website: www.izinherbal.com

FAQ – Syarat Izin BPOM Obat Tradisional

1. Apa itu Izin BPOM Obat Tradisional?

Izin BPOM Obat Tradisional adalah izin edar resmi dari BPOM RI yang menyatakan produk jamu, OHT, atau fitofarmaka aman, bermutu, dan legal untuk diedarkan di Indonesia.

2. Siapa yang wajib memiliki Izin BPOM Obat Tradisional?

Semua pelaku usaha yang memproduksi, mengimpor, memaklon, atau menjual obat tradisional secara online maupun offline.

3. Mengapa syarat izin BPOM obat tradisional sangat penting?

Karena menentukan legalitas produk, keamanan konsumen, kepercayaan pasar, serta mencegah sanksi dan penarikan produk oleh BPOM.

4. Jenis obat tradisional apa saja yang wajib memiliki izin BPOM?

Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), fitofarmaka, produk herbal impor, produk maklon, serta obat tradisional yang dijual online dan offline.

5. Apa saja syarat utama izin BPOM obat tradisional?

Legalitas perusahaan, sertifikat CPOTB, formula dan komposisi aman, dokumen teknis produk, label dan klaim sesuai BPOM, serta dokumen tambahan untuk produk impor.

6. Apakah CPOTB wajib untuk izin BPOM obat tradisional?

Ya. CPOTB wajib dimiliki oleh fasilitas produksi sendiri atau pabrik maklon yang digunakan.

7. Bagaimana cara mengurus izin edar BPOM obat tradisional?

Melalui tahap legalitas usaha, izin sarana produksi/maklon, penyusunan dokumen produk dan label, pendaftaran di sistem BPOM, evaluasi, hingga izin edar diterbitkan.

8. Berapa lama proses izin BPOM obat tradisional?

Umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung kelengkapan dokumen dan hasil evaluasi BPOM.

9. Apa risiko jika syarat izin BPOM obat tradisional tidak dipenuhi?

Pendaftaran ditolak, produk tidak bisa diedarkan, penindakan BPOM, kerugian biaya produksi, dan rusaknya reputasi merek.

10. Apakah bisa menggunakan jasa pengurusan izin BPOM obat tradisional?

Bisa. Pengurusan izin BPOM obat tradisional merupakan bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia untuk membantu proses lebih cepat, rapi, dan sesuai regulasi.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

Cara Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional Secara Resmi dan Lengkap

Cara Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional Secara Resmi dan Lengkap – Cara Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional menjadi topik yang banyak dicari oleh pelaku usaha di bidang herbal, jamu, dan produk berbahan alami. Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan tradisional yang dinilai lebih alami dan aman. Namun, sebelum produk obat tradisional beredar di pasaran, pelaku usaha wajib mengantongi izin BPOM Obat Tradisional sebagai bentuk legalitas dan jaminan keamanan produk.

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara mengurus izin BPOM Obat Tradisional, mulai dari pengertian, persyaratan, tahapan proses, estimasi waktu, hingga peran konsultan dalam mempercepat pengurusan izin. Perlu ditegaskan bahwa Cara Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional adalah bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang berpengalaman menangani berbagai perizinan sektor kesehatan.

Apa Itu Izin BPOM Obat Tradisional?

Izin BPOM Obat Tradisional adalah izin edar resmi yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia untuk produk obat tradisional agar dapat diproduksi, diedarkan, dan dipasarkan secara legal di Indonesia.

Izin ini menandakan bahwa obat tradisional telah dievaluasi oleh BPOM dan dinyatakan memenuhi standar keamanan, mutu, dan klaim manfaat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Produk yang wajib memiliki Izin BPOM Obat Tradisional meliputi:

• Jamu
• Obat Herbal Terstandar (OHT)
• Fitofarmaka
• Produk herbal dalam bentuk kapsul, tablet, serbuk, cairan, maupun sediaan lainnya

Dalam proses perizinan, BPOM akan menilai beberapa aspek penting, antara lain:

• Komposisi bahan baku (harus aman dan sesuai daftar yang diizinkan)
• Proses produksi (harus di fasilitas berstandar CPOTB)
• Hasil uji laboratorium
• Label dan klaim produk
• Legalitas perusahaan dan penanggung jawab teknis

Tanpa Izin BPOM Obat Tradisional, produk tidak boleh:

• Dijual secara bebas
• Dipasarkan di marketplace
• Didistribusikan melalui apotek, toko obat, atau distributor resmi
• Dipromosikan secara komersial

Oleh karena itu, Izin BPOM Obat Tradisional bukan hanya formalitas, tetapi menjadi jaminan legalitas, keamanan konsumen, dan kepercayaan pasar, serta syarat utama agar produk herbal dapat berkembang secara berkelanjutan di Indonesia.

Mengapa Harus Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional?

Sebelum masuk ke pembahasan cara mengurus izin BPOM Obat Tradisional, Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional merupakan langkah wajib dan strategis bagi setiap pelaku usaha yang memproduksi atau mengedarkan produk herbal, jamu, dan obat tradisional di Indonesia. Izin ini tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan hukum, tetapi juga menjadi fondasi utama kepercayaan pasar dan keberlangsungan bisnis. Penting untuk memahami alasan mengapa izin ini sangat krusial bagi pelaku usaha.

1. Izin BPOM menjamin keamanan konsumen.
BPOM melakukan evaluasi komposisi bahan, proses produksi, dan hasil uji laboratorium untuk memastikan produk aman dikonsumsi.
2. Izin BPOM meningkatkan kepercayaan pasar, baik dari konsumen, distributor, apotek, maupun marketplace.
3. Izin BPOM menjadi syarat legalitas penjualan, termasuk untuk masuk ke e-commerce besar dan jaringan distribusi nasional.
4. Izin BPOM membuka peluang ekspansi bisnis, termasuk kerja sama dengan mitra besar dan peluang ekspor.

Dengan kata lain, izin BPOM bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi jangka panjang untuk keamanan konsumen, reputasi merek, dan pertumbuhan bisnis. Tanpa izin BPOM, peluang pasar akan sangat terbatas dan berisiko terhadap sanksi hukum.

Karena itu, mengurus izin BPOM sejak awal adalah langkah tepat untuk memastikan produk obat tradisional Anda dapat berkembang secara legal, aman, dan berkelanjutan.

Cara Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional
Cara Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional

Persyaratan Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional

Dalam proses mengurus Izin BPOM Obat Tradisional, pelaku usaha wajib memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI). Persyaratan ini mencakup aspek legalitas perusahaan, fasilitas produksi, dokumen produk, dan uji mutu, yang bertujuan memastikan obat tradisional aman, bermutu, dan layak edar.

Secara umum, persyaratan mengurus Izin BPOM Obat Tradisional dapat dibagi menjadi empat kategori utama berikut.

1. Persyaratan Legalitas Perusahaan

Perusahaan pemohon wajib memiliki legalitas usaha yang lengkap dan sesuai dengan bidang kegiatan obat tradisional, meliputi:
• Nomor Induk Berusaha (NIB)
• Izin Usaha / OSS sesuai KBLI obat tradisional
• Akta pendirian perusahaan dan perubahan terakhir
• NPWP perusahaan
• Alamat dan domisili usaha yang jelas
• Surat penunjukan Penanggung Jawab Teknis (PJT)
• Data Penanggung Jawab Teknis (Apoteker atau TTK sesuai ketentuan)
Legalitas yang tidak lengkap dapat menyebabkan permohonan izin BPOM ditolak sejak tahap awal.

2. Persyaratan Fasilitas Produksi (CPOTB)

BPOM mensyaratkan bahwa produk obat tradisional harus diproduksi di fasilitas yang telah memenuhi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik).
Fasilitas produksi dapat berupa:
• Pabrik milik sendiri
• Maklon (pihak ketiga) yang sudah memiliki sertifikat CPOTB
Dokumen fasilitas yang wajib disiapkan antara lain:
• Sertifikat CPOTB
• Denah dan layout fasilitas produksi
• Alur proses produksi
• Daftar peralatan produksi
• Sistem sanitasi dan higiene
Tanpa fasilitas berstandar CPOTB, proses pengurusan izin BPOM tidak dapat dilanjutkan.

3. Persyaratan Produk

Dokumen produk menjadi komponen utama dalam persyaratan mengurus Izin BPOM Obat Tradisional, meliputi:
• Nama produk obat tradisional
• Jenis produk (Jamu, OHT, atau Fitofarmaka)
• Bentuk sediaan (kapsul, tablet, cair, serbuk, dll.)
• Komposisi bahan baku (nama latin dan bagian tanaman)
• Spesifikasi bahan baku dan produk jadi
• Dosis, aturan pakai, dan kontraindikasi
• Klaim khasiat/manfaat produk (sesuai kategori)
• Proses dan metode pembuatan (flowchart)
• Contoh desain label dan kemasan
• Draft informasi produk
Semua klaim dan komposisi harus sesuai dengan regulasi BPOM dan tidak mengandung bahan berbahaya atau dilarang.

4. Persyaratan Uji Mutu dan Laboratorium

BPOM mewajibkan produk obat tradisional melalui pengujian laboratorium untuk memastikan keamanannya, antara lain:
• Uji cemaran mikroba
• Uji logam berat
• Uji kandungan bahan kimia obat (BKO)
• Uji mutu sesuai jenis sediaan
Pengujian harus dilakukan di laboratorium terakreditasi dan hasil uji dilampirkan dalam proses pengajuan izin.

5. Persyaratan Label dan Kemasan Produk

Label obat tradisional wajib memuat informasi yang jelas dan tidak menyesatkan, meliputi:
• Nama produk
• Komposisi bahan
• Aturan pakai
• Peringatan dan kontraindikasi
• Nomor izin edar (setelah terbit)
• Nama dan alamat produsen
• Kode produksi dan tanggal kedaluwarsa
Label yang tidak sesuai ketentuan BPOM dapat menjadi penyebab utama penolakan izin.

Karena prosesnya cukup kompleks dan teknis, banyak pelaku usaha memilih menggunakan pendampingan profesional Jasa Permatamas Indonesia agar pengurusan izin BPOM obat tradisional berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai regulasi.

Cara Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional

Cara Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional merupakan proses wajib bagi setiap pelaku usaha yang ingin memproduksi dan mengedarkan produk herbal, jamu, maupun obat tradisional secara legal di Indonesia. Izin ini diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) sebagai bukti bahwa produk telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan ketentuan klaim yang berlaku.

Berikut tahapan resmi cara mengurus izin BPOM obat tradisional sesuai regulasi BPOM.

1. Memastikan Legalitas Usaha

Langkah awal dalam cara mengurus izin BPOM Obat Tradisional adalah memastikan perusahaan memiliki legalitas usaha yang lengkap, meliputi:
• Nomor Induk Berusaha (NIB)
• Izin usaha OSS sesuai KBLI obat tradisional
• Akta pendirian dan perubahan perusahaan
• NPWP perusahaan
• Penanggung Jawab Teknis (PJT)
Tanpa legalitas yang lengkap, pendaftaran izin BPOM tidak bisa diproses.

2. Memastikan Fasilitas Produksi Memenuhi CPOTB

BPOM mewajibkan obat tradisional diproduksi di fasilitas yang telah memenuhi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik).
Pelaku usaha dapat memilih:
• Menggunakan pabrik sendiri yang sudah bersertifikat CPOTB
• Menggunakan jasa maklon yang memiliki sertifikat CPOTB aktif
CPOTB menjadi syarat utama sebelum produk diajukan ke BPOM.

3. Menyiapkan Dokumen Teknis Produk

Tahapan penting berikutnya dalam cara mengurus izin BPOM Obat Tradisional adalah penyusunan dokumen produk, antara lain:
• Nama dan jenis produk (Jamu, OHT, atau Fitofarmaka)
• Komposisi bahan baku (dengan nama latin)
• Bentuk sediaan
• Proses pembuatan (flowchart)
• Spesifikasi bahan dan produk jadi
• Klaim manfaat
• Aturan pakai
• Desain label dan kemasan
Dokumen harus sesuai ketentuan dan tidak mengandung klaim medis berlebihan.

4. Melakukan Uji Laboratorium Produk

Produk obat tradisional wajib diuji di laboratorium terakreditasi untuk memastikan:
• Tidak mengandung bahan kimia obat
• Bebas cemaran mikroba
• Bebas logam berat
• Mutu sesuai standar
Hasil uji laboratorium menjadi bagian penting dalam pengajuan izin BPOM.

5. Mendaftarkan Akun di Sistem e-Registration BPOM

Pelaku usaha harus membuat akun perusahaan di sistem e-Registration BPOM. Akun ini digunakan untuk:
• Mengunggah seluruh dokumen
• Mengajukan registrasi produk
• Menjawab klarifikasi dari BPOM

6. Pengajuan Registrasi Produk Obat Tradisional

Setelah dokumen lengkap, pendaftaran produk dilakukan secara online melalui sistem BPOM dengan mengisi seluruh data dan melampirkan dokumen pendukung.
Ketelitian dalam pengisian sangat penting untuk menghindari perbaikan berulang.

7. Proses Evaluasi oleh BPOM

BPOM akan melakukan evaluasi terhadap:
• Dokumen administrasi
• Komposisi bahan
• Klaim dan label produk
• Hasil uji laboratorium
Jika terdapat kekurangan, BPOM akan meminta perbaikan (revisi).

8. Inspeksi Fasilitas Produksi (Jika Diperlukan)

BPOM dapat melakukan inspeksi langsung ke fasilitas produksi untuk memastikan penerapan CPOTB berjalan sesuai standar.

9. Penerbitan Nomor Izin Edar BPOM

Jika seluruh tahapan dinyatakan lolos, BPOM akan menerbitkan nomor izin edar obat tradisional, yang menandakan produk telah legal dipasarkan di Indonesia.

Estimasi Waktu Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional

Estimasi waktu mengurus Izin BPOM Obat Tradisional pada dasarnya tidak bisa disamaratakan untuk semua produk, karena sangat bergantung pada kesiapan dokumen, jenis produk, serta hasil evaluasi dari BPOM. Namun, secara umum proses pengurusan izin BPOM obat tradisional membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 6 bulan apabila seluruh persyaratan dipenuhi dengan baik.

Berikut gambaran estimasi waktu pada setiap tahapan prosesnya:

1. Persiapan Legalitas dan Dokumen Produk (2–4 Minggu)

Tahap awal mencakup:
• Kelengkapan legalitas perusahaan
• Penyiapan dokumen teknis produk
• Penyusunan komposisi, klaim, dan label
• Kelengkapan data fasilitas produksi (CPOTB)
Jika dokumen belum siap, tahap ini bisa memakan waktu lebih lama.

2. Pengujian Laboratorium Produk (2–6 Minggu)

Produk obat tradisional wajib melalui pengujian laboratorium terakreditasi, yang meliputi:
• Uji cemaran mikroba
• Uji logam berat
• Uji bahan kimia obat
• Uji mutu sesuai sediaan
Lama pengujian tergantung jenis sediaan dan kapasitas laboratorium yang digunakan.

3. Registrasi dan Evaluasi BPOM (1–3 Bulan)

Setelah dokumen dan hasil uji lengkap, BPOM akan melakukan:
• Verifikasi administrasi
• Evaluasi komposisi dan klaim
• Penilaian label dan kemasan
Jika terdapat perbaikan atau klarifikasi, waktu proses dapat bertambah.

Secara keseluruhan, proses dapat memakan waktu 3 hingga 6 bulan.

Kendala Umum dalam Proses Pengurusan Izin BPOM

Dalam praktiknya, proses pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional sering kali tidak berjalan mulus karena berbagai kendala teknis maupun administratif. Kendala-kendala ini dapat menyebabkan proses menjadi lebih lama, berulang, bahkan ditolak. Berikut adalah kendala umum yang paling sering terjadi saat mengurus izin BPOM obat tradisional:

• Dokumen tidak lengkap
• Fasilitas Produksi Belum Memenuhi CPOTB
• Komposisi Tidak Sesuai Ketentuan BPOM
• Klaim Produk Berlebihan atau Tidak Sesuai
• Label dan Kemasan Tidak Sesuai Regulasi
• Hasil Uji Laboratorium Tidak Memenuhi Standar
• Kurang Responsif terhadap Revisi dari BPOM
• Kurangnya Pemahaman Regulasi

Kendala umum dalam proses pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional umumnya berasal dari ketidaksiapan dokumen, fasilitas produksi, dan pemahaman regulasi. Dengan persiapan matang, kepatuhan terhadap standar BPOM, serta pengelolaan proses yang sistematis, berbagai kendala tersebut dapat diminimalkan sehingga izin BPOM dapat terbit lebih cepat dan lancar.

Tips Agar Pengurusan Izin BPOM Lebih Cepat Disetujui

Proses pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional pada dasarnya bisa berjalan lebih cepat jika dilakukan dengan strategi dan persiapan yang tepat. Banyak keterlambatan terjadi bukan karena BPOM, melainkan karena kesalahan teknis dan administratif dari pemohon. Berikut tips praktis agar pengurusan izin BPOM lebih cepat disetujui:

• Pastikan Legalitas Perusahaan Sudah Sesuai
• Gunakan Fasilitas Produksi Ber-CPOTB Aktif
• Pastikan Komposisi Aman dan Sesuai Regulasi
• Tentukan Klaim Secara Realistis dan Aman
• Desain Label Sesuai Ketentuan Sejak Awal
• Gunakan Laboratorium Terakreditasi
• Respons Revisi BPOM dengan Cepat dan Tepat
• Siapkan Dokumen Sejak Awal Secara Lengkap
• Gunakan Jasa Konsultan Izin BPOM Berpengalaman

Agar pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional lebih cepat disetujui, kunci utamanya adalah kesiapan dokumen, kepatuhan regulasi, dan strategi yang tepat sejak awal. Dengan perencanaan yang matang dan pendamping Jasa Permatamas Indonesia yang professional , risiko revisi dan penolakan dapat ditekan secara signifikan sehingga produk lebih cepat mendapatkan izin edar BPOM.

Peran Permatamas Indonesia dalam Pengurusan Izin BPOM

Bagi pelaku usaha yang ingin proses lebih praktis dan minim risiko, Permatamas Indonesia hadir sebagai solusi.

Perlu ditegaskan bahwa:

Cara Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional adalah bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia.

Permatamas Indonesia menyediakan layanan:

• Konsultasi awal dan analisis produk
• Penyusunan dan review dokumen
• Pendampingan uji laboratorium
• Pengurusan pendaftaran BPOM
• Pendampingan inspeksi CPOTB
• Koordinasi hingga izin BPOM terbit

Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, Permatamas membantu pelaku usaha menghindari kesalahan yang berpotensi memperlambat proses.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Seputar Cara Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional

1. Apa yang dimaksud dengan Izin BPOM Obat Tradisional?

Izin BPOM Obat Tradisional adalah izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) yang wajib dimiliki oleh produk jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka sebelum diproduksi dan dipasarkan secara legal di Indonesia.

2. Produk apa saja yang wajib memiliki Izin BPOM Obat Tradisional?

Produk yang wajib memiliki izin BPOM Obat Tradisional meliputi jamu, OHT, fitofarmaka, serta produk herbal dalam bentuk kapsul, tablet, cairan, serbuk, dan sediaan lainnya.

3. Mengapa mengurus izin BPOM Obat Tradisional itu wajib?

Karena izin BPOM menjamin keamanan konsumen, meningkatkan kepercayaan pasar, menjadi syarat legal penjualan di marketplace dan apotek, serta membuka peluang kerja sama dan ekspansi bisnis.

4. Siapa yang wajib mengurus Izin BPOM Obat Tradisional?

Setiap pelaku usaha, baik produsen sendiri maupun brand owner yang menggunakan jasa maklon, wajib mengurus izin BPOM sebelum membeli, menjual, atau memasarkan obat tradisional.

5. Apa saja persyaratan mengurus Izin BPOM Obat Tradisional?

Persyaratan meliputi legalitas perusahaan (NIB, OSS, NPWP), fasilitas produksi ber-CPOTB, dokumen produk, uji laboratorium, serta label dan kemasan sesuai ketentuan BPOM.

6. Apakah wajib memiliki fasilitas produksi CPOTB?

Ya. Produk obat tradisional wajib diproduksi di fasilitas yang memiliki sertifikat CPOTB aktif, baik pabrik milik sendiri maupun melalui jasa maklon resmi.

7. Berapa lama estimasi waktu mengurus Izin BPOM Obat Tradisional?

Estimasi waktu berkisar antara 3 hingga 6 bulan, tergantung kelengkapan dokumen, kesiapan fasilitas produksi, hasil uji laboratorium, dan proses evaluasi BPOM.

8. Apa saja kendala umum dalam mengurus izin BPOM Obat Tradisional?

Kendala yang sering terjadi antara lain dokumen tidak lengkap, fasilitas belum memenuhi CPOTB, klaim produk berlebihan, label tidak sesuai, serta hasil uji laboratorium yang tidak memenuhi standar.

9. Apakah boleh menggunakan jasa maklon untuk mengurus izin BPOM?

Boleh. Selama maklon tersebut memiliki sertifikat CPOTB yang masih berlaku dan memenuhi persyaratan BPOM.

10. Apakah izin BPOM bisa diurus secara online?

Ya. Pengajuan dilakukan melalui sistem e-Registration BPOM, namun tetap membutuhkan dokumen teknis dan evaluasi mendalam dari BPOM.

11. Apakah klaim manfaat produk boleh menyebutkan “menyembuhkan”?

Tidak. Klaim produk obat tradisional harus realistis, tidak berlebihan, dan sesuai kategori (jamu, OHT, atau fitofarmaka). Klaim menyembuhkan penyakit dapat menyebabkan penolakan.

12. Apa yang terjadi jika produk obat tradisional dijual tanpa izin BPOM?

Produk dapat ditarik dari peredaran, diblokir di marketplace, dikenakan sanksi administratif hingga pidana sesuai peraturan terkait.

13. Apakah pengurusan izin BPOM harus dilakukan sendiri?

Tidak wajib. Pelaku usaha dapat menggunakan jasa konsultan perizinan untuk membantu proses agar lebih cepat, aman, dan minim risiko kesalahan.

14. Apa peran Permatamas Indonesia dalam pengurusan izin BPOM?

Permatamas Indonesia menyediakan layanan konsultasi, penyusunan dokumen, pendampingan uji laboratorium, pendaftaran BPOM, hingga izin edar terbit.
Cara Mengurus Izin BPOM Obat Tradisional merupakan bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia.

15. Apakah tersedia layanan konsultasi sebelum mengurus izin BPOM?

Ya. Permatamas Indonesia menyediakan konsultasi gratis untuk membantu pelaku usaha memahami kelayakan produk dan strategi pengurusan izin BPOM Obat Tradisional.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

LEGALITAS PERMATAMAS INDONESIA

Akta Pendirian : Nomor 15
SK Pengesahaan : AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021
NPWP : 76,011,954,5-427,000
NIB : 0610210009793
TDP : 102637007638
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia

Telp : 021-89253417
Hp/WA : 085777630555

Izin Halal @ 2024 –
with  Dokter Website