Jasa Registrasi Kapsul Herbal agar Memenuhi Persyaratan BPOM– Bisnis produk herbal dalam bentuk kapsul semakin berkembang karena dianggap praktis, mudah dikonsumsi, dan dapat dipasarkan dengan berbagai konsep produk berbahan alam. Namun, sebelum kapsul herbal diproduksi dan diedarkan secara legal, pelaku usaha perlu memastikan bahwa produk tersebut masuk dalam kategori yang tepat serta memenuhi persyaratan keamanan, mutu, khasiat, dan registrasi yang ditetapkan BPOM.
Proses registrasi tidak hanya berkaitan dengan mengisi formulir pengajuan. Komposisi bahan, bentuk sediaan kapsul, bahan baku, proses produksi, spesifikasi produk jadi, kemasan, label, hingga klaim yang digunakan dapat menjadi bagian dari penilaian. BPOM saat ini memiliki Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam yang berstatus berlaku.
Karena itu, menggunakan jasa registrasi kapsul herbal dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan dokumen dan data produk secara lebih terstruktur sebelum pengajuan dilakukan.
Apa yang Dimaksud Registrasi Kapsul Herbal?
Kapsul herbal pada dasarnya perlu dilihat berdasarkan karakteristik produk, komposisi, klaim, bahan yang digunakan, serta tujuan penggunaannya. Dalam regulasi BPOM, Obat Bahan Alam mencakup bahan atau produk yang berasal dari sumber daya alam seperti tumbuhan, hewan, jasad renik, mineral, atau campurannya yang digunakan untuk tujuan kesehatan berdasarkan pembuktian empiris dan/atau ilmiah.
Bentuk kapsul juga merupakan salah satu bentuk sediaan yang dikenal dalam ketentuan produk obat tradisional. Ketentuan mengenai kapsul dapat mencakup kapsul yang berisi ekstrak kering, bahan cair, campuran ekstrak kental dengan bahan pengering, maupun serbuk simplisia tertentu.
Dalam praktiknya, sebelum melakukan registrasi, pelaku usaha perlu memastikan:
Kategori produk sudah tepat.
Komposisi bahan sesuai dengan ketentuan.
Bahan baku dapat dipertanggungjawabkan mutu dan keamanannya.
Klaim produk sesuai dengan ketentuan BPOM.
Kesalahan pada tahap awal dapat menyebabkan proses pengajuan menjadi lebih panjang karena diperlukan perbaikan atau penyesuaian data.
Mengapa Registrasi Kapsul Herbal Perlu Dipersiapkan dengan Baik?
Registrasi merupakan bagian penting sebelum produk dapat diedarkan sesuai ketentuan yang berlaku. BPOM melakukan pengawasan pre-market untuk memastikan produk yang akan beredar memenuhi aspek yang dipersyaratkan, termasuk keamanan dan mutu.
Untuk kapsul herbal, persoalan tidak hanya berada pada bentuk kapsulnya. Formula dan klaim yang digunakan harus memiliki dasar yang sesuai dengan kategori serta ketentuan yang berlaku. BPOM juga memiliki Peraturan BPOM Nomor 29 Tahun 2023 mengenai persyaratan keamanan dan mutu Obat Bahan Alam.
Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan sejak pengembangan produk, terutama pada:
Formula dan komposisi.
Spesifikasi bahan baku.
Spesifikasi produk jadi.
Kemasan, label, dan klaim.
Pendekatan tersebut membantu mengurangi risiko dokumen tidak konsisten ketika masuk ke tahap registrasi.
Persyaratan Registrasi Kapsul Herbal yang Perlu Dipersiapkan
Salah satu bagian yang sering membutuhkan perhatian adalah kelengkapan dokumen. Dokumen registrasi harus menggambarkan produk secara konsisten, mulai dari identitas perusahaan sampai informasi teknis produk.
Untuk kapsul herbal, data yang perlu dipersiapkan dapat mencakup dokumen administrasi dan dokumen teknis sesuai kategori serta jalur registrasi produk. Detail persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenis dan klasifikasi produk.
Secara umum, persiapan dapat mencakup:
Dokumen legalitas dan identitas pelaku usaha.
Data formula dan komposisi produk.
Informasi bahan baku dan spesifikasinya.
Data proses pembuatan dan spesifikasi produk jadi.
Selain itu, dokumen pendukung seperti sertifikat analisis dan data mutu bahan dapat diperlukan sesuai karakteristik produk dan persyaratan registrasi yang berlaku.
Jasa Registrasi Kapsul Herbal agar Memenuhi Persyaratan BPOM
Formula Kapsul Herbal Harus Diperiksa Sebelum Registrasi
Formula merupakan salah satu bagian paling penting dalam persiapan registrasi. Tidak semua bahan herbal otomatis dapat digunakan dalam produk hanya karena berasal dari tanaman atau telah digunakan secara tradisional.
Formula perlu diperiksa dari sisi jenis bahan, jumlah penggunaannya, bentuk bahan, serta kesesuaiannya dengan ketentuan BPOM. Pemeriksaan sejak awal dapat membantu menemukan persoalan sebelum dokumen diajukan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Nama bahan harus jelas dan konsisten.
Jumlah setiap bahan harus terdokumentasi.
Bentuk bahan seperti simplisia atau ekstrak perlu dijelaskan.
Formula harus konsisten dengan informasi pada dokumen dan label.
BPOM juga menerbitkan ketentuan mengenai keamanan dan mutu Obat Bahan Alam sehingga aspek formula tidak dapat dipisahkan dari persyaratan keamanan produk.
Persyaratan Bahan Baku Kapsul Herbal
Bahan baku merupakan bagian penting dalam memastikan konsistensi mutu produk. Untuk produk herbal, pelaku usaha perlu memiliki informasi yang memadai mengenai identitas dan mutu bahan yang digunakan.
Misalnya, bahan berupa ekstrak perlu memiliki informasi yang jelas mengenai sumber bahan, spesifikasi, proses ekstraksi, serta parameter mutu yang relevan. Begitu juga dengan bahan tambahan dan material kapsul yang digunakan dalam proses produksi.
Persiapan data bahan baku dapat meliputi:
Nama dan identitas bahan.
Spesifikasi bahan.
Sertifikat analisis atau dokumen mutu yang relevan.
Informasi pemasok dan asal bahan.
Kelengkapan data tersebut membantu memastikan bahwa formula yang didaftarkan dapat ditelusuri dan didukung oleh dokumen yang sesuai.
Klaim Produk Kapsul Herbal Tidak Boleh Dibuat Sembarangan
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah penggunaan klaim pemasaran yang terlalu luas. Pelaku usaha terkadang membuat klaim berdasarkan manfaat yang diharapkan dari produk, padahal klaim yang digunakan dalam registrasi harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
BPOM memiliki Peraturan Nomor 30 Tahun 2023 tentang Pedoman Klaim Khasiat Obat Bahan Alam. Peraturan tersebut menjadi salah satu acuan dalam menentukan klaim khasiat yang dapat digunakan pada produk.
Sebelum mencantumkan klaim pada kemasan atau materi pemasaran, sebaiknya dilakukan pemeriksaan terhadap:
Jenis klaim yang digunakan.
Kesesuaian klaim dengan kategori produk.
Dasar pembuktian klaim.
Kesesuaian klaim dengan ketentuan BPOM.
Dengan demikian, desain pemasaran tidak dibuat terlebih dahulu berdasarkan klaim yang belum tentu dapat digunakan.
Kemasan dan Label Kapsul Herbal Juga Perlu Disiapkan
Kemasan bukan hanya berfungsi sebagai pelindung produk. Informasi yang tercantum pada kemasan juga harus konsisten dengan data registrasi dan memenuhi ketentuan pelabelan yang berlaku.
Kesalahan sederhana seperti perbedaan nama produk, komposisi, aturan penggunaan, atau informasi produsen dapat menyebabkan perlunya perbaikan dokumen dan artwork.
Sebelum pengajuan, pemeriksaan dapat dilakukan terhadap:
Nama produk.
Komposisi.
Informasi produsen atau pemegang izin.
Klaim dan informasi penggunaan.
Karena itu, artwork kemasan sebaiknya tidak hanya diperiksa dari sisi desain, tetapi juga dari sisi regulatori.
Bagaimana Proses Registrasi Kapsul Herbal ke BPOM?
Proses registrasi perlu disesuaikan dengan kategori produk dan ketentuan yang berlaku. Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2023 secara khusus mengatur kriteria dan tata laksana registrasi Obat Bahan Alam dan saat ini berstatus berlaku.
Secara umum, alur persiapannya dapat digambarkan sebagai berikut:
Identifikasi kategori produk Menentukan apakah produk termasuk Obat Bahan Alam atau kategori lain berdasarkan karakteristiknya.
Review formula Memeriksa komposisi dan bahan yang digunakan.
Persiapan dokumen Mengumpulkan dokumen administrasi dan teknis yang dipersyaratkan.
Review label dan klaim Memastikan informasi pada kemasan sesuai dengan ketentuan.
Pengajuan registrasi Dokumen dan data diajukan melalui sistem yang ditetapkan BPOM.
Evaluasi dan tindak lanjut Apabila terdapat permintaan perbaikan atau tambahan informasi, pemohon perlu memberikan respons sesuai ketentuan.
Penerbitan izin edar Setelah seluruh persyaratan dan evaluasi terpenuhi sesuai ketentuan, proses dapat dilanjutkan sampai izin edar diterbitkan.
Portal resmi BPOM menyediakan informasi serta layanan konsultasi terkait registrasi, sehingga pelaku usaha dapat memperoleh informasi sesuai jalur registrasi yang relevan.
Kesalahan yang Sering Membuat Registrasi Kapsul Herbal Bermasalah
Tidak sedikit pelaku usaha yang fokus pada produk dan pemasaran, tetapi kurang memperhatikan aspek regulatori. Akibatnya, ketika akan melakukan registrasi, masih terdapat ketidaksesuaian antara formula, dokumen, kemasan, dan klaim.
Beberapa persoalan yang perlu diantisipasi antara lain:
Kategori produk tidak ditentukan sejak awal.
Formula belum direview secara regulatori.
Dokumen bahan baku belum lengkap.
Klaim pemasaran terlalu luas atau tidak sesuai.
Data pada dokumen berbeda dengan label.
Dokumen teknis belum disusun secara konsisten.
Perubahan formula dilakukan tanpa menyesuaikan dokumen lainnya.
Kesalahan tersebut bukan berarti produk pasti ditolak, tetapi dapat menimbulkan permintaan perbaikan atau membuat proses menjadi lebih kompleks.
Mengapa Menggunakan Jasa Registrasi Kapsul Herbal?
Mengurus registrasi sendiri tetap memungkinkan apabila pelaku usaha memahami persyaratan dan mampu menyiapkan dokumen dengan baik. Namun, bagi perusahaan yang baru pertama kali mengembangkan produk herbal, proses regulatori dapat terasa cukup kompleks.
Jasa registrasi kapsul herbal dapat membantu dari tahap pemeriksaan awal sampai persiapan pengajuan. Pendampingan juga dapat digunakan untuk melakukan pengecekan konsistensi antara formula, dokumen, klaim, dan kemasan.
Pendampingan dapat mencakup:
Konsultasi klasifikasi dan kategori produk.
Review formula kapsul herbal.
Pemeriksaan dokumen pendukung.
Review klaim dan informasi label.
Pendampingan proses registrasi.
Tindak lanjut apabila terdapat perbaikan data.
Yang penting, jasa konsultan bukan pengganti kewenangan BPOM. Keputusan akhir mengenai pemenuhan persyaratan dan penerbitan izin edar tetap berada pada otoritas regulator berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Persiapan Registrasi Sebaiknya Dilakukan Sebelum Produk Diproduksi Massal
Salah satu strategi yang dapat menghemat waktu adalah melakukan review regulatori sejak produk masih dalam tahap pengembangan. Jangan sampai produk sudah diproduksi dalam jumlah besar, kemasan sudah dicetak, dan promosi sudah berjalan, tetapi kemudian ditemukan masalah pada formula atau klaim.
Tahap awal dapat dimulai dengan melakukan gap assessment terhadap produk:
Apakah kategori produknya sudah tepat?
Apakah seluruh bahan dapat digunakan sesuai ketentuan?
Apakah formula dan spesifikasi sudah terdokumentasi?
Apakah klaim dan label sudah sesuai?
Jika terdapat masalah, perbaikan dapat dilakukan sebelum pengajuan. Cara ini membuat proses pengembangan produk menjadi lebih terarah dan mengurangi pekerjaan ulang.
Jasa Registrasi Kapsul Herbal PERMATAMAS
PERMATAMAS dapat membantu pelaku usaha yang ingin mempersiapkan registrasi produk herbal dalam bentuk kapsul secara lebih terstruktur. Pendampingan dapat dimulai dari konsultasi awal, pemeriksaan dokumen, review produk, sampai proses registrasi sesuai jalur yang berlaku.
Setiap produk memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, persyaratan dan strategi registrasinya sebaiknya tidak disamakan begitu saja dengan produk herbal lain.
Dengan persiapan yang tepat, pelaku usaha dapat lebih memahami dokumen apa saja yang dibutuhkan, bagian mana yang perlu diperbaiki, serta bagaimana menyesuaikan produk dengan persyaratan BPOM.
Kesimpulan
Registrasi kapsul herbal bukan hanya tentang mengajukan produk ke BPOM. Formula, bahan baku, keamanan, mutu, klaim, kemasan, dokumen, serta kategori produk perlu dipersiapkan secara konsisten.
Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2023 menjadi salah satu dasar penting untuk tata laksana registrasi Obat Bahan Alam, sementara aspek keamanan dan mutu diatur antara lain melalui Peraturan BPOM Nomor 29 Tahun 2023 dan pedoman klaim melalui Peraturan BPOM Nomor 30 Tahun 2023.
Jika Anda sedang mengembangkan produk kapsul herbal dan ingin memastikan persiapannya sebelum registrasi, pendampingan profesional dapat membantu mengidentifikasi potensi kekurangan sejak awal sehingga dokumen dan produk dapat disiapkan secara lebih sistematis.
FAQ Registrasi Kapsul Herbal agar Memenuhi Persyaratan BPOM
1. Apakah kapsul herbal wajib didaftarkan ke BPOM?
Produk kapsul herbal yang termasuk Obat Bahan Alam dan akan diedarkan di Indonesia pada prinsipnya perlu memenuhi ketentuan registrasi dan memiliki izin edar sesuai kategori serta jalur registrasinya.
2. Apa saja persyaratan registrasi kapsul herbal ke BPOM?
Persyaratan dapat meliputi dokumen administrasi, formula dan komposisi, data bahan baku, spesifikasi produk, informasi proses produksi, kemasan, label, serta dokumen teknis lain sesuai kategori produk dan jalur registrasinya.
3. Apakah semua bahan herbal boleh digunakan dalam kapsul?
Tidak semua bahan herbal otomatis dapat digunakan tanpa pemeriksaan. Bahan dan penggunaannya perlu disesuaikan dengan ketentuan keamanan, mutu, serta regulasi BPOM yang berlaku.
4. Apakah formula kapsul herbal harus diperiksa sebelum registrasi?
Sebaiknya iya. Review formula sebelum pengajuan membantu memastikan komposisi, jenis bahan, jumlah bahan, dan bentuk bahan telah sesuai dengan ketentuan sehingga potensi perbaikan dapat diketahui lebih awal.
5. Apakah klaim khasiat kapsul herbal harus sesuai ketentuan BPOM?
Ya. Klaim yang dicantumkan pada produk perlu mengikuti ketentuan mengenai klaim khasiat Obat Bahan Alam dan harus memiliki dasar yang sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
6. Apakah kemasan kapsul herbal perlu diperiksa sebelum registrasi?
Ya. Informasi pada label dan kemasan perlu diperiksa agar konsisten dengan data registrasi, termasuk nama produk, komposisi, informasi produsen, aturan penggunaan, peringatan, dan klaim yang diperbolehkan.
7. Berapa lama proses registrasi kapsul herbal di BPOM?
Lama proses dapat berbeda tergantung kategori produk, jalur registrasi, kelengkapan dokumen, hasil evaluasi, dan apakah terdapat permintaan perbaikan atau tambahan data. Karena itu, waktu proses sebaiknya tidak disamaratakan untuk semua produk.
8. Apa penyebab registrasi kapsul herbal perlu diperbaiki?
Beberapa hal yang dapat menyebabkan perlunya perbaikan antara lain ketidaksesuaian dokumen, formula yang belum sesuai, data bahan baku yang kurang lengkap, perbedaan informasi antara dokumen dan label, serta klaim yang belum sesuai ketentuan.
9. Apakah perusahaan baru bisa melakukan registrasi kapsul herbal?
Bisa, selama perusahaan memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan yang berlaku untuk kategori produk yang akan didaftarkan. Persiapan dokumen sebaiknya dilakukan sejak awal agar proses registrasi lebih terarah.
10. Apa manfaat menggunakan jasa registrasi kapsul herbal?
Jasa registrasi dapat membantu melakukan pemeriksaan kategori produk, review formula, persiapan dokumen, pemeriksaan label dan klaim, serta pendampingan proses pengajuan dan tindak lanjut sesuai ketentuan BPOM.
Langkah Mengurus Registrasi Obat Tradisional dari Awal Sampai Izin Edar Terbit – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang. Jamu, obat herbal, obat herbal terstandar, hingga produk berbahan alam semakin banyak dipasarkan oleh pelaku usaha dari berbagai skala. Namun, sebelum produk obat tradisional dapat diedarkan secara legal, pelaku usaha perlu memastikan produk memenuhi ketentuan keamanan, mutu, dan persyaratan registrasi yang berlaku.
Bagi pemilik usaha yang baru pertama kali mengurus registrasi, prosesnya dapat terasa cukup kompleks. Mulai dari menyiapkan legalitas perusahaan, formula, bahan baku, dokumen mutu, fasilitas produksi, sampai mengajukan permohonan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Karena itu, memahami langkah mengurus registrasi obat tradisional dari awal sampai izin edar terbit sangat penting. Persiapan yang dilakukan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko dokumen dikembalikan dan membuat proses registrasi lebih terarah.
Melalui PERMATAMAS, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan profesional dalam proses registrasi obat tradisional, mulai dari konsultasi, pemeriksaan dokumen, persiapan persyaratan, pengajuan, hingga pendampingan proses sampai izin edar diterbitkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa Itu Registrasi Obat Tradisional?
Registrasi obat tradisional merupakan proses pengajuan produk kepada BPOM untuk mendapatkan penilaian dan persetujuan sehingga produk dapat memperoleh Nomor Izin Edar (NIE) sebelum diedarkan sesuai ketentuan.
Produk obat tradisional tidak hanya dinilai berdasarkan nama atau manfaat yang diklaim. BPOM juga mempertimbangkan berbagai aspek seperti keamanan bahan, mutu produk, formula, proses produksi, penandaan, serta informasi yang dicantumkan pada kemasan.
Karena itu, proses registrasi perlu dipersiapkan dengan teliti. Kesalahan pada formula, dokumen, klaim, atau informasi produk dapat menyebabkan permohonan memerlukan perbaikan.
Jenis Produk Obat Tradisional yang Perlu Dipahami
Sebelum memulai registrasi, pelaku usaha perlu mengetahui kategori produk yang akan didaftarkan. Kategori tersebut dapat memengaruhi persyaratan dan proses yang harus dipenuhi.
Secara umum, masyarakat mengenal beberapa kategori produk obat bahan alam, seperti:
Jamu
Obat Herbal Terstandar (OHT)
Fitofarmaka
Setiap kategori memiliki karakteristik dan persyaratan yang berbeda. Oleh karena itu, produk sebaiknya tidak langsung didaftarkan sebelum dilakukan evaluasi terhadap komposisi, bahan yang digunakan, klaim, serta bentuk sediaannya.
Penentuan kategori yang tepat sejak awal dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan dokumen sesuai kebutuhan.
Langkah 1: Menentukan Jenis dan Kategori Produk
Langkah pertama adalah mengetahui dengan jelas produk apa yang akan didaftarkan.
Pelaku usaha perlu mengidentifikasi bahan yang digunakan, bentuk sediaan, cara penggunaan, klaim manfaat, serta target penggunaan produk.
Contohnya, produk dapat berbentuk kapsul, tablet, cairan, serbuk, pil, atau bentuk sediaan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada tahap ini, evaluasi formula sangat penting karena tidak semua bahan dapat digunakan secara bebas dalam produk obat tradisional. Bahan dan kombinasi yang digunakan harus memenuhi ketentuan keamanan serta persyaratan BPOM.
Langkah 2: Menyiapkan Legalitas Perusahaan
Registrasi obat tradisional tidak hanya berkaitan dengan produk. Pelaku usaha juga perlu mempersiapkan legalitas badan usaha dan perizinan yang diperlukan.
Data perusahaan harus dipastikan konsisten antara satu dokumen dengan dokumen lainnya. Ketidaksesuaian data dapat menimbulkan kendala administratif ketika proses registrasi dilakukan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Identitas badan usaha.
Legalitas kegiatan usaha.
Data produsen atau pihak yang bertanggung jawab.
Fasilitas produksi.
Dokumen pendukung lainnya sesuai jenis usaha.
Persiapan legalitas sejak awal akan membuat proses berikutnya menjadi lebih mudah.
Langkah Mengurus Registrasi Obat Tradisional dari Awal Sampai Izin Edar Terbit
Langkah 3: Memastikan Fasilitas Produksi Memenuhi Persyaratan
Produk obat tradisional perlu diproduksi pada fasilitas yang memenuhi persyaratan sesuai kategori dan jenis produk.
Pelaku usaha perlu memperhatikan aspek fasilitas produksi, peralatan, sanitasi, proses produksi, dokumentasi, serta pengendalian mutu.
Untuk produsen obat tradisional, penerapan standar seperti Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) menjadi bagian penting dalam memastikan proses produksi memenuhi persyaratan mutu.
Apabila perusahaan belum memiliki fasilitas produksi sendiri, skema produksi melalui pihak lain juga perlu dipersiapkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah 4: Menyiapkan Formula Produk
Formula merupakan salah satu bagian penting dalam registrasi obat tradisional.
Formula harus dijelaskan secara jelas, termasuk komposisi bahan yang digunakan dan jumlah masing-masing bahan sesuai kebutuhan dokumen registrasi.
Pelaku usaha sebaiknya melakukan pemeriksaan formula sebelum pengajuan untuk memastikan:
Bahan yang digunakan sesuai ketentuan.
Tidak terdapat bahan yang dilarang.
Komposisi produk konsisten.
Bentuk sediaan sesuai.
Klaim produk tidak melebihi ketentuan.
Dokumen formula dapat dipertanggungjawabkan.
Formula yang belum siap dapat menjadi salah satu penyebab proses registrasi membutuhkan perbaikan.
Langkah 5: Menyiapkan Dokumen Mutu dan Keamanan
BPOM perlu mendapatkan informasi yang cukup untuk melakukan evaluasi terhadap produk yang akan didaftarkan.
Karena itu, dokumen mutu dan keamanan perlu dipersiapkan sesuai kategori produk dan persyaratan registrasi.
Dokumen dapat berkaitan dengan bahan baku, spesifikasi produk jadi, proses produksi, pengujian, stabilitas, serta informasi lain yang dipersyaratkan.
Semakin lengkap dokumen yang disiapkan sejak awal, semakin mudah proses evaluasi dilakukan.
Langkah 6: Menentukan Klaim Produk dengan Tepat
Salah satu bagian yang tidak boleh dianggap sepele adalah klaim produk.
Klaim harus disesuaikan dengan kategori obat tradisional dan bukti atau persyaratan yang mendasarinya. Pelaku usaha sebaiknya tidak menggunakan klaim berlebihan yang dapat menimbulkan masalah dalam proses evaluasi.
Contohnya, klaim produk perlu dibedakan dari klaim yang mengarah pada pengobatan penyakit tertentu secara tidak sesuai dengan kategori produk.
Karena itu, sebelum label dan materi promosi dicetak dalam jumlah besar, sebaiknya klaim produk diperiksa terlebih dahulu.
Langkah 7: Menyiapkan Label dan Kemasan
Kemasan merupakan bagian penting dari identitas produk sekaligus sumber informasi bagi konsumen.
Informasi pada label harus disiapkan sesuai ketentuan yang berlaku. Kesalahan penulisan nama produk, komposisi, aturan penggunaan, peringatan, klaim, atau informasi lainnya dapat menyebabkan perlunya perbaikan.
Beberapa informasi yang perlu diperhatikan antara lain:
Nama produk.
Komposisi.
Aturan penggunaan.
Klaim atau manfaat sesuai ketentuan.
Peringatan jika diperlukan.
Informasi produsen.
Nomor izin edar setelah diterbitkan.
Informasi lain yang dipersyaratkan.
Label sebaiknya diperiksa sebelum proses produksi kemasan dilakukan secara massal.
Langkah 8: Menyiapkan Dokumen Registrasi
Setelah produk, formula, legalitas, fasilitas, dan label siap, tahap berikutnya adalah menyusun dokumen registrasi.
Dokumen perlu disusun secara sistematis agar informasi produk mudah dievaluasi.
Kesalahan kecil seperti ketidaksesuaian antara formula dan informasi label dapat menimbulkan permintaan perbaikan. Oleh karena itu, pemeriksaan silang dokumen sangat disarankan.
Langkah 9: Mengajukan Registrasi kepada BPOM
Setelah persyaratan dinyatakan siap, permohonan registrasi dapat diajukan melalui sistem yang ditetapkan BPOM.
Pada tahap ini, data produk dimasukkan dan dokumen pendukung disampaikan sesuai persyaratan.
BPOM kemudian melakukan proses evaluasi sesuai mekanisme dan kategori produk yang didaftarkan.
Pengajuan bukan berarti izin edar langsung diterbitkan. Masih terdapat proses penilaian sebelum produk dapat memperoleh NIE.
Langkah 10: Mengikuti Proses Evaluasi BPOM
Setelah pengajuan, BPOM akan melakukan evaluasi terhadap dokumen dan informasi produk.
Apabila terdapat data atau dokumen yang perlu diperbaiki, pemohon dapat menerima permintaan perbaikan atau tambahan dokumen sesuai hasil evaluasi.
Karena itu, pelaku usaha perlu memantau proses registrasi dan memberikan tanggapan sesuai batas waktu serta ketentuan yang berlaku.
Pendampingan konsultan dapat membantu perusahaan memahami bagian yang perlu diperbaiki apabila terdapat permintaan dari pihak regulator.
Langkah 11: Perbaikan Dokumen Jika Dikembalikan
Tidak semua permohonan langsung berjalan tanpa perbaikan. Dalam proses registrasi, dokumen dapat dikembalikan apabila terdapat informasi yang belum sesuai atau perlu dilengkapi.
Jika hal tersebut terjadi, pemohon sebaiknya tidak panik.
Langkah yang dapat dilakukan adalah:
Membaca catatan evaluasi dengan teliti.
Mengidentifikasi dokumen yang perlu diperbaiki.
Menyesuaikan data sesuai permintaan.
Memeriksa kembali seluruh dokumen.
Menyampaikan perbaikan melalui mekanisme yang ditentukan.
Semakin cepat dan tepat perbaikan dilakukan, semakin terarah pula proses registrasinya.
Langkah 12: Izin Edar Terbit
Apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi dan produk dinyatakan memenuhi ketentuan, proses dapat berlanjut sampai Nomor Izin Edar (NIE) diterbitkan.
NIE menjadi bagian penting dari legalitas produk obat tradisional yang diedarkan sesuai ketentuan.
Setelah izin edar diperoleh, pelaku usaha tetap perlu memperhatikan ketentuan terkait produksi, distribusi, label, promosi, mutu, dan pengawasan produk.
Dengan demikian, mendapatkan NIE bukanlah akhir dari tanggung jawab perusahaan, tetapi bagian dari proses membangun produk yang legal dan berkelanjutan.
Berapa Lama Proses Registrasi Obat Tradisional?
Pertanyaan mengenai lama registrasi obat tradisional sering menjadi perhatian pelaku usaha. Namun, waktu proses tidak dapat disamaratakan untuk semua produk.
Lamanya proses dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:
Kategori produk.
Kelengkapan dokumen.
Formula dan bahan yang digunakan.
Kesiapan fasilitas produksi.
Kelengkapan data mutu dan keamanan.
Ketepatan klaim.
Hasil evaluasi BPOM.
Ada atau tidaknya permintaan perbaikan.
Karena itu, pelaku usaha sebaiknya tidak hanya mengejar proses cepat. Yang lebih penting adalah memastikan dokumen dan produk benar-benar siap sebelum pengajuan.
Kesalahan yang Sering Membuat Registrasi Obat Tradisional Terkendala
Banyak kendala sebenarnya dapat diminimalkan apabila persiapan dilakukan dengan benar sejak awal.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
1. Formula Belum Sesuai
Bahan atau komposisi produk belum diperiksa secara menyeluruh sebelum pengajuan.
2. Klaim Terlalu Berlebihan
Klaim pada label atau promosi tidak sesuai dengan kategori dan ketentuan produk.
3. Dokumen Tidak Konsisten
Informasi pada formula, label, dokumen produksi, dan dokumen registrasi berbeda.
4. Fasilitas Belum Siap
Sarana produksi atau dokumen terkait standar produksi belum dipersiapkan dengan baik.
5. Tidak Memahami Kategori Produk
Pelaku usaha menentukan kategori produk tanpa melakukan evaluasi terlebih dahulu.
Menghindari kesalahan tersebut sejak awal dapat membantu membuat proses registrasi lebih terarah.
Mengapa Menggunakan Jasa Konsultan Registrasi Obat Tradisional?
Mengurus registrasi sendiri memang dapat dilakukan, tetapi prosesnya membutuhkan pemahaman terhadap persyaratan dan ketelitian dalam menyiapkan dokumen.
Bagi perusahaan yang baru masuk ke industri obat tradisional, menggunakan jasa konsultan dapat membantu mempercepat persiapan dan mengurangi risiko kesalahan administratif.
Pendampingan dapat mencakup:
Konsultasi awal produk.
Analisis kategori obat tradisional.
Pemeriksaan formula.
Pemeriksaan dokumen.
Pendampingan persiapan persyaratan.
Review label dan klaim.
Pendampingan proses registrasi.
Pendampingan perbaikan dokumen.
Pemantauan proses sampai izin edar terbit.
Dengan pendampingan profesional, pelaku usaha dapat lebih fokus pada pengembangan produk dan pemasaran.
Siapa yang Membutuhkan Jasa Registrasi Obat Tradisional?
Layanan konsultasi dan registrasi dapat digunakan oleh berbagai pelaku usaha, antara lain:
Produsen jamu.
Produsen obat herbal.
Perusahaan herbal.
Pemilik brand obat tradisional.
UMKM produk herbal.
Perusahaan maklon obat tradisional.
Importir produk obat tradisional sesuai ketentuan.
Perusahaan yang ingin mengembangkan produk berbahan alam.
Baik perusahaan yang baru memulai maupun bisnis yang sudah berjalan dapat mempersiapkan registrasi produk sesuai kategori dan persyaratan yang berlaku.
Mengapa Memilih PERMATAMAS?
PERMATAMAS memberikan pendampingan profesional untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan registrasi obat tradisional secara lebih terarah.
Layanan kami dapat membantu mulai dari tahap awal sampai proses pengajuan, meliputi:
Konsultasi registrasi obat tradisional.
Pemeriksaan persyaratan.
Analisis kategori produk.
Review formula dan dokumen.
Pendampingan persiapan label.
Pendampingan pengajuan registrasi.
Pendampingan apabila terdapat perbaikan dari BPOM.
Pemantauan proses sampai izin edar.
Dengan pengalaman menangani berbagai kebutuhan perizinan, PERMATAMAS membantu pelaku usaha memahami tahapan registrasi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.
Registrasi Obat Tradisional Bukan Sekadar Mendapatkan Nomor Izin Edar
Memiliki produk herbal yang berkualitas saja belum cukup. Produk juga perlu memenuhi ketentuan keamanan, mutu, dan legalitas sebelum dipasarkan.
Registrasi yang dipersiapkan dengan baik dapat membantu perusahaan membangun kepercayaan konsumen dan mengembangkan bisnis secara lebih profesional.
Terlebih bagi brand yang ingin masuk ke marketplace, jaringan distributor, toko modern, atau memperluas pemasaran, legalitas produk menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan sejak awal.
Urus Registrasi Obat Tradisional dari Awal Bersama PERMATAMAS
Jangan menunggu dokumen dikembalikan BPOM baru mencari solusi. Persiapkan produk, formula, label, dokumen, dan persyaratan lainnya sejak awal agar proses registrasi lebih terarah.
PERMATAMAS siap membantu Jasa Registrasi Obat Tradisional mulai dari konsultasi, pemeriksaan dokumen, persiapan persyaratan, pengajuan, hingga pendampingan proses sampai NIE terbit sesuai ketentuan yang berlaku.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
Registrasi obat tradisional adalah proses pengajuan produk kepada BPOM untuk mendapatkan penilaian dan izin edar sebelum produk dapat diedarkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tahapannya umumnya dimulai dari menentukan kategori produk, menyiapkan legalitas dan formula, memastikan fasilitas produksi, menyiapkan dokumen mutu dan label, mengajukan registrasi, mengikuti evaluasi BPOM, melakukan perbaikan jika diperlukan, hingga izin edar diterbitkan.
3. Apa saja produk yang termasuk obat tradisional?
Produk obat bahan alam dapat mencakup kategori seperti jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Penentuan kategori harus disesuaikan dengan karakteristik, bahan, klaim, dan persyaratan produk.
4. Berapa lama proses registrasi obat tradisional sampai NIE terbit?
Lama proses dapat berbeda-beda tergantung kategori produk, kelengkapan dokumen, formula, data mutu dan keamanan, serta hasil evaluasi BPOM. Permohonan yang membutuhkan perbaikan dapat memerlukan waktu lebih lama.
5. Apa saja dokumen yang perlu disiapkan untuk registrasi obat tradisional?
Dokumen dapat meliputi legalitas perusahaan, formula produk, data bahan baku, dokumen mutu, informasi proses produksi, label atau rancangan kemasan, serta dokumen pendukung lain sesuai kategori dan ketentuan BPOM.
6. Apakah formula obat tradisional harus diperiksa sebelum registrasi?
Sebaiknya iya. Pemeriksaan formula membantu memastikan bahan dan komposisi produk sesuai dengan ketentuan serta mengurangi risiko kendala ketika dokumen dievaluasi BPOM.
7. Mengapa klaim produk penting dalam registrasi obat tradisional?
Klaim harus sesuai dengan kategori dan ketentuan produk. Klaim yang tidak tepat atau berlebihan dapat menjadi salah satu hal yang perlu diperbaiki dalam proses evaluasi.
8. Bagaimana jika dokumen registrasi obat tradisional dikembalikan BPOM?
Pemohon perlu membaca catatan evaluasi, memperbaiki atau melengkapi dokumen yang diminta, kemudian menyampaikan kembali perbaikan melalui mekanisme yang ditetapkan. Pendampingan konsultan dapat membantu mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki.
9. Apakah UMKM bisa mendaftarkan obat tradisional ke BPOM?
Bisa. Pelaku UMKM dapat mengajukan registrasi sepanjang produk, fasilitas, dokumen, dan persyaratan lainnya memenuhi ketentuan yang berlaku.
10. Apakah PERMATAMAS membantu registrasi obat tradisional sampai NIE terbit?
Ya. PERMATAMAS dapat membantu mulai dari konsultasi, analisis kategori, pemeriksaan formula dan dokumen, persiapan label, pengajuan registrasi, pendampingan perbaikan, hingga proses registrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
LEGALITAS PERMATAMAS INDONESIA
Akta Pendirian : Nomor 15 SK Pengesahaan : AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021 NPWP : 76,011,954,5-427,000 NIB : 0610210009793 TDP : 102637007638 Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia