CPOTB bukan sekadar kelengkapan administratif. Penerapannya berkaitan dengan bagaimana perusahaan mengendalikan proses produksi, bahan baku, fasilitas, peralatan, personel, sanitasi, dokumentasi, hingga pengawasan mutu. Karena itu, persiapan yang kurang matang dapat membuat proses sertifikasi menjadi lebih rumit.
Bagi perusahaan yang baru membangun fasilitas produksi obat tradisional, memahami alur sertifikasi sejak awal sangat penting. Kesalahan dalam menyiapkan dokumen, fasilitas, atau prosedur kerja dapat menimbulkan temuan ketika dilakukan pemeriksaan.
Melalui jasa sertifikasi CPOTB, perusahaan dapat memperoleh pendampingan untuk mempersiapkan berbagai aspek yang diperlukan sebelum mengajukan proses sertifikasi. Tujuannya bukan menjanjikan kelulusan, tetapi membantu perusahaan lebih siap memenuhi persyaratan dan menghadapi proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa Itu Sertifikasi CPOTB?
CPOTB merupakan pedoman yang digunakan untuk memastikan obat tradisional dibuat secara konsisten dengan memenuhi persyaratan mutu dan tujuan penggunaannya. Penerapan CPOTB mencakup berbagai aspek yang saling berhubungan, mulai dari bahan yang digunakan hingga produk jadi.
Bagi produsen obat tradisional, penerapan CPOTB menjadi bagian penting dalam membangun sistem produksi yang terkontrol. Perusahaan tidak cukup hanya memiliki bangunan produksi, tetapi juga perlu mempunyai sistem dokumentasi dan prosedur yang dapat dibuktikan penerapannya.
Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan antara lain:
Sistem mutu dan manajemen produksi.
Personel yang kompeten dan memiliki tanggung jawab jelas.
Bangunan dan fasilitas produksi yang sesuai.
Peralatan produksi dan pengawasan mutu.
Sanitasi dan higiene.
Pengelolaan bahan baku dan bahan kemas.
Proses produksi dan pengawasan selama proses.
Dokumentasi serta pencatatan yang dapat ditelusuri.
Dengan memahami aspek tersebut sejak awal, perusahaan dapat mengurangi risiko adanya ketidaksesuaian ketika dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang.
Mengapa Sertifikasi CPOTB Penting bagi Produsen Obat Tradisional?
Sertifikasi CPOTB menunjukkan bahwa perusahaan telah mempersiapkan sistem produksi berdasarkan prinsip Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Penerapan standar ini membantu perusahaan menjaga konsistensi proses sekaligus memberikan dasar pengendalian mutu produk.
Dalam praktiknya, perusahaan juga perlu memastikan bahwa prosedur yang tertulis benar-benar diterapkan. Salah satu masalah yang dapat terjadi adalah dokumen terlihat lengkap, tetapi praktik di lapangan berbeda dengan SOP yang telah dibuat.
Karena itu, perusahaan perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
Kualitas bahan baku, termasuk penerimaan, pemeriksaan, penyimpanan, dan status penggunaannya.
Kebersihan fasilitas, termasuk sanitasi ruangan dan peralatan.
Kompetensi personel, terutama personel yang memiliki tanggung jawab terhadap produksi dan mutu.
Dokumentasi, sehingga setiap proses dapat ditelusuri dan dibuktikan.
Sertifikasi CPOTB sebaiknya tidak dipandang sebagai proses administratif semata. Penerapan sistem yang baik justru dapat membantu perusahaan membangun proses produksi yang lebih tertib dan konsisten.
Jasa Sertifikasi CPOTB Membantu Persiapan Perusahaan
Persiapan sertifikasi CPOTB dapat menjadi pekerjaan yang cukup kompleks, terutama bagi perusahaan yang baru pertama kali mempersiapkan fasilitas produksi obat tradisional. Banyak aspek harus diperiksa secara bersamaan agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara dokumen, fasilitas, dan pelaksanaan di lapangan.
Melalui jasa sertifikasi CPOTB, perusahaan dapat melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pengajuan atau pemeriksaan. Evaluasi tersebut membantu mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperbaiki.
Pendampingan dapat mencakup beberapa pekerjaan berikut:
Evaluasi kesiapan perusahaan dan fasilitas.
Identifikasi gap terhadap persyaratan CPOTB.
Penyusunan dan penyesuaian SOP.
Persiapan dokumen pendukung.
Evaluasi penerapan sistem mutu.
Persiapan personel menghadapi pemeriksaan.
Pendampingan perbaikan atas temuan atau kekurangan.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak hanya mengejar kelengkapan dokumen, tetapi juga mempersiapkan penerapan sistem secara nyata.
Jasa Sertifikasi CPOTB Proses Lengkap Sesuai Ketentuan BPOM
Proses Sertifikasi CPOTB dari Awal sampai Siap Pemeriksaan
Setiap perusahaan dapat memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda. Karena itu, proses pendampingan sebaiknya dimulai dengan melihat kondisi aktual perusahaan, bukan langsung membuat dokumen secara umum.
1. Konsultasi dan Identifikasi Kebutuhan
Tahap pertama adalah memahami profil perusahaan, jenis produk yang akan diproduksi, kondisi fasilitas, sistem produksi, serta status legalitas yang sudah dimiliki.
Dari informasi tersebut dapat ditentukan bagian mana yang sudah siap dan bagian mana yang masih membutuhkan perbaikan.
2. Gap Analysis CPOTB
Gap analysis dilakukan untuk membandingkan kondisi perusahaan dengan persyaratan yang perlu dipenuhi. Tahap ini penting karena dapat membantu perusahaan mengetahui potensi masalah sejak awal.
Hasil evaluasi biasanya menjadi dasar penyusunan rencana perbaikan.
3. Penyusunan dan Penyesuaian Dokumen
Setelah mengetahui kekurangan, perusahaan dapat mulai menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Dokumen harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan dan proses produksi yang benar-benar dilakukan.
Beberapa dokumen yang perlu diperhatikan antara lain SOP, instruksi kerja, formulir pencatatan, dokumen pengawasan mutu, serta dokumentasi terkait proses produksi.
4. Evaluasi Fasilitas dan Peralatan
Dokumen yang baik harus didukung fasilitas yang sesuai. Karena itu, kondisi bangunan, ruangan, alur personel, alur bahan, peralatan, kebersihan, dan sistem penyimpanan perlu dievaluasi.
5. Simulasi dan Persiapan Pemeriksaan
Sebelum pemeriksaan, perusahaan dapat melakukan simulasi internal. Tujuannya untuk memastikan personel memahami prosedur dan dapat menunjukkan bukti penerapan ketika diperlukan.
6. Pengajuan dan Proses Evaluasi
Setelah persiapan dianggap memadai, perusahaan dapat mengikuti proses pengajuan dan evaluasi sesuai mekanisme serta ketentuan BPOM yang berlaku.
Dokumen yang Perlu Dipersiapkan untuk CPOTB
Dokumen menjadi salah satu komponen penting dalam sistem CPOTB. Dokumentasi harus dibuat secara sistematis sehingga kegiatan yang dilakukan perusahaan dapat dibuktikan dan ditelusuri.
Dokumen yang perlu dipersiapkan dapat mencakup:
Profil perusahaan dan dokumen legalitas.
Struktur organisasi.
Uraian tugas dan tanggung jawab personel.
SOP produksi.
SOP pengawasan mutu.
SOP sanitasi dan higiene.
SOP penerimaan dan penyimpanan bahan.
Dokumen proses produksi.
Dokumen pengujian dan pengawasan mutu.
Formulir pencatatan kegiatan.
Dokumen terkait keluhan dan penanganan produk.
Dokumentasi pelatihan personel.
Daftar tersebut bukan berarti seluruh perusahaan memiliki kebutuhan dokumen yang sama. Jenis dan kedalaman dokumen perlu disesuaikan dengan kegiatan, skala fasilitas, produk, dan persyaratan yang berlaku.
Fasilitas Produksi Juga Harus Dipersiapkan
Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah perusahaan terlalu fokus pada dokumen tetapi kurang memperhatikan kondisi fasilitas.
Padahal, penerapan CPOTB berkaitan erat dengan kemampuan fasilitas dalam mendukung proses produksi yang higienis, terkontrol, dan dapat mencegah terjadinya kontaminasi maupun kesalahan proses.
Beberapa aspek fasilitas yang perlu diperhatikan meliputi:
Tata letak ruangan.
Alur bahan dan personel.
Kondisi area produksi.
Kebersihan dan sanitasi.
Ventilasi dan lingkungan produksi.
Penyimpanan bahan baku dan bahan kemas.
Area pengawasan mutu.
Kondisi dan pemeliharaan peralatan.
Fasilitas juga harus mendukung prosedur yang tercantum dalam dokumen. Jangan sampai SOP menyatakan suatu proses dilakukan dengan cara tertentu, tetapi fasilitas perusahaan tidak memungkinkan prosedur tersebut diterapkan.
Persiapan SDM untuk Menghadapi Pemeriksaan CPOTB
Sistem CPOTB tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan dokumen. Personel yang terlibat dalam produksi dan pengawasan mutu harus memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing.
Karyawan juga perlu mendapatkan pelatihan sesuai pekerjaannya. Bukti pelatihan dan evaluasi kompetensi perlu dikelola secara tertib sebagai bagian dari sistem dokumentasi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Struktur organisasi harus jelas.
Tugas dan tanggung jawab harus terdokumentasi.
Personel memahami SOP yang berkaitan dengan pekerjaannya.
Pelatihan dilakukan secara terencana.
Bukti pelatihan disimpan dengan baik.
Personel memahami pentingnya higiene dan sanitasi.
Saat pemeriksaan, personel sebaiknya tidak hanya mengetahui isi SOP, tetapi juga memahami bagaimana SOP tersebut diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Persiapan CPOTB
Perusahaan dapat mengalami kendala ketika persiapan dilakukan hanya menjelang pemeriksaan. Akibatnya, banyak dokumen dibuat terburu-buru dan belum sempat diterapkan secara konsisten.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:
1. SOP dibuat tanpa menyesuaikan kondisi perusahaan
SOP seharusnya menggambarkan proses yang benar-benar dilakukan. Dokumen yang terlalu umum dapat menyulitkan penerapan di lapangan.
2. Dokumentasi tidak lengkap
Setiap proses penting membutuhkan bukti pencatatan yang sesuai. Tanpa dokumentasi, perusahaan dapat kesulitan menunjukkan bukti penerapan sistem.
3. Fasilitas belum sesuai dengan prosedur
Dokumen dan fasilitas harus saling mendukung. Ketidaksesuaian keduanya dapat menjadi persoalan saat evaluasi.
4. Personel belum memahami SOP
SOP bukan hanya untuk disimpan dalam arsip. Personel terkait harus mengetahui dan menerapkannya.
5. Tidak melakukan evaluasi internal
Audit internal atau simulasi sebelum pemeriksaan dapat membantu perusahaan menemukan kekurangan lebih awal.
Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB?
Waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan sertifikasi CPOTB tidak selalu sama untuk setiap perusahaan. Perusahaan yang fasilitas dan dokumentasinya sudah relatif siap tentu memiliki kebutuhan persiapan yang berbeda dengan perusahaan yang baru membangun sistem dari awal.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi waktu persiapan antara lain:
Kelengkapan legalitas perusahaan.
Kondisi bangunan dan fasilitas.
Kesiapan dokumen dan SOP.
Kesiapan personel.
Sistem produksi dan pengawasan mutu.
Hasil evaluasi atau pemeriksaan.
Karena itu, lebih tepat melakukan gap analysis terlebih dahulu sebelum menentukan target waktu. Jadwal resmi proses evaluasi juga mengikuti mekanisme dan ketentuan instansi yang berwenang.
Tips Agar Persiapan CPOTB Lebih Optimal
Jika perusahaan ingin mempersiapkan sertifikasi CPOTB, jangan menunggu sampai mendekati jadwal pemeriksaan. Semakin awal evaluasi dilakukan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperbaiki kekurangan.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Mulai dengan gap analysis.
Pastikan SOP sesuai dengan kegiatan aktual.
Evaluasi kondisi fasilitas secara menyeluruh.
Berikan pelatihan kepada personel.
Rapikan seluruh dokumentasi.
Lakukan audit internal.
Simpan bukti penerapan setiap prosedur.
Segera lakukan tindakan perbaikan terhadap ketidaksesuaian.
Yang paling penting, perusahaan perlu membangun sistem yang benar-benar dapat diterapkan secara berkelanjutan, bukan sekadar mempersiapkan dokumen untuk pemeriksaan.
Jasa Sertifikasi CPOTB PERMATAMAS
Mempersiapkan sertifikasi CPOTB membutuhkan pemahaman terhadap dokumen, sistem mutu, fasilitas, proses produksi, dan ketentuan yang berlaku. Bagi perusahaan yang belum memiliki pengalaman, proses tersebut dapat terasa cukup rumit.
PERMATAMAS menyediakan pendampingan profesional untuk membantu perusahaan mempersiapkan proses sertifikasi CPOTB secara lebih terstruktur. Pendampingan dapat dimulai dari identifikasi kebutuhan, evaluasi kesiapan, penyusunan dan penyesuaian dokumen, hingga persiapan menghadapi proses evaluasi.
Pendekatan dilakukan berdasarkan kondisi perusahaan sehingga dokumen dan prosedur tidak hanya dibuat untuk memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan operasional.
Jika Anda sedang mempersiapkan fasilitas produksi obat tradisional dan membutuhkan pendampingan jasa sertifikasi CPOTB, konsultasikan kebutuhan perusahaan terlebih dahulu agar dapat ditentukan langkah persiapan yang sesuai.
PERMATAMAS — Konsultasi profesional, pendampingan proses, dan solusi legal untuk kebutuhan perizinan usaha Anda.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
CPOTB adalah singkatan dari Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Sertifikasi ini berkaitan dengan penerapan standar dalam proses pembuatan obat tradisional agar mutu dan keamanan produk dapat dikendalikan sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Siapa yang membutuhkan sertifikasi CPOTB?
Sertifikasi CPOTB diperlukan bagi pelaku usaha yang melakukan kegiatan produksi obat tradisional sesuai kategori dan ketentuan yang berlaku. Jenis produk dan kegiatan produksi perlu diperhatikan untuk menentukan persyaratan yang harus dipenuhi.
3. Apa saja syarat sertifikasi CPOTB?
Persyaratan dapat meliputi legalitas perusahaan, fasilitas produksi, peralatan, personel, sistem mutu, SOP, sanitasi dan higiene, dokumentasi produksi, pengawasan mutu, serta berbagai dokumen pendukung lainnya.
4. Bagaimana proses sertifikasi CPOTB dari awal?
Secara umum, persiapan dapat dimulai dari konsultasi dan identifikasi kebutuhan, gap analysis, perbaikan fasilitas, penyusunan dokumen dan SOP, pelatihan personel, audit internal, hingga pengajuan dan proses evaluasi sesuai ketentuan BPOM.
5. Mengapa gap analysis penting dalam persiapan CPOTB?
Gap analysis membantu perusahaan mengetahui perbedaan antara kondisi aktual dengan persyaratan CPOTB. Dengan begitu, kekurangan pada dokumen, fasilitas, SDM, maupun sistem mutu dapat diperbaiki sebelum memasuki tahap evaluasi.
6. Apakah SOP wajib dalam sertifikasi CPOTB?
Ya. SOP merupakan bagian penting dalam penerapan sistem CPOTB. SOP harus disusun sesuai proses yang benar-benar dilakukan perusahaan dan dipahami oleh personel yang bertanggung jawab.
7. Apa saja yang diperiksa dalam proses evaluasi CPOTB?
Evaluasi dapat mencakup sistem mutu, personel, bangunan dan fasilitas, peralatan, sanitasi dan higiene, produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, dokumentasi, serta aspek lain sesuai ruang lingkup dan ketentuan yang berlaku.
8. Berapa lama proses sertifikasi CPOTB?
Waktu proses berbeda-beda tergantung kesiapan perusahaan, kelengkapan dokumen, kondisi fasilitas, hasil evaluasi, serta mekanisme yang ditetapkan oleh instansi berwenang. Karena itu, sebaiknya dilakukan evaluasi kesiapan terlebih dahulu.
9. Apakah menggunakan jasa konsultan menjamin sertifikasi CPOTB pasti lulus?
Tidak ada konsultan yang dapat menjamin hasil evaluasi. Namun, pendampingan profesional dapat membantu perusahaan mengidentifikasi kekurangan, mempersiapkan dokumen, memperbaiki sistem, dan meningkatkan kesiapan menghadapi proses evaluasi.
10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa sertifikasi CPOTB?
PERMATAMAS dapat membantu pendampingan persiapan sertifikasi CPOTB, mulai dari identifikasi kebutuhan, gap analysis, persiapan dokumen dan SOP, evaluasi fasilitas, hingga persiapan menghadapi proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang. Berbagai produk berbahan alam seperti jamu, obat bahan alam, ekstrak herbal, kapsul, serbuk, hingga sediaan cair semakin banyak diproduksi dan dipasarkan. Di tengah pertumbuhan tersebut, aspek keamanan, mutu, dan konsistensi produk menjadi hal yang tidak dapat diabaikan. Salah satu fondasi penting untuk menjaganya adalah penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).
Bagi pelaku usaha, memahami regulasi BPOM tentang CPOTB bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif. CPOTB berkaitan dengan bagaimana bahan baku diterima, diproses, dikemas, disimpan, sampai produk siap diedarkan. Dengan sistem produksi yang baik, risiko kontaminasi, kesalahan proses, dan ketidaksesuaian mutu dapat diminimalkan.
Saat ini, salah satu regulasi utama yang menjadi dasar penerapan CPOTB adalah Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. JDIH BPOM mencatat peraturan tersebut sebagai peraturan yang berlaku. Selain itu, terdapat PerBPOM Nomor 31 Tahun 2022 yang mengatur petunjuk teknis penerapan aspek CPOTB secara bertahap.
Apa Itu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB)?
CPOTB merupakan pedoman yang digunakan untuk memastikan obat tradisional dibuat secara konsisten sesuai persyaratan mutu yang ditetapkan. Penerapannya mencakup berbagai aspek dalam kegiatan produksi, bukan hanya pemeriksaan produk akhir. Dengan demikian, kualitas harus dibangun sejak bahan baku masuk sampai produk selesai diproduksi.
Dalam praktiknya, penerapan CPOTB membantu perusahaan membangun sistem produksi yang lebih terkontrol. Setiap proses perlu memiliki prosedur, dokumentasi, personel yang kompeten, serta fasilitas yang sesuai dengan jenis produk yang dibuat.
Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan meliputi:
Sistem mutu.
Personel dan organisasi.
Bangunan dan fasilitas.
Peralatan produksi.
Sanitasi dan higiene.
Dokumentasi.
Produksi.
Pengawasan mutu.
Penyimpanan dan distribusi.
Penanganan keluhan serta penarikan produk.
Dengan sistem tersebut, perusahaan tidak hanya berorientasi pada produk yang selesai dibuat, tetapi juga memastikan seluruh proses produksinya terkendali.
Regulasi BPOM yang Menjadi Dasar CPOTB
Pelaku industri obat tradisional perlu memperhatikan regulasi yang berlaku agar penerapan CPOTB tidak hanya berdasarkan kebiasaan internal perusahaan. Salah satu dasar utama adalah Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Peraturan tersebut tercatat dalam JDIH BPOM sebagai peraturan yang berlaku.
Selain peraturan tersebut, BPOM juga menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerapan Aspek Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik Secara Bertahap. Regulasi ini memberikan petunjuk teknis mengenai penerapan aspek CPOTB secara bertahap dan juga tercatat berstatus berlaku.
Pelaku usaha sebaiknya tidak menggunakan peraturan lama sebagai satu-satunya acuan. Regulasi di bidang obat dan obat bahan alam dapat berkembang mengikuti kebutuhan hukum, perkembangan teknologi, serta kebijakan pengawasan BPOM. Karena itu, pemeriksaan regulasi terbaru sebelum mengajukan proses sertifikasi atau perizinan sangat diperlukan.
Mengapa CPOTB Penting bagi Industri Obat Tradisional?
Penerapan CPOTB mempunyai peran penting dalam menjaga kualitas produk obat tradisional. Produk berbahan alam tetap membutuhkan pengendalian yang ketat karena bahan baku dapat memiliki karakteristik yang berbeda-beda, termasuk dari sisi kualitas, kebersihan, kadar komponen tertentu, dan potensi kontaminasi.
CPOTB membantu perusahaan membangun proses produksi yang terdokumentasi dan dapat ditelusuri. Apabila terjadi masalah pada produk, perusahaan memiliki sistem pencatatan yang dapat membantu mengidentifikasi proses maupun bahan yang berkaitan dengan produk tersebut.
Manfaat penerapan CPOTB antara lain:
Membantu menjaga konsistensi mutu produk.
Mengurangi risiko kontaminasi dan kesalahan produksi.
Meningkatkan keteraturan proses produksi.
Mendukung pemenuhan persyaratan regulasi.
Meningkatkan kepercayaan terhadap produk dan perusahaan.
Dengan demikian, CPOTB bukan sekadar formalitas untuk memperoleh sertifikat, tetapi merupakan bagian dari sistem manajemen mutu industri obat tradisional.
Regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
Aspek Penting dalam Penerapan CPOTB
Penerapan CPOTB mencakup berbagai bagian yang saling berhubungan. Perusahaan tidak dapat hanya memperbaiki satu aspek, misalnya bangunan, tetapi mengabaikan dokumentasi atau pengawasan mutu.
1. Sistem Mutu
Perusahaan perlu mempunyai sistem yang memastikan proses produksi berjalan sesuai standar. Sistem tersebut harus didukung kebijakan, prosedur, pengawasan, evaluasi, serta dokumentasi yang memadai.
2. Personel
Sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam penerapan CPOTB. Personel harus mempunyai kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Pembagian tugas juga perlu dibuat secara jelas agar setiap aktivitas mempunyai penanggung jawab. Pelatihan secara berkala diperlukan untuk memastikan personel memahami prosedur dan standar yang diterapkan perusahaan.
3. Bangunan dan Fasilitas
Bangunan produksi harus dirancang dan dipelihara agar mendukung proses pembuatan obat tradisional secara higienis dan terkendali.
Tata letak ruangan, alur personel, alur bahan, kebersihan, ventilasi, pencahayaan, serta fasilitas pendukung perlu diperhatikan sesuai karakteristik kegiatan produksi.
4. Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam produksi harus sesuai dengan kebutuhan dan dipelihara secara teratur. Kondisi peralatan dapat memengaruhi kualitas produk apabila tidak dikendalikan dengan baik.
Karena itu, perusahaan perlu memiliki prosedur penggunaan, pembersihan, pemeliharaan, dan pemeriksaan peralatan.
Dokumentasi Menjadi Bagian Penting CPOTB
Salah satu aspek yang sering menjadi tantangan bagi perusahaan adalah dokumentasi. Dalam sistem CPOTB, kegiatan produksi tidak cukup hanya dilakukan dengan benar, tetapi juga harus dapat dibuktikan melalui catatan yang sesuai.
Dokumentasi membantu perusahaan memastikan setiap proses dapat ditelusuri. Mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, pengujian, pengemasan, sampai penyimpanan perlu mempunyai catatan sesuai sistem yang diterapkan.
Dokumen yang perlu diperhatikan dapat mencakup:
Prosedur Operasional Standar (SOP).
Catatan produksi.
Catatan pengawasan mutu.
Spesifikasi bahan dan produk.
Catatan pembersihan.
Catatan pemeliharaan peralatan.
Catatan pelatihan personel.
Dokumen penerimaan dan penyimpanan bahan.
Dokumen penanganan keluhan.
Dokumentasi yang rapi juga memudahkan perusahaan ketika melakukan evaluasi internal maupun ketika menghadapi proses pemeriksaan oleh regulator.
Penerapan CPOTB Secara Bertahap
Tidak semua pelaku usaha mempunyai kondisi fasilitas dan kapasitas produksi yang sama. Karena itu, BPOM juga mempunyai regulasi mengenai penerapan aspek CPOTB secara bertahap melalui PerBPOM Nomor 31 Tahun 2022. Regulasi tersebut secara khusus mengatur petunjuk teknis pelaksanaan penerapan aspek CPOTB secara bertahap.
Pendekatan bertahap memberikan kerangka bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pemenuhan aspek CPOTB sesuai tahapan yang ditetapkan. Namun, perusahaan tetap harus memahami aspek mana yang berlaku terhadap bentuk usaha dan kegiatan produksinya.
Untuk itu, sebelum melakukan pembangunan fasilitas atau penyusunan dokumen secara besar-besaran, sebaiknya dilakukan pemetaan terlebih dahulu terhadap kondisi perusahaan.
Bagaimana Proses Persiapan Sertifikasi CPOTB?
Perusahaan yang akan memenuhi persyaratan CPOTB sebaiknya memulai proses dengan melakukan evaluasi kondisi aktual. Tujuannya adalah mengetahui apakah bangunan, fasilitas, personel, peralatan, dokumen, serta proses produksi telah memenuhi persyaratan.
Tahapan persiapannya secara umum dapat dilakukan sebagai berikut:
Identifikasi jenis dan bentuk produk yang diproduksi.
Evaluasi fasilitas dan bangunan yang tersedia.
Menentukan personel dan penanggung jawab sesuai kebutuhan.
Menyusun atau memperbaiki SOP.
Menyiapkan sistem dokumentasi.
Mengevaluasi peralatan produksi dan pengawasan mutu.
Melakukan audit atau gap assessment internal.
Melakukan perbaikan terhadap temuan.
Mempersiapkan dokumen pengajuan.
Mengikuti tahapan evaluasi BPOM sesuai mekanisme yang berlaku.
Persiapan seperti ini membuat perusahaan dapat mengetahui kekurangan sejak awal sehingga proses pemenuhan CPOTB menjadi lebih terarah.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Persiapan CPOTB
Perusahaan yang baru pertama kali mempersiapkan CPOTB terkadang hanya berfokus pada pembangunan fasilitas. Padahal, CPOTB mencakup sistem yang lebih luas.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
SOP dibuat tetapi tidak diterapkan.
Dokumentasi tidak konsisten dengan aktivitas produksi.
Pembagian tugas personel tidak jelas.
Jadwal pembersihan tidak terdokumentasi.
Peralatan tidak mempunyai catatan pemeliharaan.
Alur bahan dan personel kurang diperhatikan.
Sistem pengawasan mutu belum berjalan optimal.
Tidak melakukan evaluasi internal sebelum proses pengajuan.
Menggunakan dokumen lama yang tidak lagi sesuai kondisi perusahaan.
Kesalahan tersebut dapat membuat perusahaan harus melakukan perbaikan berulang kali. Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan dengan pendekatan menyeluruh.
CPOTB dan Hubungannya dengan Legalitas Produk Obat Tradisional
CPOTB tidak boleh disamakan dengan izin edar produk. Keduanya mempunyai fungsi berbeda, tetapi saling berkaitan dalam sistem pengawasan obat tradisional.
CPOTB berfokus pada cara produk dibuat, termasuk sistem, fasilitas, personel, proses, dokumentasi, dan pengawasan mutu. Sementara itu, izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk dapat diedarkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, perusahaan yang ingin mengembangkan produk obat tradisional sebaiknya menyusun strategi legalitas sejak awal. Jangan menunggu produk siap dipasarkan baru memeriksa apakah fasilitas dan sistem produksinya sudah sesuai.
Perbedaan CPOTB dengan CPOB
Istilah CPOTB dan CPOB sering dianggap sama karena keduanya sama-sama berkaitan dengan cara pembuatan produk kesehatan. Padahal, objek pengaturannya berbeda.
CPOTB berkaitan dengan pembuatan obat tradisional/obat bahan alam, sedangkan CPOB berkaitan dengan standar pembuatan obat. Untuk CPOB, regulasi utamanya saat ini adalah PerBPOM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik, yang telah diubah dengan PerBPOM Nomor 7 Tahun 2025.
Perbedaan ini penting karena perusahaan harus menggunakan standar yang sesuai dengan jenis produk dan kegiatan industrinya. Jangan sampai dokumen atau sistem yang disiapkan justru mengacu pada standar yang tidak relevan.
Mengapa Perusahaan Perlu Mempersiapkan CPOTB Sejak Awal?
Mempersiapkan CPOTB sejak awal dapat membantu perusahaan menghindari biaya dan pekerjaan tambahan di kemudian hari. Ketika fasilitas, sistem, SOP, personel, dan dokumentasi sudah dirancang berdasarkan standar yang tepat, proses pengembangan industri menjadi lebih terstruktur.
Selain itu, penerapan CPOTB dapat membantu membangun budaya mutu di dalam perusahaan. Kualitas bukan hanya tanggung jawab bagian pengawasan mutu, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh bagian yang terlibat dalam proses produksi.
Bagi pelaku usaha obat tradisional yang sedang berkembang, pendekatan ini penting. Produk yang memiliki pasar besar tetap membutuhkan sistem produksi yang dapat menjaga konsistensi mutu dari satu batch ke batch berikutnya.
Jasa Pengurusan dan Pendampingan CPOTB PERMATAMAS
Memahami regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik memang membutuhkan perhatian terhadap banyak aspek. Mulai dari fasilitas, personel, SOP, dokumentasi, proses produksi, pengawasan mutu, hingga kesiapan perusahaan menghadapi evaluasi.
PERMATAMASIndonesia dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan kebutuhan CPOTB secara lebih terarah, mulai dari konsultasi awal, pengecekan kesiapan perusahaan, penyusunan dan evaluasi dokumen, pendampingan pemenuhan persyaratan, hingga persiapan menghadapi proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendampingan profesional bukan berarti menjamin sertifikat pasti terbit. Namun, proses yang dipersiapkan dengan baik dapat membantu perusahaan memahami kekurangan sejak awal dan melakukan perbaikan sebelum masuk ke tahap evaluasi.
PERMATAMAS — Solusi Profesional untuk Pengurusan Legalitas, CPOTB, dan Perizinan Produk Obat Tradisional.
Catatan: Regulasi dapat mengalami perubahan. Untuk pengajuan aktual, perusahaan sebaiknya selalu memeriksa ketentuan terbaru pada JDIH BPOM dan sistem perizinan yang berlaku. Saat ini, PerBPOM No. 25 Tahun 2021 tercatat sebagai regulasi CPOTB yang berlaku, sementara PerBPOM No. 31 Tahun 2022 mengatur penerapan aspek CPOTB secara bertahap
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
CPOTB adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik untuk memastikan proses produksi obat tradisional memenuhi standar mutu, keamanan, dan konsistensi.
2. Apa dasar regulasi CPOTB di Indonesia?
Salah satu dasar utamanya adalah PerBPOM Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik.
3. Apa fungsi penerapan CPOTB bagi perusahaan?
CPOTB membantu memastikan proses produksi, fasilitas, personel, dokumentasi, dan pengawasan mutu berjalan sesuai standar.
4. Apa saja aspek yang diatur dalam CPOTB?
Meliputi sistem mutu, personel, bangunan, peralatan, sanitasi, dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, distribusi, keluhan, dan penarikan produk.
5. Apakah CPOTB sama dengan izin edar BPOM?
Tidak. CPOTB berkaitan dengan standar proses pembuatan, sedangkan izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk diedarkan.
6. Apakah penerapan CPOTB bisa dilakukan secara bertahap?
Ya. BPOM memiliki PerBPOM Nomor 31 Tahun 2022 yang mengatur petunjuk teknis penerapan aspek CPOTB secara bertahap.
7. Apakah SOP wajib dalam penerapan CPOTB?
Ya. SOP menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan produksi dilakukan secara konsisten dan terdokumentasi.
8. Mengapa dokumentasi penting dalam CPOTB?
Dokumentasi membantu memastikan setiap proses dapat ditelusuri dan menjadi bukti bahwa kegiatan produksi telah dilakukan sesuai prosedur.
9. Apa yang harus dipersiapkan sebelum mengajukan CPOTB?
Perusahaan perlu mengevaluasi bangunan, fasilitas, peralatan, personel, SOP, dokumentasi, proses produksi, serta sistem pengawasan mutu.
10. Apakah PERMATAMAS membantu pengurusan CPOTB?
Ya. PERMATAMAS dapat membantu persiapan dokumen, evaluasi kesiapan, pendampingan pemenuhan persyaratan, dan proses pengurusan CPOTB.
Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB – Industri obat tradisional perlu memastikan proses produksi berjalan sesuai standar keamanan, mutu, dan persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan oleh pelaku usaha adalah sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Sebelum audit dilakukan, perusahaan perlu menyiapkan dokumen, fasilitas, personel, sistem mutu, hingga penerapan prosedur di lapangan.
Tidak sedikit pelaku usaha yang bertanya mengenai estimasi waktu persiapan audit sertifikasi CPOTB. Jawabannya tidak selalu sama karena setiap industri memiliki kondisi awal yang berbeda. Perusahaan yang sudah memiliki sistem mutu dan dokumentasi lengkap tentu membutuhkan waktu persiapan yang berbeda dibandingkan industri yang baru mulai membangun sistem CPOTB.
Melalui PERMATAMAS, pelaku usaha dapat memperoleh Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan pendampingan persiapan audit secara menyeluruh. Pendampingan dapat dimulai dari identifikasi kesiapan perusahaan, pemeriksaan dokumen, gap assessment, persiapan fasilitas, simulasi audit, hingga pendampingan menghadapi proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa Itu Sertifikasi CPOTB?
CPOTB merupakan pedoman yang mengatur bagaimana obat tradisional diproduksi dan dikendalikan agar memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Penerapan CPOTB tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan dalam sistem mutu industri.
Perusahaan perlu memastikan bahwa personel, bangunan, fasilitas, peralatan, sanitasi, dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, hingga penyimpanan berjalan secara terkendali.
Karena itu, persiapan sertifikasi CPOTB sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak. Beberapa aspek yang perlu dipersiapkan antara lain:
Industri yang telah memiliki fasilitas, personel, dokumentasi, dan sistem mutu yang berjalan biasanya dapat melakukan persiapan lebih cepat. Sebaliknya, perusahaan yang masih harus melakukan banyak perbaikan membutuhkan waktu lebih panjang.
Secara praktis, waktu persiapan dapat dibagi menjadi beberapa kondisi:
Perusahaan sudah relatif siap Fokus persiapan lebih banyak pada pemeriksaan dan penyempurnaan dokumen serta simulasi audit.
Perusahaan memiliki beberapa kekurangan Membutuhkan gap assessment, perbaikan dokumen, pelatihan, dan pembenahan penerapan di lapangan.
Perusahaan baru membangun sistem CPOTB Persiapannya dapat lebih panjang karena perlu membangun sistem mutu, prosedur, fasilitas, dokumentasi, serta kompetensi personel secara bertahap.
Karena itu, estimasi sebaiknya ditentukan setelah dilakukan assessment awal, bukan hanya berdasarkan target tanggal audit.
JASA SERTIFIKASI CPOTB
Hubungi PERMATAMAS untuk Persiapan Audit CPOTB
Persiapan audit CPOTB membutuhkan koordinasi antara manajemen, bagian produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, gudang, dan personel terkait lainnya.
PERMATAMAS membantu perusahaan melakukan persiapan secara lebih terstruktur, mulai dari identifikasi kekurangan, pemeriksaan dokumen, pendampingan perbaikan, hingga simulasi audit.
Layanan dapat disesuaikan dengan kondisi industri sehingga perusahaan tidak perlu melakukan pembenahan secara acak.
Persiapan audit sebaiknya dilakukan secara sistematis agar setiap bagian perusahaan dapat mengetahui apa yang harus diperbaiki.
Secara umum, tahapan persiapannya dapat meliputi:
1. Assessment Awal
Tim melakukan pemeriksaan terhadap kondisi perusahaan untuk mengetahui tingkat kesiapan terhadap persyaratan CPOTB.
2. Gap Analysis
Kondisi aktual dibandingkan dengan persyaratan yang harus dipenuhi. Dari sini dapat diketahui area yang masih membutuhkan perbaikan.
3. Pemeriksaan Dokumen
Dokumen seperti SOP, instruksi kerja, catatan produksi, dokumentasi mutu, dan dokumen pendukung lainnya diperiksa.
4. Pemeriksaan Fasilitas
Bangunan, ruang produksi, gudang, sanitasi, alur personel, alur bahan, dan fasilitas pendukung perlu diperiksa kesesuaiannya.
5. Perbaikan dan Implementasi
Temuan dari assessment ditindaklanjuti. Yang penting bukan hanya memiliki dokumen, tetapi memastikan prosedur benar-benar diterapkan.
6. Pelatihan Personel
Personel perlu memahami tugas, tanggung jawab, prosedur, higiene, dokumentasi, serta prinsip CPOTB yang berkaitan dengan pekerjaannya.
7. Simulasi Audit
Perusahaan dapat melakukan simulasi untuk melihat kesiapan personel dalam menjawab pertanyaan dan menunjukkan bukti penerapan sistem.
8. Final Check
Sebelum audit, dilakukan pemeriksaan terakhir untuk memastikan dokumen, fasilitas, personel, dan penerapan sudah dipersiapkan.
Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB
Faktor yang Memengaruhi Lama Persiapan CPOTB
Tidak semua industri membutuhkan waktu persiapan yang sama. Beberapa faktor dapat membuat proses menjadi lebih cepat atau lebih panjang.
Faktor tersebut antara lain:
Kondisi fasilitas produksi.
Kelengkapan dokumentasi.
Sistem mutu yang sudah berjalan.
Jumlah produk.
Kompleksitas proses produksi.
Kompetensi personel.
Kesiapan pengawasan mutu.
Kondisi gudang.
Sistem sanitasi dan higiene.
Jumlah temuan saat assessment.
Kecepatan perusahaan melakukan perbaikan.
Jika gap yang ditemukan cukup banyak, perusahaan perlu memberikan waktu yang memadai untuk melakukan tindakan perbaikan.
Dokumen Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?
Dokumentasi merupakan salah satu bagian penting dalam persiapan audit CPOTB. Dokumen harus menggambarkan proses yang benar-benar dilakukan perusahaan.
Beberapa dokumen yang umumnya perlu diperhatikan meliputi:
Pedoman atau sistem mutu.
SOP produksi.
SOP pengawasan mutu.
SOP sanitasi dan higiene.
SOP penyimpanan.
Dokumen penerimaan bahan.
Dokumen proses produksi.
Catatan pengawasan mutu.
Dokumen pelatihan personel.
Dokumen pemeliharaan peralatan.
Dokumen penanganan penyimpangan.
Dokumen keluhan dan penarikan produk apabila relevan.
Dokumen tidak cukup hanya dibuat untuk kebutuhan audit. Prosedur harus dipahami dan diterapkan oleh personel terkait.
Mengapa Gap Assessment Penting Sebelum Audit?
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan industri adalah langsung mempersiapkan audit tanpa mengetahui kondisi sebenarnya.
Melalui gap assessment, perusahaan dapat mengetahui bagian mana yang sudah sesuai dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
Contohnya:
Dokumen belum lengkap.
SOP belum diterapkan secara konsisten.
Catatan produksi belum tertata.
Fasilitas belum memenuhi kebutuhan.
Alur bahan perlu diperbaiki.
Personel belum mendapatkan pelatihan yang memadai.
Sistem pengawasan mutu belum berjalan optimal.
Dengan mengetahui gap lebih awal, perusahaan dapat membuat prioritas perbaikan berdasarkan tingkat urgensinya.
Persiapan Fasilitas Produksi untuk Audit CPOTB
Selain dokumentasi, kondisi fasilitas juga menjadi bagian penting dalam kesiapan industri.
Area produksi harus ditata agar mendukung proses yang terkendali dan meminimalkan risiko terhadap mutu produk.
Beberapa area yang perlu diperhatikan antara lain:
Ruang produksi.
Area penerimaan bahan.
Area penyimpanan bahan baku.
Area penyimpanan produk jadi.
Area pengawasan mutu.
Fasilitas sanitasi.
Alur personel.
Alur material.
Peralatan produksi.
Sistem kebersihan dan pemeliharaan.
Perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan fasilitas sebelum audit sehingga kekurangan dapat diperbaiki terlebih dahulu.
Kesiapan Personel Juga Menentukan
Audit CPOTB tidak hanya melihat dokumen. Personel juga perlu memahami sistem yang diterapkan perusahaan.
Auditor dapat berinteraksi dengan personel dari berbagai bagian untuk mengetahui apakah prosedur benar-benar dipahami dan dijalankan.
Karena itu, perusahaan perlu memastikan:
Personel memahami tugasnya.
SOP mudah dipahami.
Pelatihan terdokumentasi.
Personel memahami prinsip higiene.
Penggunaan dokumen dilakukan dengan benar.
Catatan diisi sesuai aktivitas sebenarnya.
Personel mengetahui tindakan ketika terjadi penyimpangan.
Jangan sampai dokumen terlihat lengkap tetapi personel tidak mengetahui bagaimana prosedur tersebut diterapkan.
Apa yang Terjadi Jika Persiapan Audit Belum Siap?
Jika perusahaan belum memenuhi persyaratan, proses sertifikasi dapat menghadapi kendala atau memerlukan tindak lanjut terhadap temuan yang ditemukan.
Karena itu, lebih baik melakukan pemeriksaan internal sebelum audit daripada menunggu auditor menemukan seluruh kekurangan.
Beberapa potensi masalah yang dapat muncul antara lain:
Dokumen belum lengkap.
Penerapan SOP belum konsisten.
Fasilitas belum siap.
Bukti penerapan tidak tersedia.
Personel belum memahami prosedur.
Catatan tidak lengkap.
Terdapat ketidaksesuaian antara dokumen dan praktik.
Semakin awal masalah ditemukan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk melakukan perbaikan.
Simulasi Audit CPOTB Sebelum Pemeriksaan
Simulasi audit dapat membantu perusahaan mengetahui bagaimana kondisi saat menghadapi pemeriksaan.
Dalam simulasi, perusahaan dapat memeriksa:
Kesiapan dokumen.
Kondisi fasilitas.
Penerapan SOP.
Pemahaman personel.
Ketersediaan bukti penerapan.
Sistem pengawasan mutu.
Pengelolaan penyimpangan.
Kebersihan dan sanitasi.
Penyimpanan bahan dan produk.
Kesiapan menghadapi pertanyaan auditor.
Simulasi bukan jaminan audit akan berjalan tanpa temuan, tetapi dapat membantu meningkatkan kesiapan perusahaan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Persiapan Audit CPOTB
Beberapa industri terlalu fokus pada dokumen dan melupakan penerapan di lapangan.
Padahal, sistem mutu harus berjalan secara nyata.
Kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
Membuat SOP hanya menjelang audit.
SOP tidak sesuai dengan praktik.
Dokumen tidak diperbarui.
Catatan tidak lengkap.
Personel belum dilatih.
Fasilitas baru dibenahi menjelang audit.
Tidak melakukan internal assessment.
Tidak menindaklanjuti temuan.
Tidak melakukan simulasi audit.
Persiapan yang baik seharusnya membangun sistem yang dapat berjalan secara berkelanjutan, bukan hanya untuk melewati pemeriksaan.
Biaya Persiapan dan Sertifikasi CPOTB
Biaya sertifikasi CPOTB dapat berbeda antara satu industri dengan industri lainnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi fasilitas, kebutuhan perbaikan, jumlah produk, kompleksitas sistem, serta jasa pendampingan yang digunakan.
Komponen biaya yang mungkin perlu diperhitungkan antara lain:
Persiapan dokumen.
Konsultasi dan pendampingan.
Pelatihan personel.
Pembenahan fasilitas.
Perbaikan peralatan.
Penyusunan atau revisi SOP.
Kebutuhan pengujian tertentu.
Biaya resmi sesuai ketentuan pemerintah.
Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya melakukan assessment terlebih dahulu sebelum menentukan anggaran keseluruhan.
Mengapa Menggunakan Jasa Pendampingan CPOTB?
Persiapan sertifikasi dapat dilakukan oleh internal perusahaan. Namun, pendampingan profesional dapat membantu memberikan sudut pandang yang lebih objektif terhadap kesiapan industri.
Pendampingan tidak berarti sertifikat dapat dijamin terbit. Keputusan dan proses sertifikasi tetap mengikuti pemeriksaan serta kewenangan instansi terkait.
Tips Mempersiapkan Audit CPOTB Lebih Efektif
Agar persiapan tidak dilakukan secara terburu-buru, perusahaan dapat menggunakan checklist berikut:
Mulai persiapan sedini mungkin.
Lakukan gap assessment.
Prioritaskan temuan yang paling penting.
Periksa seluruh dokumen mutu.
Pastikan SOP sesuai praktik.
Periksa kondisi fasilitas produksi.
Latih seluruh personel terkait.
Pastikan catatan dan bukti penerapan tersedia.
Lakukan simulasi audit.
Lakukan final check sebelum pemeriksaan.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengetahui posisi kesiapan secara lebih realistis.
Estimasi Waktu Persiapan Audit CPOTB Tidak Bisa Disamaratakan
Pada akhirnya, estimasi waktu persiapan audit sertifikasi CPOTB sangat bergantung pada kondisi awal masing-masing industri.
Perusahaan yang sudah memiliki sistem mutu, fasilitas, dokumentasi, dan personel yang siap tentu dapat mempersiapkan audit dengan lebih cepat. Sementara industri yang masih memiliki banyak gap membutuhkan waktu lebih panjang untuk melakukan perbaikan.
Karena itu, daripada menetapkan target waktu secara sembarangan, lebih baik perusahaan melakukan assessment awal dan gap analysis terlebih dahulu. Hasil assessment tersebut dapat menjadi dasar penyusunan timeline persiapan yang lebih realistis.
Persiapkan Audit Sertifikasi CPOTB Bersama PERMATAMAS
Persiapan audit CPOTB membutuhkan lebih dari sekadar melengkapi dokumen. Perusahaan perlu memastikan fasilitas, sistem mutu, personel, dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, sanitasi, dan penerapan prosedur berjalan secara konsisten.
Melalui Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB PERMATAMAS, perusahaan dapat memperoleh pendampingan mulai dari assessment awal, gap analysis, pemeriksaan dokumen, persiapan fasilitas, pendampingan perbaikan, simulasi audit, hingga proses sertifikasi sesuai kebutuhan.
Jika Anda sedang mempersiapkan industri obat tradisional untuk menghadapi audit CPOTB, jangan menunggu sampai mendekati jadwal pemeriksaan. Semakin awal kondisi perusahaan dinilai, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperbaiki kekurangan.
PERMATAMAS — Solusi Aman dan Profesional untuk Persiapan Sertifikasi CPOTB.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
Harga Jasa Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Lengkap – Bagi industri obat tradisional, Sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) menjadi bagian penting dalam memastikan proses produksi berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan. Penerapan CPOTB tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk jadi, tetapi juga mencakup bangunan, fasilitas, peralatan, sanitasi, personel, proses produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, hingga pengendalian risiko.
Salah satu hal yang sering ditanyakan pelaku usaha adalah harga jasa sertifikasi CPOTB dengan pendampingan lengkap. Wajar jika perusahaan ingin mengetahui estimasi biaya sejak awal agar dapat menyiapkan anggaran dengan baik. Namun, biaya jasa pendampingan CPOTB tidak selalu sama karena bergantung pada kondisi perusahaan, ruang lingkup produksi, kesiapan dokumen, fasilitas, serta tingkat pendampingan yang dibutuhkan.
Melalui PERMATAMAS, perusahaan dapat memperoleh Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan pendampingan dari tahap awal hingga persiapan proses sertifikasi. Pendampingan dapat mencakup konsultasi, gap analysis, penyusunan dokumen, penyesuaian SOP, persiapan fasilitas, hingga pendampingan menghadapi evaluasi. Dengan persiapan yang terarah, perusahaan dapat mengetahui kekurangan sejak awal dan memperbaikinya sebelum proses sertifikasi.
Apa Itu Sertifikasi CPOTB?
CPOTB merupakan singkatan dari Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Penerapan CPOTB bertujuan memastikan obat tradisional diproduksi secara konsisten dan dikendalikan berdasarkan persyaratan mutu yang berlaku.
CPOTB tidak hanya menilai hasil akhir produk. Sistem ini melihat bagaimana perusahaan mengendalikan seluruh rangkaian kegiatan produksi, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, proses pengolahan, pengemasan, pengawasan mutu, sampai produk siap dipasarkan.
Karena itu, perusahaan perlu memandang sertifikasi CPOTB sebagai pembangunan sistem mutu yang berkelanjutan, bukan sekadar proses untuk memperoleh sebuah dokumen sertifikat.
Berapa Harga Jasa Sertifikasi CPOTB?
Tidak ada satu harga yang dapat diberlakukan untuk semua perusahaan karena kebutuhan pendampingan CPOTB berbeda-beda.
Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya melakukan konsultasi dan pemeriksaan awal sebelum mendapatkan penawaran biaya. Biaya jasa pendampingan juga perlu dibedakan dengan biaya resmi pemerintah atau biaya lain yang mungkin timbul selama proses sertifikasi.
JASA PENGURUSAN SERTIFIKASI CPOTB
Hubungi PERMATAMAS untuk Pendampingan CPOTB
PERMATAMAS membantu perusahaan mempersiapkan sertifikasi CPOTB secara lebih terstruktur. Pendampingan dilakukan dengan melihat kondisi aktual perusahaan sehingga dokumen yang dibuat tidak hanya lengkap secara administratif, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan operasional.
Apa Saja yang Termasuk Pendampingan Sertifikasi CPOTB?
Pendampingan CPOTB dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Semakin banyak aspek yang perlu diperbaiki, semakin luas pula cakupan pekerjaan pendampingan.
Secara umum, layanan profesional dapat mencakup:
Konsultasi awal Membahas kondisi perusahaan, jenis produk, fasilitas, dan kebutuhan sertifikasi.
Gap analysis Mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi perusahaan dengan persyaratan yang perlu dipenuhi.
Penyusunan dokumen Membantu mempersiapkan SOP, instruksi kerja, formulir, dan dokumen sistem mutu.
Pendampingan penerapan Membantu perusahaan menerapkan prosedur yang telah disusun.
Persiapan evaluasi Memeriksa kesiapan dokumen, fasilitas, personel, dan rekaman sebelum evaluasi.
Pendampingan tindak lanjut Membantu perusahaan memahami dan menindaklanjuti kekurangan yang ditemukan.
Dengan cakupan tersebut, pendampingan bukan hanya membantu proses administrasi, tetapi juga membantu perusahaan membangun sistem yang dapat diterapkan secara konsisten.
Harga Jasa Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Lengkap
Mengapa Harga Jasa CPOTB Berbeda Setiap Perusahaan?
Setiap industri obat tradisional memiliki kondisi yang berbeda. Ada perusahaan yang sudah memiliki fasilitas produksi dan sistem dokumentasi yang relatif siap, tetapi ada pula yang baru mulai membangun sistem mutu.
Perbedaan kondisi tersebut membuat kebutuhan pendampingan menjadi tidak sama.
Misalnya, perusahaan yang sudah memiliki SOP lengkap mungkin hanya membutuhkan penyesuaian dan evaluasi. Sementara perusahaan yang belum memiliki sistem dokumentasi harus memulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan dokumen, pelatihan, hingga penerapan.
Karena itu, harga jasa sertifikasi CPOTB sebaiknya ditentukan berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, bukan sekadar berdasarkan harga paket.
Apa Saja Persyaratan Sertifikasi CPOTB?
Persiapan sertifikasi CPOTB mencakup berbagai aspek dalam kegiatan produksi obat tradisional.
Beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara lain:
Legalitas perusahaan.
Struktur organisasi.
Personel dan kompetensinya.
Bangunan produksi.
Fasilitas produksi.
Peralatan.
Sanitasi dan higiene.
Bahan awal.
Proses produksi.
Pengawasan mutu.
Penyimpanan.
Pengemasan.
Dokumentasi.
Penanganan produk tidak sesuai.
Keluhan dan penarikan produk.
Audit internal.
Sistem tindakan perbaikan.
Persyaratan teknis perlu disesuaikan dengan jenis produk dan ruang lingkup kegiatan perusahaan. Karena itu, pemeriksaan awal sangat membantu sebelum perusahaan masuk ke proses sertifikasi.
Mengapa Gap Analysis Penting Sebelum Sertifikasi?
Gap analysis merupakan salah satu tahap yang penting dalam persiapan CPOTB. Melalui pemeriksaan ini, perusahaan dapat mengetahui bagian mana yang sudah sesuai dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
Contohnya:
Dokumen SOP belum lengkap.
SOP belum sesuai dengan praktik lapangan.
Rekaman kegiatan belum tersedia.
Area produksi belum tertata optimal.
Sistem pengawasan mutu belum berjalan konsisten.
Personel belum mendapatkan pelatihan yang memadai.
Sistem dokumentasi belum tertib.
Dengan mengetahui kekurangan tersebut lebih awal, perusahaan dapat menyusun prioritas perbaikan berdasarkan tingkat kebutuhan dan risiko.
Dokumen yang Perlu Dipersiapkan
Dokumentasi menjadi bagian penting dalam penerapan sistem mutu CPOTB. Dokumen tidak cukup hanya dibuat, tetapi harus digunakan dan menghasilkan rekaman yang dapat ditelusuri.
Beberapa dokumen yang biasanya perlu dipersiapkan antara lain:
SOP produksi.
SOP pengawasan mutu.
SOP sanitasi dan higiene.
SOP pengendalian dokumen.
SOP pengendalian rekaman.
SOP penerimaan bahan.
SOP penyimpanan.
SOP pengemasan.
SOP penanganan produk tidak sesuai.
SOP penanganan keluhan.
SOP penarikan produk.
SOP audit internal.
SOP tindakan korektif dan pencegahan.
Formulir dan catatan mutu.
Jumlah serta jenis dokumen dapat berbeda sesuai dengan kegiatan dan ruang lingkup produksi perusahaan.
Apakah Fasilitas Produksi Mempengaruhi Biaya Pendampingan?
Ya. Kondisi fasilitas produksi dapat memengaruhi luas pekerjaan pendampingan.
Jika bangunan dan fasilitas sudah relatif siap, pendampingan dapat lebih berfokus pada dokumentasi, penerapan sistem, dan evaluasi. Sebaliknya, apabila masih banyak aspek fasilitas yang perlu diperbaiki, perusahaan mungkin membutuhkan pendampingan tambahan.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:
Tata letak ruangan.
Alur personel.
Alur bahan.
Alur produk.
Area produksi.
Area penyimpanan.
Kebersihan.
Sanitasi.
Ventilasi.
Pencahayaan.
Pengelolaan limbah.
PERMATAMAS dapat membantu melakukan identifikasi awal sehingga perusahaan mengetahui aspek apa saja yang perlu menjadi perhatian sebelum melanjutkan proses sertifikasi.
Apakah Harga Jasa Sudah Termasuk Biaya Resmi?
Ini merupakan pertanyaan yang sebaiknya selalu diajukan sebelum menggunakan jasa pendampingan.
Harga jasa konsultan atau pendamping tidak selalu sama dengan biaya resmi yang ditetapkan oleh pemerintah. Keduanya dapat menjadi komponen biaya yang berbeda.
Sebelum menyetujui penawaran, tanyakan secara jelas:
Apa saja layanan yang termasuk dalam paket?
Apakah gap analysis termasuk?
Apakah penyusunan SOP termasuk?
Apakah pendampingan lapangan termasuk?
Apakah pelatihan personel termasuk?
Apakah pendampingan evaluasi termasuk?
Apakah tindak lanjut temuan termasuk?
Apakah terdapat biaya resmi di luar jasa?
Dengan mengetahui rincian tersebut, perusahaan dapat membuat perencanaan anggaran yang lebih transparan.
Berapa Lama Proses Pendampingan CPOTB?
Durasi pendampingan tidak dapat disamaratakan karena sangat bergantung pada tingkat kesiapan perusahaan.
Perusahaan yang telah memiliki fasilitas, personel, dan sistem dokumentasi yang baik tentu memiliki kebutuhan berbeda dibandingkan perusahaan yang baru memulai persiapan.
Beberapa faktor yang memengaruhi waktu antara lain:
Kondisi awal perusahaan.
Kelengkapan dokumen.
Jumlah SOP yang harus dibuat.
Kesiapan fasilitas.
Kesiapan personel.
Kecepatan penerapan sistem.
Hasil evaluasi.
Jumlah temuan yang perlu diperbaiki.
Karena itu, pendampingan CPOTB sebaiknya dimulai sedini mungkin, bukan ketika perusahaan sudah mendekati jadwal evaluasi.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mempersiapkan CPOTB
Perusahaan terkadang terlalu fokus pada dokumen dan melupakan penerapan sistem di lapangan.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
Membuat SOP tetapi tidak menerapkannya.
Dokumen tidak sesuai kondisi aktual.
Rekaman kegiatan tidak lengkap.
Personel tidak memahami prosedur.
Fasilitas belum siap.
Tidak melakukan evaluasi internal.
Tidak memiliki bukti pelatihan.
Tidak melakukan tindak lanjut terhadap masalah.
Menunda persiapan sampai mendekati evaluasi.
CPOTB sebaiknya dipahami sebagai sistem kerja, bukan hanya persyaratan administratif.
Siapa yang Membutuhkan Jasa Sertifikasi CPOTB?
Jasa pendampingan CPOTB dapat dibutuhkan oleh berbagai pelaku industri obat tradisional, terutama perusahaan yang ingin mempersiapkan atau meningkatkan sistem produksinya.
Layanan ini dapat relevan bagi:
Industri obat tradisional.
Produsen jamu.
Produsen obat herbal.
Produsen ekstrak bahan alam.
Perusahaan yang mengembangkan produk herbal.
Pelaku usaha yang sedang membangun fasilitas produksi.
Perusahaan yang perlu memperbaiki sistem mutu.
Perusahaan yang mempersiapkan proses sertifikasi.
Pendampingan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing perusahaan.
Tips Memilih Jasa Pendampingan Sertifikasi CPOTB
Jangan hanya membandingkan harga ketika memilih jasa konsultan. Perusahaan juga perlu memperhatikan pengalaman dan ruang lingkup layanan yang ditawarkan.
Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan:
Pahami cakupan layanan.
Tanyakan metode gap analysis.
Pastikan ada pendampingan dokumen.
Tanyakan apakah ada pendampingan penerapan.
Pastikan biaya dijelaskan secara transparan.
Tanyakan mekanisme pendampingan apabila terdapat temuan.
Pastikan komunikasi dengan tim konsultan mudah dilakukan.
Harga yang lebih murah belum tentu menjadi pilihan terbaik jika cakupan pendampingannya sangat terbatas.
Mengapa Memilih PERMATAMAS?
PERMATAMAS memberikan pendampingan dengan pendekatan yang menyesuaikan kondisi perusahaan. Tujuannya bukan sekadar menyiapkan dokumen, tetapi membantu perusahaan memahami dan menerapkan sistem mutu secara lebih terstruktur.
Pendampingan dapat mencakup:
Konsultasi awal.
Identifikasi kebutuhan.
Gap analysis.
Pendampingan penyusunan dokumen.
Penyesuaian SOP.
Pendampingan penerapan sistem.
Evaluasi kesiapan.
Persiapan menghadapi proses sertifikasi.
Pendampingan tindak lanjut.
Dengan pendampingan yang menyeluruh, perusahaan dapat lebih mudah mengetahui prioritas perbaikan dan mempersiapkan proses sertifikasi secara bertahap.
Sertifikasi CPOTB Merupakan Investasi untuk Industri Obat Tradisional
Membangun industri obat tradisional yang terpercaya membutuhkan lebih dari sekadar produk yang laku di pasaran. Perusahaan perlu memiliki sistem produksi yang konsisten, dokumentasi yang tertata, personel kompeten, serta pengawasan mutu yang berjalan secara berkelanjutan.
Karena itu, biaya jasa sertifikasi CPOTB sebaiknya tidak hanya dilihat sebagai pengeluaran. Pendampingan yang tepat dapat membantu perusahaan membangun fondasi sistem mutu yang mendukung kegiatan produksi dalam jangka panjang.
Dengan sistem yang baik, perusahaan juga dapat lebih siap menghadapi pengembangan produk, peningkatan kapasitas produksi, maupun kebutuhan kepatuhan regulasi lainnya.
Kesimpulan: Berapa Harga Jasa Sertifikasi CPOTB?
Harga jasa sertifikasi CPOTB dengan pendampingan lengkap tidak dapat ditentukan dengan satu angka untuk semua perusahaan. Biayanya bergantung pada kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, jenis produk, ruang lingkup produksi, kesiapan sumber daya manusia, serta tingkat pendampingan yang diperlukan.
Karena itu, langkah terbaik adalah melakukan konsultasi dan gap analysis terlebih dahulu. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kebutuhan pekerjaan dapat dipetakan sehingga penawaran biaya menjadi lebih realistis dan transparan.
Jika Anda sedang mempersiapkan Sertifikasi CPOTB, PERMATAMAS siap membantu mulai dari konsultasi, gap analysis, penyusunan dokumen, penyesuaian SOP, pendampingan penerapan sistem, hingga persiapan menghadapi proses sertifikasi.
PERMATAMAS — Solusi Aman dan Profesional untuk Pengurusan Sertifikasi CPOTB.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
FAQ – Harga Jasa Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Lengkap
1. Berapa harga jasa Sertifikasi CPOTB?
Harga jasa dapat berbeda tergantung jenis usaha, ruang lingkup sertifikasi, kondisi fasilitas, jumlah produk, dan kebutuhan pendampingan.
2. Apa saja yang termasuk jasa pendampingan CPOTB?
Pendampingan dapat mencakup pemeriksaan dokumen, persiapan SOP, evaluasi fasilitas, perbaikan dokumen, hingga pendampingan proses evaluasi.
3. Apakah biaya jasa CPOTB sudah termasuk biaya resmi pemerintah?
Belum tentu. Biaya jasa konsultan dan biaya resmi pemerintah dapat menjadi komponen yang berbeda, sehingga perlu dikonfirmasi dalam penawaran.
4. Apakah Sertifikasi CPOTB wajib untuk industri obat tradisional?
Persyaratan CPOTB berlaku sesuai jenis kegiatan dan fasilitas industri obat tradisional berdasarkan ketentuan BPOM yang berlaku.
5. Apa saja dokumen yang perlu disiapkan?
Dokumen dapat mencakup legalitas, SOP, sistem mutu, dokumen produksi, pengawasan mutu, sanitasi, higiene, fasilitas, peralatan, dan dokumen pendukung lainnya.
6. Apakah fasilitas produksi perlu diperiksa sebelum sertifikasi?
Ya. Evaluasi kesiapan fasilitas membantu mengidentifikasi kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum proses sertifikasi.
7. Apakah jasa CPOTB termasuk pembuatan SOP?
Tergantung paket atau ruang lingkup layanan. Penyusunan dan penyesuaian SOP dapat menjadi bagian dari pendampingan sesuai kebutuhan perusahaan.
8. Berapa lama proses pendampingan Sertifikasi CPOTB?
Waktunya berbeda pada setiap perusahaan dan bergantung pada kesiapan dokumen, fasilitas, sistem mutu, serta hasil evaluasi.
9. Apakah menggunakan jasa pendampingan menjamin sertifikat CPOTB terbit?
Tidak ada pihak yang dapat menjamin keputusan regulator. Pendampingan bertujuan membantu perusahaan memenuhi persyaratan dan mempersiapkan proses dengan lebih baik.
10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa Sertifikasi CPOTB?
Ya. PERMATAMAS membantu persiapan dokumen, evaluasi kesiapan fasilitas, penyusunan SOP, hingga pendampingan proses Sertifikasi CPOTB.
Dokumen yang Dibutuhkan untuk Sertifikasi CPOTB – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbahan alam. Di balik peluang tersebut, produsen obat tradisional perlu memastikan proses produksi dilakukan secara konsisten, higienis, dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) sebagai pedoman dalam menjamin mutu dan keamanan produk.
Dalam proses sertifikasi, dokumen menjadi bagian penting yang tidak dapat dianggap sebagai formalitas. Dokumen yang lengkap membantu menunjukkan bahwa perusahaan memiliki sistem, fasilitas, personel, prosedur, serta pengendalian mutu yang mendukung penerapan CPOTB. Karena itu, memahami dokumen yang dibutuhkan untuk sertifikasi CPOTB sejak awal dapat membantu perusahaan menghindari pengulangan pekerjaan dan memperlancar proses persiapan.
Bagi industri yang belum terbiasa menangani persyaratan sertifikasi, Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB dari PERMATAMAS dapat menjadi pilihan pendampingan. Proses dapat dimulai dari pemetaan kesiapan perusahaan, pemeriksaan dokumen, penyusunan atau perbaikan SOP, pendampingan penerapan sistem, hingga persiapan menghadapi pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa Itu Sertifikasi CPOTB?
CPOTB merupakan pedoman yang digunakan untuk memastikan obat tradisional diproduksi secara konsisten dengan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Penerapannya tidak hanya berkaitan dengan kondisi ruang produksi, tetapi juga mencakup personel, sanitasi, dokumentasi, bahan baku, proses produksi, pengawasan mutu, hingga penyimpanan.
Sertifikasi CPOTB karena itu membutuhkan kesiapan perusahaan secara menyeluruh. Dokumen yang disiapkan harus menggambarkan bagaimana sistem mutu diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Beberapa aspek yang umumnya perlu dipersiapkan meliputi:
Sistem manajemen mutu.
Personel dan organisasi.
Bangunan serta fasilitas.
Peralatan produksi.
Sanitasi dan higiene.
Dokumentasi dan pencatatan.
Pengawasan mutu.
Penyimpanan dan distribusi.
Dokumen tersebut perlu disesuaikan dengan jenis dan skala kegiatan industri serta ketentuan CPOTB yang berlaku.
Mengapa Dokumen CPOTB Harus Dipersiapkan dengan Baik?
Dokumen merupakan bukti tertulis bahwa sistem yang diterapkan perusahaan telah direncanakan dan dijalankan. Dalam penerapan CPOTB, prosedur yang hanya disampaikan secara lisan tentu tidak cukup untuk menunjukkan konsistensi sistem.
Dokumentasi yang tertata juga membantu perusahaan melakukan pengawasan dan evaluasi apabila terjadi penyimpangan dalam proses produksi.
Dokumen yang baik dapat membantu perusahaan:
Menjelaskan prosedur kerja secara konsisten.
Menentukan tanggung jawab setiap personel.
Mempermudah pencatatan kegiatan produksi.
Mendukung proses pengawasan mutu.
Menelusuri riwayat bahan dan produk.
Membantu menemukan sumber penyimpangan.
Menjadi bukti penerapan sistem mutu.
Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya membuat dokumen untuk memenuhi kebutuhan sertifikasi, tetapi memastikan dokumen tersebut benar-benar dapat diterapkan dalam kegiatan operasional.
Dokumen yang Dibutuhkan untuk Sertifikasi CPOTB
Dokumen yang dibutuhkan dapat berbeda berdasarkan kondisi dan ruang lingkup industri. Namun, secara umum perusahaan perlu mempersiapkan dokumen yang menggambarkan sistem mutu, proses produksi, fasilitas, pengawasan, serta pengelolaan sumber daya.
Beberapa kelompok dokumen yang perlu diperhatikan antara lain:
Dokumen legalitas dan profil perusahaan.
Dokumen sistem mutu.
Struktur organisasi dan uraian tugas.
SOP atau prosedur operasional.
Dokumen produksi dan pengawasan mutu.
Dokumen sanitasi dan higiene.
Dokumen pengelolaan bahan baku.
Dokumen pengelolaan fasilitas dan peralatan.
Catatan produksi dan pengujian.
Dokumen penyimpanan serta distribusi.
Penyusunan dokumen perlu dilakukan berdasarkan kondisi fasilitas yang sebenarnya. Jangan sampai SOP menjelaskan proses yang berbeda dengan praktik di lapangan karena ketidaksesuaian tersebut dapat menjadi masalah ketika dilakukan evaluasi.
Dokumen Legalitas dan Profil Industri
Sebelum masuk ke dokumen teknis CPOTB, perusahaan perlu memastikan dokumen dasar dan legalitas usaha telah tertata. Data perusahaan harus konsisten antara satu dokumen dengan dokumen lainnya.
Informasi tersebut membantu menggambarkan identitas industri yang akan menjalankan kegiatan produksi obat tradisional.
Beberapa data yang umumnya perlu diperiksa meliputi:
Identitas badan usaha.
Legalitas perusahaan.
Alamat fasilitas produksi.
Data penanggung jawab.
Struktur organisasi.
Ruang lingkup kegiatan usaha.
Informasi fasilitas produksi.
Data produk yang akan diproduksi.
Apabila terdapat perubahan nama perusahaan, alamat, penanggung jawab, atau informasi lainnya, data tersebut sebaiknya diperiksa kembali sebelum proses sertifikasi dilanjutkan.
Dokumen Sistem Manajemen Mutu
Sistem mutu merupakan bagian penting dalam penerapan CPOTB. Perusahaan perlu memiliki sistem yang menjelaskan bagaimana mutu produk dijaga mulai dari penerimaan bahan sampai produk selesai dan didistribusikan.
Dokumen sistem mutu dapat mencakup kebijakan mutu, sasaran mutu, tanggung jawab personel, pengendalian perubahan, penanganan penyimpangan, tindakan perbaikan, hingga evaluasi berkala.
Beberapa dokumen yang perlu diperhatikan antara lain:
Kebijakan dan sasaran mutu.
Prosedur pengendalian dokumen.
Prosedur pengendalian perubahan.
Prosedur penanganan penyimpangan.
Prosedur tindakan korektif dan preventif.
Prosedur penanganan keluhan.
Prosedur penarikan produk.
Prosedur audit internal.
Dokumen sistem mutu harus dibuat dengan bahasa yang jelas dan dapat dipahami oleh personel yang bertanggung jawab menjalankannya.
Dokumen yang Dibutuhkan untuk Sertifikasi CPOTB
Dokumen SOP Produksi
SOP menjadi pedoman kerja bagi personel agar setiap proses dilakukan dengan cara yang konsisten. Dalam industri obat tradisional, SOP perlu menggambarkan tahapan produksi sesuai kondisi fasilitas dan produk yang dibuat.
SOP bukan sekadar dokumen administratif. Isi SOP harus dapat diterapkan dan didukung oleh catatan pelaksanaan.
Beberapa prosedur yang dapat diperlukan antara lain:
Penerimaan bahan baku.
Penimbangan bahan.
Pengolahan bahan.
Proses produksi.
Pengemasan.
Pelabelan.
Pemeriksaan selama proses.
Penanganan produk tidak sesuai.
Pembersihan area dan peralatan.
Penyimpanan produk jadi.
Perusahaan perlu memastikan setiap SOP memiliki pengendalian dokumen yang jelas sehingga versi prosedur yang digunakan personel merupakan versi yang berlaku.
Dokumen Sanitasi dan Higiene
Kebersihan fasilitas, peralatan, dan personel menjadi bagian penting dalam industri obat tradisional. Karena itu, perusahaan perlu memiliki prosedur tertulis mengenai sanitasi dan higiene yang diterapkan secara konsisten.
Dokumen harus menggambarkan bagaimana perusahaan menjaga kondisi lingkungan produksi agar sesuai dengan standar yang dipersyaratkan.
Beberapa hal yang dapat didokumentasikan meliputi:
Prosedur kebersihan personel.
Prosedur penggunaan pakaian kerja.
Prosedur pembersihan ruangan.
Prosedur pembersihan peralatan.
Jadwal sanitasi.
Pengendalian hama.
Pengelolaan limbah.
Catatan pelaksanaan sanitasi.
Selain memiliki SOP, perusahaan harus mempunyai bukti bahwa prosedur tersebut benar-benar dilaksanakan.
Dokumen Bahan Baku dan Bahan Kemasan
Mutu produk obat tradisional sangat berkaitan dengan kualitas bahan yang digunakan. Oleh sebab itu, perusahaan perlu memiliki sistem untuk memastikan bahan baku dan bahan kemasan yang diterima memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Dokumen terkait bahan juga berperan penting dalam ketertelusuran. Apabila terjadi masalah pada suatu produk, perusahaan dapat menelusuri bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya.
Dokumen dapat mencakup:
Spesifikasi bahan baku.
Spesifikasi bahan kemasan.
Prosedur penerimaan bahan.
Prosedur pemeriksaan bahan.
Catatan penerimaan.
Status pelulusan atau penolakan bahan.
Prosedur penyimpanan.
Sistem penelusuran nomor bets atau lot.
Perusahaan perlu memastikan bahwa pengelolaan bahan di dokumen sesuai dengan praktik yang benar-benar diterapkan di gudang.
Dokumen Produksi dan Pengawasan Mutu
Dokumen produksi menjadi bukti bahwa proses pembuatan produk dilakukan sesuai prosedur. Pencatatan yang lengkap juga membantu perusahaan melakukan penelusuran apabila terdapat masalah pada produk.
Selain dokumen produksi, pengawasan mutu perlu didukung dengan prosedur dan catatan pemeriksaan yang sesuai.
Beberapa dokumen yang dapat diperlukan meliputi:
Catatan pengolahan bets.
Catatan pengemasan.
Spesifikasi produk jadi.
Spesifikasi bahan.
Prosedur pengambilan sampel.
Prosedur pengujian.
Catatan hasil pemeriksaan.
Prosedur pelulusan produk.
Rincian dokumen tetap perlu disesuaikan dengan jenis produk, fasilitas, proses produksi, dan ruang lingkup sertifikasi perusahaan.
Dokumen Personel dan Pelatihan
Penerapan CPOTB tidak dapat berjalan tanpa personel yang kompeten. Karena itu, perusahaan perlu memiliki dokumen yang menunjukkan struktur organisasi, pembagian tugas, serta kompetensi personel.
Setiap personel sebaiknya mengetahui tanggung jawabnya dan memperoleh pelatihan sesuai pekerjaan yang dilakukan.
Dokumen yang perlu dipersiapkan dapat meliputi:
Struktur organisasi.
Uraian tugas.
Kualifikasi personel.
Data penanggung jawab.
Program pelatihan.
Materi pelatihan.
Daftar peserta pelatihan.
Evaluasi hasil pelatihan.
Catatan pelatihan penting karena menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya membuat SOP, tetapi juga membekali personel agar memahami prosedur yang harus dijalankan.
Dokumen Bangunan, Fasilitas, dan Peralatan
Kesiapan fasilitas juga harus dapat dibuktikan melalui dokumen yang relevan. Perusahaan perlu memastikan tata letak, alur personel, alur bahan, ruang produksi, penyimpanan, dan fasilitas pendukung sesuai dengan kebutuhan kegiatan produksi.
Dokumen fasilitas dapat mencakup:
Denah bangunan.
Tata letak ruang.
Alur bahan.
Alur personel.
Daftar peralatan.
Prosedur penggunaan peralatan.
Prosedur pembersihan.
Jadwal pemeliharaan.
Catatan pemeliharaan.
Catatan kalibrasi apabila diperlukan.
Dokumen harus menggambarkan kondisi aktual. Jika fasilitas mengalami perubahan, dokumen terkait juga perlu diperbarui agar tidak terjadi ketidaksesuaian.
Alur Persiapan Sertifikasi CPOTB
Persiapan sertifikasi sebaiknya dilakukan secara bertahap. Perusahaan tidak dianjurkan hanya mengumpulkan dokumen menjelang pemeriksaan karena penerapan CPOTB juga perlu terlihat dalam kegiatan operasional.
Alur persiapannya dapat dilakukan melalui:
1. Gap Assessment
Melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui kesenjangan antara kondisi perusahaan dengan persyaratan CPOTB.
2. Penyusunan Dokumen
Membuat atau memperbaiki SOP, instruksi kerja, formulir, dan dokumen pendukung lainnya.
3. Implementasi
Menerapkan dokumen yang telah dibuat dalam kegiatan operasional.
4. Pelatihan Personel
Memastikan personel memahami prosedur dan tanggung jawabnya.
5. Audit Internal
Melakukan evaluasi internal untuk menemukan ketidaksesuaian sebelum pemeriksaan resmi.
6. Perbaikan
Menindaklanjuti temuan dan memastikan tindakan korektif telah dilakukan.
7. Pengajuan dan Pemeriksaan
Setelah perusahaan dinilai siap, proses sertifikasi dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Berapa Lama Persiapan Sertifikasi CPOTB?
Tidak ada satu angka waktu yang dapat diterapkan untuk semua perusahaan. Lama persiapan sangat bergantung pada kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, jumlah produk, kesiapan personel, dan tingkat kesenjangan yang ditemukan.
Perusahaan yang sudah memiliki sistem mutu yang berjalan biasanya memiliki kebutuhan persiapan yang berbeda dengan industri yang baru membangun sistem dari awal.
Beberapa faktor yang memengaruhi durasi antara lain:
Kelengkapan dokumen.
Kesiapan bangunan dan fasilitas.
Ketersediaan personel.
Jumlah dan jenis produk.
Kesiapan sistem pengawasan mutu.
Hasil gap assessment.
Temuan saat audit internal.
Karena itu, estimasi waktu yang lebih realistis sebaiknya ditentukan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi perusahaan.
Berapa Biaya Sertifikasi CPOTB?
Biaya sertifikasi CPOTB tidak hanya berkaitan dengan proses pengajuan. Perusahaan mungkin perlu mengalokasikan anggaran untuk pembenahan fasilitas, penyusunan dokumen, pelatihan, pengujian, audit internal, serta pendampingan profesional.
Jika menggunakan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB, biaya jasa juga dapat berbeda berdasarkan ruang lingkup pekerjaan dan tingkat kesiapan perusahaan.
Komponen biaya yang perlu diperhitungkan antara lain:
Biaya atau tarif resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyusunan dan perbaikan dokumen.
Pelatihan personel.
Audit internal.
Pembenahan fasilitas apabila diperlukan.
Pengujian atau kebutuhan teknis tertentu.
Jasa pendampingan konsultan.
Untuk memperoleh estimasi yang lebih akurat, perusahaan sebaiknya melakukan assessment terlebih dahulu sehingga kebutuhan pekerjaan dapat dihitung berdasarkan kondisi nyata.
Kesalahan Umum dalam Menyiapkan Dokumen CPOTB
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan membuat banyak SOP tetapi tidak memastikan SOP tersebut diterapkan. Akibatnya, terdapat perbedaan antara dokumen dengan praktik di lapangan.
Kesalahan lain yang perlu dihindari meliputi:
Menggunakan SOP yang tidak sesuai kondisi fasilitas.
Dokumen belum dikendalikan versinya.
Formulir tersedia tetapi tidak diisi.
Catatan produksi tidak lengkap.
Pelatihan personel tidak terdokumentasi.
Dokumen sanitasi tidak didukung bukti pelaksanaan.
Tidak melakukan audit internal.
Tidak menindaklanjuti temuan.
Data antar dokumen tidak konsisten.
Dokumen dibuat hanya untuk menghadapi audit.
Dokumen yang baik bukan dokumen yang paling banyak, melainkan dokumen yang relevan, terkendali, diterapkan, dan dapat menunjukkan bahwa sistem mutu benar-benar berjalan.
Mengapa Memilih Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB PERMATAMAS?
Persiapan CPOTB membutuhkan pemahaman mengenai dokumen sekaligus penerapannya di lapangan. Bagi perusahaan yang belum memiliki tim khusus, pendampingan konsultan dapat membantu memetakan kebutuhan secara lebih sistematis.
PERMATAMAS dapat membantu melalui beberapa tahapan:
Konsultasi awal CPOTB.
Gap assessment kesiapan perusahaan.
Pemeriksaan dokumen.
Penyusunan dan perbaikan SOP.
Penyusunan formulir dan catatan.
Pendampingan implementasi.
Pelatihan personel.
Audit internal.
Pendampingan perbaikan temuan.
Persiapan menghadapi proses pemeriksaan.
Pendampingan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan perusahaan. Sertifikasi tetap mengikuti evaluasi dan keputusan sesuai mekanisme regulator, sehingga tidak ada pihak yang dapat menjamin sertifikat pasti terbit tanpa memenuhi persyaratan.
Kapan Industri Harus Mulai Menyiapkan Dokumen CPOTB?
Persiapan sebaiknya dilakukan sejak awal, bukan ketika jadwal pemeriksaan sudah dekat. Perusahaan membutuhkan waktu untuk menyusun dokumen, menerapkannya, memberikan pelatihan, melakukan audit internal, dan memperbaiki ketidaksesuaian.
Semakin awal persiapan dilakukan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperbaiki sistem tanpa mengganggu kegiatan produksi secara berlebihan.
Jika industri obat tradisional Anda sedang mempersiapkan sertifikasi, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah melakukan pemetaan kondisi aktual perusahaan dan membandingkannya dengan persyaratan CPOTB yang berlaku.
Kesimpulan
Dokumen yang dibutuhkan untuk sertifikasi CPOTB mencakup berbagai aspek, mulai dari legalitas dan organisasi, sistem mutu, SOP produksi, sanitasi dan higiene, pengelolaan bahan, pengawasan mutu, personel, hingga bangunan, fasilitas, dan peralatan. Kelengkapan dokumen harus diikuti dengan penerapan yang konsisten agar sistem yang dibangun benar-benar berjalan dalam kegiatan operasional.
Persiapan yang dilakukan secara terburu-buru berisiko menimbulkan ketidaksesuaian antara dokumen dan praktik. Karena itu, industri obat tradisional sebaiknya melakukan gap assessment, menyusun dokumen, memberikan pelatihan, menerapkan sistem, serta melakukan audit internal sebelum mengikuti proses sertifikasi.
Percayakan Persiapan CPOTB kepada PERMATAMAS
Jika perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyiapkan dokumen sertifikasi CPOTB, PERMATAMAS siap membantu mulai dari konsultasi, assessment, penyusunan SOP, pemeriksaan dokumen, pelatihan, audit internal, hingga persiapan pemeriksaan.
Dengan pendampingan yang terarah, perusahaan dapat lebih memahami persyaratan CPOTB sekaligus membangun sistem mutu yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
PERMATAMAS — Solusi Profesional untuk Pendampingan Sertifikasi CPOTB Industri Obat Tradisional.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
FAQ – Dokumen yang Dibutuhkan untuk Sertifikasi CPOTB
1. Apa itu Sertifikasi CPOTB?
CPOTB adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, yaitu pedoman untuk memastikan proses produksi obat tradisional memenuhi persyaratan mutu dan keamanan.
2. Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk Sertifikasi CPOTB?
Umumnya diperlukan dokumen legalitas, sistem mutu, SOP, dokumen produksi, pengawasan mutu, sanitasi, higiene, serta dokumen pendukung lainnya sesuai jenis fasilitas.
3. Apakah SOP wajib disiapkan untuk Sertifikasi CPOTB?
Ya. SOP menjadi bagian penting dalam penerapan sistem mutu dan pengendalian proses produksi.
4. Apakah dokumen produksi perlu disiapkan?
Ya. Dokumen produksi seperti prosedur pengolahan, pengemasan, pencatatan bets, dan pengendalian proses perlu disiapkan sesuai kebutuhan.
5. Apakah dokumen pengawasan mutu diperlukan?
Ya. Dokumen pengawasan mutu diperlukan untuk mendukung pengujian dan memastikan mutu bahan maupun produk.
6. Apakah dokumen sanitasi dan higiene termasuk persyaratan?
Ya. Prosedur dan catatan terkait sanitasi, kebersihan fasilitas, serta higiene personel perlu dipersiapkan.
7. Apakah dokumen fasilitas dan peralatan diperlukan?
Ya. Data fasilitas, peralatan, pemeliharaan, pembersihan, dan kalibrasi perlu disiapkan sesuai persyaratan CPOTB.
8. Apakah dokumen pelatihan karyawan diperlukan?
Ya. Catatan pelatihan personel dapat menjadi bagian dari dokumentasi penerapan CPOTB.
9. Apakah semua dokumen harus selesai sebelum pengajuan?
Dokumen dan sistem yang dipersyaratkan sebaiknya dipersiapkan serta diterapkan sebelum proses evaluasi atau pemeriksaan.
10. Apakah PERMATAMAS membantu menyiapkan dokumen CPOTB?
Ya. PERMATAMAS membantu persiapan dokumen, SOP, evaluasi kesiapan fasilitas, hingga pendampingan proses Sertifikasi CPOTB.
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
LEGALITAS PERMATAMAS INDONESIA
Akta Pendirian : Nomor 15 SK Pengesahaan : AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021 NPWP : 76,011,954,5-427,000 NIB : 0610210009793 TDP : 102637007638 Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia