Mengapa Sertifikasi CPOTB Ditolak dan Cara Mengatasinya – Sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) merupakan salah satu persyaratan utama yang harus dimiliki oleh industri obat tradisional sebelum memasarkan produknya secara legal di Indonesia. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa proses produksi telah memenuhi standar mutu, keamanan, kebersihan, serta pengendalian kualitas sesuai ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, tidak sedikit perusahaan yang mengalami penolakan atau memperoleh temuan mayor saat proses audit karena belum memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku. Kondisi tersebut tentu dapat menghambat proses perizinan maupun peluncuran produk ke pasar.
KONSULTASI GRATIS
FAQ
1. Apa itu sertifikasi CPOTB?
CPOTB adalah sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik dari BPOM.
2. Mengapa pengajuan CPOTB bisa ditolak?
Karena dokumen tidak lengkap atau belum memenuhi persyaratan BPOM.
3. Apa penyebab penolakan yang paling umum?
SOP belum sesuai, fasilitas belum memenuhi standar, atau sistem mutu belum diterapkan.
4. Bagaimana cara mengatasi penolakan CPOTB?
Lengkapi dokumen dan perbaiki temuan sesuai hasil evaluasi BPOM.
5. Apakah bisa mengajukan kembali setelah ditolak?
Ya, setelah seluruh kekurangan diperbaiki.
6. Apakah ada audit dalam sertifikasi CPOTB?
Ya, sesuai ketentuan BPOM.
7. Berapa lama proses sertifikasi CPOTB?
Tergantung kesiapan perusahaan dan hasil evaluasi.
8. Bisakah menggunakan jasa konsultan?
Ya, agar proses lebih mudah dan sesuai regulasi.
9. Apa manfaat memiliki CPOTB?
Menjamin proses produksi sesuai standar dan mendukung pengurusan izin edar.
10. Bagaimana agar pengajuan CPOTB disetujui?
Pastikan dokumen, fasilitas, dan sistem mutu telah memenuhi persyaratan.

