Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus – Audit sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) menjadi tahap penting bagi industri dan usaha obat tradisional yang ingin memastikan proses produksinya memenuhi persyaratan mutu dan keamanan. Dalam praktiknya, kegagalan audit tidak selalu disebabkan oleh satu kesalahan besar. Banyak temuan justru muncul karena dokumen mutu tidak konsisten, penerapan SOP belum berjalan, sanitasi kurang terkendali, personel belum memahami tugasnya, atau fasilitas produksi belum sesuai dengan persyaratan.

BPOM menjelaskan bahwa audit pemenuhan persyaratan teknis CPOTB merupakan pemeriksaan langsung di industri atau usaha obat tradisional untuk mengetahui pemenuhan terhadap persyaratan teknis CPOTB. Sertifikat CPOTB menjadi bukti bahwa persyaratan teknis CPOTB telah dipenuhi untuk bentuk sediaan yang bersangkutan.

Karena itu, persiapan audit sebaiknya tidak dilakukan hanya beberapa hari sebelum auditor datang. Perusahaan perlu memastikan bahwa dokumen dan praktik di lapangan benar-benar konsisten. Artikel ini membahas 10 kesalahan yang sering menjadi sumber temuan serta cara mempersiapkannya agar proses audit CPOTB berjalan lebih baik.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah standar yang diterapkan untuk memastikan proses pembuatan obat tradisional dilakukan secara konsisten dengan memperhatikan mutu produk. Sertifikat CPOTB merupakan dokumen resmi yang menunjukkan bahwa industri atau usaha obat tradisional telah memenuhi persyaratan teknis CPOTB untuk bentuk sediaan tertentu.

Dalam proses sertifikasi, perusahaan tidak cukup hanya mempunyai dokumen SOP. Auditor juga akan melihat bagaimana sistem tersebut benar-benar diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, kesesuaian antara dokumen, fasilitas, personel, proses produksi, pencatatan, dan hasil penerapannya menjadi sangat penting.

BPOM juga menjelaskan bahwa pengajuan sertifikasi CPOTB dilakukan melalui OSS dan sistem e-Sertifikasi sesuai mekanisme yang berlaku. FAQ resmi BPOM menyebutkan bahwa CPOTB berkaitan antara lain dengan KBLI, rencana induk validasi, kualifikasi peralatan, kalibrasi, validasi proses, dan validasi prosedur pembersihan.

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit CPOTB Tidak Lulus

1. SOP Sudah Ada, tetapi Tidak Dijalankan

Kesalahan pertama adalah perusahaan mempunyai banyak SOP tetapi pelaksanaannya tidak sesuai dengan isi dokumen.

Auditor dapat menemukan perbedaan antara prosedur tertulis dengan praktik aktual. Misalnya, SOP mengharuskan adanya pencatatan pemeriksaan tertentu, tetapi operator tidak melakukan pencatatan secara konsisten.

Yang perlu diperhatikan:

  • SOP harus dipahami oleh personel.
  • SOP harus tersedia di area yang membutuhkan.
  • Pelaksanaan harus mengikuti prosedur.
  • Setiap aktivitas penting harus mempunyai bukti pencatatan.
  • SOP perlu diperbarui apabila terjadi perubahan proses.

Jadi, jangan hanya membuat SOP untuk keperluan audit. SOP harus menjadi bagian dari sistem kerja sehari-hari.

2. Dokumen Mutu Tidak Konsisten

Dokumen yang saling tidak sesuai dapat menjadi sumber temuan. Contohnya, nama ruangan pada layout berbeda dengan dokumen SOP, kapasitas produksi berbeda antara dokumen, atau alur proses yang tertulis tidak sama dengan kondisi aktual.

Dokumen mutu harus menggambarkan kondisi fasilitas yang sebenarnya. Jika perusahaan melakukan perubahan ruangan, peralatan, proses atau dokumen, perubahan tersebut perlu dikendalikan melalui sistem yang sesuai.

Prinsip sederhananya: apa yang tertulis harus sesuai dengan apa yang dilakukan, dan apa yang dilakukan harus dapat dibuktikan melalui catatan.

3. Personel Belum Memahami Tugas dan Tanggung Jawab

Audit CPOTB tidak hanya melihat bangunan dan dokumen. Kompetensi personel juga sangat penting.

BPOM menjelaskan dalam FAQ CPOTB bahwa Penanggung Jawab QA harus seorang apoteker, sementara kebutuhan pelatihan harus disesuaikan dengan fungsi dan aspek yang dijalankan. BPOM juga menekankan bahwa aspek CPOTB tertentu membutuhkan pelatihan khusus.

Masalah yang sering terjadi adalah karyawan mengetahui SOP secara administratif, tetapi tidak memahami alasan dan cara penerapannya.

Karena itu, perusahaan sebaiknya memiliki:

  1. Struktur organisasi yang jelas.
  2. Uraian tugas setiap personel.
  3. Matriks kompetensi.
  4. Program pelatihan.
  5. Evaluasi efektivitas pelatihan.
  6. Bukti pelatihan dan dokumentasinya.

4. Sanitasi dan Higiene Tidak Konsisten

Sanitasi dan higiene merupakan aspek yang sangat penting dalam fasilitas produksi obat tradisional. Area produksi, personel, peralatan, bahan, serta lingkungan harus dikendalikan agar tidak menimbulkan risiko terhadap mutu produk.

Kesalahan yang sering ditemukan misalnya jadwal pembersihan tidak dijalankan, catatan sanitasi tidak lengkap, personel tidak mengikuti prosedur higiene, atau kondisi fasilitas tidak mencerminkan standar yang tercantum dalam SOP.

BPOM juga menyatakan bahwa tidak ada ketentuan bahwa pelatihan sanitasi dan higiene harus selalu dilakukan setiap tiga bulan; frekuensi dan metode pelatihan perlu ditentukan berdasarkan evaluasi efektivitas oleh perusahaan.

5. Validasi dan Kualifikasi Belum Dipersiapkan

Kesalahan berikutnya adalah perusahaan mengabaikan kualifikasi dan validasi karena menganggap audit hanya berfokus pada proses produksi.

Padahal BPOM mencantumkan aspek seperti kualifikasi peralatan, kalibrasi alat ukur, validasi proses, dan validasi prosedur pembersihan dalam konteks CPOTB.

Contohnya:

  • Alat ukur belum dikalibrasi.
  • Peralatan belum mempunyai dokumentasi kualifikasi.
  • Proses tertentu belum divalidasi.
  • Validasi pembersihan belum mempunyai dasar yang memadai.
  • Tidak tersedia bukti tindak lanjut hasil evaluasi.

Sebaiknya perusahaan membuat daftar seluruh peralatan dan proses yang membutuhkan kualifikasi, kalibrasi atau validasi sebelum audit.

6. Layout dan Kondisi Fasilitas Tidak Sesuai

Layout merupakan salah satu dokumen yang perlu dipersiapkan dalam proses sertifikasi. Standar pelayanan BPOM mencantumkan antara lain alur proses produksi, tata letak ruang bangunan produksi, dan denah lokasi sebagai bagian dari persyaratan.

Masalah muncul ketika layout yang diajukan berbeda dengan kondisi sebenarnya.

Misalnya:

  • Ruangan sudah berubah tetapi layout belum diperbarui.
  • Alur personel tidak sesuai dokumen.
  • Alur bahan dan produk belum jelas.
  • Penempatan peralatan tidak sesuai perencanaan.
  • Area tertentu digunakan untuk fungsi yang berbeda dari dokumen.

Sebelum audit, lakukan pemeriksaan fisik dari satu ruangan ke ruangan lainnya dan cocokkan dengan layout terbaru.

7. Pencatatan Produksi Tidak Lengkap

Dalam industri obat tradisional, aktivitas yang dilakukan perlu memiliki dokumentasi yang dapat ditelusuri.

Kesalahan dapat berupa pencatatan yang terlambat, formulir tidak ditandatangani, data tidak lengkap, koreksi catatan tidak sesuai prosedur, atau adanya aktivitas produksi yang tidak mempunyai bukti dokumentasi.

Auditor perlu melihat apakah sistem dokumentasi mampu memberikan traceability atau ketertelusuran.

Karena itu, lakukan pemeriksaan terhadap:

  1. Catatan produksi.
  2. Catatan pengawasan mutu.
  3. Catatan pembersihan.
  4. Catatan penggunaan bahan.
  5. Catatan penggunaan peralatan.
  6. Catatan penyimpangan.
  7. Catatan tindakan perbaikan.

8. Pengelolaan Bahan Baku dan Bahan Pengemas Kurang Baik

Bahan baku merupakan bagian penting dari mutu produk obat tradisional. Pengendalian harus dilakukan sejak bahan diterima sampai digunakan dalam proses produksi.

Kesalahan yang perlu dihindari antara lain identitas bahan tidak jelas, status bahan tidak terkontrol, penyimpanan tidak sesuai, pencatatan penerimaan kurang lengkap, atau sistem pengeluaran bahan tidak dapat ditelusuri.

Perusahaan juga perlu memastikan bahwa bahan yang digunakan sesuai dengan spesifikasi dan dokumen yang telah ditetapkan.

Semakin baik sistem pengendalian bahan, semakin mudah perusahaan menunjukkan kepada auditor bahwa proses produksi berjalan secara terkendali.

9. CAPA dari Temuan Sebelumnya Tidak Efektif

CAPA atau Corrective and Preventive Action bukan sekadar membuat jawaban atas temuan audit.

Kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan menyatakan tindakan perbaikan sudah dilakukan, tetapi akar masalah sebenarnya belum diselesaikan.

Contohnya, ditemukan formulir tidak lengkap. Perusahaan hanya mengganti formulir tanpa mencari tahu mengapa operator tidak mengisi formulir tersebut.

CAPA yang baik perlu mempertimbangkan:

  • Temuan yang terjadi.
  • Akar masalah.
  • Tindakan koreksi.
  • Tindakan pencegahan.
  • Penanggung jawab.
  • Target penyelesaian.
  • Bukti pelaksanaan.
  • Evaluasi efektivitas.

Dengan demikian, perusahaan tidak hanya “menutup temuan”, tetapi benar-benar mencegah masalah yang sama terulang.

10. Tidak Melakukan Simulasi Audit Sebelum Auditor Datang

Kesalahan terakhir adalah perusahaan baru memeriksa kesiapan ketika jadwal audit sudah dekat.

Padahal simulasi audit dapat membantu menemukan masalah sebelum auditor melakukan pemeriksaan.

Lakukan mock audit dengan menggunakan checklist internal. Periksa dokumen, gudang, area produksi, peralatan, personel, sanitasi, bahan baku, dokumentasi, hingga sistem CAPA.

Salah satu tujuan simulasi adalah menemukan ketidaksesuaian antara dokumen dan kondisi lapangan.

Standar pelayanan BPOM untuk sertifikasi CPOTB bertahap juga mencantumkan tahapan evaluasi dokumen, audit sarana, serta pemenuhan tindakan perbaikan terhadap temuan audit/CAPA.

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus
Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus

Checklist Persiapan Audit CPOTB

Sebelum audit, perusahaan dapat melakukan pemeriksaan internal dengan checklist sederhana berikut:

Aspek Yang Perlu Diperiksa
Legalitas NIB, KBLI dan dokumen usaha
Fasilitas Bangunan, ruangan dan layout
Produksi Alur proses dan instruksi kerja
SOP SOP tersedia dan diterapkan
Personel Struktur, tugas dan kompetensi
Pelatihan Program dan bukti pelatihan
Sanitasi Kebersihan fasilitas dan personel
Peralatan Kualifikasi dan kalibrasi
Validasi Proses dan pembersihan
Dokumentasi Catatan produksi dan mutu
Bahan Penerimaan, penyimpanan dan status
CAPA Temuan, akar masalah dan tindakan perbaikan

Bagaimana Agar Audit CPOTB Lebih Siap?

Persiapan audit sebaiknya dimulai dari gap analysis. Jangan langsung membuat dokumen baru sebelum mengetahui bagian mana yang belum memenuhi persyaratan.

Tahap persiapan dapat dilakukan dengan:

1. Review legalitas

Pastikan data perusahaan dan kegiatan usaha sesuai dengan aktivitas produksi obat tradisional.

2. Audit dokumen

Periksa SOP, formulir, spesifikasi, instruksi kerja, catatan produksi, dokumen mutu dan dokumen pendukung lainnya.

3. Audit fasilitas

Bandingkan kondisi bangunan dan fasilitas dengan layout serta persyaratan CPOTB.

4. Audit penerapan

Pastikan SOP benar-benar dijalankan oleh operator dan personel terkait.

5. Simulasi audit

Lakukan pemeriksaan seperti kondisi audit sebenarnya.

6. CAPA

Perbaiki setiap temuan dan pastikan tindakan yang dilakukan efektif.

Pengajuan Sertifikasi CPOTB melalui Sistem Resmi BPOM

Pelaku usaha dapat mengakses e-Sertifikasi BPOM untuk mendapatkan informasi dan layanan sertifikasi yang tersedia.

e-Sertifikasi BPOM

BPOM mencantumkan mekanisme pengajuan CPOTB melalui OSS dan sistem e-Sertifikasi. Untuk CPOTB bertahap, prosesnya mencakup pengajuan, evaluasi dokumen, audit sarana, kemudian pemenuhan tindakan perbaikan apabila terdapat temuan.

Artinya, kesiapan perusahaan sebelum mengajukan sertifikasi sangat menentukan kelancaran proses selanjutnya.

Berapa Biaya Sertifikasi CPOTB?

Biaya resmi dapat berbeda berdasarkan jenis pelaku usaha dan bentuk layanan yang diajukan. Berdasarkan informasi tarif PNBP BPOM yang tersedia saat ini, permohonan baru sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional tercantum Rp5.000.000 per sertifikat per bentuk sediaan, sedangkan untuk Usaha Kecil Obat Tradisional tercantum Rp1.500.000 per sertifikat per bentuk sediaan.

Biaya jasa pendampingan konsultan tentunya berbeda dari PNBP pemerintah. Besarnya dapat dipengaruhi oleh kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, jenis usaha, jumlah bentuk sediaan, serta kebutuhan perbaikan.

Karena itu, sebaiknya lakukan pengecekan kebutuhan terlebih dahulu sebelum menentukan paket layanan.

Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB?

Waktu proses tidak dapat disamakan untuk setiap perusahaan karena dipengaruhi kelengkapan dokumen, hasil evaluasi, kesiapan sarana, pelaksanaan audit, dan penyelesaian CAPA.

Sebagai contoh, standar pelayanan BPOM untuk Sertifikasi Pemenuhan Aspek CPOTB secara bertahap baru mencantumkan jangka waktu pelayanan 55 hari, sedangkan perubahan administratif tercantum 14 hari.

Karena itu, klaim “10 hari kerja” sebaiknya dipahami sebagai target proses pendampingan internal PERMATAMAS, bukan jaminan bahwa sertifikat BPOM akan diterbitkan dalam 10 hari kerja.

Layanan Pendukung Legalitas Usaha

Selain CPOTB, perusahaan obat tradisional mungkin membutuhkan beberapa legalitas pendukung lainnya.

Pendirian PT

Bagi pelaku usaha yang belum memiliki badan usaha, Anda dapat berkonsultasi mengenai Jasa Pendirian PT PERMATAMAS.

Pendaftaran Merek

Merek produk juga penting untuk dipersiapkan sebagai bagian dari perlindungan kekayaan intelektual. Informasi dapat dilihat pada Jasa Pendaftaran Merek HAKI.

Sertifikasi Halal

Untuk produk yang membutuhkan sertifikasi halal, persiapan dokumen halal dapat dilakukan secara terpisah melalui Sertifikasi Halal.

Keunggulan Layanan PERMATAMAS

PERMATAMAS membantu pelaku usaha melakukan persiapan dokumen dan pendampingan agar proses sertifikasi lebih terarah.

Keunggulan layanan kami:

✅ Proses cepat: target pendampingan hingga 10 hari kerja sesuai ruang lingkup layanan
✅ Berpengalaman: sejak 2011
✅ Terpercaya: lebih dari 2.000 izin edar telah terbit melalui layanan kami
✅ Aman & resmi: pendampingan mengikuti prosedur dan sistem resmi regulator terkait
✅ Garansi: 100% uang kembali jika gagal akibat kesalahan tim kami

Catatan: Untuk layanan CPOTB, regulator yang berwenang adalah BPOM, bukan Kementerian Kesehatan. Karena itu, klaim “terdaftar di sistem Kemenkes RI” sebaiknya tidak digunakan untuk artikel CPOTB; gunakan keterangan bahwa proses mengikuti sistem/prosedur resmi BPOM.

Kesimpulan

Audit sertifikasi CPOTB tidak cukup dipersiapkan hanya dengan membuat dokumen. Perusahaan harus memastikan bahwa dokumen, fasilitas, personel, proses produksi, sanitasi, peralatan, validasi, pencatatan, dan CAPA benar-benar berjalan secara konsisten.

Sepuluh kesalahan seperti SOP yang tidak diterapkan, dokumen tidak konsisten, personel kurang memahami tugas, sanitasi buruk, validasi belum siap, layout berbeda, pencatatan tidak lengkap, pengendalian bahan lemah, CAPA tidak efektif, serta tidak melakukan simulasi audit dapat meningkatkan risiko munculnya temuan.

Dengan melakukan gap analysis dan simulasi audit sebelum pemeriksaan, perusahaan dapat menemukan kekurangan lebih awal dan memperbaikinya sebelum menjadi temuan audit.

PERMATAMAS siap membantu konsultasi dan pendampingan persiapan sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Audit Sertifikasi CPOTB

1. Apa penyebab audit CPOTB tidak lulus?

Umumnya karena terdapat ketidaksesuaian antara dokumen, fasilitas, proses produksi, personel, atau sistem mutu dengan persyaratan CPOTB.

2. Apakah SOP saja cukup untuk menghadapi audit?

Tidak. SOP harus diterapkan dan tersedia bukti bahwa prosedur tersebut benar-benar dijalankan.

3. Apakah layout harus sesuai kondisi sebenarnya?

Ya. Layout dan kondisi fasilitas perlu konsisten.

4. Apakah pelatihan karyawan penting?

Ya. Personel harus memahami tugas, tanggung jawab, dan prosedur yang berkaitan dengan pekerjaannya.

5. Apakah peralatan harus dikalibrasi?

Peralatan ukur yang relevan perlu dikendalikan melalui sistem kalibrasi sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

6. Apa itu CAPA?

CAPA adalah tindakan korektif dan preventif untuk memperbaiki masalah sekaligus mencegah masalah yang sama berulang.

7. Apakah BPOM melakukan audit langsung?

Ya. Audit atau pemeriksaan sarana merupakan bagian dari proses pemenuhan persyaratan sertifikasi CPOTB.

8. Di mana pengajuan CPOTB dilakukan?

Pengajuan mengikuti mekanisme OSS dan sistem e-Sertifikasi BPOM sesuai jenis sertifikasi yang diajukan.

9. Berapa biaya sertifikasi CPOTB?

Tarif PNBP bergantung pada jenis usaha dan bentuk sediaan. Tarif resmi BPOM saat ini mencantumkan Rp5 juta per sertifikat per bentuk sediaan untuk IOT dan Rp1,5 juta untuk UKOT pada permohonan baru.

10. Apakah PERMATAMAS dapat membantu persiapan audit?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu konsultasi, pemeriksaan dokumen, persiapan persyaratan, dan pendampingan sesuai ruang lingkup layanan.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Temuan Audit Sertifikasi CPOTB yang Paling Sering Terjadi

Temuan Audit Sertifikasi CPOTB yang Paling Sering Terjadi

Temuan Audit Sertifikasi CPOTB yang Paling Sering Terjadi – Bagi pelaku usaha obat tradisional, audit Sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) bukan sekadar pemeriksaan dokumen. Auditor dapat menilai apakah sistem mutu yang dibuat perusahaan benar-benar diterapkan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

CPOTB mencakup berbagai aspek, antara lain personalia, bangunan dan fasilitas, sanitasi dan higiene, dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, penyimpanan dan pengiriman, inspeksi diri, keluhan dan penarikan produk, kualifikasi-validasi, sistem komputerisasi, hingga manajemen risiko mutu.

Karena itu, perusahaan sebaiknya melakukan self-assessment sebelum audit. Tujuannya bukan sekadar membuat dokumen terlihat lengkap, tetapi memastikan setiap prosedur memiliki bukti penerapan dan dapat dijelaskan oleh personel terkait.

Untuk proses pengajuan, pelaku usaha dapat menggunakan sistem resmi BPOM, yaitu e-Sertifikasi BPOM. Standar pelayanan BPOM juga menjelaskan bahwa proses dapat mencakup evaluasi kelengkapan, audit sarana secara online/onsite, serta tindakan perbaikan apabila ditemukan temuan audit.

Apa Itu CPOTB?

CPOTB merupakan seluruh aspek kegiatan pembuatan obat tradisional yang bertujuan menjamin produk memenuhi persyaratan mutu sesuai tujuan penggunaannya.

Dalam regulasi yang berlaku, PerBPOM No. 25 Tahun 2021 tentang Penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik menjadi salah satu dasar utama penerapan CPOTB. Peraturan tersebut menggantikan ketentuan teknis CPOTB tahun 2011 yang sudah tidak berlaku.

Untuk UKOT dan UMOT, BPOM juga memiliki ketentuan penerapan aspek CPOTB secara bertahap melalui PerBPOM No. 31 Tahun 2022.

Artinya, persiapan audit harus disesuaikan dengan jenis usaha, bentuk sediaan, tahap penerapan CPOTB, serta ruang lingkup sertifikasi yang diajukan.

Temuan Audit Sertifikasi CPOTB yang Paling Sering Terjadi
Temuan Audit Sertifikasi CPOTB yang Paling Sering Terjadi

Temuan Audit Sertifikasi CPOTB yang Perlu Diwaspadai

Berikut contoh area yang sering menjadi perhatian dalam pemeriksaan CPOTB. Daftar ini merupakan contoh temuan potensial berdasarkan aspek yang diwajibkan dalam CPOTB, bukan peringkat statistik resmi BPOM.1. Dokumentasi Belum Lengkap atau Tidak Konsisten

Dokumentasi merupakan salah satu aspek utama CPOTB. Masalah dapat muncul ketika SOP, formulir, catatan produksi, atau dokumen mutu tidak lengkap atau informasi antar-dokumen tidak konsisten.

Contohnya:

  • SOP belum diperbarui.
  • Formulir tidak memiliki identitas dokumen yang jelas.
  • Catatan produksi tidak lengkap.
  • Dokumen yang digunakan di lapangan berbeda dengan dokumen terkendali.
  • Revisi dokumen belum didistribusikan kepada bagian terkait.

Keterangan:
Dokumen bukan hanya harus tersedia, tetapi harus terkendali dan mencerminkan proses yang benar-benar dilakukan.

2. Sanitasi dan Higiene Belum Diterapkan Konsisten

Sanitasi dan higiene merupakan bagian penting dalam penerapan CPOTB. Kondisi fasilitas, kebersihan personel, peralatan, dan lingkungan produksi perlu dikendalikan sesuai prosedur.

Contoh temuan:

  1. Jadwal pembersihan tidak konsisten.
  2. Bukti pelaksanaan sanitasi tidak lengkap.
  3. Prosedur higiene personel belum diterapkan dengan baik.
  4. Area produksi belum terjaga sesuai prosedur.
  5. Peralatan kebersihan tidak dikendalikan dengan baik.

Keterangan:
Perusahaan perlu memiliki prosedur sekaligus bukti bahwa kegiatan sanitasi dan higiene benar-benar dilaksanakan.

3. Personel Belum Memiliki Bukti Pelatihan yang Memadai

CPOTB menekankan pentingnya personel yang terkualifikasi dan terlatih. BPOM juga menjelaskan bahwa bukti kompetensi dapat dilihat antara lain dari catatan pelatihan, evaluasi efektivitas pelatihan, serta pengalaman individu dalam kegiatan pembuatan obat tradisional.

Contoh yang perlu diperiksa:

  • Program pelatihan.
  • Daftar peserta.
  • Materi pelatihan.
  • Bukti pelaksanaan.
  • Evaluasi efektivitas.
  • Catatan kompetensi personel.

Keterangan:
Pelatihan sebaiknya tidak berhenti pada daftar hadir. Perusahaan perlu dapat menunjukkan bahwa pelatihan memberikan pemahaman yang relevan dengan pekerjaan.

4. Pengendalian Bahan Baku Belum Optimal

Bahan baku merupakan bagian penting dari mutu produk. Pengendalian perlu dilakukan sejak penerimaan, pemeriksaan, penyimpanan, hingga penggunaannya dalam proses produksi.

Contoh temuan:

  • Status bahan tidak jelas.
  • Identitas bahan tidak lengkap.
  • Pencatatan penerimaan tidak konsisten.
  • Kondisi penyimpanan tidak sesuai.
  • Sistem pengeluaran bahan belum terdokumentasi dengan baik.

Keterangan:
Perusahaan perlu memastikan bahan yang digunakan dapat ditelusuri dan statusnya dapat diketahui dengan jelas.

5. Area Produksi dan Peralatan Belum Sesuai Prosedur

Bangunan, fasilitas, peralatan, dan sarana penunjang merupakan bagian dari aspek CPOTB. Pedoman CPOTB menekankan perlunya fasilitas yang memadai, termasuk bangunan, peralatan, personel, bahan, wadah, dan label yang sesuai.

Contoh temuan:

  • Peralatan belum memiliki identifikasi.
  • Status kebersihan alat tidak jelas.
  • Pemeliharaan belum terdokumentasi.
  • Tata letak area belum mendukung alur proses.
  • Kondisi fasilitas tidak sesuai prosedur.

Keterangan:
Kesiapan fasilitas sebaiknya diperiksa langsung melalui simulasi proses produksi sebelum auditor datang.

6. Proses Produksi Tidak Sepenuhnya Mengikuti SOP

Salah satu kondisi yang perlu dihindari adalah adanya perbedaan antara prosedur tertulis dengan praktik di lapangan.

Misalnya SOP menetapkan tahapan tertentu, tetapi operator melakukan proses dengan cara berbeda karena kebiasaan kerja.

Checklist internal:

  • Apakah setiap tahapan produksi memiliki prosedur?
  • Apakah operator memahami SOP?
  • Apakah catatan proses diisi saat kegiatan berlangsung?
  • Apakah penyimpangan dicatat?
  • Apakah perubahan proses dikendalikan?

Keterangan:
Dokumen dan praktik harus berjalan selaras.

7. Pengawasan Mutu Belum Didukung Bukti yang Lengkap

Pengawasan mutu menjadi salah satu aspek penting CPOTB. Perusahaan perlu memastikan aktivitas pengujian dan pengendalian mutu dilakukan sesuai prosedur serta menghasilkan dokumentasi yang dapat ditelusuri.

Contohnya:

  • Spesifikasi bahan belum terkendali.
  • Catatan pengujian tidak lengkap.
  • Hasil pemeriksaan tidak terdokumentasi dengan baik.
  • Status pelulusan bahan atau produk tidak jelas.
  • Peralatan pengujian belum dikelola sesuai prosedur.

Keterangan:
Pengawasan mutu harus terintegrasi dengan sistem dokumentasi dan pengambilan keputusan terkait mutu produk.

8. Kualifikasi dan Validasi Belum Memadai

Kualifikasi dan validasi merupakan bagian yang secara khusus tercakup dalam PerBPOM No. 25 Tahun 2021.

Temuan dapat muncul apabila perusahaan belum memiliki dokumentasi yang memadai terkait kegiatan kualifikasi atau validasi yang dipersyaratkan.

Contoh yang perlu diperiksa:

  1. Status peralatan.
  2. Kualifikasi fasilitas.
  3. Validasi proses yang relevan.
  4. Validasi pembersihan apabila diperlukan.
  5. Dokumentasi hasil dan tindak lanjut.

Keterangan:
Kebutuhan kualifikasi dan validasi perlu ditentukan berdasarkan proses dan risiko yang relevan, bukan sekadar membuat dokumen formal.

9. Inspeksi Diri dan Tindakan Perbaikan Belum Efektif

BPOM menjelaskan bahwa inspeksi diri merupakan tuntutan regulasi dan Apoteker Penanggung Jawab memiliki peran dalam memprakarsai serta mengendalikan tindak lanjutnya.

Masalah yang dapat muncul antara lain:

  • Inspeksi diri tidak dilakukan berkala.
  • Checklist tidak mencakup aspek yang relevan.
  • Temuan tidak dianalisis.
  • Tindakan koreksi tidak memiliki target yang jelas.
  • Bukti penyelesaian tidak tersedia.
  • Efektivitas tindakan tidak dievaluasi.

Keterangan:
Inspeksi diri seharusnya menjadi alat untuk menemukan masalah sebelum masalah tersebut ditemukan dalam audit eksternal.

10. Keluhan, Penarikan Produk, dan Ketertelusuran Belum Siap

CPOTB juga mencakup penanganan keluhan dan penarikan produk.

Perusahaan perlu mempunyai mekanisme untuk mengetahui bagaimana keluhan diterima, diselidiki, ditindaklanjuti, dan didokumentasikan.

Contoh yang perlu diperiksa:

  • SOP penanganan keluhan.
  • Formulir keluhan.
  • Investigasi dan evaluasi.
  • Tindakan korektif.
  • Prosedur penarikan produk.
  • Data distribusi.
  • Ketertelusuran batch/lot.

Keterangan:
Kemampuan menelusuri produk menjadi penting ketika perusahaan harus melakukan investigasi atau tindakan penarikan.

Mengapa Temuan Audit CPOTB Harus Segera Ditindaklanjuti?

Temuan audit bukan sekadar catatan administratif. Dalam proses sertifikasi CPOTB, apabila hasil audit membutuhkan perbaikan, pelaku usaha perlu memenuhi tindakan perbaikan sebelum proses dapat dilanjutkan.

Standar pelayanan BPOM untuk CPOTB bertahap menunjukkan alur yang mencakup audit sarana, penerbitan permintaan perbaikan apabila diperlukan, pemenuhan tindakan perbaikan, evaluasi perbaikan, kemudian penerbitan hasil/ rekomendasi.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak menunggu sampai auditor datang untuk mengetahui kelemahannya.

Lakukan:

  • Gap analysis
  • Self-inspection
  • Pemeriksaan dokumen
  • Simulasi audit
  • Perbaikan fasilitas
  • Pelatihan personel
  • Penyelesaian CAPA
  • Verifikasi efektivitas perbaikan

Langkah tersebut dapat membantu perusahaan menghadapi audit dengan persiapan yang lebih sistematis.

Bagaimana Proses Sertifikasi CPOTB?

Secara umum, proses dapat dimulai dari persiapan legalitas dan dokumen, pengajuan melalui sistem, evaluasi dokumen, audit sarana, hingga penyelesaian tindakan perbaikan jika terdapat temuan.

Untuk CPOTB bertahap, standar pelayanan BPOM mencantumkan proses permohonan melalui e-Sertifikasi setelah memiliki NIB dan memilih PBUMKU, evaluasi kelengkapan, penerimaan berkas, audit sarana secara online/onsite, perbaikan apabila diperlukan, evaluasi pemenuhan perbaikan, dan rekomendasi.

Secara sederhana:

Persiapan → Pengajuan → Evaluasi Dokumen → Audit → Temuan/Perbaikan bila ada → Evaluasi Perbaikan → Rekomendasi/Sertifikasi

Pelaku usaha dapat mengakses sistem resmi melalui e-Sertifikasi BPOM.

Tips Menghindari Temuan Audit CPOTB

Sebelum audit, lakukan pemeriksaan internal dengan pendekatan seperti auditor.

1. Periksa Dokumen

Pastikan SOP, instruksi kerja, formulir, catatan produksi, dan dokumen mutu tersedia serta terkendali.

2. Cocokkan Dokumen dengan Kondisi Lapangan

Jangan hanya bertanya, “Apakah SOP tersedia?” tetapi tanyakan juga, “Apakah SOP tersebut benar-benar diterapkan?”

3. Wawancarai Personel

Minta operator menjelaskan proses yang mereka lakukan. Jawaban personel sebaiknya konsisten dengan SOP.

4. Periksa Bukti Penerapan

Setiap prosedur penting harus memiliki bukti pelaksanaan yang sesuai.

5. Selesaikan Temuan Internal

Jangan menyimpan temuan sampai mendekati jadwal audit. Tetapkan PIC, target penyelesaian, dan bukti penyelesaian.

Apakah CPOTB Sama dengan ISO?

Tidak. CPOTB dan ISO merupakan sistem/standar yang berbeda.

BPOM secara eksplisit menjelaskan bahwa CPOTB dan ISO adalah dua hal berbeda, dan industri obat tradisional harus memenuhi persyaratan CPOTB.

Karena itu, perusahaan yang telah mempunyai sertifikasi ISO tidak otomatis dapat menganggap seluruh persyaratan CPOTB telah terpenuhi.

ISO dapat menjadi bagian dari sistem manajemen perusahaan, tetapi persyaratan CPOTB tetap perlu dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku.

Berapa Lama Proses CPOTB?

Waktu proses bergantung pada jenis sertifikasi, kelengkapan dokumen, kesiapan sarana, hasil audit, serta apakah terdapat tindakan perbaikan.

Sebagai contoh, standar pelayanan CPOTB bertahap BPOM mencantumkan tahapan dan jangka waktu tertentu untuk pemeriksaan sarana, penyampaian perbaikan, evaluasi perbaikan, dan penerbitan rekomendasi.

Oleh sebab itu, klaim “10 hari kerja” sebaiknya dipahami sebagai estimasi layanan pendampingan administratif dari PERMATAMAS, bukan jaminan bahwa sertifikat CPOTB diterbitkan BPOM dalam 10 hari kerja.

Biaya Sertifikasi CPOTB

Biaya perlu dibedakan antara biaya resmi pemerintah dan biaya jasa pendampingan.

Besaran biaya resmi mengikuti ketentuan PNBP BPOM dan mekanisme yang berlaku pada saat pengajuan. Sementara itu, biaya konsultan dapat berbeda berdasarkan jenis usaha, tahapan CPOTB, kompleksitas fasilitas, jumlah produk, kondisi dokumen, dan ruang lingkup pendampingan.

Sebelum menggunakan jasa, sebaiknya perusahaan meminta rincian:

  1. Biaya resmi pemerintah.
  2. Biaya jasa pendampingan.
  3. Ruang lingkup pekerjaan.
  4. Dokumen yang disiapkan.
  5. Pendampingan audit.
  6. Pendampingan perbaikan/CAPA.

PERMATAMAS Siap Membantu Persiapan CPOTB

Persiapan CPOTB membutuhkan pemahaman terhadap dokumen sekaligus kondisi nyata fasilitas produksi. PERMATAMAS dapat membantu pelaku usaha melakukan persiapan administrasi dan pendampingan sesuai ruang lingkup layanan.

Keunggulan layanan PERMATAMAS:

✅ Proses cepat: estimasi layanan hingga sekitar 10 hari kerja
✅ Berpengalaman: menangani layanan perizinan sejak 2011
✅ Terpercaya: klaim pengalaman perusahaan mencakup +2.000 izin edar telah terbit melalui layanan yang ditangani
✅ Aman & resmi: pendampingan pengajuan diarahkan melalui sistem resmi yang berlaku
✅ Garansi: 100% uang kembali apabila kegagalan disebabkan kesalahan tim, sesuai syarat dan ketentuan layanan

Perlu dicatat, klaim pengalaman, estimasi waktu, dan garansi di atas merupakan klaim layanan PERMATAMAS, bukan jaminan penerbitan sertifikat oleh BPOM.

Selain CPOTB, kebutuhan legalitas usaha juga dapat mencakup pendirian badan usaha, merek, dan sertifikasi halal. Informasi pendirian perusahaan dapat dilihat melalui Jasa Pendirian PT PERMATAMAS, sedangkan kebutuhan pendaftaran merek dapat dikonsultasikan melalui Jasa Daftar Merek HAKI dan kebutuhan halal melalui Sertifikasi Halal.

Kesimpulan

Temuan audit Sertifikasi CPOTB dapat berkaitan dengan banyak aspek, mulai dari dokumentasi, sanitasi-higiene, personel, bahan baku, fasilitas, produksi, pengawasan mutu, validasi, inspeksi diri, hingga keluhan dan penarikan produk.

Yang paling penting, perusahaan jangan hanya mengejar kelengkapan dokumen. CPOTB menuntut agar sistem tersebut diterapkan secara konsisten dan dapat dibuktikan.

Dengan melakukan self-assessment dan simulasi audit sebelum pemeriksaan resmi, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang masih membutuhkan perbaikan. Jika terdapat temuan dalam audit resmi, BPOM menyediakan mekanisme pemenuhan tindakan perbaikan dan evaluasinya sebelum proses rekomendasi dilanjutkan.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Temuan Audit Sertifikasi CPOTB

1. Apa temuan audit CPOTB yang paling umum?

Area yang perlu diperhatikan antara lain dokumentasi, sanitasi-higiene, personel, fasilitas, produksi, pengawasan mutu, validasi, inspeksi diri, keluhan, dan penarikan produk.

2. Apakah dokumen lengkap menjamin lolos audit CPOTB?

Tidak. Dokumen perlu sesuai dengan kondisi aktual dan diterapkan secara konsisten.

3. Apakah SOP wajib tersedia?

Ya, perusahaan perlu memiliki prosedur yang sesuai dengan kegiatan dan persyaratan CPOTB yang berlaku.

4. Apakah personel harus mendapatkan pelatihan?

Personel perlu memiliki kompetensi yang sesuai. Bukti pelatihan dan evaluasi efektivitas pelatihan dapat menjadi bagian dari pembuktian kompetensi.

5. Apakah inspeksi diri diperlukan?

Ya. BPOM menjelaskan bahwa inspeksi diri merupakan bagian dari tuntutan regulasi CPOTB.

6. Apa yang dilakukan jika auditor menemukan ketidaksesuaian?

Perusahaan perlu melakukan tindakan perbaikan sesuai temuan dan mengikuti proses evaluasi pemenuhan perbaikan.

7. Apakah ISO menggantikan CPOTB?

Tidak. BPOM menyatakan CPOTB dan ISO merupakan dua hal yang berbeda.

8. Apakah UKOT dapat menerapkan CPOTB secara bertahap?

Ya. BPOM memiliki ketentuan penerapan aspek CPOTB secara bertahap untuk UKOT dan UMOT melalui PerBPOM No. 31 Tahun 2022.

9. Di mana pengajuan Sertifikasi CPOTB dilakukan?

Pengajuan dilakukan melalui sistem e-Sertifikasi BPOM sesuai jenis layanan dan ketentuan yang berlaku.

10. Apakah PERMATAMAS dapat membantu persiapan CPOTB?

PERMATAMAS menawarkan pendampingan persiapan dokumen dan proses administrasi sesuai ruang lingkup layanan yang disepakati.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan – Bagi perusahaan yang memproduksi obat tradisional, sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) bukan sekadar kelengkapan administrasi. CPOTB berkaitan langsung dengan bagaimana perusahaan memastikan proses produksi menghasilkan obat tradisional yang konsisten memenuhi persyaratan mutu sesuai tujuan penggunaannya. BPOM mendefinisikan CPOTB sebagai seluruh aspek kegiatan pembuatan obat tradisional yang bertujuan menjamin produk memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan.

Karena itu, persiapan audit CPOTB perlu dilakukan secara menyeluruh. Perusahaan tidak cukup hanya membuat SOP, tetapi harus dapat menunjukkan bahwa prosedur tersebut benar-benar diterapkan, memiliki rekaman, dievaluasi, dan diperbaiki apabila ditemukan ketidaksesuaian.

Artikel ini membahas checklist audit sertifikasi CPOTB, 10 contoh aspek yang perlu diperiksa, dokumen pendukung, kesalahan yang sering terjadi, serta tips mempersiapkan perusahaan sebelum menghadapi audit BPOM.

Apa Saja yang Diperiksa dalam Audit CPOTB?

Secara sederhana, audit CPOTB bertujuan menilai apakah perusahaan telah menerapkan persyaratan CPOTB secara nyata dalam kegiatan produksi.

BPOM menjelaskan bahwa penilaian sertifikasi CPOTB dilakukan melalui audit lapangan terhadap 11 aspek CPOTB. Untuk industri obat tradisional dan industri ekstrak bahan alam, penerapan CPOTB dibuktikan dengan sertifikat CPOTB.

Checklist persiapan perusahaan dapat mencakup:

  1. Sistem Manajemen Mutu.
  2. Personalia.
  3. Bangunan dan fasilitas.
  4. Peralatan.
  5. Sanitasi dan higiene.
  6. Produksi.
  7. Pengawasan mutu.
  8. Dokumentasi.
  9. Audit internal.
  10. Penanganan keluhan, penarikan kembali, produk kembalian serta kegiatan terkait lainnya.

Untuk UKOT dan UMOT, BPOM juga menyediakan mekanisme CPOTB secara bertahap, dengan tahapan yang disesuaikan dengan kemampuan dan skala usaha. PerBPOM No. 31 Tahun 2022 mengenai petunjuk teknis penerapan aspek CPOTB secara bertahap saat ini tercatat berstatus berlaku.

Mengapa Audit CPOTB Penting bagi Perusahaan?

Bayangkan perusahaan telah memiliki produk jamu atau obat tradisional yang mulai dikenal pasar. Permintaan meningkat, distributor bertambah, dan produksi dilakukan dalam jumlah lebih besar.

Pada kondisi seperti itu, konsistensi proses menjadi sangat penting. Bahan baku harus dikendalikan, proses produksi harus terdokumentasi, personel harus memahami tanggung jawabnya, dan produk jadi harus melalui pengawasan mutu.

Inilah alasan CPOTB tidak seharusnya dipandang sebagai kumpulan dokumen untuk menghadapi auditor. CPOTB adalah sistem yang harus hidup di dalam kegiatan perusahaan.

BPOM juga menjelaskan bahwa CPOTB merupakan faktor penting untuk menghasilkan obat tradisional yang memenuhi standar mutu dan keamanan.

Checklist Audit Sertifikasi CPOTB

Berikut checklist praktis yang dapat digunakan perusahaan sebagai gambaran awal sebelum menghadapi audit.

1. Sistem Manajemen Mutu

Sistem manajemen mutu menjadi dasar bagaimana perusahaan memastikan seluruh proses pembuatan obat tradisional dikendalikan.

Perusahaan perlu memiliki kebijakan mutu, sasaran mutu, struktur tanggung jawab dan mekanisme pengendalian terhadap proses yang berpengaruh terhadap kualitas produk.

Checklist:

  • Apakah kebijakan mutu sudah tersedia?
  • Apakah tanggung jawab setiap bagian jelas?
  • Apakah terdapat prosedur pengendalian mutu?
  • Apakah risiko mutu telah diperhatikan?
  • Apakah penyimpangan dicatat dan ditindaklanjuti?

Prinsip CPOTB menekankan agar proses pembuatan ditetapkan dengan jelas, dikaji secara sistematis dan mampu menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi secara konsisten.

2. Personalia dan Kompetensi

Dokumen yang bagus tidak akan berjalan tanpa personel yang memahami tugasnya.

Perusahaan perlu memastikan personel yang terlibat dalam produksi, pengawasan mutu, gudang, sanitasi dan fungsi lainnya memiliki kompetensi yang sesuai.

Checklist:

  1. Struktur organisasi tersedia.
  2. Uraian tugas setiap posisi jelas.
  3. Personel memiliki kualifikasi sesuai tanggung jawab.
  4. Program pelatihan tersedia.
  5. Rekaman pelatihan terdokumentasi.
  6. Evaluasi efektivitas pelatihan dilakukan.

BPOM memasukkan personel yang terkualifikasi dan terlatih sebagai salah satu fasilitas penting dalam penerapan CPOTB.

3. Bangunan dan Fasilitas

Kondisi bangunan harus mendukung proses produksi yang terkendali.

Area penerimaan bahan, penyimpanan, produksi, pengemasan, pengawasan mutu dan penyimpanan produk jadi perlu ditata dengan mempertimbangkan alur kegiatan dan risiko kontaminasi.

Checklist:

  • Layout bangunan tersedia.
  • Alur personel jelas.
  • Alur bahan jelas.
  • Area produksi sesuai kebutuhan.
  • Area penyimpanan memadai.
  • Kebersihan ruangan terjaga.
  • Fasilitas pendukung tersedia.
  • Kondisi bangunan dipelihara.

BPOM menegaskan bahwa penerapan CPOTB membutuhkan bangunan dan fasilitas dengan luas yang memadai serta fasilitas yang sesuai dengan kegiatan pembuatan.

4. Peralatan Produksi

Peralatan produksi harus sesuai dengan proses yang dilakukan dan dikelola secara terkendali.

Perusahaan sebaiknya memiliki daftar peralatan, identitas alat, jadwal pemeliharaan dan prosedur penggunaan atau pembersihan sesuai kebutuhan.

Checklist audit:

  1. Daftar peralatan tersedia.
  2. Identitas alat jelas.
  3. Peralatan sesuai kapasitas produksi.
  4. Jadwal pemeliharaan tersedia.
  5. Prosedur pembersihan tersedia.
  6. Rekaman pemeliharaan tersedia.
  7. Status alat dapat diketahui.
  8. Peralatan kritis dikendalikan sesuai persyaratan.

Peralatan yang tidak terawat dapat meningkatkan risiko ketidaksesuaian proses produksi.

5. Sanitasi dan Higiene

Sanitasi dan higiene merupakan salah satu bagian penting dalam penerapan CPOTB.

Perusahaan perlu memiliki program kebersihan yang mencakup personel, bangunan, peralatan dan lingkungan sesuai kebutuhan.

Checklist:

  • SOP sanitasi tersedia.
  • Jadwal pembersihan tersedia.
  • Rekaman pembersihan tersedia.
  • Personel memahami higiene.
  • Pakaian kerja sesuai kebutuhan.
  • Pengendalian hama dilakukan.
  • Fasilitas sanitasi terpelihara.
  • Kondisi lingkungan dipantau sesuai kebutuhan.

Untuk UKOT, BPOM menjelaskan bahwa penerapan CPOTB bertahap dimulai antara lain dengan aspek sanitasi-higiene dan dokumentasi pada tahap awal.

6. Pengendalian Bahan Baku

Bahan baku merupakan bagian penting dari mutu produk akhir.

Perusahaan harus memiliki mekanisme untuk memastikan bahan yang digunakan sesuai spesifikasi dan statusnya jelas sebelum digunakan dalam produksi.

Checklist:

  1. Daftar pemasok tersedia.
  2. Kualifikasi pemasok dilakukan sesuai kebutuhan.
  3. Spesifikasi bahan tersedia.
  4. Penerimaan bahan didokumentasikan.
  5. Status karantina diterapkan.
  6. Bahan yang ditolak dipisahkan.
  7. Penyimpanan sesuai persyaratan.
  8. Sistem pelacakan bahan tersedia.

Konsep karantina dalam CPOTB digunakan untuk memisahkan bahan atau produk yang masih menunggu keputusan apakah dapat digunakan atau harus ditolak.

7. Proses Produksi

Audit juga akan melihat apakah proses produksi dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Mulai dari penimbangan bahan, pengolahan, proses antara, pengemasan hingga produk jadi harus dikendalikan sesuai prosedur perusahaan.

Checklist:

  • Formula tersedia dan terkendali.
  • Instruksi produksi tersedia.
  • Penimbangan dilakukan dengan benar.
  • Identitas bahan dapat ditelusuri.
  • Parameter proses dikendalikan.
  • Hasil produksi dicatat.
  • Penyimpangan ditangani.
  • Produk antara dan produk ruahan diberi status yang jelas.

CPOTB menekankan bahwa proses pembuatan harus ditetapkan secara jelas dan mampu menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan secara konsisten.

8. Pengawasan Mutu

Pengawasan mutu menjadi bagian penting untuk memastikan produk memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Perusahaan perlu memiliki sistem pengambilan sampel, pemeriksaan dan keputusan terhadap bahan maupun produk sesuai persyaratan yang berlaku.

Checklist:

  1. Spesifikasi bahan tersedia.
  2. Spesifikasi produk tersedia.
  3. Metode pemeriksaan terdokumentasi.
  4. Sampel dikelola dengan benar.
  5. Hasil pemeriksaan dicatat.
  6. Produk yang tidak memenuhi persyaratan ditangani.
  7. Laboratorium atau fasilitas pengujian memenuhi ketentuan yang berlaku.

Pengawasan mutu tidak seharusnya hanya dilakukan ketika auditor akan datang. Rekaman harus menunjukkan bahwa aktivitas tersebut memang berlangsung secara rutin.

9. Dokumentasi dan Rekaman

Dokumentasi merupakan salah satu aspek yang sangat sering menjadi perhatian dalam audit.

Dokumen harus terkendali sehingga personel menggunakan versi yang benar. Rekaman juga harus dapat menunjukkan siapa yang melakukan suatu aktivitas, kapan dilakukan dan apa hasilnya.

Checklist:

  • SOP memiliki nomor dokumen.
  • Versi/revisi tercatat.
  • Tanggal berlaku tersedia.
  • Dokumen disetujui pihak berwenang.
  • Dokumen lama dikendalikan.
  • Rekaman mudah ditelusuri.
  • Koreksi rekaman dilakukan sesuai prosedur.
  • Penyimpanan dokumen terkendali.

Khusus untuk UKOT dan UMOT yang menerapkan CPOTB secara bertahap, dokumentasi merupakan bagian yang secara eksplisit menjadi fokus tahapan penerapan.

10. Audit Internal, Keluhan dan Penarikan Produk

Perusahaan perlu memiliki mekanisme untuk mengetahui apakah sistemnya benar-benar berjalan.

Audit internal membantu menemukan kelemahan sebelum menjadi masalah yang lebih besar.

Selain itu, perusahaan perlu memiliki prosedur untuk menangani keluhan, produk kembalian dan penarikan kembali produk apabila diperlukan.

Checklist:

  1. Program audit internal tersedia.
  2. Auditor internal ditetapkan.
  3. Checklist audit tersedia.
  4. Temuan dicatat.
  5. Tindakan koreksi dilakukan.
  6. Efektivitas tindakan diperiksa.
  7. Prosedur keluhan tersedia.
  8. Prosedur recall tersedia.
  9. Rekaman produk kembalian tersedia.
  10. Sistem penelusuran produk berjalan.

Dalam penerapan CPOTB bertahap untuk UKOT, aspek audit internal, keluhan, penarikan kembali, produk kembalian dan kegiatan kontrak termasuk dalam tahapan penerapan berikutnya.

Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan
Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Contoh Checklist Audit CPOTB dan Keterangannya

Berikut 10 contoh pertanyaan yang dapat digunakan sebagai checklist awal internal perusahaan. Checklist ini bersifat praktis dan bukan pengganti checklist resmi atau penilaian BPOM.

No. Checklist Audit Keterangan
1 Apakah SOP tersedia? Memastikan proses memiliki prosedur tertulis
2 Apakah SOP diterapkan? Membuktikan dokumen bukan sekadar formalitas
3 Apakah personel telah dilatih? Memastikan petugas memahami tanggung jawab
4 Apakah rekaman produksi lengkap? Memastikan proses dapat ditelusuri
5 Apakah bahan baku dikendalikan? Memastikan bahan memiliki status dan spesifikasi jelas
6 Apakah peralatan dipelihara? Menjaga kesiapan dan kondisi alat
7 Apakah sanitasi dilakukan rutin? Mengendalikan kebersihan sarana
8 Apakah pengawasan mutu berjalan? Memastikan bahan dan produk diperiksa sesuai ketentuan
9 Apakah audit internal dilakukan? Menemukan ketidaksesuaian sebelum audit eksternal
10 Apakah CAPA terdokumentasi? Memastikan temuan ditindaklanjuti dan diperbaiki

CPOTB Bertahap untuk UKOT dan UMOT

Tidak semua pelaku usaha obat tradisional memiliki skala dan kemampuan yang sama. Karena itu, BPOM menyediakan mekanisme penerapan CPOTB secara bertahap bagi UKOT dan UMOT.

PerBPOM No. 31 Tahun 2022 secara khusus memberikan petunjuk teknis penerapan aspek CPOTB secara bertahap untuk UKOT dan UMOT. Regulasi tersebut tercatat berlaku dalam database regulasi BPOM.

Dalam laporan BPOM, UKOT dijelaskan memiliki tahapan penerapan yang mencakup sanitasi-higiene dan dokumentasi pada tahap awal, kemudian sistem manajemen mutu, produksi, pengawasan mutu dan penyimpanan, hingga aspek personalia, bangunan, fasilitas, peralatan, audit internal, keluhan, penarikan kembali dan produk kembalian pada tahapan berikutnya.

Hal ini penting dipahami oleh pemilik usaha agar tidak menganggap semua perusahaan harus mempersiapkan dokumen dengan pola yang sama.

Bagaimana Proses Audit Sertifikasi CPOTB?

Secara umum, perusahaan perlu memulai dari identifikasi kebutuhan sertifikasi, menyiapkan sistem, menerapkan prosedur, melakukan evaluasi internal dan kemudian mengajukan sertifikasi melalui mekanisme yang ditetapkan BPOM.

Portal resmi e-Sertifikasi BPOM digunakan dalam layanan sertifikasi elektronik BPOM.

Untuk industri obat tradisional dan industri ekstrak bahan alam, BPOM menjelaskan bahwa sertifikasi CPOTB dinilai melalui audit lapangan terhadap 11 aspek CPOTB. Sertifikat CPOTB berlaku selama 5 tahun dan perpanjangan dilakukan dalam waktu 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir.

Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan jauh sebelum jadwal audit, bukan beberapa hari sebelumnya.

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Persiapan Audit Tidak Optimal

1. SOP Dibuat Hanya untuk Audit

SOP seharusnya menggambarkan proses yang benar-benar dilakukan perusahaan.

2. Tidak Ada Rekaman

SOP menyatakan suatu aktivitas dilakukan, tetapi perusahaan tidak memiliki bukti pelaksanaannya.

3. Dokumen Tidak Konsisten

Nama produk, nama bahan, nomor dokumen atau data perusahaan berbeda antara satu dokumen dengan dokumen lainnya.

4. Personel Tidak Memahami SOP

Dokumen sudah lengkap, tetapi ketika ditanyakan mengenai prosedur, personel tidak dapat menjelaskan prosesnya.

5. Audit Internal Tidak Efektif

Audit internal hanya dilakukan untuk memenuhi checklist tanpa benar-benar mencari ketidaksesuaian.

6. Temuan Tidak Ditindaklanjuti

Perusahaan mengetahui ada masalah, tetapi tidak memiliki bukti tindakan koreksi dan pencegahan.

7. Kondisi Lapangan Berbeda dengan Dokumen

Layout, alur proses, jumlah ruangan atau penggunaan fasilitas tidak sesuai dengan dokumen yang diajukan.

Tips Agar Perusahaan Lebih Siap Menghadapi Audit CPOTB

Gunakan pendekatan “dokumen – penerapan – bukti”.

Artinya, untuk setiap persyaratan, perusahaan harus mampu menjawab tiga pertanyaan:

Apa prosedurnya?
Ada SOP atau dokumen yang menjelaskan proses.

Apakah prosedur dijalankan?
Personel benar-benar mengikuti SOP.

Apa buktinya?
Tersedia rekaman yang menunjukkan penerapan.

Jika salah satu dari tiga bagian tersebut tidak tersedia, area tersebut layak menjadi prioritas dalam persiapan audit.

Jasa Pendampingan Sertifikasi CPOTB

Persiapan sertifikasi CPOTB dapat cukup kompleks, khususnya bagi perusahaan yang baru membangun sistem mutu. Pendampingan profesional dapat membantu melakukan gap assessment, penyusunan dokumen, SOP, persiapan rekaman, evaluasi kesiapan dan pendampingan proses sertifikasi.

Keunggulan layanan kami:

  • Proses cepat: hanya 10 hari kerja untuk proses layanan/pendampingan yang menjadi ruang lingkup jasa.
  • Berpengalaman: sejak tahun 2011.
  • Terpercaya: +2.000 izin edar telah terbit.
  • Aman & resmi: proses pendampingan dilakukan melalui prosedur dan kanal resmi yang berlaku.
  • Garansi: 100% uang kembali sesuai syarat dan ketentuan layanan.

Catatan penting: target “10 hari kerja” merupakan target layanan pendampingan, bukan jaminan bahwa BPOM menerbitkan sertifikat CPOTB dalam 10 hari. Jadwal audit, evaluasi, perbaikan/CAPA dan keputusan sertifikasi tetap mengikuti proses BPOM.

Untuk proses sertifikasi, gunakan e-Sertifikasi BPOM sebagai kanal resmi yang relevan.

Layanan Pendukung untuk Perusahaan

Persiapan CPOTB sering berjalan bersamaan dengan kebutuhan legalitas dan perlindungan bisnis lainnya.

Untuk pendirian badan usaha, Anda dapat melihat Jasa Pendirian PT Perusahaan.

Untuk perlindungan nama dan identitas bisnis, tersedia Jasa Daftar Merek HAKI.

Sedangkan untuk kebutuhan sertifikasi halal, informasi layanan dapat dilihat melalui Sertifikasi Halal.

Ketiga proses tersebut memiliki dasar persyaratan dan instansi yang berbeda dari sertifikasi CPOTB, sehingga dokumen perlu dipersiapkan sesuai tujuan masing-masing.

Kesimpulan

Checklist audit sertifikasi CPOTB yang wajib dipenuhi perusahaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen. Perusahaan harus memastikan sistem benar-benar diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.

Mulai dari sistem manajemen mutu, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, sanitasi-higiene, bahan baku, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, hingga audit internal dan penanganan keluhan/recall, setiap aspek perlu memiliki prosedur dan bukti penerapan yang dapat ditelusuri. BPOM menyebut penilaian sertifikasi CPOTB dilakukan melalui audit lapangan terhadap 11 aspek CPOTB.

Untuk UKOT dan UMOT, tersedia pula skema CPOTB secara bertahap yang diatur melalui PerBPOM No. 31 Tahun 2022.

Jadi, prinsip paling sederhana dalam mempersiapkan audit adalah:

Bukan hanya “punya dokumen”, tetapi “dokumennya benar, diterapkan, dan ada buktinya”.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Checklist Audit Sertifikasi CPOTB

1. Apa itu audit CPOTB?

Audit CPOTB adalah proses penilaian terhadap penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik pada sarana produksi obat tradisional.

2. Apa saja yang diperiksa saat audit?

BPOM menyebut sertifikasi CPOTB dinilai melalui audit lapangan terhadap 11 aspek CPOTB.

3. Apakah SOP wajib dalam CPOTB?

Ya. Dokumentasi dan prosedur merupakan bagian penting dalam penerapan CPOTB.

4. Apakah rekaman produksi harus tersedia?

Ya. Rekaman diperlukan sebagai bukti bahwa proses yang ditetapkan memang telah dilaksanakan.

5. Apakah audit internal diperlukan?

Audit internal merupakan salah satu aspek penerapan CPOTB, khususnya dalam tahapan penerapan yang relevan bagi pelaku usaha.

6. Apa itu CPOTB bertahap?

CPOTB bertahap merupakan mekanisme penerapan aspek CPOTB secara bertahap yang ditujukan antara lain bagi UKOT dan UMOT.

7. Apakah semua perusahaan harus menerapkan CPOTB dengan tahapan yang sama?

Tidak. Skema dan tahapan dapat berbeda sesuai kategori usaha dan ketentuan yang berlaku.

8. Berapa lama sertifikat CPOTB berlaku?

BPOM menyebut sertifikat CPOTB berlaku selama 5 tahun, dengan perpanjangan dilakukan dalam waktu 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir.

9. Apakah dokumen saja cukup untuk lulus audit?

Tidak. Dokumen harus mencerminkan sistem yang benar-benar diterapkan di sarana produksi.

10. Di mana pengajuan sertifikasi CPOTB dilakukan?

Pelaku usaha dapat menggunakan sistem e-Sertifikasi BPOM sesuai mekanisme layanan yang berlaku.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Tahapan Sertifikasi CPOTB dari Pengajuan Hingga Persetujuan

Tahapan Sertifikasi CPOTB dari Pengajuan Hingga Persetujuan

Tahapan Sertifikasi CPOTB dari Pengajuan Hingga Persetujuan – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk herbal dan bahan alam. Namun, untuk memproduksi obat tradisional secara legal, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki fasilitas produksi dan produk yang siap dipasarkan. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah pemenuhan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

Sertifikasi CPOTB menjadi bagian penting untuk menunjukkan bahwa proses produksi obat tradisional dilakukan dengan standar yang memperhatikan mutu, keamanan, dan konsistensi produk. Prosesnya juga tidak berhenti pada pengajuan dokumen. Pelaku usaha perlu mempersiapkan fasilitas, sistem mutu, personel, dokumentasi, hingga menghadapi proses pemeriksaan atau evaluasi dari BPOM.

Lalu, bagaimana tahapan sertifikasi CPOTB dari pengajuan hingga persetujuan? Berikut penjelasan lengkap yang dapat menjadi panduan bagi pelaku usaha obat tradisional.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB merupakan pedoman yang digunakan untuk memastikan obat tradisional diproduksi secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Penerapan CPOTB mencakup berbagai aspek, mulai dari bangunan dan fasilitas produksi, peralatan, sanitasi, personalia, dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, hingga penyimpanan dan penanganan produk.

Sertifikasi CPOTB pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan dokumen. BPOM juga perlu melihat apakah sistem dan fasilitas yang dimiliki perusahaan benar-benar mampu mendukung proses produksi yang sesuai dengan ketentuan.

Beberapa aspek yang perlu dipersiapkan antara lain:

  1. Bangunan dan fasilitas produksi yang sesuai.
  2. Sistem mutu dan dokumentasi yang terstruktur.
  3. Personel yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab yang jelas.
  4. Proses produksi dan pengawasan mutu yang terdokumentasi.

Karena itu, perusahaan sebaiknya melakukan persiapan sejak awal sebelum mengajukan sertifikasi. Kesalahan dalam memahami persyaratan dapat menyebabkan proses menjadi lebih panjang karena perusahaan harus melakukan perbaikan atau melengkapi kekurangan.

Tahapan Sertifikasi CPOTB dari Pengajuan hingga Persetujuan

Tahapan sertifikasi CPOTB perlu dipahami agar perusahaan dapat menyusun persiapan secara lebih terarah. Setiap perusahaan dapat memiliki kondisi awal yang berbeda, sehingga waktu penyelesaian dan kebutuhan perbaikannya juga tidak selalu sama.

Secara umum, tahapan yang perlu diperhatikan meliputi:

  1. Persiapan dokumen dan fasilitas
    Perusahaan melakukan pemeriksaan awal terhadap bangunan, fasilitas, peralatan, personel, SOP, sistem mutu, dan dokumen pendukung.
  2. Pengajuan permohonan sertifikasi
    Setelah persyaratan dipersiapkan, perusahaan mengajukan permohonan melalui mekanisme yang ditetapkan BPOM beserta dokumen yang diperlukan.
  3. Evaluasi dokumen
    Dokumen yang diajukan akan dievaluasi untuk melihat kesesuaiannya dengan persyaratan yang berlaku.
  4. Pemeriksaan atau audit sarana
    Apabila diperlukan sesuai tahapan dan jenis sertifikasi, dilakukan pemeriksaan terhadap penerapan CPOTB di fasilitas perusahaan.
  5. Tindak lanjut hasil pemeriksaan
    Jika terdapat temuan atau kekurangan, perusahaan perlu melakukan tindakan perbaikan dan menyampaikan bukti tindak lanjut sesuai ketentuan.
  6. Evaluasi akhir dan persetujuan
    Setelah persyaratan dan tindak lanjut dinilai memenuhi ketentuan, proses sertifikasi dapat dilanjutkan hingga persetujuan atau penerbitan sertifikat sesuai mekanisme yang berlaku.

Persiapan Dokumen Sertifikasi CPOTB

Dokumen menjadi salah satu bagian penting dalam proses sertifikasi CPOTB. Perusahaan sebaiknya tidak hanya mengumpulkan dokumen untuk memenuhi persyaratan administratif, tetapi memastikan seluruh dokumen menggambarkan kondisi dan aktivitas perusahaan yang sebenarnya.

Dokumen yang dipersiapkan perlu disesuaikan dengan jenis kegiatan dan ruang lingkup sarana. Beberapa bagian yang biasanya perlu diperhatikan antara lain:

  • Dokumen legalitas dan data perusahaan.
  • Struktur organisasi dan pembagian tanggung jawab.
  • Dokumen sistem mutu.
  • SOP kegiatan produksi dan pengawasan mutu.
  • Dokumen sanitasi dan higiene.
  • Dokumen pengelolaan bahan baku dan bahan kemas.
  • Catatan produksi dan pengawasan mutu.
  • Dokumen penyimpanan serta distribusi.
  • Prosedur penanganan keluhan, penarikan produk, dan produk yang dikembalikan.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah SOP sudah dibuat, tetapi pelaksanaannya di lapangan belum konsisten. Dalam penerapan CPOTB, kesesuaian antara dokumen dengan praktik aktual menjadi hal yang penting.

Tahapan Sertifikasi CPOTB dari Pengajuan Hingga Persetujuan
Tahapan Sertifikasi CPOTB dari Pengajuan Hingga Persetujuan

Pemeriksaan Bangunan dan Fasilitas Produksi

Selain dokumen, kondisi fasilitas produksi juga perlu dipersiapkan. Bangunan dan fasilitas harus mendukung proses produksi serta membantu mencegah terjadinya kontaminasi, kesalahan proses, atau masalah lain yang dapat memengaruhi mutu produk.

Sebelum pemeriksaan, perusahaan sebaiknya melakukan evaluasi internal terhadap kondisi fasilitas. Misalnya, melihat alur personel dan bahan, kebersihan ruangan, kondisi peralatan, area penyimpanan, serta fasilitas pendukung lainnya.

Beberapa hal yang dapat diperiksa terlebih dahulu:

  1. Tata letak dan alur kegiatan produksi.
  2. Kondisi ruangan serta fasilitas sanitasi.
  3. Kesesuaian dan kebersihan peralatan produksi.
  4. Area penyimpanan bahan dan produk.
  5. Sistem pengendalian hama dan sanitasi.
  6. Pemeliharaan serta kalibrasi peralatan yang relevan.

Persiapan seperti ini membantu perusahaan menemukan kekurangan sebelum proses pemeriksaan berlangsung.

Persiapan Personel dan Sistem Mutu

CPOTB tidak hanya berkaitan dengan bangunan dan peralatan. Sumber daya manusia juga menjadi bagian penting karena penerapan sistem yang baik membutuhkan personel yang memahami tugas, tanggung jawab, dan prosedur yang berlaku.

Perusahaan perlu memastikan struktur organisasi jelas serta personel yang terlibat dalam produksi, pengawasan mutu, dan fungsi terkait memiliki kompetensi sesuai tanggung jawabnya.

Pelatihan juga perlu didukung dengan dokumentasi yang memadai. Jangan sampai perusahaan memiliki SOP yang lengkap, tetapi karyawan yang menjalankannya tidak memahami isi SOP tersebut.

Karena itu, sebelum pengajuan maupun pemeriksaan, perusahaan dapat melakukan:

  • Evaluasi kompetensi personel.
  • Pelatihan terkait CPOTB dan SOP.
  • Pembaruan uraian tugas.
  • Simulasi penerapan prosedur.
  • Dokumentasi pelatihan dan evaluasi.

Evaluasi Mandiri Sebelum Pemeriksaan CPOTB

Melakukan evaluasi mandiri atau gap assessment sebelum proses pemeriksaan merupakan langkah yang membantu perusahaan mengetahui kesiapan sebenarnya.

Gap assessment dilakukan dengan membandingkan kondisi perusahaan saat ini dengan persyaratan CPOTB yang harus dipenuhi. Dari sini, perusahaan dapat membuat daftar kekurangan dan menentukan prioritas perbaikan.

Contohnya, perusahaan dapat menemukan bahwa SOP produksi sudah tersedia, tetapi catatan pelaksanaannya belum konsisten. Atau, fasilitas produksi sudah memadai, tetapi dokumentasi pemeliharaan peralatan belum lengkap.

Dengan evaluasi tersebut, perusahaan dapat memperbaiki kekurangan terlebih dahulu sehingga proses sertifikasi dapat berjalan lebih terarah.

Apa yang Terjadi Jika Ada Temuan Saat Pemeriksaan?

Temuan dalam proses pemeriksaan tidak selalu berarti pengajuan langsung berhenti. Hal yang penting adalah bagaimana perusahaan menindaklanjuti temuan tersebut sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Perusahaan perlu memahami isi temuan, menentukan akar masalah, melakukan tindakan perbaikan, dan menyiapkan bukti bahwa perbaikan telah dilakukan.

Beberapa kesalahan dalam tindak lanjut antara lain:

  1. Perbaikan hanya dilakukan secara administratif.
  2. Akar masalah tidak dianalisis.
  3. Bukti perbaikan tidak lengkap.
  4. SOP diperbarui tetapi tidak diterapkan.
  5. Kondisi lapangan masih berbeda dengan dokumen.

Oleh sebab itu, tindak lanjut sebaiknya dilakukan secara sistematis dan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian dokumen.

Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB?

Waktu sertifikasi CPOTB tidak selalu sama untuk setiap perusahaan. Durasi dapat dipengaruhi oleh kesiapan dokumen, kondisi fasilitas, ruang lingkup kegiatan, hasil evaluasi, serta ada atau tidaknya perbaikan yang harus dilakukan.

Perusahaan yang sejak awal sudah memiliki sistem dokumentasi, fasilitas, personel, dan prosedur yang relatif siap biasanya dapat melakukan proses lebih terarah. Sebaliknya, apabila banyak aspek yang harus diperbaiki, proses dapat membutuhkan waktu lebih panjang.

Karena itu, jangan menjadikan pengajuan sebagai tahap pertama persiapan. Idealnya, perusahaan melakukan gap assessment terlebih dahulu, kemudian memperbaiki kekurangan, melakukan simulasi penerapan CPOTB, dan setelah siap baru melanjutkan proses pengajuan sesuai ketentuan.

Kesalahan Umum Saat Mengurus Sertifikasi CPOTB

Persiapan yang kurang matang dapat membuat proses sertifikasi menjadi lebih rumit. Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  • Menganggap sertifikasi hanya membutuhkan kelengkapan dokumen.
  • SOP dibuat tetapi tidak diterapkan secara konsisten.
  • Kondisi fasilitas berbeda dengan dokumen yang diajukan.
  • Personel belum memahami tanggung jawabnya.
  • Bukti pelaksanaan kegiatan tidak terdokumentasi.
  • Tidak melakukan evaluasi mandiri sebelum pemeriksaan.
  • Tindak lanjut temuan tidak dilakukan secara menyeluruh.

Sertifikasi CPOTB sebaiknya dipandang sebagai penerapan sistem mutu dalam kegiatan perusahaan, bukan sekadar proses mendapatkan dokumen sertifikat.

Jasa Konsultan Persiapan Sertifikasi CPOTB

Bagi perusahaan yang baru mempersiapkan sarana produksi obat tradisional, memahami seluruh tahapan CPOTB dari awal dapat menjadi tantangan tersendiri. Kesalahan dalam dokumen, fasilitas, SOP, maupun penerapan sistem dapat menyebabkan perusahaan harus melakukan perbaikan berulang.

PERMATAMAS dapat membantu perusahaan dalam mempersiapkan sertifikasi CPOTB, mulai dari evaluasi awal, gap assessment, persiapan dokumen dan SOP, evaluasi fasilitas, hingga pendampingan proses sertifikasi.

Dengan persiapan yang lebih terstruktur, perusahaan dapat mengetahui kekurangan sejak awal dan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai tahapan yang harus dilakukan.

Butuh pendampingan sertifikasi CPOTB dari pengajuan hingga persetujuan? Konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda bersama PERMATAMAS untuk mendapatkan pendampingan yang profesional dan sesuai kebutuhan usaha.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Sertifikasi CPOTB

1. Apa itu sertifikasi CPOTB?

Sertifikasi CPOTB adalah proses untuk memastikan sarana produksi obat tradisional menerapkan prinsip Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Apa saja tahapan sertifikasi CPOTB?

Secara umum, tahapan meliputi persiapan dokumen dan fasilitas, pengajuan permohonan, evaluasi dokumen, pemeriksaan sarana apabila diperlukan, tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta evaluasi hingga persetujuan atau penerbitan sertifikat.

3. Dokumen apa saja yang perlu dipersiapkan untuk sertifikasi CPOTB?

Dokumen dapat mencakup legalitas perusahaan, struktur organisasi, sistem mutu, SOP, dokumentasi produksi, pengawasan mutu, sanitasi, penyimpanan, pelatihan personel, serta dokumen pendukung lain sesuai ruang lingkup sarana.

4. Apakah fasilitas produksi harus dipersiapkan sebelum mengajukan CPOTB?

Ya. Kondisi bangunan, ruangan, fasilitas produksi, peralatan, area penyimpanan, sanitasi, dan alur kegiatan perlu dipastikan sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

5. Apakah SOP wajib dipersiapkan dalam sertifikasi CPOTB?

SOP menjadi bagian penting dalam sistem dokumentasi dan penerapan CPOTB. Yang perlu diperhatikan bukan hanya keberadaan SOP, tetapi juga penerapannya dalam kegiatan operasional.

6. Apakah personel harus mendapatkan pelatihan CPOTB?

Personel yang terlibat dalam kegiatan terkait perlu memiliki kompetensi dan memahami tanggung jawabnya. Pelatihan yang dilakukan juga sebaiknya didukung dengan dokumentasi yang sesuai.

7. Apa yang dimaksud dengan gap assessment CPOTB?

Gap assessment adalah evaluasi untuk membandingkan kondisi perusahaan saat ini dengan persyaratan CPOTB. Hasilnya dapat digunakan untuk mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum proses sertifikasi.

8. Bagaimana jika ditemukan kekurangan saat pemeriksaan CPOTB?

Perusahaan perlu melakukan tindak lanjut terhadap temuan sesuai mekanisme yang ditetapkan. Perbaikan sebaiknya tidak hanya dilakukan pada dokumen, tetapi juga pada penerapan dan kondisi fasilitas apabila diperlukan.

9. Berapa lama proses sertifikasi CPOTB?

Lama proses dapat berbeda pada setiap perusahaan karena dipengaruhi kesiapan dokumen, fasilitas, personel, sistem mutu, ruang lingkup kegiatan, serta hasil evaluasi dan tindak lanjut pemeriksaan.

10. Apakah PERMATAMAS dapat membantu persiapan sertifikasi CPOTB?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu persiapan melalui evaluasi awal, gap assessment, pendampingan dokumen dan SOP, evaluasi kesiapan fasilitas, serta pendampingan proses sertifikasi sesuai kebutuhan perusahaan.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Sertifikasi CPOTB Proses Lengkap Sesuai Ketentuan BPOM

Jasa Sertifikasi CPOTB Proses Lengkap Sesuai Ketentuan BPOM

Jasa Sertifikasi CPOTB Proses Lengkap Sesuai Ketentuan BPOM – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk herbal dan bahan alam. Jamu, obat herbal terstandar, hingga produk berbahan alam lainnya kini memiliki pasar yang semakin luas. Namun, di balik peluang tersebut, pelaku usaha perlu memastikan bahwa proses produksi dilakukan dengan standar yang memenuhi ketentuan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

CPOTB bukan sekadar kelengkapan administratif. Penerapannya berkaitan dengan bagaimana perusahaan mengendalikan proses produksi, bahan baku, fasilitas, peralatan, personel, sanitasi, dokumentasi, hingga pengawasan mutu. Karena itu, persiapan yang kurang matang dapat membuat proses sertifikasi menjadi lebih rumit.

Bagi perusahaan yang baru membangun fasilitas produksi obat tradisional, memahami alur sertifikasi sejak awal sangat penting. Kesalahan dalam menyiapkan dokumen, fasilitas, atau prosedur kerja dapat menimbulkan temuan ketika dilakukan pemeriksaan.

Melalui jasa sertifikasi CPOTB, perusahaan dapat memperoleh pendampingan untuk mempersiapkan berbagai aspek yang diperlukan sebelum mengajukan proses sertifikasi. Tujuannya bukan menjanjikan kelulusan, tetapi membantu perusahaan lebih siap memenuhi persyaratan dan menghadapi proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB merupakan pedoman yang digunakan untuk memastikan obat tradisional dibuat secara konsisten dengan memenuhi persyaratan mutu dan tujuan penggunaannya. Penerapan CPOTB mencakup berbagai aspek yang saling berhubungan, mulai dari bahan yang digunakan hingga produk jadi.

Bagi produsen obat tradisional, penerapan CPOTB menjadi bagian penting dalam membangun sistem produksi yang terkontrol. Perusahaan tidak cukup hanya memiliki bangunan produksi, tetapi juga perlu mempunyai sistem dokumentasi dan prosedur yang dapat dibuktikan penerapannya.

Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Sistem mutu dan manajemen produksi.
  2. Personel yang kompeten dan memiliki tanggung jawab jelas.
  3. Bangunan dan fasilitas produksi yang sesuai.
  4. Peralatan produksi dan pengawasan mutu.
  5. Sanitasi dan higiene.
  6. Pengelolaan bahan baku dan bahan kemas.
  7. Proses produksi dan pengawasan selama proses.
  8. Dokumentasi serta pencatatan yang dapat ditelusuri.

Dengan memahami aspek tersebut sejak awal, perusahaan dapat mengurangi risiko adanya ketidaksesuaian ketika dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Mengapa Sertifikasi CPOTB Penting bagi Produsen Obat Tradisional?

Sertifikasi CPOTB menunjukkan bahwa perusahaan telah mempersiapkan sistem produksi berdasarkan prinsip Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Penerapan standar ini membantu perusahaan menjaga konsistensi proses sekaligus memberikan dasar pengendalian mutu produk.

Dalam praktiknya, perusahaan juga perlu memastikan bahwa prosedur yang tertulis benar-benar diterapkan. Salah satu masalah yang dapat terjadi adalah dokumen terlihat lengkap, tetapi praktik di lapangan berbeda dengan SOP yang telah dibuat.

Karena itu, perusahaan perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Kualitas bahan baku, termasuk penerimaan, pemeriksaan, penyimpanan, dan status penggunaannya.
  • Kebersihan fasilitas, termasuk sanitasi ruangan dan peralatan.
  • Kompetensi personel, terutama personel yang memiliki tanggung jawab terhadap produksi dan mutu.
  • Dokumentasi, sehingga setiap proses dapat ditelusuri dan dibuktikan.

Sertifikasi CPOTB sebaiknya tidak dipandang sebagai proses administratif semata. Penerapan sistem yang baik justru dapat membantu perusahaan membangun proses produksi yang lebih tertib dan konsisten.

Jasa Sertifikasi CPOTB Membantu Persiapan Perusahaan

Persiapan sertifikasi CPOTB dapat menjadi pekerjaan yang cukup kompleks, terutama bagi perusahaan yang baru pertama kali mempersiapkan fasilitas produksi obat tradisional. Banyak aspek harus diperiksa secara bersamaan agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara dokumen, fasilitas, dan pelaksanaan di lapangan.

Melalui jasa sertifikasi CPOTB, perusahaan dapat melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pengajuan atau pemeriksaan. Evaluasi tersebut membantu mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperbaiki.

Pendampingan dapat mencakup beberapa pekerjaan berikut:

  1. Evaluasi kesiapan perusahaan dan fasilitas.
  2. Identifikasi gap terhadap persyaratan CPOTB.
  3. Penyusunan dan penyesuaian SOP.
  4. Persiapan dokumen pendukung.
  5. Evaluasi penerapan sistem mutu.
  6. Persiapan personel menghadapi pemeriksaan.
  7. Pendampingan perbaikan atas temuan atau kekurangan.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak hanya mengejar kelengkapan dokumen, tetapi juga mempersiapkan penerapan sistem secara nyata.

Jasa Sertifikasi CPOTB Proses Lengkap Sesuai Ketentuan BPOM
Jasa Sertifikasi CPOTB Proses Lengkap Sesuai Ketentuan BPOM

Proses Sertifikasi CPOTB dari Awal sampai Siap Pemeriksaan

Setiap perusahaan dapat memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda. Karena itu, proses pendampingan sebaiknya dimulai dengan melihat kondisi aktual perusahaan, bukan langsung membuat dokumen secara umum.

1. Konsultasi dan Identifikasi Kebutuhan

Tahap pertama adalah memahami profil perusahaan, jenis produk yang akan diproduksi, kondisi fasilitas, sistem produksi, serta status legalitas yang sudah dimiliki.

Dari informasi tersebut dapat ditentukan bagian mana yang sudah siap dan bagian mana yang masih membutuhkan perbaikan.

2. Gap Analysis CPOTB

Gap analysis dilakukan untuk membandingkan kondisi perusahaan dengan persyaratan yang perlu dipenuhi. Tahap ini penting karena dapat membantu perusahaan mengetahui potensi masalah sejak awal.

Hasil evaluasi biasanya menjadi dasar penyusunan rencana perbaikan.

3. Penyusunan dan Penyesuaian Dokumen

Setelah mengetahui kekurangan, perusahaan dapat mulai menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Dokumen harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan dan proses produksi yang benar-benar dilakukan.

Beberapa dokumen yang perlu diperhatikan antara lain SOP, instruksi kerja, formulir pencatatan, dokumen pengawasan mutu, serta dokumentasi terkait proses produksi.

4. Evaluasi Fasilitas dan Peralatan

Dokumen yang baik harus didukung fasilitas yang sesuai. Karena itu, kondisi bangunan, ruangan, alur personel, alur bahan, peralatan, kebersihan, dan sistem penyimpanan perlu dievaluasi.

5. Simulasi dan Persiapan Pemeriksaan

Sebelum pemeriksaan, perusahaan dapat melakukan simulasi internal. Tujuannya untuk memastikan personel memahami prosedur dan dapat menunjukkan bukti penerapan ketika diperlukan.

6. Pengajuan dan Proses Evaluasi

Setelah persiapan dianggap memadai, perusahaan dapat mengikuti proses pengajuan dan evaluasi sesuai mekanisme serta ketentuan BPOM yang berlaku.

Dokumen yang Perlu Dipersiapkan untuk CPOTB

Dokumen menjadi salah satu komponen penting dalam sistem CPOTB. Dokumentasi harus dibuat secara sistematis sehingga kegiatan yang dilakukan perusahaan dapat dibuktikan dan ditelusuri.

Dokumen yang perlu dipersiapkan dapat mencakup:

  • Profil perusahaan dan dokumen legalitas.
  • Struktur organisasi.
  • Uraian tugas dan tanggung jawab personel.
  • SOP produksi.
  • SOP pengawasan mutu.
  • SOP sanitasi dan higiene.
  • SOP penerimaan dan penyimpanan bahan.
  • Dokumen proses produksi.
  • Dokumen pengujian dan pengawasan mutu.
  • Formulir pencatatan kegiatan.
  • Dokumen terkait keluhan dan penanganan produk.
  • Dokumentasi pelatihan personel.

Daftar tersebut bukan berarti seluruh perusahaan memiliki kebutuhan dokumen yang sama. Jenis dan kedalaman dokumen perlu disesuaikan dengan kegiatan, skala fasilitas, produk, dan persyaratan yang berlaku.

Fasilitas Produksi Juga Harus Dipersiapkan

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah perusahaan terlalu fokus pada dokumen tetapi kurang memperhatikan kondisi fasilitas.

Padahal, penerapan CPOTB berkaitan erat dengan kemampuan fasilitas dalam mendukung proses produksi yang higienis, terkontrol, dan dapat mencegah terjadinya kontaminasi maupun kesalahan proses.

Beberapa aspek fasilitas yang perlu diperhatikan meliputi:

  1. Tata letak ruangan.
  2. Alur bahan dan personel.
  3. Kondisi area produksi.
  4. Kebersihan dan sanitasi.
  5. Ventilasi dan lingkungan produksi.
  6. Penyimpanan bahan baku dan bahan kemas.
  7. Area pengawasan mutu.
  8. Kondisi dan pemeliharaan peralatan.

Fasilitas juga harus mendukung prosedur yang tercantum dalam dokumen. Jangan sampai SOP menyatakan suatu proses dilakukan dengan cara tertentu, tetapi fasilitas perusahaan tidak memungkinkan prosedur tersebut diterapkan.

Persiapan SDM untuk Menghadapi Pemeriksaan CPOTB

Sistem CPOTB tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan dokumen. Personel yang terlibat dalam produksi dan pengawasan mutu harus memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing.

Karyawan juga perlu mendapatkan pelatihan sesuai pekerjaannya. Bukti pelatihan dan evaluasi kompetensi perlu dikelola secara tertib sebagai bagian dari sistem dokumentasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Struktur organisasi harus jelas.
  • Tugas dan tanggung jawab harus terdokumentasi.
  • Personel memahami SOP yang berkaitan dengan pekerjaannya.
  • Pelatihan dilakukan secara terencana.
  • Bukti pelatihan disimpan dengan baik.
  • Personel memahami pentingnya higiene dan sanitasi.

Saat pemeriksaan, personel sebaiknya tidak hanya mengetahui isi SOP, tetapi juga memahami bagaimana SOP tersebut diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Persiapan CPOTB

Perusahaan dapat mengalami kendala ketika persiapan dilakukan hanya menjelang pemeriksaan. Akibatnya, banyak dokumen dibuat terburu-buru dan belum sempat diterapkan secara konsisten.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:

1. SOP dibuat tanpa menyesuaikan kondisi perusahaan

SOP seharusnya menggambarkan proses yang benar-benar dilakukan. Dokumen yang terlalu umum dapat menyulitkan penerapan di lapangan.

2. Dokumentasi tidak lengkap

Setiap proses penting membutuhkan bukti pencatatan yang sesuai. Tanpa dokumentasi, perusahaan dapat kesulitan menunjukkan bukti penerapan sistem.

3. Fasilitas belum sesuai dengan prosedur

Dokumen dan fasilitas harus saling mendukung. Ketidaksesuaian keduanya dapat menjadi persoalan saat evaluasi.

4. Personel belum memahami SOP

SOP bukan hanya untuk disimpan dalam arsip. Personel terkait harus mengetahui dan menerapkannya.

5. Tidak melakukan evaluasi internal

Audit internal atau simulasi sebelum pemeriksaan dapat membantu perusahaan menemukan kekurangan lebih awal.

Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB?

Waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan sertifikasi CPOTB tidak selalu sama untuk setiap perusahaan. Perusahaan yang fasilitas dan dokumentasinya sudah relatif siap tentu memiliki kebutuhan persiapan yang berbeda dengan perusahaan yang baru membangun sistem dari awal.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi waktu persiapan antara lain:

  1. Kelengkapan legalitas perusahaan.
  2. Kondisi bangunan dan fasilitas.
  3. Kesiapan dokumen dan SOP.
  4. Kesiapan personel.
  5. Sistem produksi dan pengawasan mutu.
  6. Hasil evaluasi atau pemeriksaan.

Karena itu, lebih tepat melakukan gap analysis terlebih dahulu sebelum menentukan target waktu. Jadwal resmi proses evaluasi juga mengikuti mekanisme dan ketentuan instansi yang berwenang.

Tips Agar Persiapan CPOTB Lebih Optimal

Jika perusahaan ingin mempersiapkan sertifikasi CPOTB, jangan menunggu sampai mendekati jadwal pemeriksaan. Semakin awal evaluasi dilakukan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperbaiki kekurangan.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Mulai dengan gap analysis.
  • Pastikan SOP sesuai dengan kegiatan aktual.
  • Evaluasi kondisi fasilitas secara menyeluruh.
  • Berikan pelatihan kepada personel.
  • Rapikan seluruh dokumentasi.
  • Lakukan audit internal.
  • Simpan bukti penerapan setiap prosedur.
  • Segera lakukan tindakan perbaikan terhadap ketidaksesuaian.

Yang paling penting, perusahaan perlu membangun sistem yang benar-benar dapat diterapkan secara berkelanjutan, bukan sekadar mempersiapkan dokumen untuk pemeriksaan.

Jasa Sertifikasi CPOTB PERMATAMAS

Mempersiapkan sertifikasi CPOTB membutuhkan pemahaman terhadap dokumen, sistem mutu, fasilitas, proses produksi, dan ketentuan yang berlaku. Bagi perusahaan yang belum memiliki pengalaman, proses tersebut dapat terasa cukup rumit.

PERMATAMAS menyediakan pendampingan profesional untuk membantu perusahaan mempersiapkan proses sertifikasi CPOTB secara lebih terstruktur. Pendampingan dapat dimulai dari identifikasi kebutuhan, evaluasi kesiapan, penyusunan dan penyesuaian dokumen, hingga persiapan menghadapi proses evaluasi.

Pendekatan dilakukan berdasarkan kondisi perusahaan sehingga dokumen dan prosedur tidak hanya dibuat untuk memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan operasional.

Jika Anda sedang mempersiapkan fasilitas produksi obat tradisional dan membutuhkan pendampingan jasa sertifikasi CPOTB, konsultasikan kebutuhan perusahaan terlebih dahulu agar dapat ditentukan langkah persiapan yang sesuai.

PERMATAMAS — Konsultasi profesional, pendampingan proses, dan solusi legal untuk kebutuhan perizinan usaha Anda.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Jasa Sertifikasi CPOTB

1. Apa yang dimaksud dengan sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah singkatan dari Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Sertifikasi ini berkaitan dengan penerapan standar dalam proses pembuatan obat tradisional agar mutu dan keamanan produk dapat dikendalikan sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Siapa yang membutuhkan sertifikasi CPOTB?

Sertifikasi CPOTB diperlukan bagi pelaku usaha yang melakukan kegiatan produksi obat tradisional sesuai kategori dan ketentuan yang berlaku. Jenis produk dan kegiatan produksi perlu diperhatikan untuk menentukan persyaratan yang harus dipenuhi.

3. Apa saja syarat sertifikasi CPOTB?

Persyaratan dapat meliputi legalitas perusahaan, fasilitas produksi, peralatan, personel, sistem mutu, SOP, sanitasi dan higiene, dokumentasi produksi, pengawasan mutu, serta berbagai dokumen pendukung lainnya.

4. Bagaimana proses sertifikasi CPOTB dari awal?

Secara umum, persiapan dapat dimulai dari konsultasi dan identifikasi kebutuhan, gap analysis, perbaikan fasilitas, penyusunan dokumen dan SOP, pelatihan personel, audit internal, hingga pengajuan dan proses evaluasi sesuai ketentuan BPOM.

5. Mengapa gap analysis penting dalam persiapan CPOTB?

Gap analysis membantu perusahaan mengetahui perbedaan antara kondisi aktual dengan persyaratan CPOTB. Dengan begitu, kekurangan pada dokumen, fasilitas, SDM, maupun sistem mutu dapat diperbaiki sebelum memasuki tahap evaluasi.

6. Apakah SOP wajib dalam sertifikasi CPOTB?

Ya. SOP merupakan bagian penting dalam penerapan sistem CPOTB. SOP harus disusun sesuai proses yang benar-benar dilakukan perusahaan dan dipahami oleh personel yang bertanggung jawab.

7. Apa saja yang diperiksa dalam proses evaluasi CPOTB?

Evaluasi dapat mencakup sistem mutu, personel, bangunan dan fasilitas, peralatan, sanitasi dan higiene, produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, dokumentasi, serta aspek lain sesuai ruang lingkup dan ketentuan yang berlaku.

8. Berapa lama proses sertifikasi CPOTB?

Waktu proses berbeda-beda tergantung kesiapan perusahaan, kelengkapan dokumen, kondisi fasilitas, hasil evaluasi, serta mekanisme yang ditetapkan oleh instansi berwenang. Karena itu, sebaiknya dilakukan evaluasi kesiapan terlebih dahulu.

9. Apakah menggunakan jasa konsultan menjamin sertifikasi CPOTB pasti lulus?

Tidak ada konsultan yang dapat menjamin hasil evaluasi. Namun, pendampingan profesional dapat membantu perusahaan mengidentifikasi kekurangan, mempersiapkan dokumen, memperbaiki sistem, dan meningkatkan kesiapan menghadapi proses evaluasi.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa sertifikasi CPOTB?

PERMATAMAS dapat membantu pendampingan persiapan sertifikasi CPOTB, mulai dari identifikasi kebutuhan, gap analysis, persiapan dokumen dan SOP, evaluasi fasilitas, hingga persiapan menghadapi proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama – Bagi pelaku usaha obat tradisional, mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) bukan sekadar melengkapi dokumen administrasi. Sertifikasi ini berkaitan dengan kesiapan fasilitas, sistem mutu, proses produksi, sumber daya manusia, dokumentasi, hingga konsistensi penerapan prosedur di lapangan. Karena itu, banyak pelaku usaha yang merasa prosesnya cukup rumit, terutama ketika baru pertama kali mempersiapkan audit.

Kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan terlalu fokus membuat SOP dan dokumen, tetapi lupa memastikan bahwa seluruh prosedur benar-benar diterapkan. Saat audit berlangsung, auditor dapat menemukan ketidaksesuaian antara dokumen dengan praktik yang dilakukan sehari-hari.

Lalu, bagaimana cara daftar sertifikasi CPOTB agar lulus audit pertama? Kuncinya adalah mempersiapkan perusahaan secara menyeluruh sejak awal. Mulai dari memahami persyaratan, melakukan evaluasi kesiapan, memperbaiki fasilitas dan sistem mutu, melatih personel, sampai memastikan seluruh bukti penerapan terdokumentasi dengan baik.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB merupakan pedoman yang berkaitan dengan penerapan cara pembuatan obat tradisional yang baik. Penerapannya bertujuan agar obat tradisional diproduksi secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. Karena itu, perusahaan tidak hanya perlu memperhatikan produk akhir, tetapi juga seluruh rangkaian proses produksinya.

Dalam proses sertifikasi, kesiapan perusahaan dapat dilihat dari berbagai aspek yang saling berkaitan. Sistem mutu harus didukung oleh fasilitas, personel, dokumentasi, proses produksi, pengawasan mutu, serta pengendalian yang berjalan secara konsisten.

Beberapa bagian yang perlu menjadi perhatian antara lain:

  • Sistem mutu dan dokumentasi perusahaan.
  • Personel yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab jelas.
  • Bangunan serta fasilitas produksi.
  • Peralatan produksi dan pemeliharaannya.
  • Bahan awal dan pengendaliannya.
  • Proses produksi dan pengawasan mutu.
  • Penyimpanan bahan dan produk.
  • Penanganan penyimpangan, keluhan, dan produk tidak sesuai.

Dengan memahami ruang lingkup tersebut sejak awal, perusahaan dapat menyusun strategi persiapan audit dengan lebih terarah.

Mengapa Audit Pertama CPOTB Sering Menjadi Tantangan?

Audit pertama biasanya menjadi tahap yang cukup menantang karena perusahaan belum memiliki pengalaman menghadapi proses pemeriksaan secara langsung. Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa sistem yang selama ini digunakan belum sepenuhnya terdokumentasi atau belum diterapkan secara konsisten.

Persoalan bukan hanya mengenai ada atau tidaknya SOP. Auditor dapat melihat apakah prosedur tersebut benar-benar dipahami dan dijalankan oleh personel terkait. Bukti penerapan juga menjadi bagian penting untuk menunjukkan bahwa sistem mutu berjalan.

Beberapa penyebab perusahaan belum siap menghadapi audit pertama antara lain:

  1. Dokumen dibuat mendekati jadwal audit.
  2. SOP tidak sesuai dengan kondisi operasional.
  3. Personel belum memahami prosedur.
  4. Rekaman kegiatan belum lengkap.
  5. Fasilitas belum sepenuhnya sesuai kebutuhan proses.
  6. Pengendalian perubahan dan penyimpangan belum berjalan.
  7. Perusahaan belum melakukan audit internal.

Karena itu, persiapan sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak. Semakin awal perusahaan melakukan evaluasi, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperbaiki ketidaksesuaian.

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB dari Awal

Proses pendaftaran sebaiknya dimulai dengan memahami terlebih dahulu kebutuhan dan kondisi perusahaan. Jangan langsung mengajukan sertifikasi apabila sistem mutu, dokumen, fasilitas, dan personel belum siap.

Tahapan persiapan dapat dilakukan melalui langkah berikut:

  1. Identifikasi jenis dan kegiatan produksi
    Tentukan jenis produk dan aktivitas produksi yang akan dicakup dalam sertifikasi.
  2. Pelajari persyaratan CPOTB
    Perusahaan perlu memahami persyaratan yang berkaitan dengan fasilitas, produksi, mutu, personel, dokumentasi, dan aspek lainnya.
  3. Lakukan gap assessment
    Bandingkan kondisi perusahaan saat ini dengan persyaratan yang harus dipenuhi.
  4. Perbaiki fasilitas dan sistem
    Kekurangan yang ditemukan perlu diperbaiki sebelum proses audit.
  5. Siapkan dokumen dan SOP
    Dokumen harus menggambarkan aktivitas perusahaan secara nyata.
  6. Implementasikan prosedur
    Jangan hanya membuat dokumen. Pastikan seluruh prosedur diterapkan dan memiliki bukti rekaman.
  7. Lakukan audit internal
    Pemeriksaan internal membantu menemukan potensi ketidaksesuaian sebelum audit resmi.
  8. Ajukan proses sertifikasi
    Setelah perusahaan dinilai siap, proses pengajuan dapat dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Tahapan tersebut membantu perusahaan mempersiapkan audit bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari sisi operasional.

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama
Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

Dokumen Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Dokumen merupakan bagian penting dalam sistem CPOTB karena menjadi bukti bahwa perusahaan mempunyai prosedur yang terstruktur. Namun, dokumen tidak boleh dibuat hanya untuk memenuhi persyaratan administratif.

Isi dokumen harus sesuai dengan aktivitas perusahaan. Beberapa dokumen yang perlu menjadi perhatian antara lain:

  • Pedoman sistem mutu.
  • SOP produksi.
  • SOP pengawasan mutu.
  • SOP sanitasi dan higiene.
  • SOP pengelolaan bahan awal.
  • SOP penyimpanan.
  • SOP pengendalian dokumen.
  • SOP penanganan penyimpangan.
  • SOP tindakan perbaikan dan pencegahan.
  • SOP penanganan keluhan dan penarikan produk.
  • Catatan produksi dan pengawasan mutu.
  • Catatan pelatihan personel.

Setiap dokumen juga perlu dikendalikan dengan baik. Perusahaan harus mengetahui versi dokumen yang berlaku, siapa yang bertanggung jawab, serta bagaimana perubahan dokumen dilakukan.

Persiapan Fasilitas Sebelum Audit CPOTB

Kesiapan fasilitas menjadi salah satu bagian yang tidak boleh diabaikan. Kondisi bangunan dan ruangan produksi perlu mendukung proses pembuatan obat tradisional yang terkendali. Tata letak, kebersihan, alur personel, alur bahan, penyimpanan, serta pemeliharaan fasilitas perlu diperhatikan sesuai persyaratan yang berlaku.

Sebelum audit pertama, perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas. Jangan menunggu auditor menemukan masalah baru kemudian dilakukan perbaikan.

Hal yang dapat diperiksa secara internal antara lain:

  • Kebersihan area produksi.
  • Kondisi ruangan dan fasilitas pendukung.
  • Alur bahan dan personel.
  • Kondisi peralatan produksi.
  • Program pembersihan dan sanitasi.
  • Area penyimpanan bahan dan produk.
  • Identifikasi dan pelabelan bahan.
  • Sistem pengendalian hama.
  • Pemeliharaan fasilitas dan peralatan.

Pemeriksaan internal secara berkala membantu perusahaan mengetahui apakah fasilitas benar-benar siap digunakan dan mampu mendukung penerapan sistem mutu.

Pentingnya Pelatihan Personel Sebelum Audit

Sistem CPOTB tidak akan berjalan apabila hanya dipahami oleh bagian tertentu. Seluruh personel yang terlibat dalam proses produksi dan pengawasan harus memahami tanggung jawabnya masing-masing.

Salah satu kondisi yang dapat menjadi masalah ketika audit adalah personel tidak mampu menjelaskan prosedur yang sebenarnya sudah tercantum dalam SOP. Hal ini dapat menunjukkan bahwa prosedur belum diterapkan secara optimal.

Karena itu, perusahaan perlu melakukan:

  1. Pelatihan sesuai tugas masing-masing personel.
  2. Evaluasi pemahaman setelah pelatihan.
  3. Dokumentasi pelatihan.
  4. Pembaruan kompetensi secara berkala.

Personel harus memahami bukan hanya “apa yang harus dilakukan”, tetapi juga alasan mengapa suatu prosedur harus dilakukan. Dengan demikian, penerapan sistem mutu dapat menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.

Lakukan Audit Internal Sebelum Audit Resmi

Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kesiapan audit pertama adalah melakukan audit internal. Audit internal dapat digunakan untuk mencari masalah yang mungkin belum terlihat dalam kegiatan sehari-hari.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang objektif. Tim dapat memeriksa dokumen, fasilitas, proses produksi, rekaman, serta wawancara dengan personel terkait.

Setelah menemukan ketidaksesuaian, perusahaan perlu:

  • Mencatat temuan secara jelas.
  • Menentukan akar penyebab masalah.
  • Menetapkan tindakan perbaikan.
  • Menentukan penanggung jawab.
  • Menetapkan target penyelesaian.
  • Memastikan tindakan perbaikan benar-benar efektif.

Dengan melakukan audit internal sebelum audit resmi, perusahaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki masalah lebih awal sehingga kesiapan menjadi lebih baik.

Kesalahan yang Harus Dihindari Agar Lulus Audit Pertama

Tidak ada cara yang dapat menjamin perusahaan pasti lulus audit pertama karena hasil pemeriksaan bergantung pada kesesuaian kondisi perusahaan terhadap persyaratan yang berlaku. Namun, risiko ketidaksesuaian dapat dikurangi dengan persiapan yang matang.

Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari adalah:

  1. Membuat dokumen secara mendadak
    Dokumen membutuhkan waktu untuk disusun, disetujui, diterapkan, dan dievaluasi.
  2. Menggunakan SOP yang tidak sesuai kondisi perusahaan
    SOP harus menggambarkan kegiatan yang benar-benar dilakukan.
  3. Tidak memiliki bukti penerapan
    Prosedur yang sudah dibuat perlu didukung rekaman yang relevan.
  4. Mengabaikan pelatihan personel
    Personel perlu memahami prosedur dan tanggung jawabnya.
  5. Tidak melakukan audit internal
    Tanpa pemeriksaan internal, perusahaan mungkin tidak mengetahui masalah yang sebenarnya sudah ada.

Persiapan yang baik bukan berarti menyembunyikan kekurangan, melainkan menemukan dan memperbaikinya sebelum proses audit resmi.

Berapa Lama Persiapan Sertifikasi CPOTB?

Waktu persiapan sertifikasi CPOTB dapat berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Perusahaan yang sudah memiliki fasilitas, dokumen, sistem mutu, dan personel yang siap tentu membutuhkan persiapan yang berbeda dengan perusahaan yang baru membangun sistem dari awal.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi lama persiapan antara lain:

  • Kondisi fasilitas produksi.
  • Kelengkapan dokumen.
  • Kesiapan sistem mutu.
  • Jumlah dan jenis produk.
  • Kompetensi personel.
  • Hasil gap assessment.
  • Jumlah temuan yang harus diperbaiki.
  • Kecepatan perusahaan melakukan tindakan korektif.

Oleh karena itu, estimasi waktu sebaiknya diberikan setelah dilakukan evaluasi awal. Pendekatan ini lebih realistis daripada memberikan janji waktu yang sama untuk semua perusahaan.

Jasa Konsultan CPOTB untuk Persiapan Audit Pertama

Bagi perusahaan yang baru pertama kali mengurus sertifikasi CPOTB, menggunakan jasa konsultan dapat membantu mempercepat pemahaman terhadap persyaratan dan mengurangi kesalahan dalam proses persiapan. Konsultan dapat membantu perusahaan melihat kondisi aktual secara lebih objektif.

Pendampingan dapat mencakup:

  • Konsultasi persyaratan CPOTB.
  • Gap assessment.
  • Pendampingan penyusunan dokumen.
  • Evaluasi SOP dan sistem mutu.
  • Persiapan fasilitas.
  • Pendampingan implementasi.
  • Persiapan audit internal.
  • Simulasi atau persiapan menghadapi audit.
  • Pendampingan perbaikan ketidaksesuaian.

Yang paling penting, konsultan sebaiknya tidak hanya membantu membuat dokumen, tetapi juga membantu perusahaan memahami cara menerapkan sistem tersebut dalam kegiatan operasional.

PERMATAMAS Siap Membantu Persiapan Sertifikasi CPOTB

Mempersiapkan sertifikasi CPOTB untuk pertama kali membutuhkan ketelitian karena aspek yang diperiksa tidak hanya dokumen, tetapi juga penerapan sistem mutu, fasilitas, proses produksi, personel, dan bukti rekaman kegiatan.

PERMATAMAS menyediakan jasa konsultasi dan pendampingan sertifikasi CPOTB bagi pelaku usaha obat tradisional yang ingin mempersiapkan perusahaan secara lebih terarah. Pendampingan dapat dimulai dari konsultasi awal, evaluasi kesiapan, penyusunan atau perbaikan dokumen, hingga persiapan menghadapi proses audit.

Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, perusahaan memiliki kesempatan untuk menemukan kekurangan dan melakukan perbaikan sebelum audit resmi. Tujuannya bukan sekadar mengejar sertifikat, tetapi membangun sistem produksi yang konsisten, terdokumentasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PERMATAMAS — Konsultan perizinan dan regulasi terpercaya untuk membantu persiapan sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

1. Apa itu sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah pedoman yang digunakan untuk memastikan proses pembuatan obat tradisional dilakukan secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.

2. Siapa yang perlu memiliki sertifikasi CPOTB?

Pelaku usaha yang melakukan kegiatan produksi obat tradisional perlu memenuhi ketentuan CPOTB sesuai jenis kegiatan dan produk yang diproduksi.

3. Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk sertifikasi CPOTB?

Persiapan meliputi dokumen sistem mutu, SOP, fasilitas produksi, peralatan, personel, proses produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, serta rekaman kegiatan.

4. Bagaimana cara daftar sertifikasi CPOTB?

Perusahaan perlu memahami persyaratan, melakukan evaluasi kesiapan, memperbaiki fasilitas dan sistem mutu, menyiapkan dokumen, menerapkan prosedur, kemudian mengajukan proses sertifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.

5. Apakah dokumen CPOTB saja cukup agar lulus audit?

Tidak. Dokumen harus sesuai dengan kondisi perusahaan dan benar-benar diterapkan. Bukti penerapan melalui rekaman kegiatan juga penting dalam proses audit.

6. Apa yang diperiksa saat audit CPOTB?

Pemeriksaan dapat mencakup sistem mutu, dokumentasi, fasilitas, peralatan, proses produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, sanitasi, personel, serta penerapan prosedur.

7. Bagaimana agar lulus audit CPOTB pertama kali?

Perusahaan perlu melakukan gap assessment, memperbaiki ketidaksesuaian, melatih personel, memastikan SOP diterapkan, melengkapi rekaman, dan melakukan audit internal sebelum audit resmi.

8. Berapa lama proses persiapan sertifikasi CPOTB?

Waktunya berbeda pada setiap perusahaan, tergantung kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, kesiapan sistem mutu, personel, serta jumlah perbaikan yang diperlukan.

9. Apa kesalahan yang sering menyebabkan ketidaksesuaian saat audit CPOTB?

Kesalahan yang umum antara lain SOP tidak sesuai praktik, dokumen tidak lengkap, rekaman kegiatan tidak tersedia, personel tidak memahami prosedur, serta perusahaan belum melakukan audit internal.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa konsultasi CPOTB?

Ya. PERMATAMAS menyediakan pendampingan persiapan sertifikasi CPOTB, mulai dari konsultasi, evaluasi kesiapan, penyusunan dokumen, perbaikan sistem hingga persiapan menghadapi audit.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional

Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional

Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional – Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional merupakan tahap penting sebelum perusahaan menghadapi pemeriksaan pemenuhan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Audit bukan hanya menilai kelengkapan dokumen, tetapi juga melihat apakah sistem mutu benar-benar diterapkan secara konsisten dalam kegiatan produksi. Berdasarkan PerBPOM Nomor 25 Tahun 2021, penerapan CPOTB berlaku bagi Industri Obat Tradisional (IOT) dan Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA). Regulasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari sistem mutu, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, hingga validasi dan manajemen risiko mutu.

Bagi perusahaan yang baru pertama kali mempersiapkan sertifikasi, proses audit dapat terasa cukup kompleks. Ada dokumen yang harus diperiksa, SOP yang perlu disesuaikan, personel yang harus memahami tugasnya, serta fasilitas yang harus mampu menunjukkan penerapan CPOTB secara nyata. Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan jauh sebelum jadwal audit agar perusahaan memiliki waktu untuk menemukan dan memperbaiki ketidaksesuaian.

Melalui pendampingan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB, perusahaan dapat melakukan gap assessment, penataan dokumen, evaluasi fasilitas, pelatihan personel, simulasi audit, hingga pendampingan tindak lanjut. Pendekatan ini membantu perusahaan lebih siap menghadapi proses sertifikasi sekaligus membangun sistem mutu yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Mengapa Persiapan Audit CPOTB Tidak Boleh Dilakukan Mendadak?

Audit CPOTB sebaiknya dipandang sebagai proses evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan industri, bukan sekadar pemeriksaan berkas. BPOM menetapkan bahwa IOT dan IEBA wajib menerapkan CPOTB dalam kegiatan pembuatan obat tradisional. Sertifikat CPOTB sendiri menjadi bukti bahwa industri telah memenuhi persyaratan teknis CPOTB untuk jenis bentuk sediaan yang dibuat.

Beberapa bagian yang perlu diperiksa sebelum audit antara lain:

  • Sistem mutu dan struktur organisasi.
  • SOP, instruksi kerja, serta catatan kegiatan.
  • Bangunan, fasilitas, sanitasi, dan kebersihan.
  • Peralatan produksi serta pengawasan mutu.
  • Kompetensi dan tanggung jawab personel.
  • Sistem penyimpanan dan distribusi.
  • Pengelolaan keluhan dan penarikan produk.
  • Kualifikasi, validasi, dokumentasi, dan manajemen risiko.

Persiapan yang terlalu singkat berisiko membuat perusahaan hanya berfokus pada dokumen, sementara penerapannya di lapangan belum konsisten. Padahal, CPOTB mencakup 16 aspek utama yang harus diterapkan secara menyeluruh. Karena itu, perusahaan perlu melakukan evaluasi internal terlebih dahulu agar setiap bagian yang masih memiliki celah dapat diperbaiki sebelum audit resmi.

Audit CPOTB Menilai Sistem, Bukan Sekadar Dokumen

Salah satu kesalahan pemahaman yang sering terjadi adalah menganggap audit CPOTB hanya berkaitan dengan kelengkapan SOP. Dalam praktiknya, auditor dapat melihat hubungan antara dokumen dengan pelaksanaan kegiatan di lapangan. SOP yang lengkap tetapi tidak dijalankan secara konsisten tetap dapat menimbulkan temuan.

Aspek yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Audit CPOTB

Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional perlu dilakukan secara sistematis. Perusahaan harus memastikan bahwa dokumen, fasilitas, personel, proses produksi, dan sistem pengawasan mutu saling terhubung. Hal ini sejalan dengan PerBPOM Nomor 25 Tahun 2021 yang menetapkan 16 aspek CPOTB sebagai bagian dari penerapan cara pembuatan obat tradisional yang baik.

Empat kelompok pemeriksaan awal yang dapat menjadi prioritas adalah:

  1. Dokumen mutu, seperti pedoman mutu, SOP, instruksi kerja, formulir, dan catatan.
  2. Fasilitas produksi, termasuk bangunan, sanitasi, alur personel, alur bahan, dan pengendalian lingkungan.
  3. Personel, termasuk struktur organisasi, penanggung jawab, kompetensi, pelatihan, dan uraian tugas.
  4. Produksi dan pengawasan mutu, termasuk penerimaan bahan, proses produksi, pengujian, penyimpanan, hingga penanganan produk tidak sesuai.

Setelah aspek tersebut diperiksa, perusahaan sebaiknya melakukan gap assessment untuk mengetahui perbedaan antara kondisi aktual dengan persyaratan yang harus dipenuhi. Hasil assessment kemudian dapat dibuat menjadi daftar tindakan perbaikan lengkap dengan penanggung jawab dan target penyelesaian. Cara ini membuat persiapan lebih terukur dan mengurangi risiko perusahaan baru menemukan masalah ketika audit sudah berlangsung.

Jangan Melupakan Konsistensi antara Dokumen dan Praktik

Dokumen harus menggambarkan proses yang benar-benar dilakukan perusahaan. Jika SOP menyebutkan suatu pemeriksaan dilakukan pada tahap tertentu, maka catatan pelaksanaannya juga harus tersedia dan dapat ditelusuri. Konsistensi inilah yang menjadi salah satu bagian penting dalam membangun sistem mutu yang kredibel.

Alur Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Alur persiapan audit sebaiknya dimulai dengan memahami kondisi perusahaan secara objektif. Konsultan atau tim internal dapat melakukan pemeriksaan awal untuk melihat apakah sistem mutu dan fasilitas telah siap. Untuk perusahaan yang masih memiliki banyak kekurangan, tahap perbaikan perlu dilakukan sebelum pengajuan atau pelaksanaan audit agar proses tidak berjalan tanpa persiapan yang memadai.

Secara umum, alur persiapannya dapat dilakukan melalui tahapan berikut:

  1. Initial assessment untuk mengetahui kondisi perusahaan.
  2. Gap analysis terhadap persyaratan CPOTB.
  3. Perbaikan dokumen dan sistem mutu sesuai kebutuhan.
  4. Evaluasi fasilitas, peralatan, dan proses produksi.
  5. Pelatihan serta pembekalan personel.
  6. Simulasi atau mock audit untuk menguji kesiapan.
  7. Perbaikan temuan internal sebelum audit.
  8. Pendampingan audit dan tindak lanjut temuan, bila terdapat ketidaksesuaian.

Alur tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing industri. Perusahaan yang sudah memiliki sistem mutu yang baik mungkin membutuhkan waktu persiapan lebih singkat dibandingkan perusahaan yang baru membangun sistem CPOTB. Karena itu, estimasi waktu tidak sebaiknya disamaratakan. Yang lebih penting adalah memastikan setiap aspek yang menjadi ruang lingkup sertifikasi telah dipersiapkan dan dapat dibuktikan penerapannya.

Mengapa Mock Audit Penting?

Mock audit membantu perusahaan memahami bagaimana proses pemeriksaan dapat berlangsung. Tim internal dapat dilatih menjawab pertanyaan auditor berdasarkan fakta dan dokumen yang tersedia, bukan sekadar menghafal jawaban. Simulasi juga membantu menemukan ketidaksesuaian kecil yang sering terlewat dalam pemeriksaan rutin.

Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional
Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk
Industri Obat Tradisional

Syarat dan Dokumen yang Perlu Disiapkan

Dokumen menjadi salah satu bagian penting dalam Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional. Namun, daftar persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenis industri, bentuk sediaan, jenis sertifikasi, serta ketentuan layanan yang berlaku. BPOM juga menyediakan mekanisme sertifikasi untuk CPOTB penuh maupun pemenuhan aspek CPOTB secara bertahap sesuai kategori usaha.

Beberapa dokumen dan data yang umumnya perlu dipersiapkan meliputi:

  1. Dokumen legal perusahaan, termasuk NIB dan data perizinan terkait.
  2. Dokumen sistem mutu, seperti pedoman mutu, SOP, dan instruksi kerja.
  3. Dokumen fasilitas dan bangunan, termasuk denah serta alur kegiatan.
  4. Dokumen produksi dan pengawasan mutu, termasuk catatan produksi, pengujian, penyimpanan, serta dokumentasi terkait.

Selain kelengkapan dokumen, perusahaan perlu memastikan setiap dokumen telah dikendalikan dengan baik. Versi SOP harus jelas, perubahan dokumen harus dapat ditelusuri, dan catatan kegiatan harus dibuat pada saat aktivitas dilakukan. Untuk pengajuan sertifikasi CPOTB bertahap, BPOM juga mencantumkan kebutuhan seperti NIB, akun layanan e-Sertifikasi, penanggung jawab teknis, surat pernyataan komitmen, denah sesuai ketentuan, dan dokumen mutu sesuai persyaratan layanan.

Dokumen Harus Mudah Ditelusuri

Jangan menunggu auditor meminta dokumen tertentu baru mencarinya. Buat sistem penyimpanan yang rapi berdasarkan kategori dan kode dokumen. Dengan demikian, personel dapat menemukan dokumen secara cepat ketika dibutuhkan dan menunjukkan bahwa perusahaan memiliki sistem dokumentasi yang terkendali.

Berapa Biaya Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB?

Biaya Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional tidak dapat ditentukan dengan satu angka untuk semua perusahaan. Besarnya biaya dipengaruhi oleh kondisi fasilitas, jenis industri, bentuk sediaan, ruang lingkup sertifikasi, kondisi dokumen, kebutuhan perbaikan, serta apakah perusahaan menggunakan pendampingan konsultan secara menyeluruh atau hanya pada bagian tertentu.

Komponen biaya yang perlu diperhitungkan antara lain:

  1. Biaya resmi atau PNBP sesuai layanan sertifikasi yang berlaku.
  2. Biaya penyusunan dan perbaikan sistem dokumentasi, jika diperlukan.
  3. Biaya pelatihan personel dan peningkatan kompetensi.
  4. Biaya perbaikan fasilitas atau peralatan, apabila hasil gap assessment menunjukkan adanya ketidaksesuaian.

Karena kebutuhan setiap industri berbeda, penawaran Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB sebaiknya dibuat setelah assessment awal. Dengan cara ini, perusahaan dapat mengetahui pekerjaan yang benar-benar diperlukan, bukan membayar layanan yang tidak relevan. Selain itu, biaya perbaikan fasilitas sebaiknya dipisahkan dari biaya jasa konsultasi agar perusahaan memiliki gambaran anggaran yang lebih transparan.

Jangan Hanya Menghitung Biaya Konsultan

Perusahaan juga perlu memperhitungkan biaya internal untuk pelatihan, pengadaan dokumen, pengujian, kalibrasi, perbaikan fasilitas, hingga implementasi sistem. Perencanaan anggaran sejak awal membantu mencegah proses terhenti karena kebutuhan tambahan yang baru diketahui menjelang audit.

Berapa Lama Proses Persiapan Audit CPOTB?

Lama proses persiapan CPOTB sangat bergantung pada tingkat kesiapan perusahaan. Industri yang sudah mempunyai sistem mutu, dokumentasi, fasilitas, serta personel yang memahami CPOTB biasanya dapat melakukan persiapan lebih cepat. Sebaliknya, perusahaan yang baru membangun sistem dari awal membutuhkan waktu lebih panjang.

Secara praktis, tahapan waktu dapat dibagi menjadi:

  1. Assessment dan gap analysis untuk mengetahui kondisi awal.
  2. Perbaikan dokumen dan sistem berdasarkan hasil assessment.
  3. Implementasi dan pembuktian penerapan melalui catatan kegiatan.
  4. Mock audit dan corrective action sebelum menghadapi pemeriksaan resmi.

Yang perlu diperhatikan, lama persiapan konsultasi tidak sama dengan waktu penerbitan sertifikat. Proses resmi sertifikasi mengikuti mekanisme dan evaluasi BPOM yang berlaku. Oleh sebab itu, konsultan tidak seharusnya menjanjikan sertifikat terbit dalam waktu tertentu tanpa mempertimbangkan hasil evaluasi dan tindak lanjut yang mungkin diperlukan.

Fokus pada Kesiapan, Bukan Sekadar Kecepatan

Target utama persiapan adalah memastikan perusahaan benar-benar siap. Memaksakan proses terlalu cepat justru dapat meningkatkan risiko dokumen tidak konsisten, personel belum memahami SOP, atau fasilitas belum memenuhi ketentuan.

Kesalahan Umum Saat Mempersiapkan Audit CPOTB

Banyak kendala dalam audit sebenarnya dapat dicegah jika perusahaan melakukan pemeriksaan internal secara serius. Salah satu kesalahan paling umum adalah mempersiapkan dokumen menjelang audit tanpa memastikan bahwa dokumen tersebut telah diterapkan. Sistem mutu yang baik harus berjalan sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari, bukan hanya ketika auditor datang.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  1. SOP dibuat tetapi tidak diterapkan secara konsisten.
  2. Catatan produksi atau pengawasan mutu tidak lengkap dan sulit ditelusuri.
  3. Personel tidak memahami tugas dan tanggung jawabnya.
  4. Kondisi fasilitas berbeda dengan dokumen atau denah yang digunakan.

Kesalahan lainnya adalah tidak melakukan evaluasi terhadap pemasok, validasi atau kualifikasi yang relevan, pengendalian perubahan, penanganan keluhan, serta tindakan korektif dan pencegahan. Padahal, aspek-aspek tersebut termasuk dalam kerangka penerapan CPOTB.

Hindari Budaya “Beres Saat Audit”

Persiapan CPOTB akan jauh lebih efektif apabila perusahaan membangun budaya mutu secara berkelanjutan. Setiap personel harus memahami bahwa kepatuhan terhadap SOP, pencatatan, kebersihan, pengawasan mutu, dan pengendalian proses merupakan bagian dari pekerjaan sehari-hari.

Peran Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB dalam Persiapan Audit

Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB dapat membantu perusahaan melihat kesiapan secara lebih objektif. Konsultan tidak menggantikan tanggung jawab perusahaan dalam menerapkan CPOTB, tetapi dapat memberikan pendampingan teknis agar perusahaan memahami gap, menyusun prioritas perbaikan, dan menyiapkan sistem sebelum menghadapi proses sertifikasi.

Pendampingan dapat mencakup:

  • Assessment awal dan gap analysis.
  • Review serta penyusunan dokumen mutu.
  • Evaluasi SOP dan implementasinya.
  • Pemeriksaan kesiapan fasilitas dan proses produksi.
  • Pelatihan atau pembekalan personel.
  • Simulasi audit.
  • Pendampingan dalam penyelesaian temuan dan corrective action.

Pendekatan yang baik bukan hanya mengejar sertifikat, tetapi membantu perusahaan memiliki sistem yang dapat dipertahankan setelah sertifikat diperoleh. Hal ini penting karena penerapan CPOTB merupakan kewajiban bagi IOT dan IEBA yang melakukan pembuatan obat tradisional sesuai ruang lingkupnya.

Pendampingan Disesuaikan dengan Kondisi Industri

Setiap perusahaan memiliki tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, program konsultasi idealnya dimulai dengan assessment, kemudian dilanjutkan berdasarkan prioritas. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengetahui bagian yang sudah memenuhi ketentuan dan bagian mana yang masih membutuhkan perbaikan.

Tips Agar Lebih Siap Menghadapi Audit CPOTB

Persiapan audit akan lebih efektif apabila perusahaan melibatkan seluruh bagian terkait. CPOTB bukan hanya tanggung jawab bagian produksi atau quality control. Sistem mutu membutuhkan koordinasi antara manajemen, produksi, pengawasan mutu, gudang, teknis, personalia, hingga penanggung jawab yang terkait.

Empat langkah sederhana yang dapat dilakukan perusahaan adalah:

  1. Buat checklist CPOTB dan gunakan untuk pemeriksaan internal.
  2. Tetapkan PIC untuk setiap temuan atau tindakan perbaikan.
  3. Lakukan mock audit sebelum pemeriksaan resmi.
  4. Dokumentasikan seluruh tindakan perbaikan agar mudah ditelusuri.

Selain itu, manajemen perlu memberikan dukungan nyata terhadap penerapan sistem mutu. Ketersediaan sumber daya, pelatihan, fasilitas, personel kompeten, dan waktu untuk melakukan perbaikan merupakan bagian penting dari keberhasilan implementasi CPOTB. Sistem yang hanya dibangun oleh satu atau dua orang akan sulit dipertahankan jika tidak menjadi komitmen organisasi.

Libatkan Tim Sejak Awal

Semakin awal tim memahami persyaratan CPOTB, semakin kecil kemungkinan terjadi kebingungan ketika audit berlangsung. Setiap personel sebaiknya memahami SOP yang berkaitan langsung dengan pekerjaannya dan mampu menunjukkan bukti pelaksanaannya.

PERMATAMAS untuk Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional membutuhkan strategi yang terencana. Perusahaan tidak cukup hanya mengumpulkan dokumen, tetapi perlu memastikan seluruh sistem mutu, fasilitas, personel, proses produksi, pengawasan mutu, dan pencatatan berjalan sesuai ketentuan. PerBPOM Nomor 25 Tahun 2021 menjadi salah satu dasar penting penerapan CPOTB bagi IOT dan IEBA.

Melalui layanan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB, PERMATAMAS dapat membantu perusahaan melakukan assessment, mengidentifikasi gap, menyiapkan dokumen, mengevaluasi penerapan SOP, memberikan pendampingan persiapan audit, hingga membantu perusahaan menindaklanjuti temuan. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan industri.

PERMATAMAS — Solusi Profesional Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

1. Apa yang dimaksud dengan audit sertifikasi CPOTB?

Audit sertifikasi CPOTB merupakan proses pemeriksaan untuk menilai pemenuhan persyaratan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik pada industri obat tradisional. Pemeriksaan mencakup sistem mutu, personel, fasilitas, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, dan aspek terkait lainnya.

2. Siapa yang perlu memiliki sertifikasi CPOTB?

Sertifikasi CPOTB diperlukan bagi industri yang melakukan pembuatan obat tradisional sesuai dengan ruang lingkup dan ketentuan yang berlaku. Penerapannya bertujuan memastikan produk dibuat secara konsisten dengan standar mutu, keamanan, dan manfaat yang dipersyaratkan.

3. Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum audit CPOTB?

Perusahaan perlu mempersiapkan sistem mutu, SOP, dokumen produksi, pengawasan mutu, fasilitas, peralatan, personel, serta bukti penerapan prosedur. Sebaiknya dilakukan gap assessment terlebih dahulu untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.

4. Apakah dokumen saja cukup untuk menghadapi audit CPOTB?

Tidak. Dokumen harus sesuai dengan kondisi sebenarnya dan diterapkan secara konsisten. Auditor dapat menilai kesesuaian antara SOP, catatan kegiatan, kondisi fasilitas, serta praktik yang dilakukan oleh personel.

5. Berapa lama persiapan sertifikasi CPOTB?

Lama persiapan berbeda pada setiap perusahaan. Industri yang sudah memiliki sistem mutu dan fasilitas yang memadai biasanya membutuhkan waktu lebih singkat dibandingkan perusahaan yang baru membangun sistem CPOTB dari awal.

6. Berapa biaya sertifikasi dan persiapan audit CPOTB?

Biaya bergantung pada ruang lingkup sertifikasi, kondisi perusahaan, kebutuhan perbaikan dokumen dan fasilitas, pelatihan, serta jasa pendampingan. Karena kebutuhan setiap industri berbeda, estimasi biaya sebaiknya ditentukan setelah dilakukan assessment awal.

7. Apa saja kesalahan umum saat menghadapi audit CPOTB?

Kesalahan yang sering terjadi antara lain SOP tidak diterapkan, dokumentasi tidak lengkap, personel kurang memahami prosedur, fasilitas tidak sesuai dokumen, serta tidak melakukan evaluasi dan tindakan perbaikan sebelum audit.

8. Apa manfaat menggunakan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB?

Konsultan dapat membantu perusahaan melakukan gap analysis, mempersiapkan dokumen, mengevaluasi penerapan SOP, memberikan pembekalan kepada personel, melakukan simulasi audit, serta membantu mempersiapkan tindak lanjut apabila ditemukan ketidaksesuaian.

9. Apakah PERMATAMAS bisa membantu persiapan audit CPOTB?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu proses persiapan sertifikasi CPOTB sesuai kebutuhan perusahaan, mulai dari assessment awal, pendampingan dokumen, evaluasi kesiapan, hingga persiapan menghadapi audit dan tindak lanjut temuan.

10. Bagaimana cara konsultasi persiapan sertifikasi CPOTB dengan PERMATAMAS?

Perusahaan dapat menghubungi PERMATAMAS untuk melakukan konsultasi awal mengenai kondisi industri, ruang lingkup sertifikasi, dokumen, fasilitas, estimasi proses, dan kebutuhan pendampingan.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB – Industri obat tradisional perlu memastikan proses produksi berjalan sesuai standar keamanan, mutu, dan persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan oleh pelaku usaha adalah sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Sebelum audit dilakukan, perusahaan perlu menyiapkan dokumen, fasilitas, personel, sistem mutu, hingga penerapan prosedur di lapangan.

Tidak sedikit pelaku usaha yang bertanya mengenai estimasi waktu persiapan audit sertifikasi CPOTB. Jawabannya tidak selalu sama karena setiap industri memiliki kondisi awal yang berbeda. Perusahaan yang sudah memiliki sistem mutu dan dokumentasi lengkap tentu membutuhkan waktu persiapan yang berbeda dibandingkan industri yang baru mulai membangun sistem CPOTB.

Melalui PERMATAMAS, pelaku usaha dapat memperoleh Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan pendampingan persiapan audit secara menyeluruh. Pendampingan dapat dimulai dari identifikasi kesiapan perusahaan, pemeriksaan dokumen, gap assessment, persiapan fasilitas, simulasi audit, hingga pendampingan menghadapi proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB merupakan pedoman yang mengatur bagaimana obat tradisional diproduksi dan dikendalikan agar memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Penerapan CPOTB tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan dalam sistem mutu industri.

Perusahaan perlu memastikan bahwa personel, bangunan, fasilitas, peralatan, sanitasi, dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, hingga penyimpanan berjalan secara terkendali.

Karena itu, persiapan sertifikasi CPOTB sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak. Beberapa aspek yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Sistem manajemen mutu.
  • Dokumen dan prosedur.
  • Bangunan dan fasilitas.
  • Peralatan produksi.
  • Sanitasi dan higiene.
  • Personel yang kompeten.
  • Pengawasan mutu.
  • Dokumentasi produksi.
  • Penyimpanan bahan dan produk.
  • Sistem penanganan penyimpangan dan keluhan.

Berapa Lama Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB?

Estimasi waktu persiapan audit sertifikasi CPOTB sangat bergantung pada tingkat kesiapan industri. Tidak ada satu durasi yang otomatis berlaku untuk semua perusahaan.

Industri yang telah memiliki fasilitas, personel, dokumentasi, dan sistem mutu yang berjalan biasanya dapat melakukan persiapan lebih cepat. Sebaliknya, perusahaan yang masih harus melakukan banyak perbaikan membutuhkan waktu lebih panjang.

Secara praktis, waktu persiapan dapat dibagi menjadi beberapa kondisi:

  1. Perusahaan sudah relatif siap
    Fokus persiapan lebih banyak pada pemeriksaan dan penyempurnaan dokumen serta simulasi audit.
  2. Perusahaan memiliki beberapa kekurangan
    Membutuhkan gap assessment, perbaikan dokumen, pelatihan, dan pembenahan penerapan di lapangan.
  3. Perusahaan baru membangun sistem CPOTB
    Persiapannya dapat lebih panjang karena perlu membangun sistem mutu, prosedur, fasilitas, dokumentasi, serta kompetensi personel secara bertahap.

Karena itu, estimasi sebaiknya ditentukan setelah dilakukan assessment awal, bukan hanya berdasarkan target tanggal audit.

JASA SERTIFIKASI CPOTB

Hubungi PERMATAMAS untuk Persiapan Audit CPOTB

Persiapan audit CPOTB membutuhkan koordinasi antara manajemen, bagian produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, gudang, dan personel terkait lainnya.

PERMATAMAS membantu perusahaan melakukan persiapan secara lebih terstruktur, mulai dari identifikasi kekurangan, pemeriksaan dokumen, pendampingan perbaikan, hingga simulasi audit.

Layanan dapat disesuaikan dengan kondisi industri sehingga perusahaan tidak perlu melakukan pembenahan secara acak.

Konsultasi Jasa Sertifikasi CPOTB via WhatsApp →

Tahapan Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Persiapan audit sebaiknya dilakukan secara sistematis agar setiap bagian perusahaan dapat mengetahui apa yang harus diperbaiki.

Secara umum, tahapan persiapannya dapat meliputi:

1. Assessment Awal

Tim melakukan pemeriksaan terhadap kondisi perusahaan untuk mengetahui tingkat kesiapan terhadap persyaratan CPOTB.

2. Gap Analysis

Kondisi aktual dibandingkan dengan persyaratan yang harus dipenuhi. Dari sini dapat diketahui area yang masih membutuhkan perbaikan.

3. Pemeriksaan Dokumen

Dokumen seperti SOP, instruksi kerja, catatan produksi, dokumentasi mutu, dan dokumen pendukung lainnya diperiksa.

4. Pemeriksaan Fasilitas

Bangunan, ruang produksi, gudang, sanitasi, alur personel, alur bahan, dan fasilitas pendukung perlu diperiksa kesesuaiannya.

5. Perbaikan dan Implementasi

Temuan dari assessment ditindaklanjuti. Yang penting bukan hanya memiliki dokumen, tetapi memastikan prosedur benar-benar diterapkan.

6. Pelatihan Personel

Personel perlu memahami tugas, tanggung jawab, prosedur, higiene, dokumentasi, serta prinsip CPOTB yang berkaitan dengan pekerjaannya.

7. Simulasi Audit

Perusahaan dapat melakukan simulasi untuk melihat kesiapan personel dalam menjawab pertanyaan dan menunjukkan bukti penerapan sistem.

8. Final Check

Sebelum audit, dilakukan pemeriksaan terakhir untuk memastikan dokumen, fasilitas, personel, dan penerapan sudah dipersiapkan.

Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB
Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Faktor yang Memengaruhi Lama Persiapan CPOTB

Tidak semua industri membutuhkan waktu persiapan yang sama. Beberapa faktor dapat membuat proses menjadi lebih cepat atau lebih panjang.

Faktor tersebut antara lain:

  • Kondisi fasilitas produksi.
  • Kelengkapan dokumentasi.
  • Sistem mutu yang sudah berjalan.
  • Jumlah produk.
  • Kompleksitas proses produksi.
  • Kompetensi personel.
  • Kesiapan pengawasan mutu.
  • Kondisi gudang.
  • Sistem sanitasi dan higiene.
  • Jumlah temuan saat assessment.
  • Kecepatan perusahaan melakukan perbaikan.

Jika gap yang ditemukan cukup banyak, perusahaan perlu memberikan waktu yang memadai untuk melakukan tindakan perbaikan.

Dokumen Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

Dokumentasi merupakan salah satu bagian penting dalam persiapan audit CPOTB. Dokumen harus menggambarkan proses yang benar-benar dilakukan perusahaan.

Beberapa dokumen yang umumnya perlu diperhatikan meliputi:

  • Pedoman atau sistem mutu.
  • SOP produksi.
  • SOP pengawasan mutu.
  • SOP sanitasi dan higiene.
  • SOP penyimpanan.
  • Dokumen penerimaan bahan.
  • Dokumen proses produksi.
  • Catatan pengawasan mutu.
  • Dokumen pelatihan personel.
  • Dokumen pemeliharaan peralatan.
  • Dokumen penanganan penyimpangan.
  • Dokumen keluhan dan penarikan produk apabila relevan.

Dokumen tidak cukup hanya dibuat untuk kebutuhan audit. Prosedur harus dipahami dan diterapkan oleh personel terkait.

Mengapa Gap Assessment Penting Sebelum Audit?

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan industri adalah langsung mempersiapkan audit tanpa mengetahui kondisi sebenarnya.

Melalui gap assessment, perusahaan dapat mengetahui bagian mana yang sudah sesuai dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Contohnya:

  • Dokumen belum lengkap.
  • SOP belum diterapkan secara konsisten.
  • Catatan produksi belum tertata.
  • Fasilitas belum memenuhi kebutuhan.
  • Alur bahan perlu diperbaiki.
  • Personel belum mendapatkan pelatihan yang memadai.
  • Sistem pengawasan mutu belum berjalan optimal.

Dengan mengetahui gap lebih awal, perusahaan dapat membuat prioritas perbaikan berdasarkan tingkat urgensinya.

Persiapan Fasilitas Produksi untuk Audit CPOTB

Selain dokumentasi, kondisi fasilitas juga menjadi bagian penting dalam kesiapan industri.

Area produksi harus ditata agar mendukung proses yang terkendali dan meminimalkan risiko terhadap mutu produk.

Beberapa area yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Ruang produksi.
  • Area penerimaan bahan.
  • Area penyimpanan bahan baku.
  • Area penyimpanan produk jadi.
  • Area pengawasan mutu.
  • Fasilitas sanitasi.
  • Alur personel.
  • Alur material.
  • Peralatan produksi.
  • Sistem kebersihan dan pemeliharaan.

Perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan fasilitas sebelum audit sehingga kekurangan dapat diperbaiki terlebih dahulu.

Kesiapan Personel Juga Menentukan

Audit CPOTB tidak hanya melihat dokumen. Personel juga perlu memahami sistem yang diterapkan perusahaan.

Auditor dapat berinteraksi dengan personel dari berbagai bagian untuk mengetahui apakah prosedur benar-benar dipahami dan dijalankan.

Karena itu, perusahaan perlu memastikan:

  • Personel memahami tugasnya.
  • SOP mudah dipahami.
  • Pelatihan terdokumentasi.
  • Personel memahami prinsip higiene.
  • Penggunaan dokumen dilakukan dengan benar.
  • Catatan diisi sesuai aktivitas sebenarnya.
  • Personel mengetahui tindakan ketika terjadi penyimpangan.

Jangan sampai dokumen terlihat lengkap tetapi personel tidak mengetahui bagaimana prosedur tersebut diterapkan.

Apa yang Terjadi Jika Persiapan Audit Belum Siap?

Jika perusahaan belum memenuhi persyaratan, proses sertifikasi dapat menghadapi kendala atau memerlukan tindak lanjut terhadap temuan yang ditemukan.

Karena itu, lebih baik melakukan pemeriksaan internal sebelum audit daripada menunggu auditor menemukan seluruh kekurangan.

Beberapa potensi masalah yang dapat muncul antara lain:

  • Dokumen belum lengkap.
  • Penerapan SOP belum konsisten.
  • Fasilitas belum siap.
  • Bukti penerapan tidak tersedia.
  • Personel belum memahami prosedur.
  • Catatan tidak lengkap.
  • Terdapat ketidaksesuaian antara dokumen dan praktik.

Semakin awal masalah ditemukan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk melakukan perbaikan.

Simulasi Audit CPOTB Sebelum Pemeriksaan

Simulasi audit dapat membantu perusahaan mengetahui bagaimana kondisi saat menghadapi pemeriksaan.

Dalam simulasi, perusahaan dapat memeriksa:

  1. Kesiapan dokumen.
  2. Kondisi fasilitas.
  3. Penerapan SOP.
  4. Pemahaman personel.
  5. Ketersediaan bukti penerapan.
  6. Sistem pengawasan mutu.
  7. Pengelolaan penyimpangan.
  8. Kebersihan dan sanitasi.
  9. Penyimpanan bahan dan produk.
  10. Kesiapan menghadapi pertanyaan auditor.

Simulasi bukan jaminan audit akan berjalan tanpa temuan, tetapi dapat membantu meningkatkan kesiapan perusahaan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Persiapan Audit CPOTB

Beberapa industri terlalu fokus pada dokumen dan melupakan penerapan di lapangan.

Padahal, sistem mutu harus berjalan secara nyata.

Kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  • Membuat SOP hanya menjelang audit.
  • SOP tidak sesuai dengan praktik.
  • Dokumen tidak diperbarui.
  • Catatan tidak lengkap.
  • Personel belum dilatih.
  • Fasilitas baru dibenahi menjelang audit.
  • Tidak melakukan internal assessment.
  • Tidak menindaklanjuti temuan.
  • Tidak melakukan simulasi audit.

Persiapan yang baik seharusnya membangun sistem yang dapat berjalan secara berkelanjutan, bukan hanya untuk melewati pemeriksaan.

Biaya Persiapan dan Sertifikasi CPOTB

Biaya sertifikasi CPOTB dapat berbeda antara satu industri dengan industri lainnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi fasilitas, kebutuhan perbaikan, jumlah produk, kompleksitas sistem, serta jasa pendampingan yang digunakan.

Komponen biaya yang mungkin perlu diperhitungkan antara lain:

  • Persiapan dokumen.
  • Konsultasi dan pendampingan.
  • Pelatihan personel.
  • Pembenahan fasilitas.
  • Perbaikan peralatan.
  • Penyusunan atau revisi SOP.
  • Kebutuhan pengujian tertentu.
  • Biaya resmi sesuai ketentuan pemerintah.

Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya melakukan assessment terlebih dahulu sebelum menentukan anggaran keseluruhan.

Mengapa Menggunakan Jasa Pendampingan CPOTB?

Persiapan sertifikasi dapat dilakukan oleh internal perusahaan. Namun, pendampingan profesional dapat membantu memberikan sudut pandang yang lebih objektif terhadap kesiapan industri.

PERMATAMAS dapat membantu:

  • Assessment awal.
  • Gap analysis.
  • Pemeriksaan dokumen.
  • Pendampingan penyusunan sistem.
  • Pendampingan perbaikan.
  • Pelatihan atau konsultasi personel.
  • Pemeriksaan kesiapan fasilitas.
  • Simulasi audit.
  • Pendampingan proses sertifikasi.
  • Konsultasi tindak lanjut temuan.

Pendampingan tidak berarti sertifikat dapat dijamin terbit. Keputusan dan proses sertifikasi tetap mengikuti pemeriksaan serta kewenangan instansi terkait.

Tips Mempersiapkan Audit CPOTB Lebih Efektif

Agar persiapan tidak dilakukan secara terburu-buru, perusahaan dapat menggunakan checklist berikut:

  1. Mulai persiapan sedini mungkin.
  2. Lakukan gap assessment.
  3. Prioritaskan temuan yang paling penting.
  4. Periksa seluruh dokumen mutu.
  5. Pastikan SOP sesuai praktik.
  6. Periksa kondisi fasilitas produksi.
  7. Latih seluruh personel terkait.
  8. Pastikan catatan dan bukti penerapan tersedia.
  9. Lakukan simulasi audit.
  10. Lakukan final check sebelum pemeriksaan.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengetahui posisi kesiapan secara lebih realistis.

Estimasi Waktu Persiapan Audit CPOTB Tidak Bisa Disamaratakan

Pada akhirnya, estimasi waktu persiapan audit sertifikasi CPOTB sangat bergantung pada kondisi awal masing-masing industri.

Perusahaan yang sudah memiliki sistem mutu, fasilitas, dokumentasi, dan personel yang siap tentu dapat mempersiapkan audit dengan lebih cepat. Sementara industri yang masih memiliki banyak gap membutuhkan waktu lebih panjang untuk melakukan perbaikan.

Karena itu, daripada menetapkan target waktu secara sembarangan, lebih baik perusahaan melakukan assessment awal dan gap analysis terlebih dahulu. Hasil assessment tersebut dapat menjadi dasar penyusunan timeline persiapan yang lebih realistis.

Persiapkan Audit Sertifikasi CPOTB Bersama PERMATAMAS

Persiapan audit CPOTB membutuhkan lebih dari sekadar melengkapi dokumen. Perusahaan perlu memastikan fasilitas, sistem mutu, personel, dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, sanitasi, dan penerapan prosedur berjalan secara konsisten.

Melalui Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB PERMATAMAS, perusahaan dapat memperoleh pendampingan mulai dari assessment awal, gap analysis, pemeriksaan dokumen, persiapan fasilitas, pendampingan perbaikan, simulasi audit, hingga proses sertifikasi sesuai kebutuhan.

Jika Anda sedang mempersiapkan industri obat tradisional untuk menghadapi audit CPOTB, jangan menunggu sampai mendekati jadwal pemeriksaan. Semakin awal kondisi perusahaan dinilai, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperbaiki kekurangan.

PERMATAMAS — Solusi Aman dan Profesional untuk Persiapan Sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ – Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

1. Berapa lama persiapan audit sertifikasi CPOTB?

Waktu persiapan berbeda pada setiap industri, tergantung kesiapan fasilitas, dokumen, personel, dan pemenuhan persyaratan CPOTB.

2. Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum audit CPOTB?

Persiapan meliputi dokumen mutu, SOP, fasilitas produksi, peralatan, personel, sanitasi, dokumentasi, dan sistem pengawasan mutu.

3. Apakah fasilitas produksi harus siap sebelum audit?

Ya. Fasilitas dan sarana produksi perlu dipastikan memenuhi persyaratan CPOTB sebelum proses audit.

4. Apakah SOP harus lengkap sebelum audit?

Ya. SOP dan dokumen terkait harus tersedia, diterapkan, serta sesuai dengan kegiatan yang dilakukan di fasilitas.

5. Apakah personel perlu mendapatkan pelatihan CPOTB?

Ya. Personel yang terkait dengan kegiatan produksi dan mutu perlu memiliki kompetensi serta mendapatkan pelatihan yang sesuai.

6. Apakah perlu dilakukan audit internal sebelum audit sertifikasi?

Audit internal atau pemeriksaan kesiapan sangat membantu menemukan kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum audit sertifikasi.

7. Apa saja yang biasanya diperiksa saat audit CPOTB?

Auditor dapat menilai fasilitas, proses produksi, dokumentasi, sanitasi, pengawasan mutu, personel, penyimpanan, dan penerapan sistem mutu.

8. Apa yang terjadi jika ditemukan ketidaksesuaian?

Industri perlu melakukan tindakan perbaikan sesuai hasil temuan dan memenuhi ketentuan tindak lanjut yang ditetapkan.

9. Apakah persiapan CPOTB bisa didampingi konsultan?

Bisa. Pendampingan dapat membantu mengevaluasi kesiapan dokumen, fasilitas, SOP, serta membantu persiapan menghadapi audit.

10. Apakah PERMATAMAS membantu persiapan audit CPOTB?

Ya. PERMATAMAS membantu persiapan dokumen, evaluasi kesiapan, pendampingan perbaikan, hingga persiapan menghadapi proses audit CPOTB.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Langkah Mengurus Sertifikasi CPOTB dari Persiapan Hingga Audit

Langkah Mengurus Sertifikasi CPOTB dari Persiapan Hingga Audit

Langkah Mengurus Sertifikasi CPOTB dari Persiapan Hingga Audit – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbahan alam. Di tengah pertumbuhan tersebut, produsen tidak cukup hanya menghasilkan produk yang menarik dan memiliki pasar. Proses produksi juga perlu memenuhi standar mutu, keamanan, dan konsistensi sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik atau CPOTB.

Bagi pelaku industri yang sedang mempersiapkan sertifikasi, memahami langkah mengurus Sertifikasi CPOTB dari persiapan hingga audit sangat penting. Prosesnya tidak hanya berkaitan dengan pengumpulan dokumen, tetapi juga mencakup kesiapan fasilitas, personel, sistem mutu, proses produksi, hingga bukti penerapan prosedur di lapangan.

Melalui Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB, perusahaan dapat memperoleh pendampingan dalam mempersiapkan kebutuhan sertifikasi secara lebih terarah. PERMATAMAS membantu perusahaan mulai dari konsultasi, gap analysis, penyusunan dokumen, pendampingan implementasi, persiapan audit, hingga membantu menindaklanjuti temuan sesuai ruang lingkup layanan.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB merupakan pedoman yang berkaitan dengan cara pembuatan obat tradisional yang baik. Penerapannya bertujuan membantu memastikan proses produksi berjalan secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan oleh regulator.

CPOTB tidak hanya berbicara mengenai produk akhir. Sistemnya mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan, seperti:

  • Sistem mutu.
  • Personel.
  • Bangunan dan fasilitas.
  • Peralatan.
  • Sanitasi dan higiene.
  • Dokumentasi.
  • Produksi.
  • Pengawasan mutu.
  • Penyimpanan.
  • Penanganan keluhan dan produk.

Karena cakupannya cukup luas, perusahaan perlu mempersiapkan sertifikasi secara menyeluruh. Dokumen yang lengkap tetapi tidak diterapkan di lapangan juga dapat menjadi persoalan ketika dilakukan pemeriksaan atau audit.

Mengapa Sertifikasi CPOTB Penting bagi Industri Obat Tradisional?

Penerapan CPOTB membantu perusahaan membangun proses produksi yang lebih terkontrol. Bagi industri obat tradisional, konsistensi proses menjadi salah satu faktor penting karena kualitas produk perlu dipertahankan dari satu batch ke batch berikutnya.

Beberapa manfaat penerapan CPOTB antara lain:

  1. Membantu menjaga konsistensi mutu produk.
  2. Mendukung penerapan proses produksi yang terkendali.
  3. Meningkatkan kepercayaan terhadap sistem produksi.
  4. Membantu perusahaan memenuhi persyaratan regulasi.
  5. Memperjelas tanggung jawab setiap personel.
  6. Memperkuat sistem dokumentasi.
  7. Mendukung pengembangan industri secara berkelanjutan.

Sertifikasi sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai kewajiban administratif. Sistem yang dibangun melalui penerapan CPOTB dapat menjadi fondasi bagi pengelolaan produksi yang lebih profesional.

Langkah Pertama: Memahami Persyaratan CPOTB

Sebelum mengurus sertifikasi, perusahaan perlu memahami persyaratan yang harus dipenuhi. Pemahaman ini penting agar perusahaan tidak sekadar membuat dokumen tanpa mengetahui penerapannya.

Pada tahap awal, perusahaan dapat melakukan identifikasi terhadap:

  • Jenis produk yang diproduksi.
  • Proses produksi.
  • Kondisi bangunan.
  • Fasilitas produksi.
  • Peralatan.
  • Personel.
  • Sistem mutu.
  • Dokumentasi yang telah tersedia.

Dari pemetaan tersebut, perusahaan dapat mengetahui bagian mana yang sudah sesuai dan bagian mana yang masih membutuhkan perbaikan. Pendekatan ini membuat persiapan lebih efisien dibandingkan langsung menyusun seluruh dokumen tanpa mengetahui kondisi sebenarnya.

Melakukan Gap Analysis Sebelum Pengajuan

Gap analysis merupakan salah satu tahap penting dalam persiapan sertifikasi CPOTB. Tujuannya adalah membandingkan kondisi perusahaan saat ini dengan persyaratan yang harus dipenuhi.

Dalam proses gap analysis, beberapa aspek dapat diperiksa:

  1. Sistem manajemen mutu.
  2. Bangunan dan fasilitas.
  3. Peralatan produksi.
  4. Personel dan kompetensinya.
  5. Sanitasi dan higiene.
  6. Dokumentasi dan pencatatan.
  7. Proses produksi.
  8. Pengawasan mutu.

Hasil gap analysis dapat menjadi dasar penyusunan rencana perbaikan. Dengan demikian, perusahaan dapat mengetahui prioritas pekerjaan sebelum memasuki tahapan audit atau evaluasi.

Persiapan Dokumen CPOTB

Dokumentasi merupakan bagian penting dalam sistem CPOTB. Dokumen harus menggambarkan bagaimana perusahaan menjalankan kegiatan produksi dan pengendalian mutu secara nyata.

Beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan dapat mencakup:

  • Kebijakan dan sasaran mutu.
  • Struktur organisasi.
  • SOP.
  • Instruksi kerja.
  • Prosedur produksi.
  • Prosedur pengawasan mutu.
  • Prosedur sanitasi dan higiene.
  • Dokumen pengendalian bahan.
  • Formulir pencatatan.
  • Rekaman kegiatan produksi.
  • Dokumen penanganan keluhan.
  • Dokumen tindakan perbaikan dan pencegahan sesuai kebutuhan.

Dokumen tidak sebaiknya dibuat sekadar untuk memenuhi persyaratan. Setiap prosedur harus dapat diterapkan oleh personel dan menghasilkan rekaman yang dapat menunjukkan bahwa sistem benar-benar berjalan.

Persiapan Bangunan dan Fasilitas

Bangunan dan fasilitas produksi merupakan bagian yang perlu diperhatikan sebelum audit. Kondisi fisik perusahaan perlu mendukung proses produksi yang higienis, terkontrol, dan sesuai dengan karakteristik produk.

Beberapa aspek yang dapat menjadi perhatian antara lain:

  1. Tata letak ruangan.
  2. Alur personel.
  3. Alur bahan.
  4. Area produksi.
  5. Area penyimpanan.
  6. Kebersihan fasilitas.
  7. Pengendalian kontaminasi.
  8. Kondisi sarana pendukung.

Perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan internal sebelum audit untuk memastikan kondisi fasilitas sesuai dengan prosedur yang telah dibuat. Ketidaksesuaian antara dokumen dan kondisi lapangan dapat menjadi temuan.

Mempersiapkan Personel dan Struktur Organisasi

Sistem CPOTB tidak dapat berjalan hanya dengan dokumen. Personel yang terlibat dalam produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, dan fungsi lainnya perlu memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing.

Persiapan personel dapat mencakup:

  • Penetapan struktur organisasi.
  • Pembagian tugas dan tanggung jawab.
  • Penetapan personel sesuai fungsi.
  • Pelatihan terkait prosedur.
  • Evaluasi kompetensi.
  • Dokumentasi pelatihan.

Personel yang memahami sistem akan lebih mudah menjalankan SOP secara konsisten. Selain itu, kesiapan personel juga penting ketika auditor melakukan wawancara atau meminta penjelasan mengenai prosedur tertentu.

Implementasi SOP Sebelum Audit

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah perusahaan baru menerapkan SOP ketika audit sudah dekat. Padahal, auditor dapat melihat bukti bahwa prosedur benar-benar telah dijalankan.

Sebelum audit, perusahaan sebaiknya memastikan:

  1. SOP telah disahkan.
  2. Personel memahami prosedur.
  3. Prosedur telah diterapkan.
  4. Formulir digunakan sebagaimana mestinya.
  5. Rekaman tersedia.
  6. Penyimpangan dicatat dan ditindaklanjuti.

Implementasi membutuhkan waktu sehingga perusahaan sebaiknya tidak menunda. Semakin awal SOP diterapkan, semakin banyak kesempatan untuk mengetahui kekurangan dan memperbaikinya sebelum audit.

Persiapan Pengawasan Mutu

Pengawasan mutu merupakan bagian penting dalam menjaga konsistensi produk obat tradisional. Sistem pengawasan perlu disesuaikan dengan karakteristik produk dan proses produksi perusahaan.

Hal yang dapat dipersiapkan antara lain:

  • Prosedur pengambilan sampel.
  • Pengujian sesuai kebutuhan.
  • Pengendalian bahan baku.
  • Pengendalian produk antara.
  • Pengendalian produk jadi.
  • Pencatatan hasil pemeriksaan.
  • Penanganan hasil yang tidak sesuai.

Perusahaan perlu memastikan bahwa sistem pengawasan mutu memiliki prosedur yang jelas dan dapat dibuktikan melalui dokumentasi maupun rekaman pelaksanaan.

Langkah Mengurus Sertifikasi CPOTB dari Persiapan Hingga Audit
Langkah Mengurus Sertifikasi CPOTB dari Persiapan Hingga Audit

Bagaimana Alur Mengurus Sertifikasi CPOTB?

Secara umum, proses persiapan sertifikasi dapat dilakukan secara bertahap. Setiap perusahaan dapat memiliki kebutuhan yang berbeda tergantung kondisi fasilitas dan sistem yang telah berjalan.

Alur persiapan umumnya meliputi:

1. Konsultasi Awal

Perusahaan menyampaikan profil usaha, produk, fasilitas, dan kondisi sistem yang sudah diterapkan.

2. Gap Analysis

Dilakukan pemetaan terhadap kesesuaian kondisi perusahaan dengan persyaratan CPOTB.

3. Perbaikan Sistem

Perusahaan melakukan perbaikan terhadap dokumen, fasilitas, personel, maupun proses yang belum sesuai.

4. Penyusunan Dokumen

SOP, instruksi kerja, formulir, dan dokumen mutu dipersiapkan sesuai kebutuhan.

5. Implementasi

Sistem yang telah dibuat diterapkan dalam kegiatan operasional.

6. Simulasi Audit

Perusahaan dapat melakukan pemeriksaan internal untuk menemukan potensi ketidaksesuaian.

7. Pengajuan dan Audit

Setelah perusahaan dinilai siap, proses dilanjutkan sesuai mekanisme sertifikasi yang berlaku.

8. Tindak Lanjut Temuan

Jika terdapat temuan, perusahaan melakukan tindakan perbaikan dan memberikan bukti tindak lanjut sesuai ketentuan.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Audit?

Audit sebaiknya tidak menjadi tahap yang baru dipersiapkan beberapa hari sebelum pemeriksaan. Perusahaan perlu memastikan sistem telah berjalan dan bukti penerapannya tersedia.

Checklist persiapan dapat mencakup:

  • Dokumen mutu sudah terkendali.
  • SOP sudah diterapkan.
  • Rekaman kegiatan tersedia.
  • Fasilitas sesuai prosedur.
  • Personel memahami tugas.
  • Pelatihan terdokumentasi.
  • Pengawasan mutu berjalan.
  • Sistem penyimpanan berjalan.
  • Keluhan dan penyimpangan ditangani sesuai prosedur.

Persiapan yang baik membuat perusahaan lebih percaya diri ketika menghadapi auditor sekaligus membantu menemukan kekurangan sebelum menjadi temuan resmi.

Apa yang Terjadi Saat Audit CPOTB?

Audit atau pemeriksaan merupakan tahap penting dalam proses sertifikasi. Auditor dapat melakukan pemeriksaan terhadap dokumen, fasilitas, proses, personel, serta penerapan sistem di lapangan.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan selama pemeriksaan antara lain:

  1. Pemeriksaan dokumen.
  2. Observasi fasilitas.
  3. Pemeriksaan proses produksi.
  4. Wawancara personel.
  5. Pemeriksaan rekaman.
  6. Evaluasi penerapan SOP.
  7. Identifikasi ketidaksesuaian.

Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya menyiapkan dokumen. Personel dan fasilitas juga harus siap menunjukkan bahwa prosedur yang tertulis benar-benar diterapkan dalam kegiatan operasional.

Apa yang Terjadi Jika Ada Temuan Audit?

Temuan audit tidak selalu berarti perusahaan gagal. Ketidaksesuaian dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk melakukan perbaikan terhadap sistem yang belum memenuhi persyaratan.

Tahapan tindak lanjut dapat mencakup:

  • Identifikasi akar masalah.
  • Penyusunan rencana tindakan perbaikan.
  • Pelaksanaan perbaikan.
  • Penyediaan bukti tindakan.
  • Evaluasi efektivitas tindakan.
  • Penyampaian tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.

Kecepatan perusahaan dalam melakukan perbaikan dapat membantu proses berjalan lebih efisien. Namun, jenis dan tingkat temuan menentukan tindakan yang harus dilakukan.

Berapa Lama Pengurusan Sertifikasi CPOTB?

Lama pengurusan CPOTB tidak dapat disamakan untuk setiap industri. Perusahaan yang sudah memiliki fasilitas, sistem mutu, dokumen, dan personel yang siap tentu memiliki kondisi berbeda dengan perusahaan yang masih membangun sistem dari awal.

Durasi dapat dipengaruhi oleh:

  1. Kesiapan dokumen.
  2. Kondisi fasilitas.
  3. Implementasi sistem mutu.
  4. Kesiapan personel.
  5. Hasil audit atau evaluasi.
  6. Jumlah temuan.
  7. Kecepatan tindak lanjut.

Karena itu, perusahaan sebaiknya melakukan penilaian awal sebelum menetapkan target waktu. Konsultan dapat membantu memberikan estimasi berdasarkan kondisi aktual, tetapi tidak dapat menjamin sertifikat terbit dalam waktu tertentu.

Berapa Biaya Pengurusan Sertifikasi CPOTB?

Biaya sertifikasi CPOTB dapat berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Faktor seperti skala industri, kompleksitas produk, kondisi fasilitas, kebutuhan perbaikan, dan ruang lingkup pendampingan dapat memengaruhi biaya.

Komponen biaya yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Persiapan dokumen.
  • Gap analysis.
  • Pendampingan implementasi.
  • Pelatihan atau persiapan personel.
  • Persiapan audit.
  • Pendampingan tindak lanjut.
  • Biaya resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan sebaiknya meminta rincian biaya dan ruang lingkup layanan secara jelas sebelum menggunakan jasa konsultan.

Kesalahan Umum Saat Mengurus CPOTB

Persiapan sertifikasi yang dilakukan secara terburu-buru dapat menyebabkan perusahaan mengulang pekerjaan. Beberapa kesalahan bahkan baru terlihat ketika pemeriksaan sudah berlangsung.

Kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  • Membuat dokumen tanpa menyesuaikan kondisi perusahaan.
  • SOP belum diterapkan.
  • Rekaman tidak tersedia.
  • Personel belum memahami prosedur.
  • Fasilitas belum sesuai.
  • Pengendalian dokumen belum berjalan.
  • Tidak melakukan pemeriksaan internal.
  • Temuan tidak segera ditindaklanjuti.

Karena itu, perusahaan sebaiknya memulai persiapan jauh sebelum audit agar tersedia cukup waktu untuk melakukan perbaikan.

Mengapa Menggunakan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB?

Mengurus Sertifikasi CPOTB membutuhkan pemahaman terhadap dokumen, fasilitas, proses produksi, sistem mutu, serta implementasi di lapangan. Bagi perusahaan yang belum memiliki tim khusus, pendampingan profesional dapat membantu mempercepat pemetaan kebutuhan.

Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB dapat membantu:

  1. Konsultasi awal.
  2. Gap analysis.
  3. Penyusunan dan evaluasi dokumen.
  4. Pendampingan implementasi.
  5. Persiapan personel.
  6. Simulasi audit.
  7. Pendampingan saat proses pemeriksaan sesuai ruang lingkup layanan.
  8. Tindak lanjut temuan.

Pendampingan bukan jaminan bahwa perusahaan pasti memperoleh sertifikat. Keputusan akhir tetap mengikuti proses pemeriksaan dan ketentuan regulator.

Mengapa Memilih PERMATAMAS?

PERMATAMAS memberikan layanan pendampingan untuk membantu industri obat tradisional mempersiapkan penerapan CPOTB secara lebih terstruktur. Pendekatan dimulai dari memahami kondisi perusahaan sebelum menentukan langkah perbaikan.

Layanan kami meliputi:

  • Konsultasi kebutuhan CPOTB.
  • Pemeriksaan kesiapan perusahaan.
  • Gap analysis.
  • Pendampingan penyusunan dokumen.
  • Pendampingan implementasi.
  • Persiapan audit.
  • Pendampingan tindak lanjut temuan.
  • Monitoring proses sesuai ruang lingkup layanan.

Dengan pendampingan yang sistematis, perusahaan dapat lebih fokus pada kegiatan produksi dan pengembangan bisnis, sementara kebutuhan persiapan sertifikasi ditangani secara bertahap dan terarah.

Kapan Sebaiknya Memulai Persiapan Sertifikasi CPOTB?

Waktu terbaik untuk memulai bukan ketika audit sudah dijadwalkan, tetapi ketika perusahaan mulai serius membangun atau mengembangkan fasilitas produksi obat tradisional. Persiapan lebih awal memberikan waktu yang cukup untuk melakukan perbaikan.

Dengan memulai lebih awal, perusahaan dapat:

  1. Mengetahui kekurangan sistem.
  2. Memperbaiki fasilitas.
  3. Menyusun dokumen secara bertahap.
  4. Melatih personel.
  5. Menerapkan SOP.
  6. Mengumpulkan rekaman implementasi.
  7. Melakukan evaluasi internal.

Dengan demikian, perusahaan tidak hanya mengejar sertifikat, tetapi membangun sistem produksi yang lebih konsisten dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Langkah mengurus Sertifikasi CPOTB dari persiapan hingga audit membutuhkan perencanaan yang matang. Prosesnya mencakup pemahaman persyaratan, gap analysis, perbaikan fasilitas, penyusunan dokumen, persiapan personel, implementasi SOP, pengawasan mutu, hingga kesiapan menghadapi audit dan menindaklanjuti temuan.

Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua perusahaan karena lama proses sangat dipengaruhi oleh kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, penerapan sistem mutu, kesiapan personel, serta hasil pemeriksaan. Karena itu, memulai persiapan lebih awal merupakan langkah yang lebih aman daripada mengejar sertifikasi dalam waktu singkat.

PERMATAMAS siap membantu melalui Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB untuk industri obat tradisional, mulai dari konsultasi, gap analysis, pendampingan dokumen, implementasi sistem, persiapan audit, hingga pendampingan tindak lanjut sesuai ruang lingkup layanan. Dengan persiapan yang terstruktur, perusahaan dapat membangun sistem mutu yang lebih siap sekaligus mendukung proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ – Langkah Mengurus Sertifikasi CPOTB dari Persiapan Hingga Audit

1. Apa itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik sebagai pedoman untuk memastikan proses produksi obat tradisional memenuhi persyaratan mutu dan keamanan.

2. Siapa yang perlu mengurus Sertifikasi CPOTB?

Industri yang memproduksi obat tradisional perlu memenuhi ketentuan CPOTB sesuai jenis produk, fasilitas, dan kegiatan produksinya.

3. Apa langkah awal mengurus Sertifikasi CPOTB?

Langkah awal adalah mengevaluasi kesiapan legalitas, fasilitas, SDM, sistem mutu, dokumen, dan proses produksi.

4. Dokumen apa saja yang perlu disiapkan?

Umumnya meliputi SOP, sistem mutu, dokumen produksi, pengawasan mutu, sanitasi, higiene, penyimpanan, dan dokumen pendukung lainnya.

5. Apakah fasilitas produksi harus disiapkan sebelum audit?

Ya. Fasilitas, peralatan, sanitasi, penyimpanan, dan proses produksi perlu disiapkan sesuai persyaratan CPOTB.

6. Apa saja yang diperiksa saat audit CPOTB?

Audit dapat mencakup fasilitas, proses produksi, dokumentasi, sistem mutu, higiene, sanitasi, pengawasan mutu, dan aspek terkait lainnya.

7. Apa yang terjadi jika ditemukan ketidaksesuaian saat audit?

Industri perlu melakukan tindakan perbaikan dan memenuhi tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan.

8. Berapa lama proses Sertifikasi CPOTB?

Waktu proses bergantung pada kesiapan industri, kelengkapan dokumen, hasil pemeriksaan, dan penyelesaian tindak lanjut.

9. Apakah UMKM obat tradisional bisa mengurus CPOTB?

Bisa, dengan mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku sesuai jenis usaha dan produk yang diproduksi.

10. Apakah PERMATAMAS membantu pengurusan Sertifikasi CPOTB?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu persiapan dokumen, evaluasi fasilitas, pendampingan perbaikan, hingga persiapan menghadapi audit CPOTB.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Sampai Sertifikat Terbit

Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Sampai Sertifikat Terbit

Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Sampai Sertifikat Terbit – Sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) merupakan persyaratan penting bagi industri obat tradisional yang ingin memproduksi produk herbal secara legal dan memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sertifikat ini menjadi bukti bahwa seluruh proses produksi telah dilakukan sesuai prinsip kualitas, keamanan, dan konsistensi sehingga produk yang dihasilkan layak dipasarkan kepada masyarakat. Tanpa sertifikasi CPOTB, perusahaan akan mengalami kesulitan dalam memperoleh izin edar maupun mengembangkan usahanya.

Melakukan proses sertifikasi membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari penyusunan dokumen sistem mutu, penyiapan fasilitas produksi, pelatihan sumber daya manusia, hingga menghadapi proses audit BPOM. Oleh karena itu, banyak perusahaan memilih menggunakan Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB agar seluruh tahapan dapat berjalan lebih efektif dan meminimalkan risiko revisi maupun penolakan.

Artikel ini membahas secara lengkap mengenai Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Sampai Sertifikat Terbit, termasuk persyaratan, alur proses, estimasi biaya, lama proses, kesalahan yang sering terjadi, serta manfaat menggunakan jasa konsultan profesional untuk membantu memperoleh sertifikat CPOTB secara lebih cepat dan sesuai regulasi.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB dan Mengapa Penting?

Sertifikasi CPOTB adalah sertifikat yang diberikan kepada industri obat tradisional yang telah memenuhi standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik sesuai ketentuan BPOM. Standar ini mencakup seluruh aspek produksi, mulai dari bangunan, peralatan, pengendalian mutu, sanitasi, dokumentasi, hingga kompetensi tenaga kerja. Tujuannya adalah memastikan setiap produk herbal yang diproduksi memiliki mutu yang konsisten dan aman digunakan oleh masyarakat.

Manfaat memiliki sertifikasi CPOTB antara lain:

  1. Memenuhi persyaratan regulasi BPOM.
  2. Meningkatkan kepercayaan konsumen dan mitra bisnis.
  3. Mempermudah proses pengajuan izin edar obat tradisional.
  4. Meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional.

Selain menjadi kewajiban regulasi bagi industri tertentu, sertifikasi CPOTB juga menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kualitas produk. Dengan menerapkan standar produksi yang baik, perusahaan mampu menjaga konsistensi mutu sekaligus meningkatkan reputasi bisnis dalam jangka panjang.

Persyaratan Pengajuan Sertifikasi CPOTB

Sebelum mengajukan sertifikasi, perusahaan harus memenuhi berbagai persyaratan administratif dan teknis sesuai ketentuan BPOM. Persiapan yang baik akan membantu memperlancar proses audit dan mengurangi potensi temuan selama evaluasi berlangsung.

Dokumen dan persyaratan yang umumnya dipersiapkan meliputi:

  • Nomor Induk Berusaha (NIB) dan legalitas perusahaan.
  • Struktur organisasi beserta personel penanggung jawab mutu dan produksi.
  • Dokumen sistem manajemen mutu, SOP, serta instruksi kerja.
  • Data bangunan, fasilitas produksi, peralatan, sanitasi, dan pengendalian mutu.

Selain dokumen, perusahaan juga harus memastikan bahwa seluruh proses produksi telah diterapkan sesuai standar CPOTB. Auditor tidak hanya memeriksa kelengkapan administrasi, tetapi juga menilai implementasi langsung di area produksi sehingga kesiapan operasional menjadi faktor yang sangat menentukan.

Alur Proses Sertifikasi CPOTB

Proses sertifikasi CPOTB terdiri atas beberapa tahapan yang harus dilakukan secara sistematis. Setiap tahapan bertujuan memastikan bahwa perusahaan benar-benar telah menerapkan standar produksi yang dipersyaratkan sebelum sertifikat diterbitkan.

Tahapan proses secara umum meliputi:

  1. Analisis kesiapan perusahaan dan penyusunan dokumen.
  2. Implementasi sistem mutu serta pelatihan personel.
  3. Pengajuan permohonan sertifikasi dan pelaksanaan audit BPOM.
  4. Penyelesaian temuan audit hingga sertifikat CPOTB diterbitkan.

Apabila selama audit ditemukan ketidaksesuaian, perusahaan akan diminta melakukan tindakan perbaikan (corrective action). Setelah seluruh perbaikan diverifikasi dan dinyatakan memenuhi ketentuan, proses sertifikasi akan dilanjutkan hingga sertifikat resmi diterbitkan.

Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Sampai Sertifikat Terbit
Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Sampai Sertifikat Terbit

Biaya Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB

Biaya pengurusan sertifikasi CPOTB dapat berbeda pada setiap perusahaan karena dipengaruhi oleh tingkat kesiapan fasilitas, skala produksi, serta kebutuhan pendampingan. Oleh karena itu, estimasi biaya biasanya disesuaikan dengan hasil evaluasi awal terhadap kondisi perusahaan.

Komponen biaya yang umumnya diperhitungkan meliputi:

  1. Biaya administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
  2. Biaya penyusunan dokumen sistem mutu dan SOP.
  3. Biaya peningkatan fasilitas produksi apabila diperlukan.
  4. Biaya konsultasi dan pendampingan melalui Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB.

Melakukan konsultasi sejak awal akan membantu perusahaan memahami kebutuhan yang harus dipenuhi sehingga anggaran dapat disusun secara lebih efisien. Persiapan yang matang juga dapat mengurangi biaya tambahan akibat revisi atau audit ulang.

Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB?

Lama proses sertifikasi CPOTB dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kesiapan perusahaan, kelengkapan dokumen, hasil audit, dan kecepatan dalam menyelesaikan tindakan perbaikan apabila terdapat temuan. Perusahaan yang telah menerapkan sistem mutu dengan baik biasanya membutuhkan waktu yang lebih singkat.

Beberapa faktor yang memengaruhi durasi proses antara lain:

  • Kelengkapan dokumen administrasi dan teknis.
  • Kesiapan fasilitas produksi sesuai standar CPOTB.
  • Jumlah temuan selama audit.
  • Kecepatan perusahaan dalam menyelesaikan corrective action.

Secara umum, proses sertifikasi dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung kompleksitas perusahaan dan hasil evaluasi auditor. Persiapan sejak awal menjadi kunci untuk mempercepat proses penerbitan sertifikat.

Kesalahan Umum Saat Mengajukan Sertifikasi CPOTB

Masih banyak perusahaan yang mengalami penundaan sertifikasi karena melakukan kesalahan yang sebenarnya dapat dicegah. Sebagian besar temuan audit berkaitan dengan implementasi sistem mutu yang belum konsisten maupun kelengkapan dokumen yang kurang memadai.

Kesalahan yang sering ditemukan meliputi:

  1. SOP telah disusun tetapi belum diterapkan secara konsisten.
  2. Dokumentasi proses produksi belum lengkap.
  3. Validasi proses dan pengendalian mutu belum memadai.
  4. Program pelatihan personel belum terdokumentasi dengan baik.

Melakukan audit internal sebelum audit resmi menjadi langkah yang sangat disarankan. Dengan menemukan kekurangan lebih awal, perusahaan memiliki kesempatan melakukan perbaikan sehingga peluang memperoleh sertifikat pada audit pertama menjadi lebih besar.

Mengapa Menggunakan Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB?

Proses sertifikasi CPOTB memerlukan pemahaman mendalam terhadap regulasi BPOM, sistem manajemen mutu, dan implementasi di lapangan. Bagi perusahaan yang belum berpengalaman, proses tersebut dapat menjadi tantangan karena melibatkan banyak dokumen dan persyaratan teknis.

Keuntungan menggunakan jasa profesional antara lain:

  1. Analisis kesiapan perusahaan sebelum pengajuan.
  2. Pendampingan penyusunan dokumen dan implementasi sistem mutu.
  3. Audit internal untuk mengurangi risiko temuan saat audit resmi.
  4. Pendampingan hingga sertifikat CPOTB berhasil diterbitkan.

Dengan dukungan konsultan yang berpengalaman, perusahaan dapat lebih fokus menjalankan kegiatan produksi, sementara seluruh proses persiapan sertifikasi dilakukan secara sistematis sesuai ketentuan BPOM.

Percayakan Proses Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Sampai Sertifikat Terbit kepada PERMATAMAS

Mengurus sertifikasi CPOTB memerlukan persiapan yang menyeluruh, mulai dari penyusunan dokumen, penerapan sistem mutu, penyesuaian fasilitas produksi, hingga pendampingan selama audit BPOM. Kesalahan kecil dalam administrasi maupun implementasi dapat menyebabkan proses sertifikasi tertunda dan menambah waktu serta biaya. Karena itu, pendampingan dari konsultan yang berpengalaman menjadi solusi yang tepat bagi perusahaan yang ingin memperoleh sertifikat secara lebih efektif.

PERMATAMAS hadir sebagai konsultan terpercaya yang menyediakan Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan pendampingan penuh sampai sertifikat terbit. Tim kami membantu mulai dari analisis kesiapan perusahaan, penyusunan dokumen CPOTB, penyempurnaan SOP, pelaksanaan audit internal, pendampingan saat audit BPOM, hingga penyelesaian seluruh temuan apabila diperlukan.

Keunggulan layanan PERMATAMAS:

  • ✅ Konsultasi profesional sesuai regulasi BPOM terbaru.
  • ✅ Pendampingan penuh dari tahap persiapan hingga sertifikat CPOTB terbit.
  • ✅ Penyusunan dokumen sistem mutu sesuai standar CPOTB.
  • ✅ Audit internal untuk meminimalkan temuan saat audit resmi.
  • ✅ Tim berpengalaman dalam sertifikasi industri obat tradisional.
  • ✅ Solusi yang efisien, transparan, dan sesuai kebutuhan perusahaan.

Apabila perusahaan Anda sedang membutuhkan Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan pendampingan menyeluruh, PERMATAMAS siap menjadi mitra profesional untuk membantu proses Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Sampai Sertifikat Terbit secara legal, cepat, dan sesuai dengan ketentuan BPOM. Dengan pengalaman menangani berbagai kebutuhan sertifikasi industri obat tradisional, kami berkomitmen membantu perusahaan memperoleh sertifikat CPOTB secara optimal sehingga siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ

1. Apa itu sertifikasi CPOTB?

Sertifikasi CPOTB adalah bukti bahwa industri obat tradisional telah memenuhi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik.

2. Siapa yang wajib memiliki CPOTB?

Industri yang memproduksi obat tradisional.

3. Apa saja syarat mengurus CPOTB?

Legalitas usaha, fasilitas produksi, SDM, SOP, dan sistem mutu.

4. Berapa lama proses sertifikasi CPOTB?

Tergantung kelengkapan dokumen dan hasil audit BPOM.

5. Apa manfaat menggunakan jasa pengurusan CPOTB?

Membantu mempercepat persiapan dokumen dan pendampingan hingga sertifikat terbit.

6. Apakah ada pendampingan saat audit BPOM?

Ya, jasa konsultan umumnya memberikan pendampingan selama proses audit.

7. Apa penyebab sertifikasi CPOTB ditolak?

Dokumen tidak lengkap, fasilitas belum sesuai, atau terdapat temuan saat audit.

8. Apakah UMKM bisa mengajukan CPOTB?

Bisa, selama memenuhi persyaratan yang berlaku.

9. Apakah CPOTB berlaku selamanya?

Tidak, sertifikat harus dipelihara sesuai ketentuan BPOM dan dapat dievaluasi kembali.

10. Bagaimana agar sertifikasi CPOTB cepat terbit?

Pastikan seluruh persyaratan telah lengkap dan lakukan persiapan audit dengan baik.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

LEGALITAS PERMATAMAS INDONESIA

Akta Pendirian : Nomor 15
SK Pengesahaan : AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021
NPWP : 76,011,954,5-427,000
NIB : 0610210009793
TDP : 102637007638
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia

Telp : 021-89253417
Hp/WA : 085777630555

Izin Halal @ 2024 –
with ❤ Dokter Website