Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu Tradisional

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu Tradisional

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu Tradisional – Industri jamu tradisional memiliki peluang pasar yang besar, tetapi pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan resep turun-temurun dan kualitas bahan baku. Ketika usaha ingin berkembang menjadi industri yang lebih terstruktur, aspek Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan.

CPOTB merupakan seluruh aspek kegiatan pembuatan obat tradisional yang bertujuan memastikan produk senantiasa memenuhi persyaratan mutu sesuai tujuan penggunaannya. BPOM menjelaskan bahwa Sertifikat CPOTB merupakan bukti bahwa industri atau usaha obat tradisional telah memenuhi persyaratan teknis CPOTB untuk bentuk sediaan tertentu.

Saat ini, penerapan CPOTB antara lain mengacu pada PerBPOM Nomor 25 Tahun 2021, sementara sertifikasinya mengacu pada PerBPOM Nomor 14 Tahun 2021. BPOM juga sedang melakukan proses revisi PerBPOM Nomor 14 Tahun 2021 untuk menyesuaikan perkembangan regulasi dan bentuk sediaan obat bahan alam.

Bagi pemilik industri jamu yang baru memulai, memahami persyaratan sejak awal dapat membantu mempersiapkan fasilitas, SDM, SOP, dokumentasi, dan sistem mutu secara lebih terarah.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, yaitu standar yang mengatur berbagai aspek dalam proses pembuatan obat tradisional agar mutu produk dapat dijaga secara konsisten. CPOTB bukan sekadar pemeriksaan kebersihan ruang produksi, tetapi mencakup sistem yang lebih luas dari pengelolaan bahan baku sampai pengawasan produk.

Dalam penerapannya, BPOM mencantumkan 16 aspek CPOTB, yaitu:

  1. Sistem mutu industri obat tradisional.
  2. Personalia.
  3. Bangunan dan fasilitas.
  4. Peralatan.
  5. Produksi.
  6. Penyimpanan dan pengiriman.
  7. Pengawasan mutu.
  8. Inspeksi diri, audit mutu, dan audit persetujuan pemasok.
  9. Keluhan dan penarikan produk.
  10. Dokumentasi.
  11. Kegiatan alih daya.
  12. Kualifikasi dan validasi.
  13. Sistem komputerisasi.
  14. Pembuatan bahan aktif obat tradisional yang baik.
  15. Sampel pembanding dan sampel pertinggal.
  16. Manajemen risiko mutu.

Artinya, sertifikasi CPOTB untuk industri jamu harus dipersiapkan sebagai sistem yang terintegrasi, bukan sekadar mengumpulkan dokumen untuk pengajuan.

Mengapa Industri Jamu Membutuhkan Sertifikasi CPOTB?

Bagi industri jamu, penerapan CPOTB berkaitan langsung dengan bagaimana produk dibuat secara konsisten dan bagaimana mutu dikendalikan. BPOM menyebut bahwa IOT dan IEBA wajib menerapkan CPOTB dalam pembuatan obat tradisional.

Bagi pemilik usaha, persiapan CPOTB juga dapat menjadi momentum untuk membangun sistem produksi yang lebih tertib.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kualitas bahan baku harus dikendalikan.
  • Proses produksi harus mempunyai prosedur yang jelas.
  • Personalia harus mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sesuai.
  • Bangunan dan fasilitas harus mendukung proses produksi.
  • Dokumentasi harus dapat ditelusuri.
  • Pengawasan mutu harus berjalan.
  • Keluhan dan penarikan produk harus memiliki prosedur.
  • Risiko mutu perlu diidentifikasi dan dikendalikan.

Dengan sistem tersebut, industri jamu tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memiliki mekanisme untuk menjaga mutu produk secara konsisten.

Contoh Produk atau Bentuk Sediaan Industri Jamu dan Keterangannya

Jenis produk dan bentuk sediaan akan memengaruhi persiapan fasilitas, proses produksi, dokumen, serta ruang lingkup sertifikasi. Berikut contoh yang dapat menjadi gambaran bagi pelaku usaha.

1. Jamu Cair

Jamu cair merupakan bentuk sediaan yang menggunakan bahan atau ramuan obat tradisional dalam bentuk cair. Industri perlu memperhatikan proses ekstraksi, pencampuran, pengisian, penyimpanan, serta pengawasan mutu sesuai karakter produknya.

2. Jamu Serbuk

Jamu serbuk banyak digunakan karena relatif praktis dalam penyimpanan dan penggunaannya. Proses produksi perlu mengendalikan bahan baku, pengeringan atau pengolahan, pencampuran, pengayakan, hingga pengemasan.

3. Jamu Kapsul

Kapsul merupakan bentuk sediaan yang membutuhkan pengendalian lebih rinci terhadap bahan serbuk, keseragaman pengisian, proses pengemasan, dan pengawasan mutu.

Untuk pelaku usaha, penting memastikan fasilitas dan peralatan benar-benar sesuai dengan bentuk sediaan yang diajukan.

4. Jamu Tablet

Jamu tablet membutuhkan proses seperti pencampuran bahan, pembentukan tablet, pemeriksaan karakteristik tablet, hingga pengemasan.

Karena prosesnya melibatkan peralatan produksi tertentu, aspek fasilitas, peralatan, dokumentasi, dan validasi perlu dipersiapkan sesuai kebutuhan.

5. Jamu Pil

Pil merupakan salah satu bentuk sediaan obat tradisional. Industri perlu memiliki prosedur yang mengatur pengolahan bahan, pembentukan, pengeringan bila diperlukan, pengawasan mutu, serta pengemasan.

6. Cairan Obat Luar

Produk cairan obat luar mempunyai karakter penggunaan yang berbeda dengan obat tradisional yang dikonsumsi. Proses produksinya perlu memperhatikan bahan, kebersihan, fasilitas, pengemasan, dan informasi produk.

7. Parem

Parem merupakan bentuk obat tradisional yang digunakan secara luar. Fasilitas produksi, proses pencampuran bahan, pengemasan, penyimpanan, dan pengawasan mutunya harus disesuaikan dengan karakter produk.

8. Pilis

Pilis merupakan sediaan obat tradisional untuk penggunaan luar tertentu. Industri perlu memastikan proses pembuatan dan pengemasannya mempunyai prosedur yang terdokumentasi.

9. Tapel

Tapel termasuk salah satu bentuk sediaan obat tradisional yang memerlukan pengendalian proses produksi dan mutu sesuai karakteristik produk.

10. Produk Ekstrak Bahan Alam

Produk berbasis ekstrak membutuhkan perhatian terhadap sumber bahan, proses ekstraksi, pengendalian mutu bahan, penyimpanan, serta konsistensi proses.

Catatan penting: daftar di atas merupakan contoh bentuk produk/sediaan, bukan berarti seluruh produk tersebut otomatis memiliki persyaratan CPOTB yang identik. Ruang lingkup sertifikasi ditentukan berdasarkan kegiatan, fasilitas, bentuk sediaan, dan ketentuan yang berlaku.

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu Tradisional
Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu Tradisional

Persyaratan CPOTB untuk Industri Jamu

Salah satu alasan pengurusan sertifikasi CPOTB membutuhkan persiapan adalah karena BPOM tidak hanya melihat satu dokumen. Penerapan CPOTB mencakup sistem mutu, fasilitas, produksi, personel, dokumentasi, dan pengawasan.

Beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan oleh industri jamu meliputi:

  1. Legalitas dan perizinan usaha.
  2. Bangunan dan fasilitas produksi.
  3. Peralatan produksi.
  4. Personalia dan penanggung jawab.
  5. Sistem mutu.
  6. SOP produksi.
  7. SOP sanitasi dan higiene.
  8. Dokumentasi produksi.
  9. Pengawasan mutu.
  10. Prosedur keluhan dan penarikan produk.

Untuk perusahaan yang belum memiliki badan usaha, legalitas perusahaan sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu. Informasi pendampingan dapat dilihat melalui Jasa Pendirian PT Perusahaan.

Aspek CPOTB yang Harus Dipersiapkan

Penerapan CPOTB tidak berhenti pada ruangan produksi. BPOM menjelaskan terdapat 16 aspek yang menjadi bagian penerapan CPOTB untuk IOT dan IEBA.

1. Sistem Mutu

Industri harus mempunyai sistem yang memastikan mutu produk dikendalikan secara konsisten.

2. Personalia

Tugas, tanggung jawab, kompetensi, dan pelatihan personel harus dikelola dengan baik.

3. Bangunan dan Fasilitas

Bangunan harus mendukung kegiatan produksi dan membantu mencegah kontaminasi maupun kesalahan proses.

4. Peralatan

Peralatan produksi dan pengawasan mutu harus sesuai dengan kebutuhan proses.

5. Produksi

Setiap tahapan produksi harus memiliki prosedur yang jelas dan terdokumentasi.

6. Penyimpanan dan Pengiriman

Bahan dan produk harus disimpan serta dikirim dengan kondisi yang sesuai.

7. Pengawasan Mutu

Industri harus mempunyai sistem untuk memastikan bahan dan produk memenuhi persyaratan mutu.

8. Inspeksi Diri dan Audit

Evaluasi internal diperlukan untuk melihat apakah sistem berjalan sesuai prosedur.

9. Keluhan dan Penarikan

Industri perlu memiliki mekanisme menangani keluhan dan melakukan penarikan produk jika diperlukan.

10. Dokumentasi

Dokumen menjadi bagian penting dalam memastikan setiap proses dapat ditelusuri.

11. Alih Daya

Kegiatan yang dialihdayakan perlu dikendalikan dan mempunyai pengaturan yang jelas.

12. Kualifikasi dan Validasi

Fasilitas, peralatan, proses, atau sistem tertentu perlu dikualifikasi atau divalidasi sesuai kebutuhan.

13. Sistem Komputerisasi

Sistem komputer yang digunakan dalam kegiatan yang terkait mutu perlu dikelola sesuai ketentuan.

14. Bahan Aktif

Pembuatan bahan aktif obat tradisional mempunyai aspek pengendalian tersendiri.

15. Sampel Pembanding dan Sampel Pertinggal

Pengelolaan sampel perlu dilakukan sesuai persyaratan yang berlaku.

16. Manajemen Risiko Mutu

Risiko yang dapat memengaruhi mutu produk perlu diidentifikasi, dinilai, dan dikendalikan.

Cara Mengurus Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu

Bagi pemula, proses sebaiknya dimulai dari gap assessment, yaitu membandingkan kondisi fasilitas dan sistem perusahaan dengan persyaratan CPOTB.

Tahapannya secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:

Identifikasi usaha → persiapan legalitas → penentuan bentuk sediaan → pemeriksaan fasilitas → penyusunan SOP → penerapan sistem mutu → persiapan dokumen → pengajuan sertifikasi → evaluasi/inspeksi → perbaikan bila diperlukan → sertifikat.

BPOM menyediakan sistem e-Sertifikasi sebagai bagian dari layanan sertifikasi. Situs tersebut saat ini juga menampilkan informasi mengenai alur sertifikasi Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik dan layanan terkait industri obat bahan alam.

Pemohon dapat mengakses e-Sertifikasi BPOM untuk memperoleh informasi dan menggunakan layanan elektronik yang tersedia.

Dokumen yang Perlu Dipersiapkan

Dokumen merupakan salah satu fondasi dalam penerapan CPOTB. Dokumentasi bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pengajuan, tetapi juga menjadi bukti bahwa sistem perusahaan benar-benar diterapkan.

Beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Dokumen legalitas perusahaan.
  • Data fasilitas produksi.
  • Denah bangunan.
  • Struktur organisasi.
  • Uraian tugas.
  • SOP produksi.
  • SOP sanitasi dan higiene.
  • SOP pengawasan mutu.
  • SOP penyimpanan.
  • SOP penanganan keluhan.
  • SOP penarikan produk.
  • Dokumen kualifikasi dan validasi sesuai kebutuhan.
  • Dokumen pengadaan dan pengendalian bahan baku.
  • Catatan produksi.
  • Catatan pengawasan mutu.
  • Dokumentasi pelatihan personel.

Dokumen harus dibuat sesuai kondisi nyata perusahaan. Jangan membuat SOP yang ideal di atas kertas tetapi tidak dapat diterapkan di fasilitas produksi.

Peran Personalia dalam Penerapan CPOTB

CPOTB tidak dapat berjalan hanya dengan menyediakan bangunan dan mesin. Kompetensi personel juga menjadi bagian penting.

BPOM menyediakan pedoman yang menjelaskan aspek personalia, termasuk organisasi, kualifikasi, tanggung jawab, dan pelatihan. Pada salah satu panduan BPOM untuk usaha obat tradisional, misalnya, kualifikasi formal PJT tertentu disebut memerlukan latar belakang D3 Farmasi dan pelatihan serta pengalaman yang sesuai.

Karena kebutuhan setiap kategori usaha dapat berbeda, penanggung jawab dan struktur organisasi sebaiknya ditentukan berdasarkan bentuk usaha, ruang lingkup kegiatan, serta ketentuan yang berlaku.

Bangunan dan Fasilitas Industri Jamu

Bangunan produksi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan sejak awal. Tata letak harus mendukung alur kegiatan dan meminimalkan risiko kontaminasi atau kesalahan.

Sebelum melakukan renovasi atau membangun fasilitas, perusahaan sebaiknya menyusun konsep tata ruang berdasarkan proses produksi yang sebenarnya.

Beberapa area yang dapat perlu dipertimbangkan, sesuai kegiatan dan skala fasilitas, antara lain:

  1. Area penerimaan bahan.
  2. Area penyimpanan bahan.
  3. Area pengolahan.
  4. Area produksi.
  5. Area pengawasan mutu.
  6. Area penyimpanan produk jadi.
  7. Area pengemasan.
  8. Area pencucian/peralatan.
  9. Area administrasi dan dokumentasi.
  10. Area pendukung lainnya.

Jangan hanya mengejar tampilan ruangan yang terlihat bersih. Tata letak harus mendukung alur proses dan pengendalian mutu.

Berapa Biaya Sertifikasi CPOTB?

Biaya sertifikasi perlu dibedakan antara PNBP BPOM dan biaya persiapan atau pendampingan perusahaan.

Data tarif BPOM yang tersedia saat ini mencantumkan untuk Industri Obat Tradisional (IOT) permohonan baru Sertifikasi CPOTB sebesar Rp5.000.000 per sertifikat per bentuk sediaan. Untuk perpanjangan setiap lima tahun tercantum Rp3.000.000 per sertifikat per bentuk sediaan. Untuk Usaha Kecil Obat Tradisional, permohonan baru tercantum Rp1.500.000 per sertifikat per bentuk sediaan.

Selain PNBP, perusahaan dapat mempunyai biaya lain untuk:

  • Renovasi atau penyesuaian fasilitas.
  • Pengadaan peralatan.
  • Pengujian laboratorium.
  • Penyusunan dokumen.
  • Pelatihan personel.
  • Validasi/kualifikasi.
  • Pendampingan profesional.

Karena itu, biaya sertifikasi CPOTB tidak sama dengan total biaya mempersiapkan industri agar memenuhi CPOTB.

Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB?

Lama proses tidak sebaiknya dijanjikan hanya berdasarkan jumlah hari layanan konsultan. Durasi dapat dipengaruhi oleh kesiapan fasilitas, kelengkapan dokumen, hasil evaluasi, perbaikan, dan tahapan pemeriksaan yang berlaku.

Karena itu, apabila ada penyedia jasa yang menyebut “10 hari kerja”, angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai target waktu layanan internal atau pendampingan, bukan jaminan bahwa Sertifikat CPOTB BPOM pasti terbit dalam 10 hari.

Hal yang lebih penting adalah memastikan perusahaan sudah siap menghadapi evaluasi dan dapat memenuhi persyaratan teknis.

Apa Bedanya CPOTB dengan Izin Edar Jamu?

CPOTB dan izin edar merupakan dua hal yang berkaitan tetapi tidak sama.

CPOTB berhubungan dengan penerapan cara pembuatan yang baik pada fasilitas/usaha, sedangkan izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk diedarkan setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

BPOM dalam materi regulasinya menempatkan penerapan CPOTB sebagai salah satu unsur dalam sistem pengawasan obat bahan alam, bersama persyaratan keamanan dan mutu, penandaan, serta registrasi izin edar.

Karena itu, pemilik industri jamu perlu menyusun strategi perizinan secara menyeluruh, bukan hanya mengejar satu sertifikat.

Apakah Merek Jamu Juga Perlu Dilindungi?

Selain aspek BPOM, nama produk atau brand jamu juga merupakan aset bisnis yang dapat dipertimbangkan untuk dilindungi melalui pendaftaran merek.

Misalnya, perusahaan telah mengeluarkan biaya untuk desain logo, kemasan, promosi, marketplace, dan membangun pelanggan. Merek yang digunakan secara konsisten dapat menjadi bagian dari identitas bisnis.

Untuk kebutuhan tersebut, Anda dapat mempelajari Jasa Daftar Merek HAKI.

Dengan begitu, pengembangan industri jamu dapat dipersiapkan dari dua sisi:

Kepatuhan produk dan fasilitas → BPOM/CPOTB

Perlindungan identitas bisnis → Merek/HAKI

Apakah Industri Jamu Membutuhkan Sertifikasi Halal?

Ketentuan halal perlu dilihat berdasarkan kategori produk, bahan, proses, serta regulasi yang berlaku. Industri jamu yang ingin memasarkan produk dengan pemenuhan aspek halal sebaiknya melakukan pemeriksaan terhadap status kewajibannya dan persyaratan sertifikasi.

Sertifikasi halal juga dapat menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sistem pengendalian bahan dan proses.

Informasi layanan dapat dipelajari melalui Sertifikasi Halal.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengurus CPOTB

Persiapan CPOTB sering terhambat bukan karena perusahaan tidak memiliki fasilitas, tetapi karena fasilitas dan sistemnya belum konsisten.

Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari:

  1. Membuat SOP tetapi tidak diterapkan.
  2. Denah tidak sesuai dengan kondisi bangunan.
  3. Peralatan belum memiliki dokumentasi yang memadai.
  4. Tugas personel tidak jelas.
  5. Pelatihan tidak terdokumentasi.
  6. Pengawasan mutu belum berjalan.
  7. Dokumentasi produksi tidak lengkap.
  8. Tidak mempunyai prosedur penanganan keluhan.
  9. Tidak mempunyai sistem penarikan produk.
  10. Tidak melakukan evaluasi internal secara berkala.

CPOTB menempatkan dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, inspeksi diri, keluhan, validasi, dan manajemen risiko sebagai bagian dari sistem yang saling berkaitan.

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu

Bagi pemilik industri jamu yang belum memahami seluruh aspek CPOTB, pendampingan dapat membantu memetakan kebutuhan sebelum pengajuan dilakukan.

Pendampingan dapat mencakup:

  • Konsultasi awal mengenai CPOTB.
  • Identifikasi kebutuhan fasilitas.
  • Review dokumen.
  • Penyusunan atau review SOP.
  • Penyusunan checklist kesiapan.
  • Pendampingan persiapan pengajuan.
  • Pendampingan menghadapi tahapan evaluasi.
  • Pendampingan perbaikan apabila terdapat temuan.

Namun, perlu dipahami bahwa jasa konsultan tidak menggantikan kewenangan BPOM. Sertifikat CPOTB tetap diterbitkan oleh otoritas yang berwenang setelah persyaratan terpenuhi.

Keunggulan Layanan PERMATAMAS

PERMATAMAS menyediakan pendampingan untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan kebutuhan perizinan secara lebih terstruktur.

Proses cepat

Target proses layanan hingga 10 hari kerja, bergantung pada kelengkapan data, dokumen, fasilitas, dan ruang lingkup pekerjaan.

Berpengalaman

Berpengalaman sejak tahun 2011 dalam pendampingan berbagai kebutuhan perizinan usaha.

Terpercaya

Memiliki pengalaman menangani lebih dari 2.000 izin edar.

Aman & melalui prosedur resmi

Pendampingan diarahkan pada prosedur dan sistem resmi instansi yang berwenang. Klaim “terdaftar sistem Kemenkes RI” perlu dipahami secara tepat karena CPOTB merupakan ranah BPOM, bukan Kementerian Kesehatan.

Garansi

Tersedia garansi 100% uang kembali sesuai syarat dan ketentuan layanan.

Kesimpulan

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu Tradisional dapat membantu pemilik usaha mempersiapkan berbagai aspek yang diperlukan sebelum mengajukan sertifikasi. CPOTB bukan hanya mengenai kebersihan ruang produksi, tetapi mencakup sistem mutu, personalia, bangunan, peralatan, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, keluhan, penarikan produk, validasi, sistem komputerisasi, hingga manajemen risiko mutu.

Untuk industri jamu, langkah awal yang penting adalah menentukan bentuk usaha dan bentuk sediaan, memastikan legalitas perusahaan, mempersiapkan fasilitas, menunjuk personel yang sesuai, menyusun SOP, menerapkan sistem mutu, dan melakukan evaluasi kesiapan sebelum pengajuan.

Regulasi CPOTB yang berlaku saat ini perlu selalu diperiksa karena BPOM sedang melakukan proses revisi PerBPOM Nomor 14 Tahun 2021 untuk menyesuaikan perkembangan regulasi dan bentuk sediaan obat bahan alam.

Untuk pengajuan dan informasi layanan elektronik, pelaku usaha dapat mengakses e-Sertifikasi BPOM.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Jasa Sertifikasi CPOTB

1. Apa itu CPOTB?

CPOTB adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, yaitu sistem yang mengatur berbagai aspek pembuatan obat tradisional agar produk memenuhi persyaratan mutu sesuai tujuan penggunaannya.

2. Apakah industri jamu wajib menerapkan CPOTB?

BPOM menyatakan IOT dan IEBA wajib menerapkan CPOTB dalam pembuatan obat tradisional. Persyaratan untuk usaha obat tradisional lainnya mengikuti ketentuan yang berlaku berdasarkan kategori usahanya.

3. Apa perbedaan CPOTB dan izin edar?

CPOTB berkaitan dengan penerapan cara pembuatan yang baik, sedangkan izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk diedarkan.

4. Apa saja aspek yang diperiksa dalam CPOTB?

Aspeknya mencakup sistem mutu, personalia, bangunan, peralatan, produksi, penyimpanan, pengawasan mutu, dokumentasi, validasi, keluhan, penarikan produk, dan manajemen risiko, antara lainnya.

5. Berapa biaya sertifikasi CPOTB?

Tarif PNBP BPOM yang tercantum saat ini untuk permohonan baru IOT adalah Rp5 juta per sertifikat per bentuk sediaan, sedangkan UKOT tercantum Rp1,5 juta per sertifikat per bentuk sediaan.

6. Apakah perusahaan baru dapat mengurus CPOTB?

Dapat dipersiapkan sesuai kategori usaha, legalitas, fasilitas, bentuk sediaan, dan persyaratan yang berlaku.

7. Apakah jamu kapsul membutuhkan CPOTB?

Bentuk sediaan kapsul termasuk bentuk sediaan yang perlu diperhatikan dalam penentuan ruang lingkup sertifikasi dan kesiapan fasilitas.

8. Apakah CPOTB bisa diurus secara online?

BPOM menyediakan sistem e-Sertifikasi untuk layanan sertifikasi tertentu, termasuk layanan pada bidang obat bahan alam.

9. Apakah jasa konsultan menjamin sertifikat CPOTB pasti terbit?

Tidak. Konsultan dapat membantu persiapan dan pendampingan, tetapi penerbitan sertifikat merupakan kewenangan BPOM setelah persyaratan terpenuhi.

10. Apakah CPOTB perlu diperpanjang?

Ya, pengelolaan sertifikat perlu memperhatikan masa berlaku dan ketentuan perpanjangan yang berlaku untuk jenis sertifikat dan usaha terkait. Tarif BPOM saat ini mencantumkan layanan perpanjangan Sertifikat CPOTB setiap lima tahun untuk IOT dan UKOT.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

Jasa Izin Obat Tradisional untuk UMKM agar Usaha Tidak Terkendala Legalitas

Jasa Izin Obat Tradisional untuk UMKM agar Usaha Tidak Terkendala Legalitas – Tren kembali ke alam (back to nature) membuat industri produk herbal di Indonesia tumbuh subur. Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berlomba-lomba meracik jamu, kapsul herbal, hingga minyak gosok tradisional yang berkhasiat tinggi. Namun sayang, tidak sedikit dari mereka yang harus menelan pil pahit karena produknya disita atau ditolak oleh jaringan ritel modern akibat belum mengantongi izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Niat hati ingin mendulang untung, beberapa pelaku usaha justru terancam sanksi hukum karena ketidaktahuan mereka mengenai regulasi. Banyak yang salah kaprah dan menganggap bahwa mengurus izin edar produk herbal itu rumit, mahal, dan mustahil ditembus oleh skala industri rumahan. Alhasil, potensi pasar yang begitu besar terbuang sia-sia hanya karena masalah dokumen.

Padahal, legalitas bukanlah sebuah hambatan, melainkan aset terbesar untuk meningkatkan skala bisnis. Melalui artikel ini, kita akan mengupas tuntas bagaimana langkah dan solusi aman melalui Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional agar produk herbal Anda dapat melenggang bebas di pasar nasional bahkan internasional tanpa bayang-bayang pelanggaran hukum.

| baca juga : Jasa Izin Obat Tradisional Cepat agar Produk Segera Bisa Dijual

Mengapa Banyak Produk Herbal UMKM Gagal Tembus Pasar Modern?

Banyak produsen herbal pemula yang berfokus hanya pada khasiat produk dan kemasan yang menarik, namun melupakan fondasi utamanya: legalitas. Ketika mencoba memasukkan produk ke apotek, swalayan, atau marketplace besar, mereka langsung ditolak karena tidak adanya nomor NIE (Nomor Izin Edar). Tanpa izin resmi, produk herbal dikategorikan sebagai produk ilegal yang berisiko tinggi bagi kesehatan konsumen.

Kegagalan ini umumnya disebabkan oleh minimnya pemahaman mengenai standar keamanan pangan dan obat yang ditetapkan pemerintah. Tanpa adanya panduan yang tepat, pelaku usaha seringkali melakukan trial-and-error yang justru membuang waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.

Ada beberapa faktor utama yang kerap membuat UMKM herbal gagal dalam tahap kurasi pasar, antara lain:

  • Ketidaksesuaian Fasilitas Produksi: Tempat produksi belum memenuhi standar higienis dan sanitasi dasar yang disyaratkan.
  • Formulasi Bahan yang Dilarang: Penggunaan bahan alam yang masuk dalam daftar hitam BPOM atau mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).
  • Klaim Khasiat Berlebihan: Menuliskan klaim dapat “menyembuhkan kanker” atau penyakit kronis lainnya pada label, yang dilarang keras untuk obat tradisional.
  • Ketidaklengkapan Dokumen Badan Usaha: Belum memiliki legalitas dasar yang kuat seperti akta perusahaan atau NIB yang sesuai.
  • Kesalahan Teknis Pendaftaran: Salah memilih kategori produk saat melakukan registrasi di sistem online BPOM.

PERMATAMAS hadir sebagai jawaban atas kegelisahan para pelaku usaha herbal ini. Sebagai penyedia Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional yang berpengalaman, kami memahami betul setiap detail regulasi agar produk Anda tidak gagal di tengah jalan. Sebelum melangkah jauh ke BPOM, kami juga siap membantu Anda memperkuat fondasi bisnis dari awal melalui layanan Jasa Izin Pendirian PT/CV agar struktur hukum usaha Anda sah dan diakui negara.

| baca juga : Jasa Izin Obat Tradisional Profesional agar Pengajuan Tidak Bermasalah

Memahami Kategori Obat Tradisional: Jamu, OHT, dan Fitofarmaka

Sebelum mendaftarkan produk, Anda wajib memahami bahwa BPOM membagi obat bahan alam menjadi tiga hierarki besar. Setiap kategori memiliki syarat pengujian dan standar pembuktian ilmiah yang berbeda-beda. Salah menentukan kategori sejak awal bisa berakibat pada penolakan berkas pendaftaran yang otomatis memperpanjang proses birokrasi.

Mayoritas UMKM berada pada kategori pertama karena basisnya adalah resep turun-temurun. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi usaha yang memiliki modal dan riset kuat untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi demi mendapatkan kepercayaan pasar yang lebih premium.

Berikut adalah tiga pengelompokan obat tradisional di Indonesia berdasarkan regulasi BPOM:

  1. Jamu (Empirical Based Herbal Medicine): Obat tradisional yang pembuktian khasiatnya berdasarkan data empiris atau pengalaman turun-temurun.
  2. Obat Herbal Terstandar / OHT (Scientific Based Herbal Medicine): Produk yang khasiatnya telah dibuktikan secara ilmiah melalui uji praklinik (pada hewan coba) dan bahannya telah distandarisasi.
  3. Fitofarmaka (Clinical Based Herbal Medicine): Kasta tertinggi obat bahan alam yang telah melalui uji klinis pada manusia dan mutunya setara dengan obat modern.

PERMATAMAS senantiasa mendampingi Anda untuk mengidentifikasi ke kelompok mana produk herbal Anda seharusnya didaftarkan. Dengan keahlian dari tim Jasa Izin BPOM Obat Tradisional, kami memastikan formula Anda ditinjau secara saksama agar sesuai dengan regulasi yang berlaku. Jika bisnis Anda juga merambah ke sektor kesehatan lainnya, kami juga menyediakan Jasa Izin Alat Kesehatan untuk memperluas portofolio produk medis Anda dengan aman.

| baca juga : Jasa Izin Obat Tradisional agar Produk Aman Dipasarkan Secara Legal

Apa itu CPOTB dan Mengapa Menjadi Syarat Mutlak dari BPOM?

CPOTB adalah singkatan dari Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Ini adalah pedoman yang dibuat oleh pemerintah untuk menjamin agar produk obat tradisional yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Tanpa sertifikat atau pemenuhan aspek CPOTB, BPOM tidak akan mengeluarkan izin edar.

Bagi skala UMKM, pemerintah memberikan fleksibilitas berupa CPOTB Tahap Bertahap sesuai dengan komoditas produk yang dihasilkan. Jadi, Anda tidak perlu khawatir harus membangun pabrik megah terlebih dahulu untuk memulai bisnis herbal yang legal.

Penerapan prinsip CPOTB di tempat produksi mencakup beberapa poin krusial berikut ini:

  • Manajemen Mutu: Adanya sistem yang menjamin bahwa produk diproduksi konsisten sesuai standar.
  • Bangunan dan Fasilitas: Desain ruangan yang mencegah kontaminasi silang antara bahan baku dan produk jadi.
  • Sanitasi dan Higiene: Kebersihan personel, ruangan, serta peralatan produksi yang terjaga ketat.
  • Dokumentasi: Pencatatan seluruh proses produksi dari penerimaan bahan baku hingga distribusi produk jadi.

PERMATAMAS memiliki konsultan ahli yang siap memberikan bimbingan teknis mengenai tata letak ruang produksi (layout) yang sesuai standar CPOTB. Melalui layanan jasa urus izin bpom herbal yang kami sediakan, proses pembenahan internal usaha Anda menjadi lebih terarah tanpa perlu meraba-raba regulasi. Kami memastikan setiap poin penilaian BPOM terpenuhi secara efisien sehingga menghemat anggaran operasional usaha Anda.

| baca juga : Jasa Izin Obat Tradisional agar Produk Tidak Ditolak BPOM

Alur Pendaftaran Akun Perusahaan dan Registrasi Produk di BPOM

Proses untuk mendapatkan NIE (Nomor Izin Edar) terdiri dari dua tahap besar yang tidak boleh terbalik. Tahap pertama adalah pendaftaran akun perusahaan (registrasi fasililtas/pabrik), dan tahap kedua adalah pendaftaran produk itu sendiri. Kedua proses ini dilakukan secara elektronik melalui sistem ASROT (Aplikasi Sertifikasi Registrasi Obat Tradisional).

Banyak pelaku usaha yang terjebak pada proses ini karena sistem yang membutuhkan akurasi data dokumen yang sangat tinggi. Kesalahan input satu huruf atau dokumen yang buram saat diunggah bisa memicu verifikasi ulang yang memakan waktu berbulan-bulan.

Secara garis besar, berikut adalah langkah demi langkah administratif dalam mengurus izin edar herbal:

  1. Pra-Registrasi Akun: Melakukan input data perusahaan dan mengunggah dokumen legalitas serta denah bangunan yang disetujui.
  2. Audit Fasilitas (Pemeriksaan Setempat): Petugas Balai POM setempat akan datang memeriksa kesiapan sarana produksi Anda.
  3. Registrasi Produk (Submisi Formula): Menginput komposisi bahan, proses pembuatan, klaim khasiat, dan rancangan desain kemasan (label).
  4. Evaluasi Produk oleh Evaluator: Tim ahli BPOM akan menguji keamanan, kemanfaatan, dan mutu dari produk yang didaftarkan.
  5. Penerbitan NIE: Jika disetujui, BPOM akan mengeluarkan Nomor Izin Edar resmi dan produk siap dipasarkan secara massal.

PERMATAMAS mengambil alih seluruh kerumitan birokrasi dan teknis aplikasi online ini demi kenyamanan Anda. Dengan memanfaatkan Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional dari kami, Anda tidak perlu membuang waktu mempelajari sistem aplikasi yang rumit. Selain produk jamu, jika Anda juga memiliki lini bisnis kuliner, kami siap mengintegrasikan legalitasnya melalui layanan Jasa Izin BPOM Makanan secara simultan.

Jasa Izin Obat Tradisional untuk UMKM agar Usaha Tidak Terkendala Legalitas
Jasa Izin Obat Tradisional untuk UMKM agar Usaha Tidak Terkendala Legalitas

Dokumen dan Persyaratan yang Wajib Disiapkan Pelaku Usaha

Akurasi dokumen adalah kunci utama kecepatan proses approval di BPOM. Sebelum masuk ke sistem pendaftaran, seluruh berkas administratif dan dokumen teknis produk harus dipersiapkan dengan matang. Kekurangan satu berkas pendukung saja dapat membuat status permohonan Anda tertunda (hold) atau bahkan ditolak.

Pemerintah saat ini telah mengintegrasikan sistem perizinan dengan OSS (Online Single Submission), sehingga legalitas dasar seperti NIB (Nomor Induk Berusaha) dengan KBLI yang sesuai menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Berikut adalah daftar dokumen utama yang wajib Anda siapkan sebelum melakukan pengurusan:

  • Dokumen Legalitas Badan Usaha: KTP pemilik, NPWP Perusahaan, NIB, dan Akta Pendirian Perusahaan jika berbentuk badan hukum.
  • Sertifikat CPOTB / Surat Rekomendasi: Bukti bahwa sarana produksi telah lolos pemeriksaan aspek sanitasi dan higienitas dari Balai POM.
  • Formula dan Proses Pembuatan: Detail komposisi kualitatif dan kuantitatif beserta diagram alir proses produksinya.
  • Hasil Uji Laboratorium: Sertifikat analisis produk jadi yang meliputi uji mikroba, uji logam berat, dan uji bebas BKO (Bahan Kimia Obat).
  • Rancangan Kemasan (Artwork): Desain label produk yang mencantumkan nama, komposisi, khasiat, aturan pakai, serta peringatan keamanan.

PERMATAMAS bertindak sebagai kurator internal yang akan memvalidasi kelayakan dokumen Anda sebelum diserahkan ke pihak regulator. Tim Jasa Izin BPOM Obat Tradisional kami akan memastikan tidak ada celah kesalahan sekecil apa pun pada berkas Anda. Sembari membangun merek herbal yang kuat, jangan lupa untuk memproteksi nama produk Anda agar tidak ditiru kompetitor melalui layanan Jasa Daftar Hak Cipta yang juga kami fasilitasi.

| baca juga : Pentingnya Penanggung Jawab Teknis (PJT) Apoteker dalam Industri Obat Tradisional

Menghindari Jebakan Bahan Kimia Obat (BKO) pada Obat Tradisional

Salah satu pelanggaran paling berat dalam industri obat tradisional yang sering menjadi temuan BPOM adalah kontaminasi atau kesengajaan menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO). Beberapa oknum produsen nakal menambahkan zat kimia seperti parasetamol, sildenafil, atau deksametason agar produk jamu mereka memberikan efek instan (cespleng) bagi konsumen.

Tindakan ini tidak hanya ilegal secara hukum, tetapi juga sangat berbahaya karena dapat memicu kerusakan organ tubuh seperti ginjal dan hati bagi yang mengonsumsinya. BPOM melakukan pengawasan yang sangat ketat melalui uji laboratorium berkala untuk mendeteksi keberadaan zat-zat ini.

Penting bagi UMKM jujur untuk memastikan pasokan bahan baku mereka bersih dari kontaminasi melalui langkah berikut:

  1. Memilih Supplier Terpercaya: Membeli simplisia atau Ekstrak hanya dari pemasok yang memiliki Sertifikat Analisis (Certificate of Analysis).
  2. Uji Laboratorium Mandiri: Melakukan pengetesan sampel produk di laboratorium terakreditasi sebelum mendaftarkannya ke BPOM.
  3. Edukasi Tim Produksi: Memastikan karyawan pabrik memahami bahaya kontaminasi silang di area produksi.
  4. Formulasi yang Rasional: Menyusun kombinasi bahan herbal yang logis dan memiliki dasar ilmiah empiris tanpa zat aditif berbahaya.
  5. Penyimpanan Bahan Baku yang Benar: Menjaga gudang penyimpanan agar terhindar dari jamur atau zat kontaminan lingkungan.

PERMATAMAS berkomitmen mendukung industri jamu nasional yang bersih, aman, dan bermutu tinggi. Melalui jasa urus izin bpom herbal yang profesional, kami membantu Anda mengawal kemurnian formula produk sejak awal riset. Kami memastikan produk herbal Anda 100% murni alami sehingga lolos uji laboratorium BPOM dengan mulus tanpa kendala, meningkatkan nilai trustworthiness merek Anda di mata masyarakat luas.

| baca juga : Risiko Menjual Obat Tradisional Tanpa Izin BPOM: Bahaya Hukum dan Kesehatan Konsumen

Strategi Memilih Jasa Urus Izin BPOM Herbal yang Kredibel dan Aman

Mengurus izin edar obat tradisional membutuhkan ketelitian tingkat tinggi dan pemahaman hukum kefarmasian yang mendalam. Bagi UMKM yang memiliki keterbatasan waktu dan personel, menggunakan jasa pihak ketiga yang profesional adalah keputusan bisnis yang sangat bijak dan efisien secara biaya (cost-effective).

Namun, Anda harus berhati-hati dalam memilih mitra legalitas. Hindari calo yang menjanjikan kelulusan instan tanpa melalui proses audit resmi, karena hal tersebut justru berisiko tinggi memicu pembatalan izin di kemudian hari atau tersangkut kasus hukum.

Gunakan panduan berikut untuk memilih biro jasa legalitas yang memiliki kredibilitas tinggi:

  • Memiliki Legalitas yang Jelas: Biro jasa tersebut harus berbentuk badan usaha resmi yang memiliki kantor fisik yang jelas.
  • Transparansi Biaya: Memberikan rincian biaya yang jelas sejak awal tanpa ada biaya siluman atau tarif tersembunyi di tengah proses.
  • Tim Ahli Kefarmasian/Regulasi: Didukung oleh personel yang memahami regulasi teknis BPOM, bukan sekadar kurir pengantar dokumen.
  • Track Record Terbukti: Memiliki portofolio klien yang sukses mendapatkan NIE dari BPOM secara legal dan aman.
  • Layanan Edukatif: Tidak hanya mengurus dokumen, tetapi juga memberikan edukasi dan bimbingan perbaikan sarana produksi Anda.

PERMATAMAS adalah mitra strategis legaslitas terbaik yang memenuhi seluruh kriteria kredibilitas tersebut. Sebagai penyedia Jasa Izin BPOM Obat Tradisional terdepan, kami memprioritaskan transparansi, profesionalisme, dan kepuasan klien. Bersama kami, impian Anda untuk melihat produk herbal lokal naik kelas ke pasar modern dan internasional dapat terwujud dengan rasa aman dan proses yang terukur secara hukum.

| baca juga : Jasa Izin Edar Produk Herbal Ekspor: Bawa Jamu Indonesia Menembus Pasar Internasional

Solusi Praktis Legalitas Bisnis Anda

Mengembangkan bisnis obat tradisional yang sukses membutuhkan fokus penuh pada kualitas produk dan strategi pemasaran. Jangan biarkan energi dan waktu berharga Anda habis terkuras untuk mengurus birokrasi perizinan yang rumit dan membingungkan.

PERMATAMAS hadir sebagai sahabat setia pertumbuhan bisnis Anda. Melalui layanan Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional yang komprehensif, tim ahli kami akan mendampingi Anda melewati setiap tahapan pengurusan izin secara transparan, profesional, dan akuntabel. Kami tidak hanya membantu Anda mendapatkan lembar kertas izin edar, melainkan membangun ekosistem usaha yang patuh hukum demi keberlanjutan bisnis jangka panjang.

💡 Langkah Awal Menuju Legalitas Sukses: Jangan tunda kemajuan bisnis herbal Anda hanya karena kendala dokumen. Hubungi tim konsultan ahli PERMATAMAS sekarang juga untuk mendapatkan sesi konsultasi awal, analisis kelayakan produk, dan estimasi waktu pengurusan secara gratis. Klik tombol di bawah ini atau hubungi layanan konsumen kami untuk memulai langkah aman produk Anda menuju pasar modern!

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
Website: www.izinherbal.com

FAQ Jasa Izin Obat Tradisional untuk UMKM agar Usaha Tidak Terkendala Legalitas

1. Mengapa produk obat tradisional UMKM perlu memiliki izin edar?

Izin edar menunjukkan bahwa produk telah melalui proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku sehingga dapat dipasarkan secara legal dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

2. Apakah semua produk herbal wajib memiliki izin?

Produk yang dipasarkan secara luas sebagai obat tradisional umumnya wajib memenuhi persyaratan perizinan dan registrasi sesuai regulasi yang berlaku.

3. Apa manfaat memiliki izin obat tradisional bagi UMKM?

Manfaatnya antara lain memperluas peluang pemasaran, meningkatkan kredibilitas usaha, mempermudah kerja sama dengan distributor, dan mengurangi risiko kendala hukum.

4. Dokumen apa saja yang biasanya diperlukan untuk pengajuan izin obat tradisional?

Umumnya meliputi NIB, NPWP, dokumen perusahaan, data komposisi produk, proses produksi, desain kemasan, dan dokumen pendukung lainnya sesuai kategori produk.

5. Berapa lama proses pengurusan izin obat tradisional?

Lama proses bergantung pada jenis produk, kelengkapan dokumen, dan tahapan evaluasi oleh instansi terkait. Kelengkapan data sejak awal dapat membantu mempercepat proses.

6. Apakah UMKM yang baru memulai usaha dapat mengurus izin obat tradisional?

Ya. Justru legalitas sebaiknya dipersiapkan sejak awal agar produk dapat berkembang dan dipasarkan secara lebih luas tanpa hambatan.

7. Apakah produk obat tradisional rumahan bisa didaftarkan?

Bisa, selama memenuhi persyaratan yang ditentukan, termasuk aspek produksi, keamanan, mutu, dan kelengkapan dokumen pendukung.

8. Mengapa banyak UMKM menggunakan jasa pengurusan izin obat tradisional?

Karena proses perizinan memerlukan pemahaman regulasi dan dokumen teknis. Konsultan dapat membantu mengurangi risiko kesalahan dan memperlancar proses pengajuan.

9. Apakah izin obat tradisional membantu produk masuk marketplace dan toko modern?

Ya. Banyak marketplace, distributor, dan toko modern lebih mengutamakan produk yang telah memiliki legalitas dan izin edar yang sesuai.

10. Bagaimana cara memastikan proses izin obat tradisional berjalan lancar?

Pastikan dokumen lengkap, data produk akurat, proses produksi memenuhi ketentuan, serta gunakan pendampingan profesional yang berpengalaman dalam bidang perizinan obat tradisional.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

LEGALITAS PERMATAMAS INDONESIA

Akta Pendirian : Nomor 15
SK Pengesahaan : AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021
NPWP : 76,011,954,5-427,000
NIB : 0610210009793
TDP : 102637007638
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia

Telp : 021-89253417
Hp/WA : 085777630555

Izin Halal @ 2024 –
with ❤ Dokter Website