Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus – Audit sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) menjadi tahap penting bagi industri dan usaha obat tradisional yang ingin memastikan proses produksinya memenuhi persyaratan mutu dan keamanan. Dalam praktiknya, kegagalan audit tidak selalu disebabkan oleh satu kesalahan besar. Banyak temuan justru muncul karena dokumen mutu tidak konsisten, penerapan SOP belum berjalan, sanitasi kurang terkendali, personel belum memahami tugasnya, atau fasilitas produksi belum sesuai dengan persyaratan.

BPOM menjelaskan bahwa audit pemenuhan persyaratan teknis CPOTB merupakan pemeriksaan langsung di industri atau usaha obat tradisional untuk mengetahui pemenuhan terhadap persyaratan teknis CPOTB. Sertifikat CPOTB menjadi bukti bahwa persyaratan teknis CPOTB telah dipenuhi untuk bentuk sediaan yang bersangkutan.

Karena itu, persiapan audit sebaiknya tidak dilakukan hanya beberapa hari sebelum auditor datang. Perusahaan perlu memastikan bahwa dokumen dan praktik di lapangan benar-benar konsisten. Artikel ini membahas 10 kesalahan yang sering menjadi sumber temuan serta cara mempersiapkannya agar proses audit CPOTB berjalan lebih baik.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah standar yang diterapkan untuk memastikan proses pembuatan obat tradisional dilakukan secara konsisten dengan memperhatikan mutu produk. Sertifikat CPOTB merupakan dokumen resmi yang menunjukkan bahwa industri atau usaha obat tradisional telah memenuhi persyaratan teknis CPOTB untuk bentuk sediaan tertentu.

Dalam proses sertifikasi, perusahaan tidak cukup hanya mempunyai dokumen SOP. Auditor juga akan melihat bagaimana sistem tersebut benar-benar diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, kesesuaian antara dokumen, fasilitas, personel, proses produksi, pencatatan, dan hasil penerapannya menjadi sangat penting.

BPOM juga menjelaskan bahwa pengajuan sertifikasi CPOTB dilakukan melalui OSS dan sistem e-Sertifikasi sesuai mekanisme yang berlaku. FAQ resmi BPOM menyebutkan bahwa CPOTB berkaitan antara lain dengan KBLI, rencana induk validasi, kualifikasi peralatan, kalibrasi, validasi proses, dan validasi prosedur pembersihan.

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit CPOTB Tidak Lulus

1. SOP Sudah Ada, tetapi Tidak Dijalankan

Kesalahan pertama adalah perusahaan mempunyai banyak SOP tetapi pelaksanaannya tidak sesuai dengan isi dokumen.

Auditor dapat menemukan perbedaan antara prosedur tertulis dengan praktik aktual. Misalnya, SOP mengharuskan adanya pencatatan pemeriksaan tertentu, tetapi operator tidak melakukan pencatatan secara konsisten.

Yang perlu diperhatikan:

  • SOP harus dipahami oleh personel.
  • SOP harus tersedia di area yang membutuhkan.
  • Pelaksanaan harus mengikuti prosedur.
  • Setiap aktivitas penting harus mempunyai bukti pencatatan.
  • SOP perlu diperbarui apabila terjadi perubahan proses.

Jadi, jangan hanya membuat SOP untuk keperluan audit. SOP harus menjadi bagian dari sistem kerja sehari-hari.

2. Dokumen Mutu Tidak Konsisten

Dokumen yang saling tidak sesuai dapat menjadi sumber temuan. Contohnya, nama ruangan pada layout berbeda dengan dokumen SOP, kapasitas produksi berbeda antara dokumen, atau alur proses yang tertulis tidak sama dengan kondisi aktual.

Dokumen mutu harus menggambarkan kondisi fasilitas yang sebenarnya. Jika perusahaan melakukan perubahan ruangan, peralatan, proses atau dokumen, perubahan tersebut perlu dikendalikan melalui sistem yang sesuai.

Prinsip sederhananya: apa yang tertulis harus sesuai dengan apa yang dilakukan, dan apa yang dilakukan harus dapat dibuktikan melalui catatan.

3. Personel Belum Memahami Tugas dan Tanggung Jawab

Audit CPOTB tidak hanya melihat bangunan dan dokumen. Kompetensi personel juga sangat penting.

BPOM menjelaskan dalam FAQ CPOTB bahwa Penanggung Jawab QA harus seorang apoteker, sementara kebutuhan pelatihan harus disesuaikan dengan fungsi dan aspek yang dijalankan. BPOM juga menekankan bahwa aspek CPOTB tertentu membutuhkan pelatihan khusus.

Masalah yang sering terjadi adalah karyawan mengetahui SOP secara administratif, tetapi tidak memahami alasan dan cara penerapannya.

Karena itu, perusahaan sebaiknya memiliki:

  1. Struktur organisasi yang jelas.
  2. Uraian tugas setiap personel.
  3. Matriks kompetensi.
  4. Program pelatihan.
  5. Evaluasi efektivitas pelatihan.
  6. Bukti pelatihan dan dokumentasinya.

4. Sanitasi dan Higiene Tidak Konsisten

Sanitasi dan higiene merupakan aspek yang sangat penting dalam fasilitas produksi obat tradisional. Area produksi, personel, peralatan, bahan, serta lingkungan harus dikendalikan agar tidak menimbulkan risiko terhadap mutu produk.

Kesalahan yang sering ditemukan misalnya jadwal pembersihan tidak dijalankan, catatan sanitasi tidak lengkap, personel tidak mengikuti prosedur higiene, atau kondisi fasilitas tidak mencerminkan standar yang tercantum dalam SOP.

BPOM juga menyatakan bahwa tidak ada ketentuan bahwa pelatihan sanitasi dan higiene harus selalu dilakukan setiap tiga bulan; frekuensi dan metode pelatihan perlu ditentukan berdasarkan evaluasi efektivitas oleh perusahaan.

5. Validasi dan Kualifikasi Belum Dipersiapkan

Kesalahan berikutnya adalah perusahaan mengabaikan kualifikasi dan validasi karena menganggap audit hanya berfokus pada proses produksi.

Padahal BPOM mencantumkan aspek seperti kualifikasi peralatan, kalibrasi alat ukur, validasi proses, dan validasi prosedur pembersihan dalam konteks CPOTB.

Contohnya:

  • Alat ukur belum dikalibrasi.
  • Peralatan belum mempunyai dokumentasi kualifikasi.
  • Proses tertentu belum divalidasi.
  • Validasi pembersihan belum mempunyai dasar yang memadai.
  • Tidak tersedia bukti tindak lanjut hasil evaluasi.

Sebaiknya perusahaan membuat daftar seluruh peralatan dan proses yang membutuhkan kualifikasi, kalibrasi atau validasi sebelum audit.

6. Layout dan Kondisi Fasilitas Tidak Sesuai

Layout merupakan salah satu dokumen yang perlu dipersiapkan dalam proses sertifikasi. Standar pelayanan BPOM mencantumkan antara lain alur proses produksi, tata letak ruang bangunan produksi, dan denah lokasi sebagai bagian dari persyaratan.

Masalah muncul ketika layout yang diajukan berbeda dengan kondisi sebenarnya.

Misalnya:

  • Ruangan sudah berubah tetapi layout belum diperbarui.
  • Alur personel tidak sesuai dokumen.
  • Alur bahan dan produk belum jelas.
  • Penempatan peralatan tidak sesuai perencanaan.
  • Area tertentu digunakan untuk fungsi yang berbeda dari dokumen.

Sebelum audit, lakukan pemeriksaan fisik dari satu ruangan ke ruangan lainnya dan cocokkan dengan layout terbaru.

7. Pencatatan Produksi Tidak Lengkap

Dalam industri obat tradisional, aktivitas yang dilakukan perlu memiliki dokumentasi yang dapat ditelusuri.

Kesalahan dapat berupa pencatatan yang terlambat, formulir tidak ditandatangani, data tidak lengkap, koreksi catatan tidak sesuai prosedur, atau adanya aktivitas produksi yang tidak mempunyai bukti dokumentasi.

Auditor perlu melihat apakah sistem dokumentasi mampu memberikan traceability atau ketertelusuran.

Karena itu, lakukan pemeriksaan terhadap:

  1. Catatan produksi.
  2. Catatan pengawasan mutu.
  3. Catatan pembersihan.
  4. Catatan penggunaan bahan.
  5. Catatan penggunaan peralatan.
  6. Catatan penyimpangan.
  7. Catatan tindakan perbaikan.

8. Pengelolaan Bahan Baku dan Bahan Pengemas Kurang Baik

Bahan baku merupakan bagian penting dari mutu produk obat tradisional. Pengendalian harus dilakukan sejak bahan diterima sampai digunakan dalam proses produksi.

Kesalahan yang perlu dihindari antara lain identitas bahan tidak jelas, status bahan tidak terkontrol, penyimpanan tidak sesuai, pencatatan penerimaan kurang lengkap, atau sistem pengeluaran bahan tidak dapat ditelusuri.

Perusahaan juga perlu memastikan bahwa bahan yang digunakan sesuai dengan spesifikasi dan dokumen yang telah ditetapkan.

Semakin baik sistem pengendalian bahan, semakin mudah perusahaan menunjukkan kepada auditor bahwa proses produksi berjalan secara terkendali.

9. CAPA dari Temuan Sebelumnya Tidak Efektif

CAPA atau Corrective and Preventive Action bukan sekadar membuat jawaban atas temuan audit.

Kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan menyatakan tindakan perbaikan sudah dilakukan, tetapi akar masalah sebenarnya belum diselesaikan.

Contohnya, ditemukan formulir tidak lengkap. Perusahaan hanya mengganti formulir tanpa mencari tahu mengapa operator tidak mengisi formulir tersebut.

CAPA yang baik perlu mempertimbangkan:

  • Temuan yang terjadi.
  • Akar masalah.
  • Tindakan koreksi.
  • Tindakan pencegahan.
  • Penanggung jawab.
  • Target penyelesaian.
  • Bukti pelaksanaan.
  • Evaluasi efektivitas.

Dengan demikian, perusahaan tidak hanya “menutup temuan”, tetapi benar-benar mencegah masalah yang sama terulang.

10. Tidak Melakukan Simulasi Audit Sebelum Auditor Datang

Kesalahan terakhir adalah perusahaan baru memeriksa kesiapan ketika jadwal audit sudah dekat.

Padahal simulasi audit dapat membantu menemukan masalah sebelum auditor melakukan pemeriksaan.

Lakukan mock audit dengan menggunakan checklist internal. Periksa dokumen, gudang, area produksi, peralatan, personel, sanitasi, bahan baku, dokumentasi, hingga sistem CAPA.

Salah satu tujuan simulasi adalah menemukan ketidaksesuaian antara dokumen dan kondisi lapangan.

Standar pelayanan BPOM untuk sertifikasi CPOTB bertahap juga mencantumkan tahapan evaluasi dokumen, audit sarana, serta pemenuhan tindakan perbaikan terhadap temuan audit/CAPA.

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus
Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus

Checklist Persiapan Audit CPOTB

Sebelum audit, perusahaan dapat melakukan pemeriksaan internal dengan checklist sederhana berikut:

Aspek Yang Perlu Diperiksa
Legalitas NIB, KBLI dan dokumen usaha
Fasilitas Bangunan, ruangan dan layout
Produksi Alur proses dan instruksi kerja
SOP SOP tersedia dan diterapkan
Personel Struktur, tugas dan kompetensi
Pelatihan Program dan bukti pelatihan
Sanitasi Kebersihan fasilitas dan personel
Peralatan Kualifikasi dan kalibrasi
Validasi Proses dan pembersihan
Dokumentasi Catatan produksi dan mutu
Bahan Penerimaan, penyimpanan dan status
CAPA Temuan, akar masalah dan tindakan perbaikan

Bagaimana Agar Audit CPOTB Lebih Siap?

Persiapan audit sebaiknya dimulai dari gap analysis. Jangan langsung membuat dokumen baru sebelum mengetahui bagian mana yang belum memenuhi persyaratan.

Tahap persiapan dapat dilakukan dengan:

1. Review legalitas

Pastikan data perusahaan dan kegiatan usaha sesuai dengan aktivitas produksi obat tradisional.

2. Audit dokumen

Periksa SOP, formulir, spesifikasi, instruksi kerja, catatan produksi, dokumen mutu dan dokumen pendukung lainnya.

3. Audit fasilitas

Bandingkan kondisi bangunan dan fasilitas dengan layout serta persyaratan CPOTB.

4. Audit penerapan

Pastikan SOP benar-benar dijalankan oleh operator dan personel terkait.

5. Simulasi audit

Lakukan pemeriksaan seperti kondisi audit sebenarnya.

6. CAPA

Perbaiki setiap temuan dan pastikan tindakan yang dilakukan efektif.

Pengajuan Sertifikasi CPOTB melalui Sistem Resmi BPOM

Pelaku usaha dapat mengakses e-Sertifikasi BPOM untuk mendapatkan informasi dan layanan sertifikasi yang tersedia.

e-Sertifikasi BPOM

BPOM mencantumkan mekanisme pengajuan CPOTB melalui OSS dan sistem e-Sertifikasi. Untuk CPOTB bertahap, prosesnya mencakup pengajuan, evaluasi dokumen, audit sarana, kemudian pemenuhan tindakan perbaikan apabila terdapat temuan.

Artinya, kesiapan perusahaan sebelum mengajukan sertifikasi sangat menentukan kelancaran proses selanjutnya.

Berapa Biaya Sertifikasi CPOTB?

Biaya resmi dapat berbeda berdasarkan jenis pelaku usaha dan bentuk layanan yang diajukan. Berdasarkan informasi tarif PNBP BPOM yang tersedia saat ini, permohonan baru sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional tercantum Rp5.000.000 per sertifikat per bentuk sediaan, sedangkan untuk Usaha Kecil Obat Tradisional tercantum Rp1.500.000 per sertifikat per bentuk sediaan.

Biaya jasa pendampingan konsultan tentunya berbeda dari PNBP pemerintah. Besarnya dapat dipengaruhi oleh kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, jenis usaha, jumlah bentuk sediaan, serta kebutuhan perbaikan.

Karena itu, sebaiknya lakukan pengecekan kebutuhan terlebih dahulu sebelum menentukan paket layanan.

Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB?

Waktu proses tidak dapat disamakan untuk setiap perusahaan karena dipengaruhi kelengkapan dokumen, hasil evaluasi, kesiapan sarana, pelaksanaan audit, dan penyelesaian CAPA.

Sebagai contoh, standar pelayanan BPOM untuk Sertifikasi Pemenuhan Aspek CPOTB secara bertahap baru mencantumkan jangka waktu pelayanan 55 hari, sedangkan perubahan administratif tercantum 14 hari.

Karena itu, klaim “10 hari kerja” sebaiknya dipahami sebagai target proses pendampingan internal PERMATAMAS, bukan jaminan bahwa sertifikat BPOM akan diterbitkan dalam 10 hari kerja.

Layanan Pendukung Legalitas Usaha

Selain CPOTB, perusahaan obat tradisional mungkin membutuhkan beberapa legalitas pendukung lainnya.

Pendirian PT

Bagi pelaku usaha yang belum memiliki badan usaha, Anda dapat berkonsultasi mengenai Jasa Pendirian PT PERMATAMAS.

Pendaftaran Merek

Merek produk juga penting untuk dipersiapkan sebagai bagian dari perlindungan kekayaan intelektual. Informasi dapat dilihat pada Jasa Pendaftaran Merek HAKI.

Sertifikasi Halal

Untuk produk yang membutuhkan sertifikasi halal, persiapan dokumen halal dapat dilakukan secara terpisah melalui Sertifikasi Halal.

Keunggulan Layanan PERMATAMAS

PERMATAMAS membantu pelaku usaha melakukan persiapan dokumen dan pendampingan agar proses sertifikasi lebih terarah.

Keunggulan layanan kami:

✅ Proses cepat: target pendampingan hingga 10 hari kerja sesuai ruang lingkup layanan
✅ Berpengalaman: sejak 2011
✅ Terpercaya: lebih dari 2.000 izin edar telah terbit melalui layanan kami
✅ Aman & resmi: pendampingan mengikuti prosedur dan sistem resmi regulator terkait
✅ Garansi: 100% uang kembali jika gagal akibat kesalahan tim kami

Catatan: Untuk layanan CPOTB, regulator yang berwenang adalah BPOM, bukan Kementerian Kesehatan. Karena itu, klaim “terdaftar di sistem Kemenkes RI” sebaiknya tidak digunakan untuk artikel CPOTB; gunakan keterangan bahwa proses mengikuti sistem/prosedur resmi BPOM.

Kesimpulan

Audit sertifikasi CPOTB tidak cukup dipersiapkan hanya dengan membuat dokumen. Perusahaan harus memastikan bahwa dokumen, fasilitas, personel, proses produksi, sanitasi, peralatan, validasi, pencatatan, dan CAPA benar-benar berjalan secara konsisten.

Sepuluh kesalahan seperti SOP yang tidak diterapkan, dokumen tidak konsisten, personel kurang memahami tugas, sanitasi buruk, validasi belum siap, layout berbeda, pencatatan tidak lengkap, pengendalian bahan lemah, CAPA tidak efektif, serta tidak melakukan simulasi audit dapat meningkatkan risiko munculnya temuan.

Dengan melakukan gap analysis dan simulasi audit sebelum pemeriksaan, perusahaan dapat menemukan kekurangan lebih awal dan memperbaikinya sebelum menjadi temuan audit.

PERMATAMAS siap membantu konsultasi dan pendampingan persiapan sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Audit Sertifikasi CPOTB

1. Apa penyebab audit CPOTB tidak lulus?

Umumnya karena terdapat ketidaksesuaian antara dokumen, fasilitas, proses produksi, personel, atau sistem mutu dengan persyaratan CPOTB.

2. Apakah SOP saja cukup untuk menghadapi audit?

Tidak. SOP harus diterapkan dan tersedia bukti bahwa prosedur tersebut benar-benar dijalankan.

3. Apakah layout harus sesuai kondisi sebenarnya?

Ya. Layout dan kondisi fasilitas perlu konsisten.

4. Apakah pelatihan karyawan penting?

Ya. Personel harus memahami tugas, tanggung jawab, dan prosedur yang berkaitan dengan pekerjaannya.

5. Apakah peralatan harus dikalibrasi?

Peralatan ukur yang relevan perlu dikendalikan melalui sistem kalibrasi sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

6. Apa itu CAPA?

CAPA adalah tindakan korektif dan preventif untuk memperbaiki masalah sekaligus mencegah masalah yang sama berulang.

7. Apakah BPOM melakukan audit langsung?

Ya. Audit atau pemeriksaan sarana merupakan bagian dari proses pemenuhan persyaratan sertifikasi CPOTB.

8. Di mana pengajuan CPOTB dilakukan?

Pengajuan mengikuti mekanisme OSS dan sistem e-Sertifikasi BPOM sesuai jenis sertifikasi yang diajukan.

9. Berapa biaya sertifikasi CPOTB?

Tarif PNBP bergantung pada jenis usaha dan bentuk sediaan. Tarif resmi BPOM saat ini mencantumkan Rp5 juta per sertifikat per bentuk sediaan untuk IOT dan Rp1,5 juta untuk UKOT pada permohonan baru.

10. Apakah PERMATAMAS dapat membantu persiapan audit?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu konsultasi, pemeriksaan dokumen, persiapan persyaratan, dan pendampingan sesuai ruang lingkup layanan.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan – Bagi perusahaan yang memproduksi obat tradisional, sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) bukan sekadar kelengkapan administrasi. CPOTB berkaitan langsung dengan bagaimana perusahaan memastikan proses produksi menghasilkan obat tradisional yang konsisten memenuhi persyaratan mutu sesuai tujuan penggunaannya. BPOM mendefinisikan CPOTB sebagai seluruh aspek kegiatan pembuatan obat tradisional yang bertujuan menjamin produk memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan.

Karena itu, persiapan audit CPOTB perlu dilakukan secara menyeluruh. Perusahaan tidak cukup hanya membuat SOP, tetapi harus dapat menunjukkan bahwa prosedur tersebut benar-benar diterapkan, memiliki rekaman, dievaluasi, dan diperbaiki apabila ditemukan ketidaksesuaian.

Artikel ini membahas checklist audit sertifikasi CPOTB, 10 contoh aspek yang perlu diperiksa, dokumen pendukung, kesalahan yang sering terjadi, serta tips mempersiapkan perusahaan sebelum menghadapi audit BPOM.

Apa Saja yang Diperiksa dalam Audit CPOTB?

Secara sederhana, audit CPOTB bertujuan menilai apakah perusahaan telah menerapkan persyaratan CPOTB secara nyata dalam kegiatan produksi.

BPOM menjelaskan bahwa penilaian sertifikasi CPOTB dilakukan melalui audit lapangan terhadap 11 aspek CPOTB. Untuk industri obat tradisional dan industri ekstrak bahan alam, penerapan CPOTB dibuktikan dengan sertifikat CPOTB.

Checklist persiapan perusahaan dapat mencakup:

  1. Sistem Manajemen Mutu.
  2. Personalia.
  3. Bangunan dan fasilitas.
  4. Peralatan.
  5. Sanitasi dan higiene.
  6. Produksi.
  7. Pengawasan mutu.
  8. Dokumentasi.
  9. Audit internal.
  10. Penanganan keluhan, penarikan kembali, produk kembalian serta kegiatan terkait lainnya.

Untuk UKOT dan UMOT, BPOM juga menyediakan mekanisme CPOTB secara bertahap, dengan tahapan yang disesuaikan dengan kemampuan dan skala usaha. PerBPOM No. 31 Tahun 2022 mengenai petunjuk teknis penerapan aspek CPOTB secara bertahap saat ini tercatat berstatus berlaku.

Mengapa Audit CPOTB Penting bagi Perusahaan?

Bayangkan perusahaan telah memiliki produk jamu atau obat tradisional yang mulai dikenal pasar. Permintaan meningkat, distributor bertambah, dan produksi dilakukan dalam jumlah lebih besar.

Pada kondisi seperti itu, konsistensi proses menjadi sangat penting. Bahan baku harus dikendalikan, proses produksi harus terdokumentasi, personel harus memahami tanggung jawabnya, dan produk jadi harus melalui pengawasan mutu.

Inilah alasan CPOTB tidak seharusnya dipandang sebagai kumpulan dokumen untuk menghadapi auditor. CPOTB adalah sistem yang harus hidup di dalam kegiatan perusahaan.

BPOM juga menjelaskan bahwa CPOTB merupakan faktor penting untuk menghasilkan obat tradisional yang memenuhi standar mutu dan keamanan.

Checklist Audit Sertifikasi CPOTB

Berikut checklist praktis yang dapat digunakan perusahaan sebagai gambaran awal sebelum menghadapi audit.

1. Sistem Manajemen Mutu

Sistem manajemen mutu menjadi dasar bagaimana perusahaan memastikan seluruh proses pembuatan obat tradisional dikendalikan.

Perusahaan perlu memiliki kebijakan mutu, sasaran mutu, struktur tanggung jawab dan mekanisme pengendalian terhadap proses yang berpengaruh terhadap kualitas produk.

Checklist:

  • Apakah kebijakan mutu sudah tersedia?
  • Apakah tanggung jawab setiap bagian jelas?
  • Apakah terdapat prosedur pengendalian mutu?
  • Apakah risiko mutu telah diperhatikan?
  • Apakah penyimpangan dicatat dan ditindaklanjuti?

Prinsip CPOTB menekankan agar proses pembuatan ditetapkan dengan jelas, dikaji secara sistematis dan mampu menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi secara konsisten.

2. Personalia dan Kompetensi

Dokumen yang bagus tidak akan berjalan tanpa personel yang memahami tugasnya.

Perusahaan perlu memastikan personel yang terlibat dalam produksi, pengawasan mutu, gudang, sanitasi dan fungsi lainnya memiliki kompetensi yang sesuai.

Checklist:

  1. Struktur organisasi tersedia.
  2. Uraian tugas setiap posisi jelas.
  3. Personel memiliki kualifikasi sesuai tanggung jawab.
  4. Program pelatihan tersedia.
  5. Rekaman pelatihan terdokumentasi.
  6. Evaluasi efektivitas pelatihan dilakukan.

BPOM memasukkan personel yang terkualifikasi dan terlatih sebagai salah satu fasilitas penting dalam penerapan CPOTB.

3. Bangunan dan Fasilitas

Kondisi bangunan harus mendukung proses produksi yang terkendali.

Area penerimaan bahan, penyimpanan, produksi, pengemasan, pengawasan mutu dan penyimpanan produk jadi perlu ditata dengan mempertimbangkan alur kegiatan dan risiko kontaminasi.

Checklist:

  • Layout bangunan tersedia.
  • Alur personel jelas.
  • Alur bahan jelas.
  • Area produksi sesuai kebutuhan.
  • Area penyimpanan memadai.
  • Kebersihan ruangan terjaga.
  • Fasilitas pendukung tersedia.
  • Kondisi bangunan dipelihara.

BPOM menegaskan bahwa penerapan CPOTB membutuhkan bangunan dan fasilitas dengan luas yang memadai serta fasilitas yang sesuai dengan kegiatan pembuatan.

4. Peralatan Produksi

Peralatan produksi harus sesuai dengan proses yang dilakukan dan dikelola secara terkendali.

Perusahaan sebaiknya memiliki daftar peralatan, identitas alat, jadwal pemeliharaan dan prosedur penggunaan atau pembersihan sesuai kebutuhan.

Checklist audit:

  1. Daftar peralatan tersedia.
  2. Identitas alat jelas.
  3. Peralatan sesuai kapasitas produksi.
  4. Jadwal pemeliharaan tersedia.
  5. Prosedur pembersihan tersedia.
  6. Rekaman pemeliharaan tersedia.
  7. Status alat dapat diketahui.
  8. Peralatan kritis dikendalikan sesuai persyaratan.

Peralatan yang tidak terawat dapat meningkatkan risiko ketidaksesuaian proses produksi.

5. Sanitasi dan Higiene

Sanitasi dan higiene merupakan salah satu bagian penting dalam penerapan CPOTB.

Perusahaan perlu memiliki program kebersihan yang mencakup personel, bangunan, peralatan dan lingkungan sesuai kebutuhan.

Checklist:

  • SOP sanitasi tersedia.
  • Jadwal pembersihan tersedia.
  • Rekaman pembersihan tersedia.
  • Personel memahami higiene.
  • Pakaian kerja sesuai kebutuhan.
  • Pengendalian hama dilakukan.
  • Fasilitas sanitasi terpelihara.
  • Kondisi lingkungan dipantau sesuai kebutuhan.

Untuk UKOT, BPOM menjelaskan bahwa penerapan CPOTB bertahap dimulai antara lain dengan aspek sanitasi-higiene dan dokumentasi pada tahap awal.

6. Pengendalian Bahan Baku

Bahan baku merupakan bagian penting dari mutu produk akhir.

Perusahaan harus memiliki mekanisme untuk memastikan bahan yang digunakan sesuai spesifikasi dan statusnya jelas sebelum digunakan dalam produksi.

Checklist:

  1. Daftar pemasok tersedia.
  2. Kualifikasi pemasok dilakukan sesuai kebutuhan.
  3. Spesifikasi bahan tersedia.
  4. Penerimaan bahan didokumentasikan.
  5. Status karantina diterapkan.
  6. Bahan yang ditolak dipisahkan.
  7. Penyimpanan sesuai persyaratan.
  8. Sistem pelacakan bahan tersedia.

Konsep karantina dalam CPOTB digunakan untuk memisahkan bahan atau produk yang masih menunggu keputusan apakah dapat digunakan atau harus ditolak.

7. Proses Produksi

Audit juga akan melihat apakah proses produksi dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Mulai dari penimbangan bahan, pengolahan, proses antara, pengemasan hingga produk jadi harus dikendalikan sesuai prosedur perusahaan.

Checklist:

  • Formula tersedia dan terkendali.
  • Instruksi produksi tersedia.
  • Penimbangan dilakukan dengan benar.
  • Identitas bahan dapat ditelusuri.
  • Parameter proses dikendalikan.
  • Hasil produksi dicatat.
  • Penyimpangan ditangani.
  • Produk antara dan produk ruahan diberi status yang jelas.

CPOTB menekankan bahwa proses pembuatan harus ditetapkan secara jelas dan mampu menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan secara konsisten.

8. Pengawasan Mutu

Pengawasan mutu menjadi bagian penting untuk memastikan produk memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Perusahaan perlu memiliki sistem pengambilan sampel, pemeriksaan dan keputusan terhadap bahan maupun produk sesuai persyaratan yang berlaku.

Checklist:

  1. Spesifikasi bahan tersedia.
  2. Spesifikasi produk tersedia.
  3. Metode pemeriksaan terdokumentasi.
  4. Sampel dikelola dengan benar.
  5. Hasil pemeriksaan dicatat.
  6. Produk yang tidak memenuhi persyaratan ditangani.
  7. Laboratorium atau fasilitas pengujian memenuhi ketentuan yang berlaku.

Pengawasan mutu tidak seharusnya hanya dilakukan ketika auditor akan datang. Rekaman harus menunjukkan bahwa aktivitas tersebut memang berlangsung secara rutin.

9. Dokumentasi dan Rekaman

Dokumentasi merupakan salah satu aspek yang sangat sering menjadi perhatian dalam audit.

Dokumen harus terkendali sehingga personel menggunakan versi yang benar. Rekaman juga harus dapat menunjukkan siapa yang melakukan suatu aktivitas, kapan dilakukan dan apa hasilnya.

Checklist:

  • SOP memiliki nomor dokumen.
  • Versi/revisi tercatat.
  • Tanggal berlaku tersedia.
  • Dokumen disetujui pihak berwenang.
  • Dokumen lama dikendalikan.
  • Rekaman mudah ditelusuri.
  • Koreksi rekaman dilakukan sesuai prosedur.
  • Penyimpanan dokumen terkendali.

Khusus untuk UKOT dan UMOT yang menerapkan CPOTB secara bertahap, dokumentasi merupakan bagian yang secara eksplisit menjadi fokus tahapan penerapan.

10. Audit Internal, Keluhan dan Penarikan Produk

Perusahaan perlu memiliki mekanisme untuk mengetahui apakah sistemnya benar-benar berjalan.

Audit internal membantu menemukan kelemahan sebelum menjadi masalah yang lebih besar.

Selain itu, perusahaan perlu memiliki prosedur untuk menangani keluhan, produk kembalian dan penarikan kembali produk apabila diperlukan.

Checklist:

  1. Program audit internal tersedia.
  2. Auditor internal ditetapkan.
  3. Checklist audit tersedia.
  4. Temuan dicatat.
  5. Tindakan koreksi dilakukan.
  6. Efektivitas tindakan diperiksa.
  7. Prosedur keluhan tersedia.
  8. Prosedur recall tersedia.
  9. Rekaman produk kembalian tersedia.
  10. Sistem penelusuran produk berjalan.

Dalam penerapan CPOTB bertahap untuk UKOT, aspek audit internal, keluhan, penarikan kembali, produk kembalian dan kegiatan kontrak termasuk dalam tahapan penerapan berikutnya.

Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan
Checklist Audit Sertifikasi CPOTB yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Contoh Checklist Audit CPOTB dan Keterangannya

Berikut 10 contoh pertanyaan yang dapat digunakan sebagai checklist awal internal perusahaan. Checklist ini bersifat praktis dan bukan pengganti checklist resmi atau penilaian BPOM.

No. Checklist Audit Keterangan
1 Apakah SOP tersedia? Memastikan proses memiliki prosedur tertulis
2 Apakah SOP diterapkan? Membuktikan dokumen bukan sekadar formalitas
3 Apakah personel telah dilatih? Memastikan petugas memahami tanggung jawab
4 Apakah rekaman produksi lengkap? Memastikan proses dapat ditelusuri
5 Apakah bahan baku dikendalikan? Memastikan bahan memiliki status dan spesifikasi jelas
6 Apakah peralatan dipelihara? Menjaga kesiapan dan kondisi alat
7 Apakah sanitasi dilakukan rutin? Mengendalikan kebersihan sarana
8 Apakah pengawasan mutu berjalan? Memastikan bahan dan produk diperiksa sesuai ketentuan
9 Apakah audit internal dilakukan? Menemukan ketidaksesuaian sebelum audit eksternal
10 Apakah CAPA terdokumentasi? Memastikan temuan ditindaklanjuti dan diperbaiki

CPOTB Bertahap untuk UKOT dan UMOT

Tidak semua pelaku usaha obat tradisional memiliki skala dan kemampuan yang sama. Karena itu, BPOM menyediakan mekanisme penerapan CPOTB secara bertahap bagi UKOT dan UMOT.

PerBPOM No. 31 Tahun 2022 secara khusus memberikan petunjuk teknis penerapan aspek CPOTB secara bertahap untuk UKOT dan UMOT. Regulasi tersebut tercatat berlaku dalam database regulasi BPOM.

Dalam laporan BPOM, UKOT dijelaskan memiliki tahapan penerapan yang mencakup sanitasi-higiene dan dokumentasi pada tahap awal, kemudian sistem manajemen mutu, produksi, pengawasan mutu dan penyimpanan, hingga aspek personalia, bangunan, fasilitas, peralatan, audit internal, keluhan, penarikan kembali dan produk kembalian pada tahapan berikutnya.

Hal ini penting dipahami oleh pemilik usaha agar tidak menganggap semua perusahaan harus mempersiapkan dokumen dengan pola yang sama.

Bagaimana Proses Audit Sertifikasi CPOTB?

Secara umum, perusahaan perlu memulai dari identifikasi kebutuhan sertifikasi, menyiapkan sistem, menerapkan prosedur, melakukan evaluasi internal dan kemudian mengajukan sertifikasi melalui mekanisme yang ditetapkan BPOM.

Portal resmi e-Sertifikasi BPOM digunakan dalam layanan sertifikasi elektronik BPOM.

Untuk industri obat tradisional dan industri ekstrak bahan alam, BPOM menjelaskan bahwa sertifikasi CPOTB dinilai melalui audit lapangan terhadap 11 aspek CPOTB. Sertifikat CPOTB berlaku selama 5 tahun dan perpanjangan dilakukan dalam waktu 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir.

Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan jauh sebelum jadwal audit, bukan beberapa hari sebelumnya.

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Persiapan Audit Tidak Optimal

1. SOP Dibuat Hanya untuk Audit

SOP seharusnya menggambarkan proses yang benar-benar dilakukan perusahaan.

2. Tidak Ada Rekaman

SOP menyatakan suatu aktivitas dilakukan, tetapi perusahaan tidak memiliki bukti pelaksanaannya.

3. Dokumen Tidak Konsisten

Nama produk, nama bahan, nomor dokumen atau data perusahaan berbeda antara satu dokumen dengan dokumen lainnya.

4. Personel Tidak Memahami SOP

Dokumen sudah lengkap, tetapi ketika ditanyakan mengenai prosedur, personel tidak dapat menjelaskan prosesnya.

5. Audit Internal Tidak Efektif

Audit internal hanya dilakukan untuk memenuhi checklist tanpa benar-benar mencari ketidaksesuaian.

6. Temuan Tidak Ditindaklanjuti

Perusahaan mengetahui ada masalah, tetapi tidak memiliki bukti tindakan koreksi dan pencegahan.

7. Kondisi Lapangan Berbeda dengan Dokumen

Layout, alur proses, jumlah ruangan atau penggunaan fasilitas tidak sesuai dengan dokumen yang diajukan.

Tips Agar Perusahaan Lebih Siap Menghadapi Audit CPOTB

Gunakan pendekatan “dokumen – penerapan – bukti”.

Artinya, untuk setiap persyaratan, perusahaan harus mampu menjawab tiga pertanyaan:

Apa prosedurnya?
Ada SOP atau dokumen yang menjelaskan proses.

Apakah prosedur dijalankan?
Personel benar-benar mengikuti SOP.

Apa buktinya?
Tersedia rekaman yang menunjukkan penerapan.

Jika salah satu dari tiga bagian tersebut tidak tersedia, area tersebut layak menjadi prioritas dalam persiapan audit.

Jasa Pendampingan Sertifikasi CPOTB

Persiapan sertifikasi CPOTB dapat cukup kompleks, khususnya bagi perusahaan yang baru membangun sistem mutu. Pendampingan profesional dapat membantu melakukan gap assessment, penyusunan dokumen, SOP, persiapan rekaman, evaluasi kesiapan dan pendampingan proses sertifikasi.

Keunggulan layanan kami:

  • Proses cepat: hanya 10 hari kerja untuk proses layanan/pendampingan yang menjadi ruang lingkup jasa.
  • Berpengalaman: sejak tahun 2011.
  • Terpercaya: +2.000 izin edar telah terbit.
  • Aman & resmi: proses pendampingan dilakukan melalui prosedur dan kanal resmi yang berlaku.
  • Garansi: 100% uang kembali sesuai syarat dan ketentuan layanan.

Catatan penting: target “10 hari kerja” merupakan target layanan pendampingan, bukan jaminan bahwa BPOM menerbitkan sertifikat CPOTB dalam 10 hari. Jadwal audit, evaluasi, perbaikan/CAPA dan keputusan sertifikasi tetap mengikuti proses BPOM.

Untuk proses sertifikasi, gunakan e-Sertifikasi BPOM sebagai kanal resmi yang relevan.

Layanan Pendukung untuk Perusahaan

Persiapan CPOTB sering berjalan bersamaan dengan kebutuhan legalitas dan perlindungan bisnis lainnya.

Untuk pendirian badan usaha, Anda dapat melihat Jasa Pendirian PT Perusahaan.

Untuk perlindungan nama dan identitas bisnis, tersedia Jasa Daftar Merek HAKI.

Sedangkan untuk kebutuhan sertifikasi halal, informasi layanan dapat dilihat melalui Sertifikasi Halal.

Ketiga proses tersebut memiliki dasar persyaratan dan instansi yang berbeda dari sertifikasi CPOTB, sehingga dokumen perlu dipersiapkan sesuai tujuan masing-masing.

Kesimpulan

Checklist audit sertifikasi CPOTB yang wajib dipenuhi perusahaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen. Perusahaan harus memastikan sistem benar-benar diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.

Mulai dari sistem manajemen mutu, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, sanitasi-higiene, bahan baku, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, hingga audit internal dan penanganan keluhan/recall, setiap aspek perlu memiliki prosedur dan bukti penerapan yang dapat ditelusuri. BPOM menyebut penilaian sertifikasi CPOTB dilakukan melalui audit lapangan terhadap 11 aspek CPOTB.

Untuk UKOT dan UMOT, tersedia pula skema CPOTB secara bertahap yang diatur melalui PerBPOM No. 31 Tahun 2022.

Jadi, prinsip paling sederhana dalam mempersiapkan audit adalah:

Bukan hanya “punya dokumen”, tetapi “dokumennya benar, diterapkan, dan ada buktinya”.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Checklist Audit Sertifikasi CPOTB

1. Apa itu audit CPOTB?

Audit CPOTB adalah proses penilaian terhadap penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik pada sarana produksi obat tradisional.

2. Apa saja yang diperiksa saat audit?

BPOM menyebut sertifikasi CPOTB dinilai melalui audit lapangan terhadap 11 aspek CPOTB.

3. Apakah SOP wajib dalam CPOTB?

Ya. Dokumentasi dan prosedur merupakan bagian penting dalam penerapan CPOTB.

4. Apakah rekaman produksi harus tersedia?

Ya. Rekaman diperlukan sebagai bukti bahwa proses yang ditetapkan memang telah dilaksanakan.

5. Apakah audit internal diperlukan?

Audit internal merupakan salah satu aspek penerapan CPOTB, khususnya dalam tahapan penerapan yang relevan bagi pelaku usaha.

6. Apa itu CPOTB bertahap?

CPOTB bertahap merupakan mekanisme penerapan aspek CPOTB secara bertahap yang ditujukan antara lain bagi UKOT dan UMOT.

7. Apakah semua perusahaan harus menerapkan CPOTB dengan tahapan yang sama?

Tidak. Skema dan tahapan dapat berbeda sesuai kategori usaha dan ketentuan yang berlaku.

8. Berapa lama sertifikat CPOTB berlaku?

BPOM menyebut sertifikat CPOTB berlaku selama 5 tahun, dengan perpanjangan dilakukan dalam waktu 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir.

9. Apakah dokumen saja cukup untuk lulus audit?

Tidak. Dokumen harus mencerminkan sistem yang benar-benar diterapkan di sarana produksi.

10. Di mana pengajuan sertifikasi CPOTB dilakukan?

Pelaku usaha dapat menggunakan sistem e-Sertifikasi BPOM sesuai mekanisme layanan yang berlaku.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu Tradisional

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu Tradisional

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu Tradisional – Industri jamu tradisional memiliki peluang pasar yang besar, tetapi pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan resep turun-temurun dan kualitas bahan baku. Ketika usaha ingin berkembang menjadi industri yang lebih terstruktur, aspek Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan.

CPOTB merupakan seluruh aspek kegiatan pembuatan obat tradisional yang bertujuan memastikan produk senantiasa memenuhi persyaratan mutu sesuai tujuan penggunaannya. BPOM menjelaskan bahwa Sertifikat CPOTB merupakan bukti bahwa industri atau usaha obat tradisional telah memenuhi persyaratan teknis CPOTB untuk bentuk sediaan tertentu.

Saat ini, penerapan CPOTB antara lain mengacu pada PerBPOM Nomor 25 Tahun 2021, sementara sertifikasinya mengacu pada PerBPOM Nomor 14 Tahun 2021. BPOM juga sedang melakukan proses revisi PerBPOM Nomor 14 Tahun 2021 untuk menyesuaikan perkembangan regulasi dan bentuk sediaan obat bahan alam.

Bagi pemilik industri jamu yang baru memulai, memahami persyaratan sejak awal dapat membantu mempersiapkan fasilitas, SDM, SOP, dokumentasi, dan sistem mutu secara lebih terarah.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, yaitu standar yang mengatur berbagai aspek dalam proses pembuatan obat tradisional agar mutu produk dapat dijaga secara konsisten. CPOTB bukan sekadar pemeriksaan kebersihan ruang produksi, tetapi mencakup sistem yang lebih luas dari pengelolaan bahan baku sampai pengawasan produk.

Dalam penerapannya, BPOM mencantumkan 16 aspek CPOTB, yaitu:

  1. Sistem mutu industri obat tradisional.
  2. Personalia.
  3. Bangunan dan fasilitas.
  4. Peralatan.
  5. Produksi.
  6. Penyimpanan dan pengiriman.
  7. Pengawasan mutu.
  8. Inspeksi diri, audit mutu, dan audit persetujuan pemasok.
  9. Keluhan dan penarikan produk.
  10. Dokumentasi.
  11. Kegiatan alih daya.
  12. Kualifikasi dan validasi.
  13. Sistem komputerisasi.
  14. Pembuatan bahan aktif obat tradisional yang baik.
  15. Sampel pembanding dan sampel pertinggal.
  16. Manajemen risiko mutu.

Artinya, sertifikasi CPOTB untuk industri jamu harus dipersiapkan sebagai sistem yang terintegrasi, bukan sekadar mengumpulkan dokumen untuk pengajuan.

Mengapa Industri Jamu Membutuhkan Sertifikasi CPOTB?

Bagi industri jamu, penerapan CPOTB berkaitan langsung dengan bagaimana produk dibuat secara konsisten dan bagaimana mutu dikendalikan. BPOM menyebut bahwa IOT dan IEBA wajib menerapkan CPOTB dalam pembuatan obat tradisional.

Bagi pemilik usaha, persiapan CPOTB juga dapat menjadi momentum untuk membangun sistem produksi yang lebih tertib.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kualitas bahan baku harus dikendalikan.
  • Proses produksi harus mempunyai prosedur yang jelas.
  • Personalia harus mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sesuai.
  • Bangunan dan fasilitas harus mendukung proses produksi.
  • Dokumentasi harus dapat ditelusuri.
  • Pengawasan mutu harus berjalan.
  • Keluhan dan penarikan produk harus memiliki prosedur.
  • Risiko mutu perlu diidentifikasi dan dikendalikan.

Dengan sistem tersebut, industri jamu tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memiliki mekanisme untuk menjaga mutu produk secara konsisten.

Contoh Produk atau Bentuk Sediaan Industri Jamu dan Keterangannya

Jenis produk dan bentuk sediaan akan memengaruhi persiapan fasilitas, proses produksi, dokumen, serta ruang lingkup sertifikasi. Berikut contoh yang dapat menjadi gambaran bagi pelaku usaha.

1. Jamu Cair

Jamu cair merupakan bentuk sediaan yang menggunakan bahan atau ramuan obat tradisional dalam bentuk cair. Industri perlu memperhatikan proses ekstraksi, pencampuran, pengisian, penyimpanan, serta pengawasan mutu sesuai karakter produknya.

2. Jamu Serbuk

Jamu serbuk banyak digunakan karena relatif praktis dalam penyimpanan dan penggunaannya. Proses produksi perlu mengendalikan bahan baku, pengeringan atau pengolahan, pencampuran, pengayakan, hingga pengemasan.

3. Jamu Kapsul

Kapsul merupakan bentuk sediaan yang membutuhkan pengendalian lebih rinci terhadap bahan serbuk, keseragaman pengisian, proses pengemasan, dan pengawasan mutu.

Untuk pelaku usaha, penting memastikan fasilitas dan peralatan benar-benar sesuai dengan bentuk sediaan yang diajukan.

4. Jamu Tablet

Jamu tablet membutuhkan proses seperti pencampuran bahan, pembentukan tablet, pemeriksaan karakteristik tablet, hingga pengemasan.

Karena prosesnya melibatkan peralatan produksi tertentu, aspek fasilitas, peralatan, dokumentasi, dan validasi perlu dipersiapkan sesuai kebutuhan.

5. Jamu Pil

Pil merupakan salah satu bentuk sediaan obat tradisional. Industri perlu memiliki prosedur yang mengatur pengolahan bahan, pembentukan, pengeringan bila diperlukan, pengawasan mutu, serta pengemasan.

6. Cairan Obat Luar

Produk cairan obat luar mempunyai karakter penggunaan yang berbeda dengan obat tradisional yang dikonsumsi. Proses produksinya perlu memperhatikan bahan, kebersihan, fasilitas, pengemasan, dan informasi produk.

7. Parem

Parem merupakan bentuk obat tradisional yang digunakan secara luar. Fasilitas produksi, proses pencampuran bahan, pengemasan, penyimpanan, dan pengawasan mutunya harus disesuaikan dengan karakter produk.

8. Pilis

Pilis merupakan sediaan obat tradisional untuk penggunaan luar tertentu. Industri perlu memastikan proses pembuatan dan pengemasannya mempunyai prosedur yang terdokumentasi.

9. Tapel

Tapel termasuk salah satu bentuk sediaan obat tradisional yang memerlukan pengendalian proses produksi dan mutu sesuai karakteristik produk.

10. Produk Ekstrak Bahan Alam

Produk berbasis ekstrak membutuhkan perhatian terhadap sumber bahan, proses ekstraksi, pengendalian mutu bahan, penyimpanan, serta konsistensi proses.

Catatan penting: daftar di atas merupakan contoh bentuk produk/sediaan, bukan berarti seluruh produk tersebut otomatis memiliki persyaratan CPOTB yang identik. Ruang lingkup sertifikasi ditentukan berdasarkan kegiatan, fasilitas, bentuk sediaan, dan ketentuan yang berlaku.

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu Tradisional
Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu Tradisional

Persyaratan CPOTB untuk Industri Jamu

Salah satu alasan pengurusan sertifikasi CPOTB membutuhkan persiapan adalah karena BPOM tidak hanya melihat satu dokumen. Penerapan CPOTB mencakup sistem mutu, fasilitas, produksi, personel, dokumentasi, dan pengawasan.

Beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan oleh industri jamu meliputi:

  1. Legalitas dan perizinan usaha.
  2. Bangunan dan fasilitas produksi.
  3. Peralatan produksi.
  4. Personalia dan penanggung jawab.
  5. Sistem mutu.
  6. SOP produksi.
  7. SOP sanitasi dan higiene.
  8. Dokumentasi produksi.
  9. Pengawasan mutu.
  10. Prosedur keluhan dan penarikan produk.

Untuk perusahaan yang belum memiliki badan usaha, legalitas perusahaan sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu. Informasi pendampingan dapat dilihat melalui Jasa Pendirian PT Perusahaan.

Aspek CPOTB yang Harus Dipersiapkan

Penerapan CPOTB tidak berhenti pada ruangan produksi. BPOM menjelaskan terdapat 16 aspek yang menjadi bagian penerapan CPOTB untuk IOT dan IEBA.

1. Sistem Mutu

Industri harus mempunyai sistem yang memastikan mutu produk dikendalikan secara konsisten.

2. Personalia

Tugas, tanggung jawab, kompetensi, dan pelatihan personel harus dikelola dengan baik.

3. Bangunan dan Fasilitas

Bangunan harus mendukung kegiatan produksi dan membantu mencegah kontaminasi maupun kesalahan proses.

4. Peralatan

Peralatan produksi dan pengawasan mutu harus sesuai dengan kebutuhan proses.

5. Produksi

Setiap tahapan produksi harus memiliki prosedur yang jelas dan terdokumentasi.

6. Penyimpanan dan Pengiriman

Bahan dan produk harus disimpan serta dikirim dengan kondisi yang sesuai.

7. Pengawasan Mutu

Industri harus mempunyai sistem untuk memastikan bahan dan produk memenuhi persyaratan mutu.

8. Inspeksi Diri dan Audit

Evaluasi internal diperlukan untuk melihat apakah sistem berjalan sesuai prosedur.

9. Keluhan dan Penarikan

Industri perlu memiliki mekanisme menangani keluhan dan melakukan penarikan produk jika diperlukan.

10. Dokumentasi

Dokumen menjadi bagian penting dalam memastikan setiap proses dapat ditelusuri.

11. Alih Daya

Kegiatan yang dialihdayakan perlu dikendalikan dan mempunyai pengaturan yang jelas.

12. Kualifikasi dan Validasi

Fasilitas, peralatan, proses, atau sistem tertentu perlu dikualifikasi atau divalidasi sesuai kebutuhan.

13. Sistem Komputerisasi

Sistem komputer yang digunakan dalam kegiatan yang terkait mutu perlu dikelola sesuai ketentuan.

14. Bahan Aktif

Pembuatan bahan aktif obat tradisional mempunyai aspek pengendalian tersendiri.

15. Sampel Pembanding dan Sampel Pertinggal

Pengelolaan sampel perlu dilakukan sesuai persyaratan yang berlaku.

16. Manajemen Risiko Mutu

Risiko yang dapat memengaruhi mutu produk perlu diidentifikasi, dinilai, dan dikendalikan.

Cara Mengurus Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu

Bagi pemula, proses sebaiknya dimulai dari gap assessment, yaitu membandingkan kondisi fasilitas dan sistem perusahaan dengan persyaratan CPOTB.

Tahapannya secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:

Identifikasi usaha → persiapan legalitas → penentuan bentuk sediaan → pemeriksaan fasilitas → penyusunan SOP → penerapan sistem mutu → persiapan dokumen → pengajuan sertifikasi → evaluasi/inspeksi → perbaikan bila diperlukan → sertifikat.

BPOM menyediakan sistem e-Sertifikasi sebagai bagian dari layanan sertifikasi. Situs tersebut saat ini juga menampilkan informasi mengenai alur sertifikasi Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik dan layanan terkait industri obat bahan alam.

Pemohon dapat mengakses e-Sertifikasi BPOM untuk memperoleh informasi dan menggunakan layanan elektronik yang tersedia.

Dokumen yang Perlu Dipersiapkan

Dokumen merupakan salah satu fondasi dalam penerapan CPOTB. Dokumentasi bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pengajuan, tetapi juga menjadi bukti bahwa sistem perusahaan benar-benar diterapkan.

Beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Dokumen legalitas perusahaan.
  • Data fasilitas produksi.
  • Denah bangunan.
  • Struktur organisasi.
  • Uraian tugas.
  • SOP produksi.
  • SOP sanitasi dan higiene.
  • SOP pengawasan mutu.
  • SOP penyimpanan.
  • SOP penanganan keluhan.
  • SOP penarikan produk.
  • Dokumen kualifikasi dan validasi sesuai kebutuhan.
  • Dokumen pengadaan dan pengendalian bahan baku.
  • Catatan produksi.
  • Catatan pengawasan mutu.
  • Dokumentasi pelatihan personel.

Dokumen harus dibuat sesuai kondisi nyata perusahaan. Jangan membuat SOP yang ideal di atas kertas tetapi tidak dapat diterapkan di fasilitas produksi.

Peran Personalia dalam Penerapan CPOTB

CPOTB tidak dapat berjalan hanya dengan menyediakan bangunan dan mesin. Kompetensi personel juga menjadi bagian penting.

BPOM menyediakan pedoman yang menjelaskan aspek personalia, termasuk organisasi, kualifikasi, tanggung jawab, dan pelatihan. Pada salah satu panduan BPOM untuk usaha obat tradisional, misalnya, kualifikasi formal PJT tertentu disebut memerlukan latar belakang D3 Farmasi dan pelatihan serta pengalaman yang sesuai.

Karena kebutuhan setiap kategori usaha dapat berbeda, penanggung jawab dan struktur organisasi sebaiknya ditentukan berdasarkan bentuk usaha, ruang lingkup kegiatan, serta ketentuan yang berlaku.

Bangunan dan Fasilitas Industri Jamu

Bangunan produksi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan sejak awal. Tata letak harus mendukung alur kegiatan dan meminimalkan risiko kontaminasi atau kesalahan.

Sebelum melakukan renovasi atau membangun fasilitas, perusahaan sebaiknya menyusun konsep tata ruang berdasarkan proses produksi yang sebenarnya.

Beberapa area yang dapat perlu dipertimbangkan, sesuai kegiatan dan skala fasilitas, antara lain:

  1. Area penerimaan bahan.
  2. Area penyimpanan bahan.
  3. Area pengolahan.
  4. Area produksi.
  5. Area pengawasan mutu.
  6. Area penyimpanan produk jadi.
  7. Area pengemasan.
  8. Area pencucian/peralatan.
  9. Area administrasi dan dokumentasi.
  10. Area pendukung lainnya.

Jangan hanya mengejar tampilan ruangan yang terlihat bersih. Tata letak harus mendukung alur proses dan pengendalian mutu.

Berapa Biaya Sertifikasi CPOTB?

Biaya sertifikasi perlu dibedakan antara PNBP BPOM dan biaya persiapan atau pendampingan perusahaan.

Data tarif BPOM yang tersedia saat ini mencantumkan untuk Industri Obat Tradisional (IOT) permohonan baru Sertifikasi CPOTB sebesar Rp5.000.000 per sertifikat per bentuk sediaan. Untuk perpanjangan setiap lima tahun tercantum Rp3.000.000 per sertifikat per bentuk sediaan. Untuk Usaha Kecil Obat Tradisional, permohonan baru tercantum Rp1.500.000 per sertifikat per bentuk sediaan.

Selain PNBP, perusahaan dapat mempunyai biaya lain untuk:

  • Renovasi atau penyesuaian fasilitas.
  • Pengadaan peralatan.
  • Pengujian laboratorium.
  • Penyusunan dokumen.
  • Pelatihan personel.
  • Validasi/kualifikasi.
  • Pendampingan profesional.

Karena itu, biaya sertifikasi CPOTB tidak sama dengan total biaya mempersiapkan industri agar memenuhi CPOTB.

Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB?

Lama proses tidak sebaiknya dijanjikan hanya berdasarkan jumlah hari layanan konsultan. Durasi dapat dipengaruhi oleh kesiapan fasilitas, kelengkapan dokumen, hasil evaluasi, perbaikan, dan tahapan pemeriksaan yang berlaku.

Karena itu, apabila ada penyedia jasa yang menyebut “10 hari kerja”, angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai target waktu layanan internal atau pendampingan, bukan jaminan bahwa Sertifikat CPOTB BPOM pasti terbit dalam 10 hari.

Hal yang lebih penting adalah memastikan perusahaan sudah siap menghadapi evaluasi dan dapat memenuhi persyaratan teknis.

Apa Bedanya CPOTB dengan Izin Edar Jamu?

CPOTB dan izin edar merupakan dua hal yang berkaitan tetapi tidak sama.

CPOTB berhubungan dengan penerapan cara pembuatan yang baik pada fasilitas/usaha, sedangkan izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk diedarkan setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

BPOM dalam materi regulasinya menempatkan penerapan CPOTB sebagai salah satu unsur dalam sistem pengawasan obat bahan alam, bersama persyaratan keamanan dan mutu, penandaan, serta registrasi izin edar.

Karena itu, pemilik industri jamu perlu menyusun strategi perizinan secara menyeluruh, bukan hanya mengejar satu sertifikat.

Apakah Merek Jamu Juga Perlu Dilindungi?

Selain aspek BPOM, nama produk atau brand jamu juga merupakan aset bisnis yang dapat dipertimbangkan untuk dilindungi melalui pendaftaran merek.

Misalnya, perusahaan telah mengeluarkan biaya untuk desain logo, kemasan, promosi, marketplace, dan membangun pelanggan. Merek yang digunakan secara konsisten dapat menjadi bagian dari identitas bisnis.

Untuk kebutuhan tersebut, Anda dapat mempelajari Jasa Daftar Merek HAKI.

Dengan begitu, pengembangan industri jamu dapat dipersiapkan dari dua sisi:

Kepatuhan produk dan fasilitas → BPOM/CPOTB

Perlindungan identitas bisnis → Merek/HAKI

Apakah Industri Jamu Membutuhkan Sertifikasi Halal?

Ketentuan halal perlu dilihat berdasarkan kategori produk, bahan, proses, serta regulasi yang berlaku. Industri jamu yang ingin memasarkan produk dengan pemenuhan aspek halal sebaiknya melakukan pemeriksaan terhadap status kewajibannya dan persyaratan sertifikasi.

Sertifikasi halal juga dapat menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sistem pengendalian bahan dan proses.

Informasi layanan dapat dipelajari melalui Sertifikasi Halal.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengurus CPOTB

Persiapan CPOTB sering terhambat bukan karena perusahaan tidak memiliki fasilitas, tetapi karena fasilitas dan sistemnya belum konsisten.

Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari:

  1. Membuat SOP tetapi tidak diterapkan.
  2. Denah tidak sesuai dengan kondisi bangunan.
  3. Peralatan belum memiliki dokumentasi yang memadai.
  4. Tugas personel tidak jelas.
  5. Pelatihan tidak terdokumentasi.
  6. Pengawasan mutu belum berjalan.
  7. Dokumentasi produksi tidak lengkap.
  8. Tidak mempunyai prosedur penanganan keluhan.
  9. Tidak mempunyai sistem penarikan produk.
  10. Tidak melakukan evaluasi internal secara berkala.

CPOTB menempatkan dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, inspeksi diri, keluhan, validasi, dan manajemen risiko sebagai bagian dari sistem yang saling berkaitan.

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu

Bagi pemilik industri jamu yang belum memahami seluruh aspek CPOTB, pendampingan dapat membantu memetakan kebutuhan sebelum pengajuan dilakukan.

Pendampingan dapat mencakup:

  • Konsultasi awal mengenai CPOTB.
  • Identifikasi kebutuhan fasilitas.
  • Review dokumen.
  • Penyusunan atau review SOP.
  • Penyusunan checklist kesiapan.
  • Pendampingan persiapan pengajuan.
  • Pendampingan menghadapi tahapan evaluasi.
  • Pendampingan perbaikan apabila terdapat temuan.

Namun, perlu dipahami bahwa jasa konsultan tidak menggantikan kewenangan BPOM. Sertifikat CPOTB tetap diterbitkan oleh otoritas yang berwenang setelah persyaratan terpenuhi.

Keunggulan Layanan PERMATAMAS

PERMATAMAS menyediakan pendampingan untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan kebutuhan perizinan secara lebih terstruktur.

Proses cepat

Target proses layanan hingga 10 hari kerja, bergantung pada kelengkapan data, dokumen, fasilitas, dan ruang lingkup pekerjaan.

Berpengalaman

Berpengalaman sejak tahun 2011 dalam pendampingan berbagai kebutuhan perizinan usaha.

Terpercaya

Memiliki pengalaman menangani lebih dari 2.000 izin edar.

Aman & melalui prosedur resmi

Pendampingan diarahkan pada prosedur dan sistem resmi instansi yang berwenang. Klaim “terdaftar sistem Kemenkes RI” perlu dipahami secara tepat karena CPOTB merupakan ranah BPOM, bukan Kementerian Kesehatan.

Garansi

Tersedia garansi 100% uang kembali sesuai syarat dan ketentuan layanan.

Kesimpulan

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Industri Jamu Tradisional dapat membantu pemilik usaha mempersiapkan berbagai aspek yang diperlukan sebelum mengajukan sertifikasi. CPOTB bukan hanya mengenai kebersihan ruang produksi, tetapi mencakup sistem mutu, personalia, bangunan, peralatan, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, keluhan, penarikan produk, validasi, sistem komputerisasi, hingga manajemen risiko mutu.

Untuk industri jamu, langkah awal yang penting adalah menentukan bentuk usaha dan bentuk sediaan, memastikan legalitas perusahaan, mempersiapkan fasilitas, menunjuk personel yang sesuai, menyusun SOP, menerapkan sistem mutu, dan melakukan evaluasi kesiapan sebelum pengajuan.

Regulasi CPOTB yang berlaku saat ini perlu selalu diperiksa karena BPOM sedang melakukan proses revisi PerBPOM Nomor 14 Tahun 2021 untuk menyesuaikan perkembangan regulasi dan bentuk sediaan obat bahan alam.

Untuk pengajuan dan informasi layanan elektronik, pelaku usaha dapat mengakses e-Sertifikasi BPOM.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Jasa Sertifikasi CPOTB

1. Apa itu CPOTB?

CPOTB adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, yaitu sistem yang mengatur berbagai aspek pembuatan obat tradisional agar produk memenuhi persyaratan mutu sesuai tujuan penggunaannya.

2. Apakah industri jamu wajib menerapkan CPOTB?

BPOM menyatakan IOT dan IEBA wajib menerapkan CPOTB dalam pembuatan obat tradisional. Persyaratan untuk usaha obat tradisional lainnya mengikuti ketentuan yang berlaku berdasarkan kategori usahanya.

3. Apa perbedaan CPOTB dan izin edar?

CPOTB berkaitan dengan penerapan cara pembuatan yang baik, sedangkan izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk diedarkan.

4. Apa saja aspek yang diperiksa dalam CPOTB?

Aspeknya mencakup sistem mutu, personalia, bangunan, peralatan, produksi, penyimpanan, pengawasan mutu, dokumentasi, validasi, keluhan, penarikan produk, dan manajemen risiko, antara lainnya.

5. Berapa biaya sertifikasi CPOTB?

Tarif PNBP BPOM yang tercantum saat ini untuk permohonan baru IOT adalah Rp5 juta per sertifikat per bentuk sediaan, sedangkan UKOT tercantum Rp1,5 juta per sertifikat per bentuk sediaan.

6. Apakah perusahaan baru dapat mengurus CPOTB?

Dapat dipersiapkan sesuai kategori usaha, legalitas, fasilitas, bentuk sediaan, dan persyaratan yang berlaku.

7. Apakah jamu kapsul membutuhkan CPOTB?

Bentuk sediaan kapsul termasuk bentuk sediaan yang perlu diperhatikan dalam penentuan ruang lingkup sertifikasi dan kesiapan fasilitas.

8. Apakah CPOTB bisa diurus secara online?

BPOM menyediakan sistem e-Sertifikasi untuk layanan sertifikasi tertentu, termasuk layanan pada bidang obat bahan alam.

9. Apakah jasa konsultan menjamin sertifikat CPOTB pasti terbit?

Tidak. Konsultan dapat membantu persiapan dan pendampingan, tetapi penerbitan sertifikat merupakan kewenangan BPOM setelah persyaratan terpenuhi.

10. Apakah CPOTB perlu diperpanjang?

Ya, pengelolaan sertifikat perlu memperhatikan masa berlaku dan ketentuan perpanjangan yang berlaku untuk jenis sertifikat dan usaha terkait. Tarif BPOM saat ini mencantumkan layanan perpanjangan Sertifikat CPOTB setiap lima tahun untuk IOT dan UKOT.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Sertifikasi CPOTB Proses Lengkap Sesuai Ketentuan BPOM

Jasa Sertifikasi CPOTB Proses Lengkap Sesuai Ketentuan BPOM

Jasa Sertifikasi CPOTB Proses Lengkap Sesuai Ketentuan BPOM – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk herbal dan bahan alam. Jamu, obat herbal terstandar, hingga produk berbahan alam lainnya kini memiliki pasar yang semakin luas. Namun, di balik peluang tersebut, pelaku usaha perlu memastikan bahwa proses produksi dilakukan dengan standar yang memenuhi ketentuan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

CPOTB bukan sekadar kelengkapan administratif. Penerapannya berkaitan dengan bagaimana perusahaan mengendalikan proses produksi, bahan baku, fasilitas, peralatan, personel, sanitasi, dokumentasi, hingga pengawasan mutu. Karena itu, persiapan yang kurang matang dapat membuat proses sertifikasi menjadi lebih rumit.

Bagi perusahaan yang baru membangun fasilitas produksi obat tradisional, memahami alur sertifikasi sejak awal sangat penting. Kesalahan dalam menyiapkan dokumen, fasilitas, atau prosedur kerja dapat menimbulkan temuan ketika dilakukan pemeriksaan.

Melalui jasa sertifikasi CPOTB, perusahaan dapat memperoleh pendampingan untuk mempersiapkan berbagai aspek yang diperlukan sebelum mengajukan proses sertifikasi. Tujuannya bukan menjanjikan kelulusan, tetapi membantu perusahaan lebih siap memenuhi persyaratan dan menghadapi proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB merupakan pedoman yang digunakan untuk memastikan obat tradisional dibuat secara konsisten dengan memenuhi persyaratan mutu dan tujuan penggunaannya. Penerapan CPOTB mencakup berbagai aspek yang saling berhubungan, mulai dari bahan yang digunakan hingga produk jadi.

Bagi produsen obat tradisional, penerapan CPOTB menjadi bagian penting dalam membangun sistem produksi yang terkontrol. Perusahaan tidak cukup hanya memiliki bangunan produksi, tetapi juga perlu mempunyai sistem dokumentasi dan prosedur yang dapat dibuktikan penerapannya.

Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Sistem mutu dan manajemen produksi.
  2. Personel yang kompeten dan memiliki tanggung jawab jelas.
  3. Bangunan dan fasilitas produksi yang sesuai.
  4. Peralatan produksi dan pengawasan mutu.
  5. Sanitasi dan higiene.
  6. Pengelolaan bahan baku dan bahan kemas.
  7. Proses produksi dan pengawasan selama proses.
  8. Dokumentasi serta pencatatan yang dapat ditelusuri.

Dengan memahami aspek tersebut sejak awal, perusahaan dapat mengurangi risiko adanya ketidaksesuaian ketika dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Mengapa Sertifikasi CPOTB Penting bagi Produsen Obat Tradisional?

Sertifikasi CPOTB menunjukkan bahwa perusahaan telah mempersiapkan sistem produksi berdasarkan prinsip Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Penerapan standar ini membantu perusahaan menjaga konsistensi proses sekaligus memberikan dasar pengendalian mutu produk.

Dalam praktiknya, perusahaan juga perlu memastikan bahwa prosedur yang tertulis benar-benar diterapkan. Salah satu masalah yang dapat terjadi adalah dokumen terlihat lengkap, tetapi praktik di lapangan berbeda dengan SOP yang telah dibuat.

Karena itu, perusahaan perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Kualitas bahan baku, termasuk penerimaan, pemeriksaan, penyimpanan, dan status penggunaannya.
  • Kebersihan fasilitas, termasuk sanitasi ruangan dan peralatan.
  • Kompetensi personel, terutama personel yang memiliki tanggung jawab terhadap produksi dan mutu.
  • Dokumentasi, sehingga setiap proses dapat ditelusuri dan dibuktikan.

Sertifikasi CPOTB sebaiknya tidak dipandang sebagai proses administratif semata. Penerapan sistem yang baik justru dapat membantu perusahaan membangun proses produksi yang lebih tertib dan konsisten.

Jasa Sertifikasi CPOTB Membantu Persiapan Perusahaan

Persiapan sertifikasi CPOTB dapat menjadi pekerjaan yang cukup kompleks, terutama bagi perusahaan yang baru pertama kali mempersiapkan fasilitas produksi obat tradisional. Banyak aspek harus diperiksa secara bersamaan agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara dokumen, fasilitas, dan pelaksanaan di lapangan.

Melalui jasa sertifikasi CPOTB, perusahaan dapat melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pengajuan atau pemeriksaan. Evaluasi tersebut membantu mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperbaiki.

Pendampingan dapat mencakup beberapa pekerjaan berikut:

  1. Evaluasi kesiapan perusahaan dan fasilitas.
  2. Identifikasi gap terhadap persyaratan CPOTB.
  3. Penyusunan dan penyesuaian SOP.
  4. Persiapan dokumen pendukung.
  5. Evaluasi penerapan sistem mutu.
  6. Persiapan personel menghadapi pemeriksaan.
  7. Pendampingan perbaikan atas temuan atau kekurangan.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak hanya mengejar kelengkapan dokumen, tetapi juga mempersiapkan penerapan sistem secara nyata.

Jasa Sertifikasi CPOTB Proses Lengkap Sesuai Ketentuan BPOM
Jasa Sertifikasi CPOTB Proses Lengkap Sesuai Ketentuan BPOM

Proses Sertifikasi CPOTB dari Awal sampai Siap Pemeriksaan

Setiap perusahaan dapat memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda. Karena itu, proses pendampingan sebaiknya dimulai dengan melihat kondisi aktual perusahaan, bukan langsung membuat dokumen secara umum.

1. Konsultasi dan Identifikasi Kebutuhan

Tahap pertama adalah memahami profil perusahaan, jenis produk yang akan diproduksi, kondisi fasilitas, sistem produksi, serta status legalitas yang sudah dimiliki.

Dari informasi tersebut dapat ditentukan bagian mana yang sudah siap dan bagian mana yang masih membutuhkan perbaikan.

2. Gap Analysis CPOTB

Gap analysis dilakukan untuk membandingkan kondisi perusahaan dengan persyaratan yang perlu dipenuhi. Tahap ini penting karena dapat membantu perusahaan mengetahui potensi masalah sejak awal.

Hasil evaluasi biasanya menjadi dasar penyusunan rencana perbaikan.

3. Penyusunan dan Penyesuaian Dokumen

Setelah mengetahui kekurangan, perusahaan dapat mulai menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Dokumen harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan dan proses produksi yang benar-benar dilakukan.

Beberapa dokumen yang perlu diperhatikan antara lain SOP, instruksi kerja, formulir pencatatan, dokumen pengawasan mutu, serta dokumentasi terkait proses produksi.

4. Evaluasi Fasilitas dan Peralatan

Dokumen yang baik harus didukung fasilitas yang sesuai. Karena itu, kondisi bangunan, ruangan, alur personel, alur bahan, peralatan, kebersihan, dan sistem penyimpanan perlu dievaluasi.

5. Simulasi dan Persiapan Pemeriksaan

Sebelum pemeriksaan, perusahaan dapat melakukan simulasi internal. Tujuannya untuk memastikan personel memahami prosedur dan dapat menunjukkan bukti penerapan ketika diperlukan.

6. Pengajuan dan Proses Evaluasi

Setelah persiapan dianggap memadai, perusahaan dapat mengikuti proses pengajuan dan evaluasi sesuai mekanisme serta ketentuan BPOM yang berlaku.

Dokumen yang Perlu Dipersiapkan untuk CPOTB

Dokumen menjadi salah satu komponen penting dalam sistem CPOTB. Dokumentasi harus dibuat secara sistematis sehingga kegiatan yang dilakukan perusahaan dapat dibuktikan dan ditelusuri.

Dokumen yang perlu dipersiapkan dapat mencakup:

  • Profil perusahaan dan dokumen legalitas.
  • Struktur organisasi.
  • Uraian tugas dan tanggung jawab personel.
  • SOP produksi.
  • SOP pengawasan mutu.
  • SOP sanitasi dan higiene.
  • SOP penerimaan dan penyimpanan bahan.
  • Dokumen proses produksi.
  • Dokumen pengujian dan pengawasan mutu.
  • Formulir pencatatan kegiatan.
  • Dokumen terkait keluhan dan penanganan produk.
  • Dokumentasi pelatihan personel.

Daftar tersebut bukan berarti seluruh perusahaan memiliki kebutuhan dokumen yang sama. Jenis dan kedalaman dokumen perlu disesuaikan dengan kegiatan, skala fasilitas, produk, dan persyaratan yang berlaku.

Fasilitas Produksi Juga Harus Dipersiapkan

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah perusahaan terlalu fokus pada dokumen tetapi kurang memperhatikan kondisi fasilitas.

Padahal, penerapan CPOTB berkaitan erat dengan kemampuan fasilitas dalam mendukung proses produksi yang higienis, terkontrol, dan dapat mencegah terjadinya kontaminasi maupun kesalahan proses.

Beberapa aspek fasilitas yang perlu diperhatikan meliputi:

  1. Tata letak ruangan.
  2. Alur bahan dan personel.
  3. Kondisi area produksi.
  4. Kebersihan dan sanitasi.
  5. Ventilasi dan lingkungan produksi.
  6. Penyimpanan bahan baku dan bahan kemas.
  7. Area pengawasan mutu.
  8. Kondisi dan pemeliharaan peralatan.

Fasilitas juga harus mendukung prosedur yang tercantum dalam dokumen. Jangan sampai SOP menyatakan suatu proses dilakukan dengan cara tertentu, tetapi fasilitas perusahaan tidak memungkinkan prosedur tersebut diterapkan.

Persiapan SDM untuk Menghadapi Pemeriksaan CPOTB

Sistem CPOTB tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan dokumen. Personel yang terlibat dalam produksi dan pengawasan mutu harus memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing.

Karyawan juga perlu mendapatkan pelatihan sesuai pekerjaannya. Bukti pelatihan dan evaluasi kompetensi perlu dikelola secara tertib sebagai bagian dari sistem dokumentasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Struktur organisasi harus jelas.
  • Tugas dan tanggung jawab harus terdokumentasi.
  • Personel memahami SOP yang berkaitan dengan pekerjaannya.
  • Pelatihan dilakukan secara terencana.
  • Bukti pelatihan disimpan dengan baik.
  • Personel memahami pentingnya higiene dan sanitasi.

Saat pemeriksaan, personel sebaiknya tidak hanya mengetahui isi SOP, tetapi juga memahami bagaimana SOP tersebut diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Persiapan CPOTB

Perusahaan dapat mengalami kendala ketika persiapan dilakukan hanya menjelang pemeriksaan. Akibatnya, banyak dokumen dibuat terburu-buru dan belum sempat diterapkan secara konsisten.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:

1. SOP dibuat tanpa menyesuaikan kondisi perusahaan

SOP seharusnya menggambarkan proses yang benar-benar dilakukan. Dokumen yang terlalu umum dapat menyulitkan penerapan di lapangan.

2. Dokumentasi tidak lengkap

Setiap proses penting membutuhkan bukti pencatatan yang sesuai. Tanpa dokumentasi, perusahaan dapat kesulitan menunjukkan bukti penerapan sistem.

3. Fasilitas belum sesuai dengan prosedur

Dokumen dan fasilitas harus saling mendukung. Ketidaksesuaian keduanya dapat menjadi persoalan saat evaluasi.

4. Personel belum memahami SOP

SOP bukan hanya untuk disimpan dalam arsip. Personel terkait harus mengetahui dan menerapkannya.

5. Tidak melakukan evaluasi internal

Audit internal atau simulasi sebelum pemeriksaan dapat membantu perusahaan menemukan kekurangan lebih awal.

Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB?

Waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan sertifikasi CPOTB tidak selalu sama untuk setiap perusahaan. Perusahaan yang fasilitas dan dokumentasinya sudah relatif siap tentu memiliki kebutuhan persiapan yang berbeda dengan perusahaan yang baru membangun sistem dari awal.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi waktu persiapan antara lain:

  1. Kelengkapan legalitas perusahaan.
  2. Kondisi bangunan dan fasilitas.
  3. Kesiapan dokumen dan SOP.
  4. Kesiapan personel.
  5. Sistem produksi dan pengawasan mutu.
  6. Hasil evaluasi atau pemeriksaan.

Karena itu, lebih tepat melakukan gap analysis terlebih dahulu sebelum menentukan target waktu. Jadwal resmi proses evaluasi juga mengikuti mekanisme dan ketentuan instansi yang berwenang.

Tips Agar Persiapan CPOTB Lebih Optimal

Jika perusahaan ingin mempersiapkan sertifikasi CPOTB, jangan menunggu sampai mendekati jadwal pemeriksaan. Semakin awal evaluasi dilakukan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperbaiki kekurangan.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Mulai dengan gap analysis.
  • Pastikan SOP sesuai dengan kegiatan aktual.
  • Evaluasi kondisi fasilitas secara menyeluruh.
  • Berikan pelatihan kepada personel.
  • Rapikan seluruh dokumentasi.
  • Lakukan audit internal.
  • Simpan bukti penerapan setiap prosedur.
  • Segera lakukan tindakan perbaikan terhadap ketidaksesuaian.

Yang paling penting, perusahaan perlu membangun sistem yang benar-benar dapat diterapkan secara berkelanjutan, bukan sekadar mempersiapkan dokumen untuk pemeriksaan.

Jasa Sertifikasi CPOTB PERMATAMAS

Mempersiapkan sertifikasi CPOTB membutuhkan pemahaman terhadap dokumen, sistem mutu, fasilitas, proses produksi, dan ketentuan yang berlaku. Bagi perusahaan yang belum memiliki pengalaman, proses tersebut dapat terasa cukup rumit.

PERMATAMAS menyediakan pendampingan profesional untuk membantu perusahaan mempersiapkan proses sertifikasi CPOTB secara lebih terstruktur. Pendampingan dapat dimulai dari identifikasi kebutuhan, evaluasi kesiapan, penyusunan dan penyesuaian dokumen, hingga persiapan menghadapi proses evaluasi.

Pendekatan dilakukan berdasarkan kondisi perusahaan sehingga dokumen dan prosedur tidak hanya dibuat untuk memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan operasional.

Jika Anda sedang mempersiapkan fasilitas produksi obat tradisional dan membutuhkan pendampingan jasa sertifikasi CPOTB, konsultasikan kebutuhan perusahaan terlebih dahulu agar dapat ditentukan langkah persiapan yang sesuai.

PERMATAMAS — Konsultasi profesional, pendampingan proses, dan solusi legal untuk kebutuhan perizinan usaha Anda.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Jasa Sertifikasi CPOTB

1. Apa yang dimaksud dengan sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah singkatan dari Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Sertifikasi ini berkaitan dengan penerapan standar dalam proses pembuatan obat tradisional agar mutu dan keamanan produk dapat dikendalikan sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Siapa yang membutuhkan sertifikasi CPOTB?

Sertifikasi CPOTB diperlukan bagi pelaku usaha yang melakukan kegiatan produksi obat tradisional sesuai kategori dan ketentuan yang berlaku. Jenis produk dan kegiatan produksi perlu diperhatikan untuk menentukan persyaratan yang harus dipenuhi.

3. Apa saja syarat sertifikasi CPOTB?

Persyaratan dapat meliputi legalitas perusahaan, fasilitas produksi, peralatan, personel, sistem mutu, SOP, sanitasi dan higiene, dokumentasi produksi, pengawasan mutu, serta berbagai dokumen pendukung lainnya.

4. Bagaimana proses sertifikasi CPOTB dari awal?

Secara umum, persiapan dapat dimulai dari konsultasi dan identifikasi kebutuhan, gap analysis, perbaikan fasilitas, penyusunan dokumen dan SOP, pelatihan personel, audit internal, hingga pengajuan dan proses evaluasi sesuai ketentuan BPOM.

5. Mengapa gap analysis penting dalam persiapan CPOTB?

Gap analysis membantu perusahaan mengetahui perbedaan antara kondisi aktual dengan persyaratan CPOTB. Dengan begitu, kekurangan pada dokumen, fasilitas, SDM, maupun sistem mutu dapat diperbaiki sebelum memasuki tahap evaluasi.

6. Apakah SOP wajib dalam sertifikasi CPOTB?

Ya. SOP merupakan bagian penting dalam penerapan sistem CPOTB. SOP harus disusun sesuai proses yang benar-benar dilakukan perusahaan dan dipahami oleh personel yang bertanggung jawab.

7. Apa saja yang diperiksa dalam proses evaluasi CPOTB?

Evaluasi dapat mencakup sistem mutu, personel, bangunan dan fasilitas, peralatan, sanitasi dan higiene, produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, dokumentasi, serta aspek lain sesuai ruang lingkup dan ketentuan yang berlaku.

8. Berapa lama proses sertifikasi CPOTB?

Waktu proses berbeda-beda tergantung kesiapan perusahaan, kelengkapan dokumen, kondisi fasilitas, hasil evaluasi, serta mekanisme yang ditetapkan oleh instansi berwenang. Karena itu, sebaiknya dilakukan evaluasi kesiapan terlebih dahulu.

9. Apakah menggunakan jasa konsultan menjamin sertifikasi CPOTB pasti lulus?

Tidak ada konsultan yang dapat menjamin hasil evaluasi. Namun, pendampingan profesional dapat membantu perusahaan mengidentifikasi kekurangan, mempersiapkan dokumen, memperbaiki sistem, dan meningkatkan kesiapan menghadapi proses evaluasi.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa sertifikasi CPOTB?

PERMATAMAS dapat membantu pendampingan persiapan sertifikasi CPOTB, mulai dari identifikasi kebutuhan, gap analysis, persiapan dokumen dan SOP, evaluasi fasilitas, hingga persiapan menghadapi proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama – Bagi pelaku usaha obat tradisional, mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) bukan sekadar melengkapi dokumen administrasi. Sertifikasi ini berkaitan dengan kesiapan fasilitas, sistem mutu, proses produksi, sumber daya manusia, dokumentasi, hingga konsistensi penerapan prosedur di lapangan. Karena itu, banyak pelaku usaha yang merasa prosesnya cukup rumit, terutama ketika baru pertama kali mempersiapkan audit.

Kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan terlalu fokus membuat SOP dan dokumen, tetapi lupa memastikan bahwa seluruh prosedur benar-benar diterapkan. Saat audit berlangsung, auditor dapat menemukan ketidaksesuaian antara dokumen dengan praktik yang dilakukan sehari-hari.

Lalu, bagaimana cara daftar sertifikasi CPOTB agar lulus audit pertama? Kuncinya adalah mempersiapkan perusahaan secara menyeluruh sejak awal. Mulai dari memahami persyaratan, melakukan evaluasi kesiapan, memperbaiki fasilitas dan sistem mutu, melatih personel, sampai memastikan seluruh bukti penerapan terdokumentasi dengan baik.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB merupakan pedoman yang berkaitan dengan penerapan cara pembuatan obat tradisional yang baik. Penerapannya bertujuan agar obat tradisional diproduksi secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. Karena itu, perusahaan tidak hanya perlu memperhatikan produk akhir, tetapi juga seluruh rangkaian proses produksinya.

Dalam proses sertifikasi, kesiapan perusahaan dapat dilihat dari berbagai aspek yang saling berkaitan. Sistem mutu harus didukung oleh fasilitas, personel, dokumentasi, proses produksi, pengawasan mutu, serta pengendalian yang berjalan secara konsisten.

Beberapa bagian yang perlu menjadi perhatian antara lain:

  • Sistem mutu dan dokumentasi perusahaan.
  • Personel yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab jelas.
  • Bangunan serta fasilitas produksi.
  • Peralatan produksi dan pemeliharaannya.
  • Bahan awal dan pengendaliannya.
  • Proses produksi dan pengawasan mutu.
  • Penyimpanan bahan dan produk.
  • Penanganan penyimpangan, keluhan, dan produk tidak sesuai.

Dengan memahami ruang lingkup tersebut sejak awal, perusahaan dapat menyusun strategi persiapan audit dengan lebih terarah.

Mengapa Audit Pertama CPOTB Sering Menjadi Tantangan?

Audit pertama biasanya menjadi tahap yang cukup menantang karena perusahaan belum memiliki pengalaman menghadapi proses pemeriksaan secara langsung. Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa sistem yang selama ini digunakan belum sepenuhnya terdokumentasi atau belum diterapkan secara konsisten.

Persoalan bukan hanya mengenai ada atau tidaknya SOP. Auditor dapat melihat apakah prosedur tersebut benar-benar dipahami dan dijalankan oleh personel terkait. Bukti penerapan juga menjadi bagian penting untuk menunjukkan bahwa sistem mutu berjalan.

Beberapa penyebab perusahaan belum siap menghadapi audit pertama antara lain:

  1. Dokumen dibuat mendekati jadwal audit.
  2. SOP tidak sesuai dengan kondisi operasional.
  3. Personel belum memahami prosedur.
  4. Rekaman kegiatan belum lengkap.
  5. Fasilitas belum sepenuhnya sesuai kebutuhan proses.
  6. Pengendalian perubahan dan penyimpangan belum berjalan.
  7. Perusahaan belum melakukan audit internal.

Karena itu, persiapan sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak. Semakin awal perusahaan melakukan evaluasi, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperbaiki ketidaksesuaian.

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB dari Awal

Proses pendaftaran sebaiknya dimulai dengan memahami terlebih dahulu kebutuhan dan kondisi perusahaan. Jangan langsung mengajukan sertifikasi apabila sistem mutu, dokumen, fasilitas, dan personel belum siap.

Tahapan persiapan dapat dilakukan melalui langkah berikut:

  1. Identifikasi jenis dan kegiatan produksi
    Tentukan jenis produk dan aktivitas produksi yang akan dicakup dalam sertifikasi.
  2. Pelajari persyaratan CPOTB
    Perusahaan perlu memahami persyaratan yang berkaitan dengan fasilitas, produksi, mutu, personel, dokumentasi, dan aspek lainnya.
  3. Lakukan gap assessment
    Bandingkan kondisi perusahaan saat ini dengan persyaratan yang harus dipenuhi.
  4. Perbaiki fasilitas dan sistem
    Kekurangan yang ditemukan perlu diperbaiki sebelum proses audit.
  5. Siapkan dokumen dan SOP
    Dokumen harus menggambarkan aktivitas perusahaan secara nyata.
  6. Implementasikan prosedur
    Jangan hanya membuat dokumen. Pastikan seluruh prosedur diterapkan dan memiliki bukti rekaman.
  7. Lakukan audit internal
    Pemeriksaan internal membantu menemukan potensi ketidaksesuaian sebelum audit resmi.
  8. Ajukan proses sertifikasi
    Setelah perusahaan dinilai siap, proses pengajuan dapat dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Tahapan tersebut membantu perusahaan mempersiapkan audit bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari sisi operasional.

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama
Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

Dokumen Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Dokumen merupakan bagian penting dalam sistem CPOTB karena menjadi bukti bahwa perusahaan mempunyai prosedur yang terstruktur. Namun, dokumen tidak boleh dibuat hanya untuk memenuhi persyaratan administratif.

Isi dokumen harus sesuai dengan aktivitas perusahaan. Beberapa dokumen yang perlu menjadi perhatian antara lain:

  • Pedoman sistem mutu.
  • SOP produksi.
  • SOP pengawasan mutu.
  • SOP sanitasi dan higiene.
  • SOP pengelolaan bahan awal.
  • SOP penyimpanan.
  • SOP pengendalian dokumen.
  • SOP penanganan penyimpangan.
  • SOP tindakan perbaikan dan pencegahan.
  • SOP penanganan keluhan dan penarikan produk.
  • Catatan produksi dan pengawasan mutu.
  • Catatan pelatihan personel.

Setiap dokumen juga perlu dikendalikan dengan baik. Perusahaan harus mengetahui versi dokumen yang berlaku, siapa yang bertanggung jawab, serta bagaimana perubahan dokumen dilakukan.

Persiapan Fasilitas Sebelum Audit CPOTB

Kesiapan fasilitas menjadi salah satu bagian yang tidak boleh diabaikan. Kondisi bangunan dan ruangan produksi perlu mendukung proses pembuatan obat tradisional yang terkendali. Tata letak, kebersihan, alur personel, alur bahan, penyimpanan, serta pemeliharaan fasilitas perlu diperhatikan sesuai persyaratan yang berlaku.

Sebelum audit pertama, perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas. Jangan menunggu auditor menemukan masalah baru kemudian dilakukan perbaikan.

Hal yang dapat diperiksa secara internal antara lain:

  • Kebersihan area produksi.
  • Kondisi ruangan dan fasilitas pendukung.
  • Alur bahan dan personel.
  • Kondisi peralatan produksi.
  • Program pembersihan dan sanitasi.
  • Area penyimpanan bahan dan produk.
  • Identifikasi dan pelabelan bahan.
  • Sistem pengendalian hama.
  • Pemeliharaan fasilitas dan peralatan.

Pemeriksaan internal secara berkala membantu perusahaan mengetahui apakah fasilitas benar-benar siap digunakan dan mampu mendukung penerapan sistem mutu.

Pentingnya Pelatihan Personel Sebelum Audit

Sistem CPOTB tidak akan berjalan apabila hanya dipahami oleh bagian tertentu. Seluruh personel yang terlibat dalam proses produksi dan pengawasan harus memahami tanggung jawabnya masing-masing.

Salah satu kondisi yang dapat menjadi masalah ketika audit adalah personel tidak mampu menjelaskan prosedur yang sebenarnya sudah tercantum dalam SOP. Hal ini dapat menunjukkan bahwa prosedur belum diterapkan secara optimal.

Karena itu, perusahaan perlu melakukan:

  1. Pelatihan sesuai tugas masing-masing personel.
  2. Evaluasi pemahaman setelah pelatihan.
  3. Dokumentasi pelatihan.
  4. Pembaruan kompetensi secara berkala.

Personel harus memahami bukan hanya “apa yang harus dilakukan”, tetapi juga alasan mengapa suatu prosedur harus dilakukan. Dengan demikian, penerapan sistem mutu dapat menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.

Lakukan Audit Internal Sebelum Audit Resmi

Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kesiapan audit pertama adalah melakukan audit internal. Audit internal dapat digunakan untuk mencari masalah yang mungkin belum terlihat dalam kegiatan sehari-hari.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang objektif. Tim dapat memeriksa dokumen, fasilitas, proses produksi, rekaman, serta wawancara dengan personel terkait.

Setelah menemukan ketidaksesuaian, perusahaan perlu:

  • Mencatat temuan secara jelas.
  • Menentukan akar penyebab masalah.
  • Menetapkan tindakan perbaikan.
  • Menentukan penanggung jawab.
  • Menetapkan target penyelesaian.
  • Memastikan tindakan perbaikan benar-benar efektif.

Dengan melakukan audit internal sebelum audit resmi, perusahaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki masalah lebih awal sehingga kesiapan menjadi lebih baik.

Kesalahan yang Harus Dihindari Agar Lulus Audit Pertama

Tidak ada cara yang dapat menjamin perusahaan pasti lulus audit pertama karena hasil pemeriksaan bergantung pada kesesuaian kondisi perusahaan terhadap persyaratan yang berlaku. Namun, risiko ketidaksesuaian dapat dikurangi dengan persiapan yang matang.

Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari adalah:

  1. Membuat dokumen secara mendadak
    Dokumen membutuhkan waktu untuk disusun, disetujui, diterapkan, dan dievaluasi.
  2. Menggunakan SOP yang tidak sesuai kondisi perusahaan
    SOP harus menggambarkan kegiatan yang benar-benar dilakukan.
  3. Tidak memiliki bukti penerapan
    Prosedur yang sudah dibuat perlu didukung rekaman yang relevan.
  4. Mengabaikan pelatihan personel
    Personel perlu memahami prosedur dan tanggung jawabnya.
  5. Tidak melakukan audit internal
    Tanpa pemeriksaan internal, perusahaan mungkin tidak mengetahui masalah yang sebenarnya sudah ada.

Persiapan yang baik bukan berarti menyembunyikan kekurangan, melainkan menemukan dan memperbaikinya sebelum proses audit resmi.

Berapa Lama Persiapan Sertifikasi CPOTB?

Waktu persiapan sertifikasi CPOTB dapat berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Perusahaan yang sudah memiliki fasilitas, dokumen, sistem mutu, dan personel yang siap tentu membutuhkan persiapan yang berbeda dengan perusahaan yang baru membangun sistem dari awal.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi lama persiapan antara lain:

  • Kondisi fasilitas produksi.
  • Kelengkapan dokumen.
  • Kesiapan sistem mutu.
  • Jumlah dan jenis produk.
  • Kompetensi personel.
  • Hasil gap assessment.
  • Jumlah temuan yang harus diperbaiki.
  • Kecepatan perusahaan melakukan tindakan korektif.

Oleh karena itu, estimasi waktu sebaiknya diberikan setelah dilakukan evaluasi awal. Pendekatan ini lebih realistis daripada memberikan janji waktu yang sama untuk semua perusahaan.

Jasa Konsultan CPOTB untuk Persiapan Audit Pertama

Bagi perusahaan yang baru pertama kali mengurus sertifikasi CPOTB, menggunakan jasa konsultan dapat membantu mempercepat pemahaman terhadap persyaratan dan mengurangi kesalahan dalam proses persiapan. Konsultan dapat membantu perusahaan melihat kondisi aktual secara lebih objektif.

Pendampingan dapat mencakup:

  • Konsultasi persyaratan CPOTB.
  • Gap assessment.
  • Pendampingan penyusunan dokumen.
  • Evaluasi SOP dan sistem mutu.
  • Persiapan fasilitas.
  • Pendampingan implementasi.
  • Persiapan audit internal.
  • Simulasi atau persiapan menghadapi audit.
  • Pendampingan perbaikan ketidaksesuaian.

Yang paling penting, konsultan sebaiknya tidak hanya membantu membuat dokumen, tetapi juga membantu perusahaan memahami cara menerapkan sistem tersebut dalam kegiatan operasional.

PERMATAMAS Siap Membantu Persiapan Sertifikasi CPOTB

Mempersiapkan sertifikasi CPOTB untuk pertama kali membutuhkan ketelitian karena aspek yang diperiksa tidak hanya dokumen, tetapi juga penerapan sistem mutu, fasilitas, proses produksi, personel, dan bukti rekaman kegiatan.

PERMATAMAS menyediakan jasa konsultasi dan pendampingan sertifikasi CPOTB bagi pelaku usaha obat tradisional yang ingin mempersiapkan perusahaan secara lebih terarah. Pendampingan dapat dimulai dari konsultasi awal, evaluasi kesiapan, penyusunan atau perbaikan dokumen, hingga persiapan menghadapi proses audit.

Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, perusahaan memiliki kesempatan untuk menemukan kekurangan dan melakukan perbaikan sebelum audit resmi. Tujuannya bukan sekadar mengejar sertifikat, tetapi membangun sistem produksi yang konsisten, terdokumentasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PERMATAMAS — Konsultan perizinan dan regulasi terpercaya untuk membantu persiapan sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

1. Apa itu sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah pedoman yang digunakan untuk memastikan proses pembuatan obat tradisional dilakukan secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.

2. Siapa yang perlu memiliki sertifikasi CPOTB?

Pelaku usaha yang melakukan kegiatan produksi obat tradisional perlu memenuhi ketentuan CPOTB sesuai jenis kegiatan dan produk yang diproduksi.

3. Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk sertifikasi CPOTB?

Persiapan meliputi dokumen sistem mutu, SOP, fasilitas produksi, peralatan, personel, proses produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, serta rekaman kegiatan.

4. Bagaimana cara daftar sertifikasi CPOTB?

Perusahaan perlu memahami persyaratan, melakukan evaluasi kesiapan, memperbaiki fasilitas dan sistem mutu, menyiapkan dokumen, menerapkan prosedur, kemudian mengajukan proses sertifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.

5. Apakah dokumen CPOTB saja cukup agar lulus audit?

Tidak. Dokumen harus sesuai dengan kondisi perusahaan dan benar-benar diterapkan. Bukti penerapan melalui rekaman kegiatan juga penting dalam proses audit.

6. Apa yang diperiksa saat audit CPOTB?

Pemeriksaan dapat mencakup sistem mutu, dokumentasi, fasilitas, peralatan, proses produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, sanitasi, personel, serta penerapan prosedur.

7. Bagaimana agar lulus audit CPOTB pertama kali?

Perusahaan perlu melakukan gap assessment, memperbaiki ketidaksesuaian, melatih personel, memastikan SOP diterapkan, melengkapi rekaman, dan melakukan audit internal sebelum audit resmi.

8. Berapa lama proses persiapan sertifikasi CPOTB?

Waktunya berbeda pada setiap perusahaan, tergantung kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, kesiapan sistem mutu, personel, serta jumlah perbaikan yang diperlukan.

9. Apa kesalahan yang sering menyebabkan ketidaksesuaian saat audit CPOTB?

Kesalahan yang umum antara lain SOP tidak sesuai praktik, dokumen tidak lengkap, rekaman kegiatan tidak tersedia, personel tidak memahami prosedur, serta perusahaan belum melakukan audit internal.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa konsultasi CPOTB?

Ya. PERMATAMAS menyediakan pendampingan persiapan sertifikasi CPOTB, mulai dari konsultasi, evaluasi kesiapan, penyusunan dokumen, perbaikan sistem hingga persiapan menghadapi audit.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM

Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM

Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM – Sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) merupakan salah satu bagian penting dalam memastikan proses produksi obat tradisional berjalan sesuai standar mutu dan keamanan yang ditetapkan. Bagi perusahaan yang telah memiliki sertifikasi CPOTB, masa berlaku dan status sertifikasi perlu diperhatikan agar kegiatan produksi tetap berjalan tanpa kendala administratif.

Ketika masa berlaku sertifikasi mulai mendekati akhir, perusahaan sebaiknya tidak menunggu sampai sertifikat benar-benar berakhir. Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan dalam mempersiapkan dokumen, mengevaluasi kesiapan fasilitas, hingga mengikuti proses pengajuan sesuai ketentuan BPOM.

Melalui pendampingan yang terstruktur, perusahaan dapat lebih mudah mengidentifikasi dokumen yang perlu diperbarui, memastikan penerapan CPOTB tetap berjalan, serta mempersiapkan proses perpanjangan dengan lebih baik.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah pedoman yang digunakan untuk memastikan obat tradisional dibuat secara konsisten dan dikendalikan sesuai standar mutu yang berlaku. Penerapannya tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga mencakup berbagai aspek pendukung yang berpengaruh terhadap kualitas produk.

Dalam praktiknya, perusahaan perlu memiliki sistem yang mampu mengendalikan proses mulai dari bahan baku hingga produk jadi. Beberapa aspek penting dalam penerapan CPOTB meliputi:

  • Manajemen mutu.
  • Personel dan organisasi.
  • Bangunan dan fasilitas.
  • Peralatan produksi.
  • Sanitasi dan higiene.
  • Dokumentasi.
  • Pengawasan mutu.
  • Penyimpanan dan distribusi.
  • Penanganan keluhan serta penarikan produk.

Karena itu, perpanjangan sertifikasi bukan sekadar memperbarui dokumen administratif. Perusahaan juga perlu memastikan sistem CPOTB masih diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Mengapa Sertifikasi CPOTB Perlu Diperpanjang?

Sertifikasi yang mendekati masa berakhir perlu segera dievaluasi agar perusahaan mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan persiapan. Menunda proses dapat membuat perusahaan harus melakukan berbagai perbaikan dalam waktu yang lebih terbatas.

Beberapa alasan mengapa perpanjangan perlu dipersiapkan sejak awal antara lain:

  1. Menjaga keberlangsungan kepatuhan perusahaan terhadap persyaratan yang berlaku.
  2. Menghindari persiapan mendadak ketika masa berlaku sertifikasi sudah dekat.
  3. Memastikan dokumen dan sistem masih sesuai dengan kondisi perusahaan.
  4. Mengidentifikasi ketidaksesuaian lebih awal sehingga dapat dilakukan perbaikan.
  5. Mendukung kelancaran kegiatan produksi dan pengelolaan obat tradisional.

Persiapan lebih awal juga memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk melakukan evaluasi internal terhadap fasilitas, prosedur, personel, dokumentasi, dan sistem mutu sebelum proses perpanjangan dilakukan.

Kapan Sebaiknya Mengurus Perpanjangan Sertifikasi CPOTB?

Perusahaan sebaiknya mulai memeriksa status sertifikasi CPOTB sebelum masa berlakunya berakhir. Waktu persiapan perlu mempertimbangkan kondisi perusahaan, kelengkapan dokumen, perubahan fasilitas, perubahan personel, serta hasil evaluasi atau pemeriksaan sebelumnya.

Jangan sampai perusahaan baru melakukan persiapan ketika sertifikat sudah mendekati tanggal kedaluwarsa. Jika ditemukan dokumen yang belum diperbarui atau terdapat ketidaksesuaian pada penerapan CPOTB, perusahaan membutuhkan waktu untuk melakukan perbaikan.

Karena proses dan kebutuhan setiap perusahaan dapat berbeda, jadwal perpanjangan sebaiknya ditentukan berdasarkan status sertifikat dan ketentuan BPOM yang berlaku pada saat pengajuan. Pendamping profesional dapat membantu perusahaan membuat checklist dan timeline persiapan yang lebih terarah.

Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM
Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM

Dokumen yang Perlu Dipersiapkan untuk Perpanjangan CPOTB

Dokumen menjadi salah satu bagian penting dalam proses perpanjangan. Perusahaan perlu memastikan informasi dalam dokumen sesuai dengan kondisi aktual fasilitas dan kegiatan produksi.

Secara umum, persiapan dapat mencakup:

  • Sertifikat CPOTB sebelumnya.
  • Legalitas dan data perusahaan.
  • Data fasilitas produksi.
  • Dokumen sistem manajemen mutu.
  • SOP dan instruksi kerja terkait CPOTB.
  • Dokumen personel dan struktur organisasi.
  • Dokumentasi fasilitas dan peralatan.
  • Dokumen sanitasi dan higiene.
  • Catatan produksi dan pengawasan mutu.
  • Dokumen penyimpanan dan distribusi.
  • Dokumentasi penanganan keluhan dan penarikan produk.

Dokumen yang dibutuhkan dapat berbeda sesuai jenis sertifikasi, kondisi fasilitas, perubahan perusahaan, serta ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, pemeriksaan dokumen sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sebelum pengajuan.

Evaluasi Fasilitas Sebelum Perpanjangan CPOTB

Selain dokumen, perusahaan perlu memastikan fasilitas produksi masih memenuhi standar yang dipersyaratkan. Perubahan bangunan, tata letak, peralatan, ruang produksi, gudang, atau sistem pendukung dapat memengaruhi kesiapan perusahaan.

Evaluasi dapat dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual dengan prosedur dan dokumen yang dimiliki. Jika terdapat perbedaan, perusahaan perlu menentukan apakah dokumen yang harus diperbarui atau kondisi fasilitas yang perlu diperbaiki.

Hal ini penting karena dokumen yang terlihat lengkap belum tentu menggambarkan kondisi operasional sebenarnya. Konsistensi antara dokumen, fasilitas, dan penerapan di lapangan menjadi bagian penting dalam sistem CPOTB.

Apakah Perpanjangan CPOTB Sama dengan Pengajuan Baru?

Perpanjangan sertifikasi CPOTB tidak selalu identik dengan pengajuan sertifikasi baru. Perusahaan yang sudah memiliki sertifikat memiliki riwayat penerapan sistem dan dokumen yang dapat menjadi dasar evaluasi.

Namun, perusahaan tetap perlu memastikan bahwa persyaratan yang berlaku telah dipenuhi. Jika terdapat perubahan signifikan pada fasilitas, proses produksi, personel, atau aspek lain, kebutuhan administrasinya juga perlu diperiksa kembali.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak sekadar menggunakan dokumen lama tanpa melakukan evaluasi. Review menyeluruh terhadap sertifikasi dan sistem CPOTB yang berjalan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan pembaruan sebelum proses perpanjangan dilakukan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Perpanjangan CPOTB

Salah satu kendala yang dapat terjadi adalah perusahaan baru menyadari adanya ketidaksesuaian ketika proses perpanjangan sudah berjalan. Kondisi tersebut dapat membuat proses persiapan menjadi lebih panjang.

Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari antara lain:

  1. Menunggu sampai sertifikat hampir berakhir.
  2. Menggunakan dokumen lama yang sudah tidak sesuai dengan kondisi perusahaan.
  3. Tidak memperbarui SOP setelah terjadi perubahan proses.
  4. Tidak melakukan evaluasi fasilitas dan peralatan.
  5. Dokumentasi kegiatan tidak lengkap.
  6. Kurangnya koordinasi antara bagian produksi, mutu, gudang, dan manajemen.

Dengan melakukan evaluasi lebih awal, perusahaan mempunyai kesempatan untuk memperbaiki ketidaksesuaian sebelum masuk ke tahapan proses berikutnya.

Manfaat Menggunakan Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB

Mengurus perpanjangan secara mandiri memungkinkan dilakukan, tetapi perusahaan harus memahami persyaratan, dokumen, sistem, serta mekanisme pengajuan yang berlaku. Bagi perusahaan yang belum memiliki tim khusus regulasi, proses tersebut dapat cukup kompleks.

Menggunakan Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB dapat membantu perusahaan lebih fokus pada kegiatan operasional karena proses persiapan administratif mendapatkan pendampingan.

Manfaat pendampingan antara lain:

  • ✅ Membantu mengevaluasi kelengkapan dokumen.
  • ✅ Membantu mengidentifikasi dokumen yang perlu diperbarui.
  • ✅ Pendampingan penyusunan dan penyesuaian SOP.
  • ✅ Membantu mempersiapkan kebutuhan administrasi.
  • ✅ Pendampingan selama proses pengajuan.
  • ✅ Membantu mempersiapkan perusahaan menghadapi evaluasi sesuai prosedur.
  • ✅ Mengurangi risiko kesalahan administratif.

Namun, pendampingan jasa tidak berarti sertifikat pasti diterbitkan. Keputusan akhir tetap berada pada BPOM sesuai hasil evaluasi dan ketentuan yang berlaku.

Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB PERMATAMAS

Bagi perusahaan obat tradisional yang membutuhkan pendampingan, PERMATAMAS menyediakan layanan Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

Pendampingan dapat dimulai dari pemeriksaan status sertifikasi, evaluasi dokumen, identifikasi kebutuhan perbaikan, persiapan administrasi, hingga pendampingan proses pengajuan.

Dengan bantuan tenaga yang memahami proses perizinan dan sertifikasi, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai langkah yang perlu dilakukan sebelum mengajukan perpanjangan.

PERMATAMAS — Solusi Aman dan Profesional untuk Pengurusan Sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM

1. Apa itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah pedoman yang memastikan proses pembuatan obat tradisional dilakukan secara konsisten dan memenuhi standar mutu yang berlaku.

2. Kapan sebaiknya perpanjangan Sertifikasi CPOTB dilakukan?

Sebaiknya persiapan dilakukan sebelum masa berlaku sertifikat berakhir agar perusahaan memiliki waktu untuk mengevaluasi dokumen, fasilitas, dan penerapan CPOTB.

3. Apa saja yang perlu disiapkan untuk perpanjangan CPOTB?

Umumnya meliputi sertifikat sebelumnya, legalitas perusahaan, data fasilitas, SOP, dokumen mutu, data personel, serta dokumentasi produksi dan pengawasan mutu.

4. Apakah dokumen CPOTB lama masih bisa digunakan?

Dokumen lama dapat menjadi dasar, tetapi perlu dievaluasi dan diperbarui apabila terdapat perubahan pada fasilitas, proses, personel, atau ketentuan yang berlaku.

5. Apakah fasilitas produksi perlu diperiksa kembali?

Kesiapan fasilitas perlu dievaluasi untuk memastikan kondisi aktualnya sesuai dengan dokumen dan persyaratan CPOTB yang berlaku.

6. Apakah perpanjangan CPOTB sama dengan pengajuan baru?

Tidak selalu. Perpanjangan dilakukan terhadap sertifikasi yang sudah dimiliki, tetapi perusahaan tetap harus memenuhi persyaratan dan evaluasi yang ditetapkan.

7. Apa penyebab proses perpanjangan CPOTB terkendala?

Kendala dapat terjadi karena dokumen tidak lengkap, data tidak sesuai kondisi aktual, SOP belum diperbarui, atau terdapat ketidaksesuaian pada penerapan CPOTB.

8. Apakah menggunakan jasa dapat menjamin sertifikat CPOTB terbit?

Tidak. Jasa pendampingan membantu persiapan dan proses administrasi, sedangkan keputusan penerbitan sertifikasi tetap mengikuti evaluasi dan kewenangan BPOM.

9. Apa manfaat menggunakan Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB?

Pendampingan dapat membantu pemeriksaan dokumen, evaluasi kesiapan perusahaan, penyesuaian SOP, persiapan administrasi, dan pendampingan proses pengajuan.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa perpanjangan CPOTB?

Ya. PERMATAMAS menyediakan pendampingan perpanjangan Sertifikasi CPOTB, mulai dari konsultasi dan pemeriksaan dokumen hingga pendampingan proses pengajuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik

Regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik

Regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang. Berbagai produk berbahan alam seperti jamu, obat bahan alam, ekstrak herbal, kapsul, serbuk, hingga sediaan cair semakin banyak diproduksi dan dipasarkan. Di tengah pertumbuhan tersebut, aspek keamanan, mutu, dan konsistensi produk menjadi hal yang tidak dapat diabaikan. Salah satu fondasi penting untuk menjaganya adalah penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

Bagi pelaku usaha, memahami regulasi BPOM tentang CPOTB bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif. CPOTB berkaitan dengan bagaimana bahan baku diterima, diproses, dikemas, disimpan, sampai produk siap diedarkan. Dengan sistem produksi yang baik, risiko kontaminasi, kesalahan proses, dan ketidaksesuaian mutu dapat diminimalkan.

Saat ini, salah satu regulasi utama yang menjadi dasar penerapan CPOTB adalah Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. JDIH BPOM mencatat peraturan tersebut sebagai peraturan yang berlaku. Selain itu, terdapat PerBPOM Nomor 31 Tahun 2022 yang mengatur petunjuk teknis penerapan aspek CPOTB secara bertahap.

Apa Itu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB)?

CPOTB merupakan pedoman yang digunakan untuk memastikan obat tradisional dibuat secara konsisten sesuai persyaratan mutu yang ditetapkan. Penerapannya mencakup berbagai aspek dalam kegiatan produksi, bukan hanya pemeriksaan produk akhir. Dengan demikian, kualitas harus dibangun sejak bahan baku masuk sampai produk selesai diproduksi.

Dalam praktiknya, penerapan CPOTB membantu perusahaan membangun sistem produksi yang lebih terkontrol. Setiap proses perlu memiliki prosedur, dokumentasi, personel yang kompeten, serta fasilitas yang sesuai dengan jenis produk yang dibuat.

Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Sistem mutu.
  • Personel dan organisasi.
  • Bangunan dan fasilitas.
  • Peralatan produksi.
  • Sanitasi dan higiene.
  • Dokumentasi.
  • Produksi.
  • Pengawasan mutu.
  • Penyimpanan dan distribusi.
  • Penanganan keluhan serta penarikan produk.

Dengan sistem tersebut, perusahaan tidak hanya berorientasi pada produk yang selesai dibuat, tetapi juga memastikan seluruh proses produksinya terkendali.

Regulasi BPOM yang Menjadi Dasar CPOTB

Pelaku industri obat tradisional perlu memperhatikan regulasi yang berlaku agar penerapan CPOTB tidak hanya berdasarkan kebiasaan internal perusahaan. Salah satu dasar utama adalah Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Peraturan tersebut tercatat dalam JDIH BPOM sebagai peraturan yang berlaku.

Selain peraturan tersebut, BPOM juga menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerapan Aspek Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik Secara Bertahap. Regulasi ini memberikan petunjuk teknis mengenai penerapan aspek CPOTB secara bertahap dan juga tercatat berstatus berlaku.

Pelaku usaha sebaiknya tidak menggunakan peraturan lama sebagai satu-satunya acuan. Regulasi di bidang obat dan obat bahan alam dapat berkembang mengikuti kebutuhan hukum, perkembangan teknologi, serta kebijakan pengawasan BPOM. Karena itu, pemeriksaan regulasi terbaru sebelum mengajukan proses sertifikasi atau perizinan sangat diperlukan.

Mengapa CPOTB Penting bagi Industri Obat Tradisional?

Penerapan CPOTB mempunyai peran penting dalam menjaga kualitas produk obat tradisional. Produk berbahan alam tetap membutuhkan pengendalian yang ketat karena bahan baku dapat memiliki karakteristik yang berbeda-beda, termasuk dari sisi kualitas, kebersihan, kadar komponen tertentu, dan potensi kontaminasi.

CPOTB membantu perusahaan membangun proses produksi yang terdokumentasi dan dapat ditelusuri. Apabila terjadi masalah pada produk, perusahaan memiliki sistem pencatatan yang dapat membantu mengidentifikasi proses maupun bahan yang berkaitan dengan produk tersebut.

Manfaat penerapan CPOTB antara lain:

  1. Membantu menjaga konsistensi mutu produk.
  2. Mengurangi risiko kontaminasi dan kesalahan produksi.
  3. Meningkatkan keteraturan proses produksi.
  4. Mendukung pemenuhan persyaratan regulasi.
  5. Meningkatkan kepercayaan terhadap produk dan perusahaan.

Dengan demikian, CPOTB bukan sekadar formalitas untuk memperoleh sertifikat, tetapi merupakan bagian dari sistem manajemen mutu industri obat tradisional.

Regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
Regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik

Aspek Penting dalam Penerapan CPOTB

Penerapan CPOTB mencakup berbagai bagian yang saling berhubungan. Perusahaan tidak dapat hanya memperbaiki satu aspek, misalnya bangunan, tetapi mengabaikan dokumentasi atau pengawasan mutu.

1. Sistem Mutu

Perusahaan perlu mempunyai sistem yang memastikan proses produksi berjalan sesuai standar. Sistem tersebut harus didukung kebijakan, prosedur, pengawasan, evaluasi, serta dokumentasi yang memadai.

2. Personel

Sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam penerapan CPOTB. Personel harus mempunyai kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Pembagian tugas juga perlu dibuat secara jelas agar setiap aktivitas mempunyai penanggung jawab. Pelatihan secara berkala diperlukan untuk memastikan personel memahami prosedur dan standar yang diterapkan perusahaan.

3. Bangunan dan Fasilitas

Bangunan produksi harus dirancang dan dipelihara agar mendukung proses pembuatan obat tradisional secara higienis dan terkendali.

Tata letak ruangan, alur personel, alur bahan, kebersihan, ventilasi, pencahayaan, serta fasilitas pendukung perlu diperhatikan sesuai karakteristik kegiatan produksi.

4. Peralatan

Peralatan yang digunakan dalam produksi harus sesuai dengan kebutuhan dan dipelihara secara teratur. Kondisi peralatan dapat memengaruhi kualitas produk apabila tidak dikendalikan dengan baik.

Karena itu, perusahaan perlu memiliki prosedur penggunaan, pembersihan, pemeliharaan, dan pemeriksaan peralatan.

Dokumentasi Menjadi Bagian Penting CPOTB

Salah satu aspek yang sering menjadi tantangan bagi perusahaan adalah dokumentasi. Dalam sistem CPOTB, kegiatan produksi tidak cukup hanya dilakukan dengan benar, tetapi juga harus dapat dibuktikan melalui catatan yang sesuai.

Dokumentasi membantu perusahaan memastikan setiap proses dapat ditelusuri. Mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, pengujian, pengemasan, sampai penyimpanan perlu mempunyai catatan sesuai sistem yang diterapkan.

Dokumen yang perlu diperhatikan dapat mencakup:

  • Prosedur Operasional Standar (SOP).
  • Catatan produksi.
  • Catatan pengawasan mutu.
  • Spesifikasi bahan dan produk.
  • Catatan pembersihan.
  • Catatan pemeliharaan peralatan.
  • Catatan pelatihan personel.
  • Dokumen penerimaan dan penyimpanan bahan.
  • Dokumen penanganan keluhan.

Dokumentasi yang rapi juga memudahkan perusahaan ketika melakukan evaluasi internal maupun ketika menghadapi proses pemeriksaan oleh regulator.

Penerapan CPOTB Secara Bertahap

Tidak semua pelaku usaha mempunyai kondisi fasilitas dan kapasitas produksi yang sama. Karena itu, BPOM juga mempunyai regulasi mengenai penerapan aspek CPOTB secara bertahap melalui PerBPOM Nomor 31 Tahun 2022. Regulasi tersebut secara khusus mengatur petunjuk teknis pelaksanaan penerapan aspek CPOTB secara bertahap.

Pendekatan bertahap memberikan kerangka bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pemenuhan aspek CPOTB sesuai tahapan yang ditetapkan. Namun, perusahaan tetap harus memahami aspek mana yang berlaku terhadap bentuk usaha dan kegiatan produksinya.

Untuk itu, sebelum melakukan pembangunan fasilitas atau penyusunan dokumen secara besar-besaran, sebaiknya dilakukan pemetaan terlebih dahulu terhadap kondisi perusahaan.

Bagaimana Proses Persiapan Sertifikasi CPOTB?

Perusahaan yang akan memenuhi persyaratan CPOTB sebaiknya memulai proses dengan melakukan evaluasi kondisi aktual. Tujuannya adalah mengetahui apakah bangunan, fasilitas, personel, peralatan, dokumen, serta proses produksi telah memenuhi persyaratan.

Tahapan persiapannya secara umum dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Identifikasi jenis dan bentuk produk yang diproduksi.
  2. Evaluasi fasilitas dan bangunan yang tersedia.
  3. Menentukan personel dan penanggung jawab sesuai kebutuhan.
  4. Menyusun atau memperbaiki SOP.
  5. Menyiapkan sistem dokumentasi.
  6. Mengevaluasi peralatan produksi dan pengawasan mutu.
  7. Melakukan audit atau gap assessment internal.
  8. Melakukan perbaikan terhadap temuan.
  9. Mempersiapkan dokumen pengajuan.
  10. Mengikuti tahapan evaluasi BPOM sesuai mekanisme yang berlaku.

Persiapan seperti ini membuat perusahaan dapat mengetahui kekurangan sejak awal sehingga proses pemenuhan CPOTB menjadi lebih terarah.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Persiapan CPOTB

Perusahaan yang baru pertama kali mempersiapkan CPOTB terkadang hanya berfokus pada pembangunan fasilitas. Padahal, CPOTB mencakup sistem yang lebih luas.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  • SOP dibuat tetapi tidak diterapkan.
  • Dokumentasi tidak konsisten dengan aktivitas produksi.
  • Pembagian tugas personel tidak jelas.
  • Jadwal pembersihan tidak terdokumentasi.
  • Peralatan tidak mempunyai catatan pemeliharaan.
  • Alur bahan dan personel kurang diperhatikan.
  • Sistem pengawasan mutu belum berjalan optimal.
  • Tidak melakukan evaluasi internal sebelum proses pengajuan.
  • Menggunakan dokumen lama yang tidak lagi sesuai kondisi perusahaan.

Kesalahan tersebut dapat membuat perusahaan harus melakukan perbaikan berulang kali. Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan dengan pendekatan menyeluruh.

CPOTB dan Hubungannya dengan Legalitas Produk Obat Tradisional

CPOTB tidak boleh disamakan dengan izin edar produk. Keduanya mempunyai fungsi berbeda, tetapi saling berkaitan dalam sistem pengawasan obat tradisional.

CPOTB berfokus pada cara produk dibuat, termasuk sistem, fasilitas, personel, proses, dokumentasi, dan pengawasan mutu. Sementara itu, izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk dapat diedarkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, perusahaan yang ingin mengembangkan produk obat tradisional sebaiknya menyusun strategi legalitas sejak awal. Jangan menunggu produk siap dipasarkan baru memeriksa apakah fasilitas dan sistem produksinya sudah sesuai.

Perbedaan CPOTB dengan CPOB

Istilah CPOTB dan CPOB sering dianggap sama karena keduanya sama-sama berkaitan dengan cara pembuatan produk kesehatan. Padahal, objek pengaturannya berbeda.

CPOTB berkaitan dengan pembuatan obat tradisional/obat bahan alam, sedangkan CPOB berkaitan dengan standar pembuatan obat. Untuk CPOB, regulasi utamanya saat ini adalah PerBPOM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik, yang telah diubah dengan PerBPOM Nomor 7 Tahun 2025.

Perbedaan ini penting karena perusahaan harus menggunakan standar yang sesuai dengan jenis produk dan kegiatan industrinya. Jangan sampai dokumen atau sistem yang disiapkan justru mengacu pada standar yang tidak relevan.

Mengapa Perusahaan Perlu Mempersiapkan CPOTB Sejak Awal?

Mempersiapkan CPOTB sejak awal dapat membantu perusahaan menghindari biaya dan pekerjaan tambahan di kemudian hari. Ketika fasilitas, sistem, SOP, personel, dan dokumentasi sudah dirancang berdasarkan standar yang tepat, proses pengembangan industri menjadi lebih terstruktur.

Selain itu, penerapan CPOTB dapat membantu membangun budaya mutu di dalam perusahaan. Kualitas bukan hanya tanggung jawab bagian pengawasan mutu, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh bagian yang terlibat dalam proses produksi.

Bagi pelaku usaha obat tradisional yang sedang berkembang, pendekatan ini penting. Produk yang memiliki pasar besar tetap membutuhkan sistem produksi yang dapat menjaga konsistensi mutu dari satu batch ke batch berikutnya.

Jasa Pengurusan dan Pendampingan CPOTB PERMATAMAS

Memahami regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik memang membutuhkan perhatian terhadap banyak aspek. Mulai dari fasilitas, personel, SOP, dokumentasi, proses produksi, pengawasan mutu, hingga kesiapan perusahaan menghadapi evaluasi.

PERMATAMAS Indonesia dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan kebutuhan CPOTB secara lebih terarah, mulai dari konsultasi awal, pengecekan kesiapan perusahaan, penyusunan dan evaluasi dokumen, pendampingan pemenuhan persyaratan, hingga persiapan menghadapi proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pendampingan profesional bukan berarti menjamin sertifikat pasti terbit. Namun, proses yang dipersiapkan dengan baik dapat membantu perusahaan memahami kekurangan sejak awal dan melakukan perbaikan sebelum masuk ke tahap evaluasi.

PERMATAMAS — Solusi Profesional untuk Pengurusan Legalitas, CPOTB, dan Perizinan Produk Obat Tradisional.

Catatan: Regulasi dapat mengalami perubahan. Untuk pengajuan aktual, perusahaan sebaiknya selalu memeriksa ketentuan terbaru pada JDIH BPOM dan sistem perizinan yang berlaku. Saat ini, PerBPOM No. 25 Tahun 2021 tercatat sebagai regulasi CPOTB yang berlaku, sementara PerBPOM No. 31 Tahun 2022 mengatur penerapan aspek CPOTB secara bertahap

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Regulasi BPOM tentang CPOTB

1. Apa itu CPOTB?

CPOTB adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik untuk memastikan proses produksi obat tradisional memenuhi standar mutu, keamanan, dan konsistensi.

2. Apa dasar regulasi CPOTB di Indonesia?

Salah satu dasar utamanya adalah PerBPOM Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik.

3. Apa fungsi penerapan CPOTB bagi perusahaan?

CPOTB membantu memastikan proses produksi, fasilitas, personel, dokumentasi, dan pengawasan mutu berjalan sesuai standar.

4. Apa saja aspek yang diatur dalam CPOTB?

Meliputi sistem mutu, personel, bangunan, peralatan, sanitasi, dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, distribusi, keluhan, dan penarikan produk.

5. Apakah CPOTB sama dengan izin edar BPOM?

Tidak. CPOTB berkaitan dengan standar proses pembuatan, sedangkan izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk diedarkan.

6. Apakah penerapan CPOTB bisa dilakukan secara bertahap?

Ya. BPOM memiliki PerBPOM Nomor 31 Tahun 2022 yang mengatur petunjuk teknis penerapan aspek CPOTB secara bertahap.

7. Apakah SOP wajib dalam penerapan CPOTB?

Ya. SOP menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan produksi dilakukan secara konsisten dan terdokumentasi.

8. Mengapa dokumentasi penting dalam CPOTB?

Dokumentasi membantu memastikan setiap proses dapat ditelusuri dan menjadi bukti bahwa kegiatan produksi telah dilakukan sesuai prosedur.

9. Apa yang harus dipersiapkan sebelum mengajukan CPOTB?

Perusahaan perlu mengevaluasi bangunan, fasilitas, peralatan, personel, SOP, dokumentasi, proses produksi, serta sistem pengawasan mutu.

10. Apakah PERMATAMAS membantu pengurusan CPOTB?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu persiapan dokumen, evaluasi kesiapan, pendampingan pemenuhan persyaratan, dan proses pengurusan CPOTB.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB – Industri obat tradisional perlu memastikan proses produksi berjalan sesuai standar keamanan, mutu, dan persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan oleh pelaku usaha adalah sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Sebelum audit dilakukan, perusahaan perlu menyiapkan dokumen, fasilitas, personel, sistem mutu, hingga penerapan prosedur di lapangan.

Tidak sedikit pelaku usaha yang bertanya mengenai estimasi waktu persiapan audit sertifikasi CPOTB. Jawabannya tidak selalu sama karena setiap industri memiliki kondisi awal yang berbeda. Perusahaan yang sudah memiliki sistem mutu dan dokumentasi lengkap tentu membutuhkan waktu persiapan yang berbeda dibandingkan industri yang baru mulai membangun sistem CPOTB.

Melalui PERMATAMAS, pelaku usaha dapat memperoleh Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan pendampingan persiapan audit secara menyeluruh. Pendampingan dapat dimulai dari identifikasi kesiapan perusahaan, pemeriksaan dokumen, gap assessment, persiapan fasilitas, simulasi audit, hingga pendampingan menghadapi proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB merupakan pedoman yang mengatur bagaimana obat tradisional diproduksi dan dikendalikan agar memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Penerapan CPOTB tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan dalam sistem mutu industri.

Perusahaan perlu memastikan bahwa personel, bangunan, fasilitas, peralatan, sanitasi, dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, hingga penyimpanan berjalan secara terkendali.

Karena itu, persiapan sertifikasi CPOTB sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak. Beberapa aspek yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Sistem manajemen mutu.
  • Dokumen dan prosedur.
  • Bangunan dan fasilitas.
  • Peralatan produksi.
  • Sanitasi dan higiene.
  • Personel yang kompeten.
  • Pengawasan mutu.
  • Dokumentasi produksi.
  • Penyimpanan bahan dan produk.
  • Sistem penanganan penyimpangan dan keluhan.

Berapa Lama Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB?

Estimasi waktu persiapan audit sertifikasi CPOTB sangat bergantung pada tingkat kesiapan industri. Tidak ada satu durasi yang otomatis berlaku untuk semua perusahaan.

Industri yang telah memiliki fasilitas, personel, dokumentasi, dan sistem mutu yang berjalan biasanya dapat melakukan persiapan lebih cepat. Sebaliknya, perusahaan yang masih harus melakukan banyak perbaikan membutuhkan waktu lebih panjang.

Secara praktis, waktu persiapan dapat dibagi menjadi beberapa kondisi:

  1. Perusahaan sudah relatif siap
    Fokus persiapan lebih banyak pada pemeriksaan dan penyempurnaan dokumen serta simulasi audit.
  2. Perusahaan memiliki beberapa kekurangan
    Membutuhkan gap assessment, perbaikan dokumen, pelatihan, dan pembenahan penerapan di lapangan.
  3. Perusahaan baru membangun sistem CPOTB
    Persiapannya dapat lebih panjang karena perlu membangun sistem mutu, prosedur, fasilitas, dokumentasi, serta kompetensi personel secara bertahap.

Karena itu, estimasi sebaiknya ditentukan setelah dilakukan assessment awal, bukan hanya berdasarkan target tanggal audit.

JASA SERTIFIKASI CPOTB

Hubungi PERMATAMAS untuk Persiapan Audit CPOTB

Persiapan audit CPOTB membutuhkan koordinasi antara manajemen, bagian produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, gudang, dan personel terkait lainnya.

PERMATAMAS membantu perusahaan melakukan persiapan secara lebih terstruktur, mulai dari identifikasi kekurangan, pemeriksaan dokumen, pendampingan perbaikan, hingga simulasi audit.

Layanan dapat disesuaikan dengan kondisi industri sehingga perusahaan tidak perlu melakukan pembenahan secara acak.

Konsultasi Jasa Sertifikasi CPOTB via WhatsApp →

Tahapan Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Persiapan audit sebaiknya dilakukan secara sistematis agar setiap bagian perusahaan dapat mengetahui apa yang harus diperbaiki.

Secara umum, tahapan persiapannya dapat meliputi:

1. Assessment Awal

Tim melakukan pemeriksaan terhadap kondisi perusahaan untuk mengetahui tingkat kesiapan terhadap persyaratan CPOTB.

2. Gap Analysis

Kondisi aktual dibandingkan dengan persyaratan yang harus dipenuhi. Dari sini dapat diketahui area yang masih membutuhkan perbaikan.

3. Pemeriksaan Dokumen

Dokumen seperti SOP, instruksi kerja, catatan produksi, dokumentasi mutu, dan dokumen pendukung lainnya diperiksa.

4. Pemeriksaan Fasilitas

Bangunan, ruang produksi, gudang, sanitasi, alur personel, alur bahan, dan fasilitas pendukung perlu diperiksa kesesuaiannya.

5. Perbaikan dan Implementasi

Temuan dari assessment ditindaklanjuti. Yang penting bukan hanya memiliki dokumen, tetapi memastikan prosedur benar-benar diterapkan.

6. Pelatihan Personel

Personel perlu memahami tugas, tanggung jawab, prosedur, higiene, dokumentasi, serta prinsip CPOTB yang berkaitan dengan pekerjaannya.

7. Simulasi Audit

Perusahaan dapat melakukan simulasi untuk melihat kesiapan personel dalam menjawab pertanyaan dan menunjukkan bukti penerapan sistem.

8. Final Check

Sebelum audit, dilakukan pemeriksaan terakhir untuk memastikan dokumen, fasilitas, personel, dan penerapan sudah dipersiapkan.

Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB
Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Faktor yang Memengaruhi Lama Persiapan CPOTB

Tidak semua industri membutuhkan waktu persiapan yang sama. Beberapa faktor dapat membuat proses menjadi lebih cepat atau lebih panjang.

Faktor tersebut antara lain:

  • Kondisi fasilitas produksi.
  • Kelengkapan dokumentasi.
  • Sistem mutu yang sudah berjalan.
  • Jumlah produk.
  • Kompleksitas proses produksi.
  • Kompetensi personel.
  • Kesiapan pengawasan mutu.
  • Kondisi gudang.
  • Sistem sanitasi dan higiene.
  • Jumlah temuan saat assessment.
  • Kecepatan perusahaan melakukan perbaikan.

Jika gap yang ditemukan cukup banyak, perusahaan perlu memberikan waktu yang memadai untuk melakukan tindakan perbaikan.

Dokumen Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

Dokumentasi merupakan salah satu bagian penting dalam persiapan audit CPOTB. Dokumen harus menggambarkan proses yang benar-benar dilakukan perusahaan.

Beberapa dokumen yang umumnya perlu diperhatikan meliputi:

  • Pedoman atau sistem mutu.
  • SOP produksi.
  • SOP pengawasan mutu.
  • SOP sanitasi dan higiene.
  • SOP penyimpanan.
  • Dokumen penerimaan bahan.
  • Dokumen proses produksi.
  • Catatan pengawasan mutu.
  • Dokumen pelatihan personel.
  • Dokumen pemeliharaan peralatan.
  • Dokumen penanganan penyimpangan.
  • Dokumen keluhan dan penarikan produk apabila relevan.

Dokumen tidak cukup hanya dibuat untuk kebutuhan audit. Prosedur harus dipahami dan diterapkan oleh personel terkait.

Mengapa Gap Assessment Penting Sebelum Audit?

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan industri adalah langsung mempersiapkan audit tanpa mengetahui kondisi sebenarnya.

Melalui gap assessment, perusahaan dapat mengetahui bagian mana yang sudah sesuai dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Contohnya:

  • Dokumen belum lengkap.
  • SOP belum diterapkan secara konsisten.
  • Catatan produksi belum tertata.
  • Fasilitas belum memenuhi kebutuhan.
  • Alur bahan perlu diperbaiki.
  • Personel belum mendapatkan pelatihan yang memadai.
  • Sistem pengawasan mutu belum berjalan optimal.

Dengan mengetahui gap lebih awal, perusahaan dapat membuat prioritas perbaikan berdasarkan tingkat urgensinya.

Persiapan Fasilitas Produksi untuk Audit CPOTB

Selain dokumentasi, kondisi fasilitas juga menjadi bagian penting dalam kesiapan industri.

Area produksi harus ditata agar mendukung proses yang terkendali dan meminimalkan risiko terhadap mutu produk.

Beberapa area yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Ruang produksi.
  • Area penerimaan bahan.
  • Area penyimpanan bahan baku.
  • Area penyimpanan produk jadi.
  • Area pengawasan mutu.
  • Fasilitas sanitasi.
  • Alur personel.
  • Alur material.
  • Peralatan produksi.
  • Sistem kebersihan dan pemeliharaan.

Perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan fasilitas sebelum audit sehingga kekurangan dapat diperbaiki terlebih dahulu.

Kesiapan Personel Juga Menentukan

Audit CPOTB tidak hanya melihat dokumen. Personel juga perlu memahami sistem yang diterapkan perusahaan.

Auditor dapat berinteraksi dengan personel dari berbagai bagian untuk mengetahui apakah prosedur benar-benar dipahami dan dijalankan.

Karena itu, perusahaan perlu memastikan:

  • Personel memahami tugasnya.
  • SOP mudah dipahami.
  • Pelatihan terdokumentasi.
  • Personel memahami prinsip higiene.
  • Penggunaan dokumen dilakukan dengan benar.
  • Catatan diisi sesuai aktivitas sebenarnya.
  • Personel mengetahui tindakan ketika terjadi penyimpangan.

Jangan sampai dokumen terlihat lengkap tetapi personel tidak mengetahui bagaimana prosedur tersebut diterapkan.

Apa yang Terjadi Jika Persiapan Audit Belum Siap?

Jika perusahaan belum memenuhi persyaratan, proses sertifikasi dapat menghadapi kendala atau memerlukan tindak lanjut terhadap temuan yang ditemukan.

Karena itu, lebih baik melakukan pemeriksaan internal sebelum audit daripada menunggu auditor menemukan seluruh kekurangan.

Beberapa potensi masalah yang dapat muncul antara lain:

  • Dokumen belum lengkap.
  • Penerapan SOP belum konsisten.
  • Fasilitas belum siap.
  • Bukti penerapan tidak tersedia.
  • Personel belum memahami prosedur.
  • Catatan tidak lengkap.
  • Terdapat ketidaksesuaian antara dokumen dan praktik.

Semakin awal masalah ditemukan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk melakukan perbaikan.

Simulasi Audit CPOTB Sebelum Pemeriksaan

Simulasi audit dapat membantu perusahaan mengetahui bagaimana kondisi saat menghadapi pemeriksaan.

Dalam simulasi, perusahaan dapat memeriksa:

  1. Kesiapan dokumen.
  2. Kondisi fasilitas.
  3. Penerapan SOP.
  4. Pemahaman personel.
  5. Ketersediaan bukti penerapan.
  6. Sistem pengawasan mutu.
  7. Pengelolaan penyimpangan.
  8. Kebersihan dan sanitasi.
  9. Penyimpanan bahan dan produk.
  10. Kesiapan menghadapi pertanyaan auditor.

Simulasi bukan jaminan audit akan berjalan tanpa temuan, tetapi dapat membantu meningkatkan kesiapan perusahaan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Persiapan Audit CPOTB

Beberapa industri terlalu fokus pada dokumen dan melupakan penerapan di lapangan.

Padahal, sistem mutu harus berjalan secara nyata.

Kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  • Membuat SOP hanya menjelang audit.
  • SOP tidak sesuai dengan praktik.
  • Dokumen tidak diperbarui.
  • Catatan tidak lengkap.
  • Personel belum dilatih.
  • Fasilitas baru dibenahi menjelang audit.
  • Tidak melakukan internal assessment.
  • Tidak menindaklanjuti temuan.
  • Tidak melakukan simulasi audit.

Persiapan yang baik seharusnya membangun sistem yang dapat berjalan secara berkelanjutan, bukan hanya untuk melewati pemeriksaan.

Biaya Persiapan dan Sertifikasi CPOTB

Biaya sertifikasi CPOTB dapat berbeda antara satu industri dengan industri lainnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi fasilitas, kebutuhan perbaikan, jumlah produk, kompleksitas sistem, serta jasa pendampingan yang digunakan.

Komponen biaya yang mungkin perlu diperhitungkan antara lain:

  • Persiapan dokumen.
  • Konsultasi dan pendampingan.
  • Pelatihan personel.
  • Pembenahan fasilitas.
  • Perbaikan peralatan.
  • Penyusunan atau revisi SOP.
  • Kebutuhan pengujian tertentu.
  • Biaya resmi sesuai ketentuan pemerintah.

Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya melakukan assessment terlebih dahulu sebelum menentukan anggaran keseluruhan.

Mengapa Menggunakan Jasa Pendampingan CPOTB?

Persiapan sertifikasi dapat dilakukan oleh internal perusahaan. Namun, pendampingan profesional dapat membantu memberikan sudut pandang yang lebih objektif terhadap kesiapan industri.

PERMATAMAS dapat membantu:

  • Assessment awal.
  • Gap analysis.
  • Pemeriksaan dokumen.
  • Pendampingan penyusunan sistem.
  • Pendampingan perbaikan.
  • Pelatihan atau konsultasi personel.
  • Pemeriksaan kesiapan fasilitas.
  • Simulasi audit.
  • Pendampingan proses sertifikasi.
  • Konsultasi tindak lanjut temuan.

Pendampingan tidak berarti sertifikat dapat dijamin terbit. Keputusan dan proses sertifikasi tetap mengikuti pemeriksaan serta kewenangan instansi terkait.

Tips Mempersiapkan Audit CPOTB Lebih Efektif

Agar persiapan tidak dilakukan secara terburu-buru, perusahaan dapat menggunakan checklist berikut:

  1. Mulai persiapan sedini mungkin.
  2. Lakukan gap assessment.
  3. Prioritaskan temuan yang paling penting.
  4. Periksa seluruh dokumen mutu.
  5. Pastikan SOP sesuai praktik.
  6. Periksa kondisi fasilitas produksi.
  7. Latih seluruh personel terkait.
  8. Pastikan catatan dan bukti penerapan tersedia.
  9. Lakukan simulasi audit.
  10. Lakukan final check sebelum pemeriksaan.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengetahui posisi kesiapan secara lebih realistis.

Estimasi Waktu Persiapan Audit CPOTB Tidak Bisa Disamaratakan

Pada akhirnya, estimasi waktu persiapan audit sertifikasi CPOTB sangat bergantung pada kondisi awal masing-masing industri.

Perusahaan yang sudah memiliki sistem mutu, fasilitas, dokumentasi, dan personel yang siap tentu dapat mempersiapkan audit dengan lebih cepat. Sementara industri yang masih memiliki banyak gap membutuhkan waktu lebih panjang untuk melakukan perbaikan.

Karena itu, daripada menetapkan target waktu secara sembarangan, lebih baik perusahaan melakukan assessment awal dan gap analysis terlebih dahulu. Hasil assessment tersebut dapat menjadi dasar penyusunan timeline persiapan yang lebih realistis.

Persiapkan Audit Sertifikasi CPOTB Bersama PERMATAMAS

Persiapan audit CPOTB membutuhkan lebih dari sekadar melengkapi dokumen. Perusahaan perlu memastikan fasilitas, sistem mutu, personel, dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, sanitasi, dan penerapan prosedur berjalan secara konsisten.

Melalui Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB PERMATAMAS, perusahaan dapat memperoleh pendampingan mulai dari assessment awal, gap analysis, pemeriksaan dokumen, persiapan fasilitas, pendampingan perbaikan, simulasi audit, hingga proses sertifikasi sesuai kebutuhan.

Jika Anda sedang mempersiapkan industri obat tradisional untuk menghadapi audit CPOTB, jangan menunggu sampai mendekati jadwal pemeriksaan. Semakin awal kondisi perusahaan dinilai, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperbaiki kekurangan.

PERMATAMAS — Solusi Aman dan Profesional untuk Persiapan Sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ – Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

1. Berapa lama persiapan audit sertifikasi CPOTB?

Waktu persiapan berbeda pada setiap industri, tergantung kesiapan fasilitas, dokumen, personel, dan pemenuhan persyaratan CPOTB.

2. Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum audit CPOTB?

Persiapan meliputi dokumen mutu, SOP, fasilitas produksi, peralatan, personel, sanitasi, dokumentasi, dan sistem pengawasan mutu.

3. Apakah fasilitas produksi harus siap sebelum audit?

Ya. Fasilitas dan sarana produksi perlu dipastikan memenuhi persyaratan CPOTB sebelum proses audit.

4. Apakah SOP harus lengkap sebelum audit?

Ya. SOP dan dokumen terkait harus tersedia, diterapkan, serta sesuai dengan kegiatan yang dilakukan di fasilitas.

5. Apakah personel perlu mendapatkan pelatihan CPOTB?

Ya. Personel yang terkait dengan kegiatan produksi dan mutu perlu memiliki kompetensi serta mendapatkan pelatihan yang sesuai.

6. Apakah perlu dilakukan audit internal sebelum audit sertifikasi?

Audit internal atau pemeriksaan kesiapan sangat membantu menemukan kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum audit sertifikasi.

7. Apa saja yang biasanya diperiksa saat audit CPOTB?

Auditor dapat menilai fasilitas, proses produksi, dokumentasi, sanitasi, pengawasan mutu, personel, penyimpanan, dan penerapan sistem mutu.

8. Apa yang terjadi jika ditemukan ketidaksesuaian?

Industri perlu melakukan tindakan perbaikan sesuai hasil temuan dan memenuhi ketentuan tindak lanjut yang ditetapkan.

9. Apakah persiapan CPOTB bisa didampingi konsultan?

Bisa. Pendampingan dapat membantu mengevaluasi kesiapan dokumen, fasilitas, SOP, serta membantu persiapan menghadapi audit.

10. Apakah PERMATAMAS membantu persiapan audit CPOTB?

Ya. PERMATAMAS membantu persiapan dokumen, evaluasi kesiapan, pendampingan perbaikan, hingga persiapan menghadapi proses audit CPOTB.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Harga Jasa Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Lengkap

Harga Jasa Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Lengkap

Harga Jasa Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Lengkap – Bagi industri obat tradisional, Sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) menjadi bagian penting dalam memastikan proses produksi berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan. Penerapan CPOTB tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk jadi, tetapi juga mencakup bangunan, fasilitas, peralatan, sanitasi, personel, proses produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, hingga pengendalian risiko.

Salah satu hal yang sering ditanyakan pelaku usaha adalah harga jasa sertifikasi CPOTB dengan pendampingan lengkap. Wajar jika perusahaan ingin mengetahui estimasi biaya sejak awal agar dapat menyiapkan anggaran dengan baik. Namun, biaya jasa pendampingan CPOTB tidak selalu sama karena bergantung pada kondisi perusahaan, ruang lingkup produksi, kesiapan dokumen, fasilitas, serta tingkat pendampingan yang dibutuhkan.

Melalui PERMATAMAS, perusahaan dapat memperoleh Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan pendampingan dari tahap awal hingga persiapan proses sertifikasi. Pendampingan dapat mencakup konsultasi, gap analysis, penyusunan dokumen, penyesuaian SOP, persiapan fasilitas, hingga pendampingan menghadapi evaluasi. Dengan persiapan yang terarah, perusahaan dapat mengetahui kekurangan sejak awal dan memperbaikinya sebelum proses sertifikasi.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB merupakan singkatan dari Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Penerapan CPOTB bertujuan memastikan obat tradisional diproduksi secara konsisten dan dikendalikan berdasarkan persyaratan mutu yang berlaku.

CPOTB tidak hanya menilai hasil akhir produk. Sistem ini melihat bagaimana perusahaan mengendalikan seluruh rangkaian kegiatan produksi, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, proses pengolahan, pengemasan, pengawasan mutu, sampai produk siap dipasarkan.

Karena itu, perusahaan perlu memandang sertifikasi CPOTB sebagai pembangunan sistem mutu yang berkelanjutan, bukan sekadar proses untuk memperoleh sebuah dokumen sertifikat.

Berapa Harga Jasa Sertifikasi CPOTB?

Tidak ada satu harga yang dapat diberlakukan untuk semua perusahaan karena kebutuhan pendampingan CPOTB berbeda-beda.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi harga jasa sertifikasi CPOTB antara lain:

  • Jenis dan kategori produk.
  • Ruang lingkup produksi.
  • Kondisi fasilitas produksi.
  • Kelengkapan dokumen mutu.
  • Jumlah SOP yang perlu disusun atau diperbaiki.
  • Kondisi sistem pengawasan mutu.
  • Kesiapan sumber daya manusia.
  • Kebutuhan pendampingan lapangan.
  • Tingkat perbaikan fasilitas.
  • Durasi pendampingan.

Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya melakukan konsultasi dan pemeriksaan awal sebelum mendapatkan penawaran biaya. Biaya jasa pendampingan juga perlu dibedakan dengan biaya resmi pemerintah atau biaya lain yang mungkin timbul selama proses sertifikasi.

JASA PENGURUSAN SERTIFIKASI CPOTB

Hubungi PERMATAMAS untuk Pendampingan CPOTB

PERMATAMAS membantu perusahaan mempersiapkan sertifikasi CPOTB secara lebih terstruktur. Pendampingan dilakukan dengan melihat kondisi aktual perusahaan sehingga dokumen yang dibuat tidak hanya lengkap secara administratif, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan operasional.

Layanan pendampingan dapat meliputi:

  • Konsultasi CPOTB.
  • Pemeriksaan kesiapan perusahaan.
  • Gap analysis.
  • Penyusunan dan penyesuaian SOP.
  • Pendampingan dokumen mutu.
  • Evaluasi fasilitas.
  • Pendampingan penerapan sistem.
  • Persiapan menghadapi evaluasi.
  • Pendampingan tindak lanjut temuan.

Konsultasi Harga Jasa Sertifikasi CPOTB via WhatsApp →

Apa Saja yang Termasuk Pendampingan Sertifikasi CPOTB?

Pendampingan CPOTB dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Semakin banyak aspek yang perlu diperbaiki, semakin luas pula cakupan pekerjaan pendampingan.

Secara umum, layanan profesional dapat mencakup:

  1. Konsultasi awal
    Membahas kondisi perusahaan, jenis produk, fasilitas, dan kebutuhan sertifikasi.
  2. Gap analysis
    Mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi perusahaan dengan persyaratan yang perlu dipenuhi.
  3. Penyusunan dokumen
    Membantu mempersiapkan SOP, instruksi kerja, formulir, dan dokumen sistem mutu.
  4. Pendampingan penerapan
    Membantu perusahaan menerapkan prosedur yang telah disusun.
  5. Persiapan evaluasi
    Memeriksa kesiapan dokumen, fasilitas, personel, dan rekaman sebelum evaluasi.
  6. Pendampingan tindak lanjut
    Membantu perusahaan memahami dan menindaklanjuti kekurangan yang ditemukan.

Dengan cakupan tersebut, pendampingan bukan hanya membantu proses administrasi, tetapi juga membantu perusahaan membangun sistem yang dapat diterapkan secara konsisten.

Harga Jasa Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Lengkap
Harga Jasa Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Lengkap

Mengapa Harga Jasa CPOTB Berbeda Setiap Perusahaan?

Setiap industri obat tradisional memiliki kondisi yang berbeda. Ada perusahaan yang sudah memiliki fasilitas produksi dan sistem dokumentasi yang relatif siap, tetapi ada pula yang baru mulai membangun sistem mutu.

Perbedaan kondisi tersebut membuat kebutuhan pendampingan menjadi tidak sama.

Misalnya, perusahaan yang sudah memiliki SOP lengkap mungkin hanya membutuhkan penyesuaian dan evaluasi. Sementara perusahaan yang belum memiliki sistem dokumentasi harus memulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan dokumen, pelatihan, hingga penerapan.

Karena itu, harga jasa sertifikasi CPOTB sebaiknya ditentukan berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, bukan sekadar berdasarkan harga paket.

Apa Saja Persyaratan Sertifikasi CPOTB?

Persiapan sertifikasi CPOTB mencakup berbagai aspek dalam kegiatan produksi obat tradisional.

Beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Legalitas perusahaan.
  • Struktur organisasi.
  • Personel dan kompetensinya.
  • Bangunan produksi.
  • Fasilitas produksi.
  • Peralatan.
  • Sanitasi dan higiene.
  • Bahan awal.
  • Proses produksi.
  • Pengawasan mutu.
  • Penyimpanan.
  • Pengemasan.
  • Dokumentasi.
  • Penanganan produk tidak sesuai.
  • Keluhan dan penarikan produk.
  • Audit internal.
  • Sistem tindakan perbaikan.

Persyaratan teknis perlu disesuaikan dengan jenis produk dan ruang lingkup kegiatan perusahaan. Karena itu, pemeriksaan awal sangat membantu sebelum perusahaan masuk ke proses sertifikasi.

Mengapa Gap Analysis Penting Sebelum Sertifikasi?

Gap analysis merupakan salah satu tahap yang penting dalam persiapan CPOTB. Melalui pemeriksaan ini, perusahaan dapat mengetahui bagian mana yang sudah sesuai dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Contohnya:

  • Dokumen SOP belum lengkap.
  • SOP belum sesuai dengan praktik lapangan.
  • Rekaman kegiatan belum tersedia.
  • Area produksi belum tertata optimal.
  • Sistem pengawasan mutu belum berjalan konsisten.
  • Personel belum mendapatkan pelatihan yang memadai.
  • Sistem dokumentasi belum tertib.

Dengan mengetahui kekurangan tersebut lebih awal, perusahaan dapat menyusun prioritas perbaikan berdasarkan tingkat kebutuhan dan risiko.

Dokumen yang Perlu Dipersiapkan

Dokumentasi menjadi bagian penting dalam penerapan sistem mutu CPOTB. Dokumen tidak cukup hanya dibuat, tetapi harus digunakan dan menghasilkan rekaman yang dapat ditelusuri.

Beberapa dokumen yang biasanya perlu dipersiapkan antara lain:

  • SOP produksi.
  • SOP pengawasan mutu.
  • SOP sanitasi dan higiene.
  • SOP pengendalian dokumen.
  • SOP pengendalian rekaman.
  • SOP penerimaan bahan.
  • SOP penyimpanan.
  • SOP pengemasan.
  • SOP penanganan produk tidak sesuai.
  • SOP penanganan keluhan.
  • SOP penarikan produk.
  • SOP audit internal.
  • SOP tindakan korektif dan pencegahan.
  • Formulir dan catatan mutu.

Jumlah serta jenis dokumen dapat berbeda sesuai dengan kegiatan dan ruang lingkup produksi perusahaan.

Apakah Fasilitas Produksi Mempengaruhi Biaya Pendampingan?

Ya. Kondisi fasilitas produksi dapat memengaruhi luas pekerjaan pendampingan.

Jika bangunan dan fasilitas sudah relatif siap, pendampingan dapat lebih berfokus pada dokumentasi, penerapan sistem, dan evaluasi. Sebaliknya, apabila masih banyak aspek fasilitas yang perlu diperbaiki, perusahaan mungkin membutuhkan pendampingan tambahan.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Tata letak ruangan.
  • Alur personel.
  • Alur bahan.
  • Alur produk.
  • Area produksi.
  • Area penyimpanan.
  • Kebersihan.
  • Sanitasi.
  • Ventilasi.
  • Pencahayaan.
  • Pengelolaan limbah.

PERMATAMAS dapat membantu melakukan identifikasi awal sehingga perusahaan mengetahui aspek apa saja yang perlu menjadi perhatian sebelum melanjutkan proses sertifikasi.

Apakah Harga Jasa Sudah Termasuk Biaya Resmi?

Ini merupakan pertanyaan yang sebaiknya selalu diajukan sebelum menggunakan jasa pendampingan.

Harga jasa konsultan atau pendamping tidak selalu sama dengan biaya resmi yang ditetapkan oleh pemerintah. Keduanya dapat menjadi komponen biaya yang berbeda.

Sebelum menyetujui penawaran, tanyakan secara jelas:

  1. Apa saja layanan yang termasuk dalam paket?
  2. Apakah gap analysis termasuk?
  3. Apakah penyusunan SOP termasuk?
  4. Apakah pendampingan lapangan termasuk?
  5. Apakah pelatihan personel termasuk?
  6. Apakah pendampingan evaluasi termasuk?
  7. Apakah tindak lanjut temuan termasuk?
  8. Apakah terdapat biaya resmi di luar jasa?

Dengan mengetahui rincian tersebut, perusahaan dapat membuat perencanaan anggaran yang lebih transparan.

Berapa Lama Proses Pendampingan CPOTB?

Durasi pendampingan tidak dapat disamaratakan karena sangat bergantung pada tingkat kesiapan perusahaan.

Perusahaan yang telah memiliki fasilitas, personel, dan sistem dokumentasi yang baik tentu memiliki kebutuhan berbeda dibandingkan perusahaan yang baru memulai persiapan.

Beberapa faktor yang memengaruhi waktu antara lain:

  • Kondisi awal perusahaan.
  • Kelengkapan dokumen.
  • Jumlah SOP yang harus dibuat.
  • Kesiapan fasilitas.
  • Kesiapan personel.
  • Kecepatan penerapan sistem.
  • Hasil evaluasi.
  • Jumlah temuan yang perlu diperbaiki.

Karena itu, pendampingan CPOTB sebaiknya dimulai sedini mungkin, bukan ketika perusahaan sudah mendekati jadwal evaluasi.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mempersiapkan CPOTB

Perusahaan terkadang terlalu fokus pada dokumen dan melupakan penerapan sistem di lapangan.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  • Membuat SOP tetapi tidak menerapkannya.
  • Dokumen tidak sesuai kondisi aktual.
  • Rekaman kegiatan tidak lengkap.
  • Personel tidak memahami prosedur.
  • Fasilitas belum siap.
  • Tidak melakukan evaluasi internal.
  • Tidak memiliki bukti pelatihan.
  • Tidak melakukan tindak lanjut terhadap masalah.
  • Menunda persiapan sampai mendekati evaluasi.

CPOTB sebaiknya dipahami sebagai sistem kerja, bukan hanya persyaratan administratif.

Siapa yang Membutuhkan Jasa Sertifikasi CPOTB?

Jasa pendampingan CPOTB dapat dibutuhkan oleh berbagai pelaku industri obat tradisional, terutama perusahaan yang ingin mempersiapkan atau meningkatkan sistem produksinya.

Layanan ini dapat relevan bagi:

  • Industri obat tradisional.
  • Produsen jamu.
  • Produsen obat herbal.
  • Produsen ekstrak bahan alam.
  • Perusahaan yang mengembangkan produk herbal.
  • Pelaku usaha yang sedang membangun fasilitas produksi.
  • Perusahaan yang perlu memperbaiki sistem mutu.
  • Perusahaan yang mempersiapkan proses sertifikasi.

Pendampingan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Tips Memilih Jasa Pendampingan Sertifikasi CPOTB

Jangan hanya membandingkan harga ketika memilih jasa konsultan. Perusahaan juga perlu memperhatikan pengalaman dan ruang lingkup layanan yang ditawarkan.

Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan:

  1. Pahami cakupan layanan.
  2. Tanyakan metode gap analysis.
  3. Pastikan ada pendampingan dokumen.
  4. Tanyakan apakah ada pendampingan penerapan.
  5. Pastikan biaya dijelaskan secara transparan.
  6. Tanyakan mekanisme pendampingan apabila terdapat temuan.
  7. Pastikan komunikasi dengan tim konsultan mudah dilakukan.

Harga yang lebih murah belum tentu menjadi pilihan terbaik jika cakupan pendampingannya sangat terbatas.

Mengapa Memilih PERMATAMAS?

PERMATAMAS memberikan pendampingan dengan pendekatan yang menyesuaikan kondisi perusahaan. Tujuannya bukan sekadar menyiapkan dokumen, tetapi membantu perusahaan memahami dan menerapkan sistem mutu secara lebih terstruktur.

Pendampingan dapat mencakup:

  • Konsultasi awal.
  • Identifikasi kebutuhan.
  • Gap analysis.
  • Pendampingan penyusunan dokumen.
  • Penyesuaian SOP.
  • Pendampingan penerapan sistem.
  • Evaluasi kesiapan.
  • Persiapan menghadapi proses sertifikasi.
  • Pendampingan tindak lanjut.

Dengan pendampingan yang menyeluruh, perusahaan dapat lebih mudah mengetahui prioritas perbaikan dan mempersiapkan proses sertifikasi secara bertahap.

Sertifikasi CPOTB Merupakan Investasi untuk Industri Obat Tradisional

Membangun industri obat tradisional yang terpercaya membutuhkan lebih dari sekadar produk yang laku di pasaran. Perusahaan perlu memiliki sistem produksi yang konsisten, dokumentasi yang tertata, personel kompeten, serta pengawasan mutu yang berjalan secara berkelanjutan.

Karena itu, biaya jasa sertifikasi CPOTB sebaiknya tidak hanya dilihat sebagai pengeluaran. Pendampingan yang tepat dapat membantu perusahaan membangun fondasi sistem mutu yang mendukung kegiatan produksi dalam jangka panjang.

Dengan sistem yang baik, perusahaan juga dapat lebih siap menghadapi pengembangan produk, peningkatan kapasitas produksi, maupun kebutuhan kepatuhan regulasi lainnya.

Kesimpulan: Berapa Harga Jasa Sertifikasi CPOTB?

Harga jasa sertifikasi CPOTB dengan pendampingan lengkap tidak dapat ditentukan dengan satu angka untuk semua perusahaan. Biayanya bergantung pada kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, jenis produk, ruang lingkup produksi, kesiapan sumber daya manusia, serta tingkat pendampingan yang diperlukan.

Karena itu, langkah terbaik adalah melakukan konsultasi dan gap analysis terlebih dahulu. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kebutuhan pekerjaan dapat dipetakan sehingga penawaran biaya menjadi lebih realistis dan transparan.

Jika Anda sedang mempersiapkan Sertifikasi CPOTB, PERMATAMAS siap membantu mulai dari konsultasi, gap analysis, penyusunan dokumen, penyesuaian SOP, pendampingan penerapan sistem, hingga persiapan menghadapi proses sertifikasi.

PERMATAMAS — Solusi Aman dan Profesional untuk Pengurusan Sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ – Harga Jasa Sertifikasi CPOTB dengan Pendampingan Lengkap

1. Berapa harga jasa Sertifikasi CPOTB?

Harga jasa dapat berbeda tergantung jenis usaha, ruang lingkup sertifikasi, kondisi fasilitas, jumlah produk, dan kebutuhan pendampingan.

2. Apa saja yang termasuk jasa pendampingan CPOTB?

Pendampingan dapat mencakup pemeriksaan dokumen, persiapan SOP, evaluasi fasilitas, perbaikan dokumen, hingga pendampingan proses evaluasi.

3. Apakah biaya jasa CPOTB sudah termasuk biaya resmi pemerintah?

Belum tentu. Biaya jasa konsultan dan biaya resmi pemerintah dapat menjadi komponen yang berbeda, sehingga perlu dikonfirmasi dalam penawaran.

4. Apakah Sertifikasi CPOTB wajib untuk industri obat tradisional?

Persyaratan CPOTB berlaku sesuai jenis kegiatan dan fasilitas industri obat tradisional berdasarkan ketentuan BPOM yang berlaku.

5. Apa saja dokumen yang perlu disiapkan?

Dokumen dapat mencakup legalitas, SOP, sistem mutu, dokumen produksi, pengawasan mutu, sanitasi, higiene, fasilitas, peralatan, dan dokumen pendukung lainnya.

6. Apakah fasilitas produksi perlu diperiksa sebelum sertifikasi?

Ya. Evaluasi kesiapan fasilitas membantu mengidentifikasi kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum proses sertifikasi.

7. Apakah jasa CPOTB termasuk pembuatan SOP?

Tergantung paket atau ruang lingkup layanan. Penyusunan dan penyesuaian SOP dapat menjadi bagian dari pendampingan sesuai kebutuhan perusahaan.

8. Berapa lama proses pendampingan Sertifikasi CPOTB?

Waktunya berbeda pada setiap perusahaan dan bergantung pada kesiapan dokumen, fasilitas, sistem mutu, serta hasil evaluasi.

9. Apakah menggunakan jasa pendampingan menjamin sertifikat CPOTB terbit?

Tidak ada pihak yang dapat menjamin keputusan regulator. Pendampingan bertujuan membantu perusahaan memenuhi persyaratan dan mempersiapkan proses dengan lebih baik.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa Sertifikasi CPOTB?

Ya. PERMATAMAS membantu persiapan dokumen, evaluasi kesiapan fasilitas, penyusunan SOP, hingga pendampingan proses Sertifikasi CPOTB.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Dokumen yang Dibutuhkan untuk Sertifikasi CPOTB

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Sertifikasi CPOTB

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Sertifikasi CPOTB – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbahan alam. Di balik peluang tersebut, produsen obat tradisional perlu memastikan proses produksi dilakukan secara konsisten, higienis, dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) sebagai pedoman dalam menjamin mutu dan keamanan produk.

Dalam proses sertifikasi, dokumen menjadi bagian penting yang tidak dapat dianggap sebagai formalitas. Dokumen yang lengkap membantu menunjukkan bahwa perusahaan memiliki sistem, fasilitas, personel, prosedur, serta pengendalian mutu yang mendukung penerapan CPOTB. Karena itu, memahami dokumen yang dibutuhkan untuk sertifikasi CPOTB sejak awal dapat membantu perusahaan menghindari pengulangan pekerjaan dan memperlancar proses persiapan.

Bagi industri yang belum terbiasa menangani persyaratan sertifikasi, Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB dari PERMATAMAS dapat menjadi pilihan pendampingan. Proses dapat dimulai dari pemetaan kesiapan perusahaan, pemeriksaan dokumen, penyusunan atau perbaikan SOP, pendampingan penerapan sistem, hingga persiapan menghadapi pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB merupakan pedoman yang digunakan untuk memastikan obat tradisional diproduksi secara konsisten dengan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Penerapannya tidak hanya berkaitan dengan kondisi ruang produksi, tetapi juga mencakup personel, sanitasi, dokumentasi, bahan baku, proses produksi, pengawasan mutu, hingga penyimpanan.

Sertifikasi CPOTB karena itu membutuhkan kesiapan perusahaan secara menyeluruh. Dokumen yang disiapkan harus menggambarkan bagaimana sistem mutu diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Beberapa aspek yang umumnya perlu dipersiapkan meliputi:

  1. Sistem manajemen mutu.
  2. Personel dan organisasi.
  3. Bangunan serta fasilitas.
  4. Peralatan produksi.
  5. Sanitasi dan higiene.
  6. Dokumentasi dan pencatatan.
  7. Pengawasan mutu.
  8. Penyimpanan dan distribusi.

Dokumen tersebut perlu disesuaikan dengan jenis dan skala kegiatan industri serta ketentuan CPOTB yang berlaku.

Mengapa Dokumen CPOTB Harus Dipersiapkan dengan Baik?

Dokumen merupakan bukti tertulis bahwa sistem yang diterapkan perusahaan telah direncanakan dan dijalankan. Dalam penerapan CPOTB, prosedur yang hanya disampaikan secara lisan tentu tidak cukup untuk menunjukkan konsistensi sistem.

Dokumentasi yang tertata juga membantu perusahaan melakukan pengawasan dan evaluasi apabila terjadi penyimpangan dalam proses produksi.

Dokumen yang baik dapat membantu perusahaan:

  • Menjelaskan prosedur kerja secara konsisten.
  • Menentukan tanggung jawab setiap personel.
  • Mempermudah pencatatan kegiatan produksi.
  • Mendukung proses pengawasan mutu.
  • Menelusuri riwayat bahan dan produk.
  • Membantu menemukan sumber penyimpangan.
  • Menjadi bukti penerapan sistem mutu.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya membuat dokumen untuk memenuhi kebutuhan sertifikasi, tetapi memastikan dokumen tersebut benar-benar dapat diterapkan dalam kegiatan operasional.

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Sertifikasi CPOTB

Dokumen yang dibutuhkan dapat berbeda berdasarkan kondisi dan ruang lingkup industri. Namun, secara umum perusahaan perlu mempersiapkan dokumen yang menggambarkan sistem mutu, proses produksi, fasilitas, pengawasan, serta pengelolaan sumber daya.

Beberapa kelompok dokumen yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Dokumen legalitas dan profil perusahaan.
  2. Dokumen sistem mutu.
  3. Struktur organisasi dan uraian tugas.
  4. SOP atau prosedur operasional.
  5. Dokumen produksi dan pengawasan mutu.
  6. Dokumen sanitasi dan higiene.
  7. Dokumen pengelolaan bahan baku.
  8. Dokumen pengelolaan fasilitas dan peralatan.
  9. Catatan produksi dan pengujian.
  10. Dokumen penyimpanan serta distribusi.

Penyusunan dokumen perlu dilakukan berdasarkan kondisi fasilitas yang sebenarnya. Jangan sampai SOP menjelaskan proses yang berbeda dengan praktik di lapangan karena ketidaksesuaian tersebut dapat menjadi masalah ketika dilakukan evaluasi.

Dokumen Legalitas dan Profil Industri

Sebelum masuk ke dokumen teknis CPOTB, perusahaan perlu memastikan dokumen dasar dan legalitas usaha telah tertata. Data perusahaan harus konsisten antara satu dokumen dengan dokumen lainnya.

Informasi tersebut membantu menggambarkan identitas industri yang akan menjalankan kegiatan produksi obat tradisional.

Beberapa data yang umumnya perlu diperiksa meliputi:

  • Identitas badan usaha.
  • Legalitas perusahaan.
  • Alamat fasilitas produksi.
  • Data penanggung jawab.
  • Struktur organisasi.
  • Ruang lingkup kegiatan usaha.
  • Informasi fasilitas produksi.
  • Data produk yang akan diproduksi.

Apabila terdapat perubahan nama perusahaan, alamat, penanggung jawab, atau informasi lainnya, data tersebut sebaiknya diperiksa kembali sebelum proses sertifikasi dilanjutkan.

Dokumen Sistem Manajemen Mutu

Sistem mutu merupakan bagian penting dalam penerapan CPOTB. Perusahaan perlu memiliki sistem yang menjelaskan bagaimana mutu produk dijaga mulai dari penerimaan bahan sampai produk selesai dan didistribusikan.

Dokumen sistem mutu dapat mencakup kebijakan mutu, sasaran mutu, tanggung jawab personel, pengendalian perubahan, penanganan penyimpangan, tindakan perbaikan, hingga evaluasi berkala.

Beberapa dokumen yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Kebijakan dan sasaran mutu.
  2. Prosedur pengendalian dokumen.
  3. Prosedur pengendalian perubahan.
  4. Prosedur penanganan penyimpangan.
  5. Prosedur tindakan korektif dan preventif.
  6. Prosedur penanganan keluhan.
  7. Prosedur penarikan produk.
  8. Prosedur audit internal.

Dokumen sistem mutu harus dibuat dengan bahasa yang jelas dan dapat dipahami oleh personel yang bertanggung jawab menjalankannya.

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Sertifikasi CPOTB
Dokumen yang Dibutuhkan untuk Sertifikasi CPOTB

Dokumen SOP Produksi

SOP menjadi pedoman kerja bagi personel agar setiap proses dilakukan dengan cara yang konsisten. Dalam industri obat tradisional, SOP perlu menggambarkan tahapan produksi sesuai kondisi fasilitas dan produk yang dibuat.

SOP bukan sekadar dokumen administratif. Isi SOP harus dapat diterapkan dan didukung oleh catatan pelaksanaan.

Beberapa prosedur yang dapat diperlukan antara lain:

  • Penerimaan bahan baku.
  • Penimbangan bahan.
  • Pengolahan bahan.
  • Proses produksi.
  • Pengemasan.
  • Pelabelan.
  • Pemeriksaan selama proses.
  • Penanganan produk tidak sesuai.
  • Pembersihan area dan peralatan.
  • Penyimpanan produk jadi.

Perusahaan perlu memastikan setiap SOP memiliki pengendalian dokumen yang jelas sehingga versi prosedur yang digunakan personel merupakan versi yang berlaku.

Dokumen Sanitasi dan Higiene

Kebersihan fasilitas, peralatan, dan personel menjadi bagian penting dalam industri obat tradisional. Karena itu, perusahaan perlu memiliki prosedur tertulis mengenai sanitasi dan higiene yang diterapkan secara konsisten.

Dokumen harus menggambarkan bagaimana perusahaan menjaga kondisi lingkungan produksi agar sesuai dengan standar yang dipersyaratkan.

Beberapa hal yang dapat didokumentasikan meliputi:

  1. Prosedur kebersihan personel.
  2. Prosedur penggunaan pakaian kerja.
  3. Prosedur pembersihan ruangan.
  4. Prosedur pembersihan peralatan.
  5. Jadwal sanitasi.
  6. Pengendalian hama.
  7. Pengelolaan limbah.
  8. Catatan pelaksanaan sanitasi.

Selain memiliki SOP, perusahaan harus mempunyai bukti bahwa prosedur tersebut benar-benar dilaksanakan.

Dokumen Bahan Baku dan Bahan Kemasan

Mutu produk obat tradisional sangat berkaitan dengan kualitas bahan yang digunakan. Oleh sebab itu, perusahaan perlu memiliki sistem untuk memastikan bahan baku dan bahan kemasan yang diterima memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Dokumen terkait bahan juga berperan penting dalam ketertelusuran. Apabila terjadi masalah pada suatu produk, perusahaan dapat menelusuri bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Dokumen dapat mencakup:

  • Spesifikasi bahan baku.
  • Spesifikasi bahan kemasan.
  • Prosedur penerimaan bahan.
  • Prosedur pemeriksaan bahan.
  • Catatan penerimaan.
  • Status pelulusan atau penolakan bahan.
  • Prosedur penyimpanan.
  • Sistem penelusuran nomor bets atau lot.

Perusahaan perlu memastikan bahwa pengelolaan bahan di dokumen sesuai dengan praktik yang benar-benar diterapkan di gudang.

Dokumen Produksi dan Pengawasan Mutu

Dokumen produksi menjadi bukti bahwa proses pembuatan produk dilakukan sesuai prosedur. Pencatatan yang lengkap juga membantu perusahaan melakukan penelusuran apabila terdapat masalah pada produk.

Selain dokumen produksi, pengawasan mutu perlu didukung dengan prosedur dan catatan pemeriksaan yang sesuai.

Beberapa dokumen yang dapat diperlukan meliputi:

  1. Catatan pengolahan bets.
  2. Catatan pengemasan.
  3. Spesifikasi produk jadi.
  4. Spesifikasi bahan.
  5. Prosedur pengambilan sampel.
  6. Prosedur pengujian.
  7. Catatan hasil pemeriksaan.
  8. Prosedur pelulusan produk.

Rincian dokumen tetap perlu disesuaikan dengan jenis produk, fasilitas, proses produksi, dan ruang lingkup sertifikasi perusahaan.

Dokumen Personel dan Pelatihan

Penerapan CPOTB tidak dapat berjalan tanpa personel yang kompeten. Karena itu, perusahaan perlu memiliki dokumen yang menunjukkan struktur organisasi, pembagian tugas, serta kompetensi personel.

Setiap personel sebaiknya mengetahui tanggung jawabnya dan memperoleh pelatihan sesuai pekerjaan yang dilakukan.

Dokumen yang perlu dipersiapkan dapat meliputi:

  • Struktur organisasi.
  • Uraian tugas.
  • Kualifikasi personel.
  • Data penanggung jawab.
  • Program pelatihan.
  • Materi pelatihan.
  • Daftar peserta pelatihan.
  • Evaluasi hasil pelatihan.

Catatan pelatihan penting karena menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya membuat SOP, tetapi juga membekali personel agar memahami prosedur yang harus dijalankan.

Dokumen Bangunan, Fasilitas, dan Peralatan

Kesiapan fasilitas juga harus dapat dibuktikan melalui dokumen yang relevan. Perusahaan perlu memastikan tata letak, alur personel, alur bahan, ruang produksi, penyimpanan, dan fasilitas pendukung sesuai dengan kebutuhan kegiatan produksi.

Dokumen fasilitas dapat mencakup:

  1. Denah bangunan.
  2. Tata letak ruang.
  3. Alur bahan.
  4. Alur personel.
  5. Daftar peralatan.
  6. Prosedur penggunaan peralatan.
  7. Prosedur pembersihan.
  8. Jadwal pemeliharaan.
  9. Catatan pemeliharaan.
  10. Catatan kalibrasi apabila diperlukan.

Dokumen harus menggambarkan kondisi aktual. Jika fasilitas mengalami perubahan, dokumen terkait juga perlu diperbarui agar tidak terjadi ketidaksesuaian.

Alur Persiapan Sertifikasi CPOTB

Persiapan sertifikasi sebaiknya dilakukan secara bertahap. Perusahaan tidak dianjurkan hanya mengumpulkan dokumen menjelang pemeriksaan karena penerapan CPOTB juga perlu terlihat dalam kegiatan operasional.

Alur persiapannya dapat dilakukan melalui:

1. Gap Assessment

Melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui kesenjangan antara kondisi perusahaan dengan persyaratan CPOTB.

2. Penyusunan Dokumen

Membuat atau memperbaiki SOP, instruksi kerja, formulir, dan dokumen pendukung lainnya.

3. Implementasi

Menerapkan dokumen yang telah dibuat dalam kegiatan operasional.

4. Pelatihan Personel

Memastikan personel memahami prosedur dan tanggung jawabnya.

5. Audit Internal

Melakukan evaluasi internal untuk menemukan ketidaksesuaian sebelum pemeriksaan resmi.

6. Perbaikan

Menindaklanjuti temuan dan memastikan tindakan korektif telah dilakukan.

7. Pengajuan dan Pemeriksaan

Setelah perusahaan dinilai siap, proses sertifikasi dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Berapa Lama Persiapan Sertifikasi CPOTB?

Tidak ada satu angka waktu yang dapat diterapkan untuk semua perusahaan. Lama persiapan sangat bergantung pada kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, jumlah produk, kesiapan personel, dan tingkat kesenjangan yang ditemukan.

Perusahaan yang sudah memiliki sistem mutu yang berjalan biasanya memiliki kebutuhan persiapan yang berbeda dengan industri yang baru membangun sistem dari awal.

Beberapa faktor yang memengaruhi durasi antara lain:

  1. Kelengkapan dokumen.
  2. Kesiapan bangunan dan fasilitas.
  3. Ketersediaan personel.
  4. Jumlah dan jenis produk.
  5. Kesiapan sistem pengawasan mutu.
  6. Hasil gap assessment.
  7. Temuan saat audit internal.

Karena itu, estimasi waktu yang lebih realistis sebaiknya ditentukan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi perusahaan.

Berapa Biaya Sertifikasi CPOTB?

Biaya sertifikasi CPOTB tidak hanya berkaitan dengan proses pengajuan. Perusahaan mungkin perlu mengalokasikan anggaran untuk pembenahan fasilitas, penyusunan dokumen, pelatihan, pengujian, audit internal, serta pendampingan profesional.

Jika menggunakan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB, biaya jasa juga dapat berbeda berdasarkan ruang lingkup pekerjaan dan tingkat kesiapan perusahaan.

Komponen biaya yang perlu diperhitungkan antara lain:

  • Biaya atau tarif resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Penyusunan dan perbaikan dokumen.
  • Pelatihan personel.
  • Audit internal.
  • Pembenahan fasilitas apabila diperlukan.
  • Pengujian atau kebutuhan teknis tertentu.
  • Jasa pendampingan konsultan.

Untuk memperoleh estimasi yang lebih akurat, perusahaan sebaiknya melakukan assessment terlebih dahulu sehingga kebutuhan pekerjaan dapat dihitung berdasarkan kondisi nyata.

Kesalahan Umum dalam Menyiapkan Dokumen CPOTB

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan membuat banyak SOP tetapi tidak memastikan SOP tersebut diterapkan. Akibatnya, terdapat perbedaan antara dokumen dengan praktik di lapangan.

Kesalahan lain yang perlu dihindari meliputi:

  1. Menggunakan SOP yang tidak sesuai kondisi fasilitas.
  2. Dokumen belum dikendalikan versinya.
  3. Formulir tersedia tetapi tidak diisi.
  4. Catatan produksi tidak lengkap.
  5. Pelatihan personel tidak terdokumentasi.
  6. Dokumen sanitasi tidak didukung bukti pelaksanaan.
  7. Tidak melakukan audit internal.
  8. Tidak menindaklanjuti temuan.
  9. Data antar dokumen tidak konsisten.
  10. Dokumen dibuat hanya untuk menghadapi audit.

Dokumen yang baik bukan dokumen yang paling banyak, melainkan dokumen yang relevan, terkendali, diterapkan, dan dapat menunjukkan bahwa sistem mutu benar-benar berjalan.

Mengapa Memilih Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB PERMATAMAS?

Persiapan CPOTB membutuhkan pemahaman mengenai dokumen sekaligus penerapannya di lapangan. Bagi perusahaan yang belum memiliki tim khusus, pendampingan konsultan dapat membantu memetakan kebutuhan secara lebih sistematis.

PERMATAMAS dapat membantu melalui beberapa tahapan:

  • Konsultasi awal CPOTB.
  • Gap assessment kesiapan perusahaan.
  • Pemeriksaan dokumen.
  • Penyusunan dan perbaikan SOP.
  • Penyusunan formulir dan catatan.
  • Pendampingan implementasi.
  • Pelatihan personel.
  • Audit internal.
  • Pendampingan perbaikan temuan.
  • Persiapan menghadapi proses pemeriksaan.

Pendampingan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan perusahaan. Sertifikasi tetap mengikuti evaluasi dan keputusan sesuai mekanisme regulator, sehingga tidak ada pihak yang dapat menjamin sertifikat pasti terbit tanpa memenuhi persyaratan.

Kapan Industri Harus Mulai Menyiapkan Dokumen CPOTB?

Persiapan sebaiknya dilakukan sejak awal, bukan ketika jadwal pemeriksaan sudah dekat. Perusahaan membutuhkan waktu untuk menyusun dokumen, menerapkannya, memberikan pelatihan, melakukan audit internal, dan memperbaiki ketidaksesuaian.

Semakin awal persiapan dilakukan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperbaiki sistem tanpa mengganggu kegiatan produksi secara berlebihan.

Jika industri obat tradisional Anda sedang mempersiapkan sertifikasi, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah melakukan pemetaan kondisi aktual perusahaan dan membandingkannya dengan persyaratan CPOTB yang berlaku.

Kesimpulan

Dokumen yang dibutuhkan untuk sertifikasi CPOTB mencakup berbagai aspek, mulai dari legalitas dan organisasi, sistem mutu, SOP produksi, sanitasi dan higiene, pengelolaan bahan, pengawasan mutu, personel, hingga bangunan, fasilitas, dan peralatan. Kelengkapan dokumen harus diikuti dengan penerapan yang konsisten agar sistem yang dibangun benar-benar berjalan dalam kegiatan operasional.

Persiapan yang dilakukan secara terburu-buru berisiko menimbulkan ketidaksesuaian antara dokumen dan praktik. Karena itu, industri obat tradisional sebaiknya melakukan gap assessment, menyusun dokumen, memberikan pelatihan, menerapkan sistem, serta melakukan audit internal sebelum mengikuti proses sertifikasi.

Percayakan Persiapan CPOTB kepada PERMATAMAS

Jika perusahaan Anda membutuhkan pendampingan dalam menyiapkan dokumen sertifikasi CPOTB, PERMATAMAS siap membantu mulai dari konsultasi, assessment, penyusunan SOP, pemeriksaan dokumen, pelatihan, audit internal, hingga persiapan pemeriksaan.

Dengan pendampingan yang terarah, perusahaan dapat lebih memahami persyaratan CPOTB sekaligus membangun sistem mutu yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

PERMATAMAS — Solusi Profesional untuk Pendampingan Sertifikasi CPOTB Industri Obat Tradisional.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ – Dokumen yang Dibutuhkan untuk Sertifikasi CPOTB

1. Apa itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, yaitu pedoman untuk memastikan proses produksi obat tradisional memenuhi persyaratan mutu dan keamanan.

2. Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk Sertifikasi CPOTB?

Umumnya diperlukan dokumen legalitas, sistem mutu, SOP, dokumen produksi, pengawasan mutu, sanitasi, higiene, serta dokumen pendukung lainnya sesuai jenis fasilitas.

3. Apakah SOP wajib disiapkan untuk Sertifikasi CPOTB?

Ya. SOP menjadi bagian penting dalam penerapan sistem mutu dan pengendalian proses produksi.

4. Apakah dokumen produksi perlu disiapkan?

Ya. Dokumen produksi seperti prosedur pengolahan, pengemasan, pencatatan bets, dan pengendalian proses perlu disiapkan sesuai kebutuhan.

5. Apakah dokumen pengawasan mutu diperlukan?

Ya. Dokumen pengawasan mutu diperlukan untuk mendukung pengujian dan memastikan mutu bahan maupun produk.

6. Apakah dokumen sanitasi dan higiene termasuk persyaratan?

Ya. Prosedur dan catatan terkait sanitasi, kebersihan fasilitas, serta higiene personel perlu dipersiapkan.

7. Apakah dokumen fasilitas dan peralatan diperlukan?

Ya. Data fasilitas, peralatan, pemeliharaan, pembersihan, dan kalibrasi perlu disiapkan sesuai persyaratan CPOTB.

8. Apakah dokumen pelatihan karyawan diperlukan?

Ya. Catatan pelatihan personel dapat menjadi bagian dari dokumentasi penerapan CPOTB.

9. Apakah semua dokumen harus selesai sebelum pengajuan?

Dokumen dan sistem yang dipersyaratkan sebaiknya dipersiapkan serta diterapkan sebelum proses evaluasi atau pemeriksaan.

10. Apakah PERMATAMAS membantu menyiapkan dokumen CPOTB?

Ya. PERMATAMAS membantu persiapan dokumen, SOP, evaluasi kesiapan fasilitas, hingga pendampingan proses Sertifikasi CPOTB.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

LEGALITAS PERMATAMAS INDONESIA

Akta Pendirian : Nomor 15
SK Pengesahaan : AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021
NPWP : 76,011,954,5-427,000
NIB : 0610210009793
TDP : 102637007638
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia

Telp : 021-89253417
Hp/WA : 085777630555

Izin Halal @ 2024 –
with ❤ Dokter Website