Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama – Bagi pelaku usaha obat tradisional, mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) bukan sekadar melengkapi dokumen administrasi. Sertifikasi ini berkaitan dengan kesiapan fasilitas, sistem mutu, proses produksi, sumber daya manusia, dokumentasi, hingga konsistensi penerapan prosedur di lapangan. Karena itu, banyak pelaku usaha yang merasa prosesnya cukup rumit, terutama ketika baru pertama kali mempersiapkan audit.

Kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan terlalu fokus membuat SOP dan dokumen, tetapi lupa memastikan bahwa seluruh prosedur benar-benar diterapkan. Saat audit berlangsung, auditor dapat menemukan ketidaksesuaian antara dokumen dengan praktik yang dilakukan sehari-hari.

Lalu, bagaimana cara daftar sertifikasi CPOTB agar lulus audit pertama? Kuncinya adalah mempersiapkan perusahaan secara menyeluruh sejak awal. Mulai dari memahami persyaratan, melakukan evaluasi kesiapan, memperbaiki fasilitas dan sistem mutu, melatih personel, sampai memastikan seluruh bukti penerapan terdokumentasi dengan baik.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB merupakan pedoman yang berkaitan dengan penerapan cara pembuatan obat tradisional yang baik. Penerapannya bertujuan agar obat tradisional diproduksi secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. Karena itu, perusahaan tidak hanya perlu memperhatikan produk akhir, tetapi juga seluruh rangkaian proses produksinya.

Dalam proses sertifikasi, kesiapan perusahaan dapat dilihat dari berbagai aspek yang saling berkaitan. Sistem mutu harus didukung oleh fasilitas, personel, dokumentasi, proses produksi, pengawasan mutu, serta pengendalian yang berjalan secara konsisten.

Beberapa bagian yang perlu menjadi perhatian antara lain:

  • Sistem mutu dan dokumentasi perusahaan.
  • Personel yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab jelas.
  • Bangunan serta fasilitas produksi.
  • Peralatan produksi dan pemeliharaannya.
  • Bahan awal dan pengendaliannya.
  • Proses produksi dan pengawasan mutu.
  • Penyimpanan bahan dan produk.
  • Penanganan penyimpangan, keluhan, dan produk tidak sesuai.

Dengan memahami ruang lingkup tersebut sejak awal, perusahaan dapat menyusun strategi persiapan audit dengan lebih terarah.

Mengapa Audit Pertama CPOTB Sering Menjadi Tantangan?

Audit pertama biasanya menjadi tahap yang cukup menantang karena perusahaan belum memiliki pengalaman menghadapi proses pemeriksaan secara langsung. Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa sistem yang selama ini digunakan belum sepenuhnya terdokumentasi atau belum diterapkan secara konsisten.

Persoalan bukan hanya mengenai ada atau tidaknya SOP. Auditor dapat melihat apakah prosedur tersebut benar-benar dipahami dan dijalankan oleh personel terkait. Bukti penerapan juga menjadi bagian penting untuk menunjukkan bahwa sistem mutu berjalan.

Beberapa penyebab perusahaan belum siap menghadapi audit pertama antara lain:

  1. Dokumen dibuat mendekati jadwal audit.
  2. SOP tidak sesuai dengan kondisi operasional.
  3. Personel belum memahami prosedur.
  4. Rekaman kegiatan belum lengkap.
  5. Fasilitas belum sepenuhnya sesuai kebutuhan proses.
  6. Pengendalian perubahan dan penyimpangan belum berjalan.
  7. Perusahaan belum melakukan audit internal.

Karena itu, persiapan sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak. Semakin awal perusahaan melakukan evaluasi, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperbaiki ketidaksesuaian.

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB dari Awal

Proses pendaftaran sebaiknya dimulai dengan memahami terlebih dahulu kebutuhan dan kondisi perusahaan. Jangan langsung mengajukan sertifikasi apabila sistem mutu, dokumen, fasilitas, dan personel belum siap.

Tahapan persiapan dapat dilakukan melalui langkah berikut:

  1. Identifikasi jenis dan kegiatan produksi
    Tentukan jenis produk dan aktivitas produksi yang akan dicakup dalam sertifikasi.
  2. Pelajari persyaratan CPOTB
    Perusahaan perlu memahami persyaratan yang berkaitan dengan fasilitas, produksi, mutu, personel, dokumentasi, dan aspek lainnya.
  3. Lakukan gap assessment
    Bandingkan kondisi perusahaan saat ini dengan persyaratan yang harus dipenuhi.
  4. Perbaiki fasilitas dan sistem
    Kekurangan yang ditemukan perlu diperbaiki sebelum proses audit.
  5. Siapkan dokumen dan SOP
    Dokumen harus menggambarkan aktivitas perusahaan secara nyata.
  6. Implementasikan prosedur
    Jangan hanya membuat dokumen. Pastikan seluruh prosedur diterapkan dan memiliki bukti rekaman.
  7. Lakukan audit internal
    Pemeriksaan internal membantu menemukan potensi ketidaksesuaian sebelum audit resmi.
  8. Ajukan proses sertifikasi
    Setelah perusahaan dinilai siap, proses pengajuan dapat dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Tahapan tersebut membantu perusahaan mempersiapkan audit bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari sisi operasional.

Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama
Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

Dokumen Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Dokumen merupakan bagian penting dalam sistem CPOTB karena menjadi bukti bahwa perusahaan mempunyai prosedur yang terstruktur. Namun, dokumen tidak boleh dibuat hanya untuk memenuhi persyaratan administratif.

Isi dokumen harus sesuai dengan aktivitas perusahaan. Beberapa dokumen yang perlu menjadi perhatian antara lain:

  • Pedoman sistem mutu.
  • SOP produksi.
  • SOP pengawasan mutu.
  • SOP sanitasi dan higiene.
  • SOP pengelolaan bahan awal.
  • SOP penyimpanan.
  • SOP pengendalian dokumen.
  • SOP penanganan penyimpangan.
  • SOP tindakan perbaikan dan pencegahan.
  • SOP penanganan keluhan dan penarikan produk.
  • Catatan produksi dan pengawasan mutu.
  • Catatan pelatihan personel.

Setiap dokumen juga perlu dikendalikan dengan baik. Perusahaan harus mengetahui versi dokumen yang berlaku, siapa yang bertanggung jawab, serta bagaimana perubahan dokumen dilakukan.

Persiapan Fasilitas Sebelum Audit CPOTB

Kesiapan fasilitas menjadi salah satu bagian yang tidak boleh diabaikan. Kondisi bangunan dan ruangan produksi perlu mendukung proses pembuatan obat tradisional yang terkendali. Tata letak, kebersihan, alur personel, alur bahan, penyimpanan, serta pemeliharaan fasilitas perlu diperhatikan sesuai persyaratan yang berlaku.

Sebelum audit pertama, perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas. Jangan menunggu auditor menemukan masalah baru kemudian dilakukan perbaikan.

Hal yang dapat diperiksa secara internal antara lain:

  • Kebersihan area produksi.
  • Kondisi ruangan dan fasilitas pendukung.
  • Alur bahan dan personel.
  • Kondisi peralatan produksi.
  • Program pembersihan dan sanitasi.
  • Area penyimpanan bahan dan produk.
  • Identifikasi dan pelabelan bahan.
  • Sistem pengendalian hama.
  • Pemeliharaan fasilitas dan peralatan.

Pemeriksaan internal secara berkala membantu perusahaan mengetahui apakah fasilitas benar-benar siap digunakan dan mampu mendukung penerapan sistem mutu.

Pentingnya Pelatihan Personel Sebelum Audit

Sistem CPOTB tidak akan berjalan apabila hanya dipahami oleh bagian tertentu. Seluruh personel yang terlibat dalam proses produksi dan pengawasan harus memahami tanggung jawabnya masing-masing.

Salah satu kondisi yang dapat menjadi masalah ketika audit adalah personel tidak mampu menjelaskan prosedur yang sebenarnya sudah tercantum dalam SOP. Hal ini dapat menunjukkan bahwa prosedur belum diterapkan secara optimal.

Karena itu, perusahaan perlu melakukan:

  1. Pelatihan sesuai tugas masing-masing personel.
  2. Evaluasi pemahaman setelah pelatihan.
  3. Dokumentasi pelatihan.
  4. Pembaruan kompetensi secara berkala.

Personel harus memahami bukan hanya “apa yang harus dilakukan”, tetapi juga alasan mengapa suatu prosedur harus dilakukan. Dengan demikian, penerapan sistem mutu dapat menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.

Lakukan Audit Internal Sebelum Audit Resmi

Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kesiapan audit pertama adalah melakukan audit internal. Audit internal dapat digunakan untuk mencari masalah yang mungkin belum terlihat dalam kegiatan sehari-hari.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang objektif. Tim dapat memeriksa dokumen, fasilitas, proses produksi, rekaman, serta wawancara dengan personel terkait.

Setelah menemukan ketidaksesuaian, perusahaan perlu:

  • Mencatat temuan secara jelas.
  • Menentukan akar penyebab masalah.
  • Menetapkan tindakan perbaikan.
  • Menentukan penanggung jawab.
  • Menetapkan target penyelesaian.
  • Memastikan tindakan perbaikan benar-benar efektif.

Dengan melakukan audit internal sebelum audit resmi, perusahaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki masalah lebih awal sehingga kesiapan menjadi lebih baik.

Kesalahan yang Harus Dihindari Agar Lulus Audit Pertama

Tidak ada cara yang dapat menjamin perusahaan pasti lulus audit pertama karena hasil pemeriksaan bergantung pada kesesuaian kondisi perusahaan terhadap persyaratan yang berlaku. Namun, risiko ketidaksesuaian dapat dikurangi dengan persiapan yang matang.

Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari adalah:

  1. Membuat dokumen secara mendadak
    Dokumen membutuhkan waktu untuk disusun, disetujui, diterapkan, dan dievaluasi.
  2. Menggunakan SOP yang tidak sesuai kondisi perusahaan
    SOP harus menggambarkan kegiatan yang benar-benar dilakukan.
  3. Tidak memiliki bukti penerapan
    Prosedur yang sudah dibuat perlu didukung rekaman yang relevan.
  4. Mengabaikan pelatihan personel
    Personel perlu memahami prosedur dan tanggung jawabnya.
  5. Tidak melakukan audit internal
    Tanpa pemeriksaan internal, perusahaan mungkin tidak mengetahui masalah yang sebenarnya sudah ada.

Persiapan yang baik bukan berarti menyembunyikan kekurangan, melainkan menemukan dan memperbaikinya sebelum proses audit resmi.

Berapa Lama Persiapan Sertifikasi CPOTB?

Waktu persiapan sertifikasi CPOTB dapat berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Perusahaan yang sudah memiliki fasilitas, dokumen, sistem mutu, dan personel yang siap tentu membutuhkan persiapan yang berbeda dengan perusahaan yang baru membangun sistem dari awal.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi lama persiapan antara lain:

  • Kondisi fasilitas produksi.
  • Kelengkapan dokumen.
  • Kesiapan sistem mutu.
  • Jumlah dan jenis produk.
  • Kompetensi personel.
  • Hasil gap assessment.
  • Jumlah temuan yang harus diperbaiki.
  • Kecepatan perusahaan melakukan tindakan korektif.

Oleh karena itu, estimasi waktu sebaiknya diberikan setelah dilakukan evaluasi awal. Pendekatan ini lebih realistis daripada memberikan janji waktu yang sama untuk semua perusahaan.

Jasa Konsultan CPOTB untuk Persiapan Audit Pertama

Bagi perusahaan yang baru pertama kali mengurus sertifikasi CPOTB, menggunakan jasa konsultan dapat membantu mempercepat pemahaman terhadap persyaratan dan mengurangi kesalahan dalam proses persiapan. Konsultan dapat membantu perusahaan melihat kondisi aktual secara lebih objektif.

Pendampingan dapat mencakup:

  • Konsultasi persyaratan CPOTB.
  • Gap assessment.
  • Pendampingan penyusunan dokumen.
  • Evaluasi SOP dan sistem mutu.
  • Persiapan fasilitas.
  • Pendampingan implementasi.
  • Persiapan audit internal.
  • Simulasi atau persiapan menghadapi audit.
  • Pendampingan perbaikan ketidaksesuaian.

Yang paling penting, konsultan sebaiknya tidak hanya membantu membuat dokumen, tetapi juga membantu perusahaan memahami cara menerapkan sistem tersebut dalam kegiatan operasional.

PERMATAMAS Siap Membantu Persiapan Sertifikasi CPOTB

Mempersiapkan sertifikasi CPOTB untuk pertama kali membutuhkan ketelitian karena aspek yang diperiksa tidak hanya dokumen, tetapi juga penerapan sistem mutu, fasilitas, proses produksi, personel, dan bukti rekaman kegiatan.

PERMATAMAS menyediakan jasa konsultasi dan pendampingan sertifikasi CPOTB bagi pelaku usaha obat tradisional yang ingin mempersiapkan perusahaan secara lebih terarah. Pendampingan dapat dimulai dari konsultasi awal, evaluasi kesiapan, penyusunan atau perbaikan dokumen, hingga persiapan menghadapi proses audit.

Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, perusahaan memiliki kesempatan untuk menemukan kekurangan dan melakukan perbaikan sebelum audit resmi. Tujuannya bukan sekadar mengejar sertifikat, tetapi membangun sistem produksi yang konsisten, terdokumentasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PERMATAMAS — Konsultan perizinan dan regulasi terpercaya untuk membantu persiapan sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Cara Daftar Sertifikasi CPOTB agar Lulus Audit Pertama

1. Apa itu sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah pedoman yang digunakan untuk memastikan proses pembuatan obat tradisional dilakukan secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.

2. Siapa yang perlu memiliki sertifikasi CPOTB?

Pelaku usaha yang melakukan kegiatan produksi obat tradisional perlu memenuhi ketentuan CPOTB sesuai jenis kegiatan dan produk yang diproduksi.

3. Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk sertifikasi CPOTB?

Persiapan meliputi dokumen sistem mutu, SOP, fasilitas produksi, peralatan, personel, proses produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, serta rekaman kegiatan.

4. Bagaimana cara daftar sertifikasi CPOTB?

Perusahaan perlu memahami persyaratan, melakukan evaluasi kesiapan, memperbaiki fasilitas dan sistem mutu, menyiapkan dokumen, menerapkan prosedur, kemudian mengajukan proses sertifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.

5. Apakah dokumen CPOTB saja cukup agar lulus audit?

Tidak. Dokumen harus sesuai dengan kondisi perusahaan dan benar-benar diterapkan. Bukti penerapan melalui rekaman kegiatan juga penting dalam proses audit.

6. Apa yang diperiksa saat audit CPOTB?

Pemeriksaan dapat mencakup sistem mutu, dokumentasi, fasilitas, peralatan, proses produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, sanitasi, personel, serta penerapan prosedur.

7. Bagaimana agar lulus audit CPOTB pertama kali?

Perusahaan perlu melakukan gap assessment, memperbaiki ketidaksesuaian, melatih personel, memastikan SOP diterapkan, melengkapi rekaman, dan melakukan audit internal sebelum audit resmi.

8. Berapa lama proses persiapan sertifikasi CPOTB?

Waktunya berbeda pada setiap perusahaan, tergantung kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, kesiapan sistem mutu, personel, serta jumlah perbaikan yang diperlukan.

9. Apa kesalahan yang sering menyebabkan ketidaksesuaian saat audit CPOTB?

Kesalahan yang umum antara lain SOP tidak sesuai praktik, dokumen tidak lengkap, rekaman kegiatan tidak tersedia, personel tidak memahami prosedur, serta perusahaan belum melakukan audit internal.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa konsultasi CPOTB?

Ya. PERMATAMAS menyediakan pendampingan persiapan sertifikasi CPOTB, mulai dari konsultasi, evaluasi kesiapan, penyusunan dokumen, perbaikan sistem hingga persiapan menghadapi audit.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM

Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM

Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM – Sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) merupakan salah satu bagian penting dalam memastikan proses produksi obat tradisional berjalan sesuai standar mutu dan keamanan yang ditetapkan. Bagi perusahaan yang telah memiliki sertifikasi CPOTB, masa berlaku dan status sertifikasi perlu diperhatikan agar kegiatan produksi tetap berjalan tanpa kendala administratif.

Ketika masa berlaku sertifikasi mulai mendekati akhir, perusahaan sebaiknya tidak menunggu sampai sertifikat benar-benar berakhir. Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan dalam mempersiapkan dokumen, mengevaluasi kesiapan fasilitas, hingga mengikuti proses pengajuan sesuai ketentuan BPOM.

Melalui pendampingan yang terstruktur, perusahaan dapat lebih mudah mengidentifikasi dokumen yang perlu diperbarui, memastikan penerapan CPOTB tetap berjalan, serta mempersiapkan proses perpanjangan dengan lebih baik.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah pedoman yang digunakan untuk memastikan obat tradisional dibuat secara konsisten dan dikendalikan sesuai standar mutu yang berlaku. Penerapannya tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga mencakup berbagai aspek pendukung yang berpengaruh terhadap kualitas produk.

Dalam praktiknya, perusahaan perlu memiliki sistem yang mampu mengendalikan proses mulai dari bahan baku hingga produk jadi. Beberapa aspek penting dalam penerapan CPOTB meliputi:

  • Manajemen mutu.
  • Personel dan organisasi.
  • Bangunan dan fasilitas.
  • Peralatan produksi.
  • Sanitasi dan higiene.
  • Dokumentasi.
  • Pengawasan mutu.
  • Penyimpanan dan distribusi.
  • Penanganan keluhan serta penarikan produk.

Karena itu, perpanjangan sertifikasi bukan sekadar memperbarui dokumen administratif. Perusahaan juga perlu memastikan sistem CPOTB masih diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Mengapa Sertifikasi CPOTB Perlu Diperpanjang?

Sertifikasi yang mendekati masa berakhir perlu segera dievaluasi agar perusahaan mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan persiapan. Menunda proses dapat membuat perusahaan harus melakukan berbagai perbaikan dalam waktu yang lebih terbatas.

Beberapa alasan mengapa perpanjangan perlu dipersiapkan sejak awal antara lain:

  1. Menjaga keberlangsungan kepatuhan perusahaan terhadap persyaratan yang berlaku.
  2. Menghindari persiapan mendadak ketika masa berlaku sertifikasi sudah dekat.
  3. Memastikan dokumen dan sistem masih sesuai dengan kondisi perusahaan.
  4. Mengidentifikasi ketidaksesuaian lebih awal sehingga dapat dilakukan perbaikan.
  5. Mendukung kelancaran kegiatan produksi dan pengelolaan obat tradisional.

Persiapan lebih awal juga memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk melakukan evaluasi internal terhadap fasilitas, prosedur, personel, dokumentasi, dan sistem mutu sebelum proses perpanjangan dilakukan.

Kapan Sebaiknya Mengurus Perpanjangan Sertifikasi CPOTB?

Perusahaan sebaiknya mulai memeriksa status sertifikasi CPOTB sebelum masa berlakunya berakhir. Waktu persiapan perlu mempertimbangkan kondisi perusahaan, kelengkapan dokumen, perubahan fasilitas, perubahan personel, serta hasil evaluasi atau pemeriksaan sebelumnya.

Jangan sampai perusahaan baru melakukan persiapan ketika sertifikat sudah mendekati tanggal kedaluwarsa. Jika ditemukan dokumen yang belum diperbarui atau terdapat ketidaksesuaian pada penerapan CPOTB, perusahaan membutuhkan waktu untuk melakukan perbaikan.

Karena proses dan kebutuhan setiap perusahaan dapat berbeda, jadwal perpanjangan sebaiknya ditentukan berdasarkan status sertifikat dan ketentuan BPOM yang berlaku pada saat pengajuan. Pendamping profesional dapat membantu perusahaan membuat checklist dan timeline persiapan yang lebih terarah.

Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM
Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM

Dokumen yang Perlu Dipersiapkan untuk Perpanjangan CPOTB

Dokumen menjadi salah satu bagian penting dalam proses perpanjangan. Perusahaan perlu memastikan informasi dalam dokumen sesuai dengan kondisi aktual fasilitas dan kegiatan produksi.

Secara umum, persiapan dapat mencakup:

  • Sertifikat CPOTB sebelumnya.
  • Legalitas dan data perusahaan.
  • Data fasilitas produksi.
  • Dokumen sistem manajemen mutu.
  • SOP dan instruksi kerja terkait CPOTB.
  • Dokumen personel dan struktur organisasi.
  • Dokumentasi fasilitas dan peralatan.
  • Dokumen sanitasi dan higiene.
  • Catatan produksi dan pengawasan mutu.
  • Dokumen penyimpanan dan distribusi.
  • Dokumentasi penanganan keluhan dan penarikan produk.

Dokumen yang dibutuhkan dapat berbeda sesuai jenis sertifikasi, kondisi fasilitas, perubahan perusahaan, serta ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, pemeriksaan dokumen sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sebelum pengajuan.

Evaluasi Fasilitas Sebelum Perpanjangan CPOTB

Selain dokumen, perusahaan perlu memastikan fasilitas produksi masih memenuhi standar yang dipersyaratkan. Perubahan bangunan, tata letak, peralatan, ruang produksi, gudang, atau sistem pendukung dapat memengaruhi kesiapan perusahaan.

Evaluasi dapat dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual dengan prosedur dan dokumen yang dimiliki. Jika terdapat perbedaan, perusahaan perlu menentukan apakah dokumen yang harus diperbarui atau kondisi fasilitas yang perlu diperbaiki.

Hal ini penting karena dokumen yang terlihat lengkap belum tentu menggambarkan kondisi operasional sebenarnya. Konsistensi antara dokumen, fasilitas, dan penerapan di lapangan menjadi bagian penting dalam sistem CPOTB.

Apakah Perpanjangan CPOTB Sama dengan Pengajuan Baru?

Perpanjangan sertifikasi CPOTB tidak selalu identik dengan pengajuan sertifikasi baru. Perusahaan yang sudah memiliki sertifikat memiliki riwayat penerapan sistem dan dokumen yang dapat menjadi dasar evaluasi.

Namun, perusahaan tetap perlu memastikan bahwa persyaratan yang berlaku telah dipenuhi. Jika terdapat perubahan signifikan pada fasilitas, proses produksi, personel, atau aspek lain, kebutuhan administrasinya juga perlu diperiksa kembali.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak sekadar menggunakan dokumen lama tanpa melakukan evaluasi. Review menyeluruh terhadap sertifikasi dan sistem CPOTB yang berjalan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan pembaruan sebelum proses perpanjangan dilakukan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Perpanjangan CPOTB

Salah satu kendala yang dapat terjadi adalah perusahaan baru menyadari adanya ketidaksesuaian ketika proses perpanjangan sudah berjalan. Kondisi tersebut dapat membuat proses persiapan menjadi lebih panjang.

Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari antara lain:

  1. Menunggu sampai sertifikat hampir berakhir.
  2. Menggunakan dokumen lama yang sudah tidak sesuai dengan kondisi perusahaan.
  3. Tidak memperbarui SOP setelah terjadi perubahan proses.
  4. Tidak melakukan evaluasi fasilitas dan peralatan.
  5. Dokumentasi kegiatan tidak lengkap.
  6. Kurangnya koordinasi antara bagian produksi, mutu, gudang, dan manajemen.

Dengan melakukan evaluasi lebih awal, perusahaan mempunyai kesempatan untuk memperbaiki ketidaksesuaian sebelum masuk ke tahapan proses berikutnya.

Manfaat Menggunakan Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB

Mengurus perpanjangan secara mandiri memungkinkan dilakukan, tetapi perusahaan harus memahami persyaratan, dokumen, sistem, serta mekanisme pengajuan yang berlaku. Bagi perusahaan yang belum memiliki tim khusus regulasi, proses tersebut dapat cukup kompleks.

Menggunakan Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB dapat membantu perusahaan lebih fokus pada kegiatan operasional karena proses persiapan administratif mendapatkan pendampingan.

Manfaat pendampingan antara lain:

  • ✅ Membantu mengevaluasi kelengkapan dokumen.
  • ✅ Membantu mengidentifikasi dokumen yang perlu diperbarui.
  • ✅ Pendampingan penyusunan dan penyesuaian SOP.
  • ✅ Membantu mempersiapkan kebutuhan administrasi.
  • ✅ Pendampingan selama proses pengajuan.
  • ✅ Membantu mempersiapkan perusahaan menghadapi evaluasi sesuai prosedur.
  • ✅ Mengurangi risiko kesalahan administratif.

Namun, pendampingan jasa tidak berarti sertifikat pasti diterbitkan. Keputusan akhir tetap berada pada BPOM sesuai hasil evaluasi dan ketentuan yang berlaku.

Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB PERMATAMAS

Bagi perusahaan obat tradisional yang membutuhkan pendampingan, PERMATAMAS menyediakan layanan Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

Pendampingan dapat dimulai dari pemeriksaan status sertifikasi, evaluasi dokumen, identifikasi kebutuhan perbaikan, persiapan administrasi, hingga pendampingan proses pengajuan.

Dengan bantuan tenaga yang memahami proses perizinan dan sertifikasi, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai langkah yang perlu dilakukan sebelum mengajukan perpanjangan.

PERMATAMAS — Solusi Aman dan Profesional untuk Pengurusan Sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB Resmi BPOM

1. Apa itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah pedoman yang memastikan proses pembuatan obat tradisional dilakukan secara konsisten dan memenuhi standar mutu yang berlaku.

2. Kapan sebaiknya perpanjangan Sertifikasi CPOTB dilakukan?

Sebaiknya persiapan dilakukan sebelum masa berlaku sertifikat berakhir agar perusahaan memiliki waktu untuk mengevaluasi dokumen, fasilitas, dan penerapan CPOTB.

3. Apa saja yang perlu disiapkan untuk perpanjangan CPOTB?

Umumnya meliputi sertifikat sebelumnya, legalitas perusahaan, data fasilitas, SOP, dokumen mutu, data personel, serta dokumentasi produksi dan pengawasan mutu.

4. Apakah dokumen CPOTB lama masih bisa digunakan?

Dokumen lama dapat menjadi dasar, tetapi perlu dievaluasi dan diperbarui apabila terdapat perubahan pada fasilitas, proses, personel, atau ketentuan yang berlaku.

5. Apakah fasilitas produksi perlu diperiksa kembali?

Kesiapan fasilitas perlu dievaluasi untuk memastikan kondisi aktualnya sesuai dengan dokumen dan persyaratan CPOTB yang berlaku.

6. Apakah perpanjangan CPOTB sama dengan pengajuan baru?

Tidak selalu. Perpanjangan dilakukan terhadap sertifikasi yang sudah dimiliki, tetapi perusahaan tetap harus memenuhi persyaratan dan evaluasi yang ditetapkan.

7. Apa penyebab proses perpanjangan CPOTB terkendala?

Kendala dapat terjadi karena dokumen tidak lengkap, data tidak sesuai kondisi aktual, SOP belum diperbarui, atau terdapat ketidaksesuaian pada penerapan CPOTB.

8. Apakah menggunakan jasa dapat menjamin sertifikat CPOTB terbit?

Tidak. Jasa pendampingan membantu persiapan dan proses administrasi, sedangkan keputusan penerbitan sertifikasi tetap mengikuti evaluasi dan kewenangan BPOM.

9. Apa manfaat menggunakan Jasa Perpanjangan Sertifikasi CPOTB?

Pendampingan dapat membantu pemeriksaan dokumen, evaluasi kesiapan perusahaan, penyesuaian SOP, persiapan administrasi, dan pendampingan proses pengajuan.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa perpanjangan CPOTB?

Ya. PERMATAMAS menyediakan pendampingan perpanjangan Sertifikasi CPOTB, mulai dari konsultasi dan pemeriksaan dokumen hingga pendampingan proses pengajuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Registrasi Obat Tradisional dengan Pendampingan Hingga Nomor Izin Edar Terbit

Jasa Pengurusan Registrasi Obat Tradisional dengan Pendampingan Hingga Nomor Izin Edar Terbit

Jasa Pengurusan Registrasi Obat Tradisional dengan Pendampingan Hingga Nomor Izin Edar Terbit – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbahan alam. Jamu, obat herbal terstandar, hingga berbagai produk obat tradisional kini semakin banyak dipasarkan melalui toko, apotek, marketplace, maupun kanal penjualan lainnya. Namun, sebelum produk dapat diedarkan secara legal, pelaku usaha perlu memastikan bahwa produk telah memenuhi ketentuan registrasi dan memiliki Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM sesuai kategori produknya.

Proses registrasi obat tradisional bukan hanya mengenai mengisi formulir permohonan. Pelaku usaha perlu menyiapkan data administratif, informasi formula, bahan baku, proses produksi, penandaan, klaim, serta berbagai dokumen pendukung. Kesalahan pada data atau ketidaksesuaian dokumen dapat menyebabkan proses evaluasi menjadi lebih panjang.

Karena itu, menggunakan Jasa Pengurusan Registrasi Obat Tradisional dapat menjadi pilihan bagi produsen, pemilik merek, maupun pelaku usaha yang ingin mendapatkan pendampingan secara lebih terarah. PERMATAMAS membantu mendampingi proses persiapan hingga pengajuan registrasi, dengan tujuan agar setiap tahapan dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Registrasi Obat Tradisional?

Registrasi obat tradisional merupakan proses pengajuan produk obat tradisional kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan persetujuan sebelum produk diedarkan secara legal. Registrasi dilakukan agar produk yang beredar memenuhi aspek keamanan, mutu, manfaat, serta persyaratan administratif dan teknis yang ditetapkan regulator.

Bagi pelaku usaha, registrasi bukan sekadar kewajiban administratif. Nomor Izin Edar menjadi bagian penting dari legalitas produk ketika obat tradisional dipasarkan kepada masyarakat. Produk yang akan dipasarkan juga perlu memiliki informasi yang sesuai dengan ketentuan, termasuk mengenai komposisi, penandaan, aturan penggunaan, dan klaim yang diperbolehkan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam registrasi antara lain:

  • Identitas dan legalitas perusahaan atau pemohon.
  • Jenis serta kategori produk obat tradisional.
  • Komposisi dan bahan yang digunakan.
  • Informasi produsen dan fasilitas produksi.
  • Penandaan atau label produk.
  • Klaim dan aturan penggunaan.
  • Dokumen teknis serta administratif pendukung.

Dengan memahami persyaratan sejak awal, pelaku usaha dapat mempersiapkan pengajuan dengan lebih baik dan mengurangi risiko kendala administratif selama proses evaluasi.

Mengapa Obat Tradisional Perlu Memiliki Nomor Izin Edar?

Nomor Izin Edar menunjukkan bahwa produk telah melalui mekanisme registrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi konsumen, keberadaan legalitas tersebut dapat menjadi salah satu informasi penting dalam mempertimbangkan keamanan dan kredibilitas produk yang akan digunakan.

Dari sisi bisnis, legalitas juga memberikan nilai tambah bagi produsen. Produk yang memiliki izin sesuai ketentuan akan lebih mudah dikembangkan ke berbagai saluran pemasaran yang membutuhkan kepatuhan regulasi. Pemilik usaha juga dapat membangun kepercayaan konsumen dengan memberikan informasi produk secara transparan.

Beberapa manfaat pengurusan registrasi obat tradisional antara lain:

  1. Membantu memenuhi ketentuan peredaran produk.
  2. Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk.
  3. Mendukung pengembangan pemasaran secara lebih luas.
  4. Memberikan kepastian administratif bagi pelaku usaha.
  5. Membantu produk memiliki legalitas sesuai kategori dan ketentuan BPOM.

Dengan demikian, pengurusan izin edar sebaiknya dipersiapkan sejak tahap awal pengembangan produk, bukan setelah produk selesai dipasarkan.

Jenis Obat Tradisional yang Perlu Dipahami Sebelum Registrasi

Sebelum melakukan registrasi, pelaku usaha perlu memahami kategori produk yang akan didaftarkan. Tidak semua produk berbahan alam memiliki jalur registrasi yang sama. Karakteristik bahan, bentuk sediaan, komposisi, klaim, proses produksi, dan faktor lainnya dapat memengaruhi kategori serta persyaratan yang harus dipenuhi.

Kesalahan menentukan kategori produk dapat berpengaruh pada dokumen yang dipersiapkan maupun jalur pengajuannya. Karena itu, pemeriksaan produk sebelum pengajuan menjadi tahap yang cukup penting, terutama bagi pelaku usaha yang baru pertama kali melakukan registrasi.

Secara umum, pelaku usaha dapat mengenali beberapa kategori produk seperti:

  • Jamu.
  • Obat Herbal Terstandar (OHT).
  • Fitofarmaka.
  • Produk lain yang memiliki ketentuan khusus sesuai karakteristik dan peruntukannya.

PERMATAMAS dapat membantu pelaku usaha memahami kebutuhan administrasi dan dokumen berdasarkan karakteristik produk sebelum proses registrasi dilakukan.

Jasa Pengurusan Registrasi Obat Tradisional dengan Pendampingan Hingga Nomor Izin Edar Terbit
Jasa Pengurusan Registrasi Obat Tradisional dengan Pendampingan Hingga Nomor Izin Edar Terbit

Persyaratan Registrasi Obat Tradisional

Persyaratan registrasi dapat berbeda berdasarkan jenis produk, pemohon, fasilitas produksi, asal produk, dan kategori registrasinya. Oleh sebab itu, daftar dokumen sebaiknya tidak disamaratakan untuk semua produk obat tradisional.

Pada tahap persiapan, pelaku usaha perlu memastikan data perusahaan dan produk telah konsisten. Informasi yang terdapat pada dokumen administrasi, data produk, label, kemasan, dan dokumen teknis sebaiknya diperiksa kembali sebelum pengajuan dilakukan.

Dokumen yang umumnya perlu dipersiapkan dapat meliputi:

  1. Data dan legalitas perusahaan.
  2. Data produsen atau fasilitas produksi.
  3. Informasi nama dan bentuk sediaan produk.
  4. Formula atau komposisi produk.
  5. Informasi bahan baku yang digunakan.
  6. Spesifikasi dan dokumen teknis yang dipersyaratkan.
  7. Rancangan label atau penandaan.
  8. Informasi aturan penggunaan dan klaim.
  9. Dokumen pendukung lainnya sesuai kategori produk.

Kelengkapan dokumen menjadi salah satu faktor penting agar proses pengajuan dapat berjalan lebih terarah.

Tahapan Pengurusan Registrasi Obat Tradisional

Proses registrasi sebaiknya dilakukan secara sistematis. Sebelum mengajukan permohonan, produk perlu diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan kategori, formula, klaim, serta dokumen yang digunakan telah sesuai dengan persyaratan.

Setelah dokumen dan data produk dipersiapkan, pengajuan dilakukan melalui mekanisme registrasi yang ditetapkan BPOM. Selanjutnya, permohonan akan melalui tahapan evaluasi sesuai ketentuan. Apabila terdapat permintaan perbaikan atau tambahan data, pemohon perlu memberikan tanggapan sesuai batas waktu dan ketentuan yang berlaku.

Secara sederhana, alurnya dapat dipahami sebagai berikut:

Konsultasi → Pemeriksaan Produk → Persiapan Dokumen → Penyusunan Data Registrasi → Pengajuan → Evaluasi BPOM → Pemenuhan Perbaikan Jika Ada → Persetujuan → Nomor Izin Edar Terbit

Pendampingan profesional dapat membantu pelaku usaha memahami setiap tahapan tersebut sehingga proses tidak dilakukan secara asal atau hanya mengandalkan pengisian formulir.

Berapa Lama Proses Registrasi Obat Tradisional?

Pertanyaan mengenai lama proses registrasi sering muncul dari pelaku usaha yang ingin segera memasarkan produknya. Namun, waktu penyelesaian tidak dapat disamaratakan untuk setiap produk karena dapat dipengaruhi oleh kategori produk, kelengkapan dokumen, jalur registrasi, proses evaluasi, serta ada atau tidaknya permintaan perbaikan dari BPOM.

Karena itu, pelaku usaha sebaiknya tidak hanya berfokus pada target waktu penerbitan Nomor Izin Edar. Persiapan dokumen yang tepat sejak awal justru menjadi bagian penting untuk membantu menghindari proses bolak-balik akibat kesalahan administratif maupun teknis.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi proses antara lain:

  • Kelengkapan dokumen administrasi.
  • Ketepatan kategori produk.
  • Kesesuaian formula dan bahan.
  • Kesesuaian klaim produk.
  • Ketepatan penandaan atau label.
  • Hasil evaluasi regulator.
  • Kecepatan pemohon dalam memberikan perbaikan apabila diminta.

Dengan persiapan yang baik, proses registrasi dapat dilakukan secara lebih terencana dan risiko keterlambatan akibat kesalahan dokumen dapat diminimalkan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Registrasi Obat Tradisional

Pengajuan registrasi dapat menghadapi kendala ketika informasi yang diberikan tidak konsisten atau dokumen yang disampaikan belum sesuai dengan kebutuhan registrasi. Hal tersebut cukup sering terjadi pada pelaku usaha yang belum terbiasa dengan proses registrasi produk obat tradisional.

Kesalahan tidak selalu berarti produk tidak dapat didaftarkan. Dalam kondisi tertentu, pemohon dapat diminta melakukan perbaikan atau memberikan data tambahan sesuai hasil evaluasi. Namun, semakin banyak perbaikan yang diperlukan, proses dapat menjadi lebih rumit dan membutuhkan perhatian lebih besar.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  1. Salah menentukan kategori produk.
  2. Formula atau komposisi tidak konsisten dengan dokumen lainnya.
  3. Klaim produk tidak sesuai ketentuan.
  4. Informasi pada label belum memenuhi persyaratan.
  5. Dokumen perusahaan belum lengkap.
  6. Data produsen atau fasilitas produksi tidak sesuai.
  7. Tidak segera menindaklanjuti permintaan perbaikan.

Pemeriksaan sebelum pengajuan menjadi langkah penting agar berbagai potensi masalah tersebut dapat diketahui lebih awal.

Keuntungan Menggunakan Jasa Pengurusan Registrasi Obat Tradisional

Mengurus registrasi sendiri sebenarnya dapat dilakukan oleh pelaku usaha yang memahami prosedur dan memiliki sumber daya untuk mempersiapkan seluruh dokumen. Namun, bagi perusahaan yang belum berpengalaman, proses registrasi dapat terasa cukup kompleks karena mencakup aspek administratif dan teknis.

Menggunakan jasa pendampingan dapat membantu menghemat waktu dalam proses persiapan. Konsultan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan dokumen, memeriksa data produk, membantu penyusunan berkas, serta mendampingi proses pengajuan sesuai ruang lingkup layanan.

Beberapa manfaat pendampingan antara lain:

  • Konsultasi awal mengenai kebutuhan registrasi.
  • Pemeriksaan dokumen sebelum pengajuan.
  • Pendampingan penyusunan data produk.
  • Pendampingan proses pengajuan.
  • Pemantauan proses registrasi.
  • Pendampingan apabila terdapat permintaan perbaikan.

Dengan demikian, pemilik usaha dapat lebih fokus pada produksi, pemasaran, dan pengembangan bisnis, sementara proses administrasi registrasi ditangani secara lebih terstruktur.

Jasa Pengurusan Registrasi Obat Tradisional PERMATAMAS

PERMATAMAS menyediakan pendampingan bagi pelaku usaha yang membutuhkan bantuan dalam proses registrasi obat tradisional. Pendampingan dapat dimulai dari konsultasi mengenai produk, pemeriksaan dokumen, persiapan kebutuhan registrasi, hingga proses pengajuan dan pemantauan sesuai ruang lingkup layanan.

Setiap produk memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, pendekatan yang digunakan sebaiknya tidak sekadar menggunakan template dokumen yang sama untuk semua produk. Informasi mengenai komposisi, bentuk sediaan, produsen, klaim, kemasan, serta kategori produk perlu diperiksa terlebih dahulu.

Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha dapat lebih memahami apa saja yang harus dipersiapkan sebelum pengajuan. PERMATAMAS membantu proses tersebut secara profesional agar pengurusan registrasi menjadi lebih terarah, tertib, dan sesuai prosedur yang berlaku.

Pentingnya Mengurus Izin Edar Sebelum Produk Dipasarkan

Legalitas sebaiknya menjadi bagian dari perencanaan bisnis sejak awal. Menunggu sampai produk sudah diproduksi dalam jumlah besar atau dipasarkan secara luas baru kemudian mengurus izin dapat meningkatkan risiko apabila ternyata terdapat informasi produk yang perlu disesuaikan.

Perencanaan sejak awal memungkinkan pelaku usaha mengevaluasi produk, kemasan, klaim, formula, serta dokumen yang dibutuhkan sebelum produksi dan pemasaran dilakukan secara lebih luas. Dengan begitu, kebutuhan regulasi dapat dipertimbangkan bersamaan dengan strategi bisnis.

Terlebih untuk produk obat tradisional yang berhubungan langsung dengan konsumen, aspek keamanan, mutu, manfaat, dan kepatuhan terhadap ketentuan perlu menjadi perhatian utama. Legalitas bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari upaya membangun bisnis yang berkelanjutan.

Kapan Sebaiknya Mengurus Registrasi Obat Tradisional?

Waktu terbaik untuk mempersiapkan registrasi adalah sebelum produk dipasarkan secara luas. Bahkan, konsultasi mengenai kebutuhan registrasi dapat dilakukan sejak tahap pengembangan produk sehingga potensi kendala dapat diketahui lebih awal.

Pelaku usaha sebaiknya tidak menunggu produk selesai diproduksi dalam skala besar sebelum memeriksa kebutuhan legalitas. Perubahan formula, label, klaim, atau dokumen pada tahap akhir dapat menyebabkan tambahan pekerjaan dan biaya.

Jika Anda sedang mempersiapkan produk jamu, obat herbal, atau produk obat tradisional lainnya untuk dipasarkan, proses registrasi sebaiknya dimasukkan ke dalam timeline bisnis sejak awal.

Kesimpulan

Jasa Pengurusan Registrasi Obat Tradisional dengan Pendampingan Hingga Nomor Izin Edar Terbit dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha yang ingin mengurus legalitas produk secara lebih terarah. Proses registrasi membutuhkan persiapan data perusahaan, informasi produk, formula, bahan, penandaan, klaim, serta dokumen pendukung sesuai kategori produk.

Keberhasilan proses tidak hanya bergantung pada pengajuan, tetapi juga pada ketepatan informasi dan kemampuan pemohon memenuhi persyaratan serta menindaklanjuti hasil evaluasi. Oleh karena itu, pemeriksaan dokumen sebelum pengajuan menjadi langkah yang sangat penting.

PERMATAMAS siap membantu memberikan pendampingan dalam proses registrasi obat tradisional, mulai dari konsultasi, pemeriksaan persyaratan, persiapan dokumen, pengajuan, hingga pemantauan proses sesuai ketentuan yang berlaku. Pastikan produk obat tradisional Anda dipersiapkan dengan baik sebelum dipasarkan secara luas.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ – Jasa Pengurusan Registrasi Obat Tradisional

1. Apa itu registrasi obat tradisional?

Registrasi obat tradisional adalah proses pengajuan produk kepada BPOM untuk memperoleh persetujuan sebelum produk diedarkan sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Apakah obat tradisional wajib memiliki Nomor Izin Edar BPOM?

Ya, produk obat tradisional yang akan diedarkan di Indonesia harus memenuhi ketentuan registrasi dan perizinan yang berlaku sesuai kategori produknya.

3. Produk apa saja yang termasuk obat tradisional?

Produk obat tradisional dapat mencakup jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), fitofarmaka, serta kategori lain sesuai karakteristik dan ketentuan regulasi.

4. Apa saja persyaratan registrasi obat tradisional?

Persyaratan dapat meliputi legalitas perusahaan, data produsen, formula atau komposisi, informasi bahan, spesifikasi produk, rancangan label, klaim, serta dokumen teknis dan administratif lainnya.

5. Berapa lama proses registrasi obat tradisional sampai NIE terbit?

Waktu proses berbeda-beda tergantung kategori produk, kelengkapan dokumen, jalur registrasi, evaluasi BPOM, dan apakah terdapat permintaan perbaikan atau tambahan data.

6. Mengapa registrasi obat tradisional bisa mengalami kendala?

Kendala dapat terjadi karena dokumen tidak lengkap, data produk tidak konsisten, kesalahan kategori, klaim yang tidak sesuai, atau penandaan produk yang belum memenuhi ketentuan.

7. Apakah produk jamu juga perlu didaftarkan ke BPOM?

Ya. Jamu yang akan diedarkan secara legal perlu memenuhi ketentuan registrasi obat tradisional sesuai kategori dan karakteristik produknya.

8. Apakah obat tradisional impor juga memerlukan izin edar?

Ya. Obat tradisional impor yang akan diedarkan di Indonesia harus memenuhi persyaratan dan ketentuan registrasi yang berlaku.

9. Apakah PERMATAMAS membantu sampai Nomor Izin Edar terbit?

PERMATAMAS memberikan pendampingan dalam proses persiapan dan pengajuan registrasi, termasuk pemeriksaan dokumen serta pemantauan proses sesuai ruang lingkup layanan.

10. Mengapa menggunakan jasa pengurusan registrasi obat tradisional?

Pendampingan profesional dapat membantu pelaku usaha memahami persyaratan, menyiapkan dokumen, mengurangi kesalahan administrasi, dan menjalani proses registrasi secara lebih terarah.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional

Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional

Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional – Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional merupakan tahap penting sebelum perusahaan menghadapi pemeriksaan pemenuhan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Audit bukan hanya menilai kelengkapan dokumen, tetapi juga melihat apakah sistem mutu benar-benar diterapkan secara konsisten dalam kegiatan produksi. Berdasarkan PerBPOM Nomor 25 Tahun 2021, penerapan CPOTB berlaku bagi Industri Obat Tradisional (IOT) dan Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA). Regulasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari sistem mutu, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, hingga validasi dan manajemen risiko mutu.

Bagi perusahaan yang baru pertama kali mempersiapkan sertifikasi, proses audit dapat terasa cukup kompleks. Ada dokumen yang harus diperiksa, SOP yang perlu disesuaikan, personel yang harus memahami tugasnya, serta fasilitas yang harus mampu menunjukkan penerapan CPOTB secara nyata. Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan jauh sebelum jadwal audit agar perusahaan memiliki waktu untuk menemukan dan memperbaiki ketidaksesuaian.

Melalui pendampingan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB, perusahaan dapat melakukan gap assessment, penataan dokumen, evaluasi fasilitas, pelatihan personel, simulasi audit, hingga pendampingan tindak lanjut. Pendekatan ini membantu perusahaan lebih siap menghadapi proses sertifikasi sekaligus membangun sistem mutu yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Mengapa Persiapan Audit CPOTB Tidak Boleh Dilakukan Mendadak?

Audit CPOTB sebaiknya dipandang sebagai proses evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan industri, bukan sekadar pemeriksaan berkas. BPOM menetapkan bahwa IOT dan IEBA wajib menerapkan CPOTB dalam kegiatan pembuatan obat tradisional. Sertifikat CPOTB sendiri menjadi bukti bahwa industri telah memenuhi persyaratan teknis CPOTB untuk jenis bentuk sediaan yang dibuat.

Beberapa bagian yang perlu diperiksa sebelum audit antara lain:

  • Sistem mutu dan struktur organisasi.
  • SOP, instruksi kerja, serta catatan kegiatan.
  • Bangunan, fasilitas, sanitasi, dan kebersihan.
  • Peralatan produksi serta pengawasan mutu.
  • Kompetensi dan tanggung jawab personel.
  • Sistem penyimpanan dan distribusi.
  • Pengelolaan keluhan dan penarikan produk.
  • Kualifikasi, validasi, dokumentasi, dan manajemen risiko.

Persiapan yang terlalu singkat berisiko membuat perusahaan hanya berfokus pada dokumen, sementara penerapannya di lapangan belum konsisten. Padahal, CPOTB mencakup 16 aspek utama yang harus diterapkan secara menyeluruh. Karena itu, perusahaan perlu melakukan evaluasi internal terlebih dahulu agar setiap bagian yang masih memiliki celah dapat diperbaiki sebelum audit resmi.

Audit CPOTB Menilai Sistem, Bukan Sekadar Dokumen

Salah satu kesalahan pemahaman yang sering terjadi adalah menganggap audit CPOTB hanya berkaitan dengan kelengkapan SOP. Dalam praktiknya, auditor dapat melihat hubungan antara dokumen dengan pelaksanaan kegiatan di lapangan. SOP yang lengkap tetapi tidak dijalankan secara konsisten tetap dapat menimbulkan temuan.

Aspek yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Audit CPOTB

Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional perlu dilakukan secara sistematis. Perusahaan harus memastikan bahwa dokumen, fasilitas, personel, proses produksi, dan sistem pengawasan mutu saling terhubung. Hal ini sejalan dengan PerBPOM Nomor 25 Tahun 2021 yang menetapkan 16 aspek CPOTB sebagai bagian dari penerapan cara pembuatan obat tradisional yang baik.

Empat kelompok pemeriksaan awal yang dapat menjadi prioritas adalah:

  1. Dokumen mutu, seperti pedoman mutu, SOP, instruksi kerja, formulir, dan catatan.
  2. Fasilitas produksi, termasuk bangunan, sanitasi, alur personel, alur bahan, dan pengendalian lingkungan.
  3. Personel, termasuk struktur organisasi, penanggung jawab, kompetensi, pelatihan, dan uraian tugas.
  4. Produksi dan pengawasan mutu, termasuk penerimaan bahan, proses produksi, pengujian, penyimpanan, hingga penanganan produk tidak sesuai.

Setelah aspek tersebut diperiksa, perusahaan sebaiknya melakukan gap assessment untuk mengetahui perbedaan antara kondisi aktual dengan persyaratan yang harus dipenuhi. Hasil assessment kemudian dapat dibuat menjadi daftar tindakan perbaikan lengkap dengan penanggung jawab dan target penyelesaian. Cara ini membuat persiapan lebih terukur dan mengurangi risiko perusahaan baru menemukan masalah ketika audit sudah berlangsung.

Jangan Melupakan Konsistensi antara Dokumen dan Praktik

Dokumen harus menggambarkan proses yang benar-benar dilakukan perusahaan. Jika SOP menyebutkan suatu pemeriksaan dilakukan pada tahap tertentu, maka catatan pelaksanaannya juga harus tersedia dan dapat ditelusuri. Konsistensi inilah yang menjadi salah satu bagian penting dalam membangun sistem mutu yang kredibel.

Alur Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Alur persiapan audit sebaiknya dimulai dengan memahami kondisi perusahaan secara objektif. Konsultan atau tim internal dapat melakukan pemeriksaan awal untuk melihat apakah sistem mutu dan fasilitas telah siap. Untuk perusahaan yang masih memiliki banyak kekurangan, tahap perbaikan perlu dilakukan sebelum pengajuan atau pelaksanaan audit agar proses tidak berjalan tanpa persiapan yang memadai.

Secara umum, alur persiapannya dapat dilakukan melalui tahapan berikut:

  1. Initial assessment untuk mengetahui kondisi perusahaan.
  2. Gap analysis terhadap persyaratan CPOTB.
  3. Perbaikan dokumen dan sistem mutu sesuai kebutuhan.
  4. Evaluasi fasilitas, peralatan, dan proses produksi.
  5. Pelatihan serta pembekalan personel.
  6. Simulasi atau mock audit untuk menguji kesiapan.
  7. Perbaikan temuan internal sebelum audit.
  8. Pendampingan audit dan tindak lanjut temuan, bila terdapat ketidaksesuaian.

Alur tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing industri. Perusahaan yang sudah memiliki sistem mutu yang baik mungkin membutuhkan waktu persiapan lebih singkat dibandingkan perusahaan yang baru membangun sistem CPOTB. Karena itu, estimasi waktu tidak sebaiknya disamaratakan. Yang lebih penting adalah memastikan setiap aspek yang menjadi ruang lingkup sertifikasi telah dipersiapkan dan dapat dibuktikan penerapannya.

Mengapa Mock Audit Penting?

Mock audit membantu perusahaan memahami bagaimana proses pemeriksaan dapat berlangsung. Tim internal dapat dilatih menjawab pertanyaan auditor berdasarkan fakta dan dokumen yang tersedia, bukan sekadar menghafal jawaban. Simulasi juga membantu menemukan ketidaksesuaian kecil yang sering terlewat dalam pemeriksaan rutin.

Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional
Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk
Industri Obat Tradisional

Syarat dan Dokumen yang Perlu Disiapkan

Dokumen menjadi salah satu bagian penting dalam Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional. Namun, daftar persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenis industri, bentuk sediaan, jenis sertifikasi, serta ketentuan layanan yang berlaku. BPOM juga menyediakan mekanisme sertifikasi untuk CPOTB penuh maupun pemenuhan aspek CPOTB secara bertahap sesuai kategori usaha.

Beberapa dokumen dan data yang umumnya perlu dipersiapkan meliputi:

  1. Dokumen legal perusahaan, termasuk NIB dan data perizinan terkait.
  2. Dokumen sistem mutu, seperti pedoman mutu, SOP, dan instruksi kerja.
  3. Dokumen fasilitas dan bangunan, termasuk denah serta alur kegiatan.
  4. Dokumen produksi dan pengawasan mutu, termasuk catatan produksi, pengujian, penyimpanan, serta dokumentasi terkait.

Selain kelengkapan dokumen, perusahaan perlu memastikan setiap dokumen telah dikendalikan dengan baik. Versi SOP harus jelas, perubahan dokumen harus dapat ditelusuri, dan catatan kegiatan harus dibuat pada saat aktivitas dilakukan. Untuk pengajuan sertifikasi CPOTB bertahap, BPOM juga mencantumkan kebutuhan seperti NIB, akun layanan e-Sertifikasi, penanggung jawab teknis, surat pernyataan komitmen, denah sesuai ketentuan, dan dokumen mutu sesuai persyaratan layanan.

Dokumen Harus Mudah Ditelusuri

Jangan menunggu auditor meminta dokumen tertentu baru mencarinya. Buat sistem penyimpanan yang rapi berdasarkan kategori dan kode dokumen. Dengan demikian, personel dapat menemukan dokumen secara cepat ketika dibutuhkan dan menunjukkan bahwa perusahaan memiliki sistem dokumentasi yang terkendali.

Berapa Biaya Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB?

Biaya Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional tidak dapat ditentukan dengan satu angka untuk semua perusahaan. Besarnya biaya dipengaruhi oleh kondisi fasilitas, jenis industri, bentuk sediaan, ruang lingkup sertifikasi, kondisi dokumen, kebutuhan perbaikan, serta apakah perusahaan menggunakan pendampingan konsultan secara menyeluruh atau hanya pada bagian tertentu.

Komponen biaya yang perlu diperhitungkan antara lain:

  1. Biaya resmi atau PNBP sesuai layanan sertifikasi yang berlaku.
  2. Biaya penyusunan dan perbaikan sistem dokumentasi, jika diperlukan.
  3. Biaya pelatihan personel dan peningkatan kompetensi.
  4. Biaya perbaikan fasilitas atau peralatan, apabila hasil gap assessment menunjukkan adanya ketidaksesuaian.

Karena kebutuhan setiap industri berbeda, penawaran Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB sebaiknya dibuat setelah assessment awal. Dengan cara ini, perusahaan dapat mengetahui pekerjaan yang benar-benar diperlukan, bukan membayar layanan yang tidak relevan. Selain itu, biaya perbaikan fasilitas sebaiknya dipisahkan dari biaya jasa konsultasi agar perusahaan memiliki gambaran anggaran yang lebih transparan.

Jangan Hanya Menghitung Biaya Konsultan

Perusahaan juga perlu memperhitungkan biaya internal untuk pelatihan, pengadaan dokumen, pengujian, kalibrasi, perbaikan fasilitas, hingga implementasi sistem. Perencanaan anggaran sejak awal membantu mencegah proses terhenti karena kebutuhan tambahan yang baru diketahui menjelang audit.

Berapa Lama Proses Persiapan Audit CPOTB?

Lama proses persiapan CPOTB sangat bergantung pada tingkat kesiapan perusahaan. Industri yang sudah mempunyai sistem mutu, dokumentasi, fasilitas, serta personel yang memahami CPOTB biasanya dapat melakukan persiapan lebih cepat. Sebaliknya, perusahaan yang baru membangun sistem dari awal membutuhkan waktu lebih panjang.

Secara praktis, tahapan waktu dapat dibagi menjadi:

  1. Assessment dan gap analysis untuk mengetahui kondisi awal.
  2. Perbaikan dokumen dan sistem berdasarkan hasil assessment.
  3. Implementasi dan pembuktian penerapan melalui catatan kegiatan.
  4. Mock audit dan corrective action sebelum menghadapi pemeriksaan resmi.

Yang perlu diperhatikan, lama persiapan konsultasi tidak sama dengan waktu penerbitan sertifikat. Proses resmi sertifikasi mengikuti mekanisme dan evaluasi BPOM yang berlaku. Oleh sebab itu, konsultan tidak seharusnya menjanjikan sertifikat terbit dalam waktu tertentu tanpa mempertimbangkan hasil evaluasi dan tindak lanjut yang mungkin diperlukan.

Fokus pada Kesiapan, Bukan Sekadar Kecepatan

Target utama persiapan adalah memastikan perusahaan benar-benar siap. Memaksakan proses terlalu cepat justru dapat meningkatkan risiko dokumen tidak konsisten, personel belum memahami SOP, atau fasilitas belum memenuhi ketentuan.

Kesalahan Umum Saat Mempersiapkan Audit CPOTB

Banyak kendala dalam audit sebenarnya dapat dicegah jika perusahaan melakukan pemeriksaan internal secara serius. Salah satu kesalahan paling umum adalah mempersiapkan dokumen menjelang audit tanpa memastikan bahwa dokumen tersebut telah diterapkan. Sistem mutu yang baik harus berjalan sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari, bukan hanya ketika auditor datang.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  1. SOP dibuat tetapi tidak diterapkan secara konsisten.
  2. Catatan produksi atau pengawasan mutu tidak lengkap dan sulit ditelusuri.
  3. Personel tidak memahami tugas dan tanggung jawabnya.
  4. Kondisi fasilitas berbeda dengan dokumen atau denah yang digunakan.

Kesalahan lainnya adalah tidak melakukan evaluasi terhadap pemasok, validasi atau kualifikasi yang relevan, pengendalian perubahan, penanganan keluhan, serta tindakan korektif dan pencegahan. Padahal, aspek-aspek tersebut termasuk dalam kerangka penerapan CPOTB.

Hindari Budaya “Beres Saat Audit”

Persiapan CPOTB akan jauh lebih efektif apabila perusahaan membangun budaya mutu secara berkelanjutan. Setiap personel harus memahami bahwa kepatuhan terhadap SOP, pencatatan, kebersihan, pengawasan mutu, dan pengendalian proses merupakan bagian dari pekerjaan sehari-hari.

Peran Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB dalam Persiapan Audit

Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB dapat membantu perusahaan melihat kesiapan secara lebih objektif. Konsultan tidak menggantikan tanggung jawab perusahaan dalam menerapkan CPOTB, tetapi dapat memberikan pendampingan teknis agar perusahaan memahami gap, menyusun prioritas perbaikan, dan menyiapkan sistem sebelum menghadapi proses sertifikasi.

Pendampingan dapat mencakup:

  • Assessment awal dan gap analysis.
  • Review serta penyusunan dokumen mutu.
  • Evaluasi SOP dan implementasinya.
  • Pemeriksaan kesiapan fasilitas dan proses produksi.
  • Pelatihan atau pembekalan personel.
  • Simulasi audit.
  • Pendampingan dalam penyelesaian temuan dan corrective action.

Pendekatan yang baik bukan hanya mengejar sertifikat, tetapi membantu perusahaan memiliki sistem yang dapat dipertahankan setelah sertifikat diperoleh. Hal ini penting karena penerapan CPOTB merupakan kewajiban bagi IOT dan IEBA yang melakukan pembuatan obat tradisional sesuai ruang lingkupnya.

Pendampingan Disesuaikan dengan Kondisi Industri

Setiap perusahaan memiliki tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, program konsultasi idealnya dimulai dengan assessment, kemudian dilanjutkan berdasarkan prioritas. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengetahui bagian yang sudah memenuhi ketentuan dan bagian mana yang masih membutuhkan perbaikan.

Tips Agar Lebih Siap Menghadapi Audit CPOTB

Persiapan audit akan lebih efektif apabila perusahaan melibatkan seluruh bagian terkait. CPOTB bukan hanya tanggung jawab bagian produksi atau quality control. Sistem mutu membutuhkan koordinasi antara manajemen, produksi, pengawasan mutu, gudang, teknis, personalia, hingga penanggung jawab yang terkait.

Empat langkah sederhana yang dapat dilakukan perusahaan adalah:

  1. Buat checklist CPOTB dan gunakan untuk pemeriksaan internal.
  2. Tetapkan PIC untuk setiap temuan atau tindakan perbaikan.
  3. Lakukan mock audit sebelum pemeriksaan resmi.
  4. Dokumentasikan seluruh tindakan perbaikan agar mudah ditelusuri.

Selain itu, manajemen perlu memberikan dukungan nyata terhadap penerapan sistem mutu. Ketersediaan sumber daya, pelatihan, fasilitas, personel kompeten, dan waktu untuk melakukan perbaikan merupakan bagian penting dari keberhasilan implementasi CPOTB. Sistem yang hanya dibangun oleh satu atau dua orang akan sulit dipertahankan jika tidak menjadi komitmen organisasi.

Libatkan Tim Sejak Awal

Semakin awal tim memahami persyaratan CPOTB, semakin kecil kemungkinan terjadi kebingungan ketika audit berlangsung. Setiap personel sebaiknya memahami SOP yang berkaitan langsung dengan pekerjaannya dan mampu menunjukkan bukti pelaksanaannya.

PERMATAMAS untuk Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional membutuhkan strategi yang terencana. Perusahaan tidak cukup hanya mengumpulkan dokumen, tetapi perlu memastikan seluruh sistem mutu, fasilitas, personel, proses produksi, pengawasan mutu, dan pencatatan berjalan sesuai ketentuan. PerBPOM Nomor 25 Tahun 2021 menjadi salah satu dasar penting penerapan CPOTB bagi IOT dan IEBA.

Melalui layanan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB, PERMATAMAS dapat membantu perusahaan melakukan assessment, mengidentifikasi gap, menyiapkan dokumen, mengevaluasi penerapan SOP, memberikan pendampingan persiapan audit, hingga membantu perusahaan menindaklanjuti temuan. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan industri.

PERMATAMAS — Solusi Profesional Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

1. Apa yang dimaksud dengan audit sertifikasi CPOTB?

Audit sertifikasi CPOTB merupakan proses pemeriksaan untuk menilai pemenuhan persyaratan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik pada industri obat tradisional. Pemeriksaan mencakup sistem mutu, personel, fasilitas, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, dan aspek terkait lainnya.

2. Siapa yang perlu memiliki sertifikasi CPOTB?

Sertifikasi CPOTB diperlukan bagi industri yang melakukan pembuatan obat tradisional sesuai dengan ruang lingkup dan ketentuan yang berlaku. Penerapannya bertujuan memastikan produk dibuat secara konsisten dengan standar mutu, keamanan, dan manfaat yang dipersyaratkan.

3. Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum audit CPOTB?

Perusahaan perlu mempersiapkan sistem mutu, SOP, dokumen produksi, pengawasan mutu, fasilitas, peralatan, personel, serta bukti penerapan prosedur. Sebaiknya dilakukan gap assessment terlebih dahulu untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.

4. Apakah dokumen saja cukup untuk menghadapi audit CPOTB?

Tidak. Dokumen harus sesuai dengan kondisi sebenarnya dan diterapkan secara konsisten. Auditor dapat menilai kesesuaian antara SOP, catatan kegiatan, kondisi fasilitas, serta praktik yang dilakukan oleh personel.

5. Berapa lama persiapan sertifikasi CPOTB?

Lama persiapan berbeda pada setiap perusahaan. Industri yang sudah memiliki sistem mutu dan fasilitas yang memadai biasanya membutuhkan waktu lebih singkat dibandingkan perusahaan yang baru membangun sistem CPOTB dari awal.

6. Berapa biaya sertifikasi dan persiapan audit CPOTB?

Biaya bergantung pada ruang lingkup sertifikasi, kondisi perusahaan, kebutuhan perbaikan dokumen dan fasilitas, pelatihan, serta jasa pendampingan. Karena kebutuhan setiap industri berbeda, estimasi biaya sebaiknya ditentukan setelah dilakukan assessment awal.

7. Apa saja kesalahan umum saat menghadapi audit CPOTB?

Kesalahan yang sering terjadi antara lain SOP tidak diterapkan, dokumentasi tidak lengkap, personel kurang memahami prosedur, fasilitas tidak sesuai dokumen, serta tidak melakukan evaluasi dan tindakan perbaikan sebelum audit.

8. Apa manfaat menggunakan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB?

Konsultan dapat membantu perusahaan melakukan gap analysis, mempersiapkan dokumen, mengevaluasi penerapan SOP, memberikan pembekalan kepada personel, melakukan simulasi audit, serta membantu mempersiapkan tindak lanjut apabila ditemukan ketidaksesuaian.

9. Apakah PERMATAMAS bisa membantu persiapan audit CPOTB?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu proses persiapan sertifikasi CPOTB sesuai kebutuhan perusahaan, mulai dari assessment awal, pendampingan dokumen, evaluasi kesiapan, hingga persiapan menghadapi audit dan tindak lanjut temuan.

10. Bagaimana cara konsultasi persiapan sertifikasi CPOTB dengan PERMATAMAS?

Perusahaan dapat menghubungi PERMATAMAS untuk melakukan konsultasi awal mengenai kondisi industri, ruang lingkup sertifikasi, dokumen, fasilitas, estimasi proses, dan kebutuhan pendampingan.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Izin Edar Obat Tradisional Sirup Sesuai Ketentuan BPOM

Jasa Izin Edar Obat Tradisional Sirup Sesuai Ketentuan BPOM

Jasa Izin Edar Obat Tradisional Sirup Sesuai Ketentuan BPOM – Produk obat tradisional dalam bentuk sirup banyak dipilih karena praktis dikonsumsi dan dapat memberikan pengalaman penggunaan yang lebih mudah bagi konsumen. Namun, bentuk sediaan cair juga membutuhkan perhatian lebih pada aspek bahan baku, formula, proses produksi, pengujian, stabilitas, kemasan, serta keamanan produk. Karena itu, pelaku usaha yang ingin memasarkan obat tradisional sirup secara legal perlu memahami tahapan registrasi dan persyaratan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM menyediakan layanan registrasi obat tradisional dan suplemen kesehatan, serta sistem pengecekan produk yang telah terdaftar. Dalam database BPOM, obat tradisional juga dibedakan berdasarkan kategori seperti jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

Dalam praktiknya, proses mendapatkan izin edar tidak hanya berkaitan dengan pengajuan produk. Kesiapan fasilitas produksi dan penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) menjadi bagian penting. Karena itu, bagi industri yang masih mempersiapkan fasilitas maupun dokumen, menggunakan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB dapat membantu proses persiapan dilakukan secara lebih terarah, mulai dari evaluasi awal sampai kesiapan menghadapi pemeriksaan.

Mengapa Izin Edar Obat Tradisional Sirup Penting?

Obat tradisional yang akan diedarkan kepada masyarakat perlu memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan manfaat sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk pelaku usaha, izin edar bukan hanya persoalan administrasi, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab dalam memastikan produk yang dipasarkan telah melalui proses evaluasi regulator. BPOM menyediakan layanan khusus untuk registrasi obat tradisional dan suplemen kesehatan.

Beberapa alasan izin edar penting bagi produsen obat tradisional sirup antara lain:

  • Memberikan dasar legalitas untuk peredaran produk.
  • Membantu memastikan produk memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
  • Meningkatkan kepercayaan konsumen dan mitra bisnis.
  • Mendukung pemasaran produk melalui saluran distribusi yang sesuai.

Bagi industri yang sedang membangun produk sirup, persiapan sebaiknya dimulai jauh sebelum registrasi. Formula, bahan baku, proses produksi, pengujian, kemasan, label, dan sistem mutu perlu dipersiapkan secara konsisten agar data yang diajukan dapat dipertanggungjawabkan.

Apa yang Dimaksud Obat Tradisional Sirup?

Obat tradisional sirup merupakan produk obat tradisional dengan bentuk sediaan cair yang dirancang untuk penggunaan oral sesuai dengan kategori dan ketentuan produknya. Dalam proses pengembangan, produsen perlu memperhatikan karakteristik bahan, formula, mutu produk jadi, wadah, serta stabilitas selama masa simpan. Bentuk sediaan cair juga membuat pengendalian proses menjadi aspek yang perlu diperhatikan sejak awal.

Untuk mempersiapkan produk sirup, industri perlu memperhatikan beberapa komponen utama:

  1. Formula dan komposisi produk.
  2. Spesifikasi serta mutu bahan baku.
  3. Proses pencampuran dan pengisian.
  4. Wadah dan sistem penutupan.
  5. Pengujian mutu serta stabilitas.

Hal tersebut menunjukkan bahwa registrasi produk tidak dapat dipisahkan dari sistem produksi. BPOM dalam materi terkait CPOTB menekankan bahwa mutu obat tradisional dipengaruhi oleh bahan awal, bahan pengemas, proses produksi, pengawasan mutu, bangunan, peralatan, dan personel.

Perhatian Khusus pada Sediaan Sirup

Produk sirup membutuhkan pengendalian yang baik karena bahan tambahan tertentu dapat digunakan dalam formulasi cair. Pengawasan terhadap mutu bahan menjadi bagian penting untuk memastikan produk yang dihasilkan sesuai persyaratan.

BPOM sebelumnya melakukan verifikasi khusus terhadap obat tradisional dan suplemen kesehatan dalam bentuk sirop yang menggunakan pelarut yang berpotensi berkaitan dengan cemaran EG/DEG. BPOM menyatakan bahwa verifikasi mencakup pengujian dan pemastian mutu, termasuk terhadap bahan baku yang relevan.

Hubungan CPOTB dengan Izin Edar Obat Tradisional

Salah satu hal yang sering kurang dipahami pelaku usaha adalah hubungan antara sertifikasi CPOTB dan izin edar produk. Keduanya merupakan proses yang berbeda, tetapi saling berkaitan. Sertifikasi CPOTB berhubungan dengan penerapan cara pembuatan yang baik pada fasilitas, sedangkan izin edar berkaitan dengan legalitas peredaran produk tertentu.

Untuk memperoleh izin edar, kesiapan sarana produksi menjadi bagian penting. Balai Besar POM Jakarta menjelaskan bahwa sertifikat CPOTB digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh izin edar dan bahwa IOT, UKOT, serta UMOT memiliki ketentuan sesuai bentuk sediaan yang dibuat.

Dalam tahap persiapan, perusahaan perlu memperhatikan:

  • Status dan jenis industri obat tradisional.
  • Bentuk sediaan yang akan diproduksi.
  • Penerapan CPOTB sesuai ruang lingkupnya.
  • Kesiapan bangunan dan fasilitas.
  • Ketersediaan personel yang kompeten.

Karena itu, jika fasilitas belum siap menerapkan CPOTB, sebaiknya jangan langsung berfokus pada registrasi produk. Pembenahan sistem produksi terlebih dahulu akan membuat tahapan berikutnya lebih terstruktur.

Jasa Izin Edar Obat Tradisional Sirup Sesuai Ketentuan BPOM
Jasa Izin Edar Obat Tradisional Sirup Sesuai Ketentuan BPOM

Peran Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB dalam Persiapan Industri

Bagi perusahaan yang baru membangun industri obat tradisional, CPOTB dapat menjadi bagian yang cukup kompleks. Persiapan tidak hanya menyangkut dokumen, tetapi juga fasilitas, alur personel dan material, peralatan, sanitasi, pengawasan mutu, dokumentasi, serta penerapan prosedur secara nyata.

Pendampingan konsultan dapat membantu perusahaan memetakan kondisi aktual dan membandingkannya dengan persyaratan yang harus dipenuhi. Pendekatan ini penting agar perusahaan tidak hanya membuat dokumen, tetapi juga membangun sistem yang dapat diterapkan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Ruang lingkup pendampingan dapat meliputi:

  1. Evaluasi awal kesiapan fasilitas.
  2. Identifikasi kesenjangan terhadap persyaratan CPOTB.
  3. Pendampingan penyusunan dokumen dan SOP.
  4. Persiapan menghadapi pemeriksaan atau evaluasi.

Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB juga dapat membantu mengarahkan perusahaan mengenai prioritas perbaikan. Dengan begitu, investasi waktu dan biaya dapat difokuskan pada aspek yang memang perlu dibenahi sebelum proses sertifikasi maupun registrasi produk dilakukan.

Syarat yang Perlu Dipersiapkan untuk Izin Edar Obat Tradisional Sirup

Persyaratan registrasi perlu disesuaikan dengan kategori produk, jenis industri, bentuk sediaan, formula, dan ketentuan BPOM yang berlaku pada saat pengajuan. Karena itu, daftar dokumen sebaiknya tidak dibuat berdasarkan contoh lama tanpa melakukan pengecekan terhadap ketentuan terkini.

Selain persyaratan administratif, data teknis produk juga perlu dipersiapkan secara konsisten. Formula yang diajukan harus sesuai dengan produk yang dibuat, sementara informasi bahan baku, spesifikasi, proses produksi, kemasan, dan penandaan perlu dapat ditelusuri.

Beberapa kelompok data yang umumnya perlu dipersiapkan meliputi:

  • Data perusahaan dan fasilitas produksi.
  • Data formula dan komposisi.
  • Data bahan baku dan bahan pengemas.
  • Informasi proses produksi.
  • Data pengujian dan spesifikasi mutu.
  • Data stabilitas jika dipersyaratkan.
  • Desain serta informasi penandaan.
  • Dokumen pendukung lain sesuai kategori registrasi.

Kelengkapan dokumen bukan satu-satunya faktor penentu. Konsistensi antara dokumen, kondisi fasilitas, formula, proses produksi, dan produk jadi juga sangat penting agar tidak menimbulkan persoalan saat evaluasi.

Alur Mengurus Izin Edar Obat Tradisional Sirup

Secara sederhana, proses dapat dimulai dari penentuan kategori produk dan pemeriksaan kesiapan industri. Setelah itu perusahaan mempersiapkan formula, dokumen teknis, data mutu, kemasan, serta dokumen administrasi sebelum melakukan pengajuan melalui sistem registrasi yang ditetapkan BPOM.

Tahapan persiapannya dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Konsultasi dan identifikasi produk.
  2. Pemeriksaan kategori dan bentuk sediaan.
  3. Evaluasi kesiapan fasilitas dan CPOTB.
  4. Persiapan formula serta dokumen teknis.
  5. Persiapan dokumen administratif dan penandaan.
  6. Pengajuan registrasi kepada BPOM.
  7. Evaluasi dokumen dan/atau data sesuai mekanisme yang berlaku.
  8. Tindak lanjut apabila terdapat permintaan perbaikan atau tambahan data.
  9. Penerbitan izin edar apabila seluruh persyaratan terpenuhi.

Dalam praktiknya, urutan dan detail proses dapat berbeda sesuai kategori produk dan kondisi pemohon. Karena itu, pendampingan dari Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB dapat dimulai sejak tahap awal agar kesiapan industri dan registrasi produk dapat berjalan secara terintegrasi.

Biaya Pengurusan Izin Edar dan Sertifikasi CPOTB

Biaya pengurusan tidak dapat disamaratakan untuk setiap industri karena terdapat biaya resmi pemerintah dan kemungkinan biaya jasa profesional. Besarnya biaya juga dapat dipengaruhi kategori produk, jenis industri, jumlah produk, kebutuhan pengujian, kesiapan fasilitas, serta pekerjaan perbaikan yang diperlukan.

Perusahaan sebaiknya memisahkan antara biaya resmi dan biaya pendampingan. Dengan demikian, anggaran dapat dibuat secara transparan dan tidak menimbulkan salah persepsi mengenai biaya jasa konsultan.

Komponen biaya yang perlu diperhitungkan antara lain:

  1. PNBP atau biaya resmi sesuai layanan yang digunakan.
  2. Pengujian laboratorium apabila dipersyaratkan.
  3. Persiapan atau perbaikan fasilitas.
  4. Penyusunan dan implementasi dokumen CPOTB.
  5. Jasa pendampingan profesional.

BPOM juga telah mempublikasikan bahwa terdapat ketentuan PNBP yang diperbarui dari waktu ke waktu. Karena itu, nominal resmi sebaiknya selalu dikonfirmasi berdasarkan tarif yang berlaku ketika permohonan diajukan.

Berapa Lama Proses Izin Edar Obat Tradisional Sirup?

Durasi pengurusan sangat bergantung pada kesiapan perusahaan dan karakter produk. Jika fasilitas, dokumen, formula, pengujian, dan data teknis telah dipersiapkan dengan baik, proses dapat berjalan lebih terarah. Sebaliknya, ketidaksesuaian dokumen atau kebutuhan perbaikan fasilitas dapat membuat waktu menjadi lebih panjang.

Perusahaan perlu membedakan antara waktu persiapan internal dengan waktu evaluasi regulator. Tahapan yang perlu diperhitungkan antara lain:

  • Persiapan dan pembenahan fasilitas.
  • Penyusunan serta implementasi dokumen.
  • Pengujian dan persiapan data teknis.
  • Pengajuan registrasi.
  • Evaluasi BPOM dan tindak lanjut jika diperlukan.

Karena itu, tidak tepat menjanjikan bahwa seluruh proses izin edar obat tradisional sirup pasti selesai dalam waktu tertentu tanpa melihat kondisi produknya. Estimasi yang lebih realistis sebaiknya dibuat setelah dilakukan evaluasi awal terhadap fasilitas dan dokumen perusahaan.

Kesalahan Umum Saat Mengurus Izin Edar Obat Tradisional Sirup

Kesalahan dalam persiapan sering kali bukan hanya karena dokumen tidak lengkap. Ada pula perusahaan yang memiliki dokumen cukup banyak, tetapi penerapannya tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Kondisi tersebut dapat menyulitkan ketika data harus diverifikasi.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:

  1. Mengajukan produk ketika fasilitas belum siap.
  2. Formula dalam dokumen tidak konsisten dengan produksi.
  3. Tidak melakukan pengendalian mutu bahan baku dengan baik.
  4. SOP dibuat tetapi tidak benar-benar diterapkan.
  5. Data pengujian tidak lengkap atau tidak sesuai.
  6. Informasi label tidak disiapkan secara tepat.
  7. Tidak melakukan pemeriksaan internal sebelum pengajuan.

Untuk produk sirup, perhatian terhadap mutu bahan baku dan pengendalian proses menjadi sangat penting. BPOM dalam informasi terkait sirop pernah menekankan pentingnya kualifikasi pemasok dan pengujian bahan baku sebagai bagian dari pemastian mutu.

Tips Mempersiapkan Industri agar Lebih Siap Menghadapi Evaluasi

Persiapan yang baik sebaiknya dilakukan secara bertahap. Perusahaan tidak perlu menunggu sampai jadwal pemeriksaan untuk mengetahui kekurangan. Evaluasi internal dapat dilakukan sejak awal sehingga perbaikan memiliki waktu yang cukup untuk diterapkan dan didokumentasikan.

Pendekatan yang dapat dilakukan perusahaan antara lain:

  • Melakukan gap assessment fasilitas.
  • Memeriksa alur material dan personel.
  • Mengevaluasi SOP dan dokumen mutu.
  • Memastikan personel memahami tugasnya.
  • Memeriksa kesiapan pengawasan mutu.
  • Melakukan simulasi pemeriksaan internal.
  • Menyimpan bukti penerapan sistem secara tertib.

Pengalaman dalam pendampingan industri menunjukkan bahwa kesiapan nyata lebih penting daripada sekadar banyaknya dokumen. Dokumen harus menggambarkan aktivitas yang benar-benar dilakukan, sementara setiap aktivitas penting perlu memiliki bukti yang dapat ditelusuri.

Jangan Menunggu Sampai Pemeriksaan

Jika perusahaan baru menemukan masalah ketika proses evaluasi sudah berlangsung, ruang untuk melakukan perbaikan menjadi lebih terbatas. Karena itu, konsultasi sejak tahap perencanaan dapat membantu menentukan prioritas dan mengurangi pekerjaan yang harus diulang.

Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional di Indonesia

Mengurus izin edar obat tradisional sirup membutuhkan koordinasi antara aspek produk, fasilitas, mutu, dokumen, dan regulasi. Produk yang baik secara formula belum tentu siap didaftarkan apabila fasilitas produksi dan sistem mutunya belum mendukung. Sebaliknya, fasilitas yang baik juga perlu didukung data produk yang konsisten dan memenuhi persyaratan.

PERMATAMAS hadir untuk membantu industri obat tradisional melalui layanan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB, mulai dari evaluasi awal, identifikasi gap, persiapan dokumen, pendampingan implementasi hingga persiapan menghadapi pemeriksaan. Pendampingan dilakukan dengan melihat kondisi aktual perusahaan, bukan sekadar menggunakan dokumen yang bersifat generik.

Dengan persiapan yang lebih sistematis, pelaku usaha dapat memahami tahapan yang harus dilalui sebelum mengajukan sertifikasi maupun registrasi produk. Tujuannya bukan sekadar mengejar sertifikat, tetapi membangun sistem produksi obat tradisional yang konsisten, terdokumentasi, dan mendukung mutu produk.

PERMATAMAS, Mitra Persiapan CPOTB Industri Obat Tradisional

PERMATAMAS menyediakan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB untuk membantu industri obat tradisional mempersiapkan:

  • Evaluasi kesiapan fasilitas dan sistem.
  • Gap assessment CPOTB.
  • Penyusunan dan pembenahan SOP.
  • Dokumen sistem mutu.
  • Pendampingan implementasi CPOTB.
  • Persiapan pemeriksaan/evaluasi.
  • Pendampingan tindak lanjut temuan.
  • Konsultasi persiapan registrasi produk obat tradisional.

Kesimpulannya, izin edar obat tradisional sirup tidak cukup dipersiapkan dari sisi administrasi saja. Kesiapan fasilitas, penerapan CPOTB, mutu bahan baku, proses produksi, pengujian, kemasan, dan dokumentasi perlu dibangun secara terpadu.

PERMATAMAS — Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional di Indonesia, membantu Anda mempersiapkan proses secara lebih terarah, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Jasa Izin Edar Obat Tradisional Sirup Sesuai Ketentuan BPOM

1. Apa itu izin edar obat tradisional sirup?

Izin edar merupakan legalitas yang diperlukan agar produk obat tradisional dapat diedarkan sesuai ketentuan BPOM. Untuk produk berbentuk sirup, persyaratan perlu disesuaikan dengan kategori, formula, fasilitas produksi, dan karakteristik produknya.

2. Apakah obat tradisional dalam bentuk sirup wajib memiliki izin BPOM?

Ya. Produk obat tradisional yang akan diedarkan kepada masyarakat perlu memenuhi ketentuan registrasi dan memperoleh izin edar sesuai kategori produknya sebelum dipasarkan secara legal.

3. Apa hubungan CPOTB dengan izin edar obat tradisional sirup?

CPOTB berkaitan dengan penerapan cara pembuatan obat tradisional yang baik pada fasilitas produksi, sedangkan izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk diedarkan. Kesiapan fasilitas dan penerapan CPOTB menjadi bagian penting dalam persiapan registrasi produk.

4. Apa saja yang perlu disiapkan untuk mengurus izin edar obat tradisional sirup?

Persiapannya dapat mencakup data perusahaan, fasilitas produksi, formula, bahan baku, proses produksi, pengujian mutu, kemasan, penandaan, serta dokumen pendukung lainnya sesuai kategori produk dan persyaratan BPOM.

5. Mengapa produk obat tradisional sirup memerlukan perhatian khusus?

Produk berbentuk sirup memiliki karakteristik sediaan cair sehingga pengendalian bahan baku, proses produksi, wadah, mutu, dan stabilitas perlu diperhatikan. Konsistensi antara formula, proses produksi, dan data pengujian menjadi hal penting dalam persiapan registrasi.

6. Berapa biaya pengurusan izin edar obat tradisional sirup?

Biaya dapat berbeda tergantung kategori produk, jenis industri, jumlah produk, kebutuhan pengujian, serta layanan yang digunakan. Selain biaya resmi BPOM, apabila menggunakan konsultan terdapat biaya jasa pendampingan yang perlu diperhitungkan secara terpisah.

7. Berapa lama proses izin edar obat tradisional sirup?

Lama proses tidak dapat disamaratakan karena bergantung pada kesiapan dokumen, fasilitas, data teknis, kategori produk, proses evaluasi, dan tindak lanjut apabila terdapat permintaan perbaikan atau tambahan data.

8. Apa kesalahan yang sering terjadi saat mengurus izin edar obat tradisional sirup?

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain dokumen tidak lengkap, formula tidak konsisten, data pengujian kurang sesuai, fasilitas belum siap, SOP tidak diterapkan dengan baik, serta informasi pada kemasan atau penandaan belum disiapkan secara tepat.

9. Apa manfaat menggunakan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB?

Konsultan dapat membantu perusahaan melakukan evaluasi kesiapan, mengidentifikasi kesenjangan terhadap persyaratan, mempersiapkan dokumen, mendampingi penerapan CPOTB, serta membantu perusahaan mempersiapkan diri menghadapi proses pemeriksaan atau evaluasi.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB?

Ya. PERMATAMAS menyediakan Jasa Konsultan Sertifikasi CPOTB untuk industri obat tradisional di Indonesia, termasuk pendampingan evaluasi fasilitas, penyusunan dokumen, penerapan sistem, persiapan pemeriksaan, hingga tindak lanjut temuan sesuai kebutuhan perusahaan.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik

Regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik

Regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang. Berbagai produk berbahan alam seperti jamu, obat bahan alam, ekstrak herbal, kapsul, serbuk, hingga sediaan cair semakin banyak diproduksi dan dipasarkan. Di tengah pertumbuhan tersebut, aspek keamanan, mutu, dan konsistensi produk menjadi hal yang tidak dapat diabaikan. Salah satu fondasi penting untuk menjaganya adalah penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

Bagi pelaku usaha, memahami regulasi BPOM tentang CPOTB bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif. CPOTB berkaitan dengan bagaimana bahan baku diterima, diproses, dikemas, disimpan, sampai produk siap diedarkan. Dengan sistem produksi yang baik, risiko kontaminasi, kesalahan proses, dan ketidaksesuaian mutu dapat diminimalkan.

Saat ini, salah satu regulasi utama yang menjadi dasar penerapan CPOTB adalah Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. JDIH BPOM mencatat peraturan tersebut sebagai peraturan yang berlaku. Selain itu, terdapat PerBPOM Nomor 31 Tahun 2022 yang mengatur petunjuk teknis penerapan aspek CPOTB secara bertahap.

Apa Itu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB)?

CPOTB merupakan pedoman yang digunakan untuk memastikan obat tradisional dibuat secara konsisten sesuai persyaratan mutu yang ditetapkan. Penerapannya mencakup berbagai aspek dalam kegiatan produksi, bukan hanya pemeriksaan produk akhir. Dengan demikian, kualitas harus dibangun sejak bahan baku masuk sampai produk selesai diproduksi.

Dalam praktiknya, penerapan CPOTB membantu perusahaan membangun sistem produksi yang lebih terkontrol. Setiap proses perlu memiliki prosedur, dokumentasi, personel yang kompeten, serta fasilitas yang sesuai dengan jenis produk yang dibuat.

Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Sistem mutu.
  • Personel dan organisasi.
  • Bangunan dan fasilitas.
  • Peralatan produksi.
  • Sanitasi dan higiene.
  • Dokumentasi.
  • Produksi.
  • Pengawasan mutu.
  • Penyimpanan dan distribusi.
  • Penanganan keluhan serta penarikan produk.

Dengan sistem tersebut, perusahaan tidak hanya berorientasi pada produk yang selesai dibuat, tetapi juga memastikan seluruh proses produksinya terkendali.

Regulasi BPOM yang Menjadi Dasar CPOTB

Pelaku industri obat tradisional perlu memperhatikan regulasi yang berlaku agar penerapan CPOTB tidak hanya berdasarkan kebiasaan internal perusahaan. Salah satu dasar utama adalah Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Peraturan tersebut tercatat dalam JDIH BPOM sebagai peraturan yang berlaku.

Selain peraturan tersebut, BPOM juga menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerapan Aspek Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik Secara Bertahap. Regulasi ini memberikan petunjuk teknis mengenai penerapan aspek CPOTB secara bertahap dan juga tercatat berstatus berlaku.

Pelaku usaha sebaiknya tidak menggunakan peraturan lama sebagai satu-satunya acuan. Regulasi di bidang obat dan obat bahan alam dapat berkembang mengikuti kebutuhan hukum, perkembangan teknologi, serta kebijakan pengawasan BPOM. Karena itu, pemeriksaan regulasi terbaru sebelum mengajukan proses sertifikasi atau perizinan sangat diperlukan.

Mengapa CPOTB Penting bagi Industri Obat Tradisional?

Penerapan CPOTB mempunyai peran penting dalam menjaga kualitas produk obat tradisional. Produk berbahan alam tetap membutuhkan pengendalian yang ketat karena bahan baku dapat memiliki karakteristik yang berbeda-beda, termasuk dari sisi kualitas, kebersihan, kadar komponen tertentu, dan potensi kontaminasi.

CPOTB membantu perusahaan membangun proses produksi yang terdokumentasi dan dapat ditelusuri. Apabila terjadi masalah pada produk, perusahaan memiliki sistem pencatatan yang dapat membantu mengidentifikasi proses maupun bahan yang berkaitan dengan produk tersebut.

Manfaat penerapan CPOTB antara lain:

  1. Membantu menjaga konsistensi mutu produk.
  2. Mengurangi risiko kontaminasi dan kesalahan produksi.
  3. Meningkatkan keteraturan proses produksi.
  4. Mendukung pemenuhan persyaratan regulasi.
  5. Meningkatkan kepercayaan terhadap produk dan perusahaan.

Dengan demikian, CPOTB bukan sekadar formalitas untuk memperoleh sertifikat, tetapi merupakan bagian dari sistem manajemen mutu industri obat tradisional.

Regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
Regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik

Aspek Penting dalam Penerapan CPOTB

Penerapan CPOTB mencakup berbagai bagian yang saling berhubungan. Perusahaan tidak dapat hanya memperbaiki satu aspek, misalnya bangunan, tetapi mengabaikan dokumentasi atau pengawasan mutu.

1. Sistem Mutu

Perusahaan perlu mempunyai sistem yang memastikan proses produksi berjalan sesuai standar. Sistem tersebut harus didukung kebijakan, prosedur, pengawasan, evaluasi, serta dokumentasi yang memadai.

2. Personel

Sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam penerapan CPOTB. Personel harus mempunyai kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Pembagian tugas juga perlu dibuat secara jelas agar setiap aktivitas mempunyai penanggung jawab. Pelatihan secara berkala diperlukan untuk memastikan personel memahami prosedur dan standar yang diterapkan perusahaan.

3. Bangunan dan Fasilitas

Bangunan produksi harus dirancang dan dipelihara agar mendukung proses pembuatan obat tradisional secara higienis dan terkendali.

Tata letak ruangan, alur personel, alur bahan, kebersihan, ventilasi, pencahayaan, serta fasilitas pendukung perlu diperhatikan sesuai karakteristik kegiatan produksi.

4. Peralatan

Peralatan yang digunakan dalam produksi harus sesuai dengan kebutuhan dan dipelihara secara teratur. Kondisi peralatan dapat memengaruhi kualitas produk apabila tidak dikendalikan dengan baik.

Karena itu, perusahaan perlu memiliki prosedur penggunaan, pembersihan, pemeliharaan, dan pemeriksaan peralatan.

Dokumentasi Menjadi Bagian Penting CPOTB

Salah satu aspek yang sering menjadi tantangan bagi perusahaan adalah dokumentasi. Dalam sistem CPOTB, kegiatan produksi tidak cukup hanya dilakukan dengan benar, tetapi juga harus dapat dibuktikan melalui catatan yang sesuai.

Dokumentasi membantu perusahaan memastikan setiap proses dapat ditelusuri. Mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, pengujian, pengemasan, sampai penyimpanan perlu mempunyai catatan sesuai sistem yang diterapkan.

Dokumen yang perlu diperhatikan dapat mencakup:

  • Prosedur Operasional Standar (SOP).
  • Catatan produksi.
  • Catatan pengawasan mutu.
  • Spesifikasi bahan dan produk.
  • Catatan pembersihan.
  • Catatan pemeliharaan peralatan.
  • Catatan pelatihan personel.
  • Dokumen penerimaan dan penyimpanan bahan.
  • Dokumen penanganan keluhan.

Dokumentasi yang rapi juga memudahkan perusahaan ketika melakukan evaluasi internal maupun ketika menghadapi proses pemeriksaan oleh regulator.

Penerapan CPOTB Secara Bertahap

Tidak semua pelaku usaha mempunyai kondisi fasilitas dan kapasitas produksi yang sama. Karena itu, BPOM juga mempunyai regulasi mengenai penerapan aspek CPOTB secara bertahap melalui PerBPOM Nomor 31 Tahun 2022. Regulasi tersebut secara khusus mengatur petunjuk teknis pelaksanaan penerapan aspek CPOTB secara bertahap.

Pendekatan bertahap memberikan kerangka bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pemenuhan aspek CPOTB sesuai tahapan yang ditetapkan. Namun, perusahaan tetap harus memahami aspek mana yang berlaku terhadap bentuk usaha dan kegiatan produksinya.

Untuk itu, sebelum melakukan pembangunan fasilitas atau penyusunan dokumen secara besar-besaran, sebaiknya dilakukan pemetaan terlebih dahulu terhadap kondisi perusahaan.

Bagaimana Proses Persiapan Sertifikasi CPOTB?

Perusahaan yang akan memenuhi persyaratan CPOTB sebaiknya memulai proses dengan melakukan evaluasi kondisi aktual. Tujuannya adalah mengetahui apakah bangunan, fasilitas, personel, peralatan, dokumen, serta proses produksi telah memenuhi persyaratan.

Tahapan persiapannya secara umum dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Identifikasi jenis dan bentuk produk yang diproduksi.
  2. Evaluasi fasilitas dan bangunan yang tersedia.
  3. Menentukan personel dan penanggung jawab sesuai kebutuhan.
  4. Menyusun atau memperbaiki SOP.
  5. Menyiapkan sistem dokumentasi.
  6. Mengevaluasi peralatan produksi dan pengawasan mutu.
  7. Melakukan audit atau gap assessment internal.
  8. Melakukan perbaikan terhadap temuan.
  9. Mempersiapkan dokumen pengajuan.
  10. Mengikuti tahapan evaluasi BPOM sesuai mekanisme yang berlaku.

Persiapan seperti ini membuat perusahaan dapat mengetahui kekurangan sejak awal sehingga proses pemenuhan CPOTB menjadi lebih terarah.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Persiapan CPOTB

Perusahaan yang baru pertama kali mempersiapkan CPOTB terkadang hanya berfokus pada pembangunan fasilitas. Padahal, CPOTB mencakup sistem yang lebih luas.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  • SOP dibuat tetapi tidak diterapkan.
  • Dokumentasi tidak konsisten dengan aktivitas produksi.
  • Pembagian tugas personel tidak jelas.
  • Jadwal pembersihan tidak terdokumentasi.
  • Peralatan tidak mempunyai catatan pemeliharaan.
  • Alur bahan dan personel kurang diperhatikan.
  • Sistem pengawasan mutu belum berjalan optimal.
  • Tidak melakukan evaluasi internal sebelum proses pengajuan.
  • Menggunakan dokumen lama yang tidak lagi sesuai kondisi perusahaan.

Kesalahan tersebut dapat membuat perusahaan harus melakukan perbaikan berulang kali. Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan dengan pendekatan menyeluruh.

CPOTB dan Hubungannya dengan Legalitas Produk Obat Tradisional

CPOTB tidak boleh disamakan dengan izin edar produk. Keduanya mempunyai fungsi berbeda, tetapi saling berkaitan dalam sistem pengawasan obat tradisional.

CPOTB berfokus pada cara produk dibuat, termasuk sistem, fasilitas, personel, proses, dokumentasi, dan pengawasan mutu. Sementara itu, izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk dapat diedarkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, perusahaan yang ingin mengembangkan produk obat tradisional sebaiknya menyusun strategi legalitas sejak awal. Jangan menunggu produk siap dipasarkan baru memeriksa apakah fasilitas dan sistem produksinya sudah sesuai.

Perbedaan CPOTB dengan CPOB

Istilah CPOTB dan CPOB sering dianggap sama karena keduanya sama-sama berkaitan dengan cara pembuatan produk kesehatan. Padahal, objek pengaturannya berbeda.

CPOTB berkaitan dengan pembuatan obat tradisional/obat bahan alam, sedangkan CPOB berkaitan dengan standar pembuatan obat. Untuk CPOB, regulasi utamanya saat ini adalah PerBPOM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik, yang telah diubah dengan PerBPOM Nomor 7 Tahun 2025.

Perbedaan ini penting karena perusahaan harus menggunakan standar yang sesuai dengan jenis produk dan kegiatan industrinya. Jangan sampai dokumen atau sistem yang disiapkan justru mengacu pada standar yang tidak relevan.

Mengapa Perusahaan Perlu Mempersiapkan CPOTB Sejak Awal?

Mempersiapkan CPOTB sejak awal dapat membantu perusahaan menghindari biaya dan pekerjaan tambahan di kemudian hari. Ketika fasilitas, sistem, SOP, personel, dan dokumentasi sudah dirancang berdasarkan standar yang tepat, proses pengembangan industri menjadi lebih terstruktur.

Selain itu, penerapan CPOTB dapat membantu membangun budaya mutu di dalam perusahaan. Kualitas bukan hanya tanggung jawab bagian pengawasan mutu, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh bagian yang terlibat dalam proses produksi.

Bagi pelaku usaha obat tradisional yang sedang berkembang, pendekatan ini penting. Produk yang memiliki pasar besar tetap membutuhkan sistem produksi yang dapat menjaga konsistensi mutu dari satu batch ke batch berikutnya.

Jasa Pengurusan dan Pendampingan CPOTB PERMATAMAS

Memahami regulasi BPOM tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik memang membutuhkan perhatian terhadap banyak aspek. Mulai dari fasilitas, personel, SOP, dokumentasi, proses produksi, pengawasan mutu, hingga kesiapan perusahaan menghadapi evaluasi.

PERMATAMAS Indonesia dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan kebutuhan CPOTB secara lebih terarah, mulai dari konsultasi awal, pengecekan kesiapan perusahaan, penyusunan dan evaluasi dokumen, pendampingan pemenuhan persyaratan, hingga persiapan menghadapi proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pendampingan profesional bukan berarti menjamin sertifikat pasti terbit. Namun, proses yang dipersiapkan dengan baik dapat membantu perusahaan memahami kekurangan sejak awal dan melakukan perbaikan sebelum masuk ke tahap evaluasi.

PERMATAMAS — Solusi Profesional untuk Pengurusan Legalitas, CPOTB, dan Perizinan Produk Obat Tradisional.

Catatan: Regulasi dapat mengalami perubahan. Untuk pengajuan aktual, perusahaan sebaiknya selalu memeriksa ketentuan terbaru pada JDIH BPOM dan sistem perizinan yang berlaku. Saat ini, PerBPOM No. 25 Tahun 2021 tercatat sebagai regulasi CPOTB yang berlaku, sementara PerBPOM No. 31 Tahun 2022 mengatur penerapan aspek CPOTB secara bertahap

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Regulasi BPOM tentang CPOTB

1. Apa itu CPOTB?

CPOTB adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik untuk memastikan proses produksi obat tradisional memenuhi standar mutu, keamanan, dan konsistensi.

2. Apa dasar regulasi CPOTB di Indonesia?

Salah satu dasar utamanya adalah PerBPOM Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik.

3. Apa fungsi penerapan CPOTB bagi perusahaan?

CPOTB membantu memastikan proses produksi, fasilitas, personel, dokumentasi, dan pengawasan mutu berjalan sesuai standar.

4. Apa saja aspek yang diatur dalam CPOTB?

Meliputi sistem mutu, personel, bangunan, peralatan, sanitasi, dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, distribusi, keluhan, dan penarikan produk.

5. Apakah CPOTB sama dengan izin edar BPOM?

Tidak. CPOTB berkaitan dengan standar proses pembuatan, sedangkan izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk diedarkan.

6. Apakah penerapan CPOTB bisa dilakukan secara bertahap?

Ya. BPOM memiliki PerBPOM Nomor 31 Tahun 2022 yang mengatur petunjuk teknis penerapan aspek CPOTB secara bertahap.

7. Apakah SOP wajib dalam penerapan CPOTB?

Ya. SOP menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan produksi dilakukan secara konsisten dan terdokumentasi.

8. Mengapa dokumentasi penting dalam CPOTB?

Dokumentasi membantu memastikan setiap proses dapat ditelusuri dan menjadi bukti bahwa kegiatan produksi telah dilakukan sesuai prosedur.

9. Apa yang harus dipersiapkan sebelum mengajukan CPOTB?

Perusahaan perlu mengevaluasi bangunan, fasilitas, peralatan, personel, SOP, dokumentasi, proses produksi, serta sistem pengawasan mutu.

10. Apakah PERMATAMAS membantu pengurusan CPOTB?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu persiapan dokumen, evaluasi kesiapan, pendampingan pemenuhan persyaratan, dan proses pengurusan CPOTB.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT)

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT)

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT) – Bagi pelaku Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT), legalitas dan pemenuhan standar produksi merupakan bagian penting dalam membangun usaha obat tradisional yang berkelanjutan. Produk jamu, obat herbal, maupun obat tradisional lainnya tidak cukup hanya memiliki bahan baku yang baik. Proses pembuatan juga perlu dilakukan dengan memperhatikan standar mutu, keamanan, kebersihan, dokumentasi, dan pengendalian proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sinilah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) menjadi penting. Penerapan CPOTB membantu pelaku usaha memastikan bahwa kegiatan produksi dilakukan secara konsisten dan terkendali. Bagi UMOT, memahami persyaratan sejak awal dapat membantu menghindari pembenahan berulang ketika mempersiapkan legalitas dan sarana produksi.

Melalui PERMATAMAS, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan Jasa Sertifikasi CPOTB untuk UMOT, mulai dari konsultasi awal, pemeriksaan kesiapan sarana, penyusunan dokumen, penerapan sistem mutu, hingga pendampingan proses sertifikasi sesuai ruang lingkup yang diperlukan. Dengan pendampingan yang tepat, proses persiapan dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai kondisi usaha.

Apa Itu CPOTB untuk Usaha Mikro Obat Tradisional?

CPOTB adalah pedoman Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik yang bertujuan memastikan proses pembuatan obat tradisional dilakukan dengan standar yang dapat menjaga mutu dan keamanan produk.

Bagi UMOT, CPOTB bukan sekadar kumpulan dokumen. Penerapannya berkaitan dengan bagaimana bahan baku diterima, disimpan, diproses, dikendalikan, dikemas, dan didokumentasikan.

Karena karakteristik usaha mikro berbeda dengan industri obat tradisional berskala besar, penerapan persyaratan perlu disesuaikan dengan ruang lingkup kegiatan dan ketentuan yang berlaku. Pelaku usaha sebaiknya memahami persyaratan terlebih dahulu sebelum melakukan investasi atau perubahan fasilitas.

Apakah UMOT Wajib Memenuhi CPOTB?

Kewajiban dan bentuk pemenuhan persyaratan CPOTB perlu disesuaikan dengan jenis usaha, kategori produk, kegiatan produksi, serta ketentuan perizinan yang berlaku.

Hal ini penting karena istilah UMOT tidak berarti seluruh produk obat tradisional dapat diproduksi dengan persyaratan yang sama. Ruang lingkup kegiatan dan jenis produk akan menentukan persyaratan yang harus dipenuhi.

Sebelum mengurus sertifikasi, pelaku usaha sebaiknya melakukan identifikasi terhadap:

  • Jenis produk yang akan diproduksi.
  • Bentuk sediaan produk.
  • Skala kegiatan produksi.
  • Sarana produksi.
  • Status perizinan usaha.
  • Sistem mutu yang telah dimiliki.
  • Ketentuan BPOM yang berlaku.

Dengan pemetaan tersebut, proses persiapan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak sekadar mengikuti contoh dokumen perusahaan lain.

JASA SERTIFIKASI CPOTB UNTUK UMOT

Pendampingan CPOTB dari Persiapan Sampai Proses Sertifikasi

PERMATAMAS menyediakan Jasa Sertifikasi CPOTB untuk membantu pelaku usaha obat tradisional mempersiapkan sarana dan sistem produksi sesuai persyaratan yang berlaku.

Pendampingan dapat mencakup pemeriksaan awal, gap assessment, penyusunan dokumen, evaluasi fasilitas, penerapan SOP, audit internal, hingga pendampingan menghadapi proses sertifikasi.

Konsultasi CPOTB bersama PERMATAMAS dapat dilakukan sebelum perusahaan menentukan langkah pembenahan, sehingga kebutuhan usaha dapat dipetakan terlebih dahulu.

Konsultasi Jasa Sertifikasi CPOTB →

Mengapa CPOTB Penting bagi UMOT?

Usaha mikro sering kali dimulai dari skala kecil dengan jumlah tenaga kerja dan fasilitas yang terbatas. Namun, ketika produk mulai dipasarkan lebih luas, sistem produksi perlu berkembang agar mampu menjaga konsistensi mutu.

CPOTB membantu pelaku usaha membangun proses yang lebih tertata. Kegiatan produksi tidak hanya bergantung pada pengalaman pemilik atau operator, tetapi didukung prosedur dan pencatatan.

Beberapa manfaat penerapan CPOTB antara lain:

  • Membantu menjaga konsistensi mutu produk.
  • Meningkatkan kebersihan proses produksi.
  • Memperjelas tanggung jawab setiap personel.
  • Mengurangi risiko kesalahan produksi.
  • Memperbaiki sistem dokumentasi.
  • Membantu proses pengendalian bahan baku.
  • Meningkatkan kesiapan terhadap pemeriksaan regulator.

Bagi UMOT yang ingin mengembangkan bisnis secara berkelanjutan, sistem mutu merupakan investasi penting.

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT)
Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT)

Apa Saja Persyaratan yang Perlu Dipersiapkan?

Persyaratan CPOTB tidak hanya berkaitan dengan ruangan produksi. Pelaku usaha perlu mempersiapkan beberapa komponen yang saling berkaitan.

Secara umum, persiapan dapat mencakup:

  1. Bangunan dan fasilitas produksi
  2. Peralatan produksi
  3. Sanitasi dan higiene
  4. Personel
  5. Bahan baku
  6. Proses produksi
  7. Pengawasan mutu
  8. Penyimpanan
  9. Pengemasan
  10. Dokumentasi
  11. Penanganan keluhan
  12. Pengendalian perubahan dan tindakan perbaikan

Persyaratan sebenarnya perlu disesuaikan dengan kategori dan ruang lingkup usaha. Karena itu, pemeriksaan awal sangat penting sebelum melakukan pembenahan.

Bagaimana Kondisi Ruang Produksi UMOT yang Perlu Diperhatikan?

Ruang produksi merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penerapan CPOTB.

Area produksi harus dirancang dan dikelola sedemikian rupa sehingga kegiatan dapat dilakukan secara higienis dan risiko kontaminasi dapat dikendalikan.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kebersihan ruangan.
  • Alur personel.
  • Alur bahan.
  • Ventilasi.
  • Pencahayaan.
  • Permukaan lantai dan dinding.
  • Fasilitas sanitasi.
  • Pemisahan area sesuai kebutuhan.
  • Pengendalian hama.
  • Pemeliharaan fasilitas.

UMOT sebaiknya tidak langsung membangun fasilitas berdasarkan perkiraan. Evaluasi terlebih dahulu diperlukan untuk menentukan bagian mana yang benar-benar perlu diperbaiki.

Mengapa SOP Penting dalam Sertifikasi CPOTB?

SOP atau prosedur operasional standar membantu memastikan kegiatan dilakukan dengan cara yang konsisten.

Tanpa SOP yang jelas, proses produksi dapat bergantung pada kebiasaan masing-masing pekerja. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko ketidakkonsistenan.

Beberapa SOP yang dapat diperlukan sesuai ruang lingkup kegiatan antara lain:

  • SOP penerimaan bahan baku.
  • SOP penyimpanan bahan.
  • SOP penimbangan.
  • SOP proses produksi.
  • SOP pembersihan.
  • SOP penggunaan peralatan.
  • SOP pengemasan.
  • SOP pemeriksaan mutu.
  • SOP penanganan produk tidak sesuai.
  • SOP penanganan keluhan.

Yang penting bukan sekadar memiliki banyak SOP, tetapi memastikan SOP benar-benar diterapkan dan memiliki catatan pelaksanaan.

Dokumen Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

Dokumentasi menjadi bagian penting dalam sistem CPOTB karena perusahaan harus dapat menunjukkan bahwa prosedur benar-benar dilaksanakan.

Dokumen dapat mencakup:

  • Pedoman atau manual mutu.
  • SOP.
  • Instruksi kerja.
  • Formulir produksi.
  • Catatan penerimaan bahan.
  • Catatan pembersihan.
  • Catatan pemeliharaan peralatan.
  • Catatan pelatihan personel.
  • Catatan pemeriksaan mutu.
  • Catatan penyimpanan.
  • Dokumen pengendalian dokumen.

Dokumen harus disesuaikan dengan kegiatan nyata di fasilitas. Membuat dokumen yang tidak sesuai dengan praktik lapangan justru dapat menimbulkan ketidaksesuaian ketika dilakukan pemeriksaan.

Apakah UMOT Harus Memiliki Tenaga yang Kompeten?

Sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam penerapan sistem mutu.

Setiap personel yang terlibat dalam produksi perlu memahami tugas dan tanggung jawabnya. Mereka juga perlu mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan pekerjaan.

Pelatihan dapat berkaitan dengan:

  • Higiene dan sanitasi.
  • Prosedur produksi.
  • Penggunaan alat.
  • Penanganan bahan.
  • Dokumentasi.
  • Pengendalian mutu.
  • Keselamatan kerja.
  • Prosedur kebersihan.

Bukti pelatihan juga sebaiknya disimpan sebagai bagian dari dokumentasi perusahaan.

Bagaimana Tahapan Sertifikasi CPOTB untuk UMOT?

Persiapan CPOTB sebaiknya dilakukan secara sistematis agar pelaku usaha mengetahui apa yang harus dibenahi.

1. Konsultasi Awal

Pelaku usaha menyampaikan informasi mengenai jenis produk, fasilitas, proses produksi, dan kondisi perizinan.

2. Gap Assessment

Dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui perbedaan antara kondisi aktual dengan persyaratan yang harus dipenuhi.

3. Pembenahan Fasilitas

Bagian fasilitas yang belum sesuai diperbaiki berdasarkan hasil evaluasi.

4. Penyusunan Dokumen

SOP, instruksi kerja, formulir, dan dokumen sistem mutu dipersiapkan sesuai kegiatan usaha.

5. Implementasi

Dokumen mulai diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari.

6. Audit Internal

Perusahaan melakukan pemeriksaan internal untuk menemukan ketidaksesuaian.

7. Tindakan Perbaikan

Setiap temuan diperbaiki dan hasil perbaikan didokumentasikan.

8. Pengajuan dan Proses Sertifikasi

Setelah dinilai siap, perusahaan melanjutkan proses sertifikasi melalui mekanisme yang berlaku.

Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB untuk UMOT?

Tidak ada satu angka yang dapat digunakan untuk semua UMOT karena kondisi setiap fasilitas berbeda.

UMOT yang telah memiliki fasilitas memadai, SOP lengkap, dan sistem dokumentasi yang berjalan tentu membutuhkan persiapan berbeda dibandingkan usaha yang baru mulai membangun sistem.

Durasi persiapan dapat dipengaruhi oleh:

  • Kondisi fasilitas.
  • Kelengkapan dokumen.
  • Jumlah produk.
  • Jenis proses produksi.
  • Kesiapan personel.
  • Hasil gap assessment.
  • Kecepatan melakukan perbaikan.
  • Kesiapan menghadapi pemeriksaan.

Karena itu, estimasi waktu yang lebih realistis sebaiknya diberikan setelah kondisi usaha diperiksa.

Berapa Biaya Jasa Sertifikasi CPOTB?

Biaya Jasa Sertifikasi CPOTB untuk UMOT dapat berbeda berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing usaha.

Faktor yang dapat memengaruhi biaya antara lain:

  • Kondisi fasilitas.
  • Jumlah ruang yang perlu dievaluasi.
  • Jumlah dokumen.
  • Kebutuhan penyusunan SOP.
  • Audit internal.
  • Pelatihan personel.
  • Pendampingan proses sertifikasi.
  • Ruang lingkup kegiatan.

Sebelum menggunakan jasa, pelaku usaha sebaiknya meminta penjelasan mengenai layanan yang termasuk dalam paket.

Dengan demikian, biaya dapat dipahami secara transparan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Persiapan CPOTB

Pelaku UMOT terkadang baru melakukan pembenahan ketika proses sertifikasi sudah dekat. Akibatnya, banyak pekerjaan harus dilakukan dalam waktu singkat.

Beberapa kesalahan yang sering ditemui antara lain:

  • SOP dibuat tetapi tidak diterapkan.
  • Dokumen tidak sesuai kondisi lapangan.
  • Ruang produksi belum tertata.
  • Kebersihan belum memiliki prosedur yang jelas.
  • Catatan produksi tidak lengkap.
  • Pelatihan personel tidak terdokumentasi.
  • Pengendalian bahan baku belum baik.
  • Peralatan tidak memiliki catatan pemeliharaan.
  • Audit internal belum dilakukan.

Persiapan sejak awal akan membuat proses lebih terstruktur dan membantu perusahaan menemukan masalah sebelum masuk ke tahap pemeriksaan.

Apakah UMOT Bisa Menggunakan Jasa Konsultan CPOTB?

Bisa. Pendampingan profesional dapat membantu UMOT yang belum memiliki tim regulasi atau personel yang memahami penerapan sistem mutu obat tradisional.

PERMATAMAS dapat membantu pelaku usaha melalui:

  • Konsultasi awal.
  • Identifikasi persyaratan.
  • Gap assessment.
  • Evaluasi fasilitas.
  • Penyusunan SOP.
  • Penyusunan dokumen mutu.
  • Pendampingan implementasi.
  • Audit internal.
  • Evaluasi hasil audit.
  • Pendampingan proses sertifikasi.

Namun, jasa konsultan tidak menggantikan kewajiban perusahaan untuk menerapkan sistem tersebut. UMOT tetap perlu memastikan seluruh prosedur berjalan dalam kegiatan sehari-hari.

CPOTB Bukan Sekadar Sertifikat

Hal yang perlu dipahami oleh pelaku UMOT adalah bahwa CPOTB sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai dokumen yang harus dimiliki.

Sertifikasi merupakan bagian dari upaya membangun sistem produksi yang lebih tertib. Setelah proses sertifikasi selesai, penerapan standar tetap perlu dipertahankan dalam kegiatan operasional.

Artinya, SOP harus tetap dijalankan, catatan harus tetap dibuat, fasilitas harus dipelihara, personel harus terus memahami prosedur, dan sistem mutu harus dievaluasi secara berkala.

Dengan pendekatan tersebut, CPOTB dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi keberlangsungan bisnis.

Mengapa UMOT Perlu Mempersiapkan CPOTB Sejak Awal?

Persiapan lebih awal memberikan kesempatan kepada pemilik usaha untuk melakukan pembenahan secara bertahap.

Daripada menunggu proses sertifikasi kemudian menemukan banyak ketidaksesuaian, UMOT dapat melakukan evaluasi sejak awal. Dengan begitu, biaya dan waktu pembenahan dapat direncanakan dengan lebih baik.

Selain itu, sistem produksi yang tertata juga dapat membantu perusahaan ketika bisnis berkembang dan kebutuhan produksinya semakin besar.

CPOTB bukan hanya tentang memenuhi persyaratan regulator, tetapi juga tentang membangun kebiasaan kerja yang konsisten dan terkendali.

Kesimpulan

Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT) dapat menjadi solusi pendampingan bagi pelaku usaha yang membutuhkan bantuan dalam mempersiapkan fasilitas, dokumen, SOP, sistem mutu, dan proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Persiapan sebaiknya dimulai dari pemetaan kondisi usaha. Pelaku UMOT perlu mengetahui jenis produk, ruang lingkup kegiatan, kondisi fasilitas, kesiapan personel, serta dokumen yang diperlukan. Setelah itu, pembenahan dapat dilakukan secara bertahap melalui gap assessment, implementasi, audit internal, dan tindakan perbaikan.

PERMATAMAS siap membantu proses Jasa Sertifikasi CPOTB secara menyeluruh, mulai dari konsultasi awal, evaluasi kesiapan, penyusunan dokumen, pembenahan sistem, hingga pendampingan proses sertifikasi.

PERMATAMAS — Solusi Aman dan Profesional untuk Persiapan Sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ – Jasa Sertifikasi CPOTB untuk Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT)

1. Apa itu sertifikasi CPOTB untuk UMOT?

CPOTB adalah pedoman yang harus diterapkan dalam pembuatan obat tradisional agar proses produksi memenuhi persyaratan mutu dan keamanan sesuai ketentuan BPOM.

2. Apakah UMOT wajib memenuhi CPOTB?

Ya. UMOT perlu memenuhi ketentuan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik sesuai ruang lingkup dan persyaratan yang berlaku.

3. Apa saja persyaratan CPOTB untuk UMOT?

Persyaratan dapat mencakup legalitas usaha, fasilitas produksi, sanitasi, peralatan, personel, SOP, dokumentasi, serta pengawasan mutu.

4. Apa saja yang diperiksa dalam penerapan CPOTB?

Aspek yang dinilai dapat meliputi bangunan, fasilitas, kebersihan, peralatan, proses produksi, penyimpanan, personel, dokumentasi, dan pengendalian mutu.

5. Apakah UMOT harus memiliki fasilitas produksi sendiri?

Fasilitas harus memenuhi ketentuan yang berlaku untuk kegiatan produksi obat tradisional sesuai izin dan ruang lingkup usaha.

6. Apa dokumen yang perlu disiapkan untuk CPOTB UMOT?

Dokumen dapat meliputi legalitas, SOP produksi dan sanitasi, dokumen sistem mutu, data fasilitas, serta dokumen pendukung lainnya.

7. Berapa lama proses sertifikasi CPOTB untuk UMOT?

Waktu proses dapat berbeda tergantung kesiapan dokumen, fasilitas, penerapan CPOTB, hasil pemeriksaan, dan proses evaluasi BPOM.

8. Apa penyebab proses CPOTB UMOT terhambat?

Ketidaksesuaian fasilitas, dokumen yang belum lengkap, SOP yang belum diterapkan, atau temuan pemeriksaan dapat menyebabkan proses memerlukan perbaikan.

9. Apa manfaat menggunakan jasa konsultan CPOTB?

Konsultan dapat membantu mengevaluasi kesiapan UMOT, menyiapkan dokumen dan SOP, melakukan pendampingan perbaikan, serta membantu persiapan pemeriksaan.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa sertifikasi CPOTB untuk UMOT?

Ya. PERMATAMAS membantu persiapan dokumen, evaluasi fasilitas, penyusunan SOP, dan pendampingan proses sertifikasi CPOTB sesuai kebutuhan UMOT.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Kesalahan yang Sering Menyebabkan Izin Edar Obat Tradisional Tidak Disetujui

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Izin Edar Obat Tradisional Tidak Disetujui

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Izin Edar Obat Tradisional Tidak Disetujui – Mengurus izin edar obat tradisional bukan sekadar mengisi formulir dan mengunggah dokumen. Produk yang akan diedarkan di Indonesia perlu memenuhi ketentuan keamanan, mutu, manfaat, serta persyaratan administratif yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Karena itu, kesalahan kecil dalam mempersiapkan produk maupun dokumen dapat menyebabkan proses registrasi terhambat atau pengajuan tidak disetujui.

Bagi pelaku usaha obat tradisional, memahami penyebab pengajuan tidak disetujui sejak awal sangat penting. Terlebih bagi produsen baru, proses registrasi dapat terasa rumit karena melibatkan berbagai aspek, mulai dari formula, bahan baku, penandaan, klaim, data perusahaan, hingga dokumen teknis produk.

Melalui Jasa Registrasi Obat Tradisional BPOM, PERMATAMAS membantu pelaku usaha mempersiapkan proses pengajuan secara lebih terarah. Pendampingan dapat dilakukan mulai dari pemeriksaan awal produk, pengecekan dokumen, penyesuaian informasi produk, hingga proses registrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan persiapan yang matang, potensi kesalahan administratif maupun teknis dapat diminimalkan.

Mengapa Izin Edar Obat Tradisional Bisa Tidak Disetujui?

Setiap produk obat tradisional yang diajukan untuk mendapatkan izin edar harus melalui proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku. BPOM akan menilai berbagai aspek sebelum produk dapat memperoleh persetujuan.

Pengajuan dapat mengalami kendala apabila terdapat ketidaksesuaian antara informasi yang disampaikan dengan persyaratan produk. Misalnya, formula tidak sesuai, dokumen tidak lengkap, klaim terlalu luas, atau penandaan tidak memenuhi ketentuan.

Beberapa faktor yang sering menjadi perhatian antara lain:

  • Kelengkapan dokumen administrasi.
  • Formula dan komposisi produk.
  • Keamanan bahan.
  • Mutu bahan dan produk jadi.
  • Klaim atau manfaat yang dicantumkan.
  • Penandaan dan informasi pada kemasan.
  • Legalitas sarana produksi.
  • Kesesuaian data perusahaan.
  • Persyaratan teknis lainnya.

Karena itu, sebelum mengajukan registrasi, pelaku usaha sebaiknya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap produk dan dokumen.

Kesalahan Formula atau Komposisi Produk

Formula merupakan salah satu bagian penting dalam registrasi obat tradisional. Komposisi yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kesalahan dapat terjadi ketika pelaku usaha menggunakan bahan yang belum dipastikan status dan persyaratannya, mencantumkan komposisi yang tidak konsisten, atau terdapat perbedaan antara formula yang diajukan dengan produk sebenarnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Identitas bahan harus jelas.
  2. Komposisi harus konsisten.
  3. Jumlah atau kadar bahan harus sesuai.
  4. Bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan.
  5. Formula pada dokumen harus sesuai dengan produk.
  6. Sumber bahan baku perlu dapat ditelusuri.

Jangan mengubah formula produk setelah dokumen registrasi disiapkan tanpa melakukan evaluasi kembali terhadap dampaknya pada proses pengajuan.

Klaim Produk Terlalu Berlebihan

Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah mencantumkan klaim manfaat yang terlalu luas atau tidak sesuai dengan kategori produk.

Pelaku usaha terkadang menggunakan kalimat pemasaran seperti “menyembuhkan semua penyakit”, “pasti menyembuhkan”, atau klaim lain yang memberikan kesan seolah-olah produk memiliki kemampuan seperti obat tertentu.

Padahal, informasi manfaat pada produk harus mengikuti ketentuan yang berlaku dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelum mencantumkan klaim, perhatikan:

  • Jenis produk.
  • Komposisi.
  • Bentuk sediaan.
  • Manfaat yang diperbolehkan.
  • Bukti pendukung yang tersedia.
  • Ketentuan penandaan BPOM.
  • Larangan klaim tertentu.

Bahasa promosi yang digunakan di media sosial juga sebaiknya diperhatikan agar tidak bertentangan dengan ketentuan mengenai promosi dan iklan obat tradisional.

Dokumen Registrasi Tidak Lengkap

Kesalahan administratif termasuk salah satu hal yang dapat menghambat proses registrasi. Dokumen yang tidak lengkap atau tidak konsisten dapat menyebabkan permohonan membutuhkan perbaikan.

Dokumen yang diperlukan dapat berbeda berdasarkan jenis produk, kategori registrasi, dan kondisi pemohon. Namun, secara umum pelaku usaha perlu mempersiapkan data seperti:

  • Identitas perusahaan.
  • Legalitas usaha.
  • Data produsen.
  • Informasi produk.
  • Komposisi.
  • Spesifikasi bahan baku.
  • Spesifikasi produk jadi.
  • Informasi kemasan.
  • Penandaan.
  • Data pendukung sesuai kategori produk.

Pastikan informasi dalam setiap dokumen konsisten. Nama perusahaan, nama produk, komposisi, ukuran kemasan, serta informasi lainnya sebaiknya diperiksa kembali sebelum pengajuan.

Kesalahan yang Sering Menyebabkan Izin Edar Obat Tradisional Tidak Disetujui
Kesalahan yang Sering Menyebabkan Izin Edar Obat Tradisional Tidak Disetujui

Penandaan atau Label Tidak Sesuai

Kemasan obat tradisional bukan hanya bagian dari strategi pemasaran. Label juga menjadi media informasi penting bagi konsumen dan harus memenuhi ketentuan yang berlaku.

Kesalahan dapat muncul karena informasi pada kemasan tidak sesuai dengan data registrasi atau terdapat informasi yang tidak diperbolehkan.

Hal yang perlu diperiksa antara lain:

  • Nama produk.
  • Komposisi.
  • Aturan penggunaan.
  • Peringatan atau perhatian.
  • Nomor izin edar setelah diperoleh.
  • Nama dan alamat produsen.
  • Netto atau isi bersih.
  • Informasi lain yang diwajibkan.
  • Klaim manfaat.
  • Informasi kedaluwarsa atau kode produksi sesuai ketentuan.

Sebelum kemasan dicetak dalam jumlah besar, sebaiknya desain dan informasinya sudah diperiksa agar tidak menimbulkan biaya tambahan akibat revisi.

Legalitas Sarana Produksi Belum Siap

Registrasi produk tidak dapat dipisahkan dari kesiapan sarana produksi. Produk obat tradisional perlu diproduksi pada sarana yang memenuhi persyaratan sesuai kategori dan ketentuan yang berlaku.

Apabila legalitas atau aspek pemenuhan persyaratan sarana belum siap, proses pengajuan produk dapat mengalami kendala.

Karena itu, pelaku usaha sebaiknya memastikan:

  1. Status sarana produksi jelas.
  2. Legalitas perusahaan sesuai.
  3. Fasilitas produksi memenuhi persyaratan.
  4. Sistem mutu diterapkan.
  5. Dokumentasi produksi tersedia.
  6. Proses produksi dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk produsen yang sedang mengembangkan usaha, persiapan sarana sebaiknya dilakukan bersamaan dengan persiapan registrasi produk.

Data Produk Tidak Konsisten

Ketidakkonsistenan data merupakan masalah yang sering dianggap sepele. Misalnya, nama produk pada dokumen berbeda dengan nama pada desain kemasan, atau komposisi yang dicantumkan tidak sama dengan data produk.

Perbedaan tersebut dapat menimbulkan pertanyaan dan kebutuhan perbaikan.

Sebelum pengajuan, buatlah satu data produk utama yang menjadi acuan untuk seluruh dokumen.

Periksa kembali:

  • Nama produk.
  • Bentuk sediaan.
  • Komposisi.
  • Ukuran kemasan.
  • Nama produsen.
  • Alamat fasilitas.
  • Informasi penandaan.
  • Klaim produk.
  • Data bahan baku.

Semakin konsisten data yang disampaikan, semakin mudah proses administrasi dan evaluasi dilakukan.

Menggunakan Bahan yang Tidak Sesuai Ketentuan

Tidak semua bahan dapat digunakan secara bebas dalam obat tradisional. Status bahan, keamanan, penggunaan, dan ketentuan lainnya perlu diperhatikan.

Pelaku usaha terkadang beranggapan bahwa bahan alami pasti aman digunakan. Padahal, istilah “alami” tidak otomatis berarti setiap bahan dapat digunakan tanpa pembatasan.

Beberapa hal yang perlu diperiksa meliputi:

  • Identitas bahan.
  • Bagian tanaman yang digunakan.
  • Bentuk bahan.
  • Riwayat penggunaan.
  • Keamanan.
  • Persyaratan mutu.
  • Batas atau ketentuan penggunaan.
  • Status bahan berdasarkan regulasi.

Karena itu, evaluasi formula sebelum registrasi menjadi langkah yang sangat penting.

Tidak Memahami Kategori Produk

Obat tradisional memiliki kategori dan persyaratan yang dapat berbeda. Kesalahan memahami kategori produk dapat berpengaruh pada dokumen, formula, klaim, serta proses registrasi.

Produk yang dipasarkan sebagai jamu, obat herbal terstandar, atau kategori lainnya memiliki persyaratan yang tidak selalu sama.

Sebelum melakukan registrasi, tentukan terlebih dahulu:

  1. Kategori produk.
  2. Bentuk sediaan.
  3. Komposisi.
  4. Klaim.
  5. Target penggunaan.
  6. Jenis kemasan.
  7. Persyaratan dokumen yang relevan.

Pemahaman kategori sejak awal membantu perusahaan menyiapkan dokumen yang sesuai.

Tidak Melakukan Pemeriksaan Sebelum Registrasi

Kesalahan lain adalah langsung mengajukan produk tanpa melakukan pre-assessment. Akibatnya, persoalan yang seharusnya dapat ditemukan sejak awal baru diketahui ketika proses evaluasi berlangsung.

Pre-assessment dapat dilakukan dengan memeriksa dokumen, formula, penandaan, klaim, serta kesiapan sarana.

Checklist sederhana dapat mencakup:

  • Apakah formula sudah sesuai?
  • Apakah bahan memenuhi ketentuan?
  • Apakah dokumen lengkap?
  • Apakah data perusahaan konsisten?
  • Apakah label sudah sesuai?
  • Apakah klaim dapat digunakan?
  • Apakah sarana produksi siap?
  • Apakah dokumen pendukung tersedia?

Pemeriksaan awal bukan jaminan produk pasti disetujui, tetapi dapat membantu mengurangi risiko kesalahan yang sebenarnya bisa dicegah.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Pengajuan Mengalami Kendala?

Apabila terdapat pemberitahuan atau permintaan perbaikan dalam proses registrasi, jangan mengabaikannya. Pelaku usaha perlu memahami apa yang diminta dan memberikan tanggapan sesuai mekanisme yang berlaku.

Langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Membaca pemberitahuan secara teliti.
  2. Mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki.
  3. Menyiapkan data atau dokumen pendukung.
  4. Melakukan perbaikan sesuai ketentuan.
  5. Memastikan jawaban konsisten dengan dokumen lainnya.
  6. Mengirimkan tanggapan melalui mekanisme yang ditentukan.
  7. Memantau perkembangan permohonan.

Jika bagian yang diminta tidak dipahami, pendampingan dari konsultan yang berpengalaman dapat membantu perusahaan memahami langkah yang perlu dilakukan.

Berapa Lama Proses Registrasi Obat Tradisional?

Tidak ada satu waktu yang otomatis berlaku untuk seluruh produk obat tradisional. Lama proses dapat dipengaruhi oleh kategori produk, kesiapan dokumen, kompleksitas formula, hasil evaluasi, serta ada atau tidaknya perbaikan.

Faktor yang dapat memengaruhi proses antara lain:

  • Kelengkapan dokumen.
  • Kesesuaian formula.
  • Kategori produk.
  • Kesiapan sarana.
  • Ketepatan penandaan.
  • Kelengkapan data pendukung.
  • Tanggapan terhadap permintaan perbaikan.
  • Proses evaluasi oleh BPOM.

Karena itu, sebaiknya pelaku usaha tidak hanya mengejar kecepatan pengajuan. Kualitas persiapan sebelum registrasi justru menjadi salah satu faktor penting untuk membuat proses lebih terarah.

Mengapa Menggunakan Jasa Registrasi BPOM?

Registrasi dapat dilakukan oleh perusahaan sesuai mekanisme yang tersedia. Namun, pelaku usaha yang belum memahami persyaratan teknis dan administratif dapat menghadapi berbagai kendala.

Menggunakan Jasa Registrasi Obat Tradisional BPOM dapat membantu perusahaan dalam mempersiapkan proses secara lebih sistematis.

Pendampingan dapat meliputi:

  • Konsultasi awal produk.
  • Pemeriksaan kategori produk.
  • Review formula.
  • Pemeriksaan dokumen.
  • Review klaim.
  • Pemeriksaan penandaan.
  • Persiapan data registrasi.
  • Pendampingan proses pengajuan.
  • Monitoring proses.
  • Pendampingan apabila terdapat permintaan perbaikan.

Perlu dipahami bahwa jasa konsultan tidak dapat menjamin izin edar pasti diterbitkan, karena keputusan akhir tetap berada pada kewenangan BPOM berdasarkan hasil evaluasi dan ketentuan yang berlaku.

Tips Agar Pengajuan Izin Edar Tidak Mudah Terkendala

Persiapan sejak awal dapat membantu mengurangi kesalahan. Sebelum mengajukan produk, lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Tentukan kategori produk dengan tepat.
  2. Periksa formula dan seluruh bahan.
  3. Pastikan legalitas sarana siap.
  4. Siapkan dokumen secara lengkap.
  5. Pastikan data antar dokumen konsisten.
  6. Review klaim sebelum dicantumkan.
  7. Periksa desain penandaan.
  8. Siapkan data pendukung yang diperlukan.
  9. Lakukan pre-assessment.
  10. Pantau proses setelah pengajuan.

Dengan persiapan tersebut, perusahaan dapat mengurangi risiko kesalahan administratif maupun teknis yang sebenarnya dapat dicegah.

PERMATAMAS Siap Membantu Registrasi Obat Tradisional

Kesalahan dalam pengurusan izin edar obat tradisional dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari formula, bahan baku, klaim, penandaan, dokumen, hingga kesiapan sarana produksi. Karena itu, registrasi sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru tanpa pemeriksaan awal.

PERMATAMAS membantu pelaku usaha mempersiapkan proses registrasi secara lebih terarah, mulai dari konsultasi produk, pengecekan dokumen, review informasi produk, persiapan pengajuan, hingga pendampingan apabila terdapat proses perbaikan.

Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha dapat lebih memahami apa saja yang perlu disiapkan sebelum produk diajukan kepada BPOM.

Konsultasi Jasa Registrasi Obat Tradisional BPOM

Jika pengajuan izin edar obat tradisional Anda pernah mengalami kendala atau Anda baru akan melakukan registrasi untuk pertama kali, sebaiknya lakukan pemeriksaan produk dan dokumen terlebih dahulu.

PERMATAMAS siap membantu Jasa Registrasi Obat Tradisional BPOM dengan pendampingan profesional dan proses yang disesuaikan dengan kondisi produk.

Layanan PERMATAMAS:

  • ✅ Konsultasi profesional
  • ✅ Review dan persiapan dokumen
  • ✅ Pendampingan proses registrasi
  • ✅ Tim berpengalaman
  • ✅ Monitoring proses
  • ✅ Pendampingan sampai proses selesai sesuai ruang lingkup layanan

PERMATAMAS — Solusi Aman dan Profesional untuk Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ – Kesalahan yang Sering Menyebabkan Izin Edar Obat Tradisional Tidak Disetujui

1. Apa penyebab izin edar obat tradisional tidak disetujui?

Penyebabnya dapat berupa ketidaksesuaian formula, dokumen tidak lengkap, klaim tidak sesuai, atau persyaratan mutu dan keamanan yang belum terpenuhi.

2. Apakah formula obat tradisional dapat menyebabkan penolakan?

Ya. Formula harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk terkait bahan yang digunakan dan persyaratan keamanan.

3. Apakah dokumen yang tidak lengkap bisa menyebabkan penolakan?

Ya. Dokumen yang tidak lengkap, tidak sesuai, atau tidak konsisten dapat menghambat proses evaluasi registrasi.

4. Apakah klaim produk dapat menyebabkan permohonan ditolak?

Bisa. Klaim harus sesuai dengan kategori produk dan ketentuan yang berlaku serta tidak boleh menyesatkan.

5. Apakah label produk harus diperiksa sebelum registrasi?

Ya. Label perlu dipastikan memenuhi ketentuan informasi produk, termasuk nama, komposisi, aturan penggunaan, dan informasi wajib lainnya.

6. Apakah bahan baku obat tradisional perlu memenuhi persyaratan tertentu?

Ya. Bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan keamanan, mutu, dan persyaratan yang ditetapkan untuk produk obat tradisional.

7. Apakah hasil pengujian dapat memengaruhi persetujuan registrasi?

Ya. Produk harus memenuhi parameter mutu dan keamanan yang dipersyaratkan berdasarkan kategori produknya.

8. Apakah kesalahan kategori produk bisa menyebabkan penolakan?

Bisa. Penentuan kategori seperti Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), atau Fitofarmaka harus sesuai dengan karakteristik dan bukti yang dimiliki produk.

9. Bagaimana cara mengurangi risiko penolakan registrasi?

Lakukan pemeriksaan formula, dokumen, klaim, label, dan persyaratan teknis sebelum pengajuan registrasi.

10. Apakah PERMATAMAS membantu persiapan registrasi obat tradisional?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu evaluasi dokumen dan persiapan registrasi agar proses pengajuan lebih terarah sesuai ketentuan yang berlaku.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB – Industri obat tradisional perlu memastikan proses produksi berjalan sesuai standar keamanan, mutu, dan persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan oleh pelaku usaha adalah sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Sebelum audit dilakukan, perusahaan perlu menyiapkan dokumen, fasilitas, personel, sistem mutu, hingga penerapan prosedur di lapangan.

Tidak sedikit pelaku usaha yang bertanya mengenai estimasi waktu persiapan audit sertifikasi CPOTB. Jawabannya tidak selalu sama karena setiap industri memiliki kondisi awal yang berbeda. Perusahaan yang sudah memiliki sistem mutu dan dokumentasi lengkap tentu membutuhkan waktu persiapan yang berbeda dibandingkan industri yang baru mulai membangun sistem CPOTB.

Melalui PERMATAMAS, pelaku usaha dapat memperoleh Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB dengan pendampingan persiapan audit secara menyeluruh. Pendampingan dapat dimulai dari identifikasi kesiapan perusahaan, pemeriksaan dokumen, gap assessment, persiapan fasilitas, simulasi audit, hingga pendampingan menghadapi proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB merupakan pedoman yang mengatur bagaimana obat tradisional diproduksi dan dikendalikan agar memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Penerapan CPOTB tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan dalam sistem mutu industri.

Perusahaan perlu memastikan bahwa personel, bangunan, fasilitas, peralatan, sanitasi, dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, hingga penyimpanan berjalan secara terkendali.

Karena itu, persiapan sertifikasi CPOTB sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak. Beberapa aspek yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Sistem manajemen mutu.
  • Dokumen dan prosedur.
  • Bangunan dan fasilitas.
  • Peralatan produksi.
  • Sanitasi dan higiene.
  • Personel yang kompeten.
  • Pengawasan mutu.
  • Dokumentasi produksi.
  • Penyimpanan bahan dan produk.
  • Sistem penanganan penyimpangan dan keluhan.

Berapa Lama Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB?

Estimasi waktu persiapan audit sertifikasi CPOTB sangat bergantung pada tingkat kesiapan industri. Tidak ada satu durasi yang otomatis berlaku untuk semua perusahaan.

Industri yang telah memiliki fasilitas, personel, dokumentasi, dan sistem mutu yang berjalan biasanya dapat melakukan persiapan lebih cepat. Sebaliknya, perusahaan yang masih harus melakukan banyak perbaikan membutuhkan waktu lebih panjang.

Secara praktis, waktu persiapan dapat dibagi menjadi beberapa kondisi:

  1. Perusahaan sudah relatif siap
    Fokus persiapan lebih banyak pada pemeriksaan dan penyempurnaan dokumen serta simulasi audit.
  2. Perusahaan memiliki beberapa kekurangan
    Membutuhkan gap assessment, perbaikan dokumen, pelatihan, dan pembenahan penerapan di lapangan.
  3. Perusahaan baru membangun sistem CPOTB
    Persiapannya dapat lebih panjang karena perlu membangun sistem mutu, prosedur, fasilitas, dokumentasi, serta kompetensi personel secara bertahap.

Karena itu, estimasi sebaiknya ditentukan setelah dilakukan assessment awal, bukan hanya berdasarkan target tanggal audit.

JASA SERTIFIKASI CPOTB

Hubungi PERMATAMAS untuk Persiapan Audit CPOTB

Persiapan audit CPOTB membutuhkan koordinasi antara manajemen, bagian produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, gudang, dan personel terkait lainnya.

PERMATAMAS membantu perusahaan melakukan persiapan secara lebih terstruktur, mulai dari identifikasi kekurangan, pemeriksaan dokumen, pendampingan perbaikan, hingga simulasi audit.

Layanan dapat disesuaikan dengan kondisi industri sehingga perusahaan tidak perlu melakukan pembenahan secara acak.

Konsultasi Jasa Sertifikasi CPOTB via WhatsApp →

Tahapan Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Persiapan audit sebaiknya dilakukan secara sistematis agar setiap bagian perusahaan dapat mengetahui apa yang harus diperbaiki.

Secara umum, tahapan persiapannya dapat meliputi:

1. Assessment Awal

Tim melakukan pemeriksaan terhadap kondisi perusahaan untuk mengetahui tingkat kesiapan terhadap persyaratan CPOTB.

2. Gap Analysis

Kondisi aktual dibandingkan dengan persyaratan yang harus dipenuhi. Dari sini dapat diketahui area yang masih membutuhkan perbaikan.

3. Pemeriksaan Dokumen

Dokumen seperti SOP, instruksi kerja, catatan produksi, dokumentasi mutu, dan dokumen pendukung lainnya diperiksa.

4. Pemeriksaan Fasilitas

Bangunan, ruang produksi, gudang, sanitasi, alur personel, alur bahan, dan fasilitas pendukung perlu diperiksa kesesuaiannya.

5. Perbaikan dan Implementasi

Temuan dari assessment ditindaklanjuti. Yang penting bukan hanya memiliki dokumen, tetapi memastikan prosedur benar-benar diterapkan.

6. Pelatihan Personel

Personel perlu memahami tugas, tanggung jawab, prosedur, higiene, dokumentasi, serta prinsip CPOTB yang berkaitan dengan pekerjaannya.

7. Simulasi Audit

Perusahaan dapat melakukan simulasi untuk melihat kesiapan personel dalam menjawab pertanyaan dan menunjukkan bukti penerapan sistem.

8. Final Check

Sebelum audit, dilakukan pemeriksaan terakhir untuk memastikan dokumen, fasilitas, personel, dan penerapan sudah dipersiapkan.

Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB
Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

Faktor yang Memengaruhi Lama Persiapan CPOTB

Tidak semua industri membutuhkan waktu persiapan yang sama. Beberapa faktor dapat membuat proses menjadi lebih cepat atau lebih panjang.

Faktor tersebut antara lain:

  • Kondisi fasilitas produksi.
  • Kelengkapan dokumentasi.
  • Sistem mutu yang sudah berjalan.
  • Jumlah produk.
  • Kompleksitas proses produksi.
  • Kompetensi personel.
  • Kesiapan pengawasan mutu.
  • Kondisi gudang.
  • Sistem sanitasi dan higiene.
  • Jumlah temuan saat assessment.
  • Kecepatan perusahaan melakukan perbaikan.

Jika gap yang ditemukan cukup banyak, perusahaan perlu memberikan waktu yang memadai untuk melakukan tindakan perbaikan.

Dokumen Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

Dokumentasi merupakan salah satu bagian penting dalam persiapan audit CPOTB. Dokumen harus menggambarkan proses yang benar-benar dilakukan perusahaan.

Beberapa dokumen yang umumnya perlu diperhatikan meliputi:

  • Pedoman atau sistem mutu.
  • SOP produksi.
  • SOP pengawasan mutu.
  • SOP sanitasi dan higiene.
  • SOP penyimpanan.
  • Dokumen penerimaan bahan.
  • Dokumen proses produksi.
  • Catatan pengawasan mutu.
  • Dokumen pelatihan personel.
  • Dokumen pemeliharaan peralatan.
  • Dokumen penanganan penyimpangan.
  • Dokumen keluhan dan penarikan produk apabila relevan.

Dokumen tidak cukup hanya dibuat untuk kebutuhan audit. Prosedur harus dipahami dan diterapkan oleh personel terkait.

Mengapa Gap Assessment Penting Sebelum Audit?

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan industri adalah langsung mempersiapkan audit tanpa mengetahui kondisi sebenarnya.

Melalui gap assessment, perusahaan dapat mengetahui bagian mana yang sudah sesuai dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Contohnya:

  • Dokumen belum lengkap.
  • SOP belum diterapkan secara konsisten.
  • Catatan produksi belum tertata.
  • Fasilitas belum memenuhi kebutuhan.
  • Alur bahan perlu diperbaiki.
  • Personel belum mendapatkan pelatihan yang memadai.
  • Sistem pengawasan mutu belum berjalan optimal.

Dengan mengetahui gap lebih awal, perusahaan dapat membuat prioritas perbaikan berdasarkan tingkat urgensinya.

Persiapan Fasilitas Produksi untuk Audit CPOTB

Selain dokumentasi, kondisi fasilitas juga menjadi bagian penting dalam kesiapan industri.

Area produksi harus ditata agar mendukung proses yang terkendali dan meminimalkan risiko terhadap mutu produk.

Beberapa area yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Ruang produksi.
  • Area penerimaan bahan.
  • Area penyimpanan bahan baku.
  • Area penyimpanan produk jadi.
  • Area pengawasan mutu.
  • Fasilitas sanitasi.
  • Alur personel.
  • Alur material.
  • Peralatan produksi.
  • Sistem kebersihan dan pemeliharaan.

Perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan fasilitas sebelum audit sehingga kekurangan dapat diperbaiki terlebih dahulu.

Kesiapan Personel Juga Menentukan

Audit CPOTB tidak hanya melihat dokumen. Personel juga perlu memahami sistem yang diterapkan perusahaan.

Auditor dapat berinteraksi dengan personel dari berbagai bagian untuk mengetahui apakah prosedur benar-benar dipahami dan dijalankan.

Karena itu, perusahaan perlu memastikan:

  • Personel memahami tugasnya.
  • SOP mudah dipahami.
  • Pelatihan terdokumentasi.
  • Personel memahami prinsip higiene.
  • Penggunaan dokumen dilakukan dengan benar.
  • Catatan diisi sesuai aktivitas sebenarnya.
  • Personel mengetahui tindakan ketika terjadi penyimpangan.

Jangan sampai dokumen terlihat lengkap tetapi personel tidak mengetahui bagaimana prosedur tersebut diterapkan.

Apa yang Terjadi Jika Persiapan Audit Belum Siap?

Jika perusahaan belum memenuhi persyaratan, proses sertifikasi dapat menghadapi kendala atau memerlukan tindak lanjut terhadap temuan yang ditemukan.

Karena itu, lebih baik melakukan pemeriksaan internal sebelum audit daripada menunggu auditor menemukan seluruh kekurangan.

Beberapa potensi masalah yang dapat muncul antara lain:

  • Dokumen belum lengkap.
  • Penerapan SOP belum konsisten.
  • Fasilitas belum siap.
  • Bukti penerapan tidak tersedia.
  • Personel belum memahami prosedur.
  • Catatan tidak lengkap.
  • Terdapat ketidaksesuaian antara dokumen dan praktik.

Semakin awal masalah ditemukan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk melakukan perbaikan.

Simulasi Audit CPOTB Sebelum Pemeriksaan

Simulasi audit dapat membantu perusahaan mengetahui bagaimana kondisi saat menghadapi pemeriksaan.

Dalam simulasi, perusahaan dapat memeriksa:

  1. Kesiapan dokumen.
  2. Kondisi fasilitas.
  3. Penerapan SOP.
  4. Pemahaman personel.
  5. Ketersediaan bukti penerapan.
  6. Sistem pengawasan mutu.
  7. Pengelolaan penyimpangan.
  8. Kebersihan dan sanitasi.
  9. Penyimpanan bahan dan produk.
  10. Kesiapan menghadapi pertanyaan auditor.

Simulasi bukan jaminan audit akan berjalan tanpa temuan, tetapi dapat membantu meningkatkan kesiapan perusahaan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Persiapan Audit CPOTB

Beberapa industri terlalu fokus pada dokumen dan melupakan penerapan di lapangan.

Padahal, sistem mutu harus berjalan secara nyata.

Kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  • Membuat SOP hanya menjelang audit.
  • SOP tidak sesuai dengan praktik.
  • Dokumen tidak diperbarui.
  • Catatan tidak lengkap.
  • Personel belum dilatih.
  • Fasilitas baru dibenahi menjelang audit.
  • Tidak melakukan internal assessment.
  • Tidak menindaklanjuti temuan.
  • Tidak melakukan simulasi audit.

Persiapan yang baik seharusnya membangun sistem yang dapat berjalan secara berkelanjutan, bukan hanya untuk melewati pemeriksaan.

Biaya Persiapan dan Sertifikasi CPOTB

Biaya sertifikasi CPOTB dapat berbeda antara satu industri dengan industri lainnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi fasilitas, kebutuhan perbaikan, jumlah produk, kompleksitas sistem, serta jasa pendampingan yang digunakan.

Komponen biaya yang mungkin perlu diperhitungkan antara lain:

  • Persiapan dokumen.
  • Konsultasi dan pendampingan.
  • Pelatihan personel.
  • Pembenahan fasilitas.
  • Perbaikan peralatan.
  • Penyusunan atau revisi SOP.
  • Kebutuhan pengujian tertentu.
  • Biaya resmi sesuai ketentuan pemerintah.

Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya melakukan assessment terlebih dahulu sebelum menentukan anggaran keseluruhan.

Mengapa Menggunakan Jasa Pendampingan CPOTB?

Persiapan sertifikasi dapat dilakukan oleh internal perusahaan. Namun, pendampingan profesional dapat membantu memberikan sudut pandang yang lebih objektif terhadap kesiapan industri.

PERMATAMAS dapat membantu:

  • Assessment awal.
  • Gap analysis.
  • Pemeriksaan dokumen.
  • Pendampingan penyusunan sistem.
  • Pendampingan perbaikan.
  • Pelatihan atau konsultasi personel.
  • Pemeriksaan kesiapan fasilitas.
  • Simulasi audit.
  • Pendampingan proses sertifikasi.
  • Konsultasi tindak lanjut temuan.

Pendampingan tidak berarti sertifikat dapat dijamin terbit. Keputusan dan proses sertifikasi tetap mengikuti pemeriksaan serta kewenangan instansi terkait.

Tips Mempersiapkan Audit CPOTB Lebih Efektif

Agar persiapan tidak dilakukan secara terburu-buru, perusahaan dapat menggunakan checklist berikut:

  1. Mulai persiapan sedini mungkin.
  2. Lakukan gap assessment.
  3. Prioritaskan temuan yang paling penting.
  4. Periksa seluruh dokumen mutu.
  5. Pastikan SOP sesuai praktik.
  6. Periksa kondisi fasilitas produksi.
  7. Latih seluruh personel terkait.
  8. Pastikan catatan dan bukti penerapan tersedia.
  9. Lakukan simulasi audit.
  10. Lakukan final check sebelum pemeriksaan.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengetahui posisi kesiapan secara lebih realistis.

Estimasi Waktu Persiapan Audit CPOTB Tidak Bisa Disamaratakan

Pada akhirnya, estimasi waktu persiapan audit sertifikasi CPOTB sangat bergantung pada kondisi awal masing-masing industri.

Perusahaan yang sudah memiliki sistem mutu, fasilitas, dokumentasi, dan personel yang siap tentu dapat mempersiapkan audit dengan lebih cepat. Sementara industri yang masih memiliki banyak gap membutuhkan waktu lebih panjang untuk melakukan perbaikan.

Karena itu, daripada menetapkan target waktu secara sembarangan, lebih baik perusahaan melakukan assessment awal dan gap analysis terlebih dahulu. Hasil assessment tersebut dapat menjadi dasar penyusunan timeline persiapan yang lebih realistis.

Persiapkan Audit Sertifikasi CPOTB Bersama PERMATAMAS

Persiapan audit CPOTB membutuhkan lebih dari sekadar melengkapi dokumen. Perusahaan perlu memastikan fasilitas, sistem mutu, personel, dokumentasi, produksi, pengawasan mutu, sanitasi, dan penerapan prosedur berjalan secara konsisten.

Melalui Jasa Pengurusan Sertifikasi CPOTB PERMATAMAS, perusahaan dapat memperoleh pendampingan mulai dari assessment awal, gap analysis, pemeriksaan dokumen, persiapan fasilitas, pendampingan perbaikan, simulasi audit, hingga proses sertifikasi sesuai kebutuhan.

Jika Anda sedang mempersiapkan industri obat tradisional untuk menghadapi audit CPOTB, jangan menunggu sampai mendekati jadwal pemeriksaan. Semakin awal kondisi perusahaan dinilai, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperbaiki kekurangan.

PERMATAMAS — Solusi Aman dan Profesional untuk Persiapan Sertifikasi CPOTB.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ – Estimasi Waktu Persiapan Audit Sertifikasi CPOTB

1. Berapa lama persiapan audit sertifikasi CPOTB?

Waktu persiapan berbeda pada setiap industri, tergantung kesiapan fasilitas, dokumen, personel, dan pemenuhan persyaratan CPOTB.

2. Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum audit CPOTB?

Persiapan meliputi dokumen mutu, SOP, fasilitas produksi, peralatan, personel, sanitasi, dokumentasi, dan sistem pengawasan mutu.

3. Apakah fasilitas produksi harus siap sebelum audit?

Ya. Fasilitas dan sarana produksi perlu dipastikan memenuhi persyaratan CPOTB sebelum proses audit.

4. Apakah SOP harus lengkap sebelum audit?

Ya. SOP dan dokumen terkait harus tersedia, diterapkan, serta sesuai dengan kegiatan yang dilakukan di fasilitas.

5. Apakah personel perlu mendapatkan pelatihan CPOTB?

Ya. Personel yang terkait dengan kegiatan produksi dan mutu perlu memiliki kompetensi serta mendapatkan pelatihan yang sesuai.

6. Apakah perlu dilakukan audit internal sebelum audit sertifikasi?

Audit internal atau pemeriksaan kesiapan sangat membantu menemukan kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum audit sertifikasi.

7. Apa saja yang biasanya diperiksa saat audit CPOTB?

Auditor dapat menilai fasilitas, proses produksi, dokumentasi, sanitasi, pengawasan mutu, personel, penyimpanan, dan penerapan sistem mutu.

8. Apa yang terjadi jika ditemukan ketidaksesuaian?

Industri perlu melakukan tindakan perbaikan sesuai hasil temuan dan memenuhi ketentuan tindak lanjut yang ditetapkan.

9. Apakah persiapan CPOTB bisa didampingi konsultan?

Bisa. Pendampingan dapat membantu mengevaluasi kesiapan dokumen, fasilitas, SOP, serta membantu persiapan menghadapi audit.

10. Apakah PERMATAMAS membantu persiapan audit CPOTB?

Ya. PERMATAMAS membantu persiapan dokumen, evaluasi kesiapan, pendampingan perbaikan, hingga persiapan menghadapi proses audit CPOTB.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional di Indonesia

Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional di Indonesia

Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional di Indonesia – Peredaran obat tradisional di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan formulasi dan kualitas produk, tetapi juga harus memperhatikan ketentuan registrasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Bagi produsen, pemilik merek, maupun pelaku usaha yang ingin memasarkan produk herbal, memahami regulasi BPOM tentang registrasi obat tradisional menjadi langkah penting sebelum produk diedarkan secara komersial.

Obat tradisional memiliki karakteristik yang berbeda dengan pangan, kosmetik, maupun suplemen kesehatan. Karena itu, proses registrasinya membutuhkan dokumen dan informasi yang disesuaikan dengan kategori serta profil produk. Kesalahan dalam menentukan kategori, klaim, komposisi, atau dokumen pendukung dapat menyebabkan proses pengajuan mengalami kendala atau memerlukan perbaikan.

Melalui PERMATAMAS, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan Jasa Registrasi Obat Tradisional BPOM, mulai dari konsultasi kategori produk, pemeriksaan dokumen, persiapan persyaratan, hingga pendampingan proses pengajuan. Dengan persiapan yang lebih matang, proses registrasi dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Registrasi Obat Tradisional BPOM?

Registrasi obat tradisional merupakan proses penilaian dan pendaftaran produk sebelum memperoleh izin edar untuk dipasarkan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam proses ini, aspek seperti keamanan, khasiat, mutu, komposisi, klaim, penandaan, dan informasi produk menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki peran dalam melakukan pengawasan terhadap obat bahan alam yang beredar di Indonesia. Oleh sebab itu, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk yang dibuat dengan bahan herbal, tetapi perlu memastikan kategori dan status perizinannya sudah sesuai.

Sebelum mengajukan registrasi, perusahaan sebaiknya terlebih dahulu mengidentifikasi jenis produk, komposisi, bentuk sediaan, klaim, serta target penggunaan. Informasi tersebut akan membantu menentukan jalur dan persyaratan registrasi yang relevan.

Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional

Regulasi mengenai obat tradisional di Indonesia mencakup ketentuan mengenai persyaratan keamanan, khasiat, mutu, produksi, penandaan, serta registrasi produk. Ketentuan teknis dapat mengalami perubahan mengikuti perkembangan kebijakan dan sistem pengawasan obat bahan alam.

Karena itu, pelaku usaha perlu menggunakan regulasi dan sistem resmi BPOM sebagai acuan terbaru, bukan hanya mengandalkan informasi lama dari internet atau pengalaman pengajuan produk lain.

Dalam praktiknya, persyaratan registrasi dapat berbeda berdasarkan kategori produk dan karakteristiknya. Obat tradisional juga tidak dapat didaftarkan dengan klaim bebas tanpa memperhatikan batasan klaim yang diperbolehkan.

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Kategori produk.
  • Komposisi bahan.
  • Bentuk sediaan.
  • Klaim dan manfaat yang dicantumkan.
  • Persyaratan keamanan.
  • Persyaratan mutu.
  • Proses produksi.
  • Penandaan dan kemasan.
  • Data perusahaan.
  • Dokumen pendukung.

Memastikan seluruh aspek tersebut sejak awal dapat membantu mengurangi potensi kendala selama proses registrasi.

JASA REGISTRASI OBAT TRADISIONAL BPOM

Hubungi PERMATAMAS untuk Registrasi Obat Tradisional

Memiliki produk herbal tetapi masih bingung mengenai persyaratan BPOM? PERMATAMAS membantu pelaku usaha mempersiapkan proses registrasi obat tradisional secara lebih terarah.

Pendampingan dapat meliputi:

  • Konsultasi kategori produk.
  • Analisis komposisi dan bentuk sediaan.
  • Pemeriksaan klaim produk.
  • Pemeriksaan dokumen.
  • Persiapan dokumen registrasi.
  • Pendampingan pengajuan.
  • Monitoring proses.
  • Pendampingan apabila terdapat permintaan perbaikan.

Konsultasi Registrasi Obat Tradisional BPOM via WhatsApp →

Jenis Obat Bahan Alam yang Perlu Dipahami

Sebelum membahas registrasi, pelaku usaha perlu memahami bahwa produk berbahan alam tidak semuanya otomatis menggunakan kategori yang sama.

Dalam sistem pengawasan obat bahan alam, dikenal beberapa kelompok produk dengan karakteristik berbeda, termasuk jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

Jamu

Jamu merupakan obat bahan alam yang pembuktian khasiat dan penggunaannya secara tradisional menjadi bagian penting dari karakteristik produknya.

Obat Herbal Terstandar

Obat herbal terstandar memiliki persyaratan pembuktian yang lebih tinggi, termasuk aspek standardisasi bahan dan pembuktian praklinik sesuai ketentuan.

Fitofarmaka

Fitofarmaka merupakan kategori obat bahan alam dengan tingkat pembuktian yang lebih komprehensif, termasuk pembuktian keamanan dan khasiat melalui data yang dipersyaratkan.

Karena persyaratannya berbeda, perusahaan perlu menentukan kategori produk secara tepat sebelum mempersiapkan dokumen registrasi.

Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional di Indonesia
Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional di Indonesia

Persyaratan Registrasi Obat Tradisional BPOM

Persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenis produk, kategori, perusahaan, bahan yang digunakan, serta jalur registrasinya.

Namun, secara umum perusahaan perlu mempersiapkan data dan dokumen yang berkaitan dengan:

  • Legalitas perusahaan.
  • Data produsen atau industri.
  • Nama dan merek produk.
  • Komposisi produk.
  • Bentuk sediaan.
  • Spesifikasi bahan baku.
  • Proses produksi.
  • Spesifikasi produk jadi.
  • Data keamanan dan mutu.
  • Data pendukung khasiat sesuai kategori.
  • Desain kemasan.
  • Penandaan produk.
  • Klaim produk.
  • Dokumen pendukung lainnya.

Dokumen tersebut harus disesuaikan dengan kategori dan ketentuan registrasi yang berlaku pada saat pengajuan.

Mengapa Komposisi Produk Sangat Penting?

Komposisi merupakan salah satu bagian penting dalam registrasi obat tradisional. Setiap bahan yang digunakan perlu diperhatikan dari sisi keamanan, fungsi, serta kesesuaiannya dengan ketentuan bahan yang diperbolehkan.

Pemilik usaha sebaiknya tidak hanya mencantumkan nama bahan berdasarkan istilah pemasaran. Data bahan perlu dipersiapkan secara jelas dan konsisten dengan dokumen produk.

Hal yang perlu diperiksa antara lain:

  • Nama bahan.
  • Jumlah atau kadar bahan.
  • Bentuk bahan.
  • Sumber bahan.
  • Fungsi bahan.
  • Keamanan bahan.
  • Kesesuaian dengan kategori produk.

Kesalahan pada komposisi dapat memengaruhi proses evaluasi sehingga pemeriksaan sejak awal menjadi sangat penting.

Klaim Produk Harus Sesuai Ketentuan

Salah satu bagian yang sering menjadi perhatian dalam registrasi adalah klaim manfaat produk.

Pelaku usaha terkadang ingin menggunakan klaim yang terlalu luas agar produk terlihat lebih menarik. Padahal, klaim harus disesuaikan dengan kategori obat bahan alam dan bukti yang dapat mendukungnya.

Sebelum mencantumkan klaim pada kemasan atau materi promosi, perhatikan:

  • Jenis klaim.
  • Kategori produk.
  • Bukti pendukung.
  • Redaksi klaim.
  • Batasan klaim.
  • Kesesuaian dengan ketentuan BPOM.

Jangan sampai klaim pemasaran justru membuat kategori atau persyaratan produk menjadi berbeda dari yang dipersiapkan.

Bagaimana Proses Registrasi Obat Tradisional BPOM?

Secara umum, proses registrasi dapat dimulai dari persiapan produk dan dokumen sebelum pengajuan melalui sistem yang ditetapkan BPOM.

Tahapannya dapat meliputi:

  1. Identifikasi produk.
  2. Menentukan kategori obat bahan alam.
  3. Memeriksa komposisi dan bahan.
  4. Menentukan bentuk sediaan.
  5. Menyusun klaim yang sesuai.
  6. Mempersiapkan dokumen perusahaan.
  7. Mempersiapkan dokumen mutu dan keamanan.
  8. Menyiapkan desain penandaan atau kemasan.
  9. Mengajukan registrasi melalui sistem resmi.
  10. Mengikuti proses evaluasi.
  11. Memberikan tanggapan apabila terdapat permintaan perbaikan atau tambahan data.
  12. Menunggu keputusan sesuai mekanisme yang berlaku.

Durasi proses dapat berbeda-beda tergantung jenis produk, jalur registrasi, kelengkapan dokumen, serta hasil evaluasi.

Apa yang Menyebabkan Registrasi Obat Tradisional Tertunda?

Proses registrasi dapat menjadi lebih panjang apabila dokumen atau informasi yang disampaikan belum memenuhi persyaratan.

Beberapa kendala yang perlu diantisipasi antara lain:

  • Komposisi belum sesuai.
  • Dokumen bahan belum lengkap.
  • Klaim terlalu luas.
  • Kategori produk kurang tepat.
  • Data perusahaan tidak konsisten.
  • Penandaan perlu diperbaiki.
  • Dokumen mutu belum lengkap.
  • Data pendukung belum memadai.
  • Pemohon terlambat memberikan tanggapan.

Karena itu, persiapan dokumen sebelum pengajuan merupakan tahap yang tidak boleh dianggap sepele.

Apakah Semua Produk Herbal Wajib Registrasi yang Sama?

Tidak. Produk yang menggunakan bahan herbal dapat memiliki kategori dan jalur perizinan yang berbeda.

Produk herbal harus terlebih dahulu dilihat berdasarkan tujuan penggunaan, bentuk sediaan, komposisi, klaim, cara penggunaan, dan karakteristik lainnya.

Misalnya, produk yang dipasarkan sebagai pangan tidak dapat begitu saja diperlakukan sebagai obat tradisional. Begitu pula kosmetik dengan bahan herbal tidak otomatis menjadi obat bahan alam.

Karena itu, identifikasi kategori produk merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum menentukan dokumen dan jalur registrasi.

Pentingnya CPOTB dalam Industri Obat Tradisional

Bagi industri obat tradisional, aspek produksi juga menjadi bagian penting dalam menjaga mutu produk. Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) merupakan standar yang perlu diperhatikan oleh industri sesuai ketentuan yang berlaku.

CPOTB berkaitan dengan berbagai aspek produksi, seperti:

  • Personel.
  • Bangunan dan fasilitas.
  • Peralatan.
  • Sanitasi dan higiene.
  • Produksi.
  • Pengawasan mutu.
  • Penyimpanan.
  • Dokumentasi.
  • Pengawasan proses.

Penerapan standar produksi yang baik membantu memastikan produk dibuat secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan.

Dokumen yang Sebaiknya Dipersiapkan Sejak Awal

Sebelum memulai registrasi, perusahaan sebaiknya membuat checklist dokumen.

Beberapa data yang perlu dipersiapkan antara lain:

  1. Dokumen legalitas perusahaan.
  2. Data produsen atau fasilitas produksi.
  3. Nama dan merek produk.
  4. Komposisi lengkap.
  5. Spesifikasi bahan baku.
  6. Spesifikasi produk jadi.
  7. Proses produksi.
  8. Dokumen mutu dan keamanan.
  9. Desain kemasan dan penandaan.
  10. Klaim manfaat produk.
  11. Dokumen pendukung sesuai kategori.

Kelengkapan dokumen sebaiknya diperiksa sebelum pengajuan untuk mengurangi potensi permintaan perbaikan.

Tips Agar Registrasi Obat Tradisional Lebih Lancar

Bagi pelaku usaha yang baru pertama kali mengurus BPOM, beberapa langkah berikut dapat membantu:

  • Tentukan kategori produk terlebih dahulu.
  • Pastikan komposisi sesuai ketentuan.
  • Periksa bahan yang digunakan.
  • Susun klaim secara hati-hati.
  • Siapkan dokumen perusahaan.
  • Pastikan dokumen mutu tersedia.
  • Periksa desain label dan kemasan.
  • Pastikan seluruh data konsisten.
  • Gunakan sistem registrasi resmi BPOM.
  • Pantau proses setelah pengajuan.
  • Segera tanggapi permintaan perbaikan apabila ada.

Jangan terburu-buru melakukan pengajuan hanya karena ingin mendapatkan izin edar secepat mungkin. Persiapan yang matang dapat membantu proses berjalan lebih terarah.

Mengapa Menggunakan Jasa Registrasi Obat Tradisional?

Pengurusan registrasi secara mandiri dapat dilakukan. Namun, pelaku usaha yang belum terbiasa dengan persyaratan obat bahan alam mungkin membutuhkan waktu lebih banyak untuk memahami dokumen, kategori, klaim, serta tahapan pengajuan.

Pendampingan profesional dapat membantu dalam:

  • Identifikasi kategori produk.
  • Pemeriksaan awal komposisi.
  • Analisis dokumen.
  • Persiapan persyaratan.
  • Pemeriksaan penandaan.
  • Pendampingan pengajuan.
  • Monitoring proses.
  • Pendampingan administrasi.
  • Tindak lanjut apabila terdapat permintaan perbaikan.

PERMATAMAS membantu pelaku usaha memahami kebutuhan dokumen dan mempersiapkan proses registrasi berdasarkan karakteristik produk.

Siapa yang Membutuhkan Jasa Registrasi Obat Tradisional BPOM?

Layanan registrasi dapat dibutuhkan oleh berbagai pelaku usaha, seperti:

  • Produsen jamu.
  • Industri obat tradisional.
  • Pemilik brand herbal.
  • UMKM produk herbal.
  • Produsen kapsul herbal.
  • Produsen tablet herbal.
  • Produsen serbuk herbal.
  • Produsen cairan herbal.
  • Perusahaan maklon obat tradisional.
  • Pemilik produk bahan alam yang akan dipasarkan secara komersial.

Baik bisnis baru maupun perusahaan yang sudah memiliki produk di pasar perlu memastikan status legalitas produknya sesuai ketentuan.

Regulasi BPOM Perlu Selalu Dicek Terbaru

Peraturan dan sistem pelayanan pemerintah dapat mengalami perubahan. Oleh sebab itu, pelaku usaha sebaiknya tidak hanya menggunakan artikel lama sebagai satu-satunya acuan.

Sebelum mengajukan registrasi, lakukan pengecekan terhadap:

  • Regulasi terbaru BPOM.
  • Sistem registrasi yang sedang berlaku.
  • Persyaratan dokumen.
  • Kategori produk.
  • Ketentuan bahan.
  • Ketentuan klaim.
  • Ketentuan penandaan.
  • Persyaratan produksi.

Untuk keputusan registrasi yang bersifat spesifik, informasi pada sistem dan regulasi resmi BPOM perlu menjadi acuan utama.

Daftarkan Produk Obat Tradisional Anda Bersama PERMATAMAS

Memahami regulasi BPOM tentang registrasi obat tradisional di Indonesia merupakan langkah awal yang penting sebelum produk herbal dipasarkan secara luas. Registrasi tidak hanya berkaitan dengan pengisian data, tetapi juga mencakup kategori produk, komposisi, keamanan, mutu, klaim, penandaan, serta dokumen perusahaan dan produksi.

Jika Anda memiliki produk jamu, obat herbal, kapsul herbal, tablet herbal, serbuk herbal, cairan herbal, atau produk bahan alam lainnya, PERMATAMAS siap membantu proses Jasa Registrasi Obat Tradisional BPOM mulai dari konsultasi, identifikasi kategori, pemeriksaan persyaratan, persiapan dokumen, hingga pendampingan pengajuan.

PERMATAMAS — Solusi Aman dan Profesional untuk Pengurusan Registrasi Obat Tradisional BPOM.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
Website: www.izinherbal.com

FAQ – Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional di Indonesia

1. Apa regulasi yang mengatur registrasi obat tradisional?

Registrasi obat tradisional di Indonesia mengikuti ketentuan BPOM yang mengatur keamanan, mutu, khasiat, persyaratan, dan tata cara registrasi produk.

2. Apakah obat tradisional wajib memiliki izin edar BPOM?

Ya. Obat tradisional yang akan diedarkan di Indonesia pada prinsipnya harus memiliki izin edar sesuai ketentuan BPOM.

3. Apa saja jenis obat tradisional yang dapat didaftarkan?

Jenisnya antara lain jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka, sesuai kategori dan persyaratan yang berlaku.

4. Apa saja persyaratan registrasi obat tradisional?

Persyaratan dapat mencakup legalitas perusahaan, data formula, bahan baku, proses produksi, spesifikasi produk, penandaan, serta dokumen teknis lainnya.

5. Apakah formula obat tradisional harus diperiksa?

Ya. Formula dan bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan keamanan serta persyaratan yang ditetapkan BPOM.

6. Apakah industri obat tradisional harus memenuhi standar produksi?

Ya. Fasilitas produksi harus memenuhi persyaratan dan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) sesuai ketentuan yang berlaku.

7. Bagaimana proses registrasi obat tradisional?

Proses umumnya meliputi persiapan dokumen, pengajuan registrasi melalui sistem BPOM, evaluasi, pemenuhan permintaan perbaikan bila ada, hingga penerbitan izin edar.

8. Berapa lama proses registrasi obat tradisional?

Waktunya dapat berbeda tergantung jenis produk, kelengkapan dokumen, hasil evaluasi, dan pemenuhan persyaratan selama proses registrasi.

9. Apakah produk obat tradisional bisa ditolak BPOM?

Bisa. Permohonan dapat ditolak apabila tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu, khasiat, administrasi, atau ketentuan lain yang berlaku.

10. Apakah PERMATAMAS membantu registrasi obat tradisional?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu persiapan dokumen dan pendampingan proses registrasi obat tradisional hingga tahap evaluasi BPOM.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

LEGALITAS PERMATAMAS INDONESIA

Akta Pendirian : Nomor 15
SK Pengesahaan : AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021
NPWP : 76,011,954,5-427,000
NIB : 0610210009793
TDP : 102637007638
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia

Telp : 021-89253417
Hp/WA : 085777630555

Izin Halal @ 2024 –
with ❤ Dokter Website