Tahapan Proses Registrasi Obat Tradisional dari Pengajuan Hingga Persetujuan

Tahapan Proses Registrasi Obat Tradisional dari Pengajuan Hingga Persetujuan

Tahapan Proses Registrasi Obat Tradisional dari Pengajuan Hingga Persetujuan – Registrasi obat tradisional merupakan tahapan penting bagi pelaku usaha yang ingin memasarkan produk herbal, jamu, dan obat bahan alam secara legal di Indonesia. Proses ini tidak hanya berkaitan dengan pengajuan dokumen kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tetapi juga mencakup pemenuhan persyaratan pelaku usaha, pemeriksaan komposisi, keamanan, mutu, khasiat, penandaan, serta evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi produsen, pemilik merek, maupun perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis obat tradisional, memahami tahapan registrasi sejak awal dapat membantu mengurangi risiko kekurangan dokumen, revisi berulang, dan keterlambatan proses persetujuan.

PERMATAMAS INDONESIA menyediakan pendampingan konsultasi untuk membantu pelaku usaha memahami persiapan legalitas dan dokumen registrasi obat tradisional. Dengan persiapan yang terarah, perusahaan dapat merencanakan proses pengajuan secara lebih sistematis dan memahami hal-hal yang perlu dipenuhi sebelum produk dipasarkan.

Mengapa Registrasi Obat Tradisional Penting?

Pasar produk herbal di Indonesia menawarkan peluang bisnis yang luas, mulai dari jamu tradisional hingga produk berbahan alam dalam bentuk kapsul, serbuk, cairan, dan ekstrak. Namun, sebelum produk diedarkan, pelaku usaha perlu memastikan kategori produk, status legalitas, dan persyaratan registrasinya sesuai ketentuan BPOM.

Registrasi yang dipersiapkan dengan baik membantu perusahaan membangun kepercayaan konsumen sekaligus memastikan bahwa produk telah melalui proses evaluasi yang dipersyaratkan. Pelaku usaha juga perlu memastikan bahwa klaim manfaat, komposisi, proses produksi, dan informasi pada label sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Beberapa manfaat memahami proses registrasi sejak awal meliputi:

  1. Mengetahui persyaratan administrasi dan teknis yang perlu disiapkan.

  2. Mengurangi risiko kekurangan dokumen atau ketidaksesuaian data.

  3. Memastikan komposisi dan klaim produk ditelaah sesuai kategori dan ketentuan.

  4. Membantu perusahaan menyusun perencanaan waktu dan biaya secara lebih realistis.

Perlu dipahami bahwa registrasi bukan sekadar memperoleh nomor izin. Produk dan pelaku usaha harus memenuhi persyaratan yang relevan, sedangkan keputusan persetujuan tetap berada pada BPOM sesuai hasil evaluasi.

Tahapan Proses Registrasi Obat Tradisional dari Pengajuan hingga Persetujuan

1. Persiapan Legalitas Perusahaan

Tahap pertama adalah memastikan perusahaan memiliki legalitas dan jenis usaha yang sesuai untuk kegiatan produksi, kontrak produksi, impor, atau pemasaran obat bahan alam. Persyaratan dapat berbeda berdasarkan model usaha dan kategori produk yang akan didaftarkan.

Dokumen awal yang umumnya perlu diperiksa meliputi:

  • Nomor Induk Berusaha (NIB) dan KBLI yang sesuai.

  • NPWP dan dokumen identitas badan usaha.

  • Perizinan atau sertifikat sarana yang dipersyaratkan.

  • Dokumen penanggung jawab serta surat kuasa petugas registrasi, jika diperlukan.

  • Dokumen produsen dan dokumen impor, apabila produk berasal dari luar negeri.

Ketentuan pendaftar dapat berbeda antara industri obat tradisional, usaha kecil atau mikro obat tradisional, importir, dan badan usaha pemasaran. Karena itu, pemeriksaan status perusahaan sebaiknya dilakukan sebelum mengajukan registrasi produk.

Apabila perusahaan belum memiliki badan usaha, pelaku usaha dapat mempelajari layanan jasa pendirian PT PERMATAMAS sebagai salah satu langkah persiapan legalitas bisnis.

2. Menentukan Kategori Produk Obat Tradisional

Sebelum menyusun dokumen teknis, tentukan kategori produk secara tepat. Obat bahan alam di Indonesia mencakup beberapa kategori utama, antara lain jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka.

  • Jamu: keamanan dan manfaatnya didukung bukti empiris sesuai ketentuan.

  • OHT: membutuhkan pembuktian ilmiah melalui uji praklinik serta standardisasi bahan baku.

  • Fitofarmaka: membutuhkan pembuktian melalui uji praklinik dan uji klinik serta standardisasi bahan baku dan produk jadi.

Kategori ini tidak boleh dipilih hanya berdasarkan strategi pemasaran. Formula, klaim manfaat, data keamanan, dan bukti ilmiah harus mendukung kategori yang diajukan. Jika belum yakin, pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan penentuan kategori produk dari BPOM.

3. Menyiapkan Formula, Bahan Baku, dan Dokumen Teknis

Formula merupakan salah satu bagian penting dalam registrasi obat tradisional. Pelaku usaha perlu mendokumentasikan komposisi, nama bahan, jumlah atau kadar, spesifikasi bahan baku, serta informasi pendukung yang relevan.

Dokumen teknis juga perlu disesuaikan dengan bentuk sediaan, proses pembuatan, kategori produk, dan klaim yang diajukan. Data keamanan, khasiat atau manfaat, mutu, dan penandaan merupakan aspek yang dapat dievaluasi dalam proses registrasi.

Hal-hal yang perlu diperiksa sebelum pengajuan meliputi:

  1. Konsistensi nama dan spesifikasi setiap bahan.

  2. Kesesuaian formula dengan data yang disampaikan.

  3. Ketersediaan dokumen mutu dan data pendukung.

  4. Kesesuaian klaim manfaat dengan bukti yang dimiliki.

  5. Kesesuaian rancangan label dengan ketentuan penandaan.

Persyaratan rinci bergantung pada kategori dan jenis permohonan. Karena itu, daftar dokumen sebaiknya diperiksa berdasarkan ketentuan resmi yang berlaku, termasuk Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam serta peraturan terkait keamanan dan mutu.

4. Registrasi Akun Perusahaan pada Sistem

Registrasi dilakukan melalui sistem daring BPOM yang sesuai. Untuk registrasi produk obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan, sistem yang digunakan adalah ASROT (Aplikasi Sistem Registrasi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan).

Pelaku usaha dapat mengunjungi portal layanan registrasi OTSKK BPOM untuk membaca informasi layanan dan persyaratan. Sementara itu, tautan e-Sertifikasi BPOM dapat digunakan untuk menelusuri layanan sertifikasi yang relevan; perlu dibedakan bahwa registrasi produk obat bahan alam dilakukan melalui sistem registrasi produk yang ditetapkan BPOM.

Pada tahap ini, perusahaan perlu memastikan informasi badan usaha, data penanggung jawab, dan dokumen pendukung sesuai dengan persyaratan akun. Kesalahan pada data awal dapat menghambat proses selanjutnya.

5. Mengajukan Praregistrasi Produk

Setelah akun perusahaan siap, proses dilanjutkan dengan tahap praregistrasi. Pada tahap ini, pendaftar memasukkan informasi produk dan formula serta mengunggah dokumen administratif yang dipersyaratkan.

Praregistrasi membantu menentukan jalur dan persyaratan registrasi yang sesuai. Pelaku usaha perlu memeriksa kembali nama produk, kategori, formula, dan dokumen sebelum mengirimkan permohonan.

Jika hasil praregistrasi belum disetujui atau terdapat hal yang perlu diperbaiki, tindak lanjuti sesuai arahan dalam sistem. Jangan langsung melanjutkan ke tahap berikutnya sebelum status dan persyaratan yang ditetapkan terpenuhi.

6. Mengajukan Registrasi dan Melengkapi Data

Setelah praregistrasi disetujui, pemohon melanjutkan ke tahap registrasi produk. Data dan dokumen teknis disampaikan sesuai kategori, termasuk informasi mutu, keamanan, khasiat atau manfaat, dan penandaan.

Pada tahap ini, konsistensi dokumen sangat penting. Nama produk, komposisi, bentuk sediaan, klaim, dan informasi pada label perlu selaras dengan data yang diajukan. Apabila terdapat permintaan perbaikan atau tambahan dokumen dari evaluator, perusahaan perlu memberikan tanggapan secara lengkap sesuai tenggat dan prosedur yang berlaku.

7. Evaluasi oleh BPOM

BPOM mengevaluasi permohonan berdasarkan persyaratan administrasi dan teknis yang berlaku. Pemeriksaan dapat mencakup kelengkapan dokumen, formula, keamanan, mutu, bukti khasiat atau manfaat, serta penandaan produk.

Lama evaluasi tidak selalu sama untuk setiap produk. Durasi dapat dipengaruhi kategori produk, jalur registrasi, kelengkapan dokumen, kebutuhan klarifikasi, serta tindak lanjut pemohon. Oleh karena itu, hindari menganggap suatu jangka waktu sebagai jaminan persetujuan.

8. Perbaikan Dokumen Jika Diperlukan

Apabila evaluator meminta klarifikasi atau perbaikan, perusahaan perlu memahami bagian yang menjadi perhatian dan menyiapkan jawaban berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kesalahan yang sering menimbulkan hambatan antara lain:

  • Komposisi tidak konsisten antara formula dan dokumen pendukung.

  • Klaim manfaat tidak didukung data yang sesuai.

  • Dokumen legalitas atau sertifikat sarana tidak memenuhi persyaratan.

  • Label belum sesuai dengan ketentuan penandaan.

  • Dokumen yang diminta belum lengkap atau tidak terbaca.

Pendampingan yang baik membantu perusahaan mengatur dokumen dan menindaklanjuti catatan evaluator secara sistematis, tetapi tidak menggantikan kewenangan BPOM dalam menilai permohonan.

9. Persetujuan dan Izin Edar

Jika seluruh persyaratan terpenuhi dan permohonan dinyatakan disetujui, produk dapat memperoleh persetujuan registrasi atau izin edar sesuai ketentuan yang berlaku. Perusahaan harus memastikan informasi persetujuan sesuai dengan produk yang akan dipasarkan.

Sebelum distribusi, periksa kembali kesesuaian nama, kemasan, label, komposisi, dan informasi izin edar. Perubahan produk atau informasi tertentu setelah persetujuan mungkin memerlukan pengajuan perubahan sesuai aturan BPOM.

Tahapan Proses Registrasi Obat Tradisional dari Pengajuan Hingga Persetujuan
Tahapan Proses Registrasi Obat Tradisional dari Pengajuan Hingga Persetujuan

Contoh Produk Obat Tradisional yang Dapat Dipersiapkan untuk Registrasi

Berikut sepuluh contoh produk atau bentuk sediaan yang dapat menjadi bahan perencanaan bisnis obat bahan alam. Kelayakan registrasi setiap produk tetap bergantung pada formula, kategori, sarana produksi, serta persyaratan yang berlaku.

  1. Jamu serbuk untuk pemeliharaan kesehatan.

  2. Jamu cair tradisional.

  3. Kapsul berbahan alam.

  4. Tablet berbahan alam.

  5. Pil tradisional.

  6. Minyak obat luar.

  7. Parem.

  8. Tapel.

  9. Pilis.

  10. Serbuk obat luar.

Tidak semua bentuk sediaan dapat diproduksi oleh setiap jenis usaha. Misalnya, terdapat batasan bentuk sediaan berdasarkan kategori sarana usaha mikro atau usaha kecil. Produk seperti OHT dan fitofarmaka juga memiliki persyaratan pembuktian yang berbeda dari jamu. Karena itu, pastikan bentuk sediaan dan kategori produk sesuai dengan kemampuan sarana serta ketentuan BPOM.

Faktor yang Memengaruhi Waktu dan Biaya Registrasi

Waktu dan biaya registrasi obat tradisional bergantung pada kategori produk, jenis permohonan, kesiapan dokumen, serta ketentuan pelayanan yang berlaku. Biaya resmi yang dikenakan BPOM perlu dibedakan dari biaya persiapan dokumen, pengujian, konsultasi, atau layanan pendampingan.

Sebelum memulai, perusahaan sebaiknya menyusun perencanaan yang mencakup:

  • Legalitas usaha: memastikan izin dan status sarana telah sesuai.

  • Kesiapan formula: memeriksa bahan, komposisi, dan spesifikasi.

  • Data teknis: menyiapkan bukti mutu, keamanan, dan khasiat atau manfaat sesuai kategori.

  • Penandaan produk: meninjau rancangan label dan klaim.

  • Anggaran: memperhitungkan biaya resmi dan kebutuhan teknis tambahan.

Untuk informasi biaya dan persyaratan terkini, periksa informasi layanan resmi BPOM. Jangan menggunakan estimasi waktu atau biaya umum sebagai kepastian untuk semua jenis produk.

Dukungan Legalitas Lain untuk Bisnis Obat Tradisional

Selain registrasi produk, pengembangan bisnis obat tradisional mungkin memerlukan dukungan legalitas lain sesuai kegiatan perusahaan.

Perlu diingat, pendaftaran merek, sertifikasi halal, legalitas badan usaha, dan registrasi obat tradisional merupakan proses yang berbeda. Pemenuhan salah satunya tidak otomatis menggantikan persyaratan yang lain.

Jasa Pendampingan Registrasi Obat Tradisional PERMATAMAS INDONESIA

Apakah Anda sedang menyiapkan produk jamu, kapsul herbal, serbuk tradisional, atau bentuk obat bahan alam lainnya untuk dipasarkan? Persiapan sejak awal dapat membantu perusahaan memahami persyaratan dan mengurangi risiko kesalahan administrasi.

PERMATAMAS INDONESIA membantu konsultasi persiapan legalitas usaha, pemeriksaan awal dokumen, serta pemahaman tahapan registrasi obat tradisional sesuai kebutuhan perusahaan. Pendampingan dilakukan berdasarkan informasi dan dokumen yang tersedia, sedangkan keputusan persetujuan tetap menjadi kewenangan BPOM.

Sebelum mengajukan layanan, siapkan informasi tentang jenis produk, komposisi, bentuk sediaan, produsen, dan status legalitas perusahaan agar kebutuhan konsultasi dapat dinilai dengan lebih terarah.

Kesimpulan

Tahapan proses registrasi obat tradisional dari pengajuan hingga persetujuan mencakup persiapan legalitas perusahaan, penentuan kategori produk, penyusunan dokumen teknis, registrasi akun, praregistrasi, pengajuan registrasi, evaluasi, perbaikan jika diperlukan, hingga keputusan persetujuan BPOM.

Kunci persiapan yang baik adalah memastikan kategori, formula, dokumen, data keamanan dan mutu, klaim manfaat, serta label sesuai dengan persyaratan produk. Dengan perencanaan yang matang dan pendampingan yang tepat, pelaku usaha dapat menjalankan proses secara lebih terstruktur tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.

PERMATAMAS INDONESIA siap menjadi mitra konsultasi bagi perusahaan yang ingin memahami kebutuhan legalitas dan proses registrasi obat tradisional.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ: Registrasi Obat Tradisional

1. Apa itu registrasi obat tradisional?

Registrasi obat tradisional adalah proses pengajuan dan evaluasi produk obat bahan alam oleh BPOM untuk memperoleh persetujuan atau izin edar sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Siapa yang dapat mengajukan registrasi obat tradisional?

Pihak yang dapat mengajukan bergantung pada kategori dan model usaha, antara lain industri obat tradisional, usaha kecil atau mikro obat tradisional, importir, dan badan usaha pemasaran yang memenuhi persyaratan.

3. Apa saja tahapan registrasi obat tradisional?

Secara umum, tahapan meliputi persiapan legalitas, registrasi akun perusahaan, praregistrasi, pengajuan registrasi produk, evaluasi, perbaikan bila diminta, dan keputusan persetujuan.

4. Di mana registrasi obat tradisional dilakukan?

Registrasi produk obat bahan alam dilakukan melalui sistem ASROT yang ditetapkan BPOM. Informasi dapat dilihat pada portal layanan registrasi OTSKK BPOM.

5. Apa perbedaan jamu, OHT, dan fitofarmaka?

Jamu didukung bukti empiris, OHT memerlukan bukti ilmiah melalui uji praklinik dan standardisasi bahan baku, sedangkan fitofarmaka memerlukan uji praklinik, uji klinik, dan standardisasi bahan baku serta produk jadi.

6. Dokumen apa yang perlu disiapkan?

Dokumen dapat mencakup NIB, NPWP, dokumen sarana atau sertifikat yang dipersyaratkan, formula, data mutu, data keamanan dan khasiat atau manfaat, serta rancangan penandaan. Persyaratan rinci bergantung pada jenis permohonan.

7. Berapa lama proses registrasi obat tradisional?

Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua produk. Waktu bergantung pada kategori, kelengkapan dokumen, evaluasi, dan kebutuhan perbaikan. Periksa standar pelayanan BPOM untuk jalur yang sesuai.

8. Apakah semua produk herbal dapat didaftarkan sebagai jamu?

Tidak otomatis. Kategori ditentukan berdasarkan karakteristik produk, bahan, klaim, dan bukti pendukung. Penentuan kategori perlu dilakukan sebelum pengajuan.

9. Apakah merek harus didaftarkan sebelum registrasi produk?

Persyaratan penggunaan nama atau merek perlu diperiksa sesuai ketentuan registrasi produk. Pendaftaran merek melalui DJKI merupakan proses terpisah dan dapat dipertimbangkan untuk perlindungan merek usaha.

10. Apakah PERMATAMAS dapat membantu persiapan registrasi?

PERMATAMAS INDONESIA menyediakan konsultasi untuk membantu perusahaan memahami persiapan legalitas dan dokumen. Ruang lingkup pendampingan perlu dikonfirmasi berdasarkan jenis produk dan kondisi perusahaan; persetujuan tetap ditentukan BPOM.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Mengapa Obat Tradisional Harus Memiliki Izin Edar Sebelum Dipasarkan

Mengapa Obat Tradisional Harus Memiliki Izin Edar Sebelum Dipasarkan

Mengapa Obat Tradisional Harus Memiliki Izin Edar Sebelum Dipasarkan – Obat tradisional telah menjadi bagian dari pilihan masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan. Mulai dari jamu, produk herbal, kapsul ekstrak tanaman, hingga berbagai sediaan obat bahan alam kini semakin mudah ditemukan di marketplace, toko kesehatan, apotek, dan kanal digital.

Namun, kemudahan memasarkan produk tidak berarti produsen atau pelaku usaha dapat langsung menjual obat tradisional tanpa memenuhi ketentuan. Izin edar menjadi bagian penting sebelum obat tradisional dipasarkan secara legal di Indonesia.

BPOM mengatur registrasi obat bahan alam melalui Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam, yang saat ini berstatus berlaku. Regulasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam proses registrasi obat bahan alam.

Selain itu, persyaratan keamanan dan mutu obat bahan alam diatur dalam PerBPOM Nomor 29 Tahun 2023, sedangkan pedoman klaim khasiat diatur melalui PerBPOM Nomor 30 Tahun 2023.

Mengapa Obat Tradisional Harus Memiliki Izin Edar?

Obat tradisional perlu memiliki izin edar sebelum dipasarkan karena produk yang diedarkan harus memenuhi ketentuan keamanan, khasiat, mutu, dan penandaan sesuai regulasi yang berlaku. Registrasi kepada BPOM menjadi bagian dari proses untuk mendapatkan izin edar. Dengan izin edar, produk dapat dipasarkan sesuai ketentuan, sementara informasi pada label dan klaim produk dapat diawasi berdasarkan persetujuan yang diberikan.

BPOM juga menjelaskan bahwa penandaan obat bahan alam harus mendapatkan persetujuan sebelum diedarkan dan informasi pada penandaan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Izin Edar Obat Tradisional?

Izin edar merupakan persetujuan yang berkaitan dengan legalitas suatu produk untuk diedarkan setelah melalui proses registrasi sesuai ketentuan BPOM.

Dalam perkembangan regulasi, istilah Obat Bahan Alam (OBA) digunakan dalam kerangka regulasi terbaru yang mencakup produk obat tradisional. PerBPOM Nomor 25 Tahun 2023 secara khusus mengatur kriteria dan tata laksana registrasi Obat Bahan Alam.

Artinya, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk herbal, kemasan menarik, atau bahan alami. Produk yang akan dipasarkan tetap harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan regulator.

Bagi konsumen, izin edar juga memberikan informasi penting bahwa produk telah melalui mekanisme regulasi sesuai kategori dan ketentuan yang berlaku.

Mengapa Izin Edar Penting Sebelum Obat Tradisional Dipasarkan?

1. Memastikan Aspek Keamanan Produk

Keamanan merupakan alasan utama mengapa obat tradisional tidak seharusnya dipasarkan sembarangan.

Bahan alam bukan berarti otomatis aman untuk semua orang. Jenis bahan, kadar, proses produksi, kontaminasi, serta cara penggunaan dapat memengaruhi keamanan produk.

PerBPOM Nomor 29 Tahun 2023 mengatur persyaratan keamanan dan mutu Obat Bahan Alam dan menyatakan bahwa persyaratan tersebut merupakan bagian dari kriteria yang harus dipenuhi untuk memperoleh izin edar.

Dengan demikian, pelaku usaha perlu memastikan produk memenuhi persyaratan sebelum dipasarkan.

2. Menjamin Mutu Produk Lebih Terarah

Produk herbal membutuhkan pengendalian mutu agar karakteristik produk tetap sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dapat meliputi:

  • Bahan baku.
  • Komposisi.
  • Proses produksi.
  • Spesifikasi produk.
  • Pengujian mutu.
  • Stabilitas produk.
  • Kemasan.
  • Penyimpanan.
  • Penandaan.

Regulasi BPOM mengenai Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) juga masih berstatus berlaku melalui PerBPOM Nomor 25 Tahun 2021.

Jadi, izin edar tidak berdiri sendiri. Pelaku usaha perlu membangun sistem produksi dan pengendalian mutu yang mendukung konsistensi produk.

3. Memastikan Klaim Produk Tidak Sembarangan

Salah satu kesalahan yang perlu dihindari pelaku usaha adalah menggunakan klaim kesehatan secara berlebihan.

Misalnya, sebuah produk herbal tidak seharusnya secara bebas mengklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit tanpa memperhatikan ketentuan klaim yang berlaku.

BPOM memiliki PerBPOM Nomor 30 Tahun 2023 tentang Pedoman Klaim Khasiat Obat Bahan Alam, yang menjadi pedoman dalam proses registrasi terkait klaim khasiat berdasarkan jenis produk dan tingkat pembuktiannya.

Karena itu, klaim pemasaran, label, dan materi promosi harus diperhatikan sejak awal proses registrasi.

Mengapa Obat Tradisional Harus Memiliki Izin Edar Sebelum Dipasarkan
Mengapa Obat Tradisional Harus Memiliki Izin Edar Sebelum Dipasarkan

Jangan Sampai Produk Sudah Laku, Tetapi Legalitas Belum Siap

Produk Herbal Semakin Mudah Dipasarkan

Marketplace dan media sosial membuat pelaku usaha lebih mudah menjangkau konsumen.

Tetapi kemudahan penjualan harus diikuti kepatuhan regulasi.

Jangan sampai produk sudah diproduksi dalam jumlah besar sementara legalitas dan registrasinya belum dipersiapkan.

Konsumen Semakin Memperhatikan Legalitas

Konsumen kini tidak hanya melihat harga dan kemasan. Informasi mengenai legalitas, komposisi, produsen, nomor izin edar, dan penandaan juga dapat memengaruhi kepercayaan terhadap sebuah produk.

Produk dengan proses legalitas yang tertata dapat membantu membangun kepercayaan konsumen.

Bangun Brand Herbal yang Berkelanjutan

Jika ingin membangun merek obat tradisional untuk jangka panjang, legalitas sebaiknya dipersiapkan sejak tahap awal.

Mulai dari badan usaha, formula, bahan baku, proses produksi, kemasan, merek, hingga registrasi produk perlu direncanakan secara terintegrasi.

Mulai Cek Persyaratan Produk

Sebelum melakukan produksi massal dan pemasaran, lakukan pengecekan kategori produk dan persyaratan registrasinya.

Informasi layanan elektronik BPOM dapat diakses melalui e-Sertifikasi BPOM.

Contoh Produk Obat Tradisional yang Perlu Diperhatikan Legalitasnya

Berikut contoh kelompok produk yang dapat termasuk dalam pembahasan obat bahan alam, dengan catatan klasifikasi akhir produk harus ditentukan berdasarkan formula, bentuk sediaan, komposisi, klaim, dan ketentuan BPOM yang berlaku:

  1. Jamu herbal.
  2. Jamu cair.
  3. Jamu kapsul.
  4. Jamu serbuk.
  5. Obat herbal terstandar.
  6. Produk herbal berbentuk tablet.
  7. Produk herbal berbentuk pil.
  8. Produk herbal berbentuk ekstrak.
  9. Produk herbal berbentuk parem atau balur.
  10. Produk obat bahan alam dengan bentuk sediaan lain sesuai ketentuan.

Penting: tidak semua produk yang disebut “herbal” otomatis masuk kategori yang sama. Produk dapat memiliki klasifikasi berbeda berdasarkan karakteristik dan klaimnya.

Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Registrasi

Agar proses pengurusan lebih terarah, pelaku usaha dapat mulai menyiapkan:

  1. Legalitas badan usaha.
  2. NIB dan perizinan usaha yang relevan.
  3. Data produsen atau pihak yang bertanggung jawab.
  4. Formula dan komposisi produk.
  5. Informasi bahan baku.
  6. Proses produksi.
  7. Spesifikasi dan pengujian produk.
  8. Desain kemasan dan penandaan.
  9. Klaim khasiat.
  10. Dokumen pendukung registrasi.

Kelengkapan persyaratan dapat berbeda berdasarkan kategori produk dan skema registrasinya.

Risiko Memasarkan Obat Tradisional Tanpa Izin Edar

Memasarkan produk sebelum memenuhi ketentuan bukan hanya persoalan administratif.

Pelaku usaha dapat menghadapi risiko pengawasan apabila produk yang beredar tidak memenuhi ketentuan. Selain itu, masalah legalitas dapat berdampak terhadap reputasi merek, distribusi, marketplace, kerja sama dengan distributor, dan kepercayaan konsumen.

BPOM memiliki mekanisme pengawasan pre-market dan post-market. Bahkan dalam FAQ resminya, BPOM menyebut produk obat tradisional yang diiklankan harus sudah memiliki Nomor Izin Edar dan materi iklan harus sesuai dengan klaim produk yang telah disetujui.

Karena itu, lebih aman membangun legalitas sejak sebelum produk dipasarkan secara luas.

Izin Edar Bukan Sekadar Nomor di Kemasan

Sebagian pelaku usaha menganggap nomor izin edar hanya sebagai formalitas.

Padahal, proses registrasi berkaitan dengan berbagai informasi penting mengenai produk.

Mulai dari:

  • Identitas produk.
  • Komposisi.
  • Produsen.
  • Bentuk sediaan.
  • Klaim.
  • Penandaan.
  • Persyaratan keamanan.
  • Persyaratan mutu.

Regulasi penandaan juga terus diperbarui. PerBPOM Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penandaan Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, dan Suplemen Kesehatan berstatus berlaku dan mengatur pencantuman keterangan/informasi pada penandaan produk.

Jadi, desain label sebaiknya tidak dibuat hanya berdasarkan kebutuhan marketing, tetapi juga mempertimbangkan ketentuan regulator.

Bagaimana Jika Ingin Membangun Brand Obat Tradisional Sendiri?

Jika Anda ingin membangun brand obat tradisional sendiri, sebaiknya jangan hanya fokus pada produk.

Ada beberapa aspek bisnis yang perlu disiapkan secara bersamaan.

1. Siapkan Badan Usaha

Legalitas badan usaha menjadi fondasi bisnis. Jika perusahaan belum tersedia, Anda dapat melihat informasi jasa pendirian PT perusahaan.

2. Lindungi Nama Brand

Nama produk dan logo merupakan aset bisnis. Untuk perlindungan kekayaan intelektual, Anda dapat mempelajari jasa daftar merek HAKI.

3. Perhatikan Sertifikasi Halal

Jika produk dan kegiatan usaha memerlukan pemenuhan ketentuan halal, informasi sertifikasi halal dapat menjadi referensi tambahan.

4. Persiapkan Registrasi Produk

Setelah aspek bisnis dan produk siap, pelaku usaha dapat mempersiapkan proses registrasi sesuai kategori produk melalui mekanisme BPOM.

Bagaimana Cara Memulai Pengurusan Izin Edar Obat Tradisional?

Langkah awal yang paling penting adalah menentukan klasifikasi produk.

Jangan langsung membuat kemasan dalam jumlah besar sebelum mengetahui kategori produk, persyaratan, bentuk sediaan, komposisi, dan klaim yang sesuai.

Secara umum, alurnya dapat direncanakan seperti berikut:

Produk → Klasifikasi → Formula → Bahan Baku → Produsen → Dokumen → Penandaan → Registrasi → Evaluasi → Persetujuan/Izin Edar sesuai ketentuan.

Untuk proses elektronik, pelaku usaha dapat mengakses sistem resmi BPOM melalui e-Sertifikasi BPOM.

Regulasi terbaru mengenai perizinan berusaha berbasis risiko subsektor obat dan makanan juga ditetapkan melalui PerBPOM Nomor 27 Tahun 2025, yang mencakup subsektor obat bahan alam, suplemen kesehatan, obat kuasi, dan kosmetik serta mengatur aspek izin edar dan sertifikasi terkait.

Mengapa Legalitas Harus Menjadi Prioritas?

Pengurusan legalitas produk sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi nyata produk, proses produksi, dan model bisnis. Jangan menggunakan dokumen generik yang tidak sesuai dengan produk.

Registrasi obat bahan alam melibatkan aspek teknis seperti formula, bahan baku, mutu, keamanan, penandaan, dan klaim. Karena itu, pemahaman terhadap regulasi sangat penting.

Referensi utama sebaiknya berasal dari sumber resmi seperti BPOM, JDIH BPOM, dan regulasi yang berlaku. PerBPOM Nomor 25 Tahun 2023 menjadi salah satu regulasi utama terkait kriteria dan tata laksana registrasi Obat Bahan Alam.

Hindari jasa yang menjanjikan “pasti lolos” atau “pasti terbit” tanpa melihat kondisi produk. Proses registrasi tetap mengikuti persyaratan dan evaluasi regulator.

Kesimpulan

Mengapa obat tradisional harus memiliki izin edar sebelum dipasarkan? Karena obat bahan alam yang diedarkan harus memenuhi ketentuan mengenai keamanan, khasiat, mutu, dan penandaan sesuai regulasi yang berlaku.

Izin edar bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari sistem pengawasan untuk memastikan produk yang beredar memenuhi persyaratan regulator. Pelaku usaha juga perlu memperhatikan CPOTB, formula, bahan baku, klaim, label, kemasan, serta dokumen pendukung.

Bagi Anda yang ingin membangun bisnis obat tradisional, jangan menunggu produk selesai diproduksi dalam jumlah besar baru memikirkan izin edar. Persiapkan legalitas dan registrasi sejak awal agar proses bisnis lebih terarah.

Ingin memasarkan produk obat tradisional secara lebih aman dan sesuai ketentuan? Mulai dari pengecekan kategori produk, persyaratan, formula, penandaan, hingga kesiapan dokumen registrasi.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Izin Edar Obat Tradisional

1. Apakah obat tradisional wajib memiliki izin edar?

Produk obat bahan alam yang akan diedarkan pada prinsipnya harus memenuhi persyaratan dan memperoleh izin edar sesuai ketentuan registrasi BPOM.

2. Mengapa obat tradisional harus memiliki izin edar?

Untuk memastikan produk memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, mutu, dan penandaan sebelum diedarkan.

3. Apakah produk herbal pasti termasuk obat tradisional?

Belum tentu. Klasifikasi ditentukan berdasarkan karakteristik, komposisi, bentuk sediaan, klaim, dan ketentuan yang berlaku.

4. Apakah jamu harus memiliki izin edar?

Produk jamu yang diedarkan sebagai obat bahan alam perlu mengikuti ketentuan registrasi dan perizinan BPOM sesuai kategorinya.

5. Apakah izin edar sama dengan sertifikat halal?

Tidak. Izin edar dan sertifikasi halal merupakan aspek kepatuhan yang berbeda.

6. Apakah merek harus didaftarkan sebelum izin edar?

Pendaftaran merek dan registrasi produk merupakan proses yang berbeda. Sebaiknya keduanya direncanakan sejak awal untuk mendukung perlindungan dan legalitas bisnis.

7. Apakah produk boleh dijual sebelum izin edar terbit?

Pelaku usaha perlu memastikan produk telah memenuhi ketentuan perizinan sebelum diedarkan. Jangan menjadikan pemasaran awal sebagai pengganti proses registrasi.

8. Apakah klaim khasiat boleh dibuat bebas?

Tidak. Klaim obat bahan alam perlu mengikuti pedoman dan persyaratan yang ditetapkan BPOM.

9. Di mana mengurus registrasi produk?

Pelaku usaha dapat menggunakan sistem dan kanal resmi BPOM sesuai jenis layanan yang dibutuhkan.

10. Apakah izin edar menjamin produk pasti menyembuhkan penyakit?

Tidak. Izin edar tidak boleh dipahami sebagai jaminan bahwa produk menyembuhkan semua penyakit. Klaim harus sesuai dengan ketentuan dan bukti yang dipersyaratkan.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Cara Mengubah Data Registrasi Obat Tradisional yang Sudah Terdaftar

Cara Mengubah Data Registrasi Obat Tradisional yang Sudah Terdaftar

Cara Mengubah Data Registrasi Obat Tradisional yang Sudah Terdaftar – Produk obat tradisional yang sudah memiliki izin edar bukan berarti datanya tidak boleh diubah. Dalam perjalanan bisnis, perusahaan dapat mengalami perubahan nama badan usaha, alamat, produsen, kemasan, penandaan, formula, hingga informasi teknis produk. Perubahan tersebut perlu ditangani melalui mekanisme yang sesuai agar data produk tetap konsisten dengan persetujuan BPOM.

BPOM menjelaskan bahwa registrasi variasi merupakan registrasi untuk perubahan data administratif dan/atau teknis pada produk yang telah memperoleh izin edar. Secara umum, variasi dapat berupa variasi minor dengan notifikasi, variasi minor dengan persetujuan, atau variasi mayor, tergantung jenis perubahan dan dampaknya terhadap produk.

Bagi pelaku usaha, memahami cara mengubah data registrasi obat tradisional penting agar perubahan tidak dilakukan secara informal atau hanya mengganti informasi pada kemasan. Data yang telah disetujui perlu disesuaikan melalui prosedur registrasi variasi yang tepat.

Apa Itu Perubahan Data Registrasi Obat Tradisional?

Perubahan data registrasi obat tradisional adalah proses pengajuan perubahan terhadap data administrasi dan/atau teknis produk yang sebelumnya telah mendapatkan izin edar BPOM. Dalam sistem registrasi, proses ini dikenal sebagai registrasi variasi.

Jenis perubahan menentukan mekanisme yang digunakan. Perubahan tertentu dapat masuk kategori variasi minor dengan notifikasi, sedangkan perubahan lain membutuhkan persetujuan BPOM atau termasuk variasi mayor. Karena itu, perusahaan sebaiknya mengidentifikasi terlebih dahulu apa yang berubah, apakah perubahan memengaruhi mutu/keamanan/khasiat, dan apakah informasi pada penandaan ikut berubah.

Dalam pelaksanaannya, pemohon melakukan pengajuan melalui sistem registrasi yang ditetapkan BPOM, mengunggah dokumen yang dipersyaratkan, membayar PNBP sesuai ketentuan, kemudian mengikuti proses evaluasi. Jika sesuai, persetujuan variasi diterbitkan dan penandaan yang disetujui menjadi bagian dari hasil persetujuan.

Mengapa Data Registrasi Obat Tradisional Perlu Diubah Secara Resmi?

Perubahan data bukan sekadar masalah administratif. Data pada izin edar, dokumen registrasi, dan penandaan produk perlu selaras agar perusahaan tidak mengalami kendala ketika melakukan produksi, distribusi, pengawasan, maupun kegiatan promosi.

Misalnya, sebuah perusahaan mengubah nama badan usaha tetapi informasi pada dokumen produk masih menggunakan nama lama. Contoh lainnya adalah perubahan desain kemasan yang ternyata juga mengubah informasi penandaan. Kondisi seperti ini perlu dianalisis terlebih dahulu untuk menentukan jenis variasi yang sesuai.

Dengan melakukan perubahan melalui prosedur yang benar, perusahaan dapat menjaga konsistensi antara data registrasi dan kondisi produk yang sebenarnya.

Manfaat melakukan perubahan data secara tepat:

  1. Data izin edar tetap sesuai dengan kondisi perusahaan dan produk.
  2. Penandaan produk lebih konsisten dengan persetujuan BPOM.
  3. Mengurangi risiko kesalahan administratif saat pemeriksaan atau pengajuan berikutnya.
  4. Mempermudah pengelolaan produk ketika melakukan pengembangan usaha.

Cara Mengubah Data Registrasi Obat Tradisional yang Sudah Terdaftar

1. Identifikasi Data yang Akan Diubah

Langkah pertama adalah menentukan bagian mana yang mengalami perubahan. Jangan langsung mengajukan perubahan sebelum mengetahui klasifikasi variasinya.

Perubahan dapat berkaitan dengan data perusahaan, produsen, bahan baku, proses produksi, kemasan, penandaan, maupun aspek teknis produk. Setiap perubahan mempunyai persyaratan dan mekanisme yang dapat berbeda.

Contoh data yang perlu diperiksa:

  • Nama badan usaha
  • Alamat perusahaan
  • Nama atau alamat produsen
  • Kemasan
  • Penandaan
  • Bahan atau komposisi
  • Spesifikasi
  • Informasi teknis tertentu
  • Data pendukung produk

BPOM juga menyediakan kategori variasi yang mencakup perubahan administratif maupun teknis, sehingga jenis perubahan perlu dicocokkan dengan ketentuan yang berlaku.

2. Cek Status Izin Edar dan Dokumen Lama

Sebelum mengajukan perubahan, kumpulkan dokumen produk yang sudah disetujui.

Dokumen lama diperlukan sebagai dasar untuk membandingkan data sebelum dan sesudah perubahan. Dalam persyaratan variasi, BPOM mencantumkan izin edar dan persetujuan registrasi variasi yang telah diterbitkan beserta lampirannya sebagai bagian dari dokumen yang perlu diperhatikan.

Minimal perusahaan sebaiknya menyiapkan:

  1. Nomor izin edar.
  2. Data produk terakhir yang disetujui.
  3. Penandaan terakhir yang disetujui.
  4. Dokumen administrasi terkait perubahan.
  5. Dokumen teknis yang berhubungan dengan perubahan.

3. Tentukan Jenis Registrasi Variasi

Tahap ini sangat penting karena tidak semua perubahan menggunakan prosedur yang sama.

Secara umum, registrasi variasi obat tradisional mencakup variasi minor dengan notifikasi, variasi minor dengan persetujuan, dan variasi mayor.

Contohnya, BPOM mencantumkan sejumlah perubahan tertentu yang dapat termasuk variasi minor dengan notifikasi, seperti perubahan sistem penomoran bets dan beberapa perubahan teknis tertentu yang tidak memengaruhi aspek penting produk.

Sementara itu, perubahan yang berpotensi berdampak pada aspek mutu, keamanan, khasiat, atau karakteristik produk perlu diperiksa lebih lanjut sebelum menentukan jalur pengajuan.

4. Siapkan Surat Keterangan atau Justifikasi

Untuk perubahan tertentu, perusahaan perlu memberikan penjelasan mengenai alasan perubahan.

Justifikasi membantu menjelaskan:

  • Apa data yang berubah?
  • Mengapa perubahan dilakukan?
  • Data lama seperti apa?
  • Data baru seperti apa?
  • Apa dampak perubahan terhadap produk?
  • Dokumen apa yang mendukung perubahan tersebut?

Standar pelayanan BPOM menyebutkan bahwa dokumen administratif untuk registrasi variasi dapat berupa surat keterangan atau justifikasi terhadap perubahan yang diajukan, sedangkan dokumen teknis disesuaikan dengan perubahan yang dilakukan. BPOM

5. Siapkan Dokumen Teknis

Jika perubahan menyangkut aspek teknis, dokumen pendukung harus disesuaikan dengan jenis perubahan.

Sebagai contoh, perubahan komposisi tidak dapat diperlakukan sama dengan perubahan alamat perusahaan. Perubahan yang berhubungan dengan formula atau aspek mutu membutuhkan evaluasi yang lebih mendalam dibandingkan perubahan administratif sederhana.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya fokus pada formulir pengajuan, tetapi juga memeriksa apakah seluruh dokumen pendukung sudah konsisten.

6. Ajukan Melalui Sistem Registrasi BPOM

Setelah dokumen siap dan jenis variasi telah ditentukan, pengajuan dilakukan melalui sistem registrasi yang berlaku.

Dalam alur registrasi variasi, pemohon melakukan login, mengisi data pengajuan dan mengunggah persyaratan pada sistem e-registrasi Obat Tradisional/Suplemen Kesehatan atau ASROT. Setelah itu dapat diterbitkan Surat Perintah Bayar dan pemohon melakukan pembayaran PNBP.

Setelah pembayaran, pengajuan masuk ke proses evaluasi.

7. Ikuti Evaluasi dan Tanggapan BPOM

Setelah pengajuan diterima, dokumen akan dievaluasi.

Apabila persyaratan telah sesuai, BPOM dapat menerbitkan persetujuan variasi. Namun jika masih terdapat dokumen atau informasi yang perlu dilengkapi, pemohon dapat menerima permintaan tambahan data. Apabila persyaratan tidak terpenuhi atau tambahan data tidak dipenuhi sesuai ketentuan, pengajuan dapat ditolak.

Karena itu, ketelitian pada tahap awal dapat membantu mengurangi potensi perbaikan.

Cara Mengubah Data Registrasi Obat Tradisional yang Sudah Terdaftar
Cara Mengubah Data Registrasi Obat Tradisional yang Sudah Terdaftar

Contoh Perubahan Data Registrasi Obat Tradisional

Berikut 10 contoh perubahan yang dapat terjadi pada produk obat tradisional dan perlu dianalisis berdasarkan jenis variasinya.

1. Perubahan Nama Perusahaan

Perusahaan mengganti nama badan usaha tetapi produk masih terdaftar menggunakan nama sebelumnya. Data perusahaan perlu disesuaikan dengan dokumen legal terbaru.

2. Perubahan Alamat Perusahaan

Perusahaan pindah alamat atau melakukan perubahan informasi alamat. Perlu diperiksa apakah perubahan tersebut hanya administratif atau berkaitan dengan lokasi fasilitas produksi.

3. Perubahan Nama Produsen

Jika nama produsen berubah, perusahaan perlu memastikan status dan dokumen produsen sesuai dengan data yang telah disetujui.

4. Perubahan Alamat Produsen

Perubahan alamat produsen harus dianalisis lebih lanjut, terutama jika perubahan alamat tersebut menunjukkan perpindahan lokasi fasilitas produksi.

5. Perubahan Desain Kemasan

Perusahaan dapat melakukan pembaruan desain kemasan untuk kebutuhan branding. Namun informasi yang tercantum pada kemasan tetap harus sesuai dengan penandaan yang disetujui.

6. Perubahan Penandaan

Perubahan informasi pada label atau penandaan merupakan salah satu aspek yang perlu diperiksa secara hati-hati karena dapat berhubungan dengan persetujuan produk.

7. Perubahan Bahan atau Komposisi

Perubahan bahan atau komposisi merupakan contoh perubahan yang membutuhkan pemeriksaan teknis lebih mendalam karena dapat berkaitan dengan mutu, keamanan, atau khasiat.

8. Perubahan Spesifikasi

Perusahaan yang melakukan perubahan spesifikasi bahan baku atau produk jadi perlu memastikan bahwa perubahan tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku.

9. Perubahan Sistem Penomoran Bets

Perubahan sistem penomoran bets merupakan salah satu contoh yang tercantum dalam kategori variasi minor dengan notifikasi pada layanan registrasi OTSKK BPOM.

10. Perubahan Informasi Produk

Perubahan informasi produk yang berkaitan dengan dokumen registrasi atau penandaan perlu dianalisis terlebih dahulu agar mekanisme variasinya tepat dan tidak bertentangan dengan persetujuan sebelumnya.

Berapa Biaya Mengubah Data Registrasi Obat Tradisional?

Biaya perubahan data tidak selalu sama karena bergantung pada jenis variasi yang diajukan.

Data tarif PNBP BPOM yang tersedia saat ini mencantumkan beberapa kategori registrasi variasi obat tradisional, antara lain:

Jenis variasi Tarif PNBP per item
Major untuk sediaan/cara pemberian/indikasi/posologi/dosis baru Rp7.500.000
Major yang memengaruhi khasiat dan keamanan Rp800.000
Major yang tidak memengaruhi khasiat dan keamanan Rp500.000
Minor dengan notifikasi Rp100.000
Minor dengan persetujuan Rp200.000

Tarif tersebut merupakan PNBP, sehingga biaya jasa pendampingan atau konsultasi, apabila menggunakan konsultan, merupakan komponen yang berbeda.

Dengan demikian, sebaiknya jangan menentukan biaya hanya berdasarkan nama perubahan. Jenis variasinya harus ditentukan terlebih dahulu.

Berapa Lama Proses Perubahan Data Registrasi?

Waktu proses dapat berbeda berdasarkan jenis perubahan, kelengkapan dokumen, evaluasi BPOM, serta apakah diperlukan tambahan data atau perbaikan.

Untuk layanan pendampingan, PERMATAMAS menawarkan target proses layanan hingga sekitar 10 hari kerja, dengan catatan waktu tersebut merupakan waktu layanan/pendampingan dan bukan jaminan waktu evaluasi atau persetujuan BPOM.

Pengajuan yang lengkap dan konsisten sejak awal dapat membantu mengurangi risiko proses menjadi lebih panjang akibat permintaan perbaikan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengubah Data Registrasi

Beberapa kesalahan dapat membuat proses menjadi lebih rumit.

1. Langsung Mengubah Kemasan Tanpa Mengecek Penandaan

Kemasan baru seharusnya tidak dibuat hanya berdasarkan desain marketing. Informasi regulatori harus diperiksa terlebih dahulu.

2. Salah Menentukan Jenis Variasi

Tidak semua perubahan termasuk variasi minor. Kesalahan klasifikasi dapat menyebabkan dokumen yang disiapkan tidak sesuai.

3. Dokumen Lama Tidak Dicocokkan

Data terbaru harus dibandingkan dengan dokumen persetujuan terakhir.

4. Justifikasi Terlalu Umum

Alasan perubahan harus jelas dan didukung dokumen yang relevan.

5. Mengabaikan Dampak Perubahan

Perubahan formula, bahan, proses, atau informasi produk dapat memiliki konsekuensi berbeda sehingga perlu dianalisis berdasarkan jenis perubahan.

Hubungan Izin Edar, Legalitas Perusahaan, Merek, dan Halal

Legalitas Perusahaan

Data badan usaha menjadi bagian penting dalam administrasi produk. Bagi perusahaan yang sedang membangun atau memperbarui legalitas badan usaha, pendirian PT dapat dipersiapkan sejak awal melalui layanan yang sesuai.

Informasi mengenai pendirian PT dapat dipelajari melalui Jasa Pendirian PT PERMATAMAS.

Pendaftaran Merek

Selain izin edar, merek produk obat tradisional juga penting untuk perlindungan identitas bisnis. Pendaftaran merek dilakukan melalui mekanisme kekayaan intelektual dan sebaiknya dipertimbangkan sebelum investasi branding dan distribusi semakin besar.

Pelaku usaha dapat mempelajari layanan Daftar Merek HAKI.

Sertifikasi Halal

Untuk aspek halal, pelaku usaha juga perlu memperhatikan ketentuan sertifikasi halal yang berlaku bagi produk dan kategorinya. Informasi layanan sertifikasi halal dapat dilihat melalui Sertifikasi Halal.

BPOM dan BPJPH juga telah memperkuat integrasi data halal dengan data Nomor Izin Edar, termasuk dalam konteks sistem registrasi obat tradisional.

Mengapa Perlu Mengubah Data Registrasi dengan Tepat?

Data produk yang sudah terdaftar tetap perlu diperbarui ketika terjadi perubahan yang relevan. Jangan sampai kondisi aktual produk berbeda dengan data yang tersimpan dalam registrasi.

Jenis perubahan menentukan jalur pengajuan. Karena itu, perusahaan perlu mengetahui apakah perubahan termasuk variasi minor dengan notifikasi, minor dengan persetujuan, atau variasi mayor.

Dengan pendampingan yang tepat, perusahaan dapat lebih mudah memetakan perubahan, menyiapkan dokumen, menyusun justifikasi, dan melakukan pengajuan secara lebih terarah.

Jika perusahaan Anda memiliki produk obat tradisional yang sudah terdaftar tetapi membutuhkan perubahan data, lakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap dokumen izin edar terakhir dan data produk. Untuk informasi layanan registrasi BPOM, salah satu kanal resmi yang dapat digunakan adalah

Mengapa Memilih Pendamping Berpengalaman?

Perubahan registrasi membutuhkan ketelitian karena setiap produk memiliki kondisi dan riwayat registrasi yang berbeda.

Pemahaman mengenai variasi minor, variasi mayor, dokumen administratif, dokumen teknis, dan penandaan membantu menentukan strategi pengajuan yang sesuai.

Acuan utama harus berasal dari ketentuan dan sistem resmi BPOM. Informasi kategori variasi dan alur registrasi sebaiknya selalu diverifikasi berdasarkan ketentuan terbaru.

Dokumen harus disiapkan berdasarkan kondisi produk yang sebenarnya, bukan sekadar untuk memenuhi persyaratan administratif.

Mengapa Menggunakan Jasa PERMATAMAS?

PERMATAMAS membantu pelaku usaha melakukan konsultasi dan pendampingan pengurusan perubahan data registrasi obat tradisional, mulai dari pemeriksaan dokumen hingga proses pengajuan.

Keunggulan layanan:

  • Proses cepat: layanan ditargetkan hingga 10 hari kerja
  • Berpengalaman: sejak tahun 2011
  • Terpercaya: +2.000 izin edar telah terbit
  • Aman & resmi: pendampingan proses melalui sistem resmi yang berlaku
  • Garansi: 100% uang kembali sesuai ketentuan layanan apabila kegagalan disebabkan kesalahan tim

Catatan: waktu layanan 10 hari kerja merupakan target layanan pendampingan, sedangkan waktu evaluasi dan keputusan BPOM mengikuti proses serta ketentuan BPOM.

Kesimpulan

Cara mengubah data registrasi obat tradisional yang sudah terdaftar dimulai dari mengidentifikasi perubahan, memeriksa izin edar dan dokumen terakhir, menentukan kategori variasi, menyiapkan dokumen administratif serta teknis, kemudian melakukan pengajuan melalui sistem BPOM.

Hal terpenting adalah jangan menganggap semua perubahan sebagai perubahan administratif biasa. Perubahan komposisi, penandaan, produsen, kemasan, atau informasi produk dapat memiliki mekanisme yang berbeda. BPOM sendiri membagi registrasi variasi obat tradisional ke dalam beberapa kategori, termasuk variasi minor dengan notifikasi, minor dengan persetujuan, dan variasi mayor.

Dengan dokumen yang lengkap dan klasifikasi variasi yang tepat, proses perubahan data dapat dilakukan dengan lebih terarah dan meminimalkan risiko perbaikan.

Butuh bantuan mengubah data registrasi obat tradisional? Konsultasikan kondisi produk dan data izin edar Anda bersama PERMATAMAS.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Cara Mengubah Data Registrasi Obat Tradisional

1. Apa itu registrasi variasi obat tradisional?

Registrasi variasi adalah proses untuk mengubah data administratif dan/atau teknis produk obat tradisional yang sudah memiliki izin edar. BPOM

2. Apakah izin edar harus sudah ada?

Ya. Registrasi variasi ditujukan untuk produk yang telah memperoleh izin edar.

3. Apakah perubahan nama perusahaan dapat diajukan?

Dapat, sepanjang perubahan tersebut memenuhi ketentuan dan dokumen pendukung yang dipersyaratkan.

4. Apakah perubahan kemasan harus dilaporkan?

Perubahan kemasan perlu dianalisis berdasarkan informasi yang berubah dan dampaknya terhadap penandaan.

5. Apakah perubahan formula termasuk variasi?

Perubahan formula dapat termasuk variasi dan perlu dikaji berdasarkan dampaknya terhadap produk.

6. Apa perbedaan variasi minor dan mayor?

Perbedaannya terutama berkaitan dengan karakteristik dan dampak perubahan terhadap aspek produk.

7. Apakah semua variasi membutuhkan persetujuan BPOM?

Tidak selalu. Terdapat mekanisme variasi minor dengan notifikasi maupun variasi yang memerlukan persetujuan, sesuai kategorinya.

8. Berapa biaya variasi obat tradisional?

Tergantung jenis variasinya. Tarif PNBP BPOM berbeda untuk variasi minor dan mayor.

9. Di mana proses registrasi dilakukan?

Pengajuan registrasi variasi dilakukan melalui sistem registrasi BPOM yang berlaku, termasuk ASROT untuk kategori terkait.

10. Apakah PERMATAMAS dapat membantu prosesnya?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu konsultasi, pemeriksaan dokumen, persiapan pengajuan, dan pendampingan proses registrasi variasi.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Kewajiban Memiliki Sertifikasi CPOTB bagi Industri Obat Tradisional

Kewajiban Memiliki Sertifikasi CPOTB bagi Industri Obat Tradisional

Kewajiban Memiliki Sertifikasi CPOTB bagi Industri Obat Tradisional – Industri obat tradisional di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbahan alam. Namun, peluang pasar tersebut juga diikuti kewajiban untuk memastikan produk dibuat secara konsisten, aman, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan regulasi. Salah satu aspek penting yang harus diperhatikan pelaku usaha adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

CPOTB bukan sekadar dokumen administratif. CPOTB merupakan sistem yang mengatur berbagai aspek pembuatan obat tradisional, mulai dari sistem mutu, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, hingga kualifikasi dan validasi. BPOM menjelaskan bahwa sertifikat CPOTB merupakan bukti bahwa industri atau usaha obat tradisional telah memenuhi persyaratan teknis CPOTB untuk bentuk sediaan tertentu.

Berdasarkan regulasi BPOM, IOT, UKOT, UMOT, dan IEBA yang melakukan kegiatan pembuatan obat tradisional sesuai cakupan yang diatur wajib memenuhi ketentuan CPOTB. Sertifikat CPOTB juga menjadi salah satu persyaratan untuk memperoleh izin edar bagi IOT, UKOT, dan UMOT sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Sertifikasi CPOTB?

CPOTB adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, yaitu serangkaian aspek kegiatan pembuatan obat tradisional yang bertujuan memastikan produk senantiasa memenuhi persyaratan mutu sesuai tujuan penggunaannya. Sertifikasi CPOTB menjadi bentuk pembuktian bahwa fasilitas dan proses pembuatan telah memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan regulator.

Dalam PerBPOM Nomor 25 Tahun 2021, penerapan CPOTB berlaku antara lain bagi Industri Obat Tradisional (IOT) dan Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA). Ketentuan tersebut mencakup berbagai aspek seperti sistem mutu, personalia, bangunan-fasilitas, peralatan, produksi, penyimpanan dan pengiriman, pengawasan mutu, inspeksi diri, dokumentasi, hingga kualifikasi dan validasi.

Untuk pelaku usaha, memahami CPOTB sejak awal sangat penting. Bukan hanya karena sertifikasi berkaitan dengan persyaratan perizinan, tetapi juga karena penerapan CPOTB membantu membangun proses produksi yang lebih terdokumentasi dan konsisten.

Apakah Sertifikasi CPOTB Wajib bagi Industri Obat Tradisional?

Ya, penerapan CPOTB merupakan kewajiban bagi pelaku usaha yang termasuk dalam cakupan regulasi CPOTB. Peraturan BPOM mengatur bahwa IOT, UKOT, dan UMOT dalam kegiatan pembuatan obat tradisional serta IEBA dalam pembuatan ekstrak harus memiliki sertifikat CPOTB sesuai bentuk sediaan yang dibuat.

Selain itu, BPOM menyediakan mekanisme sertifikasi melalui sistem elektronik. Sertifikat CPOTB dapat berupa Sertifikat CPOTB atau, untuk UKOT dan UMOT dalam kondisi yang diatur, Sertifikat Pemenuhan Aspek CPOTB secara Bertahap. Sertifikat CPOTB penuh berlaku selama lima tahun sejak diterbitkan berdasarkan ketentuan yang dirujuk BPOM.

Artinya, pelaku usaha tidak sebaiknya melihat CPOTB hanya sebagai formalitas. Sistem mutu, fasilitas produksi, personel, proses produksi dan dokumentasi perlu benar-benar disiapkan agar kegiatan pembuatan obat tradisional berjalan sesuai standar.

Mengapa Industri Obat Tradisional Wajib Memiliki CPOTB?

1. Menjadi Bagian Penting dari Persyaratan Perizinan

Salah satu alasan utama CPOTB harus diperhatikan adalah keterkaitannya dengan proses registrasi obat bahan alam. PerBPOM Nomor 25 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam mencantumkan sertifikat CPOTB atau sertifikat pemenuhan aspek CPOTB secara bertahap sebagai salah satu dokumen yang harus dipenuhi sesuai jenis dan bentuk sediaan.

Untuk produk tertentu seperti Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka, regulasi mensyaratkan sertifikat CPOTB sesuai bentuk dan jenis sediaan yang diregistrasikan.

2. Menjamin Konsistensi Mutu Produk

Produk obat tradisional dapat menggunakan bahan baku tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian atau kombinasi bahan tersebut. Variasi bahan baku membuat pengendalian mutu menjadi aspek penting.

CPOTB membantu perusahaan membangun sistem yang mengatur penerimaan bahan baku, proses produksi, pengawasan selama proses, pengujian, penyimpanan, sampai produk siap didistribusikan.

3. Mengendalikan Risiko dalam Proses Produksi

Produksi obat tradisional membutuhkan pengendalian terhadap berbagai risiko, termasuk kontaminasi, kesalahan bahan, kesalahan proses, serta ketidaksesuaian dokumentasi.

Karena itu, CPOTB mencakup sistem mutu, fasilitas, peralatan, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, kualifikasi dan validasi, serta aspek lain yang berkaitan dengan mutu produk.

4. Meningkatkan Kepercayaan terhadap Produk

Sertifikasi juga memberikan bukti bahwa fasilitas produksi telah melalui mekanisme penilaian sesuai persyaratan regulator.

Bagi perusahaan yang ingin membangun merek obat tradisional secara jangka panjang, sistem produksi yang tertata menjadi bagian penting dari kredibilitas usaha.

16 Aspek CPOTB yang Perlu Diperhatikan

Penerapan CPOTB mencakup berbagai aspek. Dalam penjelasan BPOM, penerapannya meliputi antara lain:

  1. Sistem mutu industri obat tradisional
  2. Personalia
  3. Bangunan dan fasilitas
  4. Peralatan
  5. Produksi
  6. Penyimpanan dan pengiriman
  7. Pengawasan mutu
  8. Inspeksi diri dan audit mutu
  9. Keluhan dan penarikan produk
  10. Dokumentasi
  11. Kegiatan alih daya
  12. Kualifikasi dan validasi
  13. Pengelolaan pemasok
  14. Pengendalian perubahan
  15. Pengendalian penyimpangan
  16. Pemastian mutu dan evaluasi mutu

Aspek-aspek tersebut menunjukkan bahwa sertifikasi CPOTB bukan hanya pemeriksaan ruangan produksi. Perusahaan harus memiliki sistem yang saling terhubung antara sumber daya manusia, fasilitas, prosedur, proses produksi dan dokumentasi.

Kewajiban Memiliki Sertifikasi CPOTB bagi Industri Obat Tradisional
Kewajiban Memiliki Sertifikasi CPOTB bagi Industri Obat Tradisional

Contoh Produk Obat Tradisional dan Keterangannya

Berikut 10 contoh produk yang dapat membantu memahami penerapan CPOTB dalam kegiatan industri obat tradisional. Penentuan kategori dan status regulasi setiap produk tetap harus dilakukan berdasarkan formula, klaim, bentuk sediaan, komposisi, serta ketentuan BPOM yang berlaku.

1. Jamu Cair

Jamu cair merupakan produk obat tradisional dalam bentuk sediaan cair yang dapat menggunakan bahan tanaman obat tertentu.

Keterangan: industri perlu memastikan bahan baku, proses ekstraksi atau pengolahan, pengisian, pengemasan, penyimpanan, serta pengawasan mutu dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan.

2. Jamu Kapsul

Jamu kapsul merupakan bentuk sediaan padat yang praktis digunakan dan banyak diproduksi oleh industri obat tradisional.

Keterangan: pengendalian bobot kapsul, keseragaman proses, bahan baku, kebersihan area dan dokumentasi produksi menjadi aspek yang perlu diperhatikan.

3. Jamu Tablet

Tablet obat tradisional memerlukan proses produksi yang terkontrol mulai dari penyiapan bahan hingga pencetakan dan pengemasan.

Keterangan: perusahaan perlu memiliki prosedur produksi dan pengawasan mutu yang sesuai dengan bentuk sediaan tablet.

4. Serbuk Jamu

Serbuk jamu merupakan salah satu bentuk sediaan obat tradisional yang dapat menggunakan bahan tanaman atau ekstrak bahan alam.

Keterangan: pengendalian bahan baku, proses penghalusan atau pencampuran, kadar air, pengemasan dan penyimpanan perlu diperhatikan.

5. Obat Herbal Terstandar

Obat Herbal Terstandar merupakan kategori obat bahan alam dengan persyaratan pembuktian dan registrasi tersendiri.

Keterangan: persyaratan CPOTB menjadi bagian penting dalam proses registrasi sesuai ketentuan BPOM. Untuk OHT dan Fitofarmaka, regulasi registrasi mensyaratkan sertifikat CPOTB sesuai bentuk dan jenis sediaan.

6. Fitofarmaka

Fitofarmaka merupakan obat bahan alam yang memiliki persyaratan pembuktian lebih lanjut dibandingkan jamu.

Keterangan: industri perlu memperhatikan standar produksi, mutu, keamanan dan persyaratan registrasi yang berlaku.

7. Minyak Obat Tradisional

Produk berbentuk minyak dapat mempunyai karakteristik produksi dan pengemasan tersendiri.

Keterangan: perusahaan perlu mengendalikan kualitas bahan, proses pencampuran, pengisian, wadah, penutupan dan penyimpanan.

8. Sirup Obat Tradisional

Sirup membutuhkan proses produksi cair yang terkontrol.

Keterangan: kebersihan fasilitas, kualitas air, proses pencampuran, pengisian, pengemasan dan pengujian produk menjadi bagian penting dalam sistem mutu.

9. Ekstrak Bahan Alam

Ekstrak bahan alam menjadi bahan atau produk yang membutuhkan pengendalian proses ekstraksi dan karakteristik bahan.

Keterangan: IEBA mempunyai cakupan khusus dalam penerapan CPOTB, terutama berkaitan dengan kegiatan pembuatan ekstrak sebagai produk akhir.

10. Produk Obat Tradisional Serbuk dalam Sachet

Produk serbuk yang dikemas dalam sachet membutuhkan pengendalian proses penimbangan, pencampuran, pengisian dan pengemasan.

Keterangan: konsistensi proses dan ketepatan informasi pada kemasan perlu dijaga melalui sistem dokumentasi dan pengawasan mutu.

Bagaimana Alur Sertifikasi CPOTB?

Secara umum, perusahaan perlu memulai dengan gap analysis untuk mengetahui apakah kondisi fasilitas, dokumen dan sistem mutu sudah sesuai dengan persyaratan.

Tahap 1 — Identifikasi Bentuk Sediaan

Tentukan bentuk sediaan yang akan dibuat karena sertifikasi CPOTB berkaitan dengan bentuk sediaan yang diproduksi.

Tahap 2 — Pemeriksaan Legalitas

Pastikan badan usaha dan dokumen usaha yang diperlukan telah tersedia.

Bagi pelaku usaha yang belum memiliki badan usaha yang sesuai, kebutuhan pendirian perusahaan dapat dikonsultasikan melalui Jasa Pendirian PT PERMATAMAS.

Tahap 3 — Pemeriksaan Fasilitas

Bangunan, area produksi, penyimpanan, sanitasi, alur personel dan material perlu dievaluasi.

Tahap 4 — Penyusunan Dokumen

Perusahaan perlu menyiapkan dokumen yang menggambarkan sistem dan prosedur operasional, termasuk SOP dan dokumentasi mutu.

Tahap 5 — Persiapan Personel

Personel harus mempunyai tugas, tanggung jawab dan kompetensi yang sesuai.

Tahap 6 — Pengajuan Sertifikasi

Permohonan sertifikasi dilakukan melalui mekanisme elektronik BPOM. BPOM juga menetapkan persyaratan administratif dan teknis untuk permohonan sertifikat CPOTB.

Tahap 7 — Evaluasi dan/atau Pemeriksaan

Regulator dapat melakukan penilaian sesuai mekanisme sertifikasi yang berlaku.

Tahap 8 — Pemenuhan Perbaikan

Jika terdapat temuan yang harus diperbaiki, perusahaan perlu melakukan tindakan perbaikan sesuai hasil evaluasi.

Tahap 9 — Sertifikat CPOTB

Setelah persyaratan dipenuhi sesuai ketentuan, sertifikat dapat diterbitkan.

Dokumen yang Perlu Dipersiapkan

Berdasarkan standar pelayanan BPOM yang dipublikasikan, persyaratan sertifikasi CPOTB antara lain mencakup surat permohonan, surat pernyataan komitmen, serta dokumen teknis seperti dokumen induk IOT, IEBA, UKOT atau UMOT. Persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenis permohonan, termasuk permohonan baru, perubahan fasilitas, perubahan administratif atau perpanjangan.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak menggunakan satu checklist untuk semua jenis permohonan. Dokumen harus disesuaikan dengan status usaha, bentuk sediaan, fasilitas dan jenis sertifikasi yang diajukan.

Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB?

Waktu penyelesaian tidak sebaiknya disamaratakan untuk seluruh perusahaan. Lama proses dapat dipengaruhi oleh kesiapan dokumen, kondisi fasilitas, jenis permohonan, hasil evaluasi, kebutuhan perbaikan dan tahapan pemeriksaan.

Perusahaan yang ingin menghemat waktu dapat memulai dengan audit kesiapan CPOTB sebelum mengajukan permohonan. Dengan cara tersebut, kekurangan dapat diketahui lebih awal sehingga perusahaan tidak baru menemukan masalah ketika proses sertifikasi sudah berjalan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mempersiapkan CPOTB

1. Menganggap CPOTB hanya masalah dokumen

Padahal penerapan CPOTB mencakup sistem mutu, personel, fasilitas, produksi dan pengawasan mutu.

2. SOP dibuat tetapi tidak diterapkan

Dokumen prosedur harus mencerminkan proses nyata di fasilitas.

3. Tidak melakukan gap analysis

Tanpa pemeriksaan awal, perusahaan dapat kesulitan mengetahui bagian mana yang belum memenuhi persyaratan.

4. Fasilitas tidak sesuai alur produksi

Penataan bangunan dan fasilitas perlu mempertimbangkan proses produksi, personel, material dan pengendalian kontaminasi.

5. Dokumentasi tidak konsisten

Catatan produksi, pengawasan mutu dan dokumen terkait harus dikelola secara konsisten.

6. Tidak memperhatikan bentuk sediaan

Sertifikasi CPOTB berkaitan dengan bentuk sediaan yang dibuat sehingga perusahaan perlu menentukan ruang lingkup sertifikasi dengan tepat.

Hubungan CPOTB dengan Izin Edar BPOM

CPOTB dan izin edar merupakan dua hal yang saling berkaitan tetapi bukan dokumen yang sama.

Sertifikat CPOTB membuktikan pemenuhan persyaratan teknis pembuatan sesuai cakupan sertifikasi, sedangkan izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk diedarkan sesuai ketentuan registrasi.

PerBPOM Nomor 25 Tahun 2023 menetapkan bahwa dokumen sertifikat CPOTB atau sertifikat pemenuhan aspek CPOTB secara bertahap menjadi salah satu persyaratan registrasi sesuai jenis produk dan bentuk sediaannya.

Dengan demikian, perusahaan sebaiknya memikirkan sertifikasi fasilitas dan registrasi produk sebagai rangkaian proses yang saling berhubungan, bukan dua proses yang berdiri sendiri.

Perlindungan Merek Juga Penting bagi Industri Obat Tradisional

Setelah sistem produksi dan legalitas produk disiapkan, perusahaan juga perlu memperhatikan aset merek. Merek yang dibangun melalui pemasaran dan distribusi dapat menjadi aset bisnis sehingga perlindungannya perlu direncanakan sejak awal.

Informasi mengenai layanan pendaftaran merek HAKI dapat dilihat melalui Jasa Daftar Merek HAKI.

Untuk aspek halal, pelaku usaha juga dapat mempertimbangkan kebutuhan sertifikasi sesuai karakteristik produk dan ketentuan yang berlaku melalui Sertifikasi Halal.

Layanan Pendampingan Sertifikasi CPOTB PERMATAMAS

Bagi perusahaan yang baru mempersiapkan industri obat tradisional, proses CPOTB dapat terasa kompleks karena melibatkan aspek regulasi, fasilitas, dokumen, SDM, sistem mutu dan kesiapan produksi.

PERMATAMAS menyediakan pendampingan dengan keunggulan layanan:

  • Proses cepat: hanya 10 hari kerja*
  • Berpengalaman: sejak tahun 2011
  • Terpercaya: +2.000 izin edar telah terbit
  • Aman & resmi: pendampingan proses melalui sistem/regulator yang sesuai
  • Garansi: 100% uang kembali* sesuai ketentuan layanan

Catatan: angka “10 hari kerja” merupakan klaim target layanan pendampingan yang disampaikan PERMATAMAS, bukan jangka waktu resmi penerbitan sertifikat oleh BPOM. Waktu penyelesaian sertifikasi tetap bergantung pada jenis permohonan, kelengkapan dokumen, kesiapan fasilitas, evaluasi dan ketentuan BPOM.

Untuk pengajuan sertifikasi, pelaku usaha dapat menggunakan kanal elektronik BPOM yang relevan melalui e-Sertifikasi BPOM.

Kesimpulan

Kewajiban memiliki sertifikasi CPOTB bagi industri obat tradisional merupakan bagian penting dalam memastikan proses pembuatan obat tradisional memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. CPOTB mencakup bukan hanya fasilitas produksi, tetapi juga sistem mutu, personalia, peralatan, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, penyimpanan, audit, kualifikasi dan validasi.

BPOM mengatur bahwa IOT, UKOT, UMOT dan IEBA dalam cakupan yang ditentukan harus memenuhi persyaratan CPOTB. Sertifikasi tersebut juga berkaitan dengan persyaratan registrasi obat bahan alam.

Karena itu, perusahaan sebaiknya mempersiapkan CPOTB sejak tahap awal pembangunan industri, bukan setelah produk selesai dibuat. Gap analysis, kesiapan fasilitas, SOP, personel, dokumentasi dan sistem mutu perlu dipersiapkan secara terpadu agar proses sertifikasi dapat berjalan lebih terarah.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Sertifikasi CPOTB

1. Apa itu CPOTB?

CPOTB adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, yaitu sistem yang memastikan obat tradisional dibuat dan dikendalikan secara konsisten sesuai persyaratan mutu.

2. Apakah CPOTB wajib bagi industri obat tradisional?

Ya, pelaku usaha dalam cakupan regulasi CPOTB wajib menerapkan persyaratan CPOTB dan memenuhi ketentuan sertifikasinya sesuai jenis usaha dan kegiatan.

3. Siapa yang membutuhkan sertifikat CPOTB?

Ketentuannya mencakup IOT, UKOT, UMOT dan IEBA sesuai kegiatan dan bentuk sediaan yang dibuat.

4. Apakah CPOTB diperlukan untuk mendapatkan izin edar?

Sertifikat CPOTB atau sertifikat pemenuhan aspek CPOTB secara bertahap menjadi salah satu persyaratan registrasi sesuai jenis produk dan bentuk sediaannya.

5. Berapa lama sertifikat CPOTB berlaku?

Sertifikat CPOTB berdasarkan ketentuan yang dirujuk BPOM berlaku selama 5 tahun sejak diterbitkan.

6. Apa saja aspek yang diperiksa dalam CPOTB?

Antara lain sistem mutu, personalia, bangunan-fasilitas, peralatan, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, audit, keluhan dan penarikan produk, serta kualifikasi dan validasi.

7. Apakah UKOT dan UMOT dapat menerapkan CPOTB secara bertahap?

Ya. BPOM menyediakan mekanisme Sertifikat Pemenuhan Aspek CPOTB secara Bertahap bagi UKOT dan UMOT sesuai ketentuan.

8. Apakah CPOTB sama dengan izin edar BPOM?

Tidak. CPOTB berkaitan dengan pemenuhan persyaratan pembuatan, sedangkan izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk diedarkan.

9. Apakah merek obat tradisional perlu didaftarkan?

Pendaftaran merek merupakan aspek perlindungan kekayaan intelektual yang berbeda dari CPOTB dan izin edar. Pelaku usaha dapat mempertimbangkannya sebagai bagian dari perlindungan aset merek.

10. Apakah PERMATAMAS dapat membantu persiapan CPOTB?

PERMATAMAS menyediakan layanan pendampingan untuk membantu persiapan dokumen dan proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Estimasi Waktu Pengurusan Izin Edar Obat Tradisional

Estimasi Waktu Pengurusan Izin Edar Obat Tradisional

Estimasi Waktu Pengurusan Izin Edar Obat Tradisional – Mengurus izin edar obat tradisional membutuhkan persiapan yang matang karena produk tidak hanya dinilai dari sisi administrasi, tetapi juga harus memenuhi ketentuan keamanan, mutu, manfaat, komposisi, penandaan, serta persyaratan registrasi yang ditetapkan BPOM. Bagi perusahaan yang baru akan memasarkan jamu, obat herbal, atau produk obat bahan alam, mengetahui estimasi waktu sejak awal penting agar peluncuran produk tidak tertunda.

Berdasarkan informasi resmi BPOM, waktu evaluasi registrasi baru obat tradisional dalam negeri selain kategori low risk adalah 30 hari kerja, sedangkan registrasi baru obat tradisional impor, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka tercantum 90 hari kerja. Mekanisme perhitungan menggunakan time to respond, sehingga waktu tersebut perlu dipahami sebagai waktu evaluasi sesuai kategori dan mekanisme yang berlaku, bukan selalu total waktu sejak perusahaan mulai menyiapkan dokumen.

Karena itu, perusahaan sebaiknya membedakan antara waktu persiapan dokumen, waktu pengajuan, waktu evaluasi BPOM, dan waktu perbaikan apabila terdapat permintaan tambahan. Artikel ini membahas estimasi waktu, 10 contoh kategori/kondisi produk, tahapan pengurusan, faktor yang memengaruhi lamanya proses, serta persiapan yang dapat dilakukan agar registrasi lebih terarah.

Berapa Lama Mengurus Izin Edar Obat Tradisional?

Tidak semua obat tradisional mempunyai waktu evaluasi yang sama. BPOM mencantumkan beberapa kategori dengan jangka waktu berbeda. Untuk registrasi baru obat tradisional dalam negeri selain kategori low risk, waktu evaluasi tercantum 30 hari kerja. Sementara itu, obat tradisional impor, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka tercantum 90 hari kerja. Produk low risk mempunyai mekanisme yang berbeda dengan waktu evaluasi 7 hari kerja.

Berikut gambaran waktu evaluasi yang perlu diketahui:

Jenis proses Waktu evaluasi BPOM
Obat tradisional khusus ekspor 3 hari kerja
Obat tradisional low risk 7 hari kerja
Registrasi baru obat tradisional dalam negeri selain low risk 30 hari kerja
Variasi mayor obat tradisional 30 hari kerja
Obat tradisional impor 90 hari kerja
Obat Herbal Terstandar (OHT) 90 hari kerja
Fitofarmaka 90 hari kerja
Perpanjangan izin edar 10 hari kerja

Data tersebut merupakan jangka waktu evaluasi produk berdasarkan informasi BPOM, bukan otomatis keseluruhan waktu yang dibutuhkan perusahaan sejak mulai menyiapkan produk.

Mengapa Waktu Pengurusan Bisa Berbeda?

Salah satu alasan utama adalah adanya perbedaan kategori produk dan jalur registrasi. Obat tradisional sederhana dengan kategori tertentu tidak dapat disamakan dengan OHT atau fitofarmaka yang mempunyai persyaratan lebih kompleks.

Selain kategori produk, perusahaan juga harus memperhatikan kesiapan dokumen, formula, bahan baku, spesifikasi produk, kemasan, penandaan, data keamanan dan mutu, serta persyaratan fasilitas produksi atau pihak yang memproduksi.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi waktu keseluruhan antara lain:

  1. Kategori produk yang didaftarkan.
  2. Status produk dalam negeri atau impor.
  3. Kelengkapan dokumen registrasi.
  4. Kesesuaian formula dan bahan yang digunakan.
  5. Kesiapan data mutu dan keamanan.
  6. Permintaan perbaikan dari BPOM.
  7. Kesiapan perusahaan dan sarana produksi.
  8. Kesesuaian penandaan dan klaim produk.

Peraturan BPOM No. 25 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam saat ini tercatat berstatus berlaku di JDIH BPOM.

Estimasi Waktu Pengurusan Izin Edar Obat Tradisional
Estimasi Waktu Pengurusan Izin Edar Obat Tradisional

Contoh Obat Tradisional dan Estimasi Waktu Evaluasinya

Berikut contoh kondisi/kategori yang dapat membantu perusahaan memahami mengapa estimasi waktu registrasi obat tradisional berbeda-beda.

1. Jamu Dalam Negeri Low Risk

Produk jamu tertentu yang memenuhi kriteria low risk memiliki jalur evaluasi yang lebih singkat.

Estimasi evaluasi: 7 hari kerja.

Namun, perusahaan tetap harus memastikan persyaratan registrasinya terpenuhi sebelum pengajuan.

2. Jamu Dalam Negeri Non-Low Risk

Jamu yang tidak termasuk kategori low risk dapat masuk ke proses registrasi baru obat tradisional dalam negeri dengan evaluasi yang lebih panjang.

Estimasi evaluasi: 30 hari kerja.

Waktu tersebut merupakan waktu evaluasi, bukan keseluruhan waktu persiapan perusahaan.

3. Obat Tradisional Impor

Produk obat tradisional yang berasal dari luar negeri mempunyai persyaratan dan proses registrasi yang berbeda dari produk dalam negeri.

Estimasi evaluasi: 90 hari kerja.

4. Obat Herbal Terstandar

OHT merupakan kategori obat bahan alam dengan persyaratan yang berbeda dari jamu biasa.

Estimasi evaluasi: 90 hari kerja.

Karena prosesnya lebih kompleks, perusahaan perlu menyiapkan data pendukung secara lebih matang.

5. Fitofarmaka

Fitofarmaka merupakan kategori obat bahan alam yang mempunyai persyaratan pembuktian lebih kompleks.

Estimasi evaluasi: 90 hari kerja.

6. Obat Tradisional Khusus Ekspor

Produk yang didaftarkan khusus untuk keperluan ekspor memiliki jalur evaluasi tersendiri.

Estimasi evaluasi: 3 hari kerja.

Walaupun evaluasinya tercantum singkat, persyaratan administrasi dan produk tetap harus dipenuhi sesuai ketentuan.

7. Variasi Minor dengan Notifikasi

Perubahan minor tertentu dapat menggunakan mekanisme notifikasi.

Estimasi evaluasi: 5 hari kerja.

Kategori ini berbeda dengan registrasi baru sehingga tidak tepat dijadikan patokan untuk produk yang pertama kali didaftarkan.

8. Variasi Minor dengan Persetujuan

Untuk variasi minor yang memerlukan persetujuan, BPOM mencantumkan waktu evaluasi yang berbeda.

Estimasi evaluasi: 7 hari kerja.

9. Perpanjangan Izin Edar

Produk yang sudah mempunyai izin edar dan akan melakukan registrasi ulang mempunyai jalur berbeda dengan registrasi baru.

Estimasi evaluasi: 10 hari kerja.

10. Registrasi Baru dengan Dokumen Belum Siap

Ini bukan kategori produk tersendiri, tetapi merupakan kondisi yang sering dialami perusahaan baru. Apabila dokumen, formula, penandaan, atau data pendukung belum siap, waktu keseluruhan dapat menjadi lebih panjang karena perusahaan masih membutuhkan tahap persiapan atau perbaikan.

Keterangan: waktu evaluasi BPOM tidak sama dengan waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mempersiapkan produk sampai siap didaftarkan.

Tahapan Mengurus Izin Edar Obat Tradisional

1. Mendirikan dan Menyiapkan Legalitas Perusahaan

Sebelum masuk ke registrasi produk, perusahaan perlu memastikan legalitas usaha dan kegiatan usahanya sudah sesuai.

Bagi pengusaha yang baru memulai bisnis obat tradisional, pendirian badan usaha sebaiknya dilakukan sejak awal agar proses legalitas produk dapat direncanakan secara terintegrasi.

Jasa Pendirian PT Perusahaan

Legalitas perusahaan yang rapi membantu perusahaan mempersiapkan tahapan berikutnya, tetapi pendirian PT bukan berarti izin edar produk otomatis terbit. Registrasi produk tetap mengikuti persyaratan BPOM.

2. Menentukan Kategori Produk

Sebelum menghitung waktu, perusahaan harus mengetahui produk yang akan didaftarkan termasuk kategori apa.

Misalnya:

  • Jamu.
  • Obat tradisional low risk.
  • Obat tradisional dalam negeri.
  • Obat tradisional impor.
  • Obat Herbal Terstandar.
  • Fitofarmaka.

Kategori tersebut berpengaruh terhadap persyaratan dan jalur evaluasi.

Karena itu, jangan langsung menggunakan angka 30 atau 90 hari sebagai patokan sebelum kategori produk ditentukan.

3. Menyiapkan Formula Produk

Formula merupakan salah satu bagian penting dalam persiapan registrasi obat tradisional.

Perusahaan perlu memastikan bahan yang digunakan sesuai ketentuan dan dapat didukung dengan dokumen yang diperlukan. Data formula juga harus konsisten dengan informasi yang nantinya digunakan pada dokumen registrasi dan penandaan.

Kesalahan pada tahap formula dapat menyebabkan perusahaan perlu melakukan penyesuaian sebelum proses registrasi berjalan secara optimal.

4. Menyiapkan Dokumen Mutu dan Keamanan

Registrasi bukan hanya mengenai nama produk dan desain kemasan. BPOM melakukan evaluasi terhadap aspek yang berkaitan dengan mutu, keamanan, dan manfaat sesuai kategori produk.

Karena itu, perusahaan perlu mempersiapkan data pendukung yang relevan.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan:

  1. Formula produk.
  2. Spesifikasi bahan.
  3. Spesifikasi produk jadi.
  4. Data mutu.
  5. Data keamanan.
  6. Informasi stabilitas sesuai kebutuhan.
  7. Penandaan dan desain kemasan.
  8. Klaim atau khasiat yang digunakan.

Persyaratan detail dapat berbeda berdasarkan kategori produk.

5. Menyiapkan Kemasan dan Penandaan

Desain kemasan merupakan bagian penting dari registrasi karena informasi pada kemasan harus sesuai dengan ketentuan.

Jangan membuat klaim pemasaran secara berlebihan hanya karena ingin produk terlihat lebih menarik. Informasi dan klaim yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan sebaiknya memeriksa:

  • Nama produk.
  • Komposisi.
  • Bentuk sediaan.
  • Isi bersih.
  • Informasi produsen atau pendaftar.
  • Klaim atau khasiat.
  • Peringatan yang dipersyaratkan.
  • Nomor izin edar setelah diterbitkan.

6. Pengajuan Registrasi Secara Elektronik

BPOM menyediakan sistem elektronik untuk mendukung layanan terkait produk obat tradisional. Untuk kegiatan sertifikasi, terdapat kanal e-Sertifikasi BPOM.

Perlu diperhatikan bahwa e-Sertifikasi dan registrasi izin edar merupakan proses yang berbeda, sehingga perusahaan harus menggunakan sistem dan jalur layanan yang sesuai dengan kebutuhan.

BPOM juga menyediakan sistem informasi terkait registrasi dan layanan obat bahan alam, serta database produk yang telah mempunyai nomor izin edar.

Berapa Lama Persiapan Sebelum Registrasi?

Waktu persiapan tidak mempunyai satu standar yang sama untuk semua perusahaan. Perusahaan yang sudah mempunyai legalitas, fasilitas produksi, formula, dokumen mutu, dan data produk yang lengkap akan berada dalam kondisi berbeda dengan perusahaan yang baru memulai pengembangan produk.

Untuk itu, lebih tepat membagi waktu menjadi:

Persiapan perusahaan → persiapan produk → persiapan dokumen → pengajuan → evaluasi BPOM → perbaikan bila diperlukan → keputusan.

Jadi, apabila BPOM mencantumkan 30 hari kerja untuk kategori registrasi baru obat tradisional dalam negeri selain low risk, angka tersebut tidak boleh langsung diartikan sebagai “sejak mulai membuat produk sampai NIE terbit 30 hari”. BPOM menyebutnya sebagai jangka waktu evaluasi produk.

Apa Arti Mekanisme Time to Respond?

Dalam informasi pelayanan BPOM, beberapa jangka waktu evaluasi menggunakan mekanisme time to respond. Artinya, waktu evaluasi berkaitan dengan proses respons pemohon terhadap tahapan evaluasi.

Pada standar pelayanan yang dipublikasikan BPOM, mekanisme ini digunakan dalam beberapa layanan registrasi obat tradisional.

Karena itu, perusahaan perlu memperhatikan setiap permintaan perbaikan atau tanggapan selama proses.

Semakin cepat dan tepat perusahaan memberikan respons terhadap permintaan yang sah dalam sistem, semakin terarah pula proses registrasinya.

Faktor yang Bisa Membuat Pengurusan Lebih Lama

Walaupun terdapat standar waktu evaluasi, proses aktual yang dialami perusahaan dapat berbeda apabila persiapan belum optimal.

Beberapa faktor yang perlu diantisipasi:

Dokumen belum lengkap

Dokumen yang belum tersedia dapat menyebabkan proses persiapan tertunda.

Formula perlu diperbaiki

Apabila formula atau bahan yang digunakan belum sesuai persyaratan, perusahaan mungkin perlu melakukan penyesuaian.

Data tidak konsisten

Perbedaan informasi antara dokumen perusahaan, produk, kemasan, dan formulir registrasi dapat menyebabkan kebutuhan perbaikan.

Klaim produk bermasalah

Klaim harus disesuaikan dengan kategori dan ketentuan yang berlaku.

Desain kemasan perlu diperbaiki

Penandaan yang belum sesuai dapat membutuhkan revisi.

Respons evaluasi terlambat

Permintaan perbaikan perlu ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan waktu yang diberikan.

Apakah Bisa Mengurus Izin Edar Obat Tradisional Hanya 10 Hari?

Tidak semua produk dapat dijanjikan selesai dalam 10 hari kerja.

Target 10 hari kerja yang ditawarkan PERMATAMAS merupakan target layanan pendampingan/pengurusan sesuai ruang lingkup layanan dan kesiapan dokumen, bukan jaminan BPOM menerbitkan Nomor Izin Edar dalam 10 hari.

Hal ini penting karena BPOM sendiri mencantumkan waktu evaluasi berbeda-beda, mulai dari 3, 5, 7, 10, 30 hingga 90 hari kerja untuk berbagai kategori dan jenis layanan.

Dengan demikian, perusahaan sebaiknya tidak memilih jasa hanya berdasarkan janji waktu penerbitan izin. Yang lebih penting adalah memastikan proses dilakukan berdasarkan kategori produk dan ketentuan BPOM yang berlaku.

Keunggulan Layanan PERMATAMAS

Bagi perusahaan yang membutuhkan pendampingan, PERMATAMAS menawarkan beberapa keunggulan layanan:

1. Proses cepat

Target proses 10 hari kerja untuk layanan pendampingan/pengurusan sesuai kesiapan dokumen.

2. Berpengalaman

Telah berpengalaman sejak tahun 2011.

3. Terpercaya

Pengalaman perusahaan mencakup +2.000 izin edar telah terbit.

4. Aman & resmi

Proses diarahkan melalui sistem dan prosedur resmi instansi terkait. Untuk izin edar obat tradisional, instansi yang berwenang adalah BPOM, sehingga istilah “terdaftar di sistem Kemenkes RI” sebaiknya tidak digunakan untuk menggambarkan penerbitan izin edar BPOM.

5. Garansi

100% uang kembali, sesuai syarat dan ketentuan layanan yang berlaku.

Catatan: angka +2.000 merupakan pengalaman layanan perusahaan dan bukan klaim bahwa seluruhnya merupakan izin edar obat tradisional. Demikian pula, target 10 hari kerja bukan jaminan penerbitan NIE oleh BPOM.

Perbedaan Izin Edar, Sertifikasi, dan Legalitas Perusahaan

Pemilik usaha baru sering menganggap semua izin berada dalam satu proses. Padahal, masing-masing mempunyai fungsi berbeda.

Pendirian PT

Berkaitan dengan pembentukan dan legalitas badan usaha.

Jasa Pendirian PT

Izin Edar Obat Tradisional

Berkaitan dengan registrasi produk obat bahan alam pada BPOM sebelum diedarkan sesuai ketentuan.

Sertifikasi BPOM

Sertifikasi tertentu berkaitan dengan pemenuhan standar atau persyaratan fasilitas/proses dan tidak otomatis sama dengan nomor izin edar produk.

e-Sertifikasi BPOM

Sertifikasi Halal

Merupakan aspek tersendiri yang berkaitan dengan pemenuhan ketentuan jaminan produk halal.

Sertifikasi Halal

Pendaftaran Merek

Berfungsi untuk perlindungan merek sebagai identitas produk atau bisnis.

Jasa Daftar Merek HAKI

Satu produk dapat membutuhkan beberapa aspek legalitas sekaligus, tetapi masing-masing diproses melalui mekanisme dan instansi yang berbeda.

Mengapa Merek Obat Tradisional Juga Perlu Dipersiapkan?

Selain izin edar, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan perlindungan nama produk. Merek yang digunakan untuk produk jamu atau obat herbal dapat menjadi aset bisnis apabila produk berkembang di pasar.

Pendaftaran merek bukan pengganti izin edar BPOM. Keduanya mempunyai fungsi berbeda:

Izin edar → berkaitan dengan legalitas peredaran produk.

Merek → berkaitan dengan perlindungan identitas merek.

Karena itu, perusahaan dapat mempersiapkan keduanya sebagai bagian dari strategi legalitas bisnis.

Jasa Daftar Merek HAKI

Checklist Sebelum Mengurus Izin Edar Obat Tradisional

Sebelum mengajukan registrasi, perusahaan dapat menggunakan checklist sederhana berikut:

Persiapan Status
Legalitas perusahaan ☐
NIB dan perizinan usaha ☐
Kategori produk sudah ditentukan ☐
Formula produk siap ☐
Bahan baku sesuai ☐
Data mutu tersedia ☐
Data keamanan sesuai kebutuhan ☐
Desain kemasan siap ☐
Klaim produk sudah ditinjau ☐
Dokumen produksi tersedia ☐
Dokumen pendukung registrasi siap ☐
Sistem pengajuan siap digunakan ☐

Semakin matang persiapan sebelum pengajuan, semakin kecil kemungkinan perusahaan harus menghentikan proses hanya karena dokumen dasar belum siap.

Tips Mempercepat Persiapan Izin Edar

Tidak ada cara yang dapat menjamin BPOM mempercepat seluruh tahapan di luar standar yang berlaku. Namun, perusahaan dapat mempercepat kesiapan internal.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Tentukan kategori produk sejak awal.
  2. Pastikan formula sudah final sebelum pengajuan.
  3. Siapkan dokumen secara terstruktur.
  4. Periksa konsistensi data perusahaan dan produk.
  5. Tinjau desain kemasan sebelum digunakan.
  6. Pastikan klaim sesuai ketentuan.
  7. Gunakan sistem resmi BPOM.
  8. Pantau status permohonan.
  9. Respons permintaan perbaikan dengan tepat.
  10. Gunakan pendampingan profesional apabila belum memahami prosedurnya.

BPOM juga menyediakan database produk obat tradisional yang telah memiliki nomor registrasi sehingga masyarakat dapat melakukan pengecekan produk secara online.

Kesimpulan

Estimasi waktu pengurusan izin edar obat tradisional berbeda-beda sesuai kategori produk dan jenis prosesnya. Untuk registrasi baru obat tradisional dalam negeri selain low risk, BPOM mencantumkan 30 hari kerja untuk evaluasi. Sementara registrasi baru obat tradisional impor, OHT, dan fitofarmaka tercantum 90 hari kerja. Produk low risk memiliki waktu evaluasi 7 hari kerja, sedangkan perpanjangan izin edar tercantum 10 hari kerja.

Yang perlu digarisbawahi, waktu evaluasi BPOM bukan berarti total waktu sejak perusahaan mulai menyiapkan produk sampai izin edar terbit. Persiapan perusahaan, formula, dokumen, kemasan, data mutu dan keamanan, pengajuan, serta kemungkinan perbaikan juga perlu diperhitungkan.

Bagi perusahaan baru, langkah paling penting adalah menentukan kategori produk terlebih dahulu, menyiapkan dokumen secara lengkap, dan menggunakan sistem resmi BPOM sesuai jenis layanan.

Dengan persiapan yang matang, proses registrasi dapat dilakukan secara lebih terarah dan risiko keterlambatan akibat kekurangan dokumen dapat diminimalkan.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Estimasi Waktu Izin Edar Obat Tradisional

1. Berapa lama registrasi baru obat tradisional dalam negeri?

Untuk registrasi baru obat tradisional dalam negeri selain kategori low risk, BPOM mencantumkan 30 hari kerja untuk evaluasi.

2. Berapa lama registrasi obat tradisional impor?

BPOM mencantumkan 90 hari kerja untuk evaluasi registrasi baru obat tradisional impor.

3. Berapa lama registrasi OHT?

Registrasi baru Obat Herbal Terstandar tercantum 90 hari kerja untuk evaluasi.

4. Berapa lama registrasi fitofarmaka?

BPOM mencantumkan waktu evaluasi 90 hari kerja untuk registrasi baru fitofarmaka.

5. Apakah obat tradisional low risk lebih cepat?

Ya. BPOM mencantumkan waktu evaluasi 7 hari kerja untuk registrasi obat tradisional low risk.

6. Apakah 10 hari kerja berarti izin edar pasti terbit?

Tidak. Target 10 hari kerja dari penyedia jasa merupakan target layanan pendampingan, bukan jaminan BPOM menerbitkan NIE dalam 10 hari.

7. Apakah izin edar sama dengan sertifikasi BPOM?

Tidak selalu. Registrasi izin edar dan sertifikasi merupakan layanan yang dapat mempunyai fungsi serta persyaratan berbeda. Pemohon perlu menggunakan jalur layanan yang sesuai.

8. Apakah perusahaan harus memiliki badan usaha?

Persyaratan pendaftar bergantung pada kategori produk dan status pemohon. Karena itu, status perusahaan perlu ditentukan sebelum memulai proses registrasi.

9. Apakah merek produk juga perlu didaftarkan?

Pendaftaran merek merupakan proses yang berbeda dari izin edar BPOM. Namun, perusahaan dapat mempertimbangkan pendaftaran merek untuk melindungi identitas produk.

10. Di mana melihat informasi resmi BPOM?

Pemohon dapat menggunakan kanal resmi BPOM, termasuk e-Sertifikasi BPOM, JDIH BPOM, serta sistem registrasi yang sesuai dengan jenis produk dan layanan.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional di Indonesia

Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional di Indonesia

Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional di Indonesia – Peredaran obat tradisional di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan formulasi dan kualitas produk, tetapi juga harus memperhatikan ketentuan registrasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Bagi produsen, pemilik merek, maupun pelaku usaha yang ingin memasarkan produk herbal, memahami regulasi BPOM tentang registrasi obat tradisional menjadi langkah penting sebelum produk diedarkan secara komersial.

Obat tradisional memiliki karakteristik yang berbeda dengan pangan, kosmetik, maupun suplemen kesehatan. Karena itu, proses registrasinya membutuhkan dokumen dan informasi yang disesuaikan dengan kategori serta profil produk. Kesalahan dalam menentukan kategori, klaim, komposisi, atau dokumen pendukung dapat menyebabkan proses pengajuan mengalami kendala atau memerlukan perbaikan.

Melalui PERMATAMAS, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan Jasa Registrasi Obat Tradisional BPOM, mulai dari konsultasi kategori produk, pemeriksaan dokumen, persiapan persyaratan, hingga pendampingan proses pengajuan. Dengan persiapan yang lebih matang, proses registrasi dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Registrasi Obat Tradisional BPOM?

Registrasi obat tradisional merupakan proses penilaian dan pendaftaran produk sebelum memperoleh izin edar untuk dipasarkan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam proses ini, aspek seperti keamanan, khasiat, mutu, komposisi, klaim, penandaan, dan informasi produk menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki peran dalam melakukan pengawasan terhadap obat bahan alam yang beredar di Indonesia. Oleh sebab itu, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk yang dibuat dengan bahan herbal, tetapi perlu memastikan kategori dan status perizinannya sudah sesuai.

Sebelum mengajukan registrasi, perusahaan sebaiknya terlebih dahulu mengidentifikasi jenis produk, komposisi, bentuk sediaan, klaim, serta target penggunaan. Informasi tersebut akan membantu menentukan jalur dan persyaratan registrasi yang relevan.

Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional

Regulasi mengenai obat tradisional di Indonesia mencakup ketentuan mengenai persyaratan keamanan, khasiat, mutu, produksi, penandaan, serta registrasi produk. Ketentuan teknis dapat mengalami perubahan mengikuti perkembangan kebijakan dan sistem pengawasan obat bahan alam.

Karena itu, pelaku usaha perlu menggunakan regulasi dan sistem resmi BPOM sebagai acuan terbaru, bukan hanya mengandalkan informasi lama dari internet atau pengalaman pengajuan produk lain.

Dalam praktiknya, persyaratan registrasi dapat berbeda berdasarkan kategori produk dan karakteristiknya. Obat tradisional juga tidak dapat didaftarkan dengan klaim bebas tanpa memperhatikan batasan klaim yang diperbolehkan.

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Kategori produk.
  • Komposisi bahan.
  • Bentuk sediaan.
  • Klaim dan manfaat yang dicantumkan.
  • Persyaratan keamanan.
  • Persyaratan mutu.
  • Proses produksi.
  • Penandaan dan kemasan.
  • Data perusahaan.
  • Dokumen pendukung.

Memastikan seluruh aspek tersebut sejak awal dapat membantu mengurangi potensi kendala selama proses registrasi.

JASA REGISTRASI OBAT TRADISIONAL BPOM

Hubungi PERMATAMAS untuk Registrasi Obat Tradisional

Memiliki produk herbal tetapi masih bingung mengenai persyaratan BPOM? PERMATAMAS membantu pelaku usaha mempersiapkan proses registrasi obat tradisional secara lebih terarah.

Pendampingan dapat meliputi:

  • Konsultasi kategori produk.
  • Analisis komposisi dan bentuk sediaan.
  • Pemeriksaan klaim produk.
  • Pemeriksaan dokumen.
  • Persiapan dokumen registrasi.
  • Pendampingan pengajuan.
  • Monitoring proses.
  • Pendampingan apabila terdapat permintaan perbaikan.

Konsultasi Registrasi Obat Tradisional BPOM via WhatsApp →

Jenis Obat Bahan Alam yang Perlu Dipahami

Sebelum membahas registrasi, pelaku usaha perlu memahami bahwa produk berbahan alam tidak semuanya otomatis menggunakan kategori yang sama.

Dalam sistem pengawasan obat bahan alam, dikenal beberapa kelompok produk dengan karakteristik berbeda, termasuk jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

Jamu

Jamu merupakan obat bahan alam yang pembuktian khasiat dan penggunaannya secara tradisional menjadi bagian penting dari karakteristik produknya.

Obat Herbal Terstandar

Obat herbal terstandar memiliki persyaratan pembuktian yang lebih tinggi, termasuk aspek standardisasi bahan dan pembuktian praklinik sesuai ketentuan.

Fitofarmaka

Fitofarmaka merupakan kategori obat bahan alam dengan tingkat pembuktian yang lebih komprehensif, termasuk pembuktian keamanan dan khasiat melalui data yang dipersyaratkan.

Karena persyaratannya berbeda, perusahaan perlu menentukan kategori produk secara tepat sebelum mempersiapkan dokumen registrasi.

Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional di Indonesia
Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional di Indonesia

Persyaratan Registrasi Obat Tradisional BPOM

Persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenis produk, kategori, perusahaan, bahan yang digunakan, serta jalur registrasinya.

Namun, secara umum perusahaan perlu mempersiapkan data dan dokumen yang berkaitan dengan:

  • Legalitas perusahaan.
  • Data produsen atau industri.
  • Nama dan merek produk.
  • Komposisi produk.
  • Bentuk sediaan.
  • Spesifikasi bahan baku.
  • Proses produksi.
  • Spesifikasi produk jadi.
  • Data keamanan dan mutu.
  • Data pendukung khasiat sesuai kategori.
  • Desain kemasan.
  • Penandaan produk.
  • Klaim produk.
  • Dokumen pendukung lainnya.

Dokumen tersebut harus disesuaikan dengan kategori dan ketentuan registrasi yang berlaku pada saat pengajuan.

Mengapa Komposisi Produk Sangat Penting?

Komposisi merupakan salah satu bagian penting dalam registrasi obat tradisional. Setiap bahan yang digunakan perlu diperhatikan dari sisi keamanan, fungsi, serta kesesuaiannya dengan ketentuan bahan yang diperbolehkan.

Pemilik usaha sebaiknya tidak hanya mencantumkan nama bahan berdasarkan istilah pemasaran. Data bahan perlu dipersiapkan secara jelas dan konsisten dengan dokumen produk.

Hal yang perlu diperiksa antara lain:

  • Nama bahan.
  • Jumlah atau kadar bahan.
  • Bentuk bahan.
  • Sumber bahan.
  • Fungsi bahan.
  • Keamanan bahan.
  • Kesesuaian dengan kategori produk.

Kesalahan pada komposisi dapat memengaruhi proses evaluasi sehingga pemeriksaan sejak awal menjadi sangat penting.

Klaim Produk Harus Sesuai Ketentuan

Salah satu bagian yang sering menjadi perhatian dalam registrasi adalah klaim manfaat produk.

Pelaku usaha terkadang ingin menggunakan klaim yang terlalu luas agar produk terlihat lebih menarik. Padahal, klaim harus disesuaikan dengan kategori obat bahan alam dan bukti yang dapat mendukungnya.

Sebelum mencantumkan klaim pada kemasan atau materi promosi, perhatikan:

  • Jenis klaim.
  • Kategori produk.
  • Bukti pendukung.
  • Redaksi klaim.
  • Batasan klaim.
  • Kesesuaian dengan ketentuan BPOM.

Jangan sampai klaim pemasaran justru membuat kategori atau persyaratan produk menjadi berbeda dari yang dipersiapkan.

Bagaimana Proses Registrasi Obat Tradisional BPOM?

Secara umum, proses registrasi dapat dimulai dari persiapan produk dan dokumen sebelum pengajuan melalui sistem yang ditetapkan BPOM.

Tahapannya dapat meliputi:

  1. Identifikasi produk.
  2. Menentukan kategori obat bahan alam.
  3. Memeriksa komposisi dan bahan.
  4. Menentukan bentuk sediaan.
  5. Menyusun klaim yang sesuai.
  6. Mempersiapkan dokumen perusahaan.
  7. Mempersiapkan dokumen mutu dan keamanan.
  8. Menyiapkan desain penandaan atau kemasan.
  9. Mengajukan registrasi melalui sistem resmi.
  10. Mengikuti proses evaluasi.
  11. Memberikan tanggapan apabila terdapat permintaan perbaikan atau tambahan data.
  12. Menunggu keputusan sesuai mekanisme yang berlaku.

Durasi proses dapat berbeda-beda tergantung jenis produk, jalur registrasi, kelengkapan dokumen, serta hasil evaluasi.

Apa yang Menyebabkan Registrasi Obat Tradisional Tertunda?

Proses registrasi dapat menjadi lebih panjang apabila dokumen atau informasi yang disampaikan belum memenuhi persyaratan.

Beberapa kendala yang perlu diantisipasi antara lain:

  • Komposisi belum sesuai.
  • Dokumen bahan belum lengkap.
  • Klaim terlalu luas.
  • Kategori produk kurang tepat.
  • Data perusahaan tidak konsisten.
  • Penandaan perlu diperbaiki.
  • Dokumen mutu belum lengkap.
  • Data pendukung belum memadai.
  • Pemohon terlambat memberikan tanggapan.

Karena itu, persiapan dokumen sebelum pengajuan merupakan tahap yang tidak boleh dianggap sepele.

Apakah Semua Produk Herbal Wajib Registrasi yang Sama?

Tidak. Produk yang menggunakan bahan herbal dapat memiliki kategori dan jalur perizinan yang berbeda.

Produk herbal harus terlebih dahulu dilihat berdasarkan tujuan penggunaan, bentuk sediaan, komposisi, klaim, cara penggunaan, dan karakteristik lainnya.

Misalnya, produk yang dipasarkan sebagai pangan tidak dapat begitu saja diperlakukan sebagai obat tradisional. Begitu pula kosmetik dengan bahan herbal tidak otomatis menjadi obat bahan alam.

Karena itu, identifikasi kategori produk merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum menentukan dokumen dan jalur registrasi.

Pentingnya CPOTB dalam Industri Obat Tradisional

Bagi industri obat tradisional, aspek produksi juga menjadi bagian penting dalam menjaga mutu produk. Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) merupakan standar yang perlu diperhatikan oleh industri sesuai ketentuan yang berlaku.

CPOTB berkaitan dengan berbagai aspek produksi, seperti:

  • Personel.
  • Bangunan dan fasilitas.
  • Peralatan.
  • Sanitasi dan higiene.
  • Produksi.
  • Pengawasan mutu.
  • Penyimpanan.
  • Dokumentasi.
  • Pengawasan proses.

Penerapan standar produksi yang baik membantu memastikan produk dibuat secara konsisten dan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan.

Dokumen yang Sebaiknya Dipersiapkan Sejak Awal

Sebelum memulai registrasi, perusahaan sebaiknya membuat checklist dokumen.

Beberapa data yang perlu dipersiapkan antara lain:

  1. Dokumen legalitas perusahaan.
  2. Data produsen atau fasilitas produksi.
  3. Nama dan merek produk.
  4. Komposisi lengkap.
  5. Spesifikasi bahan baku.
  6. Spesifikasi produk jadi.
  7. Proses produksi.
  8. Dokumen mutu dan keamanan.
  9. Desain kemasan dan penandaan.
  10. Klaim manfaat produk.
  11. Dokumen pendukung sesuai kategori.

Kelengkapan dokumen sebaiknya diperiksa sebelum pengajuan untuk mengurangi potensi permintaan perbaikan.

Tips Agar Registrasi Obat Tradisional Lebih Lancar

Bagi pelaku usaha yang baru pertama kali mengurus BPOM, beberapa langkah berikut dapat membantu:

  • Tentukan kategori produk terlebih dahulu.
  • Pastikan komposisi sesuai ketentuan.
  • Periksa bahan yang digunakan.
  • Susun klaim secara hati-hati.
  • Siapkan dokumen perusahaan.
  • Pastikan dokumen mutu tersedia.
  • Periksa desain label dan kemasan.
  • Pastikan seluruh data konsisten.
  • Gunakan sistem registrasi resmi BPOM.
  • Pantau proses setelah pengajuan.
  • Segera tanggapi permintaan perbaikan apabila ada.

Jangan terburu-buru melakukan pengajuan hanya karena ingin mendapatkan izin edar secepat mungkin. Persiapan yang matang dapat membantu proses berjalan lebih terarah.

Mengapa Menggunakan Jasa Registrasi Obat Tradisional?

Pengurusan registrasi secara mandiri dapat dilakukan. Namun, pelaku usaha yang belum terbiasa dengan persyaratan obat bahan alam mungkin membutuhkan waktu lebih banyak untuk memahami dokumen, kategori, klaim, serta tahapan pengajuan.

Pendampingan profesional dapat membantu dalam:

  • Identifikasi kategori produk.
  • Pemeriksaan awal komposisi.
  • Analisis dokumen.
  • Persiapan persyaratan.
  • Pemeriksaan penandaan.
  • Pendampingan pengajuan.
  • Monitoring proses.
  • Pendampingan administrasi.
  • Tindak lanjut apabila terdapat permintaan perbaikan.

PERMATAMAS membantu pelaku usaha memahami kebutuhan dokumen dan mempersiapkan proses registrasi berdasarkan karakteristik produk.

Siapa yang Membutuhkan Jasa Registrasi Obat Tradisional BPOM?

Layanan registrasi dapat dibutuhkan oleh berbagai pelaku usaha, seperti:

  • Produsen jamu.
  • Industri obat tradisional.
  • Pemilik brand herbal.
  • UMKM produk herbal.
  • Produsen kapsul herbal.
  • Produsen tablet herbal.
  • Produsen serbuk herbal.
  • Produsen cairan herbal.
  • Perusahaan maklon obat tradisional.
  • Pemilik produk bahan alam yang akan dipasarkan secara komersial.

Baik bisnis baru maupun perusahaan yang sudah memiliki produk di pasar perlu memastikan status legalitas produknya sesuai ketentuan.

Regulasi BPOM Perlu Selalu Dicek Terbaru

Peraturan dan sistem pelayanan pemerintah dapat mengalami perubahan. Oleh sebab itu, pelaku usaha sebaiknya tidak hanya menggunakan artikel lama sebagai satu-satunya acuan.

Sebelum mengajukan registrasi, lakukan pengecekan terhadap:

  • Regulasi terbaru BPOM.
  • Sistem registrasi yang sedang berlaku.
  • Persyaratan dokumen.
  • Kategori produk.
  • Ketentuan bahan.
  • Ketentuan klaim.
  • Ketentuan penandaan.
  • Persyaratan produksi.

Untuk keputusan registrasi yang bersifat spesifik, informasi pada sistem dan regulasi resmi BPOM perlu menjadi acuan utama.

Daftarkan Produk Obat Tradisional Anda Bersama PERMATAMAS

Memahami regulasi BPOM tentang registrasi obat tradisional di Indonesia merupakan langkah awal yang penting sebelum produk herbal dipasarkan secara luas. Registrasi tidak hanya berkaitan dengan pengisian data, tetapi juga mencakup kategori produk, komposisi, keamanan, mutu, klaim, penandaan, serta dokumen perusahaan dan produksi.

Jika Anda memiliki produk jamu, obat herbal, kapsul herbal, tablet herbal, serbuk herbal, cairan herbal, atau produk bahan alam lainnya, PERMATAMAS siap membantu proses Jasa Registrasi Obat Tradisional BPOM mulai dari konsultasi, identifikasi kategori, pemeriksaan persyaratan, persiapan dokumen, hingga pendampingan pengajuan.

PERMATAMAS — Solusi Aman dan Profesional untuk Pengurusan Registrasi Obat Tradisional BPOM.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
Website: www.izinherbal.com

FAQ – Regulasi BPOM tentang Registrasi Obat Tradisional di Indonesia

1. Apa regulasi yang mengatur registrasi obat tradisional?

Registrasi obat tradisional di Indonesia mengikuti ketentuan BPOM yang mengatur keamanan, mutu, khasiat, persyaratan, dan tata cara registrasi produk.

2. Apakah obat tradisional wajib memiliki izin edar BPOM?

Ya. Obat tradisional yang akan diedarkan di Indonesia pada prinsipnya harus memiliki izin edar sesuai ketentuan BPOM.

3. Apa saja jenis obat tradisional yang dapat didaftarkan?

Jenisnya antara lain jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka, sesuai kategori dan persyaratan yang berlaku.

4. Apa saja persyaratan registrasi obat tradisional?

Persyaratan dapat mencakup legalitas perusahaan, data formula, bahan baku, proses produksi, spesifikasi produk, penandaan, serta dokumen teknis lainnya.

5. Apakah formula obat tradisional harus diperiksa?

Ya. Formula dan bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan keamanan serta persyaratan yang ditetapkan BPOM.

6. Apakah industri obat tradisional harus memenuhi standar produksi?

Ya. Fasilitas produksi harus memenuhi persyaratan dan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) sesuai ketentuan yang berlaku.

7. Bagaimana proses registrasi obat tradisional?

Proses umumnya meliputi persiapan dokumen, pengajuan registrasi melalui sistem BPOM, evaluasi, pemenuhan permintaan perbaikan bila ada, hingga penerbitan izin edar.

8. Berapa lama proses registrasi obat tradisional?

Waktunya dapat berbeda tergantung jenis produk, kelengkapan dokumen, hasil evaluasi, dan pemenuhan persyaratan selama proses registrasi.

9. Apakah produk obat tradisional bisa ditolak BPOM?

Bisa. Permohonan dapat ditolak apabila tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu, khasiat, administrasi, atau ketentuan lain yang berlaku.

10. Apakah PERMATAMAS membantu registrasi obat tradisional?

Ya. PERMATAMAS dapat membantu persiapan dokumen dan pendampingan proses registrasi obat tradisional hingga tahap evaluasi BPOM.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Registrasi Obat Tradisional Tablet Proses Lengkap BPOM

Jasa Registrasi Obat Tradisional Tablet Proses Lengkap BPOM

Jasa Registrasi Obat Tradisional Tablet Proses Lengkap BPOM – Produk obat tradisional dalam bentuk tablet semakin banyak diminati karena praktis dikonsumsi, mudah dikemas, dan dapat dipasarkan secara lebih luas. Bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan produk herbal dalam bentuk tablet, aspek legalitas menjadi bagian penting sebelum produk diedarkan secara komersial. Salah satu tahapan yang perlu diperhatikan adalah registrasi obat tradisional melalui BPOM.

Proses registrasi tidak hanya berkaitan dengan mengisi data produk. Pelaku usaha perlu menyiapkan identitas perusahaan, formula, bahan yang digunakan, informasi produk, penandaan, serta dokumen pendukung sesuai ketentuan yang berlaku. Kesalahan dalam mempersiapkan data dapat menyebabkan proses menjadi lebih panjang atau memerlukan perbaikan.

Melalui Jasa Registrasi Obat Tradisional Tablet, PERMATAMAS membantu pelaku usaha mempersiapkan proses registrasi secara lebih terarah. Pendampingan dapat dimulai dari konsultasi kategori produk, pemeriksaan dokumen, persiapan data teknis, hingga proses pengajuan melalui sistem resmi BPOM. Dengan persiapan yang baik, pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan produk sambil memastikan aspek legalitasnya diperhatikan.

Apa Itu Registrasi Obat Tradisional Tablet?

Registrasi obat tradisional merupakan proses untuk memperoleh persetujuan peredaran produk obat tradisional sesuai ketentuan yang berlaku. Produk tablet yang mengandung bahan atau ramuan yang memenuhi kriteria obat tradisional perlu ditentukan terlebih dahulu kategori dan persyaratan registrasinya.

Bentuk tablet memberikan kemudahan dalam penggunaan dan pengemasan, tetapi proses legalitasnya tetap harus memperhatikan komposisi, bahan baku, keamanan, mutu, khasiat, proses produksi, serta informasi yang dicantumkan pada produk.

Sebelum melakukan registrasi, pelaku usaha sebaiknya memastikan bahwa produk yang dimiliki memang termasuk kategori obat tradisional, bukan suplemen kesehatan, obat kuasi, atau kategori lain. Penentuan kategori yang tepat menjadi langkah awal agar jalur registrasi tidak keliru.

Mengapa Obat Tradisional Tablet Perlu Diregistrasikan?

Produk yang akan diedarkan secara komersial harus memenuhi ketentuan peredaran yang berlaku. Registrasi menjadi bagian penting untuk memastikan produk dapat dipasarkan melalui jalur yang sesuai.

Beberapa alasan mengapa registrasi penting antara lain:

  • Memberikan legalitas peredaran produk sesuai ketentuan.
  • Meningkatkan kepercayaan konsumen.
  • Membantu memastikan informasi produk sesuai ketentuan.
  • Mendukung pemasaran melalui distributor.
  • Memudahkan pengembangan jaringan penjualan.
  • Meningkatkan profesionalisme perusahaan.
  • Mengurangi risiko permasalahan legalitas saat produk dipasarkan.

Bagi brand herbal yang ingin berkembang dalam jangka panjang, legalitas sebaiknya dipersiapkan sejak produk mulai dikembangkan.

Produk Tablet Seperti Apa yang Dapat Diregistrasikan?

Tidak semua produk tablet otomatis termasuk obat tradisional. Bentuk sediaan bukan satu-satunya faktor penentu kategori produk.

Produk perlu dilihat dari bahan yang digunakan, komposisi, klaim, tujuan penggunaan, serta karakteristik produknya. Karena itu, sebelum mengajukan registrasi, pelaku usaha perlu melakukan penilaian terhadap produk secara menyeluruh.

Contoh produk yang dapat menggunakan bentuk tablet antara lain produk herbal yang diformulasikan menggunakan bahan-bahan yang memenuhi ketentuan sebagai obat tradisional.

Namun, klaim seperti “menyembuhkan” atau klaim medis tertentu tidak boleh digunakan secara sembarangan. Klaim dan penandaan harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Syarat Registrasi Obat Tradisional Tablet

Persyaratan registrasi dapat berbeda sesuai kategori dan jenis produk. Oleh sebab itu, dokumen sebaiknya dipersiapkan setelah kategori produk ditentukan.

Secara umum, informasi dan dokumen yang perlu dipersiapkan dapat meliputi:

  • Data perusahaan atau pemohon.
  • Data produsen.
  • Nama produk.
  • Komposisi atau formula.
  • Data bahan baku.
  • Spesifikasi bahan.
  • Bentuk dan jenis sediaan.
  • Informasi proses produksi.
  • Data mutu produk.
  • Informasi penandaan dan kemasan.
  • Klaim produk.
  • Dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan BPOM.

Kelengkapan dokumen menjadi salah satu bagian penting karena data yang dimasukkan dalam sistem harus dapat dipertanggungjawabkan.

Jasa Registrasi Obat Tradisional Tablet Proses Lengkap BPOM
Jasa Registrasi Obat Tradisional Tablet Proses Lengkap BPOM

Bahan Baku Obat Tradisional Tablet Harus Diperhatikan

Salah satu bagian penting dalam registrasi adalah komposisi produk. Pelaku usaha tidak cukup hanya mencantumkan nama bahan secara umum.

Bahan yang digunakan perlu diperiksa kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku. Identitas bahan, kualitas, keamanan, serta penggunaannya dalam formula perlu dipastikan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Nama bahan.
  • Bentuk bahan.
  • Sumber bahan.
  • Spesifikasi bahan.
  • Jumlah atau kadar penggunaan.
  • Mutu bahan.
  • Keamanan bahan.
  • Kesesuaian dengan ketentuan BPOM.

Jika terdapat bahan yang tidak memenuhi ketentuan, proses registrasi dapat menghadapi kendala.

Bagaimana Proses Registrasi Obat Tradisional Tablet di BPOM?

Proses registrasi perlu dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan mekanisme yang berlaku.

Gambaran prosesnya dapat meliputi:

1. Konsultasi dan Identifikasi Produk

Tahap awal dilakukan untuk mengetahui kategori produk, bentuk sediaan, bahan, klaim, serta jalur registrasi yang sesuai.

2. Pemeriksaan Formula

Formula diperiksa untuk melihat kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.

3. Persiapan Dokumen

Data perusahaan, data produk, formula, spesifikasi bahan, penandaan, dan dokumen lainnya dipersiapkan.

4. Persiapan Penandaan

Label atau rancangan kemasan perlu disusun sesuai ketentuan sehingga informasi yang disampaikan kepada konsumen tepat.

5. Pengajuan Registrasi

Permohonan dilakukan melalui sistem resmi BPOM sesuai mekanisme yang berlaku.

6. Evaluasi

BPOM melakukan evaluasi terhadap data dan dokumen yang diajukan.

7. Perbaikan Jika Diperlukan

Apabila terdapat permintaan perbaikan atau klarifikasi, pemohon perlu memberikan respons sesuai ketentuan.

8. Persetujuan Peredaran

Apabila seluruh persyaratan terpenuhi dan proses evaluasi selesai, produk dapat memperoleh persetujuan sesuai mekanisme BPOM.

Berapa Lama Proses Registrasi Obat Tradisional Tablet?

Waktu registrasi tidak selalu sama untuk setiap produk. Lama proses dapat dipengaruhi oleh kategori produk, jalur registrasi, kelengkapan dokumen, formula, klaim, serta apakah terdapat perbaikan atau klarifikasi selama evaluasi.

Perusahaan sebaiknya tidak hanya menghitung waktu sejak dokumen dikirim. Persiapan sebelum pengajuan juga perlu dimasukkan dalam perencanaan.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi durasi antara lain:

  • Kesiapan formula.
  • Kelengkapan dokumen.
  • Kesesuaian bahan.
  • Kesesuaian klaim.
  • Kesiapan penandaan.
  • Respons terhadap permintaan perbaikan.
  • Jalur registrasi produk.

Karena itu, estimasi waktu sebaiknya diberikan setelah karakteristik produk diketahui.

Kesalahan yang Sering Membuat Registrasi Terhambat

Pelaku usaha yang baru pertama kali melakukan registrasi terkadang hanya berfokus pada pengisian data. Padahal, kesalahan kecil dalam dokumen dapat menyebabkan proses harus diperbaiki.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  • Formula tidak konsisten dengan dokumen.
  • Informasi bahan kurang lengkap.
  • Klaim tidak sesuai.
  • Penandaan belum memenuhi ketentuan.
  • Data produsen tidak konsisten.
  • Dokumen pendukung belum lengkap.
  • Tidak memahami kategori produk.
  • Tidak segera memberikan tanggapan atas permintaan perbaikan.

Melakukan pemeriksaan internal sebelum pengajuan dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Pentingnya Pemeriksaan Klaim Produk

Klaim merupakan salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian. Pelaku usaha sering kali ingin menonjolkan banyak manfaat produk agar lebih menarik bagi konsumen.

Namun, klaim pada obat tradisional harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Jangan menggunakan klaim yang berlebihan atau memberikan kesan bahwa produk dapat menggantikan pengobatan medis apabila tidak diperbolehkan.

Contoh informasi yang perlu diperiksa:

  • Klaim manfaat.
  • Cara penggunaan.
  • Peringatan.
  • Kontraindikasi atau informasi terkait bila dipersyaratkan.
  • Aturan konsumsi.
  • Informasi komposisi.
  • Informasi lain pada penandaan.

Penandaan yang sesuai membantu menjaga komunikasi produk kepada konsumen tetap akurat.

Apakah Produk Tablet Harus Diproduksi oleh Industri yang Memenuhi Ketentuan?

Pelaku usaha perlu memperhatikan ketentuan mengenai fasilitas produksi obat tradisional dan standar yang berlaku. Registrasi produk tidak dapat dipisahkan dari aspek produksi.

Perusahaan perlu memastikan bahwa produsen yang digunakan memiliki legalitas dan kemampuan produksi sesuai kategori produk serta ketentuan yang berlaku.

Jika menggunakan maklon, pemilik brand juga perlu memeriksa status dan dokumen legalitas pihak manufaktur. Hal ini penting agar dokumen produk dan data produsen dapat disiapkan secara konsisten.

Jasa Registrasi Obat Tradisional Tablet untuk UMKM

UMKM yang baru mengembangkan produk herbal sering menghadapi kendala karena belum terbiasa dengan sistem registrasi dan dokumen teknis.

Pendampingan dapat membantu UMKM memahami langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum produk diajukan. Dengan demikian, pemilik brand tidak perlu mempelajari seluruh proses secara sendirian.

PERMATAMAS dapat membantu dari tahap:

  • Konsultasi kategori produk.
  • Pemeriksaan awal formula.
  • Review dokumen.
  • Persiapan data registrasi.
  • Review penandaan.
  • Pendampingan pengajuan.
  • Pendampingan proses evaluasi.
  • Konsultasi tindak lanjut.

Pendampingan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing produk.

Mengapa Memilih PERMATAMAS?

PERMATAMAS menyediakan Jasa Registrasi Obat Tradisional dengan pendekatan pendampingan yang membantu pelaku usaha mempersiapkan produk sebelum masuk proses registrasi.

Layanan dapat mencakup:

  • Konsultasi regulasi produk.
  • Identifikasi kategori produk.
  • Review komposisi.
  • Pemeriksaan dokumen.
  • Review penandaan.
  • Persiapan data registrasi.
  • Pendampingan pengajuan melalui sistem resmi BPOM.
  • Pendampingan apabila terdapat permintaan perbaikan.
  • Konsultasi selama proses registrasi.

Dengan pendampingan tersebut, pemilik brand dapat lebih fokus pada pengembangan produk, produksi, dan pemasaran.

Berapa Biaya Registrasi Obat Tradisional Tablet?

Biaya registrasi dapat berbeda tergantung kategori produk, jenis layanan, jumlah produk, kebutuhan dokumen, serta pendampingan yang digunakan.

Pemilik usaha sebaiknya memisahkan antara biaya resmi registrasi dengan biaya jasa konsultan apabila menggunakan layanan profesional.

Sebelum menentukan anggaran, sebaiknya dilakukan identifikasi terhadap:

  • Kategori produk.
  • Jumlah produk.
  • Jenis sediaan.
  • Formula.
  • Status perusahaan.
  • Dokumen yang sudah tersedia.
  • Kebutuhan pendampingan.

Dengan demikian, estimasi biaya dapat dibuat lebih realistis dan tidak sekadar berdasarkan perkiraan umum.

Tips Agar Registrasi Obat Tradisional Tablet Lebih Lancar

Persiapan yang baik dapat membantu mengurangi risiko pengajuan harus berulang kali diperbaiki.

Beberapa tips yang dapat dilakukan:

  1. Pastikan kategori produk sudah benar.
  2. Periksa formula sebelum pengajuan.
  3. Pastikan bahan memenuhi ketentuan.
  4. Siapkan dokumen perusahaan dan produsen.
  5. Sesuaikan klaim dengan ketentuan.
  6. Periksa desain penandaan.
  7. Pastikan seluruh data konsisten.
  8. Siapkan dokumen pendukung sejak awal.
  9. Tanggapi permintaan perbaikan tepat waktu.
  10. Gunakan pendampingan profesional jika belum memahami proses.

Dengan persiapan tersebut, proses registrasi dapat dilakukan secara lebih terarah.

Registrasi BPOM Adalah Investasi untuk Brand Herbal

Bagi perusahaan yang ingin membangun bisnis herbal jangka panjang, legalitas produk merupakan bagian penting dari strategi bisnis. Produk yang memiliki legalitas sesuai ketentuan akan lebih mudah dikembangkan ke berbagai saluran pemasaran yang membutuhkan kepatuhan regulasi.

Selain itu, registrasi membantu perusahaan membangun citra sebagai produsen atau pemilik brand yang serius memperhatikan mutu dan keamanan produk.

Karena itu, jangan hanya berfokus pada desain kemasan dan strategi pemasaran. Pastikan aspek regulasi dipersiapkan sejak produk mulai dikembangkan.

Daftarkan Obat Tradisional Tablet Anda Bersama PERMATAMAS

Mengurus registrasi obat tradisional tablet di BPOM membutuhkan persiapan yang tidak hanya berkaitan dengan pengisian formulir. Formula, bahan baku, produsen, penandaan, klaim, dokumen, serta karakteristik produk perlu diperiksa agar proses pengajuan berjalan lebih terarah.

Jika Anda sedang mengembangkan produk herbal berbentuk tablet, PERMATAMAS siap membantu melalui Jasa Registrasi Obat Tradisional mulai dari konsultasi kategori produk, review formula dan dokumen, persiapan penandaan, hingga pendampingan pengajuan melalui sistem resmi BPOM.

PERMATAMAS — Solusi Profesional untuk Pengurusan Legalitas Produk Herbal.

Konsultasikan terlebih dahulu jenis produk, komposisi, bentuk sediaan, dan klaim yang digunakan agar dapat diketahui dokumen serta tahapan yang perlu dipersiapkan.

Catatan: Persyaratan, klasifikasi, tarif, dan mekanisme registrasi obat tradisional dapat berubah mengikuti ketentuan BPOM yang berlaku. Pastikan menggunakan ketentuan terbaru saat pengajuan.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ – Jasa Registrasi Obat Tradisional Tablet Proses Lengkap BPOM

1. Apa itu registrasi obat tradisional tablet?

Registrasi obat tradisional tablet adalah proses pendaftaran produk obat tradisional kepada BPOM agar dapat diedarkan secara legal sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Apakah obat tradisional berbentuk tablet wajib didaftarkan BPOM?

Ya. Produk obat tradisional yang akan diedarkan di Indonesia harus memiliki izin edar sesuai kategori dan ketentuan BPOM.

3. Apa saja syarat registrasi obat tradisional tablet?

Umumnya diperlukan data formula, bahan baku, spesifikasi produk, proses produksi, kemasan, label, serta dokumen legalitas dan administrasi yang dipersyaratkan.

4. Apakah formula obat tradisional tablet harus diperiksa?

Ya. Formula perlu dipastikan sesuai dengan ketentuan keamanan, mutu, dan persyaratan bahan yang berlaku.

5. Apakah produsen harus memiliki izin atau sertifikasi tertentu?

Fasilitas produksi harus memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan BPOM sesuai jenis usaha dan produk yang diproduksi.

6. Berapa lama proses registrasi obat tradisional tablet?

Lama proses bergantung pada kelengkapan dokumen, kategori produk, hasil evaluasi BPOM, serta ada atau tidaknya perbaikan data.

7. Berapa biaya registrasi obat tradisional tablet?

Biaya resmi registrasi mengikuti ketentuan BPOM. Jika menggunakan jasa pendampingan, biaya jasa dapat berbeda sesuai lingkup layanan.

8. Apakah label obat tradisional tablet harus diperiksa?

Ya. Label perlu memenuhi ketentuan informasi dan penandaan yang berlaku sebelum produk dipasarkan.

9. Apakah produk bisa ditolak saat registrasi BPOM?

Bisa. Permohonan dapat mengalami penolakan atau memerlukan perbaikan apabila data dan persyaratan produk belum sesuai.

10. Apakah PERMATAMAS membantu registrasi obat tradisional tablet?

Ya. PERMATAMAS membantu persiapan dokumen, pengecekan persyaratan, pengajuan, hingga pendampingan evaluasi registrasi BPOM.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Lama Registrasi Obat Tradisional di BPOM untuk Produk Lokal dan Impor

Lama Registrasi Obat Tradisional di BPOM untuk Produk Lokal dan Impor

Lama Registrasi Obat Tradisional di BPOM untuk Produk Lokal dan Impor – Registrasi obat tradisional di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi tahapan penting sebelum produk dapat diedarkan secara legal di Indonesia. Bagi pelaku usaha, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah berapa lama proses registrasi tersebut sampai izin edar diterbitkan. Jawabannya tidak selalu sama karena durasi dipengaruhi jenis produk, kategori registrasi, kelengkapan dokumen, serta hasil evaluasi BPOM.

Ketentuan terbaru membedakan jangka waktu layanan berdasarkan kategori Obat Bahan Alam. Peraturan BPOM Nomor 27 Tahun 2025, misalnya, mencantumkan waktu layanan mulai dari 7 hari untuk Jamu Sederhana hingga 90 hari untuk beberapa kategori seperti Obat Herbal Terstandar, Fitofarmaka, dan produk impor.

Karena itu, menggunakan Jasa Registrasi Obat Tradisional dapat membantu pelaku usaha memahami kategori produk, menyiapkan dossier, memeriksa persyaratan, serta mengantisipasi kekurangan sebelum pengajuan dilakukan. Persiapan yang baik menjadi kunci agar proses berjalan lebih efektif.

Berapa Lama Registrasi Obat Tradisional di BPOM?

Lama registrasi obat tradisional tidak dapat disamaratakan untuk semua produk. BPOM menetapkan standar waktu berdasarkan kategori produk dan jenis layanan yang diajukan. Artinya, produk lokal dengan kategori Jamu Sederhana dapat memiliki waktu evaluasi yang berbeda dengan Obat Herbal Terstandar atau produk obat bahan alam impor.

Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 27 Tahun 2025, beberapa standar waktu layanan izin edar antara lain:

  1. Jamu Sederhana: paling lama 7 hari.
  2. Jamu Komposisi Tertentu: paling lama 15 hari.
  3. Jamu Komposisi Kompleks: paling lama 30 hari.
  4. Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka: paling lama 90 hari.

Angka tersebut merupakan standar waktu layanan sesuai kategori dan bukan jaminan bahwa seluruh proses bisnis perusahaan selesai dalam durasi tersebut. Persiapan dokumen, pemenuhan persyaratan, perbaikan, dan tahapan lain perlu diperhitungkan secara terpisah.

Apakah 7 Hari Berarti Izin Edar Pasti Terbit?

Tidak selalu. Waktu tersebut merupakan standar pelayanan untuk kategori tertentu setelah permohonan memenuhi ketentuan yang berlaku. Jika terdapat kekurangan atau persoalan dalam dokumen dan data pendukung, proses dapat memerlukan tindak lanjut sesuai mekanisme evaluasi.

Berapa Lama Registrasi Produk Obat Tradisional Lokal?

Produk lokal memiliki beberapa jalur dan kategori registrasi. Penentuan kategori sangat penting karena berhubungan dengan persyaratan teknis dan jangka waktu evaluasi. BPOM saat ini menggunakan istilah Obat Bahan Alam dalam berbagai layanan registrasi, sementara istilah obat tradisional masih banyak digunakan masyarakat dan pelaku usaha.

Untuk produk lokal, standar waktu izin edar yang tercantum dalam PerBPOM Nomor 27 Tahun 2025 meliputi:

  • Jamu Sederhana: maksimal 7 hari.
  • Jamu Komposisi Tertentu: maksimal 15 hari.
  • Jamu Komposisi Kompleks: maksimal 30 hari.
  • Obat Herbal Terstandar: maksimal 90 hari.

Pemilihan kategori tidak cukup berdasarkan nama produk. Komposisi, bentuk sediaan, klaim, bahan yang digunakan, serta data pendukung perlu diperiksa secara tepat. BPOM juga menyediakan START, yaitu simulasi penetapan kategori terpadu yang mempertimbangkan penggunaan produk, bentuk sediaan, komposisi, dan klaim.

Berapa Lama Registrasi Obat Tradisional Impor?

Produk obat bahan alam impor juga memiliki ketentuan tersendiri. Berdasarkan PerBPOM Nomor 27 Tahun 2025, registrasi Obat Bahan Alam Impor memiliki standar waktu layanan paling lama 90 hari. Produk lisensi memiliki standar waktu paling lama 30 hari, sedangkan beberapa kategori lainnya juga memiliki ketentuan tersendiri.

Dalam praktiknya, perusahaan perlu menyiapkan dokumen dari produsen atau pihak luar negeri secara lebih cermat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Data dan identitas produsen luar negeri.
  2. Dokumen legalitas dan hubungan dengan pemohon.
  3. Informasi komposisi dan spesifikasi produk.
  4. Dokumen teknis serta data pendukung sesuai kategori.

Registrasi impor dapat membutuhkan koordinasi lebih banyak dibandingkan produk lokal karena dokumen harus sesuai antara informasi produsen, pemohon, produk, serta persyaratan yang berlaku di Indonesia. BPOM sendiri secara khusus menyelenggarakan edukasi mengenai registrasi produk impor untuk membantu pelaku usaha memahami pemenuhan dossier.

Mengapa Produk Impor Perlu Persiapan Lebih Matang?

Perbedaan dokumen, bahasa, data produsen, dan legalitas dari negara asal dapat menyebabkan proses persiapan lebih kompleks. Karena itu, pengecekan dokumen sebelum pengajuan menjadi langkah penting untuk menghindari permintaan perbaikan yang sebenarnya dapat dicegah.

Lama Registrasi Obat Tradisional di BPOM untuk Produk Lokal dan Impor
Lama Registrasi Obat Tradisional di BPOM untuk Produk Lokal dan Impor

Apa Saja Syarat Registrasi Obat Tradisional?

Registrasi tidak hanya membutuhkan formulir permohonan. Pelaku usaha perlu menyiapkan data administratif dan teknis yang menggambarkan identitas produk, produsen, komposisi, mutu, keamanan, manfaat, serta informasi lain sesuai kategori produk.

Secara umum, persiapan dapat mencakup:

  • Data pelaku usaha dan produsen.
  • Informasi lengkap komposisi produk.
  • Bentuk dan jenis sediaan.
  • Spesifikasi bahan baku.
  • Data keamanan, mutu, dan manfaat sesuai kategori.
  • Informasi kemasan dan label.
  • Klaim serta data pendukungnya.
  • Dokumen legalitas yang dipersyaratkan.

BPOM menempatkan registrasi sebagai bagian dari pengawasan pre-market untuk obat tradisional dan suplemen kesehatan. Direktorat Registrasi OTSKK juga secara aktif memberikan edukasi terkait tata cara registrasi dan pemenuhan dossier kepada pelaku usaha.

Bagaimana Alur Registrasi Obat Tradisional di BPOM?

Alur registrasi perlu dipahami sejak awal agar pelaku usaha tidak hanya fokus pada pengajuan, tetapi juga memahami tahapan persiapan sampai keputusan registrasi. Proses dimulai dari penentuan kategori produk dan pemeriksaan kesiapan data.

Secara umum, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Identifikasi kategori produk.
  2. Pemeriksaan komposisi, bentuk sediaan, dan klaim.
  3. Persiapan dokumen administratif.
  4. Penyusunan dossier teknis.
  5. Pengajuan melalui sistem registrasi BPOM.
  6. Pemeriksaan dan evaluasi oleh BPOM.
  7. Pemenuhan perbaikan apabila terdapat permintaan.
  8. Penyelesaian proses dan penerbitan izin edar apabila persyaratan terpenuhi.

BPOM menyediakan layanan registrasi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan sebagai bagian dari layanan publiknya. Karena sistem dan ketentuan dapat diperbarui, pelaku usaha sebaiknya selalu menggunakan informasi dan kanal resmi terbaru ketika mengajukan permohonan.

Mengapa Penentuan Kategori Harus Dilakukan di Awal?

Kesalahan kategori dapat memengaruhi dokumen yang harus disiapkan dan jalur registrasi yang digunakan. Karena itu, penentuan kategori sebaiknya dilakukan sebelum dossier disusun secara lengkap.

Berapa Biaya Registrasi Obat Tradisional di BPOM?

Biaya registrasi obat tradisional tidak tepat jika hanya disebutkan dengan satu angka untuk semua produk. Besaran biaya dapat dipengaruhi jenis registrasi, kategori produk, serta ketentuan PNBP yang berlaku. Selain biaya resmi, perusahaan juga perlu memperhitungkan biaya persiapan internal dan pendampingan apabila menggunakan jasa profesional.

Komponen biaya yang perlu dipertimbangkan antara lain:

  1. PNBP atau biaya resmi sesuai jenis layanan.
  2. Pengujian atau data teknis yang dipersyaratkan.
  3. Penyiapan dokumen dan dossier.
  4. Biaya jasa konsultasi atau pendampingan profesional.

Karena ketentuan PNBP dapat berubah, angka biaya sebaiknya dikonfirmasi berdasarkan tarif resmi yang berlaku ketika pengajuan dilakukan. Pada 2026, BPOM juga mencantumkan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2026 tentang PNBP pada BPOM dalam kanal regulasinya.

Kesalahan yang Membuat Registrasi Obat Tradisional Lebih Lama

Durasi standar BPOM dapat menjadi sulit dicapai apabila perusahaan belum siap ketika mengajukan permohonan. Kesalahan sederhana pada data produk, komposisi, label, atau dokumen pendukung dapat menyebabkan proses membutuhkan tindak lanjut.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari meliputi:

  • Salah menentukan kategori produk.
  • Komposisi tidak konsisten antar dokumen.
  • Klaim tidak sesuai dengan data pendukung.
  • Dokumen produsen atau legalitas tidak lengkap.
  • Informasi label berbeda dengan dossier.
  • Data teknis belum memadai.

Pengalaman dalam menangani dokumen registrasi menunjukkan bahwa persiapan sebelum submit memiliki peran penting. Prinsip E-E-A-T juga relevan di sini: pengalaman membantu menemukan potensi masalah, keahlian membantu menyusun data secara tepat, sedangkan transparansi proses menjaga kepercayaan pemilik produk.

Mengapa Menggunakan Jasa Registrasi Obat Tradisional?

Registrasi obat tradisional membutuhkan ketelitian karena menyangkut aspek administratif sekaligus teknis. Bagi pelaku usaha yang belum terbiasa dengan mekanisme BPOM, proses penyusunan dossier dapat menjadi bagian yang paling menantang.

Dengan Jasa Registrasi Obat Tradisional, pendampingan dapat mencakup:

  • Konsultasi kategori produk.
  • Pemeriksaan komposisi dan klaim.
  • Checklist persyaratan.
  • Penyiapan dan pemeriksaan dokumen.
  • Pendampingan penyusunan dossier.
  • Pendampingan pengajuan.
  • Monitoring proses registrasi.
  • Pendampingan menindaklanjuti evaluasi sesuai kebutuhan.

Tujuan pendampingan bukan menjanjikan izin edar pasti terbit atau mempersingkat kewenangan regulator, melainkan membantu memastikan pengajuan dilakukan dengan persiapan yang lebih baik dan sesuai prosedur.

PERMATAMAS Siap Membantu Registrasi Obat Tradisional

Lama registrasi obat tradisional di BPOM untuk produk lokal maupun impor sangat bergantung pada kategori produk dan kesiapan pengajuan. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, standar waktu layanan dapat berkisar antara 7 hingga 90 hari untuk berbagai kategori Obat Bahan Alam, sementara produk impor tercantum memiliki standar waktu paling lama 90 hari.

PERMATAMAS menyediakan Jasa Registrasi Obat Tradisional untuk membantu pelaku usaha mulai dari identifikasi kategori, pemeriksaan persyaratan, penyusunan dokumen, pengecekan data produk, hingga pendampingan proses registrasi. Pendekatan yang terstruktur membantu perusahaan memahami kebutuhan sejak awal sekaligus mengurangi risiko kesalahan administratif dan teknis.

Kesimpulan

Mengetahui lama registrasi sebelum mengajukan produk sangat penting agar pelaku usaha dapat menyusun target peluncuran dan strategi bisnis secara realistis. Jamu sederhana memiliki standar waktu yang berbeda dengan Jamu Komposisi Kompleks, Obat Herbal Terstandar, Fitofarmaka, maupun produk impor.

Karena itu, jangan hanya menghitung jumlah hari evaluasi. Persiapkan kategori, komposisi, klaim, dossier, dokumen administratif, dan data teknis sejak awal. Jika Anda membutuhkan pendampingan profesional, PERMATAMAS siap membantu proses Jasa Registrasi Obat Tradisional untuk produk lokal maupun impor secara lebih terarah, informatif, dan sesuai tahapan yang berlaku di BPOM.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Registrasi obat tradisional di BPOM

1. Berapa lama registrasi obat tradisional di BPOM?

Lama proses dapat berbeda tergantung jenis produk, kelengkapan dokumen, hasil evaluasi, dan jalur registrasi yang digunakan.

2. Apakah registrasi obat tradisional lokal dan impor berbeda?

Ya. Persyaratan dan dokumen pendukung dapat berbeda antara produk lokal dan produk impor.

3. Apa saja tahapan registrasi obat tradisional?

Proses umumnya meliputi persiapan dokumen, pengajuan, verifikasi, evaluasi, perbaikan bila diperlukan, hingga penerbitan izin edar.

4. Apa yang membuat registrasi obat tradisional menjadi lama?

Dokumen tidak lengkap, data tidak konsisten, formula atau label belum sesuai, serta adanya permintaan perbaikan dapat memperpanjang proses.

5. Apakah produk impor membutuhkan dokumen tambahan?

Ya. Produk impor dapat membutuhkan dokumen legalitas dari negara asal dan dokumen lain sesuai persyaratan BPOM.

6. Apakah obat tradisional lokal wajib memiliki izin edar BPOM?

Produk obat tradisional yang akan diedarkan di Indonesia harus memenuhi ketentuan registrasi dan perizinan BPOM sesuai kategorinya.

7. Apakah nomor izin edar langsung terbit setelah pengajuan?

Tidak. Permohonan harus melalui tahapan verifikasi dan evaluasi sebelum izin edar diterbitkan.

8. Bagaimana agar proses registrasi BPOM lebih lancar?

Pastikan dokumen, formula, klaim, label, data produk, dan persyaratan teknis telah disiapkan secara lengkap dan konsisten.

9. Apakah registrasi obat tradisional bisa ditolak?

Bisa, apabila produk atau dokumen tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan atau terdapat ketidaksesuaian saat evaluasi.

10. Apakah bisa menggunakan jasa registrasi obat tradisional?

Bisa. Jasa profesional dapat membantu pengecekan dokumen, persiapan registrasi, pengajuan, serta pendampingan proses evaluasi BPOM.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

Jasa Izin Obat Tradisional agar Pengajuan Tidak Ditolak Karena Dokumen

Jasa Izin Obat Tradisional agar Pengajuan Tidak Ditolak Karena Dokumen – Pasar obat tradisional dan produk herbal di Indonesia mengalami lonjakan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Kesadaran masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature) membuat bisnis jamu modern, suplemen kesehatan, dan kosmetik herbal menjadi ladang bisnis yang sangat menggiurkan. Namun, di balik potensi keuntungan yang besar, banyak pelaku usaha yang harus gigit jari di awal perjuangan mereka. Produk yang sudah siap edar terpaksa tertahan di gudang hanya karena tersandung masalah administrasi saat mengajukan izin edar ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa proses audit dokumen legalitas sering kali menjadi momok yang menakutkan bagi para produsen herbal. Berbulan-bulan waktu terbuang, biaya operasional terus membengkak, hingga hilangnya momentum pasar akibat pengajuan yang berulang kali dikembalikan oleh verifikator. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mayoritas kegagalan bukan disebabkan oleh formula produk yang buruk, melainkan ketidakpahaman regulasi dan ketidaktelitian dalam menyusun berkas administrasi.

Bagi Anda yang sedang atau ingin merintis usaha ini, memahami celah-celah kritis dalam pemberkasan adalah kunci utama agar terhindar dari kerugian materi dan waktu. Memanfaatkan Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional dapat menjadi langkah strategis yang efisien. Dengan pendampingan dari tenaga ahli, Anda tidak perlu lagi meraba-raba regulasi yang rumit, sehingga fokus Anda bisa sepenuhnya dialihkan pada strategi pemasaran dan peningkatan kualitas produksi.

Mengapa Kelengkapan Dokumen Menjadi Batu Sandungan Utama bagi Produsen Herbal?

Proses registrasi obat tradisional di BPOM dikenal memiliki standar yang sangat ketat dan tanpa kompromi. Lembaga pengawas ini bertanggung jawab penuh atas keamanan konsumen, sehingga setiap baris informasi dalam dokumen akan diperiksa secara mendetail. Banyak pelaku usaha pemula yang menganggap remeh tahapan pengisian formulir dan penyertaan dokumen pendukung. Akibatnya, ketidaksesuaian kecil seperti perbedaan nama bahan atau format uji laboratorium langsung membuat status pengajuan berubah menjadi “Ditolak” atau “Perlu Perbaikan”.

Masalah administratif ini biasanya bersumber dari kurangnya pembaruan informasi mengenai regulasi terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah. BPOM secara berkala memperbarui standar keamanan pangan dan obat, termasuk daftar bahan alam yang dilarang atau dibatasi penggunaannya. Tanpa adanya pemantauan yang intensif, dokumen yang Anda susun berdasarkan acuan tahun-tahun lalu bisa jadi sudah tidak valid lagi saat ini.

Berikut adalah beberapa berkas krusial yang paling sering memicu penolakan dari verifikator BPOM:

  • Formula dan Proses Produksi: Penjelasan tahapan pembuatan yang tidak runtut atau tidak sesuai standar higiene.
  • Sertifikat Analisa Baku Mutu: Hasil uji laboratorium yang tidak berasal dari lembaga terakreditasi atau parameter uji yang tidak lengkap.
  • Rancangan Kemasan (Label): Klaim khasiat yang berlebihan (overclaim) dan tidak sesuai dengan literatur ilmiah yang diakui.
  • Dokumen Legalitas Badan Usaha: Ketidaksesuaian data antara akta pendirian, NIB, dengan dokumen fisik lokasi pabrik.

Melihat rumitnya pemenuhan berkas tersebut, PERMATAMAS hadir sebagai mitra strategis yang siap mengurai benang kusut administrasi Anda. Melalui layanan profesional kami, setiap dokumen akan diperiksa secara berlapis oleh tim ahli sebelum dikirimkan ke sistem BPOM. PERMATAMAS memastikan seluruh aspek formalitas hukum dan substansi teknis produk Anda telah memenuhi regulasi terbaru, sehingga memperkecil risiko penolakan secara signifikan dan menghemat waktu berharga Anda.

Mengenal Regulasi CPOTB dan Hubungannya dengan Kelayakan Berkas Pengajuan

Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) adalah sertifikasi mutlak yang harus dimiliki oleh setiap industri obat tradisional. Sebelum Anda melangkah ke tahap pengajuan izin edar produk, pemenuhan aspek CPOTB atau CPOTB Bertahap untuk skala UKM wajib diselesaikan terlebih dahulu. Banyak produsen yang langsung mengajukan produk tanpa membenahi fasilitas produksi mereka, yang secara otomatis membuat dokumen pendaftaran langsung gugur di tahap awal penilaian karena fondasi utamanya belum legal.

CPOTB tidak hanya mengatur tentang kebersihan ruang produksi, tetapi juga mencakup dokumentasi sistem mutu yang sangat kompleks. Mulai dari catatan sanitasi, kalibrasi alat, hingga rekam jejak pelatihan personel harus terdokumentasi dengan rapi dan valid. Ketika verifikator BPOM melihat adanya ketidaksesuaian antara kapasitas ruang produksi yang dilaporkan dengan target volume produk di dalam dokumen registrasi, mereka tidak akan ragu untuk menolak pengajuan tersebut.

Implementasi CPOTB yang sering kali menjadi kendala administratif meliputi poin-poin berikut:

  1. Tata Letak Fasilitas: Alur ruang produksi yang tidak mencegah terjadinya kontaminasi silang antar bahan baku.
  2. Sistem Tata Udara (AHU): Ketiadaan dokumentasi pemeliharaan suhu dan kelembapan ruang penyimpanan herbal.
  3. Kualifikasi Pemasok: Dokumen pelacakan asal-usul bahan baku kering (simplisia) yang tidak konsisten dan tidak bersertifikat.
  4. Validasi Metode Analisis: Absennya bukti tertulis bahwa metode pengujian internal perusahaan benar-benar akurat.

Untuk menjembatani kesulitan ini, PERMATAMAS menyediakan layanan pendampingan menyeluruh yang mencakup audit kesiapan CPOTB. Tim PERMATAMAS akan datang langsung ke fasilitas Anda, memberikan rekomendasi perbaikan tata letak, hingga menyusun dokumen mutu yang sesuai standar operasional baku. Dengan dukungan penuh dari PERMATAMAS, pemenuhan standar CPOTB yang rumit akan terasa jauh lebih mudah, membuka jalan lapang bagi produk herbal Anda untuk mendapatkan lampu hijau dari BPOM.

Bahaya Klaim Berlebihan (Overclaim) pada Kemasan yang Sering Memicu Penolakan

Salah satu kesalahan paling umum dan fatal dalam penyusunan dokumen rancangan label adalah overclaim. Produsen sering kali terlalu bersemangat mempromosikan produknya dengan mencantumkan kata-kata seperti “Menyembuhkan Kanker”, “Menghilangkan Diabetes dalam 3 Hari”, atau klaim-klaim medis berat lainnya. BPOM membatasi dengan sangat ketat bahwa obat tradisional hanya berfungsi untuk memelihara kesehatan, meredakan gejala, atau membantu memperbaiki fungsi tubuh, bukan menyembuhkan penyakit kronis secara instan.

Ketika rancangan kemasan Anda memuat klaim yang tidak didukung oleh data ilmiah atau monografi obat tradisional yang diakui, verifikator akan langsung memberikan status penolakan. Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan mencoret teks pada komputer, melainkan harus merevisi seluruh dokumen desain, pernyataan khasiat, hingga bukti literatur pendukung yang harus diajukan ulang dari awal.

Regulasi ketat BPOM mengenai pelabelan obat tradisional wajib memperhatikan aturan-aturan dasar ini:

  • Larangan Kata Medis: Tidak boleh menggunakan istilah kedokteran yang memberikan harapan palsu kesembuhan penyakit berat.
  • Kesesuaian Khasiat: Klaim kegunaan harus linier dengan zat aktif atau simplisia utama yang terkandung di dalam formula.
  • Peringatan Khusus: Wajib mencantumkan kontraindikasi yang jelas, misalnya “Tidak boleh digunakan untuk wanita hamil”.
  • Informasi Wajib: Label harus memuat komposisi nettonya, nomor bets produksi, tanggal kedaluwarsa, dan identitas produsen secara transparan.

Jika Anda merasa bingung menentukan kalimat promosi yang aman namun tetap memikat, PERMATAMAS siap memberikan solusi copywriting kemasan yang legal. Ahli regulasi dari PERMATAMAS akan menelaah setiap kata pada rancangan kemasan Anda agar tetap persuasif tanpa melanggar batasan regulasi BPOM. Bersama PERMATAMAS, desain kemasan produk Anda tidak hanya tampil estetis dan menjual, tetapi juga dipastikan lolos sensor ketat pemeriksaan BPOM tanpa catatan perbaikan.

Jasa Izin Obat Tradisional agar Pengajuan Tidak Ditolak Karena Dokumen
Jasa Izin Obat Tradisional agar Pengajuan Tidak Ditolak Karena Dokumen

Pentingnya Mempersiapkan Legalitas Badan Usaha Sebelum Mengurus Izin Produk

Sebelum melangkah ke ranah sertifikasi produk herbal, pondasi hukum dari usaha yang Anda jalankan harus benar-benar kokoh. BPOM tidak dapat mengeluarkan nomor izin edar kepada perorangan tanpa payung hukum usaha yang jelas. Oleh karena itu, langkah awal yang wajib ditempuh adalah mendirikan badan usaha, baik berupa CV maupun PT, yang disesuaikan dengan skala industri yang ingin Anda bangun, apakah itu IEBA (Industri Ekstrak Bahan Alam) atau UKOT/UMOT (Usaha Kecil/Mikro Obat Tradisional).

Dalam prosesnya, sinkronisasi data antar dokumen legalitas menjadi hal yang sangat krusial. Misalnya, kode KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) pada Nomor Induk Berusaha (NIB) Anda harus secara spesifik menunjuk pada industri pembuatan obat tradisional. Jika terjadi ketidakcocokan data minor saja antara dokumen pendirian usaha dengan dokumen permohonan di BPOM, sistem otomatis akan mengunci akun perusahaan Anda. Jika Anda belum memiliki badan usaha, sangat disarankan untuk menggunakan Jasa Izin Pendirian PT/CV yang terpercaya terlebih dahulu.

Legalitas hukum yang harus diselaraskan secara administratif sebelum pendaftaran BPOM meliputi:

  1. Akta Pendirian Perusahaan: Harus mencantumkan bidang usaha obat tradisional atau farmasi secara eksplisit.
  2. KBLI yang Tepat: Penggunaan kode KBLI yang sesuai dengan skala usaha herbal yang dijalankan (misal: KBLI Industri Jamu).
  3. Kesesuaian Alamat: Alamat di NIB, NPWP, dan lokasi fisik pabrik wajib sama persis guna menghindari kegagalan audit lapangan.
  4. Izin Lingkungan: Dokumen SPPL, UKL-UPL, atau AMDAL sesuai dengan skala limbah yang dihasilkan oleh aktivitas produksi.

Memahami kompleksitas birokrasi yang berlapis ini, PERMATAMAS hadir terdepan untuk menyelesaikan urusan legalitas korporasi Anda. Layanan integrasi dari PERMATAMAS memastikan bahwa dari pembuatan akta, pengurusan NIB, hingga pendaftaran akun BPOM, semuanya berjalan sinkron tanpa ada cacat data satu pun. Dengan menyerahkan urusan hukum korporat kepada PERMATAMAS, Anda bisa menghemat energi untuk fokus pada formulasi herbal terbaik bagi konsumen Anda.

Mengatasi Kendala Uji Laboratorium dan Spesifikasi Bahan Baku yang Tidak Valid

Setiap produk yang didaftarkan pada Jasa Izin BPOM Obat Tradisional wajib melampirkan hasil uji laboratorium yang komprehensif. Uji ini mencakup parameter otentisitas bahan, uji stabilitas produk, uji angka kapang khamir, hingga batas maksimum kandungan logam berat dan cemaran mikroba. Banyak pengajuan dari produsen herbal yang kandas di tengah jalan hanya karena hasil uji laboratorium yang mereka lampirkan diterbitkan oleh lembaga yang belum terakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional).

Selain legalitas laboratorium penguji, kesalahan input data spesifikasi bahan baku juga menjadi penyebab utama penolakan dokumen. Penggunaan nama latin tumbuhan yang salah ketik atau tidak sesuai dengan Farmakope Herbal Indonesia akan membuat verifikator meragukan keamanan produk. Ketidaktelitian ini berakibat pada keharusan melakukan uji ulang yang memakan waktu berminggu-minggu serta biaya yang tidak sedikit.

Perhatikan detail parameter pengujian berkas yang wajib dipenuhi secara mutlak berikut ini:

  • Uji Logam Berat: Memastikan kadar timbal, kadmium, dan merkuri berada di bawah ambang batas berbahaya bagi tubuh manusia.
  • Uji Cemaran Mikroba: Pembuktian bebas dari bakteri patogen seperti Salmonella dan Escherichia coli.
  • Uji BKO (Bahan Kimia Obat): Jaminan mutlak bahwa jamu atau produk herbal Anda murni alami tanpa campuran obat kimia seperti parasetamol atau sildenafil.
  • Stabilitas Produk: Data autentik yang menunjukkan masa kedaluwarsa produk dalam berbagai kondisi suhu penyimpanan.

Untuk menghindari jebakan uji laboratorium yang salah sasaran, PERMATAMAS menyediakan jaringan kemitraan dengan laboratorium terakreditasi nasional. Tim PERMATAMAS akan memandu Anda dalam menyiapkan sampel, menentukan parameter uji yang tepat sesuai jenis sediaan (kapsul, cairan, atau param), hingga menyusun laporan hasil uji tersebut ke dalam format yang disukai oleh verifikator BPOM. Bersama PERMATAMAS, keakuratan data ilmiah produk Anda dijamin valid dan tak terbantahkan.

Sinergi Perlindungan Merek dan Hak Cipta Sebelum Produk Herbal Resmi Diluncurkan

Mendapatkan izin edar dari BPOM tentu menjadi pencapaian besar, namun kesuksesan tersebut akan sia-sia jika merek produk herbal yang Anda besarkan ternyata sudah dimiliki atau ditiru oleh pihak lain. Sangat sering terjadi kasus di mana sebuah brand herbal yang sedang naik daun terpaksa mengganti namanya dan menarik seluruh produk dari pasaran karena kalah dalam sengketa merek dagang. Oleh sebab itu, sebelum mendaftarkan formula ke BPOM, mengamankan identitas visual dan kekayaan intelektual lewat Jasa Daftar Hak Cipta adalah langkah preventif yang wajib diambil.

BPOM sendiri mengisyaratkan bahwa nama produk yang diajukan tidak boleh memiliki kesamaan bunyi atau ejaan dengan merek yang sudah terdaftar dalam kategori kelas barang yang sama di DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual). Jika verifikator menemukan adanya potensi pelanggaran merek, proses registrasi obat tradisional Anda akan langsung dihentikan demi hukum. Hal ini mempertegas bahwa legalitas produk dan legalitas perlindungan merek adalah dua hal yang tidak boleh dipisahkan.

Langkah strategis perlindungan kekayaan intelektual untuk produk obat tradisional mencakup:

  1. Pendaftaran Merek Dagang: Mengunci nama brand jamu atau herbal Anda di kelas barang yang sesuai (umumnya kelas 5).
  2. Pencatatan Hak Cipta Logo: Melindungi desain kemasan dan logo unik Anda dari tindakan peniruan oleh kompetitor ilegal.
  3. Paten Formulasi: Jika produk Anda memiliki kombinasi herbal unik hasil riset mendalam yang menghasilkan efek terapi baru.
  4. Rahasia Dagang: Manajemen internal untuk mengunci formula asli agar tidak bocor ke pihak luar atau mantan karyawan.

Menyadari pentingnya proteksi menyeluruh ini, PERMATAMAS memberikan layanan satu pintu yang mengombinasikan pengurusan izin BPOM dan perlindungan HAKI. PERMATAMAS akan melakukan pengecekan mendalam terhadap database merek nasional sebelum nama produk Anda diajukan ke BPOM, memastikan tidak ada benturan hukum di masa depan. Perlindungan preventif dari PERMATAMAS memberikan ketenangan pikiran bagi Anda untuk berinvestasi besar dalam promosi brand tanpa takut digugat di kemudian hari.

Memilih Konsultan Legalitas yang Tepat untuk Mempercepat Efisiensi Bisnis Anda

Bagi pemilik bisnis, waktu adalah aset yang paling berharga. Menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk mempelajari regulasi administrasi BPOM yang terus dinamis sering kali bukanlah pilihan yang bijak dan ekonomis. Di sinilah peran jasa urus izin bpom herbal yang profesional menjadi sangat krusial. Memilih konsultan yang tepat bukan sekadar mencari siapa yang menawarkan harga termurah, melainkan siapa yang memiliki rekam jejak keberhasilan tinggi dan transparansi kerja yang jelas.

Banyak penyedia jasa amatir yang menjanjikan kelulusan instan dengan cara-cara pintas yang melanggar hukum. Tindakan tidak bertanggung jawab ini justru berisiko tinggi membuat perusahaan Anda masuk ke dalam daftar hitam (blacklist) BPOM. Konsultan yang andal akan mendidik Anda, mengoreksi dokumen yang keliru secara profesional, dan memberikan solusi jangka panjang agar sistem dokumentasi perusahaan Anda tetap mandiri dan berkelanjutan. Jika bisnis Anda juga memproduksi sektor lain, pastikan konsultan Anda berpengalaman dalam mengurus sektor terkait seperti Jasa Izin Alat Kesehatan ataupun Jasa Izin BPOM Makanan.

Berikut adalah ciri-ciri utama konsultan izin BPOM profesional yang layak Anda ajak bekerja sama:

  • Transparansi Proses: Menyediakan sistem pelacakan dokumen (tracking) yang jelas sehingga Anda tahu persis posisi berkas Anda berada.
  • Tim Ahli Bersertifikat: Memiliki apoteker atau ahli farmasi internal yang paham betul dengan anatomi dokumen sains herbal.
  • Reputasi dan Portofolio: Memiliki rekam jejak sukses meloloskan berbagai macam produk obat tradisional dari skala UMKM hingga korporasi besar.
  • Layanan Komprehensif: Mampu menangani masalah dari hulu ke hilir, mulai dari perizinan bangunan pabrik hingga revisi desain kemasan akhir.

Sebagai pionir konsultan legalitas terpadu di Indonesia, PERMATAMAS berkomitmen penuh memberikan pelayanan prima berdasarkan prinsip kepatuhan hukum dan kepuasan klien. PERMATAMAS tidak hanya sekadar membantu mengunggah dokumen Anda ke portal sistem BPOM, melainkan bertindak sebagai penasihat hukum dan teknis yang menjaga kualitas dokumen Anda tetap sempurna sejak awal proses. Dengan integritas tinggi, ketepatan waktu, dan biaya yang kompetitif, PERMATAMAS adalah jawaban terbaik atas kebutuhan efisiensi pertumbuhan bisnis obat tradisional Anda di era modern ini.

Jangan Biarkan Impian Bisnis Anda Kandas Hanya Karena Masalah Kertas

Mengurus Jasa Izin BPOM Obat Tradisional memang memerlukan ketelitian ekstra, dedikasi waktu, dan pemahaman regulasi mendalam yang tidak bisa dipelajari dalam semalam. Namun, ketika produk herbal Anda berhasil mendapatkan nomor registrasi resmi dari BPOM, pintu gerbang kesuksesan bisnis yang luas, mulai dari distribusi ke apotek jaringan nasional hingga peluang ekspor ke mancanegara, akan terbuka lebar untuk Anda. Legalitas bukanlah biaya yang membebani, melainkan investasi jangka panjang yang meningkatkan nilai jual dan kepercayaan konsumen terhadap brand Anda secara drastis.

Jika saat ini Anda merasa lelah menghadapi tumpukan dokumen, bingung merevisi klaim kemasan yang selalu ditolak, atau tidak memiliki waktu luang untuk bolak-balik mengurus birokrasi, Anda tidak perlu khawatir lagi berjalan sendirian. Ambil langkah bijak hari ini dengan mengonsultasikan segala kendala perizinan produk herbal Anda bersama tim ahli kami.

Hubungi konsultan regulatori PERMATAMAS sekarang juga untuk mendapatkan analisis dokumen gratis dan estimasi waktu pengurusan yang transparan. Mari bersama-sama kita bangun fondasi bisnis herbal Anda yang aman, legal, dan tepercaya demi masa depan usaha yang gemilang.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ Jasa Izin Obat Tradisional agar Pengajuan Tidak Ditolak Karena Dokumen

1. Mengapa pengajuan izin obat tradisional sering ditolak?

Penyebab yang paling umum adalah dokumen tidak lengkap, data yang tidak sesuai, kesalahan administrasi, atau persyaratan teknis yang belum terpenuhi.

2. Apa saja dokumen yang diperlukan untuk mengurus izin obat tradisional?

Dokumen yang dibutuhkan umumnya meliputi legalitas perusahaan, data produk, formula, label, spesifikasi bahan baku, hasil pengujian, dan dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan BPOM.

3. Apakah semua produk herbal wajib memiliki izin edar?

Ya, produk obat tradisional yang akan dipasarkan secara legal di Indonesia wajib memiliki izin edar sesuai peraturan yang berlaku.

4. Berapa lama proses pengurusan izin obat tradisional?

Lama proses bergantung pada kelengkapan dokumen, jenis produk, dan hasil evaluasi dari BPOM.

5. Apakah UMKM bisa mengajukan izin obat tradisional?

Bisa. Pelaku UMKM dapat mengajukan izin obat tradisional selama memenuhi persyaratan administrasi dan teknis yang ditetapkan.

6. Apa risiko menjual obat tradisional tanpa izin?

Produk dapat ditarik dari peredaran, dikenakan sanksi administratif, hingga berpotensi menimbulkan masalah hukum bagi pelaku usaha.

7. Bagaimana cara mengurangi risiko penolakan saat pengajuan izin?

Pastikan seluruh dokumen lengkap, data produk konsisten, dan seluruh persyaratan telah dipenuhi sebelum pengajuan dilakukan.

8. Apakah perubahan kemasan atau label memerlukan pengajuan ulang?

Tergantung jenis perubahan yang dilakukan. Beberapa perubahan tertentu dapat memerlukan pelaporan atau persetujuan dari BPOM.

9. Apa keuntungan menggunakan jasa pengurusan izin obat tradisional?

Pelaku usaha mendapatkan pendampingan dalam menyiapkan dokumen, memeriksa kelengkapan persyaratan, dan mengurangi risiko kesalahan saat pengajuan.

10. Mengapa memilih Permatamas Indonesia untuk pengurusan izin obat tradisional?

Permatamas Indonesia memiliki tim berpengalaman yang membantu proses perizinan secara profesional, mulai dari persiapan dokumen hingga pendampingan selama proses pengajuan.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

Cara Menghadapi Sampling dan Pengujian Laboratorium BPOM untuk Produk Beredar

Cara Menghadapi Sampling dan Pengujian Laboratorium BPOM untuk Produk Beredar – Bagi pelaku usaha di industri herbal, melihat produk sendiri berjejer rapi di rak toko atau marketplace adalah sebuah pencapaian besar. Namun, bayang-bayang kecemasan sering kali muncul ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan post-market vigilance atau sampling produk secara mendadak di peredaran. Skenario terburuknya: produk Anda diambil sampelnya, diuji di laboratorium, dan dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Bagi sebagian besar produsen, kabar bahwa produk mereka gagal uji laboratorium adalah mimpi buruk yang nyata. Dampaknya tidak main-main, mulai dari perintah penarikan produk massal (recall), denda finansial yang mencekik, hingga rusaknya reputasi merek yang telah dibangun bertahun-tahun dengan modal besar. Rasa panik kerap membuat pelaku usaha mengambil langkah keliru yang justru memperkeruh situasi di mata hukum.

Ternyata, banyak produsen yang melakukan kesalahan fatal sejak awal proses produksi dan distribusi karena ketidaktahuan regulasi. Mereka menganggap bahwa setelah mengantongi izin edar, tugas mereka telah selesai dan produk pasti aman selamanya di pasaran. Padahal, konsistensi mutu diuji justru saat produk sudah berada di tangan konsumen, di mana tantangan stabilitas formula dan rantai pasok yang sebenarnya dimulai.

Mengapa BPOM Rutin Melakukan Sampling Produk Herbal di Pasaran?

Langkah pengawasan rutin yang dilakukan oleh pihak berwenang di lapangan bukanlah bentuk investigasi untuk mencari-cari kesalahan pelaku usaha secara sengaja. BPOM memiliki mandat konstitusional untuk melindungi masyarakat dari peredaran obat tradisional dan suplemen kesehatan yang berisiko tinggi bagi kesehatan. Sampling acak ini merupakan bentuk pembuktian apakah komitmen mutu saat pendaftaran produk masih konsisten diterapkan.

Ketegasan regulasi ini didorong oleh maraknya kasus pemalsuan dan kontaminasi laten di industri jamu lokal dalam beberapa tahun terakhir. BPOM ingin memastikan tidak ada perubahan formula rahasia secara ilegal yang dilakukan produsen demi mengejar keuntungan instan sepihak. Tanpa adanya pengawasan ketat pasca-pasar, ruang bagi oknum nakal untuk mengedarkan produk berbahaya akan semakin terbuka lebar.

Setidaknya ada lima alasan utama mengapa pengawasan ketat ini menjadi agenda wajib berkala bagi otoritas kesehatan kita:

  • Perlindungan Konsumen: Memastikan masyarakat mendapatkan khasiat nyata tanpa risiko efek samping zat kimia berbahaya terlarang.
  • Verifikasi Konsistensi Mutu: Menguji apakah kualitas produk di pasar sama persis dengan sampel awal saat pendaftaran izin.
  • Deteksi Bahan Kimia Obat (BKO): Menjaring produk nakal yang sengaja dicampur zat kimia medis seperti parasetamol atau sildenafil.
  • Pemantauan Kerusakan Distribusi: Melihat dampak paparan suhu dan kelembapan logistik terhadap stabilitas fisik jamu.
  • Menjaga Iklim Industri Sehat: Melindungi produsen jujur dari gempuran kompetitor curang yang memotong standar keamanan demi harga murah.

PERMATAMAS memahami bahwa proses pengawasan lapangan ini sering kali menjadi momen yang menegangkan bagi para pemilik merek herbal lokal. Sebagai konsultan legalitas yang berpengalaman, kami selalu mengedukasi mitra kami bahwa langkah terbaik menghadapi sampling adalah dengan membangun sistem manajemen mutu yang telusur sejak awal. Melalui layanan Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional yang kami kelola, kami membantu menyelaraskan standar produksi Anda agar selalu siap menghadapi audit mendadak kapan pun.

Memahami Prosedur Resmi Petugas Saat Mengambil Sampel Produk

Ketika petugas dari Balai Besar POM datang ke sarana distribusi untuk mengambil sampel, proses tersebut harus mengikuti protokol hukum yang ketat dan transparan. Produsen atau pemilik sarana memiliki hak untuk meminta kejelasan identitas dan surat tugas resmi dari para petugas yang datang berkunjung. Mengetahui prosedur standar ini sangat penting agar Anda tidak menjadi korban dari oknum tidak bertanggung jawab yang mengaku petugas.

Setiap pengambilan sampel wajib disertai dengan Berita Acara Sampling (BAS) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak sebagai bukti legalitas proses. Jumlah sampel yang diambil pun harus mencukupi kebutuhan pengujian laboratorium utama dan menyisakan cadangan sebagai sampel penguji pembanding jika terjadi sengketa hasil. Pemilik usaha berhak mendokumentasikan seluruh proses pengambilan sampel tersebut demi transparansi data internal perusahaan ke depan.

Apabila sarana distribusi Anda atau mitra ritel Anda terpilih sebagai lokasi sampling resmi, perhatikan poin-poin prosedural krusial berikut ini:

  • Pemeriksaan Surat Tugas: Selalu validasi keaslian surat perintah resmi dari kepala balai atau kedeputian BPOM terkait sebelum memberikan akses.
  • Penyusunan Dokumen BAS: Pastikan keaslian nomor bets, tanggal kedaluwarsa, dan jumlah fisik produk tertulis akurat di berita acara.
  • Pengamanan Sampel Pembanding: Simpan produk dari nomor bets yang sama di gudang Anda sebagai bukti pembanding mandiri jika diperlukan.
  • Kondisi Pengemasan Sampel: Pastikan petugas mengemas sampel dengan segel khusus agar tidak terjadi kontaminasi eksternal selama perjalanan.
  • Pencatatan Kondisi Lingkungan: Dokumentasikan suhu ruangan toko saat sampling untuk menganalisis potensi kerusakan akibat faktor eksternal di luar produksi.

PERMATAMAS selalu menekankan pentingnya pemahaman aspek formal ini kepada seluruh klien kami agar mereka tidak panik saat menghadapi petugas lapangan. Melalui pendampingan menyeluruh dari tim ahli kami, para pelaku usaha dibekali pengetahuan hukum praktis mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai produsen resmi. Menggunakan Jasa Izin BPOM Obat Tradisional dari kami bukan hanya sekadar mendapatkan lembar sertifikat, melainkan membangun mentalitas bisnis yang patuh hukum dan bernilai tinggi.

Parameter Kritis Pengujian Laboratorium untuk Obat Tradisional

Banyak pelaku usaha herbal pemula mengira bahwa pengujian laboratorium hanya berfokus pada efikasi atau khasiat utama dari tanaman obat yang mereka gunakan. Padahal, fokus utama laboratorium penguji komparatif BPOM adalah aspek keamanan hayati dan kimiawi produk yang langsung berdampak pada organ tubuh manusia. Standar baku mutu yang diterapkan merujuk langsung pada ketentuan ketat dalam Farmakope Herbal Indonesia terbaru.

Uji laboratorium ini dilakukan secara bertahap dan menyeluruh menggunakan peralatan teknologi analisis canggih seperti KLT, HPLC, atau Spektrofotometri untuk hasil presisi. Jika ditemukan ketidaksesuaian sekecil apa pun pada parameter kritis, produk akan langsung dikategorikan sebagai produk cacat mutu yang berbahaya. Oleh karena itu, kontrol kualitas berkala secara mandiri sebelum produk dipasarkan berskala besar adalah investasi wajib bagi produsen.

Secara umum, laboratorium penguji akan menitikberatkan perhatian penuh mereka pada lima parameter pengujian kritis berikut ini:

  • Identifikasi Bahan Kimia Obat (BKO): Memastikan produk bebas total dari campuran zat kimia sintetis seperti steroid, analgesik, atau stimulan.
  • Cemaran Mikroba Berbahaya: Menguji batas aman keberadaan bakteri patogen seperti Salmonella, E. coli, serta kapang dan khamir.
  • Kadar Logam Berat Beracun: Memastikan residu zat berbahaya seperti timbal, kadmium, dan arsenik berada di bawah ambang batas legal.
  • Kadar Air Jamu: Menjaga kadar air produk tetap rendah guna mencegah pertumbuhan jamur pembusuk selama masa simpan produk.
  • Kesesuaian Label Klaim: Menguji apakah kandungan zat aktif utama di dalam kemasan sesuai dengan klaim khasiat pada label.

PERMATAMAS hadir sebagai mitra strategis untuk membantu Anda memitigasi risiko kegagalan uji laboratorium yang kompleks ini sejak fase formulasi awal. Jika Anda baru memulai usaha, langkah awal yang bijak adalah memastikan badan usaha Anda legal dengan layanan Pendirian PT/CV bersama tim profesional kami. Dengan fondasi hukum perusahaan yang kokoh dan dukungan jasa urus izin bpom herbal, produk Anda akan memiliki jaminan mutu yang jauh lebih tangguh menghadapi ketatnya uji laboratorium.

Cara Menghadapi Sampling dan Pengujian Laboratorium BPOM untuk Produk Beredar
Cara Menghadapi Sampling dan Pengujian Laboratorium BPOM untuk Produk Beredar

Langkah Mitigasi Jika Produk Anda Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat

Menerima surat peringatan resmi yang menyatakan produk Anda Tidak Memenuhi Syarat (TMS) tentu menimbulkan guncangan besar bagi manajemen perusahaan. Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah tetap tenang dan tidak mencoba menyembunyikan atau memusnahkan bukti fisik produk secara sepihak tanpa instruksi. Sikap kooperatif dan respons cepat terhadap surat BPOM akan memberikan impresi positif bahwa perusahaan Anda bertanggung jawab.

Perusahaan harus segera melakukan investigasi internal menyeluruh untuk melacak di mana letak kesalahan utama yang menyebabkan kegagalan uji laboratorium tersebut. Apakah kesalahan terjadi pada kontaminasi bahan baku, kelalaian sanitasi pekerja, kerusakan mesin, atau kesalahan suhu penyimpanan di gudang distributor luar? Semua data logistik dari hulu ke hilir harus dibuka secara transparan untuk menemukan akar masalah fundamental.

Gunakan panduan mitigasi taktis berikut untuk merespons hasil uji laboratorium TMS secara profesional dan meminimalkan kerugian bisnis:

  • Hentikan Distribusi Bets Terkait: Tarik dan kunci seluruh stok produk dengan nomor bets bermasalah dari jaringan pasar secepatnya.
  • Ajukan Uji Banding Resmi: Jika Anda yakin produksi aman, ajukan permohonan uji ulang menggunakan sampel cadangan yang tersegel resmi.
  • Lakukan Audit Higiene Total: Periksa ulang seluruh alur sanitasi ruang produksi, kualitas air bersih, dan sirkulasi udara pabrik Anda.
  • Evaluasi Vendor Bahan Baku: Periksa kembali sertifikat analisis (Certificate of Analysis) dari pemasok simplisia tanaman obat Anda.
  • Susun Dokumen CAPA Resmi: Buat draf rencana tindakan korektif dan pencegahan (Corrective Action Preventive Action) untuk diserahkan ke BPOM.

PERMATAMAS siap mendampingi perusahaan Anda melewati masa-masa krisis regulasi ini melalui mediasi teknis dan penyusunan dokumen perbaikan kualitas yang sesuai standar. Selain menjaga keamanan formula, jangan lupa untuk memagari keunikan identitas merek dan formulasi Anda melalui program Daftar Hak Cipta agar aset intelektual bisnis terlindungi seutuhnya. Kami mengombinasikan keahlian legalitas dan teknis pengurusan izin agar bisnis herbal Anda dapat bangkit kembali dengan sistem yang jauh lebih kuat dan tahan uji.

Pentingnya Penerapan CPOTB Secara Konsisten di Ruang Produksi

Satu-satunya benteng pertahanan terbaik agar produk herbal selalu lolos dari sampling BPOM adalah penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Sertifikasi CPOTB atau yang kini disederhanakan dalam bentuk tahapan bertahap bukan sekadar dokumen formalitas di atas kertas demi izin usaha. Sistem ini mengatur standarisasi ketat seluruh aspek produksi, mulai dari desain bangunan, kualifikasi personel, hingga sistem dokumentasi terpadu.

Banyak produsen berskala UMKM mengabaikan konsistensi CPOTB ini setelah berhasil mendapatkan nomor izin edar karena merasa pengawasan harian terlalu merepotkan. Padahal, deviasi sekecil apa pun di ruang produksi dapat mengubah profil keamanan produk herbal secara drastis dalam satu siklus bets. Konsistensi penerapan sistem mutu ini adalah investasi jangka panjang yang akan menghemat miliaran rupiah biaya penarikan produk di masa depan.

Penerapan CPOTB yang ideal di dalam fasilitas produksi obat tradisional setidaknya mencakup lima pilar utama berikut ini:

  • Sistem Tata Udara (AHU): Mengatur kelembapan dan menyaring partikel udara ruang produksi guna mencegah kontaminasi silang antarproduk.
  • Sanitasi dan Higiene Ketat: Kewajiban penggunaan baju pelindung, masker, dan sterilisasi tangan bagi seluruh operator produksi yang bertugas.
  • Validasi Metode Pembersihan: Memastikan seluruh peralatan mesin ekstraksi dicuci bersih tanpa meninggalkan sisa residu pembersih kimia.
  • Dokumentasi Bets yang Akurat: Mencatat setiap detail bahan yang ditimbang dan proses kerja secara real-time untuk kemudahan penelusuran.
  • Kualifikasi Pemasok Bahan: Menggunakan bahan baku yang konsisten kualitasnya dan berasal dari perkebunan herbal yang terstandardisasi.

PERMATAMAS berkomitmen membantu para pelaku usaha herbal meningkatkan skala industri mereka dari dapur rumah tangga menuju fasilitas standar CPOTB yang diakui negara. Jika lini bisnis Anda merambah ke sektor kesehatan lain yang berdekatan, kami juga menyediakan layanan pengurusan Izin Alat Kesehatan untuk memperluas portofolio bisnis Anda secara legal. Melalui jaringan ahli kami, pengurusan Jasa Pengurusan Izin BPOM Obat Tradisional akan berjalan linier dengan pembenahan fasilitas produksi Anda.

Manajemen Rantai Pasok: Menjaga Mutu Produk dari Pabrik hingga Rak Toko

Sering kali, produk herbal keluar dari ruang produksi pabrik dalam kondisi yang sangat sempurna dan lolos uji kualitas internal perusahaan. Namun, ketika produk tersebut sampai di pasar dan diambil sampelnya oleh petugas BPOM, hasilnya justru dinyatakan rusak atau tidak memenuhi syarat mutu. Masalah klasik ini biasanya bersumber dari manajemen rantai pasok (supply chain) yang buruk selama proses distribusi logistik.

Produk herbal, terutama yang berbentuk cairan atau kapsul gel, sangat sensitif terhadap perubahan suhu ekstrim, kelembapan tinggi, dan paparan sinar matahari langsung. Jika pihak ekspedisi atau pemilik toko ritel menyimpan produk Anda di gudang yang pengap atau dekat bahan kimia lain, penurunan mutu produk tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, edukasi distributor dan pemilihan mitra logistik yang andal adalah bagian vital dari tanggung jawab produsen.

Untuk menjaga integritas kualitas produk herbal Anda di sepanjang jalur distribusi, terapkan sistem manajemen rantai pasok berikut:

  • Gunakan Kemasan Sekunder Protektif: Lapisi produk dengan karton tebal berkualitas tinggi yang mampu menahan benturan fisik dan kelembapan luar.
  • Terapkan Standar CDOB: Pastikan distributor Anda menerapkan Cara Distribusi Obat yang Baik, terutama dalam pengaturan suhu gudang transit.
  • Lakukan Studi Stabilitas Produk: Uji ketahanan formula produk Anda pada berbagai kondisi suhu ekstrem sebelum memutuskan rilis ke pasar luas.
  • Edukasi Ritel Mengenai Display: Berikan panduan tertulis kepada pemilik toko agar tidak memajang jamu di tempat yang terpapar matahari langsung.
  • Sistem Penarikan Produk Terencana: Siapkan sistem penarikan produk yang cepat jika terdeteksi adanya kerusakan bets di wilayah distribusi tertentu.

PERMATAMAS tidak hanya fokus pada penyelesaian dokumen legalitas di atas meja kerja, melainkan peduli pada keberlangsungan bisnis riil Anda di lapangan. Bagi Anda yang juga bergerak di sektor kuliner fungsional, kami menyediakan layanan terintegrasi untuk pengurusan Izin BPOM Makanan guna memastikan seluruh varian produk Anda aman beredar. Dengan menggunakan Jasa Izin BPOM Obat Tradisional dari kami, Anda mendapatkan wawasan strategis tentang bagaimana menjaga kualitas produk tetap stabil di pasar.

Bermitra dengan Konsultan Profesional untuk Jaminan Kelangsungan Bisnis Anda

Menghadapi labirin regulasi BPOM dan risiko sampling pasar memang memerlukan perhatian khusus, energi besar, dan pemahaman teknis hukum yang mendalam. Bagi para pemilik bisnis yang ingin fokus pada inovasi produk dan strategi pemasaran, mengurus seluruh detail legalitas ini secara mandiri tentu sangat menyita waktu. Di sinilah pentingnya menggandeng mitra konsultan legalitas profesional yang memiliki rekam jejak teruji di industri regulasi obat tradisional.

Konsultan yang berpengalaman akan bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan visi bisnis Anda dengan standar ketat yang diinginkan oleh regulator. Mereka membantu mengevaluasi formula, memeriksa kesesuaian desain label kemasan agar tidak melanggar aturan klaim khasiat, hingga mengawal proses audit fasilitas. Bermitra dengan ahli adalah langkah cerdas untuk menghemat biaya operasional akibat kesalahan prosedur pendaftaran yang berulang.

Memilih konsultan yang tepat untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang Anda harus didasarkan pada kriteria profesional berikut:

  • Rekam Jejak Keberhasilan Jelas: Memiliki portofolio klien yang berhasil mengantongi izin edar resmi tanpa kendala hukum di kemudian hari.
  • Tim Ahli Latar Belakang Farmasi: Didukung oleh tenaga ahli yang memahami ilmu formulasi herbal dan regulasi teknis pengujian laboratorium.
  • Transparansi Biaya dan Waktu: Memberikan estimasi biaya yang jujur sejak awal tanpa ada biaya siluman tersembunyi di tengah proses.
  • Layanan Pendampingan Pasca-Izin: Menawarkan solusi mitigasi dan konsultasi berkelanjutan jika produk Anda menghadapi kendala di pasaran.
  • Jaringan Koneksi Luas: Memiliki pemahaman mendalam tentang tata cara birokrasi di berbagai tingkatan balai pengawasan obat dan makanan.

PERMATAMAS siap menjadi benteng legalitas dan mitra pertumbuhan utama bagi industri obat tradisional dan herbal yang sedang Anda kembangkan saat ini. Melalui komitmen penuh dan profesionalisme tinggi, jasa urus izin bpom herbal yang kami tawarkan dirancang khusus untuk membebaskan Anda dari kerumitan birokrasi. Percayakan seluruh proses legalitas usaha Anda kepada kami, dan nikmati kenyamanan berbisnis dengan produk yang aman, legal, dan disukai konsumen.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
Website: www.izinherbal.com

FAQ – Cara Menghadapi Sampling dan Pengujian Laboratorium BPOM untuk Produk Beredar

1. Apa itu sampling dan pengujian laboratorium BPOM?

Sampling dan pengujian BPOM adalah proses pengambilan sampel produk yang sudah beredar di pasaran untuk diuji kualitas, keamanan, dan kesesuaiannya dengan regulasi BPOM.

2. Produk apa saja yang bisa terkena sampling BPOM?

Produk pangan, kosmetik, suplemen kesehatan, obat tradisional, hingga produk tertentu yang sudah memiliki izin edar BPOM dapat sewaktu-waktu diperiksa.

3. Apa risiko jika hasil uji laboratorium BPOM tidak sesuai?

Risikonya bisa berupa teguran, penghentian distribusi, penarikan produk, hingga pencabutan izin edar produk.

4. Mengapa perusahaan harus siap menghadapi pengujian BPOM?

Karena ketidaksiapan dokumen maupun kualitas produk dapat berdampak besar pada bisnis, reputasi brand, dan kepercayaan konsumen.

5. Apa saja yang biasanya diperiksa saat sampling BPOM?

BPOM biasanya memeriksa legalitas produk, komposisi, label, klaim produk, mutu, keamanan, serta kesesuaian dengan data registrasi.

6. Bagaimana cara meminimalkan risiko temuan BPOM?

Pastikan dokumen lengkap, formula sesuai registrasi, label sesuai aturan, dan lakukan evaluasi rutin bersama konsultan profesional seperti Permatamas.

7. Apakah Permatamas bisa membantu persiapan menghadapi sampling BPOM?

Ya, Permatamas membantu pendampingan legalitas, pengecekan dokumen, evaluasi label, hingga konsultasi kesiapan produk sebelum pemeriksaan BPOM.

8. Apa keuntungan menggunakan jasa Permatamas?

✔ Konsultasi lebih jelas
✔ Pendampingan profesional
✔ Mengurangi risiko kesalahan regulasi
✔ Membantu proses lebih cepat dan aman

9. Apakah usaha kecil juga bisa terkena sampling BPOM?

Tentu bisa. Semua produk yang sudah beredar dan memiliki izin edar BPOM dapat menjadi objek pengawasan BPOM.

10. Bagaimana cara konsultasi dengan Permatamas?

Hubungi tim Permatamas melalui WhatsApp untuk mendapatkan konsultasi dan pendampingan sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Jasa Pengurusan Izin Kosmetik
Jasa Pengurusan Izin Kosmetik

LEGALITAS PERMATAMAS INDONESIA

Akta Pendirian : Nomor 15
SK Pengesahaan : AHU-0032144-AH,01,15 Tahun 2021
NPWP : 76,011,954,5-427,000
NIB : 0610210009793
TDP : 102637007638
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia

Telp : 021-89253417
Hp/WA : 085777630555

Izin Halal @ 2024 –
with ❤ Dokter Website