Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit Sertifikasi CPOTB Tidak Lulus – Audit sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) menjadi tahap penting bagi industri dan usaha obat tradisional yang ingin memastikan proses produksinya memenuhi persyaratan mutu dan keamanan. Dalam praktiknya, kegagalan audit tidak selalu disebabkan oleh satu kesalahan besar. Banyak temuan justru muncul karena dokumen mutu tidak konsisten, penerapan SOP belum berjalan, sanitasi kurang terkendali, personel belum memahami tugasnya, atau fasilitas produksi belum sesuai dengan persyaratan.
BPOM menjelaskan bahwa audit pemenuhan persyaratan teknis CPOTB merupakan pemeriksaan langsung di industri atau usaha obat tradisional untuk mengetahui pemenuhan terhadap persyaratan teknis CPOTB. Sertifikat CPOTB menjadi bukti bahwa persyaratan teknis CPOTB telah dipenuhi untuk bentuk sediaan yang bersangkutan.
Karena itu, persiapan audit sebaiknya tidak dilakukan hanya beberapa hari sebelum auditor datang. Perusahaan perlu memastikan bahwa dokumen dan praktik di lapangan benar-benar konsisten. Artikel ini membahas 10 kesalahan yang sering menjadi sumber temuan serta cara mempersiapkannya agar proses audit CPOTB berjalan lebih baik.
Apa Itu Sertifikasi CPOTB?
CPOTB adalah standar yang diterapkan untuk memastikan proses pembuatan obat tradisional dilakukan secara konsisten dengan memperhatikan mutu produk. Sertifikat CPOTB merupakan dokumen resmi yang menunjukkan bahwa industri atau usaha obat tradisional telah memenuhi persyaratan teknis CPOTB untuk bentuk sediaan tertentu.
Dalam proses sertifikasi, perusahaan tidak cukup hanya mempunyai dokumen SOP. Auditor juga akan melihat bagaimana sistem tersebut benar-benar diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, kesesuaian antara dokumen, fasilitas, personel, proses produksi, pencatatan, dan hasil penerapannya menjadi sangat penting.
BPOM juga menjelaskan bahwa pengajuan sertifikasi CPOTB dilakukan melalui OSS dan sistem e-Sertifikasi sesuai mekanisme yang berlaku. FAQ resmi BPOM menyebutkan bahwa CPOTB berkaitan antara lain dengan KBLI, rencana induk validasi, kualifikasi peralatan, kalibrasi, validasi proses, dan validasi prosedur pembersihan.
Kesalahan yang Sering Menyebabkan Audit CPOTB Tidak Lulus
1. SOP Sudah Ada, tetapi Tidak Dijalankan
Kesalahan pertama adalah perusahaan mempunyai banyak SOP tetapi pelaksanaannya tidak sesuai dengan isi dokumen.
Auditor dapat menemukan perbedaan antara prosedur tertulis dengan praktik aktual. Misalnya, SOP mengharuskan adanya pencatatan pemeriksaan tertentu, tetapi operator tidak melakukan pencatatan secara konsisten.
Yang perlu diperhatikan:
- SOP harus dipahami oleh personel.
- SOP harus tersedia di area yang membutuhkan.
- Pelaksanaan harus mengikuti prosedur.
- Setiap aktivitas penting harus mempunyai bukti pencatatan.
- SOP perlu diperbarui apabila terjadi perubahan proses.
Jadi, jangan hanya membuat SOP untuk keperluan audit. SOP harus menjadi bagian dari sistem kerja sehari-hari.
2. Dokumen Mutu Tidak Konsisten
Dokumen yang saling tidak sesuai dapat menjadi sumber temuan. Contohnya, nama ruangan pada layout berbeda dengan dokumen SOP, kapasitas produksi berbeda antara dokumen, atau alur proses yang tertulis tidak sama dengan kondisi aktual.
Dokumen mutu harus menggambarkan kondisi fasilitas yang sebenarnya. Jika perusahaan melakukan perubahan ruangan, peralatan, proses atau dokumen, perubahan tersebut perlu dikendalikan melalui sistem yang sesuai.
Prinsip sederhananya: apa yang tertulis harus sesuai dengan apa yang dilakukan, dan apa yang dilakukan harus dapat dibuktikan melalui catatan.
3. Personel Belum Memahami Tugas dan Tanggung Jawab
Audit CPOTB tidak hanya melihat bangunan dan dokumen. Kompetensi personel juga sangat penting.
BPOM menjelaskan dalam FAQ CPOTB bahwa Penanggung Jawab QA harus seorang apoteker, sementara kebutuhan pelatihan harus disesuaikan dengan fungsi dan aspek yang dijalankan. BPOM juga menekankan bahwa aspek CPOTB tertentu membutuhkan pelatihan khusus.
Masalah yang sering terjadi adalah karyawan mengetahui SOP secara administratif, tetapi tidak memahami alasan dan cara penerapannya.
Karena itu, perusahaan sebaiknya memiliki:
- Struktur organisasi yang jelas.
- Uraian tugas setiap personel.
- Matriks kompetensi.
- Program pelatihan.
- Evaluasi efektivitas pelatihan.
- Bukti pelatihan dan dokumentasinya.
4. Sanitasi dan Higiene Tidak Konsisten
Sanitasi dan higiene merupakan aspek yang sangat penting dalam fasilitas produksi obat tradisional. Area produksi, personel, peralatan, bahan, serta lingkungan harus dikendalikan agar tidak menimbulkan risiko terhadap mutu produk.
Kesalahan yang sering ditemukan misalnya jadwal pembersihan tidak dijalankan, catatan sanitasi tidak lengkap, personel tidak mengikuti prosedur higiene, atau kondisi fasilitas tidak mencerminkan standar yang tercantum dalam SOP.
BPOM juga menyatakan bahwa tidak ada ketentuan bahwa pelatihan sanitasi dan higiene harus selalu dilakukan setiap tiga bulan; frekuensi dan metode pelatihan perlu ditentukan berdasarkan evaluasi efektivitas oleh perusahaan.
5. Validasi dan Kualifikasi Belum Dipersiapkan
Kesalahan berikutnya adalah perusahaan mengabaikan kualifikasi dan validasi karena menganggap audit hanya berfokus pada proses produksi.
Padahal BPOM mencantumkan aspek seperti kualifikasi peralatan, kalibrasi alat ukur, validasi proses, dan validasi prosedur pembersihan dalam konteks CPOTB.
Contohnya:
- Alat ukur belum dikalibrasi.
- Peralatan belum mempunyai dokumentasi kualifikasi.
- Proses tertentu belum divalidasi.
- Validasi pembersihan belum mempunyai dasar yang memadai.
- Tidak tersedia bukti tindak lanjut hasil evaluasi.
Sebaiknya perusahaan membuat daftar seluruh peralatan dan proses yang membutuhkan kualifikasi, kalibrasi atau validasi sebelum audit.
6. Layout dan Kondisi Fasilitas Tidak Sesuai
Layout merupakan salah satu dokumen yang perlu dipersiapkan dalam proses sertifikasi. Standar pelayanan BPOM mencantumkan antara lain alur proses produksi, tata letak ruang bangunan produksi, dan denah lokasi sebagai bagian dari persyaratan.
Masalah muncul ketika layout yang diajukan berbeda dengan kondisi sebenarnya.
Misalnya:
- Ruangan sudah berubah tetapi layout belum diperbarui.
- Alur personel tidak sesuai dokumen.
- Alur bahan dan produk belum jelas.
- Penempatan peralatan tidak sesuai perencanaan.
- Area tertentu digunakan untuk fungsi yang berbeda dari dokumen.
Sebelum audit, lakukan pemeriksaan fisik dari satu ruangan ke ruangan lainnya dan cocokkan dengan layout terbaru.
7. Pencatatan Produksi Tidak Lengkap
Dalam industri obat tradisional, aktivitas yang dilakukan perlu memiliki dokumentasi yang dapat ditelusuri.
Kesalahan dapat berupa pencatatan yang terlambat, formulir tidak ditandatangani, data tidak lengkap, koreksi catatan tidak sesuai prosedur, atau adanya aktivitas produksi yang tidak mempunyai bukti dokumentasi.
Auditor perlu melihat apakah sistem dokumentasi mampu memberikan traceability atau ketertelusuran.
Karena itu, lakukan pemeriksaan terhadap:
- Catatan produksi.
- Catatan pengawasan mutu.
- Catatan pembersihan.
- Catatan penggunaan bahan.
- Catatan penggunaan peralatan.
- Catatan penyimpangan.
- Catatan tindakan perbaikan.
8. Pengelolaan Bahan Baku dan Bahan Pengemas Kurang Baik
Bahan baku merupakan bagian penting dari mutu produk obat tradisional. Pengendalian harus dilakukan sejak bahan diterima sampai digunakan dalam proses produksi.
Kesalahan yang perlu dihindari antara lain identitas bahan tidak jelas, status bahan tidak terkontrol, penyimpanan tidak sesuai, pencatatan penerimaan kurang lengkap, atau sistem pengeluaran bahan tidak dapat ditelusuri.
Perusahaan juga perlu memastikan bahwa bahan yang digunakan sesuai dengan spesifikasi dan dokumen yang telah ditetapkan.
Semakin baik sistem pengendalian bahan, semakin mudah perusahaan menunjukkan kepada auditor bahwa proses produksi berjalan secara terkendali.
9. CAPA dari Temuan Sebelumnya Tidak Efektif
CAPA atau Corrective and Preventive Action bukan sekadar membuat jawaban atas temuan audit.
Kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan menyatakan tindakan perbaikan sudah dilakukan, tetapi akar masalah sebenarnya belum diselesaikan.
Contohnya, ditemukan formulir tidak lengkap. Perusahaan hanya mengganti formulir tanpa mencari tahu mengapa operator tidak mengisi formulir tersebut.
CAPA yang baik perlu mempertimbangkan:
- Temuan yang terjadi.
- Akar masalah.
- Tindakan koreksi.
- Tindakan pencegahan.
- Penanggung jawab.
- Target penyelesaian.
- Bukti pelaksanaan.
- Evaluasi efektivitas.
Dengan demikian, perusahaan tidak hanya “menutup temuan”, tetapi benar-benar mencegah masalah yang sama terulang.
10. Tidak Melakukan Simulasi Audit Sebelum Auditor Datang
Kesalahan terakhir adalah perusahaan baru memeriksa kesiapan ketika jadwal audit sudah dekat.
Padahal simulasi audit dapat membantu menemukan masalah sebelum auditor melakukan pemeriksaan.
Lakukan mock audit dengan menggunakan checklist internal. Periksa dokumen, gudang, area produksi, peralatan, personel, sanitasi, bahan baku, dokumentasi, hingga sistem CAPA.
Salah satu tujuan simulasi adalah menemukan ketidaksesuaian antara dokumen dan kondisi lapangan.
Standar pelayanan BPOM untuk sertifikasi CPOTB bertahap juga mencantumkan tahapan evaluasi dokumen, audit sarana, serta pemenuhan tindakan perbaikan terhadap temuan audit/CAPA.

Checklist Persiapan Audit CPOTB
Sebelum audit, perusahaan dapat melakukan pemeriksaan internal dengan checklist sederhana berikut:
| Aspek | Yang Perlu Diperiksa |
|---|---|
| Legalitas | NIB, KBLI dan dokumen usaha |
| Fasilitas | Bangunan, ruangan dan layout |
| Produksi | Alur proses dan instruksi kerja |
| SOP | SOP tersedia dan diterapkan |
| Personel | Struktur, tugas dan kompetensi |
| Pelatihan | Program dan bukti pelatihan |
| Sanitasi | Kebersihan fasilitas dan personel |
| Peralatan | Kualifikasi dan kalibrasi |
| Validasi | Proses dan pembersihan |
| Dokumentasi | Catatan produksi dan mutu |
| Bahan | Penerimaan, penyimpanan dan status |
| CAPA | Temuan, akar masalah dan tindakan perbaikan |
Bagaimana Agar Audit CPOTB Lebih Siap?
Persiapan audit sebaiknya dimulai dari gap analysis. Jangan langsung membuat dokumen baru sebelum mengetahui bagian mana yang belum memenuhi persyaratan.
Tahap persiapan dapat dilakukan dengan:
1. Review legalitas
Pastikan data perusahaan dan kegiatan usaha sesuai dengan aktivitas produksi obat tradisional.
2. Audit dokumen
Periksa SOP, formulir, spesifikasi, instruksi kerja, catatan produksi, dokumen mutu dan dokumen pendukung lainnya.
3. Audit fasilitas
Bandingkan kondisi bangunan dan fasilitas dengan layout serta persyaratan CPOTB.
4. Audit penerapan
Pastikan SOP benar-benar dijalankan oleh operator dan personel terkait.
5. Simulasi audit
Lakukan pemeriksaan seperti kondisi audit sebenarnya.
6. CAPA
Perbaiki setiap temuan dan pastikan tindakan yang dilakukan efektif.
Pengajuan Sertifikasi CPOTB melalui Sistem Resmi BPOM
Pelaku usaha dapat mengakses e-Sertifikasi BPOM untuk mendapatkan informasi dan layanan sertifikasi yang tersedia.
BPOM mencantumkan mekanisme pengajuan CPOTB melalui OSS dan sistem e-Sertifikasi. Untuk CPOTB bertahap, prosesnya mencakup pengajuan, evaluasi dokumen, audit sarana, kemudian pemenuhan tindakan perbaikan apabila terdapat temuan.
Artinya, kesiapan perusahaan sebelum mengajukan sertifikasi sangat menentukan kelancaran proses selanjutnya.
Berapa Biaya Sertifikasi CPOTB?
Biaya resmi dapat berbeda berdasarkan jenis pelaku usaha dan bentuk layanan yang diajukan. Berdasarkan informasi tarif PNBP BPOM yang tersedia saat ini, permohonan baru sertifikasi CPOTB untuk Industri Obat Tradisional tercantum Rp5.000.000 per sertifikat per bentuk sediaan, sedangkan untuk Usaha Kecil Obat Tradisional tercantum Rp1.500.000 per sertifikat per bentuk sediaan.
Biaya jasa pendampingan konsultan tentunya berbeda dari PNBP pemerintah. Besarnya dapat dipengaruhi oleh kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, jenis usaha, jumlah bentuk sediaan, serta kebutuhan perbaikan.
Karena itu, sebaiknya lakukan pengecekan kebutuhan terlebih dahulu sebelum menentukan paket layanan.
Berapa Lama Proses Sertifikasi CPOTB?
Waktu proses tidak dapat disamakan untuk setiap perusahaan karena dipengaruhi kelengkapan dokumen, hasil evaluasi, kesiapan sarana, pelaksanaan audit, dan penyelesaian CAPA.
Sebagai contoh, standar pelayanan BPOM untuk Sertifikasi Pemenuhan Aspek CPOTB secara bertahap baru mencantumkan jangka waktu pelayanan 55 hari, sedangkan perubahan administratif tercantum 14 hari.
Karena itu, klaim “10 hari kerja” sebaiknya dipahami sebagai target proses pendampingan internal PERMATAMAS, bukan jaminan bahwa sertifikat BPOM akan diterbitkan dalam 10 hari kerja.
Layanan Pendukung Legalitas Usaha
Selain CPOTB, perusahaan obat tradisional mungkin membutuhkan beberapa legalitas pendukung lainnya.
Pendirian PT
Bagi pelaku usaha yang belum memiliki badan usaha, Anda dapat berkonsultasi mengenai Jasa Pendirian PT PERMATAMAS.
Pendaftaran Merek
Merek produk juga penting untuk dipersiapkan sebagai bagian dari perlindungan kekayaan intelektual. Informasi dapat dilihat pada Jasa Pendaftaran Merek HAKI.
Sertifikasi Halal
Untuk produk yang membutuhkan sertifikasi halal, persiapan dokumen halal dapat dilakukan secara terpisah melalui Sertifikasi Halal.
Keunggulan Layanan PERMATAMAS
PERMATAMAS membantu pelaku usaha melakukan persiapan dokumen dan pendampingan agar proses sertifikasi lebih terarah.
Keunggulan layanan kami:
✅ Proses cepat: target pendampingan hingga 10 hari kerja sesuai ruang lingkup layanan
✅ Berpengalaman: sejak 2011
✅ Terpercaya: lebih dari 2.000 izin edar telah terbit melalui layanan kami
✅ Aman & resmi: pendampingan mengikuti prosedur dan sistem resmi regulator terkait
✅ Garansi: 100% uang kembali jika gagal akibat kesalahan tim kami
Catatan: Untuk layanan CPOTB, regulator yang berwenang adalah BPOM, bukan Kementerian Kesehatan. Karena itu, klaim “terdaftar di sistem Kemenkes RI” sebaiknya tidak digunakan untuk artikel CPOTB; gunakan keterangan bahwa proses mengikuti sistem/prosedur resmi BPOM.
Kesimpulan
Audit sertifikasi CPOTB tidak cukup dipersiapkan hanya dengan membuat dokumen. Perusahaan harus memastikan bahwa dokumen, fasilitas, personel, proses produksi, sanitasi, peralatan, validasi, pencatatan, dan CAPA benar-benar berjalan secara konsisten.
Sepuluh kesalahan seperti SOP yang tidak diterapkan, dokumen tidak konsisten, personel kurang memahami tugas, sanitasi buruk, validasi belum siap, layout berbeda, pencatatan tidak lengkap, pengendalian bahan lemah, CAPA tidak efektif, serta tidak melakukan simulasi audit dapat meningkatkan risiko munculnya temuan.
Dengan melakukan gap analysis dan simulasi audit sebelum pemeriksaan, perusahaan dapat menemukan kekurangan lebih awal dan memperbaikinya sebelum menjadi temuan audit.
PERMATAMAS siap membantu konsultasi dan pendampingan persiapan sertifikasi CPOTB.
KONSULTASI GRATIS
FAQ Audit Sertifikasi CPOTB
1. Apa penyebab audit CPOTB tidak lulus?
Umumnya karena terdapat ketidaksesuaian antara dokumen, fasilitas, proses produksi, personel, atau sistem mutu dengan persyaratan CPOTB.
2. Apakah SOP saja cukup untuk menghadapi audit?
Tidak. SOP harus diterapkan dan tersedia bukti bahwa prosedur tersebut benar-benar dijalankan.
3. Apakah layout harus sesuai kondisi sebenarnya?
Ya. Layout dan kondisi fasilitas perlu konsisten.
4. Apakah pelatihan karyawan penting?
Ya. Personel harus memahami tugas, tanggung jawab, dan prosedur yang berkaitan dengan pekerjaannya.
5. Apakah peralatan harus dikalibrasi?
Peralatan ukur yang relevan perlu dikendalikan melalui sistem kalibrasi sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
6. Apa itu CAPA?
CAPA adalah tindakan korektif dan preventif untuk memperbaiki masalah sekaligus mencegah masalah yang sama berulang.
7. Apakah BPOM melakukan audit langsung?
Ya. Audit atau pemeriksaan sarana merupakan bagian dari proses pemenuhan persyaratan sertifikasi CPOTB.
8. Di mana pengajuan CPOTB dilakukan?
Pengajuan mengikuti mekanisme OSS dan sistem e-Sertifikasi BPOM sesuai jenis sertifikasi yang diajukan.
9. Berapa biaya sertifikasi CPOTB?
Tarif PNBP bergantung pada jenis usaha dan bentuk sediaan. Tarif resmi BPOM saat ini mencantumkan Rp5 juta per sertifikat per bentuk sediaan untuk IOT dan Rp1,5 juta untuk UKOT pada permohonan baru.
10. Apakah PERMATAMAS dapat membantu persiapan audit?
Ya. PERMATAMAS dapat membantu konsultasi, pemeriksaan dokumen, persiapan persyaratan, dan pendampingan sesuai ruang lingkup layanan.
